Truly, I Love You (Chapter 1)

cats (2)

Title : Truly, I love You

Author : Kanemin

Main cast : Do Kyung Soo (D.O), Sakura (OC)

Support Cast : Exo-K member, Chen (Exo-M), EunYeol

Length : chapter

Genre : Romance, Married Life

Disclaimer: semua cast sesungguhnya adalah milik Tuhan, saya hanya sebatas meminjam :)

Chapter-1

“tidak seperti sebuah komputer, ingatan manusia bukanlah sesuatu yang dengan mudah kembali setelah hilang, layaknya sebuah perasaan, terkadang ada sesuatu yang harus dimulai dari awal”

-0-

“welcome to Incheon International Airport, now currently time…….”

Sakura mengucek kedua belah matanya, 7 jam perjalanan benar-benar melelahkan baginya, ini merupakan penerbangan terjauhnya, selama ini ia hanya sering bolak balik singapura indonesia yang hanya memakan 1 jam perjalanan, dan sekarang? Indonesia-Korea benar-benar membosankan berada di pesawat selama berjam-jam.

Kamera SLR putihnya sudah tergantung di lehernya, ia merapikan rambut curlynya yang sedikit berantakan karena tidur tadi, dan juga kemeja  kotak-kotak yang melapisi kaos putih tipisnya. Tak lupa ia memakan topi  rajutnya yang berwarna kecoklatan. Ia lihat sekelilingnya sudah banyak orang-orang yang berlalu untuk turun, beberapa menit yang lalu pesawat telah sempurna mendarat. Ia mengambil ransel cokelatnya dari kabin pesawat. Sebelum beranjak ke pintu, tak lupa ia menjepret beberapa foto di dalam pesawat, dan memekik senang ketika melihat hasilnya yang hanya berisi kursi-kursi pesawat yang kosong.

Ia memandang sekitar dengan takjub setelah keluar dari pesawat , “yeah SSEEEEOOOOOUUULLLL, i’m here.” Dengan kekanak-kanakan ia melompat-lompat senang. Tidak memedulikan orang-orang sekitar  yang memandanginya dengan bingung. Tak lupa ia menjepret beberapa gambar disekitar landasan pesawat.

“Indonesia?” tanya petugas imigrasi bandara begitu melihat paspor sakura, “kau warga negara Indonesia?” tanyanya lagi dan melihat sakura dari atas kepala hingga kaki.

“Ne. Waeyo?” sakura sudah lumayan fasih berbicara bahasa korea setelah secara intensif dua tahun memperlajarinya.

“animida, tetapi wajahmu tidak seperti wajah orang Indonesia.”

Sakura meniup poninya pertanda ia mulai gusar. “apakah itu menjadi sangat penting, hah? Cepat pasporku.” Sakura sudah tidak peduli dengan tata bahasa yang selama ini selalu di katakan oleh guru bahasanya. Terkadang kau tidak perlu bertindak sopan pada orang yang menyebalkan seperti itu, gerutunya dalam hati. “bukan seperti wajah indonesia? Lo kira wajah indonesia kaya gimana?” gumamnya dalam bahasa Indonesia.

Setelah Sakura keluar dari pintu kedatangan luar negeri, dengan koper besar hijaunya ia berhenti dan ‘jepret.. jepret.. jepret’ tidak rela melewatkan setiap detik momen berharga yang ada di bandara ia mengabadikannya dalam kameranya. Setelah melihat hasil jepretannya ia kembali tertawa senang.

Sakura melihat sekelilingnya, melihat papan nama yang mungkin saja bertuliskan namanya, beberapa saat kemudian ia melihat seorang laki-laki paruh baya dengan kertas putih berukuran besar  bertuliskan nama SAKURA besar-besar. Ia tersenyum kemudian melambai dengan semangat, sangat dirinya.

“annyeonghaseyo, sakura imnida..” sakura membungkuk hormat, laki-laki itu kemudian menurunkan kertas yang sejak tadi di angkatnya.

“ah annyeonghaseyo, sakura agasshi, selamat datang di korea.” Katanya lembut, mereka kemudian berjalan beriringan menuju tempat parkir.

Setelah koper besar hijaunya masuk kedalam bagasi mobil, sakura baru masuk kemobil, dia harus memastikan koper kesayangannya itu aman di dalam bagasi. Mobil kemudian melaju dengan lancar keluar dari area bandara. Sepanjang perjalanan sakura tidak henti-hentinya berdecak kagum dengan keindahan kota disekelilingnya, ia juga tak lupa membuka kaca mobil dan mengabadikan banyak gambar yang tentu saja tak akan dia sia-siakan hanya untuk sekedar dilihat.

“geundae, chogiyo, ahjussi-neun nuguseyo?” tanyanya pada ahjussi yang sejak tadi dengan tenang menyetir.

