All About Us – line 4

Tittle : All About Us – line 4

Author : Charismagirl

Main Casts :

  • Oh Sehun
  • Park Minri (OC)
  • Han Yeon Young (OC)
  • Wu Yi Fan [Kris]

Support Casts :

  • Park Chanyeol
  • Byun Baekhyun
  • EXO’s members
  • Others, find it by your self^^

Genre : Romance, Frienship, School Life, Family

Rating : Teen, PG-13

Length : Chapter

Note : Hello everyone, kembali lagi bersama saya charismagirl (yang ava-nya chibi Tiffany Oh! Maaf banget telat publish. Ada yang masih nunggu gak? TT__TT Saia sibuk sih. hiks. Oke langsung saja~

Ketika persahabatan dipertaruhkan atas nama cinta.

Lantas dihadapkan pada dua pilihan antara cinta dan persahabatan.

Mana yang akan kau pilih?

∆∆∆

Intro | Line 1 | Line 2 | Line 3

Preview Part 3

Minri terkesiap saat Sehun tiba-tiba memegang kedua bahunya dan membalikan badan Minri dengan cepat sehingga ia tersandar di locker.

“Begini baru benar,” ucap Sehun seraya tersenyum manis. Laki-laki itu meletakkan satu tangannya di samping wajah Minri, membuatnya leluasa untuk menatap wajah gadis itu.

Minri terpaku. Dia pasti sudah tidak waras kalau tidak melakukan perlawanan apapun. Dia harus segera sadar dan pergi dari situ agar tidak terjadi macam-macam. Atau setidaknya tidak membiarkan Sehun melakukan hal yang tidak diinginkannya.

Sehun mendekatkan wajahnya, sementara gadis itu memejamkan matanya. Sehun mengeluarkan smirk, ia seperti baru saja mendapatkan izin melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Mencium gadis di depannya.

Hening. Tidak ada suara dalam ruangan itu, hanya hembusan nafas dari keduanya. Tinggal sesenti lagi bibir Sehun menyentuh bibir gadis itu, tapi… suara ponsel menghentikan aktivitasnya. Sialan!

Part 4

Minri meletakkan papan skor di tempat yang seharusnya. Ia melihat ke sekeliling lapangan dimana para penonton sudah memenuhi hampir seluruh tepi lapangan itu. Kemudian berjalan menjauhi lapangan. Meninggalkan Sehun yang sudah siap di posisinya menjadi wasit. Mereka sempat bertemu pandang lagi sebelum Minri benar-benar pergi dari sana. Dia tidak ingin berdekatan dengan Sehun lagi. Event sudah dilaksanakan berarti setelah ini selesai, ia tidak punya urusan lagi dengan laki-laki bernama lengkap Oh Sehun itu. Baguslah.

Minri mengarahkan pandangan ke panggung kecil yang tidak jauh dari lapangan basket. Sepertinya panggung musik sudah siap untuk dipertontonkan. Gadis itu melihat Baekhyun tampak bingung. Laki-laki itu mondar-mandir di bawah panggung. Ada masalah?

Minri menghampiri Baekhyun, lantas menyapa membuat Baekhyun menoleh dan bernapas lega. Memangnya ada apa? Apakah ada hubungannya, Minri dengan alasan Baekhyun mondar-mandir tadi?

“Ada masalah, Sunbae?” tanya Minri sedikit cemas.

“Kim Ahri…” Baekhyun menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana menjelaskannya.

“Kim Ahri? Kau mencarinya? Mari ikut aku Sunbae.” Minri melengos pergi tanpa mendengar penjelasan Baekhyun terlebih dahulu. Minri sudah mendengar bahwa Kim Ahri akan menjadi pasangan duet Baekhyun bernyanyi. Jadi jika Ahri tidak disini berarti Baekhyun tengah mencarinya ‘kan?

“Nah itu dia.” Tunjuk Minri pada Ahri dan Kai yang tampak sedang berdebat. Minri dan Baekhyun menghampiri Ahri dan Kai.

Jagiya, sebaiknya kau pulang saja. Aku takut terjadi apa-apa denganmu,” ucap Kai, sementara Ahri hanya menyilangkan tangannya di depan dada pertanda ia menolak perkataan Kai barusan.

“Kai-ssi, Ahri harus segera naik ke panggung,” ucap Minri, membuat Ahri menatapnya dengan pandangan menyesal. Seolah meminta maaf. Minri mengerutkan keningnya, bingung.

