Posted in Fanfiction, kaniananana

Avalon (Chapter 2)

Title                   : Avalon

Author             : @kanianana

Main Cast        :

Byun Baekhyun (EXO)

Lee Hara (OC)

Support Cast  :

Kris (EXO)

Tiffany (SNSD)

Length             : Multi Chapter

Gener              : AU, Fantasi, Family, Romantic.

Ranting            : PG-13

Note                  :

semunyaaa jangan lupa komen yaaa saya terbuka atas segala kritik dan saran kok mau yang manis taupun yang pedas bahkan yang asam (?). Oke tanpa menunggu lama-lama silahkan baca ff saya yang serada aneh ini *bow bareng kai ^^

Selamat membacaaaa 😀

 

“Oppa adalah seorang Light??” tanya Hara dengan suara tidak percaya. Di depannya kini ada seorang namja bernama Baekhyun. Namja itu berdiri di depan Hara sambil memegang cahaya, ya cahaya, terdengar aneh bukan? Bukankah cahaya seharusnya tidak dapat di genggam.

Baekhyun Mengamati gadis di depannya itu. gadis itu sama sekali tidak terlihat ketakutan ia hanya terkejut. Dan Baekhyun hanya mengangguk menjawab pertanyaan gadis itu.

“sejak kapan oppa mendapatkan kekuatan itu?” tanya gadis itu. Baekhyun menghela nafas, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang baginya.

*****

            “Baekhyun.. Baekhyun” panggil seorang wanita dengan suara panik. Ia mencari buah hatinya itu di setiap sudut taman, namun orang yang ia cari tidak ketemu juga. Akhirnya wanita itu lelah dan duduk di sebuah bangku taman, tiba-tiba ia melihat anak laki-laki berusia 8 tahun sedang tertunduk sambil memegangi kakinya. Anak laki-laki itu terlihat begitu ketakuan. Wanita itu tersenyum lega ketika melihat anak laki-laki itu. lalu ia-pun mendekatinya.

“Baekhyun kemana saja kamu? eomma mencarimu dari tadi” kata wanita itu lembut. Melihat eommanya ada di depannya. Baekhyun. Anak itu pun mulai menangis.

“eomma…. huhuhuhu” katanya sambil tersedu-sedu.

“sudah-sudah tidak usah menangis. ayo pulang, langit sudah mulai gelap” wanita itu memeluk Baekhyun sambil mengusap air matanya. Baekhyun mulai berhenti menangis dan segera menggenggam tangan ibunya itu agar tidak tertinggal lagi.

“eomma nanti kita mau makan malam pake apa?”

“eomma mau masak ayam panggang, kamu suka ayam panggang kan?”

“iyaaa aku suka banget ayam panggang, appa juga suka ayam panggang kata appa ayam panggang buatan eomma itu ayam panggang terenak sedunia” kata Baekhyun panjang lebar. Eommanya hanya tersenyum melihat anak satu-satunya itu. Baekhyun terus bercerita panjang lebar sampai ia tidak mengetahui bahwa ibunya itu berhenti berjalan.

“eomma ada apa? Kenapa eomma berhenti?” tanya Baekhyun ikut berhenti. Ibunya itu tidak menjawab pertanyaannya. Matanya tertuju kepada seorang pria yang sedang duduk di bangku taman bersama seorang wanita cantik. Kedua manusia itu saling berangkulan dan bermesraan.

“eomma bukannya itu appa ya? Dia bersama siapa?” tanya Baekhyun polos. Eommanya lagi-lagi masih diam. Baekhyun yang merasa di acuhkan itu, tiba-tiba saja berlari menghampiri appanya.

“Appaaa” teriak Baekhyun kecil. Orang yang di panggilnya terkejut dan sontak berdiri. Dan ia melihat seorang wanita di depannya –yang notabenya istrinya itu- sedang menatapnya tak percaya, antara kecewa, marah, sedih semuanya beradu satu. Baekhyun kecil menatapi kedua orang tuanya itu bergantian ia tidak mengerti apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi. Dan tanpa ia sadari, semenjak hari itu hidupnya tak akan sama lagi.