“ah mianhamnida, saya belum memperkenalkan diri, nama saya Kim Ahn Il.” Tuan Kim tersenyum sehingga matanya menghilang seketika,

“Kim ahjussi.” Panggil sakura, kemudian ‘jepret’ dia mengabadikan wajah Tuan Kim yang polos dengan mata kecilnya. “wah, kau sangat pas di foto ahjussi.”ia melihat hasil jepretannya dan sakura tersenyum dengan manisnya.

-0-

Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar, atau mungkin terlalu besar menurut Sakura, setelah menurunkan barang yang dibawa sakura, tuan Kim segera berlalu dengan mobil. Sakura menyeret koper besarnya, tiba-tiba pintu utama rumah tersebut terbuka dan sudah berjejer beberapa pelayan yang membungkuk dengan hormat kepada sakura, sakura membalasnya. Dia memasuki rumah dan lagi-lagi membidikkan kameranya ke segala penjuru ruangan.

“sakura-ssi?” sebuah suara menghentikan sakura dari kegiatannya, ia menoleh dan mendapati seorang wanita yang sangat cantik dengan dandanan yang elegan. Wanita itu mendekati sakura dan langsung menyentuh wajahnya. “omo, kau sudah sebesar dan secanti ini sakura? Kau masih ingat padaku kan? Choi Hana sahabat ibumu.”

Sakura berpikir sebentar ingatannya sangat kabur namun kemudian menutup ia mulutnya dengan tangan, “aa mianhamnida, annyeonghaseyo.” Sakura membungkuk dalam pada wanita di hadapannya. “tapi bibi, anda juga cantik.”

“jangan panggil aku bibi, panggil saja dengan sebutan  eomma, kau kan akan tinggal lama disini, anggap saja aku yang menggantikan ibumu selama kau disini.”Nyonya choi mengelus dengan sayang kepala sakura.

Sakura merebahkan dirinya di ranjang, ia sudah berada di kamar barunya. Nyonya choi tadi mengatakan kalau ia akan tinggal di kamar ini selama ia berada di korea, sampai saatnya ia kemudian akan pindah lagi nanti. “Jadi ga selamanya gue disini?” Gumamnya. Ia tiba-tiba saja merasa mengantuk, padahal selama di pesawat tadi ia sudah tidur, tetapi tetap saja kasur yang sangat nyaman ini membuatnya kembali mengantuk. Kamera masih di tangannya tetapi matanya sudah terpejam dan jiwanya sudah pergi ke alam lain.

Pukul 7 malam, sakura membuka matanya dan seperti biasa mengucek kedua belah matanya. Ia menyalakan lampu kamar. Dan menatap cermin, “it’s not a dream, I’m really here seoul!” ia tersenyum senang, dan merapikan rambutnya, tidak lama seorang pelayan rumah mengetuk kamarnya dan mengatakan bahwa ia sudah di tunggu untuk makan malam di bawah. Sakura minta waktu beberapa saat untuk berganti baju dan mencuci mukanya.

Di meja makan, sudah berkumpul keluarga Do Min Gyung bersama istrinya nyonya Choi Hana dan juga seorang laki-laki yang baru pertama kalinya dilihat sakura, ia mengambil tempatnya. sakura tersenyum malu kearah Do Min Gyung, “annyeonghasseyo,” katanya dengan ramah.

Tuan Do membalas sapaan sakura dengan senyuman, “kenapa kau bisa beranjak besar secepat ini sakura? Terakhir kali kulihat, kau masih sibuk bermain dengan boneka-boneka mu itu.” katanya diselingi gelak tawa yang terdengar ramah. Sakura hanya bisa tersenyum kaku, karena ingatan mengenai laki-laki paruh baya dihadapannya ini hanya sekilas dan itu sangat kabur. “kau pasti tidak bisa mengingatku dengan jelas kan? tidak apa-apa, santailah.”

“mianhae.” Ucap sakura dengan nada sedih.

“ah sakura-ssi, ini Do Kyung Soo kau ingat dengannya?” tiba-tiba nyonya Choi buka suara mengenalkan putra bungsunya.

Sakura melihat laki-laki disebelahnya, sepertinya dia benar-benar tidak mengenal orang itu sama sekali. Dia hanya tersenyum salah tingkah, “aku.. tidak ingat..” ucapnya ragu-ragu.

“omo, gwenchana sakura-ya, gwenchana.” Nyonya choi menenangkan sakura yang terlihat sedih. “ayo kita mulai makan.”

