Avalon (Chapter 1)

Title                   : Avalon

Author             : @kanianana

Main Cast        :

Byun Baekhyun (EXO)

Lee Hara (OC)

Length             : Multi Chapter

Gener              : AU, Fantasi, Family, Romantic.

Ranting            : PG-13

Note                :

Hai hai haaiii aku athor baru disini ^^. Ini cerita pertama aku yang aku bikin. cerita ini sebenernya udah lamaaaaa banget aku bikin dan mungkin cerita kyak gini udah banyak di pasaran. Tapi ini ff murni dari otak aku lohh sungguh. Oh iya FF ini pernah aku publis juga di blog lain dengan judul  The Legend Of Knight. maaf yaa ntar kalo banyak typo yang bertebaran.

selamat membaca ^^

AVALON


******

Seorang anak kecil berjalan menuju pria separuh baya yang sedang duduk di depannya. Boneka kelinci putih di tangannya ikut bergoyang-goyang mengikuti langkah anak kecil itu.

“ayah, ayah mau kemana?” tanyanya polos.

“ayah ingin berkelana hara” kata pria itu sambil mengelus pipi putrinya yang cantik itu.

“apa ayah aka pergi jauh? Apa ayah meninggalkan hara? Kapan ayah akan pulang?” pertanyaan itu muncul bertubi-tubi dari mulut manisnya. Mendengar hal itu sang ayah hanya tersenyum getir, di peluknya putri semata wayangnya itu lalu iya kecup pucuk kepalanya penuh dengan penuh kasih sayang.

“hara… ingat ya ayah sangat mencintaimu, ayah sangat-sangat mencintaimu” kata sang ayah setengah berbisik di kuping anaknya terdengar nada berat dari getaran suaranya.

“aku tau ayah, aku juga sangat-sangat mencintai ayah” di peluknya kembali sang ayah. tiba-tiba sang ayah mengeluarkan sebuah kalung dengan kristal hijau sebagai liontinnya.kristal itu memiliki enam sisi dan ujung yang lancip.

“ini buat Hara, agar Hara selalu ingat dengan ayah, kelak kristal ini akan membantumu membuka jalan takdirmu” katanya sambil memakaikan kalung itu.

“ membukakan jalan takdir? Apa kristal ini merupakan kunci?”

“iya Hara kristal ini adalah kunci takdirmu, jaga baik-baik harta karun ayah ini ya Hara”.

“ayah..” panggil sang anak “ayah akan pulang kan? Ayah janji kan?” sunyi tiba-tiba melanda di antara mereka

“iya Hara ayah janji”.

Lalu sejak saat itu sosok laki-laki itu tidak pernah terlihat lagi.

*****

Malam itu, saat matahari belum datang menyapa dan saat setiap penduduk kota Bilivia belum memulai kegiatannya masing-masing, seorang gadis sudah terbangun dari tidurnya. Di lihatnya jam yang terpasang di dinding ‘pukul 2 pagi’ katanya berguman. Lee Hara, itulah nama gadis itu. ‘kenapa aku bermimpi hal yang sama lagi?’. ‘apakah ini sebuah pertanda?’ tanyanya yang lebih terarah untuk dirinya sendiri. Pagi ini ia terbangun untuk ketiga kalinya karena mimpi yang sama. Mimpi tentang ayahnya, dongeng tentang anak legenda dan potongan-potongan gambar yang tak ia mengerti sama sekali.

*****

“Hara, ayah punya sebuah cerita untukmu” kata sang ayah.

“apa ayah? apa?” mata anak itu berbinar-binar ingin tau.

“ayo sini tidur di kasurmu” anak itu-pun segera berlari ke  kasurnya dan mengambil posisi yang nyaman.

