Twinkle Little Star – Chap.1

Main Cast :

Wu Fan/ Kris (EXO)

Choi Min Ji (OCs/ iurhee)

Park Chan Yeol (EXO)

Park Min Ri (OCs/ charismagirl)

Choi Minho (SHINee)

Support Cast :

EXO Member

SHINee Member

Jung SooJung/ Krystal (F(x))

F(x) Member

Park Jung Soo/ Lee Teuk (SuJu)

Kwon Yuri (SNSD)

Choi SooYoung (SNSD)

Genre : Romance, Friendship, School-life

Rated : PG 15

Annyeong, I’m Back. Pemberitahuan sebelumnya FF ini pernah saia publish di Blog pribadi saia.

Jujur aja, FF ini terinspirasi sedikit sama Drama korea Dream High. Tiba-tiba author kepikiran untuk ngebuat FF yang kayak gini. Awalnya bingung mau castnya siapa, setelah mikir cukup lama akhirnya terpilih deh orang-orang itu. Jadi jangan heran ya kalau waktu ngebaca FF ini agak ada sedikit kemiripan dengan cerita Dream High 1 & 2.

Dari pada kebanyakan ngobrol ya, mendingan langsung ngebaca ini Chap1-nya. Happy Readers guys^^

Twinkle Little Star – Chap.1

Choi Min Ji – seorang artis papan atas yang naik daun hanya dalam waktu 3 bulan setelah debutnya sebagai seorang artis. Ia punya bakat acting yang luar biasa dan selalu mendapat pujian di setiap peran yang ia mainkan. Ia punya banyak fans yang selalu setia dan mendukungnya.

Tapi itu dulu tepatnya satu tahun yang lalu sebelum MinJi dipecat keluar dari Star Entertainment, media yang menaunginya.

Kini Choi Min Ji dikenal sebagai artis yang punya scandal terbanyak. Minji di tuduh menganiaya artis pendatang baru yang adalah Hooobaenya sendiri. Dan yang paling baru adalah MinJi mengalami kecelakaan ditengah malam yang menyebabkan seorang pengendara motor harus di rawat di rumah sakit sekarang – pria paruh baya yang tertabrak itu koma. Malam itu MinJi pergi sendirian, dan ia menyetir dalam keadaan mabuk.

Minji sudah resmi menjabat sebagai Mantan Artis sekarang. Satu per satu fansnya mulai pergi meninggalkannya. Media mana pun tidak ada yang mau mengontrak MinJi sebagai artinya. Iklan dan Drama yang Minji bintangi semuanya sudah tidak ada lagi, mereka sudah mengganti MinJi dengan artis lain.

Bahkan yang lebih menyakitkan lagi, Minji dikeluarkan dari sekolahnya. Bukan karna scandalnya, melainkan Minji yang terus-terusan bolos dan tidak mau masuk kesekolahnya.

+++

SM Art School – Sebuah sekolah seni yang tidak terlalu popular di Seoul. Tapi ini sekolah yang cukup bagus untuk kalian yang punya bakat dalam bidang Akting, Menyanyi, Menari dan lainnya.

Sebenarnya yang membuat sekolah ini menjadi buruk adalah murid-muridnya sendiri. Mereka pandai dalam hal Akting, menari, menyanyi atau bahkan bermain band. Tapi mereka tidak pandai dalam mengendalikan emosi. Murid-murid disini masih sering bertengkar antar sesama siswa, bahkan sampai tawuran.

Beberapa murid yang nakal selalu kedapatan merokok di atap sekolah. Mereka juga sering mencoret-coret dinding sekolah. Di hukum berkali-kali pun mereka tidak peduli.

Park JungSoo – kepala sekolah di SM Art School sudah lelah menghadapi sikap keterlaluan para muridnya itu. Keplanya bahkan pernah terkena lemparan bola karna ulah murid-muridnya yang kurang ajar itu.

Kepala Sekolah Park sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, ia Cuma bisa berdoa agar murid-muridnya itu cepat sadar.

Kris – Pria tinggi, punya wajah yang tampan, dan kaya. Salah satu murid di SM Art School. Sebagian wanita di sekolah memujanya.

