WHAT IS LOVE? (LOVE IS YOU)

430617_302592166513600_1518880470_n

WHAT IS LOVE? (LOVE IS YOU)

Author : charismagirl (@charismaagirl)

Cast :

  • Byun Baek Hyun (EXO-K)
  • ___ (Just imagine that the cast is you)

Genre : Romance, friendship.

Rating : G, T

Length : One-shoot

Recommended Song : EXO-K – What is Love

A.N : Pernah publish everywhere._.//plak. Tapi ada dong ya yang belum baca (siapa juga yg mau-__-*ignore*) Rasanya hampa aja gitu kalo engga publish apa-apa😮 walopun masih ada FF aku yang terlantar #plak

The cast (s) not mine, but the story is mine. Do not copycat without my permission! Sorry for typo (typo bertebaran). Hope you like~

♫→♥→♫→♥→♫

Girl, I can’t explain what I feel

Making a day feel like a minute

With you, I’m the main character of a movie

As if I’m about to film an action scene to come see you

Aku sedang duduk sendirian di bawah pohon cherry yang terletak di tepi lapangan basket outdoor, membaca buku sejarah musik yang sungguh tidak ku pahami sampai sekarang. Sebenarnya aku tidak sepenuhnya memfokuskan diri pada buku ini karena ada bayangan seorang gadis yang terus berputar-putar di kepalaku. Aku heran mengapa setiap kali dia muncul di hadapanku, rasanya aku ingin menghindar darinya. Aku bukan membencinya, tapi aku takut aku punya perasaan aneh yang membuat aku bermimpi lebih tinggi dan ketakutan itu semakin jelas saat aku membayangkan aku akan jatuh saat itu juga. Lemah seperti kayu yang sudah menjadi arang, kemudian remuk dan menjadi abu terbang seperti debu.

Aku tidak bisa menjelaskan apa yang kurasakan saat memikirkan gadis itu saja, seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang dalam perutku, seperti sedang mengambang di samudera atlantik, seperti melayang di luar angkasa tanpa gravitasi, ringan dan menyenangkan.

Bolehkah aku menyebutnya cinta? Heh, sejak kapan aku mengenali cinta? Aku terlalu sibuk memikirkan urusan akademik dan musik. Aku bisa menciptakan lagu yang sering kali membuatnya mendecak kagum. Apa ia tahu lagu itu tercipta saat aku memikirkannya, membayangkan wajahnya, mengingat suara tawanya dan mungkin senyuman manis darinya yang nyaris membuatku lupa bahwa aku masih berada di dunia, bukan di surga dan mengklaim bahwa dia adalah bidadarinya.

Aku tersadar dari lamunanku, mengangkat kepalaku dari buku yang–tidak sepenuhnya–ku baca. Aku melihatnya berjalan semakin mendekat ke arahku. Masih sekitar sepuluh meter lagi, jadi aku masih mempunyai waktu beberapa detik untuk melarikan diri darimu. Bodoh? Memang. Sudah ku bilang aku takut bermimpi terlalu tinggi karena dia begitu sempurna di mata dan hatiku. Aku pikir dia tidak akan mau menjadi kekasihku jika aku memintanya. Tentu saja! Aku tidak pantas.

Mata kami sempat bertemu sepersekian detik, ku harap dia tidak menyadarinya. Aku bergegas menutup buku dan memasukkan sembarang ke dalam tas lalu berjalan nyaris jatuh tersandung batu tapi daya pertahananku masih bagus. Syukurlah, setidaknya aku tidak perlu terjatuh dan memperlambat rencanaku untuk menghindarinya.

“Baek Hyun-ah!” Seru gadis itu dengan suara khasnya. Great! Aku terlambat. Dan bersiaplah untuk terkena demam mendadak karena sekarang aku akan berhadapan langsung dengannya.

Aku menghentikan langkahku dan enggan untuk berbalik. Lalu ku dengar suara gesekan sepatu dan tanah yang semakin mendekat. Akhirnya aku memutuskan untuk berbalik.

Ne?

Dia duduk di kursi taman yang tadinya aku duduki, lalu ia mengambil sebuah buku tebal dengan sampul merah hati. Aku tahu itu buku apa, sejarah musik bukan?

