The A L P H A B E T

Judul                 : The ALPHABET

Author              : © ennosaras (contact me @ennosaras_)

Main Cast         : Byun Baekhyun, Jung Krystal, Kim Jongin, Choi Sulli

Other Cast        : EXO member, f(x) member

Length              : Oneshoot

Genre               : Romance, Friendship

Rating               : PG 15+

Summary          : – Tentang alphabet yang mewarnai kisah cinta dua pasang kekasih.

Disclaimer         : Annyeong! Ini adalah ff pertama yang aku bikin dengan cast member EXO, especially EXO-K. Dan akan jadi ff perdana saya yang dipublish di blog ini (exofanfictionworld). Haha, itu juga kalo adminnya mau publish ff saya. Oke, no bashing ya tentang couplenya. Kalo emang ga suka ga usah baca sekalian, hehe. Maaf banyak omong, silakan dibacaaaaa~ *bow*

×××

A untuk Aegyo

Hari sabtu malam yang cerah di kota Seoul. Sulli dan Kai berjalan-jalan menyusuri sebuah pasar malam yang kebetulan ada di kota Seoul. Saat melewati sebuah toko penjual boneka Sulli berhenti dan memperhatikan sebuah boneka beruang berwarna putih berukuran besar.

“Sulli-a…” Kai berbalik dan menghampiri gadisnya.

Sulli kemudian menoleh ke arah Kai dan memasang wajah lucunya. “Oppa~ belikan aku boneka itu~” Sulli merajuk pada Kai.

Inilah yang paling tidak disukai Kai. Aegyo. Menurutnya itu sangat kekanak-kanakan, apalagi jika orang dewasa yang melakukan hal tersebut. Alasan lain yang membuatnya tidak menyukai aegyo adalah kenyataan bahwa dirinya tidak bisa melakukan aegyo dengan baik.

“Kau sudah besar Sulli-a. Buat apa membeli boneka lagi?” ucap Kai.

“Oppa~” Sulli menarik-narik lengan Kai. “Sekali iniiiii sajaaaa~” Sulli benar-benar berusaha membujuk Kai.

Kai mengerang kesal. Ia masuk ke dalam toko dan tak lama kemudian kembali dengan boneka yang diinginkan Sulli. “Gomawo oppa!” Sulli tersenyum dengan riang.

Kai menanggapinya dengan tersenyum tipis. Ia memang tidak menyukai aegyo. Tapi jika yang melakukannya adalah Sulli, ia tentu tidak bisa untuk tidak menyukainya bukan?

B untuk Balon

“Ige mwoya?” ucap Krystal heran saat ia memasuki aula kantor SM entertainment. Disana banyak sekali balon berwarna-warni yang hampir memenuhi aula itu.

“Baekhyun oppa~” Krystal memanggil nama sang pacar. Ia berjalan di tengah-tengah banyaknya balon-balon itu. Pemuda itu mengirim pesan singkat pada Krystal dan menyuruhnya untuk datang ke tempat ini. “Oppa? Kau dimana?” Krystal mulai lelah menyibak balon-balon yang sangat banyak itu.

“Soojungie!” seseorang berteriak dari arah panggung. Krystal menoleh dan mendapati Baekhyun berdiri di atas panggung sambil memegang sebuah microphone.

“Kau tahu tidak ada berapa balon yang ada di ruangan ini?” ucap Baekhyun dengan microphone, yang dibalas sebuah gelengan polos dari Krystal.

Baekhyun tersenyum, “Jumlahnya ada 300.” Senyumnya semakin lebar saat mendapati Krystal memiringkan kepalanya tidak mengerti.

“Selamat hari jadi yang ke 300! I love you Jung Soojung~”

C untuk Chu~

Kai menghampiri Sulli yang tengah duduk santai di sofa sebuah café sambil mendengarkan musik dengan earphonenya. Sepertinya gadis itu sedang asyik dengan dunianya sendiri, karena ia sampai tidak tahu jika Kai sudah datang dan duduk di sebelahnya.

“Ya! Sulli-a!” Kai menepuk pelan pundak Sulli.

“Oh, oppa. Kau sudah sampai.”

“Kau ini sedang mendengarkan lagu apa? Asyik sekali sampai menghiraukanku.” Kai berpura-pura kesal.

“Hanya mendengarkan lagu lama f(x), Chu~” Sulli memainkan lagu itu lagi, tapi tanpa earphone.

Do it do it, Chu~ (It’s) true, true, true, true it’s You~ Do it do it, Chu~

“Sulli-a…” Sulli menoleh saat namanya disebut. Dan pada saat itulah bibirnya dan bibir Kai bersentuhan.

Chu~

Sulli menjauhkan wajahnya dan menutup bibirnya dengan salah satu tangannya. “Ya! Kim Jongin! Apa yang kau lakukan? Ini tempat umum, kau tahu!?” Sulli berbisik menahan rasa kesalnya dan juga untuk menutupi semburat merah di kedua pipinya. Sementara Kai hanya terkekeh pelan.

D untuk Danger

Baekhyun menghampiri Krystal yang sudah menunggunya di sebuah restaurant. Pemuda itu tampak tersenyum-senyum saat duduk di hadapan Krystal, membuat Krystal mengerutkan keningnya.

“Oppa, gwenchanayo?” Krystal memegang dahi Baekhyun, tapi tidak panas sama sekali. “Kau kenapa sih? Senyum-senyum sendiri.” Lanjut Krystal.

