[DRABBLE] Now and Forever

Title                : Now And Forever

Lenght            : Drabble

Rating             : PG 16

Genre             : Sad romance

Author            : Lsapk

Cast                : –  Xi Luhan (EXO M)

– Park Hyeri (OC)

Disclaimers     : The plot completely mine. The casts belongs to themself and God. No plagiarism!

Author Note   : Annyeong^^ Ini ff  pertamaku yang dipublish disini.. Cerita ini murni khayalan dan imajinasi author. Jadi, kalau ada salah penamaan, hubungan keluarga, atau yang harusnya begini kok jadi begitu, mohon maklum..

Happy reading ^^ mian kalo ada typo

~~~0.0~~~

“Have you ever been in love? Horrible isn’t it? It makes you so vurnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up…”

*Xi Luhan POV*

Malam semakin larut tapi aku masih belum ingin beranjak dari tempatku berdiri kini. Awan hitam yang dilangit sepertinya mulai memanggil para pasukannya untuk cepat menurunkan hujan. Hah, tahu saja suasana hatiku sedang buruk. Mereka ingin menemaniku rupanya. Angin malam terasa sangat dingin menusuk kulitku. Tetap saja hal itu tak dapat mengubah keinginanku agar tetap berada disini. Biarlah jika besok aku sakit, paling-paling sehari dua hari sudah sembuh.

Disinilah aku sekarang, ditepi sungai Han untuk mengenang masa laluku. Aku merindukan yeoja itu. Tak terasa 5 tahun sudah aku meninggalkan kota Seoul. Meninggalkan yeoja yang kucintai dan semua kenangan kami. 5 tahun telah berlalu tapi.. aku belum bisa melupakannya. Apakah setelah aku kembali aku dapat bertemu dengannya lagi?

Park Hyeri. Sebenarnya apa yang kau punya hingga namamu sangat melekat kuat dihatiku? Apa yang membuatku begitu mencintaimu? Berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, rasa sesak di dada masih melekat. Sampai kapan aku harus bilang, aku lelah. Tidak ada yang peduli, tidak ada yang mengerti. Sampai akhirnya aku menyerah pada perasaanku sendiri. Tak dapat kupungkiri aku masih sangat mencintaimu.

Butiran-butiran air sedikit demi sedikit berjatuhan. Bukan, bukan airmataku. Tapi airmata langit. Rupanya langit sudah lebih dulu menangis mendahuluiku. Lihat, pohon-pohon mulai bergoyang mengikuti angin yang meniupnya. Rerumputan sudah mulai basah terkena airmata sang langit. Apa aku harus bilang itu menyedihkan? Sepertinya tidak. Itu sungguh mengagumkan. Aku iri pada langit.

Bayangan-bayangan masalah itu muncul lagi. Satu demi satu rasa sakit itu terombang-ambing, keluar masuk ke dalam hatiku. Aku menemukan fatamorgana itu lagi. Tidak. Sudah cukup. Satu titik, dua titik tiga titik air jatuh. Apa itu air hujan? Oh tentu saja bukan. Sekarang itu adalah air dari mataku. Apa sekarang aku boleh bilang kalau aku sedang menangis? Ya, kini aku menangis. Ah akhirnya, titik-titik airmata ini jatuh juga. Kucoba memperderas airmataku, sama halnya seperti langit. Namun, mengapa semakin deras airmataku, semakin sakit juga hati ini? Rasa sesak itu masih ada, bahkan semakin menyiksa.

Dengan hati yang terluka aku menangis. Persetan dengan omongan orang. Laki laki tidak boleh menangis? Cih aku berani bertaruh apartemenku jika mereka ada di posisiku sekarang ini pasti mereka akan menangis lebih hebat dariku.

Andai saja aku masih diberi kesempatan untuk bertemu denganmu, aku janji akan melakukan apapun asalkan kau mau memaafkanku. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu..