“Maaf Minri-ssi, Ahri sedang tidak enak badan dan ia… maksudku suaranya sedang serak,” jawab Kai. Ahri hanya menundukkan kepalanya lemas.

Mwo?!” Minri tampak terkejut, lantas menatap Baekhyun seolah berkata ‘Bagaimana ini?’

Ahri beberapa kali membungkukkan badannya meminta maaf, tapi ia tidak bisa berkata apa-apa. Separah itukah?

“Aku harap kau bisa membantuku Minri-ssi, Aku tahu kau bisa bernyanyi. Aku mohon gantikan Ahri….” Baekhyun menatap gadis itu dengan tatapan memohon. Minri membulatkan matanya.

NA? (aku?)”

***

Riuh tepuk tangan kentara terdengar ketika Minri dan Baekhyun menyelesaikan lagu yang mereka nyanyikan.

Minri beberapa kali membungkuk sebelum turun dari panggung kecil itu. Gadis itu tersenyum tipis pada beberapa orang yang dilewatinya. Minri berharap orang-orang itu tidak mentertawakan suaranya.

Minri menghampiri Yeon yang duduk di tepi lapangan. Minri mengikuti arah pandangan Yeon yang tampak fokus sekali. Seperti biasa, Yeon sedang melihati Sehun–kapten tim yang sekarang mengatur jalannya pertandingan yang sekarang menjadi wasit. Minri mengambil tempat duduk di samping Yeon.

“Aku yakin kau tidak mendengarku bernyanyi tadi?” Yeon menoleh ke arah Minri sebentar, lalu melihati Sehun lagi.

“Hehe… maaf,” jawab Yeon sambil tersenyum tidak bersalah.

Minri menghela napas, lalu berkata, “Aku tahu.” Minri melirik minuman kaleng yang berada di samping Yeon. Tutupnya sudah terbuka. “Aku boleh minta minumanmu kan? Aku haus sekali.”

Yeon mengangguk tanpa menatap Minri. Tak lama Yeon menjerit tertahan saat teringat bahwa Minri tidak boleh meminum minuman itu. Tapi terlambat. Gadis itu sudah lebih dulu meminumnya.

Waeyo?” tanya Minri, masih memegangi kaleng minuman Yeon.

Priitt!

Peluit panjang terdengar ketika pertandingan sudah selesai. Beberapa penonton bubar karena tim dari kelas mereka sudah selesai bertanding. Digantikan dengan penonton dari pendukung tim yang akan bermain. Sehun menghampiri tempat duduk Yeon dan Minri. Karena kali ini wasit digantikan oleh Chanyeol.

Minri menelan ludahnya ketika Sehun semakin mendekat. gadis itu meletakkan kaleng minuman yang sempat ia teguk ke samping Yeon lagi.

“Aku harus segera pergi,” ucap Minri lantas beranjak dari sana.

Sehun menatap Minri yang sudah berjalan semakin menjauh. Sehun mengambil kaleng minuman yang terletak di samping Yeon.

“Sehun-ssi, jangan…”

Sehun baru akan meneguk minuman itu tapi tidak jadi karena Yeon tiba-tiba mencegahnya.

Wae?” tanya Sehun dengan nada datar.

“Itu… Ngg…” Yeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Minuman yang dipegang Sehun memang miliknya tapi tadi sempat diminum Minri. Aih! Bagaimana Yeon menjelaskannya?

“Kau memberikan minuman ini untukku ‘kan? Jadi aku boleh meminumnya ‘kan?”

Yeon meringis melihat wajah Sehun sedingin itu. Gadis itu tidak tahu harus berbuat apa hingga ia tertunduk lemas. Sehun mengendikkan bahu, lantas meminum minuman itu sampai tandas. Sehun memutar kaleng itu ditangannya. Ada yang salah, rasanya tadi ia baru minum sedikit, tapi mengapa sekarang cepat sekali habis. Apakah ada yang meminumnya?.

Sehun menatap Yeon sebentar. Gadis polos itu tidak mungkin meminumnya. Sehun cukup tahu kalau Yeon tidak bisa minum-minuman bercafein. Ia mengendikkan bahu lagi sebelum melemparkan kaleng kosong ke dalam tempat sampah yang berjarak beberapa meter dari tempat berdirinya sekarang. Masuk.

“Sehun-ssi, apakah akhir minggu ini kau ada acara?” tanya Yeon sambil memainkan jari-jarinya.

