Twinkle Little Star – Chap.4

Main Cast :

Wu Yi Fan/ Kris (EXO)

Choi Min Ji (OCs)

Park Chan Yeol (EXO)

Park Min Ri (OCs)

Choi Minho (SHINee)

Support Cast :

EXO Member

SHINee Member

Jung SooJung/ Krystal (F(x))

F(x) Member

Park Jung Soo/ Lee Teuk (SuJu)

Super Junior Member

Kwon Yuri (SNSD)

Choi SooYoung (SNSD)

SNSD Member

Genre : Romance, Friendship, School-life

Rated : PG 15

Saya kembali dengan membawa lanjutan FF gaje ini. Dan saya mau mengucapkan kata maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan dalam memposting lanjutan FF ini, huaaaa Joengmal Mianhe *berlutut* T.T

Twinkle Little Star – Chap.4

Kris melangkah pelan mendekati MinJi yang hanya bisa terdiam ditempatnya berdiri. Kris berdiri tepat di hadapan MinJi dan menatapnya tajam. Kris memperhatikan seragam sekolah yang MinJi kenakan. Jam sekolah belum berakhir kenapa MinJi ada disini, pikir Kris.

MinJi membungkukkan badan kearah Kris. “An-nyeong hi-gyeseo” MinJi berniat pergi dalam ruangan itu sebelum Kris mengusirnya.

Baru saja MinJi akan melangkahkan kakinya, Kris malah menahan tangan gadis itu dan membuat MinJi harus menghentikan langkahnya.

“Mianhe, aku hanya mampir sebentar dan menjenguknya. A-aku tidak bermaksud apa-apa” ucap MinJi dengan raut wajah yang sedikit gugup.

“Ini pertama kalinya aku mendengarmu banyak bicara. Tidak seperti biasanya, kau hanya diam” Kris berdehem. “Ini masih jam sekolah, kenapa kau ada disini. Kau membolos”

“Anniyo. Aku hanya bosan jadi aku jalan-jalan, sekalian saja mampir kesini” protes MinJi.

“Kau taukan kalau aku membencimu, jadi bisa tidak kau jangan sering muncul dihadapanku. Aku tidak melarangmu untuk menjenguk ayahku, tapi kalau bisa jangan sampai kita bertemu. Karna aku membenci itu, Arra” Kris menatap MinJi.

MinJi balas menatap Kris. “Arraseo” MinJi langsung membalikkan badannya dan langsung melangkah keluar dari ruang tempat ayah Kris dirawat.

Kris menghembuskan nafasnya. Sudut bibir Kris terangkat, pria itu tiba-tiba saja tersenyum. Ia sedikit puas bisa melakukan hal tadi pada MinJi, walau pun sebenarnya ia hanya bercanda.

Entah kenapa perasaan Kris mulai berubah. Ia tidak benar-benar membenci gadis itu, rasa benci itu sepertinya perlahan menghilang. Semenjak melihat senyuman MinJi.

+++

“Yaa! Park ChanYeol” Minri berteriak saat melihat pria itu melintas tak jauh dari tempat ia duduk. MinRi melambaikan tangannya kearah ChanYeol agar pria itu bisa melihatnya.

ChanYeol langsung berjalan menghampiri MinRi yang berteriak memanggilnya tadi. ChanYeol menatap MinRi heran.

“Kau lihat MinJi tidak, apa dia bersamamu?” tanya MinRi.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. Ia memang belum melihat MinJi sejak tadi pagi. ChanYeol pun tidak mengetahui dimana gadis itu.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. “Sejak tadi pagi aku tidak melihatnya, dikelas juga tidak ada. Kaukan teman sekamarnya”

ChanYeol dan Minri saling bertatapan bingung. Sejak pagi MinJi tidak pernah menampakkan dirinnya. MinRi tau gadi itu memang sering menghilang tiba-tiba, tapi paling hanya sebentar. Tapi kali ini agak membuat sedikit khawatir karna MinJi belum kelihatan.

