Twinkle Little Star – Chap.3

 

Main Cast :
Wu Yi Fan/ Kris (EXO)
Choi Min Ji (OCs)
Park Chan Yeol (EXO)
Park Min Ri (OCs)
Choi Minho (SHINee)
Support Cast :
EXO Member
SHINee Member
Jung SooJung/ Krystal (F(x))
F(x) Member
Park Jung Soo/ Lee Teuk (SuJu)
Super Junior Member
Kwon Yuri (SNSD)
Choi SooYoung (SNSD)
SNSD Member
Genre : Romance, Friendship, School-life
Rated : PG 15

Annyeong, I’m back. Finally, Chap.3-nya selesai juga. Maaf agak kelamaan karna sibuk dengan yang namanya KULIAH, maklum MAHASISWI, hehe. Sory kalau masih ada typo yang berserakan, dan Selamat Membaca^^

Twinkle Little Star – Chap.3

“Minuman datang” Minri membagikan beberapa cup minuman yang ia bawa di atas nampan. Teman-temannya tersenyum menerima minuman yang Minri bawa, kecuali gadis dingin itu – Choi Minji.

“Gomawo Minri-ah” senyum BaekHyun.

Minji – Gadis itu sedang sibuk mengutak-atik ponselnya, entahlah apa yang sedang di lakukannya. Tak lama kemudian benda berwarna putih itu bergetar, ada satu panggilan masuk disana. Minji menatap ponselnya itu sebentar dan setelah itu menjawabnya.

Kelima orang di temannya yang sedari tadi berisik itu langsung menjadi hening.

“Iya aku mengerti. Besok aku akan kesana” Kelima temannya itu menatap Minji serius. “Akukan sudah bilang kalau aku yang akan membayar semua biaya rumah sakitnya, itu tanggung jawabku” Nada bicara Minji meninggi.

Sulli dan Minri saling bertatapan bingung.

“Arraseo” Minji membanting ponselnya begitu saja di atas meja didepannya. Wajahnya tampak kelihatan sangat kesal.

“Gwaenchana?” tanya Chaanyeol. Minji hanya mengangguk.

“Ehm” Chen berdehem memecah keheningan diantara ke6 anak muda itu. Chen tersenyum. “Aku punya berita baru di sekolah, tentang Minho dan Kris”

Sulli, Minri, Chanyeol, dan BaekHyun langsung mengalihkan pandangan mereka kea rah Chen. Mereka menatap Chen serius.

“Kalian beluma taukan kenapa Minho dan Kris bisa jadi rival gitu padahal dulu mereka biasa aja” Chen menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.

Minji ikut menatap Chen, entah mengapa ia mulai tertarik dengan pembicaraan teman-temannya itu. Minji mulai mendengarkan dengan serius setiap kata yang Chen ucapkan.

“Cinta segitiga dengan Krystal” Chen mengecilkan nada bicaranya, ia takut kalau saja ada Minho atau Kris di sana. Bisa mati dia kalau ketahuan menceritakan dua pria popular dan paling di segani di sekolah.

“Waktu itu Minho naksir Krystal, tapi Krystal malah naksir Kris, tapi Kris gak suka sama Krystal. Krystal berusaha banget deketin Kris, sampai Kris kesel banget sama Krystal. Kris waktu itu gak sengaja ngebentak Krystal dan bikin gadis itu nangis” Chen menarik nafasnya dan memperhatikan sekelilingnya.

“Minho gak terima begitu tau Krystal di sakitin ama Kris, makanya waktu itu dia natang Kris, berantem deh. Makanya sampe sekarang Minho ama Kris gak pernah akur” Chen melanjutkan.

“Lalu sampai sekarang Minho masih menyukai Krystal?” Tanya Minri. Nada bicara Minri sangat aneh. Sepertinya Minri kembali patah hati.

Chen mengangkat kedua bahunya.

“Sepertinya begitu” ucap Chenyeol santai. Minri menundukkan wajahnya.

Minji menyenggol tangan Chenyeol dengan sikunya dan mentap tajam kearah Chanyeol. Chenyeol lupa kalau Minri menyukai Minho. Tidak seharusnya ia berbicara seperti itu di depan Minri.

“Minri-ah, bagaimana kalau kita pergi kesalon besok, kau tenang saja, aku yang akan membayar semuanya” Sulli sepertinya berusaha menghibur Minri.

“Sulli benar, lebih baik kelian berdua pergi kesalon. Kau harus merilekskan pikiranmu” ucap Minji yang akhirnya ikut berbicara.

“Kalau kalian ke salon kami harus kemana?” BaekHyun mengucrutkan bibirnya.