“Kesini sebentar!” Dia menarik tanganku dan memintaku duduk. Aku menurut. Tangannya memang lembut tapi kontak fisik yang terjadi membuatku seperti tersengat listrik. Aku menatapnya dari samping, melihat bibirnya yang terus bicara menjelaskan apa saja yang tidak dia mengerti sambil sesekali menunjuk halaman buku itu dengan jari-jarinya.

“Mengapa kau menanyakannya padaku? Kau yakin aku bisa memberikan jawaban yang benar untukmu?” Ucapku dengan nada senormal mungkin, menyingkirkan segala getaran yang bisa saja membuatku terlihat gugup.

“Karena kau bisa menciptakan lagu yang indah, barangkali kau tahu bagaimana para pencipta lagu mendapatkan inspirasi untuk lagu-lagunya.”

Inspirasi? Gawat. Kalau aku menceritakan padanya, secara tidak langsung aku akan menyatakan perasaanku padanya dan itu adalah hak yang paling ku hindari.

“Tapi aku….”

“Oh ayolah, ceritakan padaku, sekali ini saja dan aku tidak akan membocorkan rahasia caramu pada siapapun. Aku mohon…” Dia menangkupkan kedua tangannya di depan dada, menatap memohon padaku . Ya Tuhan, aku harus apa?

“Baiklah.” Aku menghela nafas dan mulai menceritakan caraku membuat lagu, seperti sebuah cerita cinta yang patut dicatat dan diabadikan dalam museum, dia merekamnya. Astaga!

Matanya berbinar-binar dan sesekali berseru kagum, nyaris melompat dari tempat duduknya sekarang.

“… itulah mengapa aku bisa menuangkan ke dalam sebuah lagu. Karena aku tidak bisa mengungkapkan padanya secara langsung.” Aku mengakhiri ceritaku dan ia menekan tombol off pada alat perekamnya. Beberapa saat dia bergeming sambil menopang dagu, lalu berbalik ke arahku membuat aku yang memperhatikannya lekat–sedikit terlonjak kaget.

“Kalau dipikir-pikir, gadis yang kau ceritakan mirip denganku, atau jangan-jangan itu memang aku?”

APA?! Semudah itu kau menafsirkan ceritaku yang sudah ku buat sedemikian mungkin agar kau tidak menyadarinya. Aku menggerakkan bola mataku ke kanan dan kiri dengan tempo agak cepat. Aku bingung harus menjawab apa.

“Aku bercanda.” Dia tertawa ringan, namun sukses membuatku lemas. Kalau saja aku adalah keju, yakin sekali kalau sekarang aku meleleh. Jadi dia hanya bercanda, dan aku berhasil menyimpan perasaan ini lebih dalam. Aku menanggapinya dengan tawa kecil. Lalu ia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

“Ah, sudah hampir sore. Aku harus pulang. Sampai jumpa Baek Hyun-ah. Terimakasih jawabannya.”

See?! Bahkan berdua dengannya bisa membuatku melupakan waktu. Padahal rasanya baru beberapa menit kami disini, nyatanya sudah beberapa jam. Bersama dengannya benar-benar membuat satu hari seperti satu menit. Terlalu cepat.

***

As if I’ve become a hero

You’re perfect to me, I imagined

How would it be I were together?

If only you say okay

Everything is perfect, oh baby…

Aku dan dia tengah berjalan di tengah keramaian kota Seoul. Dia mengajakku untuk menemaninya pergi ke toko alat musik. Bingung mengapa aku bisa sedekat ini dengannya? Aku tidak tahu sejak kapan dia menyadari kalau aku selalu menghindarinya. Suatu hari, ia memintaku untuk tidak menghindarinya lagi, kalau tidak ia akan benar-benar tidak mau berteman denganku lagi. Baik. Sejak saat itu aku mencoba untuk menyapanya lebih dulu, dan tersenyum padanya. Yah, awalnya memang sulit tapi lama kelamaan aku menjadi terbiasa dengan kehadirannya bahkan nyaris seperti addict. Kalau ia tak ada aku jadi merasa aneh.

Aku mulai bisa mengontrol detak jantungku dalam kecepatan normal, meskipun tidak dapat dihindari seringkali keringat muncul di pelipis dan telapak tanganku.

Aku menatap wajahnya dari samping, beberapa helaian rambut panjangnya menutup wajahnya dan tergerak bebas seiring langkah kakinya yang ceria dan penuh semangat. Dan aku sekuat tenaga menahan tanganku agar tidak menyelipkan helaian rambut coklat itu ke belakang telinganya.