 

‘PRANG!!’ terdengar bunyi gelas pecah dari dalam dapur. Bunyi itu begitu keras sehingga membangunkan Baekhyun dari tidurnya. Baekhyun mengucek matanya, sebenarnya ia masih mengantuk dan ingin kembali tidur, namun suara-suara itu datang lagi dan membuatnya tidak bisa tidur. Dengan langkah gontai Baekhyun berjalan ke arah dapur. Ia sebenarnya tau apa yang terjadi. Hanya saja ia ingin memastikan, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia berharap semoga ini bukanlah pertengkaran kedua orang tuanya untuk kesekian kalinya. Walaupun ia tau kemungkinan itu hanya 0,00001%

 

“Sudah ku bilang dia bukan siapa-siapaku kenapa kau tidak percaya hah?” kata Mr. Byun dari arah dapur.

“Kau bohong jika memang dia bukan siapa-siapamu kenapa kamu bermesraan dengannya, hah?” kali ini terdengar suara Mrs. Byun setengah berteriak.

‘PLAK’ dengan begitu keras tangan Mr. Byun telah mendarat di pipi istrinya itu hingga meninggalkan bekas merah. Mrs. Byun hanya bisa memegangi pipinya yang terasa sangat panas ketika melihat suaminya itu pergi dari rumah mereka.

Baekhyun menatapi ibunya dari pintu masuk dapur. Ia masih belum bisa percaya dengan apa yang ia lihat. Dapur begitu berantakan, pecahan-pecahan kaca tersebar begitu saja di lantai. Keluarganya… keluarganya yang dulu begitu hangat, kini telah hancur berantakan. Bahkan ayahnya kini menampar ibunya sendiri di depan matanya. Ia tidak bisa menerima ini semua. Tidak. Ia tidak bisa.

Dengan segera Baekhyun mengejar ayahnya yang baru saja keluar dari pintu belakang.

“Appaaa” teriak Baekhyun memanggil ayahnya. Rasa kesalnya sudah memuncak sekarang. Tak akan ia biarkan ayahnya menyiksa ia dan ibunya lebih dari ini. Ayahnya hanya menengoknya sebentar lalu berhenti.

“apa yang kau inginkan hei bocah tengik? Kau tidak terima ibumu aku perlakukan seperti itu hah?” katanya dengan nada mengejek.

“Kau.. kenapa kau lakukan ini semua hah? Kenapa kau menyiksa ibuku hah? Salah apa dia terhadapmu? Kau adalah ayah yang paling buruk sedunia! SEUMUR HIDUPKU AKU TAK AKAN PERNAH MENGANGGAPMU ADA!!” Teriak Baekhyun. Emosinya yang ia pendam selama ini sudah tak dapat ia bendung lagi.

“heh bocah.. kau kira aku senang mempunyai anak seperti kau hah? KAU ADALAH BENCANA TERBESAR DALAM HIDUPKU! dan ibumu adalah wanita terburuk yang pernah aku dapatkan”

‘BUG’ tinju mentah mendarat tepat di pelipis Mr. Byun. Tidak terima ia di tonjok oleh anaknya sendiri, kini ia membalasnya lebih kencang lagi. Perkelahianpun tidak dapat di hindarkan. Bereka terus beradu hingga akhirnya Baekhyun tersungkur ke tanah dengan badan penuh dengan luka.

“kau anak kecil yang tak tau diri, kau kira kau bisa menang melawanku hah? Kau kira kau siapa? Oh iya dan satu hal lagi, kau kira ibu manismu itu sungguh-sungguh mencintaimu? Sayangnya aktingnya begitu bagus hingga tidak terlihat cela sedikitpun. Ku beritau ya sesungguhnya kau bukanlah anaknya, ibumu itu adalah ibu tirimu dan ibumu yang asli telah mati saat melahirkanmu, jadi kau ini sesungguhnya bukanlah anak yang di harapkan oleh siapapun. Mengerti!” lalu ayahnya pergi dan meninggalkannya.

Baekhyun kesal dengan perkataan ayahnya. Ia tidak bisa percaya dengan apa yang ayahnya telah katakan, namun ia tidak bisa membalasnya karena tubuhnya kini terasa sakit dan satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah berjalan menuju rumah.