“Soojung-a~” gumam Baekhyun sambil terus tersenyum dan memandangi wajah Krystal.

“Ya! Baekhyunie oppa, sebenarnya kau kenapa? Kau membuatku takut!” ucap Krystal yang lebih ke arah salah tingkah saat dipandangi seperti itu oleh pemuda di hadapannya.

“I’m in danger Soojung-a!” ucap Baekhyun. “Kenapa kau bertambah cantik di MV Electric Shock?” lanjut Baekhyun sambil menyelipkan rambut Krystal ke belakang telinga gadis tersebut.

“Ya! Ku kira kau benar-benar berada dalam danger oppa-ya!”

“Aku memang berada dalam danger Soojungie. Aku sudah jatuh terlalu dalam oleh pesonamu~”

“Ya! Byun Baekhyun!” pipi Krystal sudah benar-benar merah sekarang.

E untuk EXO-K

Malam itu Kai sedang menonton sebuah acara talk show yang menghadirkan Sulli sebagai bintang tamunya. Untung saja member EXO-K yang lain sedang ada urusan masing-masing, ia jadi bisa menonton gadisnya itu dengan leluasa.

“Sulli-ssi, apa pendapatmu dengan boyband baru dari manajemenmu –EXO-K?” tanya sang MC.

“Mmm…aku suka. Mereka sangat keren dan tampan-tampan. Ahahaha!” Sulli tertawa dengan jawabannya, membuat MC dan penonton yang ada di studio ikut tertawa.

“Dari semua member, siapa yang paling kau sukai? Dan berikan alasanmu.”

“Kai-ssi.” Tanpa ragu-ragu Sulli menjawab pertanyaan sang MC. “Dia adalah member yang paling kharismatik di EXO-K. Kebetulan tipe idealku adalah pria yang kharismatik.”

Kai tersenyum puas. Mungkin ia harus berterima kasih pada sang pembawa acara karena sudah menyinggung soal EXO-K. Selama ini ia selalu penasaran dengan member EXO-K yang paling Sulli sukai, mengingat gadisnya itu juga berteman baik dengan Baekhyun dan Chanyeol. Ia juga baru tahu kalau Sulli menyukai kharismanya. Kai memang mengakui kalau ia sangat berkharisma, tapi Hey! Ia tidak pernah tahu bahwa Sulli juga akan jatuh dalam kharismanya seperti gadis-gadis lain.

Sebesar itukah kharisma seorang Kai dari EXO-K? Ya, Kai memang harus berterima kasih pada sang pembawa acara tersebut.

F untuk Fakta

Kai berlari kecil menghampiri Sulli yang tengah berjalan di lorong kantor SM entertainment. “Sulli-a!” teriaknya saat sudah di dekat gadis itu.

“Oh, Kai oppa~” Sulli tersenyum manis pada pemuda itu. Kai lantas berdiri di hadapan Sulli.

“Jadi, member EXO-K yang paling kau sukai adalah aku? Dan karena aku berkharisma?” goda Kai. Membuat gadis yang sekarang di hadapannya terkejut, lantas membuang mukanya.

“Sok tahu! Siapa bilang aku menyukaimu karena kau berkharisma? Kau sama sekali tidak berkharisma! Kau itu…” ucapan Sulli terhenti saat Kai mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

“Aku punya faktanya, jadi jangan bohong Sulli-a. Aku menonton acara talk show itu semalam.” Kai menyeringai jahil.

Sulli mendelik terkejut dan mukanya memerah. “Ya! Kim Jongin! Kenapa kau selalu menyebalkan, huh!?” Sulli berlalu dari hadapan Kai dengan cepat.

Sambil terkekeh pelan, Kai segera berlari mengejar gadisnya. “Hey! Choi Jinri! Tunggu aku!”

G untuk Garpu

Malam itu SM mengadakan sebuah pesta untuk berhasilnya debut EXO-K dan juga EXO-M. Beberapa artis dari SM entertainment tampak hadir dalam pesta itu. Di meja makan di pojok ruangan, Krystal tampak duduk sendiri sambil sesekali menusuk dagingnya dengan garpu dan memasukannya ke dalam mulut.

“Soojungie!” panggil sebuah suara. Krystal mendongak dan mendapati Baekhyun yang sudah menarik kursi di hadapannya, lalu duduk.

“Oh, Baekhyunie oppa. Selamat untuk debutnya yaaaa~” Krystal memberi ucapan sambil tersenyum.

“Gomawo~” Baekhyun balas tersenyum. “Ya, Soojung-a! Aku pinjam garpumu.” Lanjutnya sambil mengambil garpu yang sedang di pegang Krystal.

“Eh, memang garpu milik oppa kemana?” tanya Krystal menahan Baekhyun untuk menggunakan garpu miliknya.

“Terjatuh. Aku ingin mengambil lagi, tapi sudah habis.” Baekhyun mengedikan bahunya dan mulai memotong dagingnya dengan pisau, lalu menusuknya dengan garpu.

“Eh, tapi oppa…” Krystal menatap Baekhyun dan seolah berkata ‘apa-kau-yakin-ingin-memakai-garpu-bekas-mulutku?’

“Memang kenapa?” ucap Baekhyun. “Tidak apa-apa. Asalkan bukan bekas orang lain, hanya bekasmu saja~” lanjutnya sambil memasukkan satu potongan daging ke dalam mulutnya dengan garpu.