+++

Minri berulangkali mencoba menghubngi MinJi tapi tidak ada jawaban. Raut wajah Minri tampak khawatir sekali.  Sudah hampir satu jam MinRi mencoba menghubungi gadis itu.

“Park MinRi” suara teriakan itu cukup mengagetkan MinRi dan membuat gadis itu terpaksa harus menoleh dengan tatapan kesal.

Kris – pria yang berteriak tadi mengangkat tangannya dan tersenyum pada sepupu perempuannya itu. Tapi MinRi tidak membalasnya, ia hanya menoleh sebentar dan langsung kembali mengalihkaan pandangannya ke layar ponselnya.

Kris tampak kesal menerima perlakuan sepupunya itu. Pria itu langsung menghampiri gadis itu dan duduk di depannya. Kris langsung merampas ponsel MinRi yang ia pegang.

“Ya! Kris, apa yang kau lakukan” kesal MinRi.

“Tidak sopan bersikap seperti itu pada oppa-mu ini” ucap Kris.

MinRi membulatkan matanya kemudian tertawa. “Oppa! Hahaha” Minri tertawa lepas.

Kris semakin kesal dengan perlakuan sepupunya itu. “Kenapa tertawa, kau pikir itu lucu huh. Memang seharusnya kau memanggilku begitu kan” Kris benar-benar kesal dengan ulah Minri. Ia langsung menjitak kepala gadis itu hingga Minri berhenti tertawa dan mengusap kepalanya yang sakit.

MinRi tiba-tiba menatap Kris dengan wajah seirus. “Apa kau melihat MinJi, aku tidak melihatnya sejak tadi pagi” MinRi menghela nafasnya. “Kenapa aku menanyakan ini padamu, kaukan tidak akan peduli padanya” raut wajah MinRi berubah kecewa.

Kenapa dia belum sampai di sekolah, padahal diakan kembali lebih dulu dariku? Pikir Kris.

+++

Choi SooYoung – salah satu guru di SM Art School itu sedang membolak-balik koran yang ia pegang. Ia hanya membaca judulnya dan setelah itu ia memindah halamannya, begitu seterusnya. Guru Choi menghentikan aktifitasnya itu saat membaca sebuah judul yang menarik baginya.

“Mantan Artis Choi MinJi masuk ke SM Art School, sekolah paling buruk di Seoul” ucap guru Choi. Guru Choi langsung berdiri dari tempat duduknya. Guru Choi melangkah cepat menghampiri Guru Kwon yang sedang sibuk dengan aktifitasnya.

“Guru Kwon, lihat sekolah kita masuk koran” heboh Guru Choi.

Guru Choi hanya menatapnya sebentar lalu kembali melanjutkan aktifitasnya. Ia kurang tertarik dengan masalah itu.

“Kau tidak berkomentar. Aku akan mencari MinJi dan mengucapkan terima kasih padanya. Berkat anak itu sekolah kita bisa terlihat” riang Guru Choi.

+++

MinJi melangkah santai masuk kedalam sekolahnya, kedua tangannya ia masukkan kedalam saku seragam sekolahnya. Ia terus berjalan tanpa melihat kedepan – menundukkan kepalanya. MinJi melewati aula yang sedang diramaikan para murid yang sedang menonton pertandingan basket.

Bola basket terlempar keluar dari arena pertandingan dan mengenai tepat kepala MinJi. MinJi terduduk, kepalanya terasa pusing akibat terkena bola basket.

Minho salah satu pemain basket tadi langsung berlari mendekati MinJi. “MinJi-ah, Gwaencahana?” Raut wajah Minho tampak khawatir.

MinRi salah satu penonton yang melihat kejadian itu langsung berlari mendekati MinJi. “MinJi-ah, kau tidak apa-apa?” khawatir Minri.

MinJi memegang kepalanya yang terasa sakit dan pusing akibat terkena lemparan bola basket. “Gwaenchana” ucap MinJi.

MinJi berusaha berdiri. Baru sebentar MinJi berdiri, ia kembali terjatuh. Bukan hanya terjatuh, MinJi pingsan. MinRi dan Minho sangat terkejut.