“Eomma.. eomma mau kemana?” tanyanya saat melihat ibunya mengambil sebuah koper besar sambil memasukan semua barangnya kedalam koper itu.

“aku mau pergi. aku tak betah tinggal disini” katanya sambil terus memasukkan barang-barangnya.

“aku ikut dengan eomma yaa.. aku akan bersiap-siap juga”

“tidak usah kau tidak usah ikut”

“tapi kenapa? Aku ingin terus bersama eomma, saat ini hanya eomma yang aku miliki”

“Ahhh sudah cukup !! Aku muak kau selalu memanggilku eomma, dengar ya Byun Baekhyun aku ini bukanlah eommamu. Mengerti? Jadi berhentilah memanggilku eomma, dan jangan pernah ikuti aku lagi ! Aku muak dengan segala omelanmu itu. Jika bukan karena aku mencintai ayahmu yang brengsek itu aku tak akan pernah ada disini. Jangan pernah mengikutiku lagi. Tidak cukupkah bagiku untuk bersabar selama 15 tahun menghadapimu? Sekarang biarkan aku pergi mencari kehidupaku sendiri”

Baekhyun terpaku mendengar kata-kata eommanya itu. Selama ini ia kira eommanya itu adalah seseorang yang baik. Selama ini ia kira keluarganya adalah keluarga yang hangat. Selama ini ia kira kedua orangtunya begitu memperhatikannya. Ternyata ia salah, ia sangat-sangat salah.

 

Salju turun malam itu dan Baekhyun masih berjalan di luar dengan menggunakan piamanya. Kakinya terus berjalan tak tau arah. Ia tidak tau mau kemana dan juga tidak tau mesti kemana. Hatinya hancur, hancur berkeping-keping. Ia bahkan tidak bisa merasakan apa-apa lagi. Setiap luka yang ada di tubuhnya dan setiap butiran-butiran salju dingin yang menempel di sekujur tubuhnya, terasa lebih hangat dan nyaman di bandingakan rasa dingin dan sakit yang ada di hatinya.

Baekhyun terus berjalan sampai akhinya tubuhnya terasa tidak sanggup lagi. Tiba-tiba sebuah asteroid jatuh di depannya, tepat sekali di depannya hingga ia bisa merasakan dengan jelas terpaan angin yang begitu kencang saat benda itu jatuh ke tanah. Baekhyun mendekati asteroid itu dengan segala kekuatan yang ia miliki.

Saat ia mencapai pinggiran lubang yang kira-kira berdiameter 10 meter yang di hasilkan oleh asteroid itu, ia dapat melihat sebuah bongkahan batu kristal yang bersinar, dengan hati-hati ia mendekat ke arah bongkahan kristal berwarna putih itu. Lalu saat jarak antara Baekhyun dengan kristal itu hanya berjarak kurang dari satu meter, tiba-tiba saja krystal itu berubah menjadi cahaya dan masuk kedalam tubuhnya. Baekhyun menjerit habis-habisan saat benda itu masuk kedalam tubuhnya. Ia merasa sesak, lalu rasa sesak itu berangsung-angsung menghilang di gantikan oleh rasa nyaman. Entah bagaimana ia merasa tubuhnya seperti terisi oleh tenaga yang sangat besar dan semua luka di tubuhnya menghilang begitu saja, yang tertinggal hanyalah sebuah tato bergambar seperti matahari yang ada di lengan tangan kirinya. Dan saat itulah ia dengan resmi menjadi Light, Sang Penguasa Cahaya.

*****

Hara dapat melihat air mata yang menetes di pipi Baekhyun dengan jelas saat ia menceritakan tentang kenangan masa lalunya yang buruk itu. Untuk pertama kalinya ia melihat oppanya itu menangis. Tak pernah sedikitpun terlintas di kepalanya bahwa oppanya yang terkenal ceria dan suka bercanda itu menangis. Bahkan di saat tersulit-pun ia tetap tersenyum dan tidak pernah menangis. ‘Light sang cahaya sepert sifat cahaya ia selalu bersinar, ramah dan juga kuat namun terkadang rapuh.’ Tiba-tiba saja kalimat itu terlintas di kepalanya. ‘Apakah ini benar? Jadi kalimat-kalimat yang ada di jurnal ayah itu adalah pendiskripsian dari sifat-sifat sang pemilik kekuatan’ gumannya dalam hati.