“Zaman dahulu kala, duluu sekali, hiduplah 6 orang malaikat. Mereka tinggal di atas sana. Mereka di tugaskan untuk menjaga kita manusia. Namun tiba-tiba seorang iblis yang sangat jahat datang, ia ingin menguasai bumi kita ini. Hanya saja ia tidak bisa karena ada 6 malaikat pelindung kita itu. Lalu iblis itu mematahkan setiap sayap mereka hingga akhirnya mereka semua jatuh ke bumi kita ini. Dan mereka pun terjebak tak bisa kembali ke tempat mereka berasal”

“lalu apa yang terjadi ayah? apa?” kata anak kecil itu menyela, penasaran

“sang iblis kira, ia sudah menang namun ia lupa bahwa masih ada permata kehidupan yang menjaga kita. Sang iblis itu akhirnya mencari permata itu namun tidak juga ketemu. Rupanya permata itu telah di sembunyikan oleh para malaikat saat iblis itu datang”

“lalu dimana para malaikat itu menyembunyikan permata itu? dimana?” lagi-lagi sang anak menyela ingin tau

“sabar Hara cantik” kata sang ayah mencubit hidung anaknya itu

“ayah juga tidak tau dimana permata itu di sembunyikan. Tapi katanya permata itu di simpan oleh seorang gadis penjaga dan sang iblis tidak tau akan hal itu. iblis terus mencari dan mencari permata itu. Saat sang iblis sudah mulai lelah mencari, ia menemukan jalan lain untuk dapat menguasai bumi ini. Saat planet-planet berada pada satu garis di situlah kegelapan total akan terjadi dan kekuatan sang iblis akan meningkat dan ia-pun dapat menguasai bumi ini”

“kapan itu akan terjadi ayah?”

“ayah juga tidah tau Hara” kata sang ayah menerawang.

“masa ayah tidak tau sih?” kata anak kecil itu memasang muka yang di lipat-lipat kesal

“sekarang sudah malam kau harus mulai tidur Hara” kata sang ayah sambil mengecup kening anaknya dan mematika lampu.

*****

“Pagi nona Hara tumben sepagi ini nona sudah bagun” sapa bibi Jo.

“waah waah tumben sekali nona Hara sudah terlihat sepagi ini” timpal paman Jo. Paman Jo dan bibi Jo merupakan pasangan suami istri. Bibi Jo adalah pengasuh Hara sejak kecil. Sedangkan paman Jo adalah pelayan pribadi ayah sekaligus sahabat ayah. Saat ibu Hara meninggal, ayah Hara yang seorang profesor ternama memutuskan untuk mempekerjakan pengasuh agar Hara sedikit lebih terurus. Maklum saja ayahnya merupakan orang yang sibuk pada saat itu. Ayahnya bahkan pernah tidak pulang beberapa bulan karena sibuk meneliti. Walaupun bibi Jo hanya seorang pengasuh, namun bibi Jo sudah di anggap sebagai bibi sendiri di keluarganya.

“pagi juga bibi dan paman Jo hari ini aku terlalu bersemangat ingin menunggangi kuda bersama Baek hyun oppa, hehehe” kata Hara berbohong, ia tidak ingin membuat bibi dan pamanya ini cemas.

“Paman Jo bibi Jo aku pergi dulu ya” kata Hara setelah menghabiskan sarapan kesukaanya. Roti bakar selai stawberry dengan susu segar dari pertenakan mereka. Semenjak ayah Hara pergi, kini mereka menggantungkan keuangan mereka dari pertenakan yang mereka punya. Pertenakan itu cukup luas sehingga dapat menghidupi mereka semua. Bahkan uang yang di hasilkan dari perternakan itu lebih dari cukup.

“Hara pagi sekali kau datang, pasti sudah kangen denganku ya” sapa Baekhyun saat Hara sudah sampai di peternakan kuda mereka. Baekhyun merupakan keponakan dari paman dan bibi Jo. Ia tinggal bersama paman dan bibi setelah ia resmi menjadi anak yatim piatu. Hara tidak begitu mengetahui tentang asal usul keluarga Baekhyun karena oppanya itu tidak pernah bercerita sedikit-pun tentang keluarganya. Ia juga tidak ingin menanyakannya kepada Baekhyun karena ia takut itu akan melukai perasaannya. Selama mengenal Baekhyun Hara tidak pernah melihatnya sedih apa lagi menangis. Baekhyun selalu ramah dan ceria kepada semua orang. Bahkan terkadang oppanya itu selalu terlihat narsis seperti saat ini.

“Enak saja siapa yang kangen sama oppa, di bandingkan kangen dengan oppa aku lebih kangen dengan Alice tau” kata Hara.

“hah? Yang benar saja kau lebih kangen dengan kuda di bandingkan dengan oppamu ini?”