“Terserah, itu urusan kalian” jawab Sulli

“Minji-ah, kau tidak ikut?” Minri menatap Minji dengan tatapan memohon berharap gadis itu juga ikut bersama mereka. Tapi nihil, Minji menggelengkan kepalanya. “Jebal”

“Jangan seperti anak kecil. Besok aku ada urusan mendadak, aku tidak bisa ikut” Minri mnghela nafas kecewa.
ChenYeol menatap Minji penuh tanda tanya. Urusan mendadak, memangnya apa. Chenyeol curiga, sepertinya gadis itu menyembunyikan sesuatu dari mereka.

+++

Tok Tok Tok… Sulli mengetok pintu kamar MinRi dan Minji. Gadis itu sudah siap cantik dengan Dress berwarna pink miliknya. Hari ini Sulli sudah berjanji akan mengajak MinRi ke salon.

Tak lama kemudian MinRi keluar dari kamarnya. Minji menyusulnya. Minji memang tidak ikut pergi, ia hanya ingin melihat kedua temannya itu.

“Minji-ssi, kau yakin tidak ikut?” Tanya Sulli

“Anni. Kalian pergilah. Minri-ah, bersenang-senanglah, jangan sedih” Minji menepuk bahu Minri pelan.
Minri mengangguk dan tersenyum. “Kami pergi”

“Hati-hati” ucap Minji.

MinRi dan Sulli pun melangkah pergi meninggalkan Minji. Mereka berdua sempat berpapasan dengan Minho saat menuruni tangga.

MinRi menatap Minho hingga pria itu mengghilang di balik tangga. Minho juga sempat menatap Minri sebentar. Tapi hanya sebentar, setelah itu ia mengalihkan pandangannya.

+++

Minji masih berdiri di depan pintu kamarnya, memperhatikan Minri dan Sulli.

“Minji-ssi” Sebuah suara berat yang sudah tidak asik di telinga Minji terdengar saat gadis itu akan masuk ke kamarnya. Minji melangkah mundur untuk meliat siapa yang tengah berteriak memanggilnya.

Minji menatap pria tinggi yang sudah sampai di depannya – Park Chan Yeol. “Kau sedang apa, tidak ikut Minri dan Sulli?” tanyanya.

Minji menggelengkan kepalanya. “Ayo ikut aku” ChanYeol menarik tangan Minji tanpa persetujuan gadis itu. Tapi sepertinya Minji tidak menolak.

“Mau kemana?” tanya Minji yang akhirnya bersuara. Ia menatap ChanYeol. Tatapannya masih tetap sama – dingin.

ChanYeol tidak menjawab dan hanya tersenyum padanya Minji. ChanYeol terus menarik tangan Minji menaiki anak tangga hingga mereka sampai ke atap asrama sekolah mereka – ChanYeol berhenti di sana.

ChanYeol menghirup udara di sana dan memperhatikan sekelilingnya. “Ini tempat yang paling bisa membuatku merasa rileks di asrama”

Minji melangkah pelan. Sepertinya Minji mulai merasa nyaman berda di tempat itu. “Kalau sedang bosan, aku pasti kesini. Kau juga boleh kesini kapan pun kau mau. Tapi ini rahasia kita berdua saja. Anak-anak jarang ada yang kesini” sambung ChanYeol.

Minji berdiri di tepi atap dan menyandarkan tubuhnya di tembok pembatas. Ia menatap ke halaman asrama dari atas sana yang di penuhi dengan para Murid yang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing.

ChanYeol mendekati gadis itu. Ia berdiri di samping Minji dan menatapnya. Entah kenapa ChanYeol selalu menjadi tenang setiap kali melihat wajah gadis itu. Di matanya Minji selalu menjadi gadis tercantik di dunia setelah Eommanya.

Berbagai scandal yang menimpa Minji tidak ia hiraukan. Ia akan terus menjadi fans seorang Choi Minji apa pun yang terjadi.

“Minji-ah. Kau lihat papan iklan di sana itu” ChanYeol menunjuk ke arah sebuah papan iklan salah satu produk kosmetik dengan gambar seorang gadis sebagai modelnya. “Dulu di sana itu gambarmu. Aku selalu melihatnya dari sini.

Tapi sekarang aku tidak menyengka kalau kau yang berdiri di sampingku” ChanYeol tersenyum.

MinJi menghela nafas berat. “Aku sudah membuat kecewa banyak fansku. Mianhe”.

ChanYeol kembali tersenyum. “Aku tidak merasa kau berbuat salah sedikit pun”.