Choi Minho – Statusnya hampir sama dengan Kris. Tampan, tinggi, dan Kaya. Minho juga menjadi pujaan wanita di SM Art School.

Hanya saja kedua orang itu tidak pernah akur seperti Tom and Jerry. Kedua kelompok ini yang sering kali membuat ulah di sekolah. Masalah kecil saja akan jadi besar jika kedua orang ini sudah turun tangan.

Belum lagi adik sepupu perempuan Kris yang juga murid di SM Art, dia naksir berat sama Minho. Tentu saja Kris melarangnya. Kris tidak akan mau sepupunya itu berpacaran dengan orang yang adalah Rivalnya.

Park Chanyeol – yang juga murid disana. Tidak kalah tampan dengan Kris dan Minho. Chanyeol ini adalah hoobae mereka. Chanyeol tidak berada dipihak mana pun. Chanyeol hidup dengan dunianya sendiri. Tapi bukan berarti Chanyeol tidak punya teman. Ia punya 2 orang teman yang selalu bersamanya – BaekHyun dan Chen.

+++

“Apa! SM Art School. Tidak mau” MinJi melemparkan lembaran kertas yang baru saja Ibunya berikan padanya. MinJi menaikkan kakinya keatas sofa. Ia memencet-mencet tombol romet tv yang ia pegang.

Minji mendapat jitakan keras dari Ibunya karna sikapnya itu. “Dasar anak ini. Hanya sekolah ini yang mau menerimamu” kesal Ibunya.

“Aktingku tidak buruk. Aku bisa menjadi penyanyi jika ikut les vocal. Kau tidak perlu memasukkanku kesekolah bodoh itu”

Ibu Choi kesal dengan kelakuan Minji. Tanpa pikir panjang ia langsung menarik tangan anak perempuannya itu dan menyeretnya kedalam kamar. Minji terduduk diatas tempat tidurnya. Ibu Choi mengambil koper yang ada di atas lemari Minji. “Masukkan pakaian-pakaianmu, hari ini kau masuk keasrama SM” Ibu Choi pergi keluar dari kamar Minji.

“Aaaarrgh! Micheoseo” Minji mengacak-acak rambut panjangnya dan berteriak prustasi. Ia bahkan membanting boneka-boneka pemberian fansnya yang tersesun rapi diatas tempat tidurnya.

Salah satu kelemahan Minji, ia paling tidak bisa melawan kemauan Ibunya.

+++

“Apa, Choi Minji. Akan pindah kesekolah ini” berita masuknya Choi Minji ke SM Art School sudah menyebar kesekolah itu. Para murid SM sudah mulai bergosip dan saling bercerita atu sama lain.

Ada yang suka, ada yang tidak suka. Itu suka duka seorang artis. Tapi Minji sudah bukan artis lagi sekarang, mantan artis.

“Apa! Artis itu”

“Mantan Artis”

Omongan setiap gadis itu terus terdengar ditelinga Chanyeol saat ia melewati koridor sekolah. Chanyeol tersenyum setiap mendengar pujian untuk Minji. Tapi ia harus menahan emosinya setiap kali mendengar makian orang untuk Minji.

Asal tau saja, Chanyeol adalah fans setia dari Choi Minji. Sampai sekarang pun Chanyeol masih sangat menyukai Choi Minji. Chanyeol bahkan tidak percaya dengan gossip-gosip buruk tentang Minji.

“Chanyeol-ssi, sudah dengar gossip itu?” Chen berlari menghampir Chanyeol di ikuti Baekhyun. Chanyeol mengangguk.

“Kau pasti senang bisa bertemu langsung dengan idolamu itu” ungkap Baekhyun. Chanyeol hanya tersenyum menanggapi kedua temannya itu.

Chanyeol membuka pintu loker miliknya dan mulai mengambil beberapa bukunya yang sengaja ia letakkan disana. Dipintu Loker bagian dalam ada beberapa foto Minji berukuran 3R yang sengaja Chanyeol tempel disana.