Eopseumnida. Waeyo?” (Tidak ada. Kenapa?)

Jinjjayo?? Kita bisa berkencan?? Ani, Ani, maksudku kita bisa jalan-jalan?”

Geurae.”

Sehun melangkah pergi.

Yeon menatap Sehun sampai laki-laki itu hilang di kerumunan orang banyak. Yeon mengepalkan kedua tangannya sambil menjerit kegirangan tanpa mempedulikan tatapan orang di sekitarnya.

***

Minri dan Yeon berjalan beriringan menuju gerbang sekolah. Saat ini sudah jam pulang sekolah. Yeon sudah menceritakan semuanya, bahwa ia dan Sehun akan jalan-jalan akhir minggu ini. Gadis itu nyaris melompat-lompat saat mengatakannya. Kalau saja ia lupa ia sedang berada dimana, ia pasti sudah menjerit lagi.

Minri hanya mengangguk sambil sesekali tersenyum. Ia turut senang kalau Yeon juga senang.

Tiit!

Minri memejamkan matanya menahan kesal. Ia tahu bahwa klakson memekikan telinga itu ulah Chanyeol. Gadis itu menoleh ke belakang sebentar dan melemparkan tatapan tajam pada Chanyeol di balik kaca. Ia yakin Chanyeol masih bisa melihat dengan jelas.

“Yeon-ah, aku pulang dulu. Annyeong…”

Ne~ hati-hati di jalan,” ucap Yeon sambil melambai riang.

Minri masuk ke dalam mobil Chanyeol. Tak lama mobil itu jalan, membelah keramaian di jalanan Seoul.

“Kau tahu kalau temanmu itu akan berkencan bersama Sehun? Kau terlambat selangkah Minri-ya,” celetuk Chanyeol.

“Masa bodoh. Apa urusannya denganku? Aku senang kalau temanku bahagia.”

“Kau tidak mempertahankan cintamu? bukannya kau juga menyukai Sehun?”

“Kapan aku mengatakan kalau aku menyukai… Sehun?”

DEG!

Memori dalam kepalanya memutar saat-saat ia bersama Sehun. Lemparan bola basket yang hampir mengenai hidungnya, lalu Sehun melewatinya tanpa bicara apa-apa. Kemudian pertemuan di kafe. Tatapan pria itu tepat di manik matanya membuatnya terpaku. Dan yang paling melekat saat di ruang olahraga. Ketika mereka hanya berdua. Saat itu Minri bisa merasakan napas Sehun memburu di wajahnya. Mereka hampir berciuman jika saja saat itu Suho tidak menelpon. Suho menyelamatkannya ‘kan?

Minri menggelengkan kepalanya dengan cepat, kemudian menatap Chanyeol yang tersenyum jahil di balik kemudi. Gadis itu meraih bantal spongebob di sampingnya lantas melemparkan ke depan. Tepat ke kepala Chanyeol.

“Berhenti menggangguku, Park Chanyeol!!”

***

Saat ini Yeon dan Sehun sedang berada di sebuah kafe. Baru saja mereka berkeliling taman. Sehun merasa lapar, makanya ia mengajak Yeon makan. Mungkin gadis itu juga lapar.

Sehun sesekali tersenyum tipis melihat gadis di depannya bicara terlalu bersemangat. Bahkan gadis itu tidak mempedulikan kalau ia hampir kehabisan napas karena bicara dengan satu tarikan napas saja.

Sehun mulai tertarik dengan topik pembicaraan tentang sahabat gadis itu, Minri. Yeon bercerita bagaimana ia bisa berteman dengan Minri sampai sekarang. Yeon berkata bahwa Minri itu yeoja pendiam dan ia adalah pendengar yang baik. Meskipun Minri jarang sekali tersenyum, tapi gadis itu begitu peduli pada Yeon. Mereka seperti saudara.

Tak lama pesanan mereka datang. Yeon berhenti bicara. Gadis itu meraih sumpit lantas menyumpit ramen yang ada di depannya.

“Sehun-ssi, ayo dimakan,” ucap Yeon dengan mulut penuh membuat suaranya agak teredam.

Sehun menarik mangkuknya mendekat lantas memulai aktivitas makannya. Tidak ada yang bicara. Rupanya mereka sama-sama sedang dilanda lapar. Hanya dentingan sendok yang terdengar.