“Hara ayo kita pulang sepertinya ini benar-benar sudah tengah malam” kata Baekhyun sambil mengulurkan tangannya kepada Hara. Hara hanya diam beberapa detik sampai akhirnya ia menyahut uluran tangan oppanya itu.

“kau kenapa terdiam begitu? Pasti kau terpesona melihat diriku iya kan? Hahhaa”

Hara tersenyum mendengar candaan oppanya itu setidaknya oppanya itu bisa tersenyum untuk saat ini.

*****

            Disisi lain

            “Tuan sepertinya gadis itu sudah menemukan sang cahaya” lapor seorang prajurit kepada Kris, seorang pangeran dari kerajaan Secovanus. Kerajaan yang merupakan kerajaan kegelapan.

“hmm begitukah?” kata Kris sambil memutar-mutar gelas berisi wine yang berada di tangan kanannya.

“apa yang harus kita lakukan sekarang tuan?”

“kirimkan prajurit untuk menghancurkan mereka”

“Baiklah kalau begitu, aku permisi tuan” prajuri itu segera melangkah keluar dari ruangan itu.

“kenapa kau mengirimkan prajurit? Kenapa tidak membunuh mereka langsung saja? Bukankah lebih cepat lebih baik” Kata seseorang perempuan sambil berjalan lurus ke arah Kris. Kris segera menengok ke sumber suara itu berasal.

“Oh Tiffany, kau rupanya. Mau wine?” tawar kris. Tanpa harus di setujui oleh Tiffany, Kris segera bangkit dan menuangkan wine untuk Tiffany. Tiffany menerima wine itu dengan tangan kanannya dan menyesapnya sedikit.

“kenapa kau mengirim prajuritmu yang lemah itu Kris? Kenapa tidak langsung menyuruh para Knightmu untuk menyerang mereka”

“apakah kau lupa dengan ramalan itu Kris?” tambah Tiffany.

“hmm, aku tidak mungkin melupakan ramalan itu Tif. Kenapa memangnya? Kau khawatir terhadapku?” Jawab Kris sambil tersenyum menggoda. Tiffany salah tingkah melihat senyuman Kris itu. Kris memang tampan, sangat tampan malah. Apalagi jika dia sudah tersenyum. Ia yakin, setiap wanita normal yang melihatnya tersenyum pasti akan meleleh seketika. Dan sebagai wanita normal tentu saja Tiffany menyukainya. Bukan dia bukan hanya menyukainya tapi ia sangat-sangat menyukainya. Ia menyukai setiap lekuk tubuh Kris walaupun ia tau bahwa Kris adalah sepupunya.

“ke.. kenapa aku mesti manghawatirkanmu” kata Tiffany salah tingkah. Di lihat terus menerus oleh Kris sambil tersenyum seperti itu membuat jantungnya tidak berfungsi dengan semestinya. Ia yakin saat ini mukanya yang putih sudah berubah menjadi merah, semerah warna rambutnya.

“haha aku hanya bercanda. Percayalah kepadaku Tiffany. Aku hanya ingin sedikit bersenang-senang terlebih dahulu” kata Kris tersenyum penuh arti.

*****

            Pagi ini terasa begitu dingin. Padahal sekarang ini musim semi tapi kenapa udara bisa begitu dingin seperti ini?

“Hara.. bangun.. sekarang sudah jam 8 lewat” kata bibi Jo sambil menggunjang-gunjangkan tubuh Hara. Hara membuka matanya yang terasa berat. Ia masih merasa mengantuk karena kejadian tadi malam.