H untuk Hilang

Hari ini Krystal sedang menemani Baekhyun kembali ke tempat SM mengadakan pesta beberapa hari yang lalu. Baekhyun berkata pada Krystal bahwa ia menghilangkan sesuatu yang berharga di tempat itu. Krystal juga tidak tahu apa yang hilang, pasalnya Baekhyun enggan memberitahunya.

“Oppa! Sebenarnya kau itu mencari apa sih?” tanya Krystal tak tahan.

“Sudah ku bilang, ada benda yang hilang di sini.” Jawab Baekhyun sambil terus mencari.

“Iya aku tahu. Tapi apa? Kau bisa beri tahu aku agar aku bisa mencarinya juga.” Krystal cemberut.

“Tidak per-…Aahh! Akhirnya ketemu juga!” Baekhyun mengambil sesuatu dari lantai ruangan itu. Ia lalu menunjukkannya pada Krystal, “Sudah ketemu Soojung-a!” Baekhyun tersenyum.

Krystal melongo hebat. Jadi Baekhyun mengajaknya ke sini hanya untuk mencari sebuah…garpu?

“Ya! Ige mwoya? Oppa hanya mencari sebuah garpu?” ucap Krystal tak percaya.

“Ini bukan sembarang garpu Soojung-a. Ingat malam saat pesta itu?” tanya Baekhyun, sementara Krystal hanya mengangguk polos.

“Ini adalah garpumu yang aku kenakan. Ini adalah…” Baekhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Krystal. “Ini ciuman tak langsung milik kita.” Bisik Baekhyun.

Muka Krystal memerah seketika. “Ya! Dasar kau Byun Baekhyun jelek!” Krystal berjalan meninggalkan Baekhyun yang tertawa pelan.

I untuk Ingkar

Kai berdecak kesal untuk yang kesekian kalinya. Hari ini ia dan Sulli mempunyai janji untuk berjalan-jalan setelah satu minggu sibuk dengan jadwal masing-masing. Sulli membuat janji kalau mereka akan bertemu di sebuah taman jam tiga sore. Tapi ini sudah jam empat lewat, berarti Kai sudah menunggu Sulli selama satu jam lebih dan gadis itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kedatangannya.

“Kemana sebenarnya gadis itu? Kenapa ia mengingkari janjinya?” Kai mendongak ke atas saat setetes air jatuh. Benar saja, langit sudah sangat gelap dan hujan mulai turun dan semakin lama semakin lebat.

Kai membuka masker yang menutupi wajahnya dengan kasar. Ia sudah tak peduli lagi jika orang-orang mengenalinya. Lagipula ini hujan dan tidak ada seorangpun di sana. Kai bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan taman itu saat ia mendengar sebuah suara memanggilnya.

“Kai oppa!” Kai berbalik dan mendapati seorang gadis dengan sebuah payung sedang berdiri tak jauh darinya. Gadis itu berjalan mendekat dan berhenti saat sudah ada di dekat Kai.

“Kau itu bodoh atau apa? Kenapa hujan-hujanan?” Sulli memukul pelan dada Kai yang hanya diam memandangnya. “Maaf aku lupa kalau…”

Kai buru-buru membungkam bibir gadis itu dengan sebuah ciuman. Membuat Sulli terkejut dan refleks melepas pegangannya pada payung yang dibawanya. Kini tubuh mereka berdua sudah basah karena guyuran air hujan sore itu.

Kai melepas ciumannya, “Itu hukuman untukmu karena sudah ingkar janji.” Kai menyeringai.

J untuk Jaket

Krystal kembali merapatkan jaket merahnya yang sejak pagi tadi sudah dipakainya. Ia harus masih rehearsal dengan para membernya dan EXO-K. Dua group bungsu dari SM itu akan menampilkan sebuah kolaborasi untuk pertama kalinya.

“Krystal-ya, kau seharian ini pakai jaket terus!?” heran Chanyeol yang baru datang bersama member EXO-K yang lain.

“Jaket baru ya?” tanya sang leader EXO-K, Suho.

“Ah, tidak kok! Ini sudah lama.” Krystal mengelak, sambil sesekali melirik pada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya.

“Oh! Pasti pemberian Baekhyun hyung, kan?” tebak Sehun yakin.

“Enak saja. Dia tidak pernah memberikanku apapun~” Krystal merengut, dan membuat kepalanya bertambah pusing.

“Eh, kau kenapa Krystal-ya?” ucap D.O saat Krystal sedikit oleng, namun langsung ditangkap oleh seseorang.

Krystal menoleh ke belakang, Baekhyun sudah menangkapnya, dan raut wajah pemuda itu bercampur aduk. Antara khawatir, kesal, takut, dan errr…marah. “Sejak pagi memakai jaket…sakit kan?” Baekhyun mengerutkan keningnya.

Krystal menghela nafas berat. Ia memang tidak akan pernah bisa mengelak pernyataan dari sang pacar. “Ya, begitulah. Mungkin sedikit kelelahan.” Ucap Krystal. Dan tiba-tiba saja tangannya sudah ditarik oleh Baekhyun, menjauh dari panggung.

K untuk Kai

“Sulli-ya, menurutmu siapa yang paling keren di EXO-K?” tanya Krystal, mereka berdua sedang berada di ruang make-up di sebuah stasiun televisi Korea Selatan.

“Kai oppa.” Sulli tersenyum.

“Tipe idealmu?”

“Kai oppa.”

“Kau lebih suka Heechul oppa atau Taemin oppa?”

“Kai oppa.”

