Diposkan pada Angst, Baek Hyun, charismagirl, EXO-K, Oneshot, Romance, Se Hun

Without You?!

Without You?!

Author : Charismagirl

Genre : Romance, angst, thriller, sad.

Cast :

  • Byun Baek Hyun (EXO-K)
  • Oh Sehun (EXO-K)
  • Park Minri (Imaginary Cast)

Length : Drabble (<1200 words)

Rating : PG-15

Author’s Note : Annyeong readers, saia cukup lama menghilang(?) oke, gapenting. Yang penting kalo kalian baca mesti tinggalin jejak. Mau dong yaa~ #plakk. Ya udah deh, enjoy! *sediain tisu kalo perlu-__-v*

♥Semua tentang cinta, luka dan rasa sakit…♥

Ruangan itu tampak remang dengan cahaya yang minim berasal dari ventilasi dan sela jendela yang tidak rapat. Pengap. Hanya sedikit sirkulasi udara yang masuk. Bahkan penyediaan oksigen terus berkurang. Menyesakkan. Hanya seorang gadis yang berada disana. Di pojok ruangan yang tampak gelap. Meskipun itu adalah pagi hari, dan hari baru. Tidak ada pengaruh sama sekali baginya. Hari-harinya terasa sama semenjak mengalami kejadian setahun yang lalu.

Gadis itu tengah menundukkan kepalanya dalam dengan kaki di tekuk. Membiarkan rambutnya tergerai ke depan. Menyisakan isakan tangis yang tak ada habisnya. Membiarkan air matanya mengering di pipinya. Tersapu oleh angin yang seadanya. Ia tidak peduli.

Sebuah foto yang sudah lusuh tak lepas dari genggamannya. Momen saat pria yang dicintainya tersenyum padanya. Pria yang sudah lama menemani hidupnya sebelum… pria itu benar-benar pergi.

Sedih? Marah? Ya! Ia marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa meneruskan kehidupan tanpa pria itu. Lantas menyalahkan siapa? Tuhan? Menyalahkan Tuhan kenapa sampai sekarang nyawanya belum juga diambil? Menyalahkan Tuhan karena ia tidak bisa ikut bersama pria itu pergi?! Salah besar.

Gila! Mungkin hanya makian itu yang pantas untuknya sekarang. Peduli apa? Jika saja ada kata yang lebih cocok dari kata gila, dia akan menerimanya. Telinganya sudah kebal dengan makian apapun.

Kejadian setahun yang lalu terus berputar diotaknya seperti sebuah film yang tak pernah habis. Tak pernah tamat. Sampai ia mati. Pria itu adalah hidupnya. Jadi kalau pria itu mati, harusnya ia mati juga. Harusnya.

Kejadian itu terjadi saat ia dan kekasihnya pulang dari acara pertunangan mereka berdua. Bahagia tentu saja. Senyum tidak lepas dari keduanya. Tangan mereka saling menggenggam erat lalu tiba-tiba saja terlepas saat sang pria melihat truk besar sedang melaju tak terkendali di depannya. Perlahan senyum itu berganti menjadi kepanikan Pria yang menyetir menginjak rem dalam hingga mobil mereka terpental ke samping jalan. Menabrak beberapa pepohonan hingga terhenti dalam posisi terbalik.

Darah mengucur di sekujur tubuh mereka berdua. Gadis itu masih bisa membuka matanya, pandangannya tepat ke arah pria itu, tunangannya. Oh, rupanya ia sudah berada di luar mobil entah bagaimana caranya ia bisa terlempar keluar. Dengan sisa tenaganya, ia berusaha bangkit. Tapi nihil. Untuk bernapas saja rasanya sulit. Ia mengulurkan tangannya.

“Baekhyun-ah…” ucapnya dengan suara tercekat. Seakan duri telah menusuk-nusuk tenggorokkannya hingga membuat pita suaranya tidak berfungsi dengan benar. Pria yang berjarak beberapa meter darinya itu hanya memejamkan mata dengan tenang.

Bangun bodoh! Kau dalam bahaya! Pekik gadis itu dalam hati.