“Bibi sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di bawah, Baekhyun juga sudah menunggumu”

“iyaa bibi aku ke bawah, tapi aku bersiap-siap dulu ya” kata Hara sambil berjalan menuju kamar mandi yang berada di samping kamarnya itu. Sekitar 15 menit kemudian Hara sudah turun dari kamarnya. Ia menggunakan baju terusan berwarna biru muda kotak-kotak dan rambutnya ia ikat sampai atas dengan pita berwarna biru juga.

“Pagi Paman Jo. Pagi Baekhyun oppa” kata Hara ramah sambil tersenyum manis.

“Oh Hara pagi, kau cantik sekali hari ini” puji paman Jo. Hara membalasnya dengan tertawa.

“kau berdandan seperti ini demi dilihat olehku ya? haha” kata Baekhyun dan di sambut lemparan bantal dari Hara –yang entah ia dapatkan dari mana-. Ya ampun oppanya ini tidak bisakah ia tidak narsis?

“sudah-sudah ayo makan, keburu soupnya menjadi dingin” kata bibi Jo sambil mengeluarkan panci penuh dengan soup dari dapur.

 

“terima kasih untuk makanannya paman dan bibi Jo” Kata Hara setelah selesai menghabiskan makanannya. “oh iya oppa hari ini kita jalan-jalan lagi yuk”

“hmm oke lagian sepertinya aku memang tidak ada kerjaan” jawab Baekhyun.

“oke kalau begitu aku ambil sepedahku dulu ya kita perginya naik sepedah saja”

“tunggu pake sepedahku saja, aku akan memboncengmu, bagaimana?”

Hara terlihat menimbang-nimbang ide Baekhyun. Namun akhirnya ia menyetujui ide oppanya.

“baiklah, kalu begitu ayo kita pergi”

“Paman, bibi aku dan oppa pergi dulu ya” ujar Baekhyun pamit. Merekapun keluar dan mengambil sepedahnya.

“Hari ini dingin sekali yaa” kata Hara sambil menggosok-gosokkan tangannya.

“makannya pake jaket dong, kan tadi udah aku bilang pake jaket kalau mau keluar”

“uhh inikan musim semi, tidak seharusnya udara sedingin ini, lagian oppa telat bilangnya saat aku sudah keluar dari rumah. Ahh dingin sekali sih”

“ ini pake” kata baehyun sambil melempar jaket coklat yang ia pakai ke arah Hara.

“oppa tumben sekali kau baik terhadapku, pasti ada udang di balik batu”

“haah yasudah kalau tidak mau, sini kembalikan jaketku”

“tidak bisa oppa barang yang sudah di beri tidak bisa di ambil kembali”. Hara segera memakai jaket pemberian Baekhyun sebelum sang pemiliknya itu mengambilnya kembali.

Baekhyun terus menggoes sepedahnya sampai ke observatorium milik profesor Lee. Ia sudah tau, saat Hara mengajaknya untuk jalan-jalan pagi ini pasti karena ingin kembali ke obsevatorium milik profesor Lee.

“Hara, sebenarnya apa yang ingin kau cari lagi” tanya Baekhyun saat mereka telah sampai di obsevatorium itu.

“aku sebenarnya aku tidak ingin mencari apa-apa aku hanya ingin membaca jurnal ayah ini bersama dengan oppa. Hanya saja, jika aku membacanya di rumah aku takut paman dan bibi Jo melihatnya”

“memang mengapa kalau bibi dan pamanku melihatnya?”

“hmm, entahlah aku hanya takut mereka khawatir”

“kau berlebihan Hara. Tidak mungkin mereka khawatir jika hanya melihatmu membaca buku yang sudah tua itu” kata Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya. Sedangkan Hara tidak mengubrisnya lagi dan segera membuka jurnal ayahnya itu.

 

Aku harus bisa mencari kesemua anak legenda itu. jumlahnya ada enam. Jika anak-anak itu tidak di temukan maka bumi ini tidak akan selamat.aku telah menemukan satu dan mengirimkannya untuk Hara.

 

Hara mengerutkan dahinya saat membaca bagian itu. Apa maksudnya mengirimkan anak legenda untuknya? Apa Baekhyun oppa ada disini karena ayahnya?

