All About Us – line 6 (End)

all about us {cover}

Tittle : All About Us – line 6

Author : Charismagirl

Main Casts :

  • Oh Sehun
  • Park Minri (OC)
  • Han Yeon Young (OC)
  • Wu Yi Fan [Kris]

Support Casts :

  • Park Chanyeol
  • Byun Baekhyun
  • Kim Ahri (OC)
  • Kim Jong-In [Kai]
  • EXO’s members
  • Others, find it by your self^^

Genre : Romance, Frienship, School Life, Family

Rating : Teen, PG-13

Length : Chapter

Intro | 1 | 2 | 3 | 4 | 5

Review Part 5

Minri duduk di depan kelas, sendirian. Karena Yeon sudah pergi dengan Kris–entah kemana. Gadis itu memandang ke arah lapangan, tiba-tiba Sehun melintas dan tertangkap oleh pandangannya. Pria itu sedang bermain basket bersama teman-temannya.

Benarkah yang Sehun katakan tadi pagi? Bahwa Sehun masih mengharapkannya?

“YAK!” Tiba-tiba Yeon duduk di samping Minri. Gadis itu beniat mengejutkan Minri tapi sayang responnya biasa-biasa saja.

“Apa yang kau lihat?” Yeon menyerahkan satu botol air mineral pada Minri, lalu ia membuka botol minumannya sendiri.

“Tidak ada,” jawab Minri sekenanya lantas berdiri. Gadis itu baru akan kembali ke dalam kelasnya tapi sayang bola basket sialan tepat mengenai kepalanya. Gadis itu merasa pusing, setelah itu semuanya gelap.

Part 6 / Headline / Last Part

“Minri-ya, gwaenchanayo?” tanya Yeon yang sedang meletakkan kepala Minri di pangkuannya, sambil menepuk pelan pipi Minri.

Minri membuka matanya perlahan, siluet wajah pria tepat berada di depannya dan hanya berjarak tidak lebih dari setengah meter. Wajahnya tidak begitu jelas karena pria itu tengah membelakangi matahari.

Gwaenchana?” tanya pria itu dengan suara khasnya. Astaga! Minri mengenali suara itu. Suara berat pria tinggi yang mempengaruhi hati dan pikirannya. Dan apa katanya? Oh tidak, pria itu pasti berpikir mereka teman dekat hingga bicara tidak formal seperti itu.

Refleks Minri mendorong pria itu. Kemudian ia mengedarkan pandangan ke sekitarnya. Oh rupanya ia masih berada di depan kelas. Mengapa mereka tidak membawa Minri ke UKS saja, tega sekali.

“Yeon-ah, ayo masuk kelas.” Minri berdiri perlahan, sesaat mengumpulkan keseimbangan badannya lalu berjalan menuju kelasnya. Mengabaikan Sehun yang terus menatapnya. Dan mengabaikan rasa pusing yang masih ada.

“Maaf, aku tidak sengaja melempar bola hingga mengenai kepalamu,” ucap Sehun dan Minri masih bisa mendengarnya.

“Jadi kau yang melemparnya?” tanya Minri dingin. “Kalau terjadi apa-apa dengan kepalaku. Aku akan menuntutmu,” sambungnya.

Suasana mendadak menakutkan. Chanyeol yang berada tidak jauh dari sana hanya bisa membuka setengah mulutnya. Satu yang Chanyeol tahu, kalau ia tidak pernah menyesal memanggil Minri dengan sebutan kelinci kutub!

Yeon melihati Sehun dan Minri secara bergantian. Tiba-tiba ide bagus melintas di kepalanya. Bukannya dia dan Minri sore ini akan jalan-jalan? Bagaimana kalau ia mengajak Sehun? Ide bagus! Luar biasa!

“Yeon-ah…” panggil Minri.

NE. Arraseo,” seru gadis itu dengan senyum mengembang di bibirnya. Lantas membuntuti Minri masuk ke dalam kelas mereka.

***

Minri beberapa kali mengecek jam tangannya. Sudah hampir sepuluh menit ia menunggu, tapi Yeon dan Kris belum juga menampakkan wajah mereka. Minri duduk di kursi taman di depan Lotte World. Gadis itu merogoh saku celananya, mengambil ponsel. Ia baru akan melakukan sebuah panggilan, tapi seseorang yang berhenti di depannya membuatnya mengurungkan niat.