Itu baru sebagian. Dikamarnya juga ada beberapa poster besar Minji. Ia juga punya sebuah cangkir yang bergambar Minji, dan bantal  kecil yang juga bergambar Minji – bantal yang selalu ada disampingnya saat ia tidur. Selain itu Chanyeol juga punya koleksi DVD dari drama-drama yang Minji mainkan. Chanyeol benar-benar fans sejati Minji.

Dan itu membuat Lay – teman sekamar Chanyeol menjadi pusing. Untungnya Lay orang yang baik, ia bisa memaklumi sikap Chanyeol itu.

+++

Satu per satu para murid keluar dari kamar mereka. Mereka rela meninggalkan segala aktifitas yang mereka lakukan didalam kamar, bahkan ada yang baru saja selesai mandi. Sore itu mereka kedatangan anak baru yang sudah menjadi pembicaraan mereka sejak pagi – Choi Minji, mantan Artis papan atas.

Tidak ada satu pun diantara mereka yang mau ketinggalan untuk melihat secara langsung seorang Choi Minji. Bahkan Krystal murid yang terkenal paling cuek di SM Art juga ikut keluar dari kamarnya. Krystal ingin tau bagaiman seorang Minji itu.

Bukannya Krystal tidak pernah melihat Minji, ia sering melihatnya ditipi. Hanya saja melihat secara langsung, mungkin akan terasa lebih berbeda.

“Selamat sore anak-anak” Choi SooYoung – salah satu guru di SM Art School berjalan melewati tiap kamar asrama SM. Guru Choi tidak sendiri ia bersama murid baru yang sudah banyak dditunggu-tunggu setiap murid – Choi Minji.

MinJi berjalan di belakang Guru Choi, ditangan kanannya MinJi sedang menyeret sebuah koper. Minji memandang lurus kedepan, wajahnya angkuh. Ia tidak mempedulikan murid-murid perempuan yang berkumpul didepan kamar mereka hanya untuk melihatnya.

Krystal tersenyum hambar. Ia kembali masuk kekamarnya setelah Minji melewatinya. Krytal tidak tertarik tentang hal lain. Ia memang hanya mau melihat MinJi dan setelah itu selesai.

Minji memandang malas pintu kamar yang akan menjadi miliknya itu. Di depan pintu kamar itu ada tulisan sebuah nama – Park Minri. Sepertinya kamar itu ada pemiliknya.

“Minji, ini adalah kamarmu” Guru Choi membuka pintu kamar itu dan langsung masuk kedalam sana. Sementara Minji, menginjakkan kaki disana saja ia rasanya malas sekali. Tempat itu sangat menjijkkan untuknya. Sangat berbeda dengan kamar pribadinya.

“Baiklah Minji, selamat datang. Kau boleh masuk dan beristirahat, didalam ada Minri, dia teman sekamarmu. Oh iya, jam 8 nanti temui aku di ruang Guru, aku akan memberikan seragam sekolahmu” Guru Choi tersenyum kemudian berjalan pergi meninggalkan Minji.

Minji melangkah pelan memasuki ruangan yang sekarang resmi menjadi kamarnya itu. Minji menatap jijik tiap lantai dan dindingnya. Kamar itu terlihat sedikit berantakan – hal yang paling Minji benci.

“Choi Minji, jadi benar kau Choi Minji” suara itu sukses mengegetkan Minji. Gadis yang baru saja membuatnya terkejut itu sedang berdiri disamping Minji dan tersenyum padanya.

“Park Minri, namaku Park Minri. Sekarang kita menjadi teman sekamar. Maaf berantakan, aku tidak sempat membereskannya” Minri memunguti kertas-kertas yang berserakan dilantai. “Aku pikir Guru Choi bohong, ternyata benar kau sekamar denganku” Minri terus mengoceh, tanpa ia sadari Minji lelah mendengar ocehannya itu.

Minji berjalan medekati tempat tidur kayu dengan kasur yang sudah di beri sprei berwarna putih. Tempat tidur itu milik Minji. Minji duduk ditepi tempat tidur itu, matanya terus memperhatikan seisi kamar.

“Aku jadi tidak enak denganmu. Artis sepertimu pasti punya kamar yang rapi, tapi sekarang kau malah tinggal di kamar yang berantakan” Minri kembali bersuara.