-0-

D.O tidak begitu peduli dengan gadis yang sejak tadi disebut-sebut oleh orang tuanya. Ia hanya ingin segera menyelesaikan makan malamnya dan kembali ke kamar dengan cepat. Bahkan ketika gadis itu sudah duduk di sebelahnya, untuk hanya sekedar meliriknya sekilas D.O benar-benar tidak ada niat untuk melakukannya. “kau bisa memanggilku D.O” katanya kemudian. Dari sudut matanya, D.O dapat melihat Gadis yang di panggil sakura itu melihatnya dengan tatapan bingung.

“waeyo?” Tanya sakura.

Hening.

D.O hanya sibuk dengan makanannya, tak menanggapi pertanyaan sakura. “banyak teman-temannya yang memanggilnya begitu sakura.” Jelas nyonya Choi setelah sebelumnya melemparkan tatapan gemas ke arah anak bungsunya yang sangat malas menjawab pertanyaan orang lain.

“aku sudah selesai.” Ujar D.O

“mari kita bicarakan pernikahan kalian.” Dengan cepat nyonya choi berkata yang langsung mengagetkan D.O dan tentu saja sakura.

D.O yang awalnya hendak berdiri melirik sekilas kearah ibunya dan duduk kembali, “kenapa semua harus tergesa-gesa?” gumamnya dengan nada yang ketus.

Di sisi lain, sakura benar-benar masih belum kembali dari kekagetannya, ia masih tidak mencerna dengan baik apa yang dikatakan oleh nyonya Choi, mengenai pernikahan? Katanya dalam hati. “geundae, eomma apa maksudnya?” dengan ragu ia bertanya, sepertinya banyak hal yang masih belum di ketahuinya hingga saat ini.

“mianhae sakura, mungkin hingga saat ini kau masih bingung dengan banyak hal, tetapi aku masih belum bisa mengatakan terlalu banyak padamu, yang jelas lusa kau dan D.O, kalian akan me-ni-kah” nyonya Choi memberikan penekanan pada kata terakhirnya.

“apa?!!” spontan sakura berkata dalam bahasa Indonesia, semua yang ada di ruangan kecuali D.O menatapnya bingung. “ng, maksudku mwoeyo? Menikah? Aku? tapi mana mungkin? Aku masih terlalu muda.”

D.O menghela nafasnya keras, “apa aku masih harus berlama-lama disini? Aku harus mengerjakan tugasku.” Tanpa menunggu jawaban, D.O langsung berlalu dan naik ke kamarnya, dia sudah bosan dengan bahasan tentang pernikahan, sebelum gadis Indonesia ini datang, hampir setiap hari kedua orang tuanya membicarakan tentang rencana pernikahan, benar-benar berisik.

Di tempatnya sakura masih kaget dengan hal-hal yang baru saja didengarnya beberapa saat yang lalu, menikah? Benar-benar menikah? “sakura-ya, sebenarnya alasan ibumu menyuruhmu pergi ke korea dan melanjutkan sekolah disini adalah ini, agar kau bisa dekat dengan calon suami mu, kyung soo.” lagi, nyonya choi menjelaskan kepada sakura melihat gadis itu masih menampakkan wajah bingungnya.

Sakura hanya mampu menatap kedua orang dihadapannya dengan kepala yang masih terlalu penuh dengan banyak pertanyaan, ia ingin bertanya tetapi karena terlalu banyak sehingga sangat sulit memilih pertanyaan mana yang akan ia ajukan terlebih dahulu. “aku, menikah kapan?” bukan! Teriaknya dalam hati, bukan pertanyaan ini yang ingin ia tanyakan, bukan!

“lusa nak,” kali ini tuan Do yang menjawabnya.

Lusa? Aku menikah dangan laki-laki yang bahkan baru kulihat malam ini, lusa? Hatinya berkecamuk, ia benar-benar tidak bisa berpikir dengan jernih sekarang. Ini terlalu cepat, terlalu. Gumamnya dalam hati. “aku boleh naik ke kamarku?” tanyanya dengan lemas, seperti bukan dirinya.

Tuan dan nyonya Do mengangguk, mereka sedikit merasa tidak enak pada sakura, mereka tahu pasti saat ini sakura sangat kaget dan masih belum bisa menerima segalanya.

Sakura menutup pintu kamar dibelakangnya dan menangis dengan hebatnya.

D.O membuka-buka buku pelajarannya, ia menghela nafasnya keras dan menatap malas buku pelajarannya. Tak lama ia mendengar suara tangisan dari kamar di sebelah yang notabene adalah kamar sakura. Gadis itu menangis dengan dengan keras hingga segukannya dapat terdengar jelas oleh D.O, ia hanya menggeleng-geleng dan tertawa meremehkan. “dunia juga tidak akan kiamat hanya karna kau menikahiku.” Ia berbicara seorang diri, walau kalimatnya ia tujukkan bagi sakura.