“Sehun-ssi, bagaimana kau bisa berada disini?” Minri menatap Sehun tanpa kedip. Penampilan pria itu benar-benar mengagumkan. Kaos putih lengan pendek yang melekat di tubuhnya, menampakkan bentuk tubuhnya yang proposional. Rambutnya yang kecoklatan tampak bercahaya terkena pantulan sinar matahari. Minri yakin pria itu tidak ingin bersusah payah menyisir rambutnya, tapi… pria itu pasti tidak menyadari kalau ia terlihat begitu seksi. Aih! Apa yang baru saja ia pikirkan?!

“Kris yang memintaku datang kesini.” Sehun duduk di samping gadis itu tanpa permisi terlebih dahulu. Tidak sengaja lengan mereka bersentuhan membuat Minri perlu menggeser duduknya sedikit.

Mereka bergeming, arah pandangan mereka pun berlawanan. Tapi tanpa Minri ketahui sesekali Sehun meliriknya dengan ekor matanya. Gadis itu… benar-benar tidak menyukainya, ya?

“Minri-ssi, aku minta maaf atas insiden bola basket tadi pagi.”

Sehun berusaha mencairkan suasana.

Gwaenchanayo, kepalaku sudah tidak apa-apa. Kau hanya harus bertanggung jawab jika aku mendadak bodoh,” ucap Minri sarkatis.

Sehun tertawa pelan. Gadis ini sedang mengajaknya bercanda ya? atau tidak? Entahlah. Rasanya Sehun ingin tertawa sepuasnya, tapi keadaan tidak memperbolehkannya sehingga ia hanya bisa meredam tawanya.

Mereka bergeming lagi. Minri tidak tahu harus bicara apa terjebak dalam situasi seperti ini.

Annyeong…” sapa Yeon riang. Gadis itu menggandeng tangan Kris dengan erat. Ah, akhirnya datang juga. Pikir Minri.

Sontak mereka berdua berdiri dalam waktu yang hampir bersamaan. Kompak sekali!

“Aku memang sengaja mengajak Sehun agar… kita saling berpasangan. Ah, maksudku….”

“Sudahlah, tak apa. Bagaimana kalau kita masuk sekarang?” Minri memotong perkataan Yeon. Sepertinya Minri tahu apa maksud mereka mengajak Sehun.

Choaaa!!

***

Yeon dan Kris berjalan di depan sementara Minri dan Sehun berada di belakang. Sama seperti tadi, Minri dan Sehun tidak bicara. Mereka hanya mengikuti kemana Kris dan Yeon pergi.

Yeon dan Kris benar-benar menikmati jalan-jalan ini. Mereka berdua mengayunkan tangan seirama dengan langkah kaki mereka. Kris tidak segan tersenyum bahkan tertawa. Apakah ia sudah tertular ‘happy virus’ dari Yeon?

“Kris, aku ingin naik wahana itu.” Tunjuk Yeon pada wahana roller coaster yang berjarak beberapa meter dari tempat ia berdiri sekarang.

“Kau yakin?” Tanya Kris.

Yeon menganggung mantap. Kemudian ia berbalik.

“Minri-ya, Sehun-ssi, kalian juga harus naik!”

Mwo?!” seru mereka berdua secara bersamaan.

Minri melirik Sehun, berharap pria itu melakukan sebuah penolakan. Tapi nyatanya pria itu justru mengendikkan bahu dan melangkah maju. Yang cukup mengejutkan, ia menggenggam tangan Minri, tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.

Minri mengekor di belakang Sehun tanpa berusaha melepas pegangan tangan Sehun. Err.. kalau boleh mengakui, ia suka saat Sehun memegang tangannya seperti ini. Sementara Sehun sudah tidak peduli lagi bahwa gadis itu akan marah atau apa.

Kris dan Yeon mulai menaiki roller coaster. Minri dan Sehun mengambil tempat di belakang teman mereka itu. Setelah mereka duduk, sabuk pengaman di turunkan. Roller coaster masih dalam keadaan diam. Masih ada beberapa penumpang yang akan naik, jadi mereka perlu menunggu sebelum wahana ini jalan.

“Sehun-ssi, boleh aku tanya kenapa kau menyukaiku?”

Sehun yang merasa namanya disebut refleks memnghadapkan wajahnya pada gadis itu. menatap wajah gadis itu sesuka hatinya karena berkedip sedikit saja membuat Sehun merasa rugi besar melewatkan gadis itu dari pandangannya.