MinJi kembali menatap ke halaman asrama. Matanya teertuju pada seorang pria yang berjalan keluar gerbang asrama. MinJi terus memperhatikannya.

“Kris. Setiap hari minggu dia pasti keluar asrama untuk pergi kerumah sakit” rupanya ChanYeol ikut memperhatikan apa yang Minji perhatikan.

MinJi menatap ChanYeol bingung. “Rumah sakit?”

“Aku mendengarnya dari MinRi. Katanya Ayah Kris sedang koma dan dirawat di rumah sakit. Sudah hampir satu bulan” Jelas ChanYeol.

“Apa ayahnya kecelakaan?” Nada bicara MinJi berubah serius. ChanYeol mengangguk.

Tanpa berkata apa pun lagi, Minji langsung pergi dari sana. ChanYeol menatapnya bingung. ChanYeol pun langsung mengejar MinJi, meski pun ia tidak mengerti ada apa dengan gadis itu.

+++

Taksi yang di tumpangi MinJi dan ChanYeol berhenti di halaman rumah sakit. MinJi buru-buru keluar dari taksi setelah membayarnya. Ia bergegas masuk ke dalam gedung rumah sakit di ikuti ChanYeol yang sangat tidak mengerti dengan apa yang terjadi.

MinJi mengeluarkan ponsel dari saku coatnya. Ia memencet-mencet tombol ponselnya terburu-buru kemudian menempelkan benda itu di telinganya.

“Eomma, aku di rumah sakit sekarang. Kau tau di ruang mana ia dirawat… Ne…” MinJi kembali memasukkan ponsel kedalam saku coatnya.

Ia melangkah terburu-buru. ChanYeol semakin bingung dengan apa yang terjadi dengan MinJi. Tapi ia hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Langkah Minji terhenti di depan sebuah ruang rawat pasien. Tangan kanannya sudah memegang handel pintu dan siap membuakanya. Tapi gadis itu mengurunkan niatnya.

Minji mengangkat kepalanya perlahan. Ia menatap kedalam ruang rawat pasien melalui kaca pintu di depannya. Seorang pria tinggi berdiri disana. Berdiri menatap seorang pria paruh baya yang terbaring lemah di atas tempat tidur – pria paruh baya itu koma.

Tangan MinJi bergetar. Tangannya yang memegang handel pintu terlepas begitu saja, saat pria tinggi didalam sana membalikkan tubuhnya. MinJi bisa melihat jelas siapa pria yang berdiri disana. Tubuh MinJi melemah. Kalau saja ChanYeol tidak menahan tubuh MinJi mungkin gadis itu sudah terduduk di lantai.

“MinJi-ssi, kau kenapa?” ChanYeol membantu gadis itu untuk duduk dikursi. ChanYeol menatapnya khawatir.

“Dugaanku benar. Dia ayah Kris. Aku yang menabrak ayah Kris. Itu sebabnya kenapa Kris membenciku. Aku yang menabrak ayah Kris”

Raut wajah ChanYeol berubah sangat terkejut. Ia benar-benar tidak menyangka kalau kecelakaan sebulan lalu membuat pria yang MinJi tabrak koma. Dan pria itu adalah ayah Kris.

ChanYeol mengangkat tangannya dan meletakkannya di bahu Minji. ChanYeol menepuk pelan bahu Minji berusaha menenangkan gadis disampingnya itu.

Mereka berdua tidak menyadari kalau Kris sedang berdiri di sana menatap mereka tajam.

+++

Kris beridiri di samping tempat tidur tempat ayahnya terbaring lemah. Ia menatapnya penuh harapan, berharap agar pria paruh baya yang sudah terbaring selama sebulan itu bisa membuka matanya lagi, dan bisa tersenyum pada anak laki-lakinya itu.

Kris membetulkan selimut yang menutupi tubuh pria paruh baya itu. Ia membungkuk sebentar. “Aku pergi dulu. Annyeong hi-gyeseo”

Kris membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi keluar dari ruangan tempat ayahnya itu di rawat.

Langkah Kris terhenti saat melihat 2 orang yang ia kenal sedang duduk tak jauh dariruang rawat ayahnya. Ia kenal kedua orang itu – MinJi dan ChanYeol. Kris berjalan mendekati mereka. Kedua orang itu tidak menyadari kehadiran Kris disana.

“Dugaanku benar. Dia ayah Kris. Aku yang menabrak ayah Kris. Itu sebabnya kenapa Kris membenciku. Aku yang menabrak ayah Kris”

Kris menatap MinJi tajam. Tangannya terkepal.

“Sudah jelaskan kenapa aku begitu membencimu” suara Kris membuat MinJi dan ChanYeol sedikit terkejut.

