Two Moons (Chapter 1)

Two Moons – Reiga x Luhan x Sehun
By Neex

Author          : Neex

FB : Raeni Irianto

Twitter : @realshawol25

WordPress : shineexokm17@yahoo.com

Title                : Two Moons

Main Cast     : Xi Luhan, Reiga (OC/Luhan twins)| Oh Sehoon

Other Cast    : find by your self

Genre             : think by your self

Rating            : PG-15

P/S                 : The main cast is belong to GOD, his parents, and SM Entertainment. And this story is my mine^^

Annyeong!!!!

Sebelumnya terimakasih sekali buat OWNER page ini!!!! Sudah memberi saya kesempatan buat nulis dan post FF di page ini

*peluk Ojin eonnie.

Ohya… kenalkan~ Neex Lee imnida~ Bisa panggil Neex ajah… *this is my nickname~

Admin Neex bawa nih FF tapi dalam bentuk chapter! ada yang mau baca silahkan! Tapi jangan lupa buat komennya ne!

Kalau kalian para readers baca, terus komen, admin akan post part selanjutnya^^

SO~ Read this FF^^

WARNING!!! THIS IS A BOY X BOY LOVE STORY^^

NEEX WORLD

Chapter 1

Kami itu… kembar…

Serupa… tapi tak sama…

Dilahirkan dan dibesarkan

Secara bersamaan…

Hanya sesuatu dari luarlah…

Yang membedakan kami…

“Woah… anakmu terlihat cantik sekali! Sayangnya mereka berdua seorang namja..”

“Hmm! Itu kemauan suamiku.. Yang lebih memilih anak laki-laki sedangkan aku perempuan. Jadilah… kami berdua mendapat keadilan. Anak kami seorang namja, kembar pula lagi! dan memiliki paras yang cantik… yeppeo namja..”

“Ye… yeppeo namja…”

Kami memang kembar…

Selalu mendapatkan apa yang kami inginkan…

Dan itu selalu saja sama dan tak ada perbedaan…

Hanya saja…

Sesuatu dari luarlah yang membedakan kami…

“Kyaa!!! Kau lihat itu?! Sepasang saudara kembar yang sangat tampn!”

“Aigoo… demi Tuhan! Mereka layaknya malaikat yang tersesat dibumi!”

“Neomu meotcheo!”

“Kyaa!!! Sarangheyo!!!”

Itulah beberapa teriakan histeris dari beberapa yeoja disebuah sekolah Hyundai High School di Seoul. Bukanlah hal yang aneh jika hal itu sering terjadi dikalangan para yeoja disekolah itu untuk meneriaki sesuatu yang sangat di Idolakan disekolah tersebut.

Sebut saja orang itu adalah Reiga dan juga Luhan. Sepasang saudara kembar yang memiliki paras diatas rata-rata. Banyak yang bertanya soal Reiga yang lebih memilih nama berkhas Jepang ketimbang China negara kelahirannya sendiri, tapi itu sama sekali tidak diambil pusing oleh para penggemar mereka.

Srek~

“Pulang sekolah nanti… bilang pada eomma aku akan kerumah temanku..”

“Terserah…”

Mereka memang kembar. Tapi tak ada yang tau tentang mengapa mereka berdua jarang sekali terlihat bersama barang sekedar berbincang-bincang ataupun melakukan hal yang biasanya dilakukan para saudara kembar.

Reiga yang 7 menit lebih tua dari pada Luhan, memiliki sifat yang santai dan juga terkesan dingin. Namja ini lebih menyukai hal-hal yang langsung pada intinya dari pada berbasa-basi.

Sedangkan Luhan, ia cenderung pendiam dan menutup diri. Iaselalu terlihat murung dihadapan orang-orang yang dapat membaca raut wajahnya. Luhan lebih suka menyendiri dan melakukan segala hal dengan sendirinya. Dan itu selalu membuat Reiga merasa tak berguna sebagai ‘gege’ dimatanya.

Kami adalah saudara kembar…

Serupa tapi tak sama…

Aku… dan kembaranku…

Sebenarnya…

Kami berdua ini siapa?…

 

“Huh? Reiga… kemana adikmu?”

“Eoh… mungkin dikamar… atau…”

“Panggil adikmu dan makan sianglah bersama…”

“Ne eomma…”

Namja berparas cantik nan tampan itu meninggalkan ruang pribadinya yang diisi oleh beberapa peralatan alat musik seperti halnya gitar, drum, keyboard, dan beberapa alat musik lainnya. Ya.. Reiga memang menyukai musik. Bahkan ia sudah memiliki sebuah band bentukannya sendiri dan terdiri dari anggota beberapa teman-temannya sendiri disekolah.