Tiba-tiba aku mendengar suara deru mobil yang tampak terburu-buru, seperti tak terkendalikan. Mobil itu terus memacu cepat ke arah kami.

Brmm!

Refleks aku memeluknya dan membuat tubuhnya sedikit terangkat hingga kami berdua sudah berada di tepi, nyaris saja aku membuat kami berdua terjatuh ke tanah. Tapi aku mendengar suara benturan yang cukup keras, aku tidak tahu itu suara apa karena sekarang aku sedang menutup mataku, masih shock atas apa yang baru saja terjadi.

Perlahan aku membuka mataku dan mendapati wajahnya tepat di depan mataku.

Gwaenchanayo?” Tanyaku cemas, barangkali dia lebih shock dari pada aku.

Ne, gwaenchana,” Jawabnya. Ku rasa jawabannya tidak sesuai dengan apa yang dirasakannya sekarang, lihat saja sekarang ia menggigit bibir bawahnya seperti menahan rasa perih, apa ia terluka? Aku menjauhkan tubuhnya.

“Maaf, aku lancang, memelukmu sembarangan,” ucapku.

“Kau bicara apa Baek Hyun-ah, justru aku berterima kasih padamu karena kau sudah menyelamatkan nyawaku.” Selanya cepat tidak lepas senyum manis dari bibirnya.

Aku balas tersenyum lalu melanjutkan perjalananku, baru beberapa langkah aku berjalan, aku kembali berbalik. Ia tidak beranjak dari berdirinya sekarang membuatku mengerutkan kening. Kemudian mataku menangkap sesuatu yang ganjil di kakinya dekat lutut. Astaga! Kakinya berdarah.

Aku menghampirinya dengan cepat lalu menunduk memeriksa luka di kakinya. Aku mengarahkan pandanganku ke sekitar tempat kami nyaris tertabrak tadi. Oh, jadi tiang itu yang membentur kakinya. Ya ampun!

“Naiklah!” Aku membalikan badanku agar ia bisa naik ke punggungku.

Dengan susah payah ia melangkahkan kakinya dari tempat berdirinya sekarang pasti rasanya sakit sekali.

Aku harus hati-hati agar ia tidak merasakan bertambah perih. Aku akan membawanya ke supermarket terdekat yang terletak beberapa blok dari sini. Selama perjalanan kami bergeming. Entah karena ia menahan perih atau memang tidak mau bicara denganku. Yang pasti sekarang keadaannya menjadi canggung, sejak… aku memeluknya–tidak sengaja–untuk pertama kalinya.

Aku memfokuskan diri untuk mengobati lukanya, dengan segala pengetahuan yang aku punya aku menjalankan instruksi mengobati luka. Terakhir, aku hanya perlu menempelkan kain kassa dan plester di lukanya. Percaya atau tidak, sejak tadi aku merasa diamati olehnya. Atau aku yang terlalu percaya diri? Entahlah.

Aku mendongakkan kepala agar dapat menatap wajahnya. Refleks setelah ia menyadari aku mengangkat kepala, ia memalingkan wajahnya. Aku sedikit menangkap rona merah di pipinya. Apa yang ada difikiran gadis ini sebenarnya?

Aku berdeham, berharap bisa menghilangkan kecanggungan diantara kami.

“Mau minum dulu?” Tanyaku yang disambut anggukan kecil olehnya. Aku menghampiri refrigerator yang terletak tidak jauh dari kami, mengambil dua minuman kaleng dan langsung membayarnya ke kasir sekalian membayar plester, kain kassa dan obat luka tadi.

Beberapa orang yang melewati kami menatap kami dengan antusias seolah kami adalah tontonan yang paling menarik hari ini. Mereka memang tersenyum dan aku yakin kami tidak sedang diremehkan tapi aku merasa risih juga lama-kelamaan. Memangya apa yang salah dari kami?

“Kalian serasi sekali, semoga kalian berjodoh ya.”

“Ah, aku jadi iri.”

Kira-kira seperti itulah yang mereka katakan. Aku mencuri pandangan untuk menatap gadis itu. Sepertinya ia tahu jawaban atas pertanyaanku barusan.

“Kau sadar tidak, kalau hoddie yang kita pakai sama persis? Seperti couple item yang sengaja aku beli.”