Tengah malam dan D.O tidak juga kunjung bisa terlelap karena sakura masih terus saja terisak di kamarnya. Dengan gusar, ia menutup telinganya dengan bantal dan menutup matanya, “dasar menyusahkan.”

D.O memakan roti yang sudah disiapkan eommanya, walau diumurnya yang tidak bisa disebut kecil lagi, namun sebagai anak bungsu banyak hal-hal kecil yang selalu saja dilakukan eommanya sehingga membuatnya terlihat seperti anak kecil. “sakura sudah bangun kyungsoo-ya?” Tanya nyonya Do. Yang ditanya hanya mengangkat bahunya sedikit dan meminum susunya,

“aku berangkat.” Katanya singkat dan berlalu. nyonya dan tuan Do hanya menggeleng pasrah, sulit sekali membuat D.O berbicara sedikit lebih banyak, kebiasaan yang buruk.

Tidak lama D.O pergi, tuan Do juga beranjak dari kursinya dan bersiap berangkat ke kantor, dia menjabat sebagai direktur utama di perusahaan keluarga Do yang sangat besar dan juga merajai seluruh pasar korea. Setelah melihat mobil suaminya pergi, nyonya Do melihat kedatangan mobil putih yang mendekat. Ia sangat mengenal mobil itu, siapa lagi kalau bukan Do GyuWi putri sulungnya, “eommaaa~” teriaknya setelah keluar dari mobil. “bogoshippoyo~” dengan manja ia bergelayut di lengan ibunya. Nyonya Do hanya tersenyum menghadapi putrinya itu. “ah, matda. Bukankah ada calon adik iparku? Dimana dia?”

“dikamarnya, ah Yui-ya, kau hiburlah dia, sepertinya dia sangat tertekan dengan pernikahannya besok.”

Setelah mengacungkan jempolnya dan mengedipkan sebelah matanya, Do GyuWi yang dipanggil Yui itu langsung masuk dan pergi kekamar tamu yang ditempati sakura. Ia mengetuk pelan kamar sakura, tidak ada jawaban. “sakura-ssi, ini aku Yui, masih ingat padaku? Sakuraaa..” panggilnya lagi dan dengan semangat mengetuk kamar sakura biasanya cara ini akan berhasil pada adiknya, mungkin saja akan berhasil juga pada sakura. Pikirnya.

Tidak lama kemudian sakura membuka pintu kamarnya, matanya bengkak dan sembab, sejak tadi malam ia memang tidak berhent menangis. “nuguseyo?” Tanya sakura langsung begitu melihat wanita jangkung dengan postur tubuh yang semampai dan wajah yang cantik dan senyum yang mengembang dengan manisnya.

“aku Yui, hm Do GyuWi, kita pernah bertemu beberapa tahun yang lalu, aku kakak perempuan KyungSoo.” Jelasnya.

Sakura mengerutkan keningnya, beberapa tahun yang lalu? Pikirnya. “mianhae eonni, tapi aku tidak ingat sama sekali.” Katanya dengan nada bersalah.

“oh, gwenchana gwenchana, aku tahu kau pasti tidak ingat apapun setelah kecelakaan itu kan. oh iya, ngomong-ngomong kenapa matamu bengkak seperti itu? kau menangis, omooo calon adik iparku, kau tidak boleh bersedih.” Kemudian Yui menggandeng sakura masuk kembali ke kamarnya. Mereka duduk disisi ranjang, “aku tahu kau sangat kaget mendengar segala hal yang tiba-tiba seperti  pernikahan ini, aku tahu kau juga pasti sangat sedih tapi tidak ada yang bisa dilakukan lagi sayang, kau sudah disini dan ini tempatmu dan juga takdirmu.” Jarang sekali Yui mampu mengeluarkan kata-kata seperti itu, biasanya ia hanya sibuk bercanda dan mengeluarkan guyonan-guyonan pencair suasana.

Sakura hanya mampu tersenyum tipis, ia masih tidak terima dengan segala keputusan yang sangat tiba-tiba dan tanpa diberitahukan kepadanya sebelumnya. Dengan sayang, Yui mengelus rambut ikal panjang coklat milik sakura. “oh iya, kau benar-benar mengerti setiap kata-kataku kan?” Tanya Yui lagi.

Sakura mengangguk pasti, “dua tahun yang lalu, bunda ah maksudku uri eomma menyuruhku untuk belajar secara intensif bahasa korea, ternyata untuk ini semua.” Ada nada sedih dalam suara sakura di akhir kalimatnya.