Oh ya… Reiga cenderung bersifat bersahabat dan juga hyperaktif. Jadi, jangan heran.. jika ia sering terlihat mengerikan dan menggemaskan disaat bersamaan saat ia memulai aksinya dengan para grup band nya.

Tok..

Tok..

“Luhan-ahh… Makan siang sudah jadi.. Eommoniem memasakan makanan kesukaanmu…”

Namja itu mendesah pelan kemudian kembali mengetuk pintu kamar Luhan sambil sedikit bersenandung kecil melantunkan suara musik yang mengalir di earphone yang terpasang disepasang telinganya.

Srek…

“Hmm?…”

“Kajja…”

“Ya! Luhan. Kau mau berpenampilan seperti itu?”

Betapa kagetnya Reiga mendapati adiknya yang hanya memakai celana piyama dan baju singlet transparan berwarna hitam menampilkan dada serta purut datar yang samar milik Luhan.

“Aku kepanasan… tidak biasanya kau peduli..”

Kalimat terakhir sebelum akhirnya Luhan mendahului Reiga dan berjalan menuruni anak tangga.

Reiga masih saja shock melihat adik cantiknya yang terlihat polos itu menjadi terlihat menggoda imannya dalam sekali memandang.

“Aish!! Apa yang kau pikirkan!!”

Reiga tersadar dari lamunan singkatnya dan mengacak-acak rambutnya. Kemudian ia berjalan kearah ruang makan dan makan siang bersama Luhan. Eomma serta appanya terkenal dengan berbagai macam kesibukan. Hanya untuk kali ini Eomma mereka menyisahkan waktu untuk memberikan asupan kepada anak kembarnya.

“Kenapa memandangku seperti itu?..”

Entahlah… apa yang terjadi pada diri Reiga. Ia terlihat sangat kacau dengan rambutnya yang biasanya tertata dengan rapih kini berantakan. Menambah aksen cool didalam dirinya.

Luhan yang sedari tadi makan dengan tenang menghentikan kegiatan mengunyahnya dan berdiri dari tempatnya duduk.

Tap..

Tap..

Tap..

“Tidak biasanya kau terlihat buruk..”

Tidak!

Astaga!

Reiga tersentak kaget ditempatnya mendapati Luhan sedikit membungkuk dihadapannya sambil merapikan helaian rambutnya yang berantakan. Tahukah kalian apa yang membuat Reiga begitu kaget dengan perlakuan Luhan?

“Igeo.. tanda merah ini apa?”

Ujar Reiga dengan suara bergetar. Matanya melotot kaget dengan bibir yang masih bergetar tak karuan. Luhan yang ditanyai seperti itu hanya mendesah pelan kemudian menjauhi ruang makan. Entahlah, namja cantik itu malas membalas pertanyaan gege nya.

“Ya! Luhan!”

Tap…

Tap…

Tap…

“Aku sedang bertanya padamu..”

Sebagai kakak, Reiga tak ingin membentak adiknya itu. Luhan yang diam ditempatnya hanya memberi respon mendesah keras dan menghempaskan pegangan Reiga dipundaknya kemudian melanjutkan langkahnya menuju kekamarnya.

“Ada apa dengannya?…”

Tentu saja Reiga dibuat bingung dengan tanda berwarna merah menyala dileher Luhan. Namun namja cantik itu hanya bisa mengendikkan pundaknya dan kembali memakan makan siangnya

Kami itu memang kembar…

Kembar… yang aneh…

Banyak yang memuji…

Hanya karena kami memiliki segalanya…

Seorang namja cantik nan anggun tengah berada diantara himpitan dinding dan juga seorang namja tampan didalam ruangan tempat olahraga basket.

Namja tampan itu terlihat begitu menggairahkan dan juga kelihatan… lapar?. Entahlah. Yang jelas ia terlihat ingin memakan Luhan saat ini juga.

“Apa?…”

“Hhh!”

Chu~

Hanya ucapan singkat yang keluar dari bibir mereka masing-masing sampai akhirnya kedua bibir itu bertemu dan bergulat satu sama lain dan tak ada yang ingin mengalah.

Kecupan.. ah.. tepatnya lumatan panas dan juga basah dari keduanya benar-benar menggairahkan.