 

Ternyata letak asteroid itu berjatuhan sangatlah indah. Mereka jatuh tepat di setiap ujung titik heksagonal. semuanya memiliki jarak yang sama sehingga membentuk abjad yang sempurna. Timur, Utara, Barat, dan Selatan. Sangat cantik bukan.

 

“oppa dimana daerah asal oppa tinggal?” tanya Hara tiba-tiba.

“Eh aku dulu tinggal di kota Antwerpen kenapa memangnya?” mendengar jawaban tersebut Hara segera masuk ke dalam observatorium, dan Baekhyun segera menyusulnya dari belakang.

Hara mengambil peta yang berada di dalam lemari profesor. Ia juga mengambil beberapa pulpen, penggaris dan juga busur.

“apa yang kau lakukan Hara?”.

“aku ingin melacak keberadaan dimana anak-anak legenda lainnya oppa”

“bagaimana kau melacaknya?”

“jika petujuk ayah benar dan prasangkaku juga benar maka..” Hara menggantungkan perkataanya. Ia membuka peta itu lebar-lebar di atas lantai dan segera mengambil spidol, penggaris serta busur

“oppa berasal dari antwepen dan kota itu berada disini, jika sudut yang di perlukan oleh bangunan segi 6 sempurna adalah 120 derajat lalu kita tarik garis seperti ini maka..” Hara menaris garis-garis lurus dia atas peta tersebut hingga membentuk sebuah bangunan heksagonal.

“liat oppa garis-garis ini selalu menuju kesebuah titik-titik kota dengan jarak yang sama”

Baekhyun tertegun memandangi peta tersebut. Ternyata Hara benar setiap ujung garis menunjukan kota-kota dengan abjad berurutan Antwerpen, Bens, Conbums, Dinarlin, Ermoupoli dan Ferndafan. Hara memang benar-benar seorang anak profesor, kepintarannya itu memang turunan dari profesor.

“kota Billivia ada dimana?”

“hmm sepertinya Billivia ada di luar diagram ini” kata Hara.

Mata Hara terus menelusuri setiap kota yang ada di diagram. Tiba-tiba mata Hara berhenti tepat di satu titik. Titik yang tepat berada di tengah-tengah diagram tersebut ‘Avalon’ gumannya dalam hati. Entah mengapa ia seperti familiar dengan kata-kata itu.

“kalau begitu sekarang apa yang akan kita lakuakan?” kata Baekhyun membuyarkan lamunan Hara.

“tentu saja kita harus berkelana mencari mereka semua oppa, bagaimana sih?” kata Hara gemas

“sebaiknya sebelum mencari mereka kita pulang terlebih dahulu. Kau tidak mungkinkan pergi sekarang juga tanpa melakukan persiapan apapun?” Hara mengangguk menyetujui usul Baekhyun. Mereka-pun pulang kembali kerumah.

Angin berhembus dengan lebih kencang kali ini. Membuat Hara merapatkan jaketnya.

“oppa apa kau tidak kedinginan?”

“tenang saja tidak apa-apa kok. Aku ini kan Namja kuat. hahaha”

 

Kabut turun dengan lebatnya. Membuat jarak pandang mereka menjadi berkurang. Namun Baekhyun tetap saja menggoes sepedahnya menerobos kabut tersebut. Saat kabur tersebut sudah hampir ia lalui, tiba-tiba saja segerombolan monster menghadang mereka. Monster-monter itu berjalan ke arah mereka. Mereka turun dari sepedah ketika melihat para monster itu menghadang.

“apa yang kalian inginkan hah?” teriak Baekhyun. Sedangkan Hara hanya berdiri ketakutan di belakang Baekhyun sambil meremas-remas bagian ujung bajunya.

“Kami menginginkan permata kehidupan itu. Kami menginginkan gadis penjaga permata itu”

-TBC-

 

Gimana-ginama ceritanya? Kepanjangan kah? Kependekan kah? Ngebosenin? Atau alurnya aneh? Jika memang seperti itu silahkan komen ^^

Semuanyaaaa di tunggu komennya yaaa ^^ koment kalian sungguh sangat berarti bagi saya.

Iklan

Penulis:

penyuka k-pop sangat wkkk

3 thoughts on “Avalon (Chapter 2)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s