“MinJi-ah” Minho menggoyang-goyangkan tubuh MinJi tapi gadis itu tidak bangun juga. Tanpa pikir panjang lagi, Minho langsung menagngkat tubuh MinJi dan membawanya keruang kesehatan.

“MinJi sepertinya hanya sedikit kelelahan, ia pingsan bukan karna terkena lemparan bola. Kondisi tubuhnya sangat lemah. Sebaiknya MinJi lebih banyak istirahat dan jangan sampai lupa makan. Dan satu lagi, jangan sampai MinJi stress” Jelas Dokter Kim.

MinRi membungkukkan badannya kearah Dokter. “Gamsahamnida Dokter”.

“Gamsahamnida Dokter” Minho ikut membungkukkan badannya.

Dokter Kim pun pergi meninggalkan ruang kesehatan. Minri langsung mendekati MinJi yang masih terbaring diatas tempat tidur. Minho menatap MinJi dengan raut wajah khawatir. Minri menatap Minho yang masih berada disana – menatapnya bingung.

“Kenapa kau masih disini?” tanya Minri.

“Mwo? A-aku. Memangnya kenapa, aku hanya ingin menunggu sampai MinJi bangun” Jawab Minho terbata.

“Mwo? Sejak kapan kau jadi perhatian pada MinJi, dia bukan siapa-siapamu. Apa jangan-jangan kau suka padanya” MinRi menatap Minho curiga.

“Anniyo. Jangan bicara sembarangan. Kau cemburu ya” ucap Minho asal.

Minri terdiam. Gadis itu mengalihkan pandangannya dan kembali menatap kearah MinJi yang masih tak sadarkan diri.

“Kau pergi saja, aku bisa menjaganya sendiri. Nanti kalau ia sudah sadar aku akan beritau kau” ucap Minri tanpa melihat kearah Minho.

Minho menghela nafas berat. Ia terpaksa harus pergi dari sana walau pun ia masih ingin berada disana. Ia juga takut Minri curiga kalau Minho ada hubungan dengan MinJi. Minho pun langsung melangkah pergi keluar dari ruang kesehatan.

Tak lama setelah Minho keluar, seorang pria yang tengah berlari langsung menerobos masuk keruang kesehatan. Pria itu tampak khawatir, ia baru saja mendengar berita kalau MinJi pingsan. Pria tinggi itu langsung masuk tanpa permisi dan langsung mendekati MinJi yang masih terbaring.

“Ya! Park ChanYeol!” Kaget Minri.

“Bagaimana MinJi, ada apa dengannya, kenapa dia seperti ini??” Panik ChanYeol.

Minri menghembuskan nafasnya. “Bisakah kau bertanya pelan-pelan. Tenangkan dulu dirimu, baru kau berbicara” kesal MinRi.

“Mianhe”

“Dokter bilang MinJi hanya kelelahan, ia harus banyak istirahat”

ChanYeol bernafas lega. “Syukurlah”.

Tak lama kemudian mata MinJi perlahan terbuka. Gadis itu mulai sadar dari pingsannya. MinJi menatap bingung dua orang yang ada dihadapannya.

“Kenapa kalian disini?” tanyanya.

“MinJi-ah, akhirnya kau sadar juga” MinRi akhirnya bisa bernafas lega.

ChanYeol langsung berdiri disamping Minji dan langsung menggenggam tangan gadis itu. MinJi terkejut dengan perlakuan ChanYeol. “Gwaenchanayo? Apa kau butuh sesuatu?” panik ChanYeol.

MinJi menghembuskan nafasnya. “Kau bisa antarkan aku keasrama sekarang, aku benar- benar merasa pusing” MinJi memegang kepalanya sendiri. “Minri-ah, kau kembali saja kekelas biar ChanYeol yang mengantarku” sambungnya.

“Kau tidak apa-apa sendirian diasrama. Bagaimana kalau kau butuh bantuan” khawatir Minri.

“Gwaenchana” MinJi tersenyum. Dan ini pertama kalinya MinJi tersenyum pada temannya itu.