Yui mengelus lagi dengan sayang kepala sakura, ia sudah menganggap sakura bagai adik kandungnya sendiri, malah ia lebih menyukai sakura yang menjawab setiap pertanyaannya, tidak seperti D.O yang sangat pelit untuk berbicara. “ah sakura-ya, kau sudah pernah berbicara dengan kyungsoo?” tanyanya. Sakura menggeleng. “aigoo, sudah kuduga, dasar anak itu, hm baiklah aku yang akan mengenalkannya padamu, kaja kita kekamarnya.”

“tapi eonnie bukankah tidak sopan masuk kekamar yang tidak ada penghuninya?” Tanya sakura polos.

“kenapa kau naïf sekali sakura-ssi? Kyungsoo juga nantinya akan menjadi suamimu kan.” kemudian Yui tertawa dengan bahagianya dan mereka memasuki kamar D.O

Kamarnya terbilang sangat rapi untuk ukuran kamar seorang laki-laki, cat temboknya berwarna coklat susu yang sangat lembut dan aroma kamarnya juga harum seperti caramel, ada meja belajar di pojok kamar dan seperangkat playstation di sampingnya, kasurnya sangat rapi dengan selimut yang berwarna putih polos. Sakura dapat melihat ada beberapa mainan robot kecil di meja belajar D.O dan juga juga di meja samping tempat tidurnya. “ini dia kamar adik laki-laki ku yang paling tampan. Ah dia benar-benar seperti wanita kalau dilihat dari kamarnya. Kyungsoo itu sangat rapi dan juga bersih, segala hal harus tertata dengan baik.” Jelas Yui, sakura hanya mengangguk-angguk mengerti, ia juga takjub dengan isi kamar D.O yang begitu rapi.

Yui duduk di atas ranjang D.O “dia itu tidak suka menjawab pertanyaan, tidak suka menjelaskan, tidak suka bertele-tele, dan tidak suka menatap lawan bicaranya kecuali dia sedang sangat kesal, atau sedang berbicara dengan eomma atau abeoji. Sebagai kakak perempuan satu-satunya, aku bahkan bisa menghitung berapa kali kyungsoo berbicara dengan kalimat yang panjang terhadapku. Ah benar-benar melelahkan punya adik sepertinya.” Sakura dengan seksama mendengarkan segala penjelasan Yui, selain dia juga sibuk menghirup sebanyak-banyaknya aroma caramel yang sangat manis di kamar ini, dia sangat menyukainya.

“tapi tenang saja, Karena kalian dulu pernah kenal dan juga pernah dekat jadi mungkin dia akan sedikit berubah ketika telah menjadi suamimu. Aigoo benar-benar sensasi yang berbeda mengucapkan kata suami dan istri, oh ngomong-ngomong berapa umurmu?”

“17 tahun.”

“mwo?! Dan kau akan menikah besok? Sedangkan aku? di 25 tahun umurku bahkan aku belum pernah jalan dengan seorang laki-laki kecuali abeoji dan kyungsoo, benar-benar menyedihkan.” Sakura tersenyum mendengar kata-kata Yui, dia masih sedih tetapi setidaknya ada orang yang sangat menyenangkan seperti Yui, sehingga dia tidak merasa sendirian.

-0-

Pantulan dirinya terpapampang dengan jelas di cermin, gaun putih gading dengan bahu yang terbuka dan juga renda yang cantik, telah tersemat dengan sangat pas mengikuti postur tubuh sakura yang kecil. gaun itu tidak panjang dan lebar, bagian depannya seperti rok yang pendek sedangkan bagian belakangnya panjang bagai ekor. Rambutnya juga sudah tertata dengan sangat manis, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang dan kulit kuning langsatnya. Tipikal kulit orang Indonesia pada umumnya. Wajahnya masih polos tanpa make-up karena air matanya tak kunjung berhenti, dan sejak tadi juga nyonya Do sudah membujuknya untuk berhenti menangis, 2 jam lagi pernikahan akan segera dilangsungkan.

“eomma akan menelpon ibumu di Indonesia, sepertinya ini tidak bisa dilanjutkan lagi.” ujarnya, bukan Karena kesal tetapi lebih merasa tidak tega pada sakura yang terus saja sedih sejak mengetahui berita pernikahannya, sambungan luar negeri itu segera tersambung.

“hallo,” ucap nyonya Do dalam bahasa inggris, “I’m sorry for calling you, I just wanna say, I think that I can’t do this. She’s always crying since I told her about this.” Nyonya Do mendengarkan dengan seksama jawaban dari seberang sana, kemudian ia menyerahkan teleponnya pada sakura. “ibumu ingin bicara.’

“bunda, sakura nggak bisa.” Sakura menangis lagi, kali ini ia berbicara dalam bahasa Indonesia.

“bunda tau, tapi sakura harus, maafin bunda sayang tapi ini memang nggak bisa di batalkan lagi,” suara keibuan dari wanita yang sedang berbicara di telepon dengan sakura sedikit mampu menenangkannya, tapi ia masih juga belum mampu menghentikan tangisannya.