“Artis! Kau lupa ya. Aku sudah bukan artis lagi, mantan artis” MinJi akhirnya bersuara. Minji mulai berdiri dari tempat duduknya. Gadis itu menghembuskan nafasnya. “Aku pikir aku akan punya teman sekamar yang membenciku” ungkap Minji.

Minri tersenyum. Gadis itu berjalan mendekati lemari yang terletak dipojok kamar – satu-satunya lemari yang ada di kamar itu. Minri membuka pintu lemari itu. “Ini, kita bisa berbagi lemari ini. Kau bisa letakkan pakaian-pakaianmu disini” Minji menuruti apa yang Minri katakan, ia mulai merapikan pakaian-pakaiannya dan meletakkannya di dalam lemari.

“Aku keluar dulu ya. Kau istirahat saja. Aku ada urusan diluar. Maaf aku tinggal, sampai jumpa” Minri berlalu dan meghilang dibalik pintu.

Minji kembali menghembuskan nafasnya. Apa ini dunia barunya, apa yang harus Minji lakukan di sekolah ini. Bertemu dengan Minri sudah menjadi awal yang baik, tapi ia tidak tau bagaimana kelanjutannya. Apa semua gadis di sekolah ini akan seperti Minri.

+++

Minho melempar bola basket kedinding kamarnya, dan hal itu dia lakukan berulang-ulang. Suara bola basket yang terpantul cukup menimbulkan suara berisik yang membuat Key – teman sekamar Minho cukup terganggu.

“YA! Choi Minho, bisakah kau berhenti memantulkan bola itu. Aku tidak konsentrasi membaca” protes Key yang sedari tadi sedang bergulat dengan komiknya.

“Aku lapar” Minho berhenti memaikan bola basketnya dan meletakkannya begitu saja di lantai.

“Minho, Minho kapan sih perutmu itu tidak lapar” kesal Key.

Minho mulai beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah keluar dari kamarnya. Key juga ikut beranjak dan keluar dari kamar. Sebenarnya Key malas kalau harus keluar sore-sore begini, tapi kemauan minho paling tidak bisa dibantah.

Onew baru saja keluar dari kamarnya saat Minho dan Key melewatinya. “Kalian berdua mau kemana?” tanyanya pada kedua temannya itu.

“Minho lapar, aku akan menemaninya. Kau mau ikut tidak?” balas Key.

“Tidak, aku baru saja selesai makan ayam goreng”

“Ya sudah. Kami pergi” Onew kembali masuk kedalam kamarnya saat Minho dan Key mulai menjauh dari hadapannya. Di kamar Onew ada JongHyun yang sedang sibuk dengan ponselnya – mungkin JongHyun sedang bertwitter ria. JongHyun adalah teman sekamar Onew, ia juga berteman dengan Minho dan Key.

Kris – pria itu sedang asik bermain basket di lapangan sekolah. Kris tidak sendirian, ia bersama LuHan dan Suho.

Kris tersenyum kecut saat melihat Minho bersama dengan Key baru saja melewati mereka. Minho dan Kris sempat saling bertatapan – tatapan yang tajam, penuh kebencian. “Dia pikir dia bisa melawanku” Kris melemparkan bola basket kedalam ring – masuk. Itu membuat teriakan histeris para murid perempuan yang sedari tadi menyaksikan Kris bermain menggema.

Murid-murid itu, fans setia Kris yang selalu ada di mana pun Kris berada. Entahlah, mereka terus mengikuti Kris dari jauh, jujur saja itu membuat Kris risih.

Kris menjauh dari lapangan dan duduk disebuah kursi panjang yang berada di tepi lapangan basket. Ia meneguk sebotol air mineral pemberian dari murid perempuan penganggum Kris – fansnya Kris. Terkadang para gadis itu cukup membantu.

“Sudah, aku mau kekamar” Kris bernajak dari tempat duduknya dan melangkah memasuki asrama meninggalkan LuHan dan Suho yang masih betah berdiam diri di lapangan basket.

+++

SM Art School – waktu masih menunjukkan pukul 06 pagi, tapi para murid SM Art School sudah sibuk meramaikan asrama. Ada yang sedang berdandan, ada yang sibuk berebutan kamar mandi, bahkan ada yang baru bangun.