MinJi langsung berdiri dari tempat duduknya. Ia menatap Kris. “Aku minta maaf”

Kris tersenyum hambar. “Aku akan terima kata Maafmu itu kalau itu bisa membuat ayahku terbangun” Kris melangkah pergi meninggalkan MinJi yang hanya bisa terdiam.

+++

Krystal – Gadis itu sedang sibuk membereskan kamar tidurnya. Ia merapikan meja belajarnya, memisahkah buku-buku miliknya menjadi dua bagian. Bagian pertama ia letakkan di atas meja dan bagian lainnya ia masukkan ke dalam kotak.
Hari ini Krystal berencana untuk meletakkan buku-bukunya yang sudah tidak ia gunakan di gudang. Karna kamarnya sudah banyak di penuhi buku.

Krytal mengangkat kotak besar dan agak berat yang berisi buku-bukunya itu keluar dari kamarnya. Krytal terus berusaha berjalan untuk mengangkat kotak berat itu.

Baru beberapa langkah ia berjalan, ia langsung di kejutkan oleh kehadiran Minho yang langsung merebut kotak berat itu dari tangannya. Minho tersenyum.

“Seharusnya kau minta tolong laki-laki untuk mengurus hal seperti ini” ucap Minho.

Krystal menatap Minho bingung. “Kau ini seperti hantu ya. Selalu muncul tiba-tiba”

“Aku bukan hantu, aku ini malaikat penolongmu. Aku akan selalu siap menolong Krystal Jung” Minho memainkan keningnya.
“Kalau kau butuh bantuan panggil saja aku. Aku pasti akan melakukan apa pun untuk menolongmu” Sambung Minho.

“Apa pun” Krystal menatap Minho serius. Minho mengangguk mantap.

Krystal menatap Minho dengan tatapan yang sangat sulit di artikan. Sepertinya Krystal punya sebuah rencana untuk memanfaatkan pria itu.

+++

Senin, 07.00 KST

SM Art School sudah mulai di ramaikan para murid yang satu per satu hadir di sekolah. Beberapa murid tampak ceria, bebrapa lagi tampak tidak bersemangat, dan sebagian bersikap biasa saja.

MinRi dan Sulli yang masuk dalam kategori murid dengan raut wajah ceria dan bersemangat pagi itu. Tapi Minji, seperti biasa ekspresinya tetap sama – datar.

“BaekHyun-ssi, Chen-ssi” teriak Sulli saat melihat kedua pria itu berjalan di depan mereka.

BaekHyun dan Chen yang mendengar nama mereka di panggil langsung berbalik menghampiri ke tiga gadis itu.

“Annyeong. MinRi-ah, kau tampak cantik hari ini” Puji BaekHyun.

“Jinjjayo” Wajah Minri langsung memerah begitu mendengar pujian dari BaekHyun.

“MinRi itu memang sudah cantik. Hanya saja dia kurang memperhatikan dirinya. Kalau dari dulu kau seperti ini semua pria pasti jatuh cinta padamu, termasuk Minho” ucap Sulli.

Jantung Minri langsung berdetak kencang begitu mendengar nama Minho di sebut. Benarkah apa yang Sulli katakan, apa benar Minho akan menyukainya. Pikir Minri.
+++

Bel sekolah baru saja di bunyikan. Para murid yang berda di luar kelas langsung masuk ke kelas mereka masing-masing.
ChanYeol langsung berlari masuk kedalam kelas, hamper saja ia terlambat. Ia langsung mengambil tempat duduk di samping MinJi. MinJi menatap pria itu sebentar dan setelah itu langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela.

“Selamat pagi” Suara guru Choi yang baru tiba di dalam kelas langsung membuat hening suasa kelas yang tadinya sangat ribut.

“Hari ini aku punya pengumuman penting untuk kalian. Ini tentang penilaian mingguan sekolah seperti yang pernah di beritahukan beberapa hari yang lalu” Guru Choi tersenyum.

“Penilaian pertama yaitu penilaian bernyanyi. Yang di nilai bukan hanya suara kalian tapi juga cara kalian menyampaikan lagu tersebut dan ekspresi kalian saat bernyanyi” sambung guru Choi.

Ruang kelas mulai di ributkan suara para murid yang saling berbisik.

“Sebelum itu aku minta kalian untuk maju kekelas untuk bernyanyi dan harus dengan ekspresi yang baik. Pertama aku ingin BaekHyun, KyungSoo dan JoonMyun untuk maju”

BaekHyun, D.O dan Suho pun maju ke depan kelas bersama. Mereka langsung menyanyikan sebuah lagu begitu guru Choi memberikan perintah.