“biarin aja, liat lah Alice ku ini lebih imut di bandingkan dengan oppa”

“berani sekali sekarang kau dengan oppa” kata Baekhyun sambil mengapit kepala Hara di sela-sela ketiaknya.

“hentikan oppa sakit” kata Hara meronta.

“ini lah hukumannya kalo kau menomor duakan aku dan menomor satukan kudamu itu”

“baik-baik oppa aku menyerah” kata Hara mengangkat tangan.

*****

Angin berhembus lembut  membelai setiap helai rambut coklat Hara. Seketika itu juga Baek hyun tertegun melihat kecantikan Hara. Sejak ia pertama kali bertemu dengan  Hara, ia tau bahwa gadis itu memang gadis yang cantik. Rambutnya yang panjang dibawah bahu, bergelombang dan berwarna coklat. Matanya bulat berwarna hitam kebiru-biruan, hidungnya pesek namun kecil dan bibirnya kecil berwarna pink. Sungguh mirip dengan boneka yang suka di pajang di toko mainan.

“Oppa, ada apa denganmu? Jadi tidak kita pergi jalan-jalan?” kata Hara membuyarkan lamunan Baek Hyun.

“oh iya tentu saja jadi”

Siang itu hari-hari terasa damai dan penuh dengan canda tawa.

“haaah pergi dengan Baekhyun oppa memang menyenangkan” katanya sambil merebahkan badannya di padang rumput ini

“berjalan-jalan denganmu juga sangat menyenangkan Hara”. Sunyii. Untuk sesaat mereka saling diam menikmati hembusan angin dan juga sejuknya udara di desa Bilivia ini.

“Hara sepertinya sudah sore ayo kita pulang” ajak Baek Hyun

“oppa mau kah kau menemaniku ke suatu tempat?”

****

“Hara sebenarnya kita mau kemana?” kata Baekhyun penasaran sepanjang di perjalanannya Hara hanya diam dan menatap menerawang. Hara tek segera menjawab pertanyaan Baekhyun, dan itu membuatnya sedikit bingung dan khawatir.

“aku ingin mengunjungi lab ayah” kata Hara akhirnya, dengan suara yang pelan.

Sekitar 10 menit mereka menunggang kuda akhirnya sampailah mereka di sebuah observatorium. Baekhyun tertegun melihat bangunan itu, ini pertama kalinya ia pergi ke observatorium milik ayahnya Hara. Mungkin ia memang tak pernah melihat ayahnya Hara secara langsung namun ia sering mendengar cerita dari orang-orang desa bahwa ayahnya Hara adalah seorang Profesor hebat. Dan ia yakin bahwa obsevatorium ini milik ayahnya karena sepertinya Hara begitu mengenali observatorium ini. Berbeda dengan baekhyun yang tidak pernah menceritakan keadaan keluarganya, Hara suka sekali bercerita tentang keluarganya. Ia sering bercerita tentang ayahnya yang meninggalkannya saat ia masih kecil tentang kalung kristalnya itu dan juga cerita-cerita lainnya masa kecilnya.

“oppa aku ingin masuk, apa kau ikut?” katanya begitu turun dari kudanya.

“tentu saja aku ikut”

Observatorium itu sudah berdebu dan tidak terawat lagi, maklum pemiliknya sudah lama sekali pergi dan belum juga kembali, atau apakah ia akan kembali. Tak ada  yang tau tentang itu.

“dulu aku dan ayah suka sekali mengamati bintang bersama dan malam ini sudah genap 10 tahun ayah pergi” kata Hara, suaranya terdengar sendu.

“kini yang aku punya hanyalah kalung pemberiannya ini”. Hara merasa matanya mulai memanas. Walaupun ia sudah sering bercerita tentang ini ke oppanya itu ia teteap merasa sedih mengingat ayahnya.

“Hara.. kau tidak apa-apa?”

“tenang oppa aku baik-baik saja kok” katanya sambil berusaha tersenyum, dan baekhyun tau senyuman itu hanyalah senyuman yang di paksakan, bukan senyuman asli dari hatinya.

”hanya saja aku ingin tau kebenaran kata-kata ayah, ia bilang kristalku ini dapat membuka jalan takdirku, aku sungguh-sungguh ingin tau oppa dan aku merasa aku harus mulai mencari petunjuk disini”. Hara terlihat sangat bersungguh-sungguh dengan kata-katanya itu.