“Ya! Kau kenapa sih? Jawabanmu selalu Kai oppa!” ucap Krystal sedikit kesal.

Sebelum menjawab Krystal, sebuah panggilan sudah mengalihkan perhatian Sulli dari gadis yang sekarang duduk di hadapannya. “Sulli-a!” Kai memanggil dari pintu ruangan f(x).

“Kai oppa!” Sulli bangkit dan menghampiri pacarnya.

“Berhenti menyebut nama itu!” teriak Krystal dari dalam. Membuat Kai mengerutkan keningnya bingung, sementara Sulli hanya mengedikan bahunya santai.

L untuk Lama

“Kenapa Baekhyun oppa lama sekali, aish…” gerutu Krystal tidak sabar.

Tadi Baekhyun pamit padanya untuk pergi sebentar membeli minum. Mereka berdua kebetulan sedang berlatih di kantor SM entertainment hari ini dan selesai latihan, mereka bertemu di ruang tunggu lantai dasar.

“Soojungie~” Krystal menoleh. Baekhyun tersenyum dan berlari-lari kecil ke arahnya sambil membawa satu kantung plastic berwarna putih.

Krystal mendengus keras. “Kenapa oppa lama sekali!? Katanya hanya membeli minuman?” ucap Krystal kesal.

“Maaf.” Baekhyun mengacak rambut Krystal lembut, lantas membuka kantung plastic yang tadi dibawanya. “Hey! Lihat apa yang aku beli untukmu!” Baekhyun mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung plastic itu.

“Ah! Milkshake mocca!” seru Krystal girang saat melihat minuman favoritnya, lantas mengambilnya dari tangan Baekhyun. “Gomawo oppa.” Ia meminum milkshake itu.

“Ne. Maaf tadi aku lama. Tadi banyak orang yang datang, jadi aku harus mengantri.”

“Oppa membeli di toko yang seperti biasa?” ucap Krystal tak percaya. “Itu kan jauh oppa~”

“Tidak apa-apa. Itu kan milkshake favoritmu.” Baekhyun tersenyum.

M untuk Malu

“Sulli-a, kenapa mukamu merah seperti itu?” tanya Baekhyun saat Sulli datang dan ikut bergabung dengannya dan Krystal duduk di sofa.

“Tidak~” Sulli menjawab dengan senyum malu-malunya.

“Kau pasti dicium lagi oleh Kai oppa. Iya kan?” tanya Krystal cepat, membuat yang ditanya semakin menunduk malu.

“Lalu…kenapa harus malu? Jongin kan pacarmu Sulli-a.” Baekhyun mengerutkan keningnya.

“Dia memang begitu Hyung. Setiap dicium pasti wajahnya memerah dan dia langsung kabur.” Tiba-tiba Kai sudah muncul dan duduk di sebelah Sulli.

“Jinjja?” ucap Baekhyun tak percaya.

“Iya, dia pernah bilang kalau kharisma Kai oppa itu sangat besar. Jadi dia malu setiap dekat-dekat dengannya.” Ucap Krystal.

“Soojung~” rengek Sulli. Gadis itu lalu melirik pemuda yang duduk di sebelahnya, dan tentu saja sang pemuda sedang menyeringai jahil kepadanya. Membuat pipi gadis itu bertambah merah dan matang.

“Ya! Siapa juga yang tidak malu dicium oleh seorang Kai? Dia kan…” belum selesai membela diri, Kai mencium bibirnya dengan cepat.

“Ya! Kalian ini seenaknya saja berciuman di depan orang lain!” Baekhyun berdiri dan menarik tangan Krystal untuk pergi meninggalkan Kai dan Sulli.

N untuk Nicole

“Lihat itu! Nicole noona sangat sexy!” ucap Kai saat melihat sebuah acara music dan kebetulan KARA sedang tampil.

Cih, lihat saja nanti. Kulaporkan pada Jinri baru tahu rasa. Batin Krystal. Hari ini Krystal memang sedang berkunjung ke dorm EXO-K. Ia mendapat pesan dari Chanyeol bahwa Baekhyun tengah demam dan tidak mau makan sejak semalam. Jadilah Krystal datang dan membawa makanan untuk pacarnya.

“Woah! Mana mana mana?” Baekhyun berlari dari arah kamarnya dan bergabung bersama Kai di depan TV.

Krystal mendelik pada kelakuan sang pacar. “Oppa!” teriak Krystal kesal, namun sang pacar masih bergeming dan menonton penampilan KARA bersama Kai.

“Wah, melihat Nicole noona membuatku sehat kembali!” ucap Baekhyun sambil bangkit berdiri dan meregangkan otot-ototnya. Krystal lagi-lagi hanya mendelik melihat kelakuan ajaib Baekhyun.

Krystal lalu berjalan ke arah Baekhyun dan berhenti di hadapan pemuda itu, membuat Baekhyun terkejut. “Baiklah, kalau oppa memang sudah sembuh. Kalau oppa sakit lagi, lihat saja Nicole unnie. Sudahlah aku pulang saja.” Krystal memberikan makanan yang dibawanya pada Baekhyun lalu berbalik dengan kesal.

“Ya!” Baekhyun menahan gadis itu dan memeluknya dari belakang. “Melihat Nicole noona memang dapat menyembuhkanku.” Baekhyun melepas pelukannya dan membalik tubuh Krystal agar menghadapnya.

“Tapi kalau kau pergi…aku bisa mati. Karna nafas dan jantungku adalah kau…Jung Soojung seorang.” Baekhyun mencolek hidung Krystal lalu memeluknya.