Ketiga pria tampan itu selesai bernyanyi dan mereka kembali duduk ke bangku mereka masing-masing. Guru Choi kembali tersenyum.

“KyungSoo, BaekHyun, JoonMyun, kalian benar-benar sangat megagumkan. Vokal kalian sangat bagus, ekspresi wajah kalian juga sangat baik. Sekarang aku mau Luna dan SooJung untuk maju ke depan”

Dua orang yang di panggil langsung maju ke depan. Mereka berdua langsung bernyanyi setelah mendapatkan perintah dari Guru Choi.

Para murid memberikan tepuk tangan saat kedua gadis itu selesai bernyanyi.

“Luna-ah, kau memang punya suara yang hebat. Kau juga sangat bagus dalam menyampaikan lagu yang kau nyanyikan. SooJung-ah, suaramu bagus kau pandai bernyanyi. Tapi kau masih harus belajar untuk mengekspresikan wajahmu” Guru Choi menghembuskan nafasnya.

Ia kembali memandang kearah sekeliling kelas untuk mencari siapa selanjutnya yang akan ia tunjuk untuk bernyanyi.
Guru Choi kembali tersenyum. “Choi MinJi, aku minta kau maju. Sendirian tidak apa kan. Kau biasa tampil di televise, aku yakin kau bisa melakukan ini”

MinJi berdiri dari tempat duduknya dan melangkah ragu untuk maju ke depan kelas. MinJi berdiri dihadapan teman-temannya yang sudah siap untuk melihat penampilannya.

“Kau bisa memulainya MinJi” perintah guru Choi.

MinJi masih diam. Ia tidak melakukan apa pun yang di perintahkan oleh guru Choi. Para murid yang berada di dalam kelas mulai berbisik dan menatap MinJi bingung. ChanYeol dan MinRi menatap teman mereka itu penuh kekhawatiran.
MinJi mengarahkan pandangannya kearah Krystal yang sedang menatapnya tajam. Tatapan Krystal sangat tajam dan penuh dendam.

“Mianhe” ucap MinJi.

Guru Choi menatap MinJi khawatir. “Tidak pa-pa MinJi-ah, kau boleh kembali duduk. Kau bisa melakukannya lain kali”.
MinJi menundukkan kepalanya. Entah kenapa ia merasa benar-benar tidak bisa melakukan hal itu.

+++

Minri sedang duduk sendirian di kantin sekolah dan sedang menikmati cappuccino hangat miliknya. Dia tidak ditemani oleh Sulli atau pun MinJi. Sulli sedang sibuk dengan urusannya sedangkan MinJi, entahlah dia memang selalu menghilang.

MinRi di kagetkan dengan seorang pria tinggi yang tiba-tiba berdiri di hadannya. Pria tampan bermata besar itu tersenyum padanya, senyum yang hampir membuat MinRi tidak bisa bernafas. Pria bernama Minho itu langsung duduk dihadapan Minri bergitu saja.

“Kau sendirian. Dimana teman-temanmu?” Minho menatap Minri yang masih tercengang dan tidak menjawab pertanyaannya.
Minho memetikkan jarinya di depan wajah MinRi dan membuat gadis itu tersadar dan langsung mengontrol dirinya.

“Aku bertanya padamu”

“Mianhe. Tadi kau bilang apa”

Minho menghela nafasnya. Bisa stress dia kalau bicara dengan orang seperti ini. Pikirnya.

“Sudahlah, langsung ke intinya saja. Besok malam aku menunggumu di café dekat asrama, jam 8 dan jangan terlambat, Arra” Minho langsung berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan MinRi yang dilanda kebingungan.

“Café dekat asrama, jam 8 malam. Apa dia mengajakku berkencan” MinRi langsung membulatkan bola matanya. “Kencan”

+++

Minri mengambil langkah panjang menyusuri koridor asrama. Di koridor ia bertemu dengan Sulli. Tanpa persetujuan Sulli, Minri langsung menarik tangan Sulli dan membawa gadis itu masuk kekamarnya. Didalam kamar ada MinJi yang sedang duduk sendirian diatas tempat tidurnya, ia membaca buku, entahlah buku apa.

Minri langsung megambil tempat duduk di tepi tempat tidur MinJi, dan diikuti oleh Sulli. MinJi langsung menutup buku yang ia baca dan menatap kedua gadis didepannya itu dengan raut wajah bingung.

“Aku tidak sedang bermimpikan” Ucap Minri tiba-tiba.

MinJi dan Sulli mengerutkan dahinya.