Sesekali Yeon mencuri pandangan pada Sehun. Gadis itu menikmati kegiatannya menatap Sehun. Hari ini adalah hari yang istimewa baginya.karena hanya ada ia dan Sehun. Ah, Yeon jadi tidak sabar ingin mengatakan tujuannya mengajak Sehun jalan-jalan. Ya, sebenarnya hari ini Yeon ingin mengatakan pada Sehun bahwa ia menyukai Sehun. Yeon tahu kalau dia adalah perempuan. Tapi apa salahnya jika ia mengungkapkan apa yang dia rasakan?

Tiba-tiba dadanya terasa berdegup lebih keras saat memikirkan momen bahagia itu. Aih!

Yeon terkesiap saat Sehun berdiri.

“Aku permisi ke belakang sebentar,” ucap Sehun lantas melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari Yeon.

Yeon melihat ponsel Sehun tergeletak di atas meja. Gadis itu melirik penasaran. Ia mengedarkan pandangan ke kanan dan kiri. Setelah memastikan bahwa keadaan aman, ia meletakkan sumpitnya. Meraih benda persegi panjang itu dengan satu tangannya. Yeon menekan salah satu tombolnya, membuat layarnya menyala. Gadis itu hampir menjatuhkan ponsel Sehun saat melihat gambar yang menjadi wallpaper ponsel itu. Dengan segera ia mengembalikan ponsel itu ke tempatnya saat melihat Sehun berjalan mendekat.

Gadis itu tampak pura-pura sibuk. Ia kembali memakan makanannya sambil menunduk.

“Aku lama ya?” tanya Sehun. Laki-laki itu kembali duduk di tempatnya.

A-Aniyo,” jawab Yeon masih dengan kepala menunduk. Sehun mengerutkan keningnya. Merasa aneh dengan gadis di depannya ini.

“Ada yang salah?” tanya Sehun lagi.

Aniyo… Animnida.”

***

Langit tampak berwarna jingga menyala. Yeon dan Sehun masih berada di sekitar taman. Mereka sudah akan pulang dari jalan-jalan mereka hari ini. Sehun mengantar Yeon menuju rumahnya.

Yeon tidak banyak bicara seperti tadi. Seperti sebelum makan di restoran. Hal ini membuat suasana menjadi canggung. Sesekali Sehun melirik gadis di sampingnya yang terus-terusan menunduk.

Tiba-tiba Yeon menghentikan langkahnya, membuat Sehun ikut berhenti. Yeon mendongakkan kepalanya, menatap Sehun yang lebih tinggi darinya. Yeon baru tahu kalau laki-laki di depannya ini menyukai sahabatnya. Namun bukan berarti ia tidak boleh mengatakan perasaannya ‘kan? Yeon harus mengatakannya meskipun ia sudah tahu jawaban yang akan keluar dari mulut laki-laki ini.

Sehun mengerutkan kening, melihat Yeon tidak kunjung bicara. “Waeyo?”

“Sehun-ssi, Nan–Nan Joahaeyo,” ucap Yeon sembari mengepalkan kedua tangannya yang tergantung. Ia benar-benar gugup.

Sehun menghela napas berat. Dia tahu hal ini pasti terjadi. Sehun menerima ajakan jalan-jalan ini bukan karena ia ingin mempermainkan Yeon. Hanya saja ia memang sedang butuh hiburan. Akhir-akhir ini banyak mata pelajaran yang membuat ia suntuk.

Sehun bukan tipikal orang yang mudah jatuh cinta. Tapi kali ini ia merasakannya. Hatinya sudah dicuri seorang gadis. Bukan Yeon tapi sahabatnya.

Jwesonghamnida, jeongmal jwesonghaeyo Yeon Young-ssi.” (Maaf, sangat maaf Yeon Young-ssi)

***

Senin. Dimana para siswa kembali ke sekolah. Meskipun sebagian dari mereka ada yang mengeluh, tapi mereka tetap kembali sekolah.

Seperti biasa, sekolah menengah atas di seluruh penjuru Seoul melakukan kegiatan rutin-upacara bendera. Termasuk Seoul High School.

Hari ini, Yeon sama sekali belum bicara dengan Minri. Gadis itu hanya melihati jalannya upacara. Biasanya ia bicara, meskipun dengan nada berbisik. Entahlah. Tapi rasanya gadis itu sedikit…berbeda. Minri tidak bisa mengajaknya bicara sekarang, karena upacara sedang berlangsung. Ia bisa kena semprot guru yang menjaga di barisan belakang. Mungkin setelah upacara selesai, mereka bisa kembali mengobrol seperti biasa.