Perlahan pria itu membuka matanya dan ia tersenyum tipis. Gadis itu ikut bernapas lega dan tersenyum senang. Tapi sayangnya terlalu cepat gadis itu bernapas lega. Terlalu cepat.

Bau bensin menguar memenuhi indera penciumannya. Cairan kental itu terus mengalir ke badan jalan. Tiba-tiba saja membuatnya pusing ditambah dengan darah yang juga mengalir dikepalanya karena benturan yang cukup keras. Gadis itu menggerakkan sedikit kepalanya menengok ke depan pria itu, tempat mesin mobil. Ada asap yang mengepul dari sana.

Gadis itu sempat melihat tunangannya lagi. Pria itu mengatakan sesuatu dengan bibir bergetar dan gadis itu bisa memahami maksudnya.

“Saranghaeyo,” ucapnya sebelum benar-benar menutup matanya dengan senyum mengembang.

“Nado saranghae, bawa aku bersamamu bodoh!” Gadis berusaha meneriakkan sesuatu namun semuanya tertahan begitu saja di tenggorokkannya. Ia berharap nyawanya segera diambil daripada ia harus merasakan rasa sakit ini. Cairan bening yang hangat mengalir di matanya saat ia menyadari pria itu… sudah pergi.

Gadis itu berusaha mengatur pernapasannya, memasukkan oksigen ke dalam paru-paru agar tenaganya cukup untuk berdiri. Dan berhasil. Dengan langkah terseret ia menghampiri pria itu. Gadis itu tersedak saat asap semakin besar dan api sudah mengobar menjalar sepanjang bensin mengalir. Belum sampai sedetik…

DORR!!

Bunyi ledakan besar memecah keheningan di jalan yang sepi itu. Gadis itu terpental cukup jauh dan merasakan semua tulang rusuknya remuk. Ia sempat menarik napas sebelum semuanya menjadi gelap.

Tubuhnya kembali bergetar saat ingatan setahun yang lalu kembali membayanginya. Setahun yang lalu pertunangannya dilaksanakan, setahun yang lalu pula kecelakaan itu terjadi. Semuanya terlalu cepat!

Gadis itu bangkit dan membuka laci meja disampingnya dengan cepat. Ia mengacak-acak isinya lalu berhenti setelah ia menemukan benda yang ia cari. Dengan senyum penuh luka ia menatap pergelangan tangan kirinya. Lalu menggoreskan mata pisau di kulitnya yang mulus. Meringis. Hanya itu yang dapat dilakukannya. Ia tidak bisa melangkah mundur lagi.

Kulitnya terbuka dengan sendirinya, mempersilakan darah yang mengalir dalam tubuhnya untuk keluar. Menetes di lantai kamar. Juga mengenai bajunya.

Kemudian terdengar bunyi pintu terbuka. Seorang pria masuk dan membuka tirai jendela. Pencahayaan yang cukup masuk memenuhi ruangan itu. Gadis itu duduk di posisi semula dengan tubuh kian melemah. Ia sempat menyembunyikan kedua tangannya di belakang tubuhnya.

“Minri~ya, sudahlah. Baekhyun Hyung tidak akan tenang kalau kau terus seperti ini.” Sehun meletakkan kedua tangannya di bahu gadis itu membuatnya mendongak dengan air mata mengucur tapi senyum tak lepas di bibirnya yang pucat.

Oppa… Mianhae, aku tidak akan merepotkanmu lagi.”

Sehun mengerutkan keningnya ketika mencium bau darah. Ia mengendus untuk meyakinkan. Bukan. Pasti bukan darah. Pikirnya.

Pria itu jongkok dan memeluk gadis itu. Membiarkannya kembali terisak seperti biasa. Ia rela meskipun ia hanya tempat gadis ini menangis. Ia rela. Matanya membulat kaget melihat tangan gadis itu…berdarah?!

“Apa yang kau lakukan?!!!” pekiknya lalu menjauhkan tubuh gadis itu dari pelukannya. Menatap matanya yang sendu dan terluka itu. Menemukan rasa sakit yang ia tidak tahu seberapa dalam gadis itu mengalaminya.

“Aku akan menyusulnya, Oppa.