O untuk Obat

“Oppa!” Sulli tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar Kai dan menemukan pemuda itu sedang tergeletak lemas dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah pemuda itu.

“Oh, Sulli-a…” Kai bergumam saat melihat Sulli yang duduk di sampingnya.

“Kenapa bisa seperti ini? Makanya oppa harus makan teratur, jangan berlatih terus. Sudah minum obat belum? Aku bawa obat! Sekarang oppa harus minum. Oppa sudah makan kan?” Sulli berceloteh sendiri sambil mengeluarkan beberapa obat dari tasnya, membuat Kai terkekeh pelan.

“Sulli-a…”

“Oh, minumnya sudah habis ya? Baiklah aku ambilkan dulu di dapur!” Sulli masih berkata dengan heboh. Dan saat dirinya akan beranjak menuju dapur, Kai segera menahan tangannya. “Oppa butuh sesuatu? Apa? Cepat katakana padaku!” ucap Sulli.

“Tidak. Aku tidak mau minum obat yang kau bawa, aku sudah punya obatnya.” Ucap Kai sambil bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur.

Chu~

“Nah, pasti besok aku sudah sembuh. Aku sudah mendapatkan obatku.” Kai terkekeh dengan ekspresi Sulli, gadisnya itu terlihat sangat terkejut atas kelakuannya beberapa detik yang lalu.

“Ya! Kim Jongin! Kau ini sedang sakit! Kenapa main cium orang sembarangan sih!” Sulli berceloteh dengan kesal. “Sekarang kau harus minum obatmu! Obat yang sebenarnya.” Ucap Sulli.

P untuk Pisau

“Soojung-a kau sedang apa?” Baekhyun menghampiri Krystal yang tengah sibuk dengan sesuatu di dapur dorm f(x).

“Oh, aku sedang memasak. Hari ini Victoria umma akan pulang dari Cina, dan kami akan makan malam bersama.” Krystal sibuk mencicipi sesuatu yang ada di dalam panci.

“Wah, kalau begitu aku akan membantumu.” Ucap Baekhyun.

“Eh, tidak apa-apa oppa? Maaf ya, tidak bisa ku temani di ruang tamu.” Krystal berbalik dan menatap Baekhyun.

“Tidak apa-apa.” Baekhyun mengacak rambut Krystal gemas. “Baiklah, karna kau sedang sibuk mengaduk. Aku akan memotong sayurannya, bagaimana?” Krystal tersenyum dan mengangguk, gadis itu kemudian sibuk kembali dengan acara aduk mengaduknya.

PRAK!

“Aissh…” Krystal menoleh dan mendapati Baekhyun tengah memegang jari telunjuknya yang berdarah. Krystal dengan refleks menaruh sendok sayurnya dan menghampiri Baekhyun dengan khawatir.

“Oppa! Gwenchana? Harusnya kau pelan-pelan, pisaunya sangat tajam. Aduh…bagaimana ini? Tunggu di sini, aku akan mengambil kotak P3K.” tak lama kemudian Krystal kembali dengan membawa sebuah kotak.

“Aduh…darahnya…darahnya…Oppa! Lain kali jangan bermain dengan pisau lagi, arraso?” Krystal menoleh sesaat dan kembali mengobati luka Baekhyun.

Baekhyun tersenyum sendiri melihat tingkah gadis di hadapannya. Kalau perhatiannya sampai seperti ini…ia rela bermain pisau setiap hari.

Q untuk Queen

Sulli menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kasar, ia melipat kedua tangannya di dada dan mengerucutkan bibir. Krystal yang di sampingnya mengerutkan keningnya bingung.

“Masih marah soal semalam?” tanya Krystal sambil mengganti-ganti chanel TV.

“Hmm…” Sulli menggembungkan pipinya kesal sambil mengangguk. “Apa-apaan itu? Harusnya aku yang menjadi Queennya, bukan Yoona unnie. Aissh…” Sulli menggerutu.

SM mengadakan pesta semalam untuk keberhasilan konser dunia mereka. Semua artis yang bernaung di bawahnya datang. Tiba-tiba sang MC membuat dua buah gelar –yang menurut Sulli adalah gelar bodoh– yaitu laki-laki tertampan dan wanita tercantik di SM. Kebetulan yang mendapat gelar pertama adalah Kai, dan gelar kedua adalah Yoona.

“Sudahlah. Itu kan gelar tidak penting, tidak usah dipikirkan.” Ucap Krystal. Krystal lalu melirik pada ponsel Sulli yang berdering di atas meja, Kai menelpon gadis itu lagi. “Hey, Kai oppa menelpon. Kau masih tidak mengangkat telpon darinya?” tanya Krystal.

“Biar saja. I don’t care…”

“Choi Jinri!” seseorang mengetuk pintu dorm f(x). Membuat Krystal dan Sulli terkejut, terlebih lagi Sulli. Mereka tahu kalau orang yang memanggil nama Sulli adalah Kai. “Choi Jinri! Aku tahu kau ada di dalam, cepat buka pintunya!” lalu hening untuk beberapa saat. “Baiklah. Aku tahu kau masih marah soal semalam. Sulli-ya, biar ku jelaskan. Gelar itu tidak ada apa-apanya untukku. Siapapun yang menjadi Queen di acara semalam…kau tetap satu-satunya Queen di hatiku.”