“Ini bukan mimpi. Ini nyata! Kalian tau, saat aku makan siang di kantin tiba-tiba Minho datang, dia duduk didepanku” MinRi menarik nafasnya. “Dia bilang, dia menungguku di café dekat asrama, jam 8 besok malam” Minri menatap Sulli dan MinJi dengan tatapan berbinar-binar.

“Jinjjayo?!” Sulli membulatkan bola matanya.

MinJi hanya memandang datar kearah MinRi. “Benarkah. Mungkin dia menyukaimu” MinJi menyandarkan tubuhnya disandaran tempat tidur miliknya.

“Apa Minho menyukaiku” MinRi menatap MinJi serius. Dan Sulli menganggukkan dengan penuh semangat.

Raut wajah MinRi berubah menjadi sangat bahagia. MinRi terus tersenyum. Ia benar-benar berpikir kalau Minho memang menyukainya.

+++

Seorang pria paruh baya sedang memasuki gadung sekolah SM Art School. Pria itu memandangi geduang sekolah itu sebentar, dan kemudian ia masuk di ikuti seorang pria yang menjabat sebagai asistennya.

Begitu sampai didalam sekolah pria paruh baya itu langsung mengambil ponsel dari sakunya dan langsung menempelkan benda itu di telinganya setelah memencet tombol di ponsel touch screennya.

“Yobeseo… Aku sudah di sekolahmu, bisa kau temui aku sekarang…” Pria itu kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku setelah mengakhiri pembicaraannya.

“Abeoji” suara seorang gadis muda mengejutkan pria paruh baya itu. Pria paruh baya itu menatap dengan raut wajah kaget bercampur bingung.

Apa yang dilakukan gadis itu disekolah ini, kenapa dia berada disini. Pria paruh baya itu benar-benar sangat terkejut. Gadis itu, anak kandungnya dari istri keduanya.

+++

MinJi berjalan santai menyusuri koridor sekolahnya yang tampak sepi. Para murid masih berada didalam kelas mereka untuk mengikuti pelajaran tentunya. Tapi MinJi, gadis itu sedang tidak ingin berada didalam kelas dan dia memilih untuk membolos.

Raut wajah MinJi berubah kaget saat melihat seorang pria paruh baya yang ia kenal masuk ke sekolahnya. Ia menatap Pria itu penuh tanya. Apa yang dilakukannya disini, pikir MinJi.

MinJi langsung mendekati pria yang sudah sangat ia kenal itu.

“Abeoji” panggil MinJi. Pria paruh baya itu langsung menoleh mendengar panggilan itu dan mentapnya heran.

“MinJi-ya. A-apa yang k-kau lakukan disini?” Pria paruh baya yang ternyata adalah ayah kandung MinJi itu bertanya padanya dengan nada terbata.

“Aku bersekolah disini sekarang, kau pasti tidak taukan. Kau kemana saja, perusahaan bangkrut dan kau pergi begitu saja meninggalkan anak perempuan dan istrimu. Tega sekali” ucap MinJi begitu saja. Ia bahkan tidak peduli kalau ia sedang berbicara dengan ayahnya.

“MinJi-ah, aku tidak bermaksud meninggalkan kalian. Aku sudah banyak mendengar berita tentangmu, aku sangat menyesal” Pria itu berusah memeluk MinJi, tapi MinJi malah menepis tangan pria itu.

“Tuhan masih berpihak padaku dan Ibu. Aku mendapat tawaran casting dan diterima. Sebenarnya aku tidak tertarik, tapi keadaan memaksaku untuk melakukan itu” MinJi menghembuskan nafasnya. “Kenapa aku malah menceritakan hal ini” MinJi menatap pria paruh baya itu dengan tatapan kesal.

“MinJi-ah, Abeoji benar-benar sangat menyesal. Selama ini Abeoji pergi demi untuk mengembalikan perusahaan agar bisa bangkit kembali”

“Choi SeoJoon, Ternyata perusahaan lebih penting buatmu dari pada anak dan istrimu. Sudahlah, kalau kau masih menganggap kami keluargamu datanglah temui Eomma dan minta maaf padanya” MinJi langsung melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan ayahnya yang hanya bisa terdiam memandangnya.

+++

Minho mengambil langkah panjang menyusuri koridor sekolah. Minho baru saja meminta ijin untuk keluar kelas sebentar, ia ingin menemui ayahnya yang sudah menunggunya cukup lama.

Langkah Minho terhenti begitu melihat ayahnya sedang berbicara dengan seorang gadis yang ia kenal – Choi MinJi. Minho memperhatikan kedua orang itu dengan serius dan berusaha mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.
Minho sedikit terkejut saat mendengar pembicaraan kedua orang itu.