Sang namja tampan bertubuh atletis itu menyudahi peperangan antar lidah mereka dan menjalari leher jenjang milik Luhan. Sungguh manis, pikir namja tampan itu.

Namun dari raut wajah Luhan, bukannya ia menikmati ataupun pasrah. Tapi ia sedang memancing sebuah korban yang sebentar lagi akan ia miliki.

Brakk!!

BINGO~

Sebuah senyuman tipis nan anggun tertera diwajah manis milik Luhan. Baru saja ia memikirkan tentang korbannya ternyata sudah ada didepan mata.

Namja tampan yang tadinya tengah sibuk menandai beberapa kissmark dileher Luhan berhenti seketika dengan raut wajah yang terlihat geram.

“Mi… Mianhae.. aku tak sengaja.. jeongmal mianhae..”

Seorang namja. Ya seorang namja berpenampilan layaknya seorang kutu buku. Penampilannya dilengkapi dengan kaca mata berbingkai tebal nan besar, rambutnya yang tertata dengan rapi dan mingkilat, seluruh kancing baju seragamnya dikancing sampai lehernya.

Dan satu hal.. itu yang menjadikan Luhan tertarik untuk menjadikan namja itu sebagai korbannya.

“A.. aku akan pergi..”

“Chankaman!”

“Lu..han?”

Sang namja tampan memandang Luhan tak percaya. Lain halnya dengan namja culun yang berdiri tak jauh dari mereka yang tengah merapikan tata letak kacamatanya dengan tangan yang bergetar karena gugup.

“Mianhae Kyu.. memang tidak sepantasnya aku bersamamu.. Kau lebih serasi dengan Heechul-nim.. annyeong..”

Dan setelahnya, Luhan berlari meninggalkan namja bernama Kyuhyun itu menuju kearah namja yang kini mematung gugup didekati salah satu kembar namja cantik yang terkenal disekolahnya.

“Aigoo.. kelihatannya berat, aku bawa sebagian ya..”

Tak ada penolakan. Namja culun itu hanya mengangguk mengiyakan dan berbalik arah meninggalkan ruangan itu mengikuti langkah Luhan yang sudah berada didepannya.

Sedangkan Kyuhyun? Entahlah, namja itu mungkin akan gila setelah ini.

Kami adalah saudara kembar…

Yang selalu dikasihi dan disayangi…

Apa karena kami memiliki segalanya?…

Atau karena mereka memang tulus mencintai kami?..

Prang~

Prang~

“Hufft! Bosan!”

“Yak! Byun Baek Hyun! Mau sampai kapan kau mengeluh terus, eoh?”

Sepasang kekasih -namja cantik nan imut dan juga namja tampan tengah melakukan perdebatan kecil hanya diawali dari sebuah latihan band yang tak kunjung selesai.

“Okay.. kalau memang ingin istirahat… Mau pesan apa?”

“PIZZA!”

“Aniya.. nanti kau gemuk, Byunnie…”

“Gemuk? Aku kering begini, kau bilang aku gemuk?!”

“Sudah! Kita pesan Pizza 3 dengan berbeda macam topingnya dan..”

Kruyuk~

“Ahh.. sudah biar aku yang memesan..”

Seorang namja tampan –juga- berdiri dari tempatnya yang sedari tadi mengetes nada pada gitar listrik blue metalic miliknya dan menengahi pertengkaran kecil yang terjadi pada sepasang manusia –yang menurutnya aneh.

“Oh ya.. Luhan mana, Reiga?”

Tanya namja tampan itu setelah baru saja selesai memesan delivery fast food langganan mereka semua.

“Entahlah.. sudah 20 menit dari jam biasanya ia pulang sekolah dan sekarang tak kunjung pulang. Mungkin.. ia ada kerja kelompok. Memangnya ada apa, Kai?”

“Aniya..”

“Kai~ aku lapar..”

“Aigoo… nae chagiya lapar, eoh? Yang sabar ne…”

“Hmm!”

“Ishh! Kyungsoo! Kau manja sekali!”

“Biarin! Kau juga sering bermanja-manjaan dengan Baekhyun! Dasar Chanyeol pabo!”

“Mwo?!”

“SUDAH DIAM!!!”

Teriakan dari Baekhyun menghentikan perdebatan Kyungsoo dan juga Chanyeol –kekasihnya- otomatis kedua namja itu mematung ditempatnya dan diam.

“Kalian ini berisik! Aku juga lapar! Apa mau kalian kumakan sekarang juga, eoh?!”