Minri mulai merasa risih karena Sehun tidak kunjung bicara. Tapi ia suka cara Sehun menatapnya, seperti pria itu hanya memokuskan pandangan padanya. Minri mendadak percaya diri bahwa pria itu masih menginginkannya. Benar-benar mencintainya.

“Sangat banyak alasan yang ku punya kalau kau ingin aku menjabarkannya satu per satu. Tapi yang paling penting… aku nyaman saat bersamamu. Sesederhana itu.” Sehun tersenyum manis. Ia seperti lupa bahwa ia pernah ditolak gadis itu sebelumnya.

Tanpa ia sadar Minri menghela nafas lega lantas berkata, “Aku juga.” Minri membuang pandangannya ke arah lain, tersenyum.

“Maksudmu?”

“Aku juga menyukaimu,” ucap gadis itu pelan namun jelas.

Sehun mencerna perkataan gadis itu. Ia sempat menggaruk kepalanya sebelum tersenyum bahagia. Bahkan pria itu tidak segan untuk tertawa. Kemudian Sehun mengangkat sabuk pengamannya dan mendekatkan wajahnya pada gadis itu.

“YAK! Sehun, apa yang kau lakukan? Bahaya!” pekik Minri.

Sehun menempelkan bibirnya dengan gadis itu, menghisapnya perlahan. Minri baru saja memejamkan matanya ketika Sehun melepas ciuman mereka.

“Kita lanjutkan nanti.”

Sehun tersenyum puas sambil menurunkan kembali sabuk pengamannya. Sementara Minri harus segera menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu. Sial! Pria itu benar-benar membuat Minri mempermalukan dirinya sendiri.

***

Setelah wahana roller coaster berhenti, mereka semua turun. Sehun kembali memegang tangan Minri. Sebenarnya gadis itu ingin sekali melepasnya tapi Sehun sama sekali tidak mengizinkannya. Tautan jari-jari pria itu di telapak tangannya terasa begitu erat.

Sementara di depan mereka Yeon merapikan rambut Kris yang agak berantakan. Beberapa pasang mata melirik mereka karena iri. Mereka romantis sekali. Ck! Tidak tahu tempat. Setelah selesai dengan pekerjaannya Yeon berlari kecil menghampiri Minri dan Sehun, matanya langsung tertuju pada tautan kedua tangan orang itu. Menatap curiga namun tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.

“Apakah ada yang aku lewatkan?” tanya Yeon sembari tersenyum jahil.

Sehun hanya tersenyum menanggapi. Sementara Minri berusaha melepaskan tangan Sehun, sedikit banyak ia merasa malu.

Yeon menepuk lengan Minri pelan dan berkata, “Chukkae!

Yeon terkesiap saat tangan Kris yang nakal menyelip ke sela pinggangnya. Yeon menghadap Kris, ia baru akan mengomel tapi bibir Kris mendadak mencium keningnya.

Terdengar tawa dari Sehun dan Minri. Mereka tahu kalau Yeon pasti malu sekali karena Kris memperlakukannya seperti itu di depan mereka berdua.

Sehun berdeham, “Kalau begitu kami pergi dulu. Kami juga ingin kencan.”

“Hah?” Minri mendadak blank. Apa kata Sehun tadi? Kencan? Berdua?

“Silakan. Selamat bersenang-senang.”

Yeon melambai riang. Melupakan rasa kesalnya pada Kris. Karena hari ini ada dua hal yang membuatnya begitu bahagia. Pertama, sikap Kris begitu baik dan romantis. Kedua, ia bisa menyatukan Minri dan Sehun. Dua manusia berwajah dingin yang sekarang mempunyai kepribadian hangat.

Sehun merangkul bahu Minri, lantas membisikkan sesuatu.

“Kau ingin aku melanjutkan yang tadi?”

“Oh Sehun!!”

Minri mencubit pinggang Sehun. Pria itu sama sekali tidak merasakan sakit, justru ia tertawa lepas. Senang sekali rasanya menggoda gadis ini.

“Aku baru tahu ternyata kau laki-laki mesum.”

Minri kembali memasang wajah dinginnya. Melepas pegangan tangan Sehun yang mulai melonggar. Kemudian berjalan mendahului pria itu.

“Hey… Aku hanya bercanda.”

***

“Mereka serasi sekali,” gumam Yeon setelah Minri dan Sehun berjarak beberapa meter mereka berdua.

“Semua berkat kau. Akhirnya mereka bisa bersama.”

“Kau juga membantu Kris.”