“Mwo? Abeoji?” Gumam Minho.

Begitu melihat MinJi mulai melangkah pergi dan memastikan gadis itu sudah tidak berada disana, Minho langsung bergegas mendekati pria paruh baya yang notabene adalah ayahnya itu.

“Minho” kagetnya saat menyadari anak lelakinya itu berada didekatnya.

“Aku sudah dengar semuanya, aku mengerti, kau tidak perlu menjelaskannya. Aku tau kau punya istri lagi selain Eomma, tapi kau tidak pernah bilang kalau kau punya anak perempuan” Minho menatap ayahnya itu dengan tatapan bertanya.
SeoJoon menghela nafasnya. “Maafkan aku” ucapnya.

“Jadi mantan artis terkenal itu adikku. Syukurlah aku mengetahuinya sekarang” Minho memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.

“Ya sudah, aku harus pergi sekarang. Aku kesini hanya mau mengetahui keadaanmu. Tadi aku juga baru dari pemakaman, kalau kau ada waktu datanglah kesana” SeoJoon menepuk bahu Minho pelan.

Minho mengangguk pelan. Ia terus menatap punggung SeoJoon yang tak lam menghilang dibalik pintu. Minho menghela nafasnya, tidak bisa dipercaya. Ia masih punya seorang adik perempuan yang sedarah dengannya.

+++

MinJi masuk kedalam sebuah gedung rumah sakit. Tanpa mempedulikan beberapa orang yang memperhatikannya MinJi terus berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan langsung masuk kedalam sebuah kamar rawat yang hanya ada seorang pasien didalamnya.

MinJi membungkuk kearah pria paruh baya yang terbaring lemah diatas tempat tidur itu.

“Annyeong haseo Ajussi, Choi MinJi imnida” ucap MinJi memperkenalkan dirinya. Tapi tidak ada respon dari pria paruh baya itu. Tentu saja, pria itu sedang koma dan entah kapan ia bisa membuka matanya.

“Ajussi, pasti kau membenciku, aku sungguh minta maaf atas perlakuan bodohku, aku yang membuatmu seperti ini, aku bisa terima jika kau membenciku” MinJi menghembuskan nafasnya.

“Anakmu juga sangat membenciku, kurasa itu yang pantas aku dapatkan. Aku sungguh-sungguh minta maaf atas semuanya.

Aku berjanji, aku akan terus datang kesini setiap hari sampai kau bisa membuka matamu lagi” sambung MinJi.

MinJi tiba-tiba saja tersenyum. Senyum yang tidak pernah ia tampakkan sebelumnya. Pertama kalinya MinJi tersenyum seperti ini.

+++

Kris menyusuri koridor rumah sakit. Pria itu melangkah dengan santai. Pria itu masih mengenakan seragam sekolah lengkap. Masih pukul 12 siang, sekolah belum berakhir, itu artinya Kris membolos.

Kris sudah memgang handel pintu ruang tempat ayahnya dirawat, dan siap membuka pintu. Kriss mengurunkan niatnya itu saat melihat seorang gadis yang ia kenal sedang berdiri ditepi tempat tidur ayahnya – MinJi.

Kris terus memperhatikan apa yang gadis itu lakukan. Kris berniat masuk kedalam dan menarik gadis itu untuk kelaur dari kamar ayahnya dirawat. Ia benar-benar tidak ingin melihat gadis itu disana. Kris menarik nafasnya. Ia kembali mengurunkan niatnya saat melihat ekspresi wajah berbeda dari gadis itu.

Kris tidak percaya apa yang ia lihat, MinJi tersenyum. Dan yang lebih ia tidak percaya, ia terpesona dengan senyuman gadis itu. Jantungnya berdetak tak karuan. Entah apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Kris sendiri bahkan tidak mengerti.

Kris berusaha menenangkan dirinya. Ia menghembuskan nafasnya berulang-ulang. Saat ia mulai merasa tenang, Kris langsung membuka pintu. MinJi yang menyadari ada kehadirian orang lain disana langsung menoleh.

Raut wajah Minji berubah sangat terkejut saat mengetahui siapa yang datang. MinJi langsung terdiam. Ia tau betul bangaimana Kris membencinya. Ia yakin kalau sebentar lagi Kris pasti akan mengusirnya keluar.

.

.

.

TBC

-Next Chap-

“Kau taukan kalau aku membencimu, jadi bisa tidak kau jangan sering muncul dihadapanku”

“Ya! Kris, apa yang kau lakukan”
“Tidak sopan bersikap seperti itu pada oppa-mu ini”

“Kau tidak berkomentar. Aku akan mencari MinJi dan mengucapkan terima kasih padanya. Berkat anak itu sekolah kita bisa terlihat”

“MinJi-ah” Minho menggoyang-goyangkan tubuh MinJi tapi gadis itu tidak bangun juga.