Sulli beranjak menuju pintu depan dan membukanya. Di hadapannya Kai berdiri dan diam tidak mengatakan satu kata pun. Sulli hendak bicara saat akhirnya Kai memeluknya dengan erat dan lama, ragu sebentar…akhirnya Sulli membalas pelukan pemuda itu.

“Ah, Syukurlah kau membuka pintunya. Kalau tidak, Kai akan nekat mendobraknya.” Baekhyun muncul dari arah samping. “Soojung ada di dalam kan?” Baekhyun meninggalkan Kai dan Sulli yang masih asyik dalam dunia mereka.

R untuk Rambut

Hallo oppa!

“Ya! Kenapa baru diangkat telponnya? Kau memang ada dimana?” omel Baekhyun pada Krystal.

Hehe, mianhae. Tadi aku sedang di salon, hp ku dimatikan. Sekarang sudah ada di dorm kok~

“Huh? Salon? Untuk apa kau kesana?” heran Baekhyun.

Mengganti gaya rambutku tentu saja~

“Ya! Apa yang kau lakukan dengan rambut bergelombangmu? Aku akan memarahimu begitu aku sampai di dorm f(x) karna telah mengganti gaya rambutmu!” Baekhyun menutup panggilan itu dan segera pergi ke dorm f(x).

Baekhyun sampai di depan dorm f(x), ia memencet bel di dekat pintu tersebut. Bisa-bisanya Krystal mengganti gaya rambutnya yang lama? Padahal itu salah satu yang disukai Baekhyun dari Krystal. Terdengar suara pintu dibuka. Perlahan-lahan pintu di hadapan Baekhyun tersebut terbuka dan menampakan seorang gadis yang tengah tersenyum manis padanya.

Gadis dengan rambut panjang lurus dan berwarna kecoklatan di atasnya, tapi semakin ke bawah semakin hitam warnanya. Gadis dengan rambut tanpa poni yang memperlihatkan kening indahnya.

“Soojung-a! Kau cantik sekali! Kelihatan dewasa~” Baekhyun memeluk gadis di hadapannya. Rasa kesalnya sudah hilang saat melihat gaya rambut baru Krystal saat ini yang lebih cantik dari sebelumnya.

S untuk Salah

“Satu…dua…tiga!” Sulli melakukan putaran lalu menjatuhkan diri di tangan Kai yang sudah bersiap-siap. Sekarang posisi mereka persis seperti adegan yang biasanya ada di drama-drama. Sang wanita yang akan terjatuh ditolong oleh pria dan wajah mereka berdekatan.

Mereka berdua tengah berlatih menari untuk sebuah penampilan di konser SM di Seoul tahun ini. Kai dan Sulli akan berduet untuk sebuah lagu Barat yang cukup terkenal.

 “Kau salah lagi Sulli-a! Kakimu gemetar, aku bahkan bisa merasakannya.” Ucap Kai. Sulli mengerutkan keningnya bingung. Rasanya ia sudah betul dalam melakukan gerakan dan kakinya pun tidak gemetar.

“Oppa, aku lelah. Istirahat dulu ya~” Sulli mengelap keringat yang membanjiri wajahnya dengan handuk kecil, lalu meneguk minumannya.

“Sulli-a, aku punya adegan bagus untuk akhir tarian kita. Ayo cepat kita peragakan.” Sulli mengerutkan keningnya kembali, namun tetap mengikuti perintah pacarnya.

Mereka kembali berlatih. Sulli melakukan putaran dan jatuh di tangan Kai sehingga wajah mereka berdekatan. Sulli masih bingung memikirkan adegan akhir yang dikatakan Kai beberapa saat yang lalu, sampai akhinya ia sadar bahwa jarak antara wajahnya dan wajah Kai semakin menyempit.

Chu~

“Ya! Pantas saja dari tadi kau bilang salah! Ternyata kau mengerjaiku lagi? Menciumku lagi? Kim Jongin! Kau ini benar-benar!” Sulli meninggalkan ruang latihan itu.

“Ya! Tapi itu kan memang adegan yang bagus Sulli-a.” Kai mengejar Sulli sambil terkekeh.

T untuk Teh

Krystal tengah menunggu Baekhyun yang sedang membuat minum di dapur. Hari itu Krystal tengah mengunjungi Baekhyun yang sendirian di dorm karena semua member EXO-K tengah sibuk dengan jadwalnya masing-masing.

“Soojungie, maaf menunggu lama.” Baekhyun datang dengan dua cangkir teh ditangannya lalu meletakan minuman tersebut di meja. “Ayo diminum tehnya…”

Krystal tersenyum dan meminum teh buatan Baekhyun. Rasanya manis dan eh! Apa ini? Kenapa ada benda keras di dalamnya? Krystal menaruh cangkirnya di atas meja. Untung saja benda keras tersebut tidak tertelan olehnya. Ia mengambil benda keras tersebut dari bibirnya dan terkejut. Itu bukan batu…itu…cincin.

“Oppa…” baru saja hendak bertanya, Baekhyun sudah lebih dulu menciumnya dengan cepat.

“Selamat ulang tahun Soojungie~” Baekhyun mengambil cincin tersebut dan memasangnya di jari manis Krystal.

“Oppa. Thank you so much! I love you…” Krystal memeluk Baekhyun dengan gembira.

U untuk Ular

Pagi itu artis artis SM akan berangkat ke New York untuk konser mereka besok malam. Kebetulan sekali EXO dan f(x) naik dalam pesawat yang sama sehingga mereka dapat memilih tempat duduk dengan bebas. Sulli tengah bermain game di tab miliknya, sementara Kai yang di sebelahnya hanya memperhatikan gadisnya itu.