Yeon berjalan mendahului Kris, mencari tempat untuk duduk karena jujur saja kakinya sudah terasa penat. Kris menyusul Yeon sambil melihat ke sekitarnya membuat ia tidak tahu kalau Yeon tiba-tiba berhenti. Tanpa diinginkan tubuh mereka bertabrakan. Untunglah Yeon masih memiliki keseimbangan tubuh yang bagus.

“Kenapa tiba-tiba berhenti?!” ucap Kris kesal.

“Sepertinya aku mengenal mereka berdua.”

Yeon menunjuk pada dua orang yang sedang duduk di kursi bawah pohon. Mengabaikan kekesalan Kris karena ulahnya barusan.

Yeon melihat kedua orang itu tampak sedang menyandarkan kepala satu sama lain. Yeon hanya melihat dari belakang jadi ia tidak yakin dengan tebakannya. Ah, daripada ia penasaran lebih baik ia menghampiri mereka.

Laki-laki itu baru saja akan menempelkan bibirnya pada si gadis tapi sayang Yeon lebih dulu mengejutkan mereka berdua.

“Kai-ssi!”

Kai membuka matanya lantas terkejut dengan kehadiran Yeon yang secara tiba-tiba muncul. Begitu pula dengan gadis yang di samping Kai–Ahri. Gadis itu secara refleks memudurkan duduknya hingga sedikit berjarak dari Kai.

Tak lama Kris sudah berada di samping Yeon.

“Hai Kris,” sapa Kai.

“Sedang apa kalian disini?” tanya Yeon polos.

Wajah Ahri tiba-tiba memerah. Ia tahu bahwa tadi Kai akan menciumnya kalau saja Yeon tidak datang, tapi apakah mereka melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan Kai padanya?

“Kami hanya berkencan,” jawab Kai sekenanya. Ia masih kesal dengan kehadiran kedua orang ini yang sudah menggagalkan rencananya.

Yeon mengangguk mengerti. Lalu Kris mendekat pada Yeon, membisikkan sesuatu yang membuat Yeon tiba-tiba terlonjak.

Jinjjayo?” tanya Yeon pada Kris.

Kris hanya mengendikkan bahunya sambil tersenyum tipis.

“Kalau begitu kami pergi dulu. Annyeongi-gyeseyo Kai-ssi, Ahri-ssi. Dan… Kalian boleh melanjutkan yang tadi,” ucap Yeon asal.

Yeon berusaha menyembunyikan senyumnya atau boleh dikatakan kalau dia sedang menahan tawanya. Kris baru saja memberitahunya bahwa Kai memang ingin mencium Ahri. Tapi kenapa tadi Yeon tidak menyadarinya, ya?

“Ya Kris! Kau sudah meracuni pikiran gadismu sendiri,” ujar Kai.

Eung? Darimana kau tahu kalau kami…”

Ucapan Yeon terpotong saat Kai dan Ahri mengarahkan pandangannya pada rangkulan tangan Kris di pinggang Yeon, membuat gadis itu sadar akan perlakuan Kris yang menampakkan kemesraan mereka di depan umum.

“Kris…” bisik Yeon.

Andwae.”

Kris seolah-olah tahu apa yang dimaksud gadis itu. Ia tetap merangkul Yeon lalu membawanya pergi setelah sebelumnya pamit pada Kai dan Ahri yang masih betah duduk di bawah pohon.

Kris memang sulit untuk dibantah.

***

Minri dan Sehun berada dalam sebuah kafe di kawasan taman bermain. Sehun tampak menikmati kegiatannya menatap Minri. Sementara Minri tidak mengetahui sama sekali kalau Sehun tengah menatapnya. Gadis itu makan dengan lahapnya. Hingga pada suapan terakhir barulah Minri mengangkat kepalanya.

“Kau belum menyentuh makananmu Sehun-ah, kau tidak suka?” Tanya Minri sembari meraih air minumnya.

Sekarang mereka sudah tidak menggunakan bahasa formal lagi. Secepat itu.

Aniyo, hanya saja aku lebih suka menatapmu.”

Minri hampir menyemburkan minumannya mendengar perkataan Sehun. Gadis itu sedikit tersedak, membuat Sehun menatap khawatir.

Gwaenchanayo?”

“Aku tidak akan kenapa-kenapa kalau kau bersikap biasa saja,” ucap gadis itu datar.

“Aku tidak akan bisa bersikap biasa-biasa saja denganmu, karena bagiku kau itu istimewa. Hanya ada satu di dunia ini. Bagiku tidak akan ada Minri kedua di dunia ini. Karena kau hanya satu-satunya… izinkan aku menjagamu sampai nanti.”