Minji – gadis itu terbangun setelah mendengar suara berisik Minri membangunkannya. Minri sedang mencari kaos kakinya yang ia sendiri lupa dimana melatakkannya. Minji mengucak pelan matanya, samar-samar ia memperhatikan tingkah rusuh Minri.

Minji beranjak dari tempat tidurnya dan langsung mengambil handuknya yang tergantung didinding kamar.

“Kau sudah bangun” ucap Minri yang masih sibuk mencari kaos kakinya.

“Kau kenapa sih, berisik sekali”

“Kaos kakiku, aku lupa meletakkannya dimana”

Sepertinya Minji tidak tertarik membantu Minri mencarinya. Minji malah keluar dari kamarnya dan langsung menuju kamar mandi asrama.

“Cheeen, kembalikan baju ku” teriakan Xiu Min membuat asrama menjadi semakin rusuh pagi itu. Chen dan Xiu Min sedang main kejar-kejaran rupanya. Mereka bahkan sampai harus melewati kamar asrama perempuan. Kamar laki-laki dan perempuan hanya berseblahan saja. Kamar perempuan di blok pertama dan laki-laki di blok kedua.

“Enak saja, ini bajuku” Chen berlari menghindari kejaran Xiu Min. Chen dan XiuMin adalah teman sekamar, Chen memang sering membuat ulah, ia selalu mengambil barang-barang milik Xiu Min. dan itu membuat Xiu Min kesal.

MinJi menatap heran kedua pria itu saat mereka melewatinya. Minji hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Chen dan Xiu Min yang seperti anak kecil itu.

Minji kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, jujur saja sebenarnya Minji belum menemukan dimana kamar mandi di asrama ini, dia masih kebingungan.

“Maaf, kamar mandinya dimana?” tanya Minji pada seorang gadis baru saja keluar dari kamarnya.

“Kau anak baru itu ya. Namaku Sulli. Kau lurus saja kamar mandinya di depan sana” Sulli tersenyum. Sulli salah satu murid yang terkenal paling ramah dan cantik di SM Art School.

Minji berlalu meninggalkan Sulli tanpa berpamitan. Ia mengikuti arah yang Sulli tunjukkan, benar saja, Minji menemukan kamar mandi.

Seorang gadis keluar dari salah satu kamar mandi yang akan Minji masuki. Minji sedikit terkejut, tapi ekspresi wajahnya langsung berubah saat tau siapa gadis itu.

Gadis itu berlalu dari hadapan Minji. “Lama tidak bertemu – Krystal Jung” ucapan Minji membuat gadis yang ternyata adalah Krystal itu menghentikan langkahnya. Krystal tersenyum kecut tanpa menatap Minji kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

“Jadi kau masih mengingatku – Choi Minji” gumam Krystal.

+++

Para murid sudah mulai masuk ke kelingkungan sekolah. Asrama yang tadinya sangat ribut sudah mulai terdengar lebih tenang. Sekarang giliran sekolah yang akan dapat keributan dari murid SM.

Pagi ini keributan di buka di kantin sekolah. Hampir seluruh murid berkumpul di sana, sepertinya kantin akan di gunakan sebagai tempat pesta. Pesta apa – entahlah, tidak ada satu murid pun yang tau.

Kerumunan murid terbuka dan terbelah menjadi dua kubu saat Kris melewatinya. Kris tersenyum. Sepertinya suasan hati Kris sedang senang. Kris menghentakkan kakinya di kursi dan langsung duduk diatas meja. Sebelah kakinya ia naikkan ke paha.

Kedua teman Kris – LuHan dan Suho ikut duduk, tapi tidak di atas meja seperti Kris. Mereka berdua memilih duduk di atas kursi saja. Nakal-nakal begitu Luhan dan Suho masih punya sikap sopan.

Kris melihat kearah jam yang terpasang di tangan kirinya. “Mana dia, kenapa belum datang juga” Kris mulai terlihat gelisah. Para murid di sana bingung menatap Kris. Siapa sebenarnya yang di tunggu pria itu.