Baekhyun terlihat murka dimata Kyungsoo dan Chanyeol. Namun lain halnya dengan Reiga dan Kai yang hanya bisa nyengir sambil menggaruk kepala mereka yang tak gatal.

Krek~~

“Eoh? Itu mungkin Luhan.. aku lihat dulu ya..”

Dengan langkah cepat, Reiga menuju keruang utama dirumahnya ingin memastikan bahwa yang baru membuka pintu rumah itu Luhan atau bukan.

“Ternyata aku benar.. Luhan.. kenapa kau terlambat..”

Reiga menghentikan kalimatnya kala ia melihat tanda merah yang sama dengan beberapa hari lalu dileher Luhan. Bukan hanya 1 atau 2 melainkan hampir memenuhi leher putih adiknya itu.

“Sudahlah.. aku lelah.. bukankah kau ada latihan band?..”

Baru saja beberapa langkah dibelakang Reiga, Luhan membalikkan badan dan mengatakan sesuatu pada Reiga kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.

“Aigoo! Kenapa sampai lupa?!”

Satu tepukan didahinya kemudian berjalan keluar rumah dan mendapati 2 orang berbeda seragam yang mengantarkan pesanan mereka beberapa menit lalu.

“Kamsahamnida…”

Bingung mengapa tak ada pembantu dalam kediaman keluarga mereka? Alasan utamanya, karena kedua orang tua mereka ingin mereka berdua mandiri. Kedua, karena ingin mempererat ikatan kekeluargaan. Dan terakhir.. eomma mereka tidak mudah percaya dengan orang baru.

Bahkan saat Reiga dan Luhan masih berumur bulanan, eomma mereka tak menyewa seorang babysitter. Bahkan appa nya juga rela membawa salah satu dari mereka ikut bekerja diperusahan milik keluarga mereka.

Mereka memang sering dimanjakan dengan fasilitas yang mewah dan kebutuhan yang tinggal diminta. Namun, tak ada diantara mereka yang tumbuh menjadi anak yang manja.

>>>

Ping~

From Luhan :*

Ada kegiatan?

Degh!

Hanya sebuah pesan singkat dari Luhan membuat namja bermata sendu itu terbelalak kaget ditempatnya. Tangan kanannya yang memegang ponsel yang menampilkan pesan singkat dari namja manis Luhan mengiriminya sebuah pesan.

Heran, mengapa bisa namja manis itu mengetahui nomor ponselnya dan.. gosh.. bahkan sudah tertera diponselnya dengan kontak bernama ‘Luhan :*’.

Seingatnya, ia tak pernah meminta bahkan diberikan nomor ponsel namja cantik itu. Atau jangan-jangan, namja cantik itu sendiri yang memasukkannya saat ia sibuk mengembalikan beberapa buku pinjaman keperpustakaan beberapa hari lalu?

Ahh.. sudahlah. Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah, apa yang harus ia balaskan pada namja cantik ini.

Ping~

From : Luhan :*

Aku ada didepan pintu apartmenmu.

Bukakan~ aku kedinginan..

Buk!

Bukan hanya ponselnya yang terjatuh dari genggamannya karena tangannya bergetar hebat, melainkan tubuhnya juga ikut terjatuh kelantai beralaskan karpet berbulu halus dikamarnya.

“Hh… hhh… hh.. jinjja… apa yang harus kulakukan?”

.

.

.

.

.

TBC~

.

.

.

.

HUWAAAA!!! FF apaan nih???!!!! *sujud ala MAMA

Mianhae HunHan-nim! Aku tidak tau harus memberi karakter seperti apa pada kalian!

huhuhuhuh…… *nangis dipelukan HunHan-nim.

Sehun : Aigooo tenanglah…

Luhan : Ne.. Tenanglah.. Ehem! YAK READERS! RCL jangan lupa ne! Jangan membuat dede tercintaku menangis!

Sehun : Betul itu! Habis baca jangan lupa RCL!!!

RCL~

Neex_Lee

4 thoughts on “Two Moons (Chapter 1)

  1. Thor ceritanya menarik nih, sayang kalo gabdi lanjut hahaha.
    Namja culun itu sehun ya? Hahaha
    Penasaran nih bakal gimana kelanjutannya.
    Di tunggu ya thor chap 2 nya🙂

  2. like this…… mau hunhan dong #ngiler# itu si luhan tumben bgt jadi orang dingin, biasanya dia jadi orang polos sm bawel. hemm jadi penasaran. lanjut thor! jebbaaaalllll…. update kilat, ne?

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s