***

Sehun menghentikan motornya di depan rumah Minri. Ia baru saja mengantarkan gadisnya pulang. Rasanya ia tidak bisa menahan bahagianya hari ini sehingga senyum di wajahnya selalu melekat.

Gomawo, sudah mengantarkanku pulang,” ucap Minri. Lantas gadis itu berbalik hendak masuk ke dalam rumahnya tetapi Sehun kembali memanggilnya membuatnya menghentikan langkah.

Sehun turun dari motornya dan melangkah maju mendekati gadis itu. Ia merentangkan kedua tangannya lalu memeluk gadis itu. Menenggelamkannya dalam pelukan hangat.

“Apa yang kau lakukan? Kau lupa kalau aku sedang di depan rumahku? Kalau Eomma dan Appa melihat bagaimana?” ujar Minri dengan suara yang cukup teredam.

Sehun tidak menjawab. Ia hanya memejamkan mata seraya menghirup udara dari bahu gadis itu. Aroma sampo dari tiap helaian rambut gadis itu membuatnya betah.

“Aku sedang mengisi energi.”

Sehun melepaskan pelukannya lalu mengacak rambut Minri pelan. Gadis itu tidak menolak sama sekali. Tentu saja! Ia suka perhatian Sehun.

“Sampai besok,” ucap Sehun lalu kembali naik ke motornya. Ia sempat tersenyum pada gadis itu sebelum menutup kaca helmnya dan melesat dari tempat itu. Meninggalkan Minri yang berdiri di depan rumahnya, menatap Sehun sampai menghilang dari pandangannya.

Minri tersenyum tipis lalu membalikkan badannya. Ia cukup kaget saat melihat Chanyeol berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Hah… benar-benar. Gengsimu tinggi sekali Minri-ya.”

“Ya ya ya, aku mengaku. Aku memang menyukai Sehun dan sekarang merasa senang sekali karena tidak ada yang menghalangi kami. Kau puas?”

Chanyeol tertawa renyah lantas menggelengkan kepalanya.

“Wah, anak Eomma sudah punya pacar.”

Tiba-tiba nyonya Park muncul dengan wajah yang berbinar. Senang mendapati Minri benar-benar punya hubungan dengan Sehun? Laki-laki yang sudah mempengaruhinya termasuk keluarganya.

Eomma mendengar semua yang ku katakan?” tanya Minri dengan wajah bodoh.

“Ne, bahkan Eomma melihat kau berpelukan dengan namja tampan itu. Kalian serasi sekali.”

Eomma,” rengek Minri. Berharap Eomma-nya berhenti membicarakan kejadian tadi karena ia merasa sedikit malu.

See. Nyonya Park sudah menyetujui hubungan kalian. Tunggu sampai waktunya tiba, kau pasti akan dinikahkan dengan Sehun.” Chanyeol berusaha menahan tawanya melihat wajah gadis itu sudah seperti kepiting rebus.

“Park Chanyeol!”

Minri baru akan memukul Chanyeol–tapi sayang pria itu lebih dulu mengambil langkah seribu. Minri mengejar Chanyeol sampai ke lantai dua. Chanyeol masuk kamarnya lalu menguncinya. Tapi Minri masih bisa mendengar pria itu tertawa dari dalam.

Minri berjalan menuju pintu kamarnya. Ia sempat menatap pintu kamar Chanyeol sebelum bergumam, “Terimakasih.”

***

Besok harinya. Mereka kembali ke sekolah.

Minri menyusuri koridor sendirian. Ia sedang berjalan menuju taman belakang sekolah. Tadi Sehun memintanya untuk datang sendirian. Sehun berkata bahwa ada yang ingin dibicarakannya. Tiba-tiba Minri menjadi gugup.

Ia sedikit bingung kenapa semua orang berjalan ke arah lapangan.

“Baekhyun Sunbae, mengapa semua orang berkumpul di lapangan?” Tanya Minri pada Baekhyun yang kebetulan lewat.

“Entahlah, sepertinya ada pengumuman dari kepala sekolah. Kau tidak ikut?”

“Err… Aku mau ke toilet dulu,” bohong Minri.

“Baiklah, aku duluan ya,” ucap Baekhyun lalu berjalan ke lapangan, sementara Minri meneruskan langkahnya ke taman belakang.

Minri menyusuri pandangannya ke setiap sudut tempat itu