“baiklah Hara kalau begitu ayo kita cari bersama”.

Mereka-pun mulai berpencar mengitari observatorium itu. Sudah hampir 10 menit mereka mengitari observatorium itu. langit yang sudah mulai gelap dan juga debu serta barang-barang yang berserakan membuta mereka semakin susah untuk mendapatkan petunjuk.

Hara berjalan menuju lantai dua tempat ayahnya sering berkerja dulu. Di pandanginya ‘kantor’ ayahnya itu. meja kerjanya terlihat berantakan dengan segala kertas yang berserakan di atasnya. Ia mencoba membereskan kertas-kertas itu. tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kertas berwarna kuning lusuh. Di kertas itu tergambar paman dan bibi Jo serta seorang ayah, anak perempuan dan juga ibu yang mengenakan gaun putih sedang tersenyum bahagia. Hara mengenali gambar itu. tentu saja ia mengenali gambar itu karena ia lah yang menggambar gambar itu saat ia masih kecil. Kertas itu adalah hadiah ulang tahun ayahnya dari dirinya saat umurnya 5 tahun. Hara membalik gambar itu dan menemukan tulisan tangan ayahnya. ‘keluarga yang penuh cinta aku merindukan masa itu’. Mata Hara terasa memanas melihat tulisan itu. butiran-butiran air mata mendesak untuk keluar namun di tahannya. ‘aku juga merindukan masa-masa itu ayah’ katanya dalam hati. Ia segera menyimpan gambar itu dan mulai mencari petunjuk lagi. Saat ia membuka laci meja ayahnya ia menemukan sebuah buku usang milik ayahnya itu. ia yakin bahwa buku itu adalah jurnal milik ayahnya.

“Oppa, lihat aku menemukan sesuatu” teriak Hara memanggil Baekhyun. Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki setengah berlari

“kau menemukan apa Hara?” kata Baekhyun menghampiri Hara.

“ini lihat” kata hara sambil menunjukan sebuah buku

“ini adalah jurnal ayah, dulu aku suka melihatnya mencatat hal-hal penting disini”

“benar kah? Aku juga menemuka sesuatu, ayo ikut aku” kata Baek Hyun sambil mengajaknya ke lantai bawah. Lalu ia menunjukan sebuah mesin berbentuk bulat dengan lingkaran-lingkaran yang berbentuk cincin di dalamnya. Cincin-cincin itu semakin kedalam semakin kecil dan di setiap cincin terdapat gambar planet-planet yang terdapat di tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Di mesin itu juga terdapat lingkaran-lingkaran berisi angka-angka.

“apa ini oppa?”

“aku juga tidak tau Hara, tapi sepertinya lubang di sini muat dengan kalung kristalmu itu, lihat ” kata baek hyun sambil menunjuk lubang berbentuk segi enam.

“benarkah? Tunggu sepertinya aku pernah melihat mesin ini. Saat masih kecil aku pernah mengintip ayah sedang menggambar mesin seperti itu. Sepertinya mesin ini ada dalam jurnal ayah” dengan cepat Hara mencari-cari halaman tentang mesin jam itu

“lihat oppa ternyata benar mesin ini ada di jurnal ayah”

Mesin itu akhirnya dapat juga aku temukan, mesin jam kuno dari suku kumori, mesin jam ini dapat menunjukan kejadian-kejadian alam dengan sangat akurat. Namun satu-satunya benda yang dapat membuatnya berfungsi hanya kristal itu,tapi dimanakah kristal itu? Aku juga tidak tau. Hara membalik jurnal ayahnya itu.

Akhirnya aku menemukan kristal itu juga. Mesin ini sangat hebat! namun apakah ini benar? Jika benar pasti ini petaka besar. Aku harus mencoba menghentikannya.

“kristal ini kah yang dimaksud oleh ayah? lalu bencana apa yang ayah maksud?”

“ayo coba kita cari tau saja” kata Baek Hyun.

Hara-pun menyetujui usulnya dengan perlahan ia masukan kristal itu kedalam lubang yang ada. ‘Klik’. Ternyata benar kristal ini pas sekali dengan mesin itu. Lalu tiba-tiba mesin itu mulai bergerak, cincin-cincin bergambar bumi, matahari, bulan dan planet-planet lain terus berputar-putar. Lingkaran angka-angka yang ada juga ikut berputar-putar hingga akhirnya berhenti.