~~~0.0~~~

 

*Author POV*

Seorang yeoja terlihat sedang berjalan menuju sebuah minimarket yang terletak dekat kantornya. Parasnya yang cantik mengundang para namja yang baru saja pulang sekolah untuk menggodanya. Beberapa siulan terdengar disana sini. Yeoja itu tetap acuh dan tak menghiraukan panggilan namja-namja itu.

Ia terlihat memasuki minimarket itu dan mulai memilih barang. Ia memasukkan beberapa barang yang ia butuhkan ke keranjang lalu cepat-cepat menuju kasir untuk membayar semuanya. Karena tak hati-hati, tiba-tiba saja ia menabrak seorang namja yang menyebabkan beberapa barang belanjaan miliknya berserakan.

“Ah mianhae, aku tak sengaja. Biar aku saja yang membereskannya,” ujar yeoja itu. Cepat-cepat ia membungkuk untuk membereskan barang barangnya yang berserakan. Sedangkan namja yang tadi ditabraknya juga sibuk membantu yeoja itu.

Setelah semua barang itu kembali masuk kedalam keranjang yeoja itu segera meminta maaf pada namja yang barusan ditabraknya. Ia merasa dirinya sangat ceroboh karena terlalu sibuk dengan handphonenya “Mianhae tuan, aku jalan tidak lihat-lihat tadi” ucap yeoja itu sambil sedikit membungkukkan tubuhnya tanda permintaan maafnya sungguh sungguh.

“Gwaenchana aga…” Namja itu yang sesungguhnya adalah Luhan sungguh terkejut. Ia tak menyangka bahwa yeoja yang menabraknya barusan adalah Park Hyeri. Hatinya mencelos, seperti ada layar yang kembali memutarkan film tentang pertemuan pertamanya dengan Hyeri 8 tahun yang lalu. Ia tak percaya yeoja yang setiap malam mendatangi mimpinya kini benar-benar ada dihadapannya. Apa ini khayalannya? Tidak, ini nyata.

“Hye.. Hyeri-ya?”

Hyeri yang merasa namanya disebut mendongakkan kepalanya. “Mianhae, bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanyanya heran. Luhan tak habis pikir mengapa yeoja ini bisa melupakannya.