“sakura pulang aja ya, sakura nggak bisa, sakura nggak kenal dia, bener-bener nggak kenal.” Sakura menaikkan nada suaranya, airmatanya makin deras, nyonya Do menghapusnya dengan sayang.

“kamu kenal dia sayang, kamu hanya nggak ingat. Sakura bunda mohon, ini demi kebaikan kita semua, demi ayah dan perusahaannya, sakura bunda benar-benar minta tolong sama sakura.”

Demi ayah? Jadi ini perjanjian bisnis? Klise! Gerutu sakura dalam hatinya.

Nyonya Do mengambil kembali telepon dari tangan sakura. “kita batalkan saja ya sakura,” nyonya Do berbicara lagi di telepon dan ia sedikit memaksa ibu sakura untuk setuju dengannya membatalkan pernikahan ini.

Sakura hanya melihatnya dengan pasrah, tadi bunda bilang demi ayah? Batinnya. Ia menyayangi orang tuanya, ia tahu kalau perusahaan ayahnya memang sedang mengalami kondisi yang kurang baik akibat pemutusan secara sepihak dari salah satu perusahaan di korea, dan perusahaan keluarga Do lah yang bersedia memberikan bantuan karena mereka sudah lama saling kenal walau sesungguhnya sakura tidak dapat mengingat seberapa dekat hubungan dua keluarga tersebut. “eomma,” ia menarik lembut tangan nyonya Do yang masih berbicara di telepon.

“I’ll call you later.” Nyonya Do menutup telepon dan menatap sakura. “wae?” tanyanya halus.

“kita..” sakura terlihat sangat ragu untuk melanjutkan kalimatnya, “lanjutkan saja semua ini.” katanya dengan cepat, dan dengan suara yang bergetar.

“kau yakin?”

“hm.”

Nyonya Do tersenyum, dan memeluk sakura dengan sayang, “eomma juga begitu menginginkanmu untuk menjadi bagian dari keluarga ini, Do sakura.” Ucapnya.

Di kamarnya, D.O sedang merapikan dasi berwarna biru langitnya, ia memakai setelan jas berwarna putih yang ia rasa sangat aneh melekat di tubuhnya. “ah kau memang tampan sekali adikku.” Puji Yui yang sedang sibuk menata rambut D.O

D.O sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan noona nya, ia hanya ingin melewati ini semua dengan cepat dan segera melepas pakaian yang sangat aneh menurutnya. “kyungsoo-ya, kau sudah pernah bertemu dengan sakura kan? bagaimana menurutmu? Dia cantik kan? ah sangat malah, aku benar-benar menyukai adik baruku itu, omo dan dia juga tidak dingin sepertimu. Tapi jangan lupa, kau juga harus menyayangi istrimu itu nanti, dia kan—“

“noona, kemanhae!” potong D.O cepat, ia malas mendengarkan ocehan noona nya yang sangat berisik. Tanpa melihat ekspresi Yui yang kaget, D.O langsung berlalu menuju pintu dan keluar. Yui hanya mampu mendengus kesal mendapat perlakuan tersebut dari adiknya.

Tepat ketika D.O keluar dari kamarnya di saat yang bersamaan sakura juga muncul dari kamar, dia sudah memakai make up lengkap. Dan tidak ada lagi air mata yang mengalir di pipinya, namun jika di perhatikan dengan seksama mata nya yang sedikit bengkak memang tidak mampu di tutupi oleh make up nya, bibirnya yang tipis di hias dengan lipstik berwarna pink cerah, dan pipinya juga berwarna kemerahan yang sangat lembut hasil dari olesan blush on tipisnya. D.O terdiam beberapa saat, tapi tidak dapat ia pungkiri bahwa gadis dihadapannya memang cantik, sangat. Ia berdehem kecil kemudian berlalu, sebelum sakura menyadari bahwa ia sedang menatap sakura dengan pandangan kagum.

Sakura melihat D.O yang berlalu didepannya, sepertinya ia memang harus terbiasa dengan sikap dingin laki-laki itu, “tapi kenapa dia tampan sekali?” Tanya sakura pada dirinya sendiri. tanpa ia sadari semburat merah muncul di pipinya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “dasar.” Gerutu sakura.

Sakura dan D.O berada di dalam mobil yang di sopiri oleh tuan Kim. Suasana di dalam mobil beku, tidak ada yang tertarik untuk membuka percakapan. Sakura yang sejak berangkat dari rumah tadi sudah tegang menjadi semakin tegang karena suasana yang tercipta di dalam mobil, ia juga tak henti-hentinya menggerak-gerakkan kakinya. “ah jinjja!” desahnya. Dia bukan orang yang mampu lama-lama berada dalam suasana kaku seperti ini. sangat bukan sakura. Sakura menarik nafasnya dalam, dan sialnya dia malah semakin tegang karena mencium aroma caramel dari parfum yang dipakai D.O. “kyungsoo-ya, apa kau tegang?” tiba-tiba saja dia bertanya.