Aku melihati hoodie yang ku pakai dan yang dipakainya secara bergantian. Eh, kenapa aku tidak menyadarinya dari tadi. Aku memang sengaja memakainya karena ini pemberiannya tapi aku tidak tahu kalau ia juga memilikinya.

Dan perkataan orang-orang tadi tidak sedikitpun mengusiknya. Ia tidak merasa risih atau terlihat marah, ku rasa ia menyetujui apa yang orang-orang katakan tentang, kami serasi sekali. Haruskah aku mengatakannya sekarang, kalau aku menyukainya sejak dulu.

“Ehm, bagaimana kalau gadis yang ada dalam laguku itu benar-benar kau?”

Dia menatapku cukup lama lalu berkata, “Benarkah? Itu menyenangkan sekali. A-aku benar-benar beruntung kalau begitu.” Sedikit terdengar kegugupan dari suaranya.

“Kalau boleh jujur, gadis itu memang kau. Would you be my girl?” Apa?! Apa yang baru saja ku katakan, beraninya kau Byun Baek Hyun! Mana mungkin ia akan menerimamu, dasar bodoh!

“Baek Hyun-ah, ayo kita ke toko alat musik. Sebentar lagi toko itu akan tutup.”

“Tapi….”

“Aku sudah agak baikan dan aku bisa jalan sendirian.”

***

I lost my mind, the moment I saw you

Except you, everything get in slow motion

Tell me, if this is love

Sharing and learning countless emotions

Everyday with you

Fighting, crying and hugging

Tell me, if this is love

Keributan di kelas ini tidak membuatku menghentikan kegiatanku untuk menatapnya. Ia memokuskan diri mendengarkan segala penjelasan dosen. Tapi aku, tidak ada yang menarik selain menatap wajahnya. Hah, pasti terdengar konyol sekali.

Disekitarnya seperti bergerak lambat dan hanya ia yang berada dalam keadaan normal, jelas dan masih tertangkap dalam kecepatan cahaya. Aku tidak peduli ia menyadari atau tidak atas apa yang aku lakukan, ia harus bertanggung jawab karena kemarin ia belum memberi jawaban padaku meskipun aku tahu kemungkinannya sangat kecil bahwa ia akan menerimaku.

Ingatanku kembali pada masa-masa saat kami berdua. Tertawa, menangis dan berbagai ekspressi lain yang tidak sungkan ia tunjukkan padaku. ku rasa, aku perlu menanyakan perasaannya sekarang juga.

“… terimakasih atas perhatian kalian, jangan lupa belajar dengan baik.” Tepat disaat dosen mengakhiri pelajarannya, gadis itu membereskan alat tulisnya, dan ia tampak terburu-buru untuk keluar dari ruangan ini.

Aku menarik tangannya dan memintanya untuk duduk. Aku melirik ke sekitar kami, ruang kelas sudah hampir sepi dan aku bisa leluasa untuk mengatakan apa yang harusnya aku katakan.

“Aku ingin bicara serius, ku harap kau sudah punya jawabannya.” Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya yang terasa sangat lembut di tanganku.

“Aku benar-benar mencintaimu, jadi–“

“Baek Hyun-ah, maaf kemarin aku berusaha mengalihkan perhatian, karena jujur saja saat itu aku terlalu gugup bercampur senang.”

“Maksudmu?”

“Aku… aku juga mencintaimu. Dan menjadi milikmu adalah konsekuensinya,” Jawabnya lalu ia menunduk malu. Aku segera memeluknya dan mengelus rambut panjangnya yang tergerai indah. Mencium aroma khas shampoo yang menguar ketika angin berhembus.

“Kau tahu tidak, kalau hari ini ulang tahunku?”

“Tentu saja aku tahu, selama ini aku stalker-mu.” Jawabnya seraya tertawa ringan. Astaga! Benarkah begitu?

Jinjjayo?

***

All guys in the world are jealous of me

They must be jealous to death of me, for having you

Even after the sun goes down and moon goes down

If will never change

I’m a guy whom you can trust

You will find out

I don’t know why, this unconditioned emotion

Did I over imagine?

Next to me, as I become a better guy

You shine more brightly

Hari ini pertama kalinya aku kencan. Tepat dihari ulang tahunku, aku menemukan orang yang aku cintai. Apa mungkin di hari ulang tahun orang-orang selalu mendapatkan apa yang ia inginkan? Entahlah. Yang pasti aku sekarang merasakannya.