“Baiklah. Kalau begitu hati-hati. Annyeong”

ChanYeol langsung membantu MinJi untuk berdiri. Tangan kiri ChanYeol menggenggam erat tangan MinJi dan tangan kanannya merangkul bahu MinJi agar gadis itu tidak terjatuh. MinRi terus menatap kedua temannya itu sampai keduanya menghilang dibalik pintu.

Pikiran Minri kembali terarah pada Minho. Benar-benar aneh, ia bisa melihat bagaimana ekspresi Minho saat Minji pingsan tadi. Minho terlihat sangat khawatir. Ia tau bagaimana Minho, pria itu tidak pernah peduli dengan orang lain. Tapi kenapa dengan Minji ia seperti itu.

+++

ChanYeol masih memegang bahu MinJi dan tangannya dengan erat. Kondisi MinJi benar-benar sangat melemah, ChanYeol sendiri merasa bingung kenapa gadis itu menjadi seperti itu.

ChanYeol dan MinJi menyusuri koridor sekolah bersama. Di perjalanan, mereka berpapasan dengan Kris yang kebetulan lewat disana. Mata MinJi dan Kris saling bertatapan. Kris menatap heran kenapa MinJi mejadi seperti itu. Tanpa Kris sadari, dirinya sangat khawatir dengan keadaan gadis itu, dan mulai merasa simpati padanya.

MinJi dan Kris sampai di asrama, keduanya langsung masuk kedalam kamar milik MinJi dan MinRi. MinJi duduk dan bersandar diatas tempat tidurnya dengan bantuan ChanYeol. ChanYeol duduk ditepi tempat tidur MinJi dan tersenyum pada gadis itu.

“Kau butuh sesuatu?” tanya Chanyeol, MinJi menggelengkan kepalanya. “Kau belum makan dari pagi kan. Aku akan keluar membelikan makanan, kau jangan kemana-mana ya?” ChanYeol mengusap puncak kepala MinJi sesaat.

“ChanYeol-ssi” Suara panggilan MinJi membuat ChanYeol harus menghentikan langkahnya. ChanYeol kembali menatap MinJi. “Gomawo” ucap MinJi pelan. ChanYeol tersenyum dan kembali berjalan.

+++

Seoul, 08.00 KST

MinRi memilih tempat duduk disudut café. Malam ini ia ada janji dengan Minho, entahlah ada masalah apa, Minho selalu membuatnya bingung.

15 menit menunggu, akhirnya Minho datang juga. MinRi mengangkat tangannya agar Minho bisa melihatnya disana. Begitu melihat MinRi, Minho langsung mengambil langkah panjang untuk menghampiri gadis itu.

“Maaf aku terlambat” ucap Minho sembari tersenyum. Sepertinya Minri tidak akan marah, terlambat satu jam pun tidak pa-pa, asalkan MinRi  bisa bersama Minho seperti ini.

“Gwaenchana. Lagsung saja, sebenarnya ada apa?” tanya MinRi.

“Bagaimana keadaan MinJi?”

MinRi menghembuskan nafas kecewa, sepertinya MinRi cemburu. Jadi pertemuan mereka ini hanya untuk membicarakan MinJi. Yang benar saja, apa MinRi harus menjadi cupid untuk mereka.

MinRe memutar kedua bola matanya. “MinJi baik-baik saja. Kau jangan khawatir, ada ChanYeol yang mengurusnya” jawab MinRi malas.

“Dari nada bicaramu sepertinya kau tidak suka aku bertanya tentang MinJi. Kau cemburu ya” goda Minho.

MinRi mengalihkan pandangannya. “Ayolah, sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan” raut wajah MinRi tampak kesal.

MinHo menghembuskan nafasnya. “Aku sedang tidak bercanda sekarang. Kau orang pertama yang aku beritau tentang ini. MinJi itu adik kandungku. Meski pun kami tidak lahir dari ibu yang sama, tapi kami punya ayah yang sama, aku masih sedarah dengannya” Jelas Minho.

MinRi langsung menatap kearah Minho – menatapnya serius.