“Sulli! Ada ular!” teriak Krystal dari arah belakang dan sebuah ular mainan yang sudah ada di pangkuan Sulli.

“Aaaaaah~ ular! Ular!” Sulli berteriak heboh dan memeluk Kai yang ada di sebelahnya.

“Ya! Ini hanya ular mainan, sudahlah jangan takut.” Kai mengambil ular mainan tersebut dan mengembalikannya pada Krystal, Chanyeol, dan Tao yang sedang tertawa di kursi belakang.

“Tetap saja aku takut tahu!” Sulli mengeratkan pelukannya. “Awas kau Jung Soojung!” teriaknya pada Krystal.

“Kau takut pada ular atau hanya ingin memeluk Kai oppa, Sulli-ya?” goda Krystal dari belakang. Membuat wajah Sulli memerah dan Kai tersenyum tipis.

“Sudah, abaikan saja mereka. Krystal hanya cemburu karena Baekhyun hyung lebih memilih duduk bersama Luna noona.” Kai mengelus rambut panjang Sulli.

“Ya! Shut up Kim Jongin!”

V untuk Vas

“Kau ini gila atau apa sih Krystal? Senyum-senyum sendiri sambil memandangi vas bunga barumu.” Ucap Sulli sambil duduk di tempat tidur Krystal, sementara sang pemilik duduk di kursi belajarnya sambil memandangi vas bunga di hadapannya.

“Eh, tapi kalau dilihat-lihat…vas bungamu bagus juga. Beli dimana?” tanya Sulli

“Aku tidak membelinya.” Krystal bangkit dan meraih ponselnya, lalu menelpon seseorang.

Soojungie! Ada apa?” sahut Baekhyun dari seberang telpon.

“Oppa! Vas bunganya bagus sekali, terima kasih. Oppa beli dimana? Sulli juga menginginkannya.”

Sama-sama. Itu limited edition, tidak ada lagi vasnya.

“Baekhyun oppa! Kau pelit sekali sih! Tidak mau memberi tahu dimana tempat membeli vas bunga itu.” Seru Sulli sambil merebut ponsel Krystal.

Ahaha, memang limited edition kok. Aku tidak membelinya, tapi membuatnya sendiri. Khusus untuk Soojung.” Sulli melirik gadis di sebelahnya. Pipi gadis itu sudah memerah karena malu.

“Sudah dulu ya oppa. Aku akan menutup telponnya karna Krystal sedang ke kamar mandi. Annyeong~”

Ne, annyeong~

“Duh, senangnya mendapat vas bunga buatan Baekhyun oppa~” goda Sulli.

“Ya! Choi Jinri!” Krystal melempar salah satu bonekanya pada Sulli.

W untuk Waktu

“Wah, aku sudah tidak sabar ingin berjalan-jalan di Italia~” seru Sulli senang sambil merapikan barang-barangnya yang ada di koper. “Kita berangkat besok kan? Besok tanggal berapa sih?”

Krystal mengecek kalender di handphonenya. “Besok tanggal 14 Januari, kenapa?” tanya Krystal.

“Eh, 14 Januari? 14 Januari…14 Januari…” Sulli bergumam sendiri, sambil mengingat-ingat sesuatu dengan tanggal tersebut. “14 JANUARI? KITA BERANGKAT BESOK?” seru Sulli, membuat Krystal yang di sebelahnya terlonjak karena terkejut.

“Ya! Tidak usah berteriak! Iya, kita berangkat besok. Memang kenapa sih?” Krystal bersungut-sungut karena kesal. Sedetik kemudian Sulli berlari keluar kamar dan menghampiri Victoria yang ada di dapur.

“Tidak ada waktu lagi Sulli-a…” Krystal samar-samar dapat mendengar perkataan Victoria.

“Please umma~ Besok waktuku seharian untuk Kai oppa. Aku sudah berjanji padanya~” Krystal juga dapat mendengar rengekan Sulli. “Kita berangkat lain waktu saja ya? Tanggal 15 saja?”

Krystal mengerutkan keningnya. Memang ada apa dengan tanggal 14 Januari? “Memang besok ada apa Sulli-a?” Oh, baguslah. Victoria menanyakan pertanyaan yang ada di benak Krystal.

“Besok adalah hari ulang tahun Kai oppa. Aku sudah berjanji padanya akan menghabiskan waktu berdua dengannya besok. Please umma~”

Pantas saja. Besok hari ulang tahun pacar kesayangan gadis itu. Sampai-sampai memohon pada leadernya untuk tidak berangkat ke Italia besok. Dasar! Pesona Kim Jongin sudah benar-benar melekat pada diri Choi Jinri.

X untuk X

“Ya! Hyung, sebenarnya dimana kau menyimpan tabmu!” Kai sedang membuka-buka laci yang ada di kamar Baekhyun, pemuda itu ingin meminjam tab Baekhyun untuk bermain game.

“Cari saja~ Ada di salah satu laci di kamar kok!” teriak Baekhyun dari ruang tengah.

Kai membuka laci paling atas. Isinya tak lebih dari buku-buku mahasiswa milik Baekhyun. Laci kedua hanya ada laptop dan kabel-kabel tidak jelas. Laci ketiga dan terakhir hanya…hey! Ada sebuah kotak yang diberi tanda X di bagian atasnya.