“Mwo? Sejak kapan kau jadi perhatian pada MinJi, dia bukan siapa-siapamu. Apa jangan-jangan kau suka padanya”
“Anniyo. Jangan bicara sembarangan. Kau cemburu ya”

“ChanYeol-ssi”

“Dari nada bicaramu sepertinya kau tidak suka aku bertanya tentang MinJi. Kau cemburu ya”

“MinJi, Krystal”

“apa kau tidak ingin kembali kedunia yang pernah membuatmu dikenal orang-orang, dunia yang membuatku mengenalmu dan menyukaimu?”

“Aku takut! Aku takut akan merebut posisimu lagi!”
“Merebut posisiku? Kau percaya diri sekali kalau kau bisa menglahkan kemapuan bernyanyiku…”

“Kalian bisa ajari aku bernyanyikan!”

Foto MinJi dan Krystal yang tersenyum bahagia. Miho membalik foto itu dan menatap sebuah kata yang tertulis disana – Friends.
“Friends”

Taaaraaaaaa! Gimana Chap.3-nya, pasti ceritanya makin gaje dan hancur banget, Jeongmal Mianhe. Jangan Lupa Leave comment ya, Gamsahamnida^^

7 thoughts on “Twinkle Little Star – Chap.3

  1. Kyaaa kayaknya bakalan banyak cinta segitiga disini
    Kasian bgt chanyeol klo smpe omgggg
    Sini chanyeol sama aku aja
    #abaikan
    Aku suka bgt sama ni ff
    Terusin ya minn yuhuuuu

  2. eonni~!! aku datang ^^

    aku mau komen ceritanya dulu deh._.

    akhirnya aku tau penyebab minho dan kris menjadi rival. Krystal! gadis itu menyukai kris tapi kris tidak, justru minho yg suka krystal. sebenarnya aku mau ngakak baca narasi yg itu, krystal naksir kris bla bla bla😀 *ga tau kenapa lucu aja*

    kasian minri T.T sepertinya dia akan patah hati lebih dalam lagi.. aargghh minho!! tega sekali kau!
    dan minho membuat saya jealous dengan sikapnya yang sangat baik terhadap krystal. minho, pilih dia atau aku? *nodong pake pisau* #abaikan

    sepertinya kris sudah jatuh cinta pada minji karena senyumnya. dan minji baru pertama kali senyum seperti itu. wow! tapi chanyeol? kasian diaaa. kira-kira minji milih siapa ya?._.a

    daaannn, apaaa?! minji dan minho ternyata sodaraan? sesuatu yang benar-benar mengejutkan.

    raut wajah saya pun berubah ketika meliat tulisan TBC!
    aahhh eonni, sukses bikin saya penasaran lagi. lanjutannya sepertinya seru sekali! asap ya unn.. hehe ._.v

    mengenai tulisannya~
    masih ada typo eonn, trus menurut aku alurnya kecepetan. atau mungkin akunya yg merasa cerita ini kependekan..

    aaahhh pokoknya next part mau yang panjaaaaanng dan asap😀

    hwaiting eonni ~^^!! komen saya gak sepanjang biasanya ya? tadi mati lampu sih terus laptopnya mati dan buyarlah komen saya *curhat*

    hidup mahasiswa(?)~!!

    • Rima datang /kaboor *eh.

      Akhirnya Eon bisa balas komen juga.

      Haha, eon juga mau ngakak pas nulis bagian itu, lol

      #PoorMinri

      Cinta Segitiga Kris-MinJi-Yeol
      Eon galau, MinJi bagusnya sama siapa ntar.

      Eon juga agak kaget kenapa MinJi dan Minho sodara (?) *authorBego

      Typo-kan lucu, hehhe
      Kecepatan ya, buru-buru soalnya.

      Kamu tiap komen selalu panjang dan rusuh, tapi gk pa-pa biar rame hehhe.

      Gomawo Rima^^

      • hyaa~ kenapa unn kabur -__-a

        yeyyy, akhirnya komen saia dibales *apabangetdah*

        berasa bikin komedi gt unn XDD

        unn jgn galau, ntar lanjtannya lama lagi U,U

        lucu?! waw, ikut typo ahhhh #plakkkhh

        memang unn, kalo gak rusuh rasanya gak puas aja gtu~

        sama sama unn, ditunggu KAT nyaa.. hhe #modus

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s