“Hyeri-ya… aku.. aku Luhan..” Hyeri yang terkejut tanpa sengaja kembali menjatuhkan keranjang belanjaannya lalu berlari meninggalkan Luhan yang hanya berdiri mematung disana. Menyadari kebodohannya Luhan segera mengejar Hyeri yang memang belum terlalu jauh.

~~~0.0~~~

 

 “Hyeri-ya dengarkan aku. Dengarkan penjelasanku dulu,”

“Apanya lagi yang harus dijelaskan? Sudah cukup aku merasakan penderitaan karenamu Luhan! Lepaskan aku sekarang juga!” jawab Hyeri sambil terisak dan meronta ronta mencoba melepaskan diri.

“Karena itulah aku mau minta maaf. Kau tidak tahu apa apa mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat itu” jawab Luhan sambil mencoba menenangkan Hyeri. Walaupun tak dapat ia pungkiri sebenarnya perasaannya juga tengah bergolak hebat saat ini.

“Mwo? Penjelasan apa lagi? Sudahlah Luhan aku tak butuh penjelasanmu!”

Mendengarnya Luhan hanya bisa menghela napas. Ia tahu betul jika Hyeri sudah marah maka beginilah jadinya. “Hyeri-ya..”

“Kau belum puas meninggalkanku dulu huh? Sekarang kau senang bukan hidup bersama tunanganmu itu? Ahh atau kalian sudah menikah? Chukae Luhan”

“Hyeri-ya…”

“Untuk apa sekarang kau datang lagi? Untuk melihat sisa-sisa kehancuranku begitu? Sudah puas kau sekarang? Apa jangan-jangan…”

“Park Hyeri dengarkan aku!!” Hyeri langsung terdiam dan berhenti meronta mendengar bentakan Luhan tadi. “Apa kau tahu apa alasanku menerima pertunanganku dengan yeoja itu?” Hyeri hanya terdiam. “Hye dengarkan aku.. Ayah yeoja itu memaksa aku bertunangan dengannya, ia bilang ia akan memutuskan hubungan relasi perusahaannya dengan perusahaan appa. Kau tahu sendiri bukan perusahaan appa tengah berada dalam masa-masa sulit ketika itu? Hye.. apa kau tahu betapa tersiksanya diriku di China? Aku sama tersiksanya denganmu Hyeri-ya. Maafkan aku,” Luhan memeluk hyeri di tengah keramaian. Otak Hyeri ingin sekali melepaskan pelukan itu tapi sepertinya sel-sel dalam tubuhnya malah melakukan sebaliknya, ia hanya terisak namun tidak membalas pelukan Luhan. Jujur saja ia sangat merindukan Luhan. 5 tahun tak bertemu tentu bukan waktu yang singkat baginya.

Hyeri menyerah pada rasa gengsinya, ia harus mengakui jika perasaan itu masih ada. Ia mencintai Luhan dari dulu hingga detik ini. Dipeluknya Luhan erat seperti tak rela kehilangannya lagi. “Kenapa Luhan? Kenapa kau baru kembali sekarang? Apa kau tahu bagaimana rasanya menunggumu yang tidak kunjung datang? Apa kau tahu setiap minggu sore aku selalu datang ke sungai Han seperti janjimu dulu. Hari dimana kau menghilang dari kehidupanku..” ujar Hyeri masih sambil terisak. Luhan mengusap lembut air mata itu dengan jemarinya.

“Aku hanya ingin kembali setelah aku sukses, aku tak ingin mengecewakan yeojaku kelak. Hyeri-ya.. terimakasih telah menungguku” Hyeri menatap Luhan tidak percaya. “Jadi… kau belum menikah?”

“Babo! Tentu saja belum! Di China aku membantu perusahaan appa agar bisa menjadi perusahaan besar, dengan begitu ancaman yeoja gila itu tak berlaku lagi untukku. Aku kembali untuk mencarimu Hyeri-ya. Maafkan aku yang meninggalkanmu tiba-tiba,” Luhan mengusap puncak kepala Hyeri lembut. Ia tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.

“Hyeri-ya..” panggil Luhan

“Eumm…?” jawaban Hyeri tertahan karena ia masih berada dalam dekapan Luhan.

“Saranghae..” Hyeri terbelalak kaget. Ia tak menyangka Luhan masih memiliki rasa yang sama dengannya.

“Nado saranghae Luh..” ucapan Hyeri terpotong karena tiba-tiba saja Luhan telah membekap bibirnya dengan ciuman. Hyeri yang melihat itu sedikit kaget, namun ia langsung menutup matanya lagi. Dan benar saja bibir mereka berdua bertemu, tak ada sedikitpun penolakan dari yeoja itu. Luhan menarik Hyeri ke sebuah lorong sempit agar tidak ada orang yang tahu apa yang sedang mereka lakukan.

Lambat laun Hyeri melingkarkan kedua tangannya ke leher Luhan, namja itu semakin mencondongkan kepalanya. Memperdalam ciumannya, tangan namja itu pun memeluk pinggang ramping Hyeri. Hyeri tak menolak, sejujurnya ia menikmatinya ia merindukan saat saat seperti ini. Setelah ciuman yang tak terbilang singkat itu usai terlihat sekali wajah Hyeri memerah, tiba-tiba mereka berdua merasa sangat canggung setelah melakukan hal itu didepan umum.

Kembali Luhan menarik Hyeri ke dekapannya. Hyeri mendongak memandang Luhan. “Kau jahat Luhan, beraninya kau meninggalkanku seperti ini,” Hyeri memukul dada Luhan pelan. Kegugupannya terpampang jelas dari suaranya yang bergetar ketika mengucapkannya.

Tak henti-hentinya Luhan tersenyum bahagia karena telah menemukan yeojanya kembali. Dalam hati ia berjanji tak akan melepaskan Hyeri karena ia tahu, separuh jiwanya ada pada yeoja itu..

“Park Hyeri, I always love you yesterday, now and forever..”

END

11 thoughts on “[DRABBLE] Now and Forever

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s