Suho menyenggol lengan Kris pelan. “Itu di sana, gadis itu” tunjuk Suho.

“Iya Kris, dia disana. Bersama sepupumu, Minri” LuHan rupanya juga sudah melihat.

Choi Minji – rupanya gadis itu yang sedang Kris tunggu-tunggu dari tadi. Akhirnya Minji muncul juga. Tapi sedikit membuat Kris kesal, kenapa Minji bersama Minri sepupunya. Minri tidak boleh berteman dengan gadis itu, pikir Kris.

Kerumunan kembali terbuka saat Minji dan Minri melewati kerumunan itu. Kris berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menghampiri Minji. Minji memandang Kris datar saat pria itu sudah berdiri di depannya. Sebelum itu Kris menarik Minri yang berdiri di samping Minji. Ia menarik Minri menjauh dari Minji.

“Kris kau in apa-apa sih” Minri memasang tampang kesal.

Kris tiba-tiba tersenyum. “Jadi benar ini Choi Minji, aku terkejut sekali bisa satu sekolah dengan artis. Oops, maaf maksudku mantan artis” Kris tertawa hambar.

Kris naik diatas kursi yang berada dibelakangnya. “Semuanya. Kalian boleh makan sepuasnya, aku yang akan membayarnya. Kalian makanlah apa yang kalian inginkan. Aku sedang mengadakan pesta disini” teriak Kris.

Satu per satu murid yang berkumpul mulai berhamburan setelah mendengar teriakan Kris tadi. mereka pasti senang kalau ada makan gratis seperti ini.

Kris melompat dari tempatnya berdiri, ia kembali menatap Minji. “Kris kau ini kenapa sih. Kau sedang sakit ya” bingung Minri.

“Sudah kau diam saja. Lebih baik kau ikut anak-anak lauin untuk makan” ucap Kris pada sepupunya itu. Minri menatap Kris penuh tanda tanya. Apa anak ini mau membuat ulah lagi, pikirnya.

“Satu sekolah ini sudah tau siapa aku, dan kau juga harus tau, Namaku Kris. Dan satu hal yang juga kau harus tau, aku ANTI FANSMU” ucapan Kris barusan langsung menarik perhatian murid-murid yang sedang menikmati makanan mereka.

+++

Chanyeol – pria itu sedang fokus memperhatikan Minji yang sedang berhadapan dengan Kris. Dia bisa mendengar apa yang Kris katakana pada Minji, dan itu membuat Chanyeol khawatir. Dia tau siapa Kris. Minji pasti akan terkena masalah.

“Hei, Park ChanYeol, sedang apa kau disini. Ayo ikut, Kris sedang mengadakan pesta disana, kita bisa makan gratis” Ajak Kai yang melihat Chanyeol sedang sendirian.

“Iya, ayo ikut” Kai tidak sendirian rupanya, dia bersama teman seperjuangannya, TaeMin.

Duo Dancing Machine SM Art School – TaeMin dan Kai. Dikenal paling hebat dalam melakukan gerakan dance. Mereka berdua bersahabat sejak masuk kesekolah ini, dan tidak terpisahkan sejak dulu.

“Kalian duluan saja, nanti aku menyusul” tolak ChanYeol.

“Ya sudah” Kai dan TaeMin pun pergi dari sana, sementara Chanyeol masih sibuk memperhatikan Minji dan Kris.

Tiba-tiba saja sebuah ide muncul di kepala Chanyeol. Tanpa pikir panjang lagi, Chanyeol langsung beranjak dari tempat pengintaiannya. Chanyeol berjalan santai mendekati Kris dan Minji. Jujur saja Chanyeol tidak pernah takut dengan Kris, tapi dia juga tidak pernah mau punya masalah dengan pria itu. Tapi ini menyangkut Minji, mau tidak mau dia harus turun tangan.

Begitu dekat dengan Kris, Chanyeol langsung tersenyum dan merangkul Kris dengan santai. “Benar kau adakan pesta, dan mentraktir anak-anak, apa aku boleh ikut?” tanya Chanyeol berlaga tidak tau.

Kris menatap Chanyeol malas. “Terserah. Bisa kau tidak menggangguku” sepertinya Kris mulai merasa terganggu dengan ulah Chanyeol.