***

“Yeon-ah, chamkamman! Kau ingin ke kantin ‘kan? Mari kita pergi bersama-sama,” ucap Minri sembari merangkul bahu Yeon.

Yeon melepaskan rangkulan Minri dan mencoba tersenyum, lantas berkata, “Mianhae, aku–ah Kris-ssi kajja, kita pergi ke perpustakaan!” Yeon yang melihat Kris lewat, langsung menarik lengan laki-laki itu. Kris menatap Yeon dengan pandangan bingung. Kapan mereka berencana ke perpustakaan? Pikir Kris.

Yeon dan Kris berjalan menjauh, meninggalkan Minri yang masih berdiri terpaku. Kris melepaskan pegangan tangan Yeon.

“Kau kenapa?” tanya Kris, masih bersedia mengikuti Yeon. Gadis itu tidak menjawab apa-apa hingga mereka berdua tiba di taman belakang sekolah. Yeon duduk di salah satu bangku panjang, lantas tertunduk lemas.

“Aish! Kenapa harus dia? Kenapa dia yang disukai Sehun?” pekikYeon sembari mengacak rambutnya frustasi. Kris mengangkat sebelah alisnya, tidak mengerti dengan perkataan Yeon barusan.

“Dia… siapa?” Kris duduk di samping Yeon. Gadis itu menoleh dengan kening berkerut.

“Kenapa kau ada disini? Kau mengikutiku?” tanya Yeon dengan wajah tidak bersalah dan tanpa menjawab pertanyaan Kris terlebih dahulu.

Paboya! Kau yang menarikku kesini.” Kris menjitak kepala Yeon tanpa permisi, membuat gadis itu menatap tajam dan sedikit melupakan kegalauannya.

“Oh.” Hanya itu reaksi selanjutnya dari Yeon.

“Kau punya masalah ya? kau tampak seperti orang gila.”

“YAK! Kris! Jangan seenaknya mengataiku orang gila. Aku masih waras, tahu?!” pekik Yeon diluar kendali. Kris hampir terjengkang dari kursinya mendengar teriakan gadis itu.

“Benar kau sudah gila,” ucap Kris sambil menggelengkan kepalanya pelan.

“Kau membuat moodku semakin buruk. Aaaaa! Aku patah hati, bodoh!” Yeon memukul lengan Kris, sementara laki-laki itu meringis menahan sakit. Sebenarnya tidak terlalu sakit, hanya saja Kris ingin mendramatisir.

“Eh? Gadis sepertimu juga bisa patah hati?”

Yeon berhenti memukuli Kris. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Beberapa kali ia menggumamkan kata ‘otteokhe?!’.

“Kau tidak pantas patah hati,” ucap Kris membuat Yeon menoleh. “Lagi pula pria di dunia ini tidak hanya satu. Jadi kau bisa memilih sesuka hatimu dan menemukan orang yang benar-benar mencintaimu.”

Yeon mengerjapkan matanya pelan. Kata-kata Kris menelusup ke dalam pembuluh darahnya, memberikan sebuah ketenangan. Ia seperti baru saja mendapat pencerahan. Kris benar, Yeon tidak perlu membuat hidupnya rumit hanya karena masalah cinta. Lagi pula masih banyak yang mencintainya, tapi entahlah–itu menurut pendapatnya saja.

Kalau memang Sehun tidak menyukainya. Dia tetap boleh mengagumi Sehun sebagai kapten tim basket yang hebat dan tampan. Masalah cinta atau menjadi kekasih Sehun biarlah waktu yang menjawab semuanya.

Yeon beranjak dari duduknya lantas berjalan santai menuju kelas meninggalkan Kris yang masih duduk di bangku taman.

“YA! Lagi-lagi kau meninggalkanku!” pekik Kris di luar kendali, sementara Yeon terus berjalan, bersikap seolah-olah tidak mendengar teriakan Kris.

Kris menyejajarkan langkahnya dengan Yeon, mengikuti gadis itu menuju kelas. Koridor tampak sepi. Rupanya bel masuk kelas sudah berbunyi beberapa menit yang lalu.

Tiba-tiba Yeon menghentikan langkahnya. Ia melihat dua orang yang dikenalnya sedang berdiri di luar kelasnya. Kris juga ikut menghentikan langkahnya. Kris merasa seperti melihat drama langsung di depan matanya. Kedua orang itu tampaknya tidak menyadari kehadiran Yeon dan Kris yang hanya berjarak beberapa meter dari mereka.