“lihat oppa mesin ini berhenti pas sekali dengan tanggal kita sekarang”

“benar sekali, tapi tanggal yang di maksud oleh ayahmu itu tanggal berapa ya?”

“hmm.. aku juga tidak tau oppa”

Lalu tiba-tiba mesih itu mulai bergerak kembali , ia terus berputar-putar hingga akhirnya benar-benar berhenti tepat saat semua planet dalam satu garis, dan langitpun mulai benar-benar gelap.

“a.. a.. apa ini?” kata Baek Hyun tergugup Hara-pun hanya terdiam bingung.

“aku juga tidak tau oppa, tapi sepertinya mesin ini hanya menunjukan angkanya sampai sini saja lihat” kata Hara saat mencoba mengotak-atik lingkaran-lingkaran angka di mesin tersebut. Lingkaran-lingkaran itu tidak mau bergerak walaupun sudah Hara putar sekuat tenaga.

“apa ini hal yang di maksud ayahmu itu?”

“a.. aku juga tidak tau”

“Hari sudah mulai gelap ayo kita pulang atau kalau tidak Paman dan Bibi Jo pasti akan marah”

Malam harinya Hara sama sekali tidak bisa tidur. ‘Apa yang sebenarnya terjadi? Lalu sebenarnya kristal apakah ini? Ayah andai saja kau disini sekarang’ kata Hara dalam hati. Di ambilnya jurnal ayahnya itu yang berada di laci meja. ‘apa dengan membaca ini aku akan tau apa yang terjadi?’. Dengan ragu di bukanya satu persatu lembaran-lembaran jurnal ayahnya itu.

Malam itu ada 6 buah asteroid jatuh ke bumi secara bersamaan. Awalnya ku pikir ini hal yang biasa namun sesuatu yang aneh terjadi saat aku meneliti tempat jatuhnya asteorid itu. Tak ada sisa batu asteroid yang tertinggal yang ada hanyalah lubang besar bekas asteroid jatuh saja.

Dalam legenda suku kumori di katakan 6 anak dewa akan datang untuk menolong dunia. Lalu dalam legenda suku sakaru di katakan 6 malaikat tanpa sayap akan datang menjemput dunia yang baru. Apakah ini semua ada hubungannya dengan meteor itu?

Akhirnya aku menemukan kristal itu. Kristal untuk memecahkan semua misteri ini semoga ini tidak salah.

Hara mulai membalik kembali jurnal sang profesor kini lembaran-lembaran itu mulai terisi dengan gambar-gambar dan lambang-lambang aneh.

Light

Light sang cahaya sepert sifat cahaya ia selalu bersinar, ramah dan juga kuat namun terkadang rapuh. Sang cahaya masih tertidur namun mungkin sebentar lagi akan terbangun.

 

Flame

Sang pheonix. Burung api. Kuat dan juga membara. Berhati-hatilah terhadap emosinya

 

Water

Naga air. Ia dingin dan juga tenang. Sekilas ia akan terlihat biasa, namun sesungguhnya kekuatan besar tersembunyi di dalamnya.

 

Teleportation

Ia dapat berpindah tempat sesuka hati. Sepertinya ia tidak suka peraturan dan aturan baginya hidup ini bebas tanpa harus ada batasan.

 

Wind

Sang angin ini selalu terasa tak tertembus dan teraba. Yang bisa kau lakukan hanya merasakannya dan mendengarkannya.

 

Earth

Kuat dan juga tangguh, sama sekali tak terkalahkan.

Anak-anak legenda itu memiliki tandanya masing-masing. Tanda-tanda itu ada di tubuhnya seperti tato. Sang kristal  juga akan langsung berekasi ketika melihat tato-tato itu.