Sudah semestinya pria di dunia ini iri padaku, karena aku mendapatkan gadis seperti ini. Nyaris sempurna. Sudah ku katakan bukan kalau aku bisa saja mengklaim bahwa ia adalah bidadari yang sengaja diturunkan dari langit. Terlebih sekarang aku memilikinya.

Tanpa ragu aku menautkan jari ku di sela jarinya dan menggenggamnya erat. Meyakinkannya bahwa aku adalah pria yang dapat ia percaya, yang mencintainya lebih dari definisi cinta yang pernah tercipta.

Apa aku bermimpi terlalu tinggi untuk menjadi pendamping hidupmu?

“Baek Hyun-ah, apa yang kau fikirkan?” Suara lembutnya membuyarkan fikiranku.

Let’s make a wish,” Dia mengangkat kue tart tepat di depan wajahku. Yeah, make a wish. Sebenarnya aku tidak menginginkan hal lain selain dirinya. Tapi tak apalah, membuat harapan lagi adalah hal yang disenangi Tuhan, karena dengan begitu kita tidak akan dianggap manusia sombong.

“…” Fuuh! Aku meniup lilin setelah mengucapkan beberapa harapan.

“Apa yang kau harapkan di hari yang spesial ini?” tanya gadis di hadapanku seraya meletakkan kue tart yang dipegangnya ke atas meja yang juga sudah tersedia makanan lain. Hari ini aku sengaja menyiapkan makan malam berdua.

“Tidak ada. Hadiahku sudah ada disini.” Aku meraih kepalanya dan mengecup puncak kepalanya lembut. Dengan wajah malu, ia menyikut pinggangku.

“Jangan merayuku.” Dia duduk dan menuangkan orange juice di gelas kami berdua. Aku melihatnya tersenyum tipis.

“Aku tidak pernah merayumu, aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan. Mau mendengar lagu baruku?” Dia mengangguk antusias.

“Tidak ada alasan untukku menolaknya, Byun Baek Hyun.”

***

If you wish and wish earnestly

Will it come true like a fairytales

A never-ending happy ending, happily ever after

I will trust you, protect you and comfort you

I will be on your side

I will never leave your side

 

My babe

I can tell, this is love

I will make you smile often like a child

I will make you fell the most comfortable like a friend

Tell me, what is love?

FIN

© charismagirl

FF ini untuk ultah Baekhyun waktu itu, tapi dibaca sekarang juga tak apa… banyak cerita cintanya juga dari pada party birthdaynya, kan?

Thanks for read, comment please ~ don’t forget for come to my WordPress ya?

www.flamestory.wordpress.com Thanksss ^^

19 thoughts on “WHAT IS LOVE? (LOVE IS YOU)

  1. Kak, aku terlalu kudet nggak gara-gara baru baca ini sekarang? ._. Iseng-iseng obrak-abrik fanfic kakak gara-gara ga ada kerjaan di rumah sih :3

    Demi apapun kak, itu Baekhyun di awal kayak aku bener ;__; Kalo ketemu ‘someone’ bukannya seneng malah kayak orang panik cepet2 cari tempat sembunyi ;__; wkwk /lah kok buka aib/

    Terus ini sweet-nya overdosis ih ;A; Baekhyun nya agak malu-malu gitu. Aku suka banget bagian pas Baekhyun meluk si cewek buat nyelametin dia~ ;__; Gatau deh, dag dig dug sendiri ngebayangin wajah Baekhyun yang cemas cemas imut(?) itu.

    Ah, enak banget Baekhyun dapet kado spesial di ulang tahunnya >///< Kalo kita orang mah lagi ulang tahun malah dimintain pajak ultah ya ._. huhu

    Bahasanya cakep kak(?). Bener deh. Nggak terlalu puitis buanget, juga nggak muluk-muluk xD Pokoknya suka sama gaya bahasa fanfic ini :3 Terus…terus…nggak ada typo xD Kalo ga ada typo bacanya enak kak, aku sih kadang masih suka typo gitu. Masalahnya suka males baca ulang sih /kan curhat lagi kan/

    Oh,iya aku juga mencium bau-bau comedy dikit sih disini xD kkk~

    Yeayyy~ Daebak lah kak! ^^ Keep writing yaa kak! ^w^)9

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s