Hening.

Sakura menghela nafasnya. “pasti kau tegang.” Sakura menjawab sendiri pertanyaannya, dia juga memonyongkan bibirnya karena D.O yang tidak menjawab pertanyaannya. Menyebalkan.

D.O benar-benar jengkel dengan gadis yang duduk di sebelahnya ini. bagaimana tidak? Gadis ini tak henti-hentinya menggerakkan kakinya, dan D.O sangat membenci hal itu. dan dia juga kesal karena sejak ia memasuki mobil tadi, aroma gadis itu yang berbau strawberry manis yang menyegarkan terus saja menusuk hidungnya, bukannya tidak suka dengan aroma tersebut. tetapi justru sebaliknya, ia sangat menyukai aroma tersebut sehingga membuatnya malah sulit untuk berpikir.

Mobil berhenti didepan sebuah gedung, di gedung inilah mereka akan mengikat janji suci dalam ikatan pernikahan. Dengan cepat D.O keluar dari mobil dan menghirup udara segar sebanyak-banyaknya, ayahnya segera menghampirinya dan membawanya masuk terlebih dahulu. Yui yang sudah sampai beberapa menit yang lalu membukakan pintu mobil untuk sakura, ia tersenyum dengan lebarnya begitu melihat sakura. “ini.” yui memberikan sebuket bunga mawar dengan warna biru langit senada dengan warna dasi yang dipakai D.O. sakura menggenggam erat buket bunga tersebut dan dengan diiringi Yui ia memasuki gedung.

Semuanya seperti berjalan dengan sangat cepat, seperti kilat yang tiba-tiba saja sudah merubah banyak hal. Saat sakura menghela nafasnya, ia sadar bahwa ia baru saja memakaikan cincin ke jari manis D.O dan beberapa menit yang lalu ia baru saja mengatakan “I Do.”

Yui memeluknya, nyonya Do juga melakukan hal yang sama, dan tuan Do mengelus kepalanya sayang. Dan sejak itu ia sudah resmi menjadi bagian dari keluarga Do. D.O sudah menghilang dari hadapannya, ia sudah berkumpul bersama teman-temannya yang kebetulan di undang, tidak banyak tamu undangan yang hadir, hampir semuanya hanya keluarga besar dan juga beberapa kerabat dekat.

Sakura mulai lelah berjalan, bersalaman, tersenyum dan memperkenalkan diri pada tamu-tamu undangan, ia duduk di salah satu bangku, dan memijat kakinya yang sakit. Di ujung ruangan dapat dilihatnya D.O yang sedang mengobrol dengan teman-temannya, “dia bisa bercengkrama seperti itu juga?” tanyanya dengan nada kesal. Sejak tadi hanya ia sendiri yang berjalan kesana-kemari sedangkan laki-laki itu hanya sibuk dengan teman-temannya. Menyebalkan.

D.O sudah membuka jasnya, ia juga sudah melonggarkan dasinya. Sejak tadi teman-temannya atau mungkin dapat di sebut sebagai sahabat-sahabatnya tidak bosan-bosannya menggoda dan membuatnya jengkel. “hyung kemanhae.” Katanya tegas pada suho.

Suho hanya tersenyum mendapat teguran dari dongsaengnya, sifat D.O yang terlalu dingin memang sangat enak untuk di jahili. “ah aku akan mengunjungi istrimu yang cantik hyung, sepertinya dia kesepian.” Ucap Kai kemudian berlalu, baekhyun dan sehun juga mengikutinya.

D.O hanya melihat kepergiaan mereka bertiga dengan jengkel. “cih.”

“ya, kau harusnya merasa beruntung memiliki gadis sepertinya, ya tuhan dia bagaikan malaikat saat pertama kali tadi kulihat dia masuk. Kalau saja aku yang ada di posisimu, mungkin aku akan menjadi laki-laki paling beruntung di dunia.” Dengan suara beratnya, chanyeol memaparkan pendapatnya. Ia tak ikut yang lainnya ke tempat sakura, ia lebih memilih tetap bersama D.O yang sejak awal sama sekali tidak menunjukkan senyum sama sekali.