“Kau pasti terkejut mendengarnya, aku sendiri juga begitu. Aku baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu dari ayahku”

“Ya tuhan, kenapa dunia sempit sekali” MinRi benar-benar shock mendengar hal itu.

“Aku memberitaumu tentang hal ini karna hanya kau yang bisa aku percaya, dank au adalah teman baik MinJi. Dan aku juga mau kau merahasiakan hal ini dulu dari MinJi” Minho menatap keluar jendela café.

MinRi mengerutkan dahinya. “Jadi MinJi belum mengatahuinya”

“MinJi belum tau. Aku takut kalau dia mengetahuinya, dia malah membenciku. Jadi aku pikir untuk sementara biarkan MinJi tidak tau dulu”

MinRi menghela nafasnya. “Baiklah aku akan merahasiakan ini. Apa lagi yang bisa aku bantu?”

Minho kembali menatap MinRi serius. “Tentang MinJi dan Krystal. Bisa tolong kau cari tau hubungan MinJi dan Krystal. Aku heran kenapa Krystal sangat membenci MinJi sampai ia memintaku untuk menghancurkannya”.

“MinJi, Krystal” MinRi dan Minho saling bertatapan. Dipikiran mereka masing-masing bertanya ada apa antara MinJi dan Krystal. Kenapa Krystal sekejam itu hingga ia ingin menghancurkan MinJi.

+++

MinJi merampas sendok dan piring dari tangan ChanYeol. MinJi menatap pria itu kesal dan setelah itu langsung melahap makanannya. ChanYeol tersenyum.

“Aku bukan anak kecil yang harus kau suapi terus” Omel MinJi. Rupanya MinJi menahan kesal sedari tadi karna ChanYeol bersikap berlebihan dan itu membuat MinJi terlihat seperti anak kecil.

“Kau marah seperti itu semakin terlihat seperti anak kecil menurutku” ChanYeol tertawa kecil.

“Kau menyebalkan” MinJi meletakkan piring kosong diatas meja yang berada disampingnya. “Aku bosan, aku mau keluar” MinJi beranjak dari tempat tidurnya dan langsung berjalan keluar dari kamarnya, diikuti ChanYeol.

MinJi menatap kelangit yang malam itu sedang dipenuhi bintang dan menghirup udara segar di balkon asrama. MinJi tersenyum tipis, perasaannya terasa lebih tenang dan nyaman berada disana.

ChanYeol melepaskan jaket yang ia kenakan dan langsung memakaikannya ditubuh MinJi. MinJi sedikit terkejut dan langsung menatapnya heran. ChanYeol hanya tersenyum menanggapinya.

“MinJi-ah, apa kau tidak ingin kembali kedunia yang pernah membuatmu dikenal orang-orang, dunia yang membuatku mengenalmu dan menyukaimu?” tanya ChanYeol tiba-tiba.

MinJi menghela nafasnya dan mengalihkan pandangannya. Ia tidak berani membalas tatapan ChanYeol. “Aku sangat ingin kembali dicintai fans-fansku, aku ingin sekali kembali mendengar orang-orang meneriakkan namaku saat mereka melihatku, aku juga ingin sekali melihat fotoku terpasang di setiap jalan” MinJi menghembuskan nafasnya. “Tapi itu tidak mungkin” MinJi menundukkan kepalanya.

ChanYeol meletakkan tangannya dibahu MinJi dan memutar tubuh gadis itu agar bisa menatapnya. MinJi mengangkat kepalnya dan menatap ChanYeol. Pria tinggi itu tersenyum padanya. “Aku akan selalu menjadi fansmu apa pun yang terjadi. Aku yakin kau bisa kembali menjadi Choi MinJi yang dikenal semua orang lagi, aku yakin” ucap ChanYeol bersemangat.

“Chanyeol-ah…”

“Aku tidak mau mendengarmu menyerah, kau bahkan belum melakukan apa pun. Audisi penilaian disekolah, itu langkah awal untuk membuatmu kembali lagi, aku akan mendukungmu” ChanYeol mengepalkan kedua tangannya diudara.