Kai mengerutkan keningnya. Setahunya, Baekhyun adalah orang yang sangat terbuka dan tidak pernah menyembunyikan apapun. Tapi kenapa sekarang ada sebuah kotak dengan tanda X di atasnya? Walaupun tidak diberi tahu, kotak itu pasti berisi sesuatu yang tidak ingin Baekhyun pertunjukan pada orang lain. Kai mengambil kotak itu dan menimang-nimang apakah akan membukanya atau tidak.

“Jongin-a, sudah ketemu…HEY! JANGAN BUKA KOTAK YANG ITU!” Baekhyun berteriak sambil menghampiri Kai dan mengambil kotak tersebut. “Kau tidak melihat isinya bukan?” tanya Baekhyun curiga.

Kai menggeleng. “Aniyo~ Memang isinya apa Hyung?” tanya Kai.

“Tidak. Tidak penting untukmu. Tabnya ada di sini.” Baekhyun mengambil sebuah tab dari laci pertama.

Isi dari kotak yang bertanda X adalah…beberapa foto Krystal bersama dirinya, beberapa selca Krystal, dan beberapa benda yang berhubungan dengan Krystal. Memang tidak special, tapi ia malu jika ada orang lain yang melihatnya.

Y untuk Yogurt

“Oh, Annyeong~” Kai baru saja masuk dari pintu depan dan langsung berjalan ke arah dapur setelah menyapa Baekhyun yang sedang menonton TV.

“Hey, kau darimana? Pagi-pagi sudah menghilang. Untung member yang lain pulang ke rumahnya masing-masing.” Baekhyun menyusul Kai dan duduk di meja makan dekat dapur.

“Aku dari super market.” Jawab Kai sambil mengeluarkan belanjaannya dari kantung plastic.

“Wah, kau beli strawberry?” mata Baekhyun berbinar saat melihat buah kesukaannya.

“Jangan menyentuhnya!” ucap Kai sebelum Baekhyun menerjang ke arah sekumpulan strawberry tersebut. “Aku akan membuat yogurt dengan itu.”

“Pelit~ Memang kau bisa memasak?” Baekhyun mengerutkan keningnya. Matanya lalu beralih saat melihat ponsel Kai yang ada di meja makan bergetar. “Hey, ada pesan dari Sulli.”

“Tolong bacakan hyung. Aku sedang sibuk!” pinta Kai. Baekhyun mendengus dan membuka pesan dari Sulli.

Oppa, jadi tidak main ke dorm f(x) siang ini? ^^

Baekhyun bergidik geli dengan pesan singkat Sulli. “Katanya, kau jadi main tidak ke dorm f(x)?”

“Jawab Ne, jadi Sulli-a.” suruh Kai. Baekhyun memutar bola matanya malas, ia mengetikan kalimat tersebut lalu mengirimnya pada Sulli. Karna iseng, akhirnya Baekhyun membaca pesan-pesan sebelumnya dari Sulli. Dan matanya tertarik pada sebuah pesan yang dikirimkan Sulli kemaring siang.

Musim panas tahun ini benar-benar panas ya Oppa? Pasti segar sekali jika makan yogurt rasa strawberry~ Apalagi jika oppa yang membuatnya! Kekeke~ aku bercanda kok ^^

Oh, jadi inilah alasan mengapa Kai pagi-pagi sekali pergi ke super market dan memasak. Hanya untuk membuat yogurt strawberry untuk Sulli. Padahal gadis itu bilang hanya bercanda, tapi efek sampingnya jadi besar seperti ini terhadap Kai.

Z untuk Zig Zag

“Ya! Pelan-pelan! Aku tidak bisa mengikuti gerakan tanganmu!” omel Baekhyun pada Krystal.

Mereka sedang membuat hiasan dengan kertas warna-warni untuk merayakan ulang tahun Sulli. Krystal yang sedari tadi memotong kertasnya dalam diam akhirnya berdecak kesal.

“Oppa hanya perlu mengguntingnya dengan bentuk zig zag, mudah kok.” Ucap Krystal.

“Tapi kau terus melakukannya dengan cepat. Aku tidak bisa mengikuti gerakan tanganmu tahu!” balas Baekhyun tak mau kalah.

Krystal menghela nafasnya kesal. Ia mengambil gunting dan sebuah kertas berwana kuning, lalu mulai mengguntingnya. “Seperti ini caranya…terus saja…sampai kertasnya habis…” Baekhyun mendongak dan wajahnya dekat sekali dengan wajah Krystal, namun gadis itu masih berceloteh sambil menggunting kertas.

“Nah, kalau sudah…” perkataan Krystal terhenti saat Baekhyun mencuri satu ciuman dari bibirnya. Baekhyun terkekeh geli saat melihat muka Krystal yang memerah.

“Sudahlah, aku tidak mau mengajarimu lagi cara menggunting zig zag.” Krystal bangkit dan meninggalkan Baekhyun yang tengah tertawa puas.

THE END

34 thoughts on “The A L P H A B E T

  1. wah author bner2 kreatif niiih…
    dr alfhabet z bsa jd ksah cinta yg sweet bgt…
    tp ya mungkin krna A-Z itu lama, q smpet ngrsa bosen…hehe
    kpnjngn…
    tp crtnya mh bagus kq…
    q tnggu krya slnjty y thor…
    smangat !

  2. ak heran sma kai , suka bgt sich nyium sulli . ati.ati lho nant d marah.in taemin .🙂
    suka deh sma couple baekstal . romantis . ^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s