“apa maksudnya semua ini? Aku tak mengerti” kata Hara sambil menutup jurnal ayahnya itu. Kepalanya terasa sakit. Apa maksudnya dengan light, flame, water, teleportation, wind dan earth. Apa ini adalah unsur-unsur kehidupan? Kekuatan? Kutukan? Atau apa?. Karena tidak ingin membuat kepalanya terasa sakit Hara memutuskan untuk tidur. Mungkin dengan tidur ia dapat menemukan petunjuk-petunjuk lewat mimpinya. Namun saat ia ingin mematikan lampu kamarnya, tiba-tiba terdengar bunyi keras dari arah jendela. Bunyinya seperti batu yang di lemparkan ke arah jendelanya. Hara ingin sekali mengabaikan bunyi keras dari jendelanya itu tapi saat ia mencoba tidur lagi bunyi itu kembali datang. Dengan terpaksa Hara mengurungkan niatnya dan merjalan menuju jendela tersebut untuk melihat siapa pelaku yang melempari kacanya dengan batu.

“oppa? Apa yang oppa lakukan disini?” tanyanya pada Baekhyun yang sedang duduk di salah satu dahan pohon samping rumahnya itu sambil memegangi beberapa batu. Ternyata yang melempari jendelanya adalah oppanya, Baekhyun.

“ayo sini ikut aku Hara, aku punya pertunjukan untukmu”

“pertunjukan apa maksud oppa?”

“sudahlah ayo ikut saja denganku”

Setelah menimbang beberapa lama akhirnya Hara memutuskan untuk mengikuti Baek hyun. Ia segera mengambil jaket dan loncat keluar jendela. Untunglah badannya sangat ringan dan kecil sehingga ia tak perlu kesusahan untuk keluar jendela.

“oppa kita akan kemana?”

“sudah ikut saja” jawab Baek hyun. Malam itu terasa begitu damai, bulan nampak tak ragu-ragu untuk mengeluarkan cahayanya. Mereka terus berjalan hingga akhinya meraka tiba di pinggir sebuah hutan.

“apa kita akan masuk ke sana?” tanya Hara. Mukanya mengekspresikan keengganan.

“tentu saja”

“aku takut”

“tenang saja ada aku” kata Baekhyun. Di gapainya tangan Hara lalu di genggamnya erat.

Mereka mulai memasuki hutan itu. Kini hanya kegelapan yang tertinggal, cahaya bulan yang terang-pun tak dapat menembus gelapnya hutan ini.

“oppa kau masih bersamaku kan?”

“iya tentu saja”. Saat sudah lama berjalan tiba-tiba Hara merasa tangan Baekhyun tidak lagi menggengamnya.

“oppa?”  namun tidak ada jawaban yang terdengar.

“Oppa dimna?” tanyanya sekali lagi dan tetap saja tidak ada jawaban.

“Oppa???!!!” teriak Hara ketakutan. kini ia tak lagi bisa melihat apa-apa, semuanya terlalu gelap dan ia mulai merasa panik. Tanpa terasa air mata Hara mulai mengalir. Di tengah kepanikannya tiba-tiba ia melihat suatu cahaya  berada di depannya. Cahaya itu sangat terang hingga ia harus menutupi matanya.

“Hara kau tidak apa-apa?” suara itu berasal dari cahaya tadi. ‘Suara ini sepertinya aku pernah dengar’ batin Hara.

“oo..oppa?” tanya Hara jati-hati. Lalu cahaya itu mulai meredup. Samar-samar ia bisa melihat wajah Baek hyun.

“ka.. kau be.. benar-benar oppa?” suaranya bergetar tak percaya. Cahaya itu hanya mengangguk.

“mianhae kalau aku membuatmu takut”

Hara hanya diam saja saat itu, dan hutan ini-pun terasa semakin sunyi. Khawatir dengan Hara yang tidak kunjung bereaksi Baek hyun datang menghampiri Hara. Di matikannya cahaya dirinya dan hanya menyalakan cahaya yang ada di telapak tangannya.

“Hara kau tidak apa-apakan?”

“Oppa, apa oppa punya tato di tubuh oppa?” Baek Hyun agak terkejut mendengar pertanyaan Hara. Ia mengira Hara akan membencinya mencaci makinya namun hanya pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya. Di gulungnya lengan bajunya hingga atas, hingga Hara dapat melihat sebuah tato bergambar seperti gambar matahari. Ketika tato itu terlihat oleh Hara kalungnya tiba-tiba saja bersinar.

“light?” ungkap Hara setengah berbisik.

“Oppa adalah seorang Light??”

-TBC-

4 thoughts on “Avalon (Chapter 1)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s