Air mata MinJi perlahan mengalir. MinJi tersenyum dan membuat ChanYeol ikit tersenyum. MinJi tiba-tiba saja memeluk tubuh Chanyeol dan membuat pria tinggi itu sedikit terkejut. “Gomawo” ucap MinJi.

ChanYeol terdiam dan tak mampu melakukan apa-apa. Perlahan tangannya terangkat dan mengusap rambut panjang gadis itu tanpa perintah. ChanYeol merasa senang berada diposisi ini sekarang. Jika boleh, ia ingin menghentikan waktu, dan ingin tetap seperti ini.

+++

MinJi mengambil handuk yang tergantung didinding kamarnya dan kembali duduk diatas tempat tidurnya, memperhatikan MinRi yang terlihat sangat sibuk dan kebingungan. MinJi menghembuskan nafas berat.

“Kau kehilangan kaos kakimu lagi?”

“Iya, aku lupa menyimpannya dimana” jawab MinRi yang masih sibuk mencari.

MinJi berdiri dari tempat duduknya. “Pakai punyaku saja, coba cari  didalam lemari” dan setelah itu ia langsung melangkah keluar dari kamarnya.

“Gomawo MinJi-ssi” teriak MinRi.

Tanpa pikir panjang lagi, MinRi langsung mencari kaos kaki yang MinJi pinjamkan didalam lemarinya. Tak lama mencari, Minri akhirnya menemukannya. Saat akan menutup pintu lemari, tiba-tiba mata MinRi tertuju pada selembar kertas yang terselip diantara pakaian MinJi. MinRi langsung mengambil kertas yang ternyata adalah sebuah foto. Foto MinJi dan Krystal.

MinRi tercengang melihat 2 orang gadis yang ada difoto itu. Foto itu sepertinya diambil beberapa tahun lalu, dan mereka berdua terlihat akrab difoto itu.

MinRi semakin bingung, ada apa antara MinJi dan Krystal sebenarnya?

MinJi baru saja selesai mandi dan berniat kembali kedalam kamarnya. Saat akan kembali kekamarnya MinJi berpapasan dengan Krystal. MinJi tidak mempedulikannya dan terus berjalan.

“Ya! Choi MinJi” Krystal memanggilnya, dan membuat MinJi terpaksa harus menghentikan langkahnya. Krystal membalikkan badannya dan menatap MinJi penuh arti. Ia tersenyum – tersenyum licik. “Dulu kau pernah bermimpikan untuk menjadi seorang penyanyi, kenapa kau menghentikannya?!” ucap Krystal tanpa basa-basi.

“Itu bukan urusanmukan” balas MinJi santai.

“Kenapa kau malah merebut posisi orang lain. Dan waktu kau disuruh menyanyi kenapa kau tidak melakukannya?!”

“Aku takut! Aku takut akan merebut posisimu lagi!” tegas MinJi.

Krystal tersenyum kecil. “Merebut posisiku? Kau percaya diri sekali kalau kau bisa menglahkan kemapuan bernyanyiku. Sejak dulu kau memang tidak bisa bernyanyi dengan baikkan, kau bahkan tidak tau caranya bernyanyi, makanya kau berhenti mengejar impian bernyanyimu” ucap Krystal lantang.

MinJi menghela nafas berat. Ia mulai merasa kesal dengan apa yang Krystal katakana. MinJi mengepalkan tangannya dan berusaha menahan emosinya.

“Audisi penilaian bernyanyi 3 hari lagikan, bagaimana kalau kita buktikan diaudisi itu. Kalau nilaiku lebih tinggi darimu, kau harus tarik kembali ucapanmu itu didepan seluruh murid disekolah ini dan minta maaf padaku. Jika nilaimu lebih tinggi, aku berjanji akan berlutut dan meminta maaf padamu didepan semua murid” MinJi menatap Krystal serius.

“Apa kau tidak salah bicara?!”

“Kenapa? Kau takut!” MinJi tersenyum.