“Aku pernah mengatakan padamu kalau semua ini bukan salahmu. Ia meninggal karena takdir. Ayo! ikut Oppa ke rumah sakit.” Sehun membantu gadis itu berdiri. Dan ia mempertahankan tubuh gadis itu agar tidak ambruk. Tetesan darah mengenai foto yang tengah di pegangnya erat.

Andwae! Kalau saja saat itu aku menariknya keluar mobil. Ia tidak akan ikut terbakar karena ledakan mobil itu. Kenapa hanya aku yang selamat?! Kenapa Oppa?!!!”

Tanpa sadar Sehun meneteskan air matanya. Sebegitu luka kah perasaan gadis ini hingga ia memutuskan untuk mengikuti pria itu? Begitu berartikah pria itu dalam hidupnya? Sudah berapa lama ia memendam rasa tersiksa ini?

Gomawo Oppa,” Gadis itu sempat tersenyum sebelum ambruk di tubuh Sehun. Menyisakan aliran darah yang kental di pergelangan tangan kirinya. Memberi tanda yang menyakitkan di kemeja putih Sehun. Hingga menyisakan isakan dan rasa sakit pada pria itu, juga… air mata.

I’ve killed myself. Sebuah alasan klasik yang ingin ku katakan, “Aku tidak bisa hidup tanpanya.” Betapapun kau mengira aku adalah gadis gila yang hanya mencintai satu pria saja padahal begitu banyak pria lain yang menginginkanku. Tidak! Aku tidak ingin siapapun selain dia. Lantas, kalau dia pergi, untuk apa aku disini? Hanya menyiksa perasaanku saja. Rasanya sakit saat orang yang ku cintai meninggalkanku begitu saja. Bahkan ku pikir lebih sakit dari tertusuk pisau berkarat tepat di jantung. Lebih sakit daripada cutter yang ku ukir di pergelangan kiriku sekarang. Lebih sakit daripada saat malaikat maut menarik paksa nyawaku keluar dari tubuh. Sudah ku katakan kalau aku hanya menginginkannya. Hanya dirinya. Aku mencintainya sampai aku mati. Aku tidak ingin mengingkari perkataanku, jadi biarkan aku mengakhiri hidupku sekarang. Nona Park–seseorang yang terluka karena kekasihnya pergi lebih dulu–.

FIN

©Charismagirl

Sorry for typo. Ini pernah publish di blog pribadi saya, tapi dengan cast yang berbeda dan judulnya dirubah dikit. Leave comment as your pleasure ^^~ thanks!

Iklan

Penulis:

My name is Rima [Park Minri], 93-line. I live in Banjarmasin-Indonesia. I'am SHAWOL especially flame, I really really love Choi Minho. He's my inspirasion. I love SHINee, SHINee is Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin. And I just wanna share my imagination. With Love ~charismagirl~

17 tanggapan untuk “Without You?!

  1. oke, maaf aku telat baca -_-
    hampir nangis. hampir. dan ini cerita angst terbagus dan yg paling aku salut dr cerita ini adalah, cerita klasik yg bener2 klasik tp bikin pembacanya bener2 tersentuh, ngerti ga sih? -_-a

    and.. what?! baekhyun? what’s wrong with this story?! that’s too.. arghh! how can he’s dead?? ;A;)/ okay, just ignore it–”

    as always, this is jjang jjang jjang!! keep writing eonni^^~ annyeong, see you in my next ‘gentayangan'(?) ehehe^^)/

    1. it’s okai beibe
      untungnya enggak kan ya 😀
      ngerti sih kayaknya .___.

      I’m sorry. idk why I’m to cruel make them dead!!

      keep writing juga buat kamu
      ditunggu gentayangannya :3

  2. summpah saeng nyesek bgt bcanya…haduuuhh 😥
    #elapingus
    kata2 terakhirnya itu loh…eugh nyess bgt k dlm hati…

  3. sedih T.T
    Ngenes! Tanggung jawab saeng, bikin eon sedih.

    BaekHyun T.T

    Sehun sama aku aja sini *Diseret Kai*

    “Belum cukup apa Kai sama Luhan, (plus) Kris. Sehun masih mau diembat juga” /Plak, abaikan

    Huehehe

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s