“Maaf Sehun-ssi, aku harus segera masuk kelas,” ucap Minri lalu melangkahkan kakinya menuju kelas, namun baru beberapa langkah, tangan Sehun menghentikannya. Laki-laki itu menarik Minri ke dalam pelukannya. Hanya berlangsung beberapa detik karena gadis itu buru-buru mendorong tubuh Sehun.

“Apa maksudmu Sehun-ssi? Disini sekolah, kau tahu?!”

“Biarkan aku bicara sebentar. Aku hanya ingin mengatakan kalau… kalau… aku mencintaimu. Aku tahu ini terlalu cepat tapi aku benar-benar merasa seluruh hatiku sudah ada padamu,” ungkap Sehun.

Minri menatap Sehun dengan pandangan tidak percaya. Lalu cepat-cepat mengalihkan pandangannya setelah ia sadar bahwa ia akan terpaku pada tatapan itu jika membiarkan indera penglihatannya menikmati wajah laki-laki itu. Kali ini dia bimbang.

Tanpa sengaja Minri menangkap Yeon dengan ekor matanya. Minri baru saja menyadari kehadiran gadis itu saat Sehun kembali memegang tangannya namun gadis itu segera menepisnya. Minri tidak bisa membaca ekspresi wajah Yeon. Tapi apakah gadis itu sudah mendengar semuanya?

Yeon melanjutkan langkahnya. Ia Menatap Sehun yang tengah menatap Sahabatnya.

“Maaf, aku tidak bisa. Maaf.” Minri melirik Yeon sebentar, lalu bergegas masuk ke dalam kelas.

“Ya! Aku tidak memintamu menjawab sekarang. Kau bisa berpikir ulang nona Park,” ujar Sehun dengan sedikit berteriak.

Sehun beranjak dari sana, lantas memutar badannya. Ia melihat Yeon dan Kris yang berjalan pelan sambil terus mendekat ke arahnya.

“Ku rasa aku tahu kenapa gadis itu menolak perasaanku.”

TBC

© Charismagirl

MAAF BANGEEEEET YA TELAT. AKU PIKIR GAK ADA YANG MAU BACA FF INI. SOALNYA YANG KOMEN CUMA SEDIKIT.

Biasalah, anak kuliahan jadi sibuknya minta ampun. Ga sempet nyentuh FF. ini aja aku sempet-sempetin buat publish *curhat*. Maafkan atas segala kekurangan ya? Typo, Alur kecepetan dll… leave comment juseyo~^^ thanks for read *fly kiss~*

45 thoughts on “All About Us – line 4

  1. Yah jelaslah sehun.. Kalo aku jadi minri mungkin sama juga apa yang bakalan dilakuin minri. Semoga aja nanti minri nrima sehun.. Dan yeon nggak marah lagi sama minri.

  2. anyeong
    woa . . . bimbang. bimbang minri bimbang. ya apmpun minri masih mikirkan yeon sedangkan yeon?? sedikit memberi jarak pd minrib. hadeuh .
    jujur selalu penasaran saat membaca ni ff . keke
    keren unnie . konfliknya memang nggak terlalu ya. ?? hehe

    @_@+fighting

  3. nana.. aku blom dapet jawaban disini, harus klarifikasi *apaan di next chapnyaa.. minri-ya ga papa ko yeon udah ikhlas *sotoy
    lanjut baca ya ka 😀

  4. Akkkhhhh!!!!
    Mengapa jadi seperti ini??!!
    Ini benar-benar rumit!!
    Aku pengen Minri nerima Sehun aja!!
    Persetan dengan Yeonyoung!!

  5. Kyaaaa baru aja baca kok udh tbc sih eon? Sehun terlalu cpt ngmg perasaanya ya menurutku tp gpp kok, aku msh penasaran sm yeon dan minri bakalan gimana, lgsg next aja ya eon

  6. Ah masa sii ff keren gni g da yg nunggu ???
    Lw yg komen dkit mngkin krna blum prnh bca ff Rima ini krna lum ktmu linky’, atw krna readery’ pada speachless (bner g tlisany’?!) jd g bsa brkata2 lg, hehe

    q lnjt baca ya…

  7. Thor.. di part sebelumnya kayaknya komen aku ga ke post dehh.. mianhae 😦
    Aaa.. Yeon ntar rela ga ya kalo Sehun sama Minri??

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s