“Kau menantangku. Baiklah, aku terima. Tiga hari lagi” Krystal kembali melangkah meninggalkan MinJi yang masih diam ditempatnya berdiri.

Raut wajah MinJi berubah khawatir. Ia hebat sekali bisa berbicara seperti itu. Padahal hatinya merasa tidak yakin bisa mengalahkan Krystal di penilaian itu.

+++

MinRi terus menatap bingung temannya yang terus merebahkan kepalanya diatas meja kantin sekolah – MinJi. Ia bahkan belum menyantuh makanan dan minuman yang ia pesan.

“Ya! Minji-ah, kau ini kenapa?” bingung MinRi.

Minji akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap MinRi tanpa menjawab pertanyaannya. Minri semakin bingung melihat tingkah temannya itu.

Setelah saling bertatapan dengan ekspresi masing-masing, tak lama kemudian ChanYeol datang dan duduk diantara kedua gadis itu bersama Chen dan BaekHyun.

“Annyeong” ucap ChanYeol memecah keheningan kedua gadis itu.

MinJi mengalihkan pandangannya kearah BaekHyun dan Chen. “Kalian berdua bisa membantuku?!” ucap MinJi tiba-tiba.

“Apa?” tanya BaekHyun. ChanYeol dan MinRi menatap MinJi dengan tatapan bertanya-tanya.

“Nilai kalian yang paling tinggi saat bernyanyi. Kalian bisa ajari aku bernyanyikan!”

“Mwo?” Chen tercengang.

“Aku dan Chen. Yang benar saja, aku mana bisa mengajarimu” tolak BaekHyun.

“Jebal” Mohon MinJi.

Chen dan BaekHyun saling bertatapan. Begitu pun dengan MinRi dan ChanYeol. Aneh! Kenapa MinJi tiba-tiba seperti ini, seperti bukan MinJi saja.

“KyungSoo saja, tapi dia sulit untuk ditemui. Kyungsoo itu murid paling sibuk disekolah ini. Atau Luhan Sunbae saja, dia juga selalu dapat nilai tinggi kalau bernyanyi, dia juga baik dan tampan” saran Chen.

“Luhan? Siapa itu?” bingung MinJi.

“Nanti akan aku kenalkan padamu” Jawab Baekhyun.

MinRi menatap MinJi curiga. “Kenapa kau tiba-tiba ingin belajar bernyanyi?” tanya MinRi.

+++

MinRi menutup pintu Locker miliknya dan terkejut saat mendapati seorang pria yang tengah berdiri dan tersenyum padanya.

“Ya! Apa yang kau lakukan, kau membuatku kaget” MinRi mengelus dadanya sendiri.

“Annyeong” pria tinggi bersuara berat itu masih terus menatap MinRi dan tersenyum penuh arti.

MinRi menghela nafas berat, ia tau apa maksud pria itu mendatanginya. Pasti ia ingin menanyakan tentang adiknya itu, MinJi.

MinRi dan Minho duduk ditempat kosong yang terletak disudut café. Mereka berdua sedang berada dicafe sekarang, café didekat sekolah. MinRi mengeluarkan selembar foto dari dalam sakunya dan menunjukkannya pada Minho.

“Aku dapat foto ini dilemari MinJi” ucapnya.

Minho menatap foto itu serius. Foto MinJi dan Krystal yang tersenyum bahagia. Miho membalik foto itu dan menatap sebuah kata yang tertulis disana – Friends.

“Friends” MinRi mengerutkan dahinya.

“Minji, Krystal. Friends! Apa mereka berdua berteman. Tapi kenapa Krystal membenci MinJi” Minho dan MinRi saling bertatapan dengan raut wajah kebingungan.

Ada apa sebenarnya dengan MinJi dan Krystal. Apa mereka memang berteman, lalu kenapa Krystal begitu membenci MinJi hingga meminta Minho menghancurkan gadis itu.

.

.

.