“Aku tidak mengganggumu, aku hanya memastikan saja” Chanyeol mengalihkan pandangannya kearah Minji. “Hai, kau pasti Choi Minji. Kris, aku boleh mengajak Minji ya” tanpa mempedulikan Kris yang sudah kesal dengannya, Chanyeol malah menarik Minji menjauh dari Kris.

“Hei! Kau mencari masalah denganku” Kris menarik kerah baju Chanyeol, ia tidak peduli dengan perhatian murid lain.

Minri yang melihat hal itu langsung berlari mendekati Kris. “Kris lepaskan tanganmu” Minri mencoba menenangkan sepupunya itu.

“Kau diam saja dan jangan ikut campur. Anak ini sudah mencoba mencari maslah denganku. Kau mau sok jadi pahlawan disini. Aku masih punya urusan dengan gadis ini” Kris menunjuk wajah Minji.

“Santai saja Kris, dia perempuan. Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu pada perempuan. Memalukan sekali” ucap ChanYeol santai.

Kris tersenyum kecut. “Kau sudah berani melawanku rupanya. Sejak masuk kesekolah ini kau tidak pernah punya masalah denganku, tapi hanya karna perempuan ini kau berani mencari masalah denganku”.

“Aku tidak suka melihatmu memperlakukan Minji seperti tadi. Memangnya Minji pernah bebuat salah denganmu sampai kau membencinya begitu”

“Pembelaan fans rupanya” Kris tertawa hambar.

Kris mengepalkan tangannya diudara dan siap untuk melayangkan tinjunya untuk Chanyeol. Kalau saja Minji tidak menahannya mungkin wajah Chanyeol sudah menjadi korban sekarang.

“Kau bilang punya urusan dengankukan, selesaikan denganku, pria ini tidak ada hubungannya” Minji yang sedari tadi diam akhirnya mengeluarkan suara. Minji menatap Kris tajam.

Murid-murid mulaiberkumpul membentuk kerumunan untuk menyaksikan secara dekat kajadian itu. Kris, Minji, dan Chanyeol menjadi pusat perhatian para murid sekarang. Tidak ada satu pun yang mau melewatkannya. Seperti sebuah film saja.

“Kris berhenti, kau ini kenapa sih” Minri tidak menyerah dan terus berusaha melerai pertengkaran itu.

“Kris! Lawanmu disini!” suara teriak itu membuat orang-orang yang ada disana mengalihkan perhatian mereka. Termasuk Kris, Minji, dan Chanyeol, mereka juga ikut melihat kearah teriakan yang berasal dari tengah kerumunan.

Minho keluar dari tengah kerumunan bersama temannya Key. Rupanya yang berteriak tadi Minho, rival Kris di sekolah.

“Minho” gumam Minri.

Kris tersenyum kecut. Chanyeol terdiam. Minji menatap Minho dan Kris secara bergantian. Apa lagi sekarang, ini baru hari pertama Minji masuk kesekolah, dan ia sudah terlibat dalam pertengkaran ini.

“Kau lupa lawanmu sebenarnya adalah aku Kris – Minho. Jangan hanya karna kau lama tidak berkelahi denganku mereka berdua menjadi pelampiasanmu” Minho berdiri dihadapan Kris dan menatap tajam pria itu. Begitu pun dengan Kris, keduanya saling bertatapan penuh amarah.

.

.

TBC

Bagaimana dengan Chap1-nya, sepertinya masih agak berantakan ya, atau masih agak gaje. Yang gak sengaja mampir atau pun sengaja, silahkan tinggalkan commentnya ya. Kritik dan saran di persilahkan tapi dengan bahasa yang tidak kasar, no bash.

Gamsahamnida^^

 

 

 

12 thoughts on “Twinkle Little Star – Chap.1

  1. Hyaaahh!! akhirnya dipublish eonni disini,
    aku betebaran komen gapapa kan unn~ disana iya disini iya #plakk

    aku nunggu lanjutannya loh unni, yang 3 .. hihii
    semangat unn!!

    utamain kuliah tapi mesti enjoy bikin FF juga🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s