Walaupun berusaha untuk tidak peduli, tetapi D.O tak dapat menahan dirinya untuk tidak melihat ke arah sakura yang saat ini sedang tertawa dengan sangat bahagia bersama teman-temannya, dasar wanita, batinnya. Bukanlah hal yang sulit bagi orang seperti baekhyun, kai dan sehun untuk membuat gadis larut dalam candaan mereka. “kalau kau cemburu, susul mereka.” Bisik suho. Yang diikuti gelak tawanya dan chanyeol, D.O yang sudah merasa sangat jengkel tidak menanggapinya dan memilih berlalu keluar ruangan.

-0-

To be continued!

annyeong~~ aku kembali lagi, haha~ semoga suka ya sama fict aneh satu ini ^_^

enjoy~~~~

About these ads

73 pemikiran pada “Truly, I Love You (Chapter 1)

  1. Jarang bc ff yg main cst’a kyungsoo tp gx tau knapa liat jdulnya lngsung tertarik gtu. . .
    Ternyata ffnya bagus!!
    Next’a d tunggu. .

  2. Uwahhhh keren thorrr >.<
    Sumpah aku jarang bgt nge-baca ff yg maincast'ny D.O genre marriage life.. Pas tau ff ini aku seneng bgt eon, wahahaha ^^
    Aigoooo D.O sma cewek kok cuek gitu sih bahkan sma keluarga'ny pun dia cuek bgt kok betah yaa dia hidup kyak gitu?? O.o
    Thorrr next chap'ny ditunggu bgt yahhhh ^O^
    Hwaitinggg !!!

  3. Ini asli keren ya author..
    Idenya cool banget. Ngena banget ceritanyaa..
    Cepetan lanjutin yang chap 3 yaa..
    can’t wait to read…
    Thankyou~

  4. Part 3 please….
    Huhuhuhu…. :’(
    udh nunggu lama bgt di blog lain nih FF.
    Author cepet post part 3 y? Gomawo…
    Anyway… FFnya Keren pake banget

    • Haha~~ iya aku tau kamu juga uda komen d wp satunya :D .. Aku akan post yg 3nya kok d sni ^^ .. Tp yg chap 2 dulu ya supaya yg lain bisa baca juga.. D tunggu aja :) gomawo~~

  5. Annyeong author! Masih inget aku kah? *gak
    Waktu itu aku baca fanfic kamu ini di blog yg satu lagi. Ternyata pas main kesini fanfic ini publish di sini juga. Tadinya udah ngarep banget chap-3, tapi….. T______T
    Aku sampe udah dua kali baca chap 1 & 2 ini loh, demi membunuh rasa penasaranku akan chap-3 *curcol
    Fighting author! ‘-’)9 *ciumKyungsoo

    • Annyeong~~ masih kok ^^ iya nih aku iseng publish dsni.. Tenang2 aku akan publish dsni kok chap 3nya abis d wp sblah kyanya bkal lama :) tnggu aja ya~~
      Ne~ kamsa~ *bawa lari kyungsoo* :p

  6. Ping-balik: Truly, I Love You (chapter 6) | EXO Fanfiction World

  7. Ping-balik: Truly, I Love You (chapter 7) | EXO Fanfiction World

  8. Ping-balik: Truly I Love You (chapter 8a) | EXO Fanfiction World

  9. wahhhh, iseng nyari ff DO jadi ketemu ini ff chapnya udh agak bnyak jdi semangat bacanya.
    perjodohan,marriage life.seruuuuu aku selalu suka konflik.
    nextt ya thor mian baru baca baru nemu juga si hehe
    semangat ya thor

  10. Ping-balik: Truly, I Love You (chapter 8b) | EXO Fanfiction World

  11. Comment first before reading~ kkkk

    Wuaaaa baru pertama nemu ff dgn main cast D.O oppa yg bergenre married life!! Gomawo! ^^
    Hihi~ penasaran seperti apa ceritanya….

  12. Halo author, salam kenal. Baru baca ff ini karena rekomendasi teman sekelas.
    Udah lama cari main castnya d.o, akhirnya ketemu juga.
    ceritanya bagus, bayangin d.o pakai jas sampe ga sangup >.<

  13. sambil nunggu chap 13 baca lagi dari awal ah haha mumpung belum komen di chap ini karena aku bacanya di blog sebelah hehe ga pernah bosen deh nunggu dan baca nih ff daebak !!^^ thor eonni jjang kyungsoo jjang

  14. Buka exoff world eh nemu chap13-nya jadi pengen baca chap1 nya hehe. Aku telat banget ya?-_-. Yasudahlah. Ffnya seru tambah seru gara gara maincastnya D.O sama OC! I love it

  15. anyeong.
    aq reader baru..slm kenal y
    d sini do karakternya cuek gtu y..
    duh kasian y sakura baru juga nyampe ke korea eh dia udh d nikahin aja sm do.,
    trus aq penasaran sm masa lalunya sakura
    knp bisa kecelakaan?? trus apa sakura lupa ingatan..!!?

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s