TBC

Doooh! Pasti lanjutannya makin ancurkan, wkwkwk. Joengmal Mianhe, Leave comment please^^

13 thoughts on “Twinkle Little Star – Chap.4

  1. Thor, lanjutannya mana ??
    Ceritanya seru, gue pengen tau reaksi minji pas tau dia adiknya minho …
    Gue juga pengen tau apa yg trjadi pas audisi ..
    Trus alasan spesifik nya knpa tu prtemanan s krystal ama minji hancur ..

    Lanjutannya cepetan thor, keburu papih sooman keriput nih kalo kelamaan -_-

  2. daeebbakkk thor …
    nan jeongmal johaneun ..
    bleh pnya prmntaan gak?
    plis banyakin minji n yeollie yaaa…jngan biarin yeollie ptah hti thor..ksian oppa q..
    pkoknya cpetan lnjutan ny thor..q ska gak sbaran klo udah suka ama ff,q ska ksel krn ska ptus d jlan n gak brkelajutan..smoga ff ny succes n bsa slesai smpe chanyeol bhgia..

    next..q tunggu chap briktnya
    palliwa , ne !

    gomawo:-)

  3. daeebbakkk thor …
    nan jeongmal johaneun ..
    bleh pnya prmntaan gak?
    plis banyakin minji n yeollie yaaa…jngan biarin yeollie ptah hti thor..ksian oppa q..
    pkoknya cpetan lnjutan ny thor..q ska gak sbaran klo udah suka ama ff,q ska ksel krn ska ptis d jlan n gak brkelajutan..smoga ff ny succes n bsa slesai smpe chanyeol bhgia..

    next..q tunggu chap briktnya
    palliwa , ne !

    gomawo:-)

  4. Wuaaaaa gila kece banget crtanya Thor aku ska.^_^

    Aku ngebut baca dri part 1smpe 4 loh thor*jdcurcol*

    Wlaupun emang rada mrip sma dream high tetap dikemas scra brbeda(?).
    Bgus bnget thorrr aku ska^_^
    Bhsanya jga mudah di mengerti dan enk di baca(?)^_^
    wlaupun ada typo dkit tak mslah^_^.

    Thor kris sma minji di banyakin dong.
    Adegan cmbru kris blum terlhat(?) nich?

    Jng lama-lama thor. Okai?
    Yuna imnida 91line~
    FighTAENG

    • Ada Reader baru, welcome.

      Makasih sudah suka sama certanya, hehe

      Athor memang suka typo, hehe

      Ditunggu ya lanjutannya.

      Salam kenal, Tari imnida 92line.
      Lebih muda ni, berarti harus manggil Eonnie.

      Gomawo Eonnie^^

  5. Eonni ‘-‘ akhirnya rilis juga~

    ciyee Kris mulai suka tuh.
    Minji bakal sama sapa sih eonn, kasian si chanyeol.. hiks

    wah, uda lumayan tuh si minji bisa senyum ;D

    minhoooo *mewek* kau bikin minri galau lagi~
    dan minho uda 2x nanya “kau cemburu ya?” huahaa si minri malu gitu bilang IYA #plakk

    apaapaan minri -__- kehilangan kaoskaki lagi yaampun! maklum ya eonn efek pelupa(?)

    moga ayah kris cepet sembuh u_u
    moga si minji bisa menang dari krystal

    ASAP ya eonn, lanjutannya saia tunggu🙂
    #terbang

    • oh iya, kelupaan 1.. ada typo ni eonn,
      MinJi dan Kris sampai di asrama, keduanya langsung masuk kedalam kamar milik MinJi dan MinRi.

      harusnya kris itu kan chanyeol… ahh~ seriusan tadi aku bingung sampai garuk2 tembok(?) #plakk
      tapi sekarang udah ga lagi karenaaa… part minrinya banyak!! mwahaha
      dan itu orang semakin galau gegara mino /injek/

      • Hallo saeng. Mian ya kelamaan,hehe

        Sama siapa ya, Kris atau Chanyeol hayooo. Rahasia, wkwkwk

        Minri hobi banget kehilangan kaos kaki ‘-‘v

        Gara-gara semangat banget sampe typo, haha

        Aduuh, Eon ingt Kris mulu nih sampe lupa #Plak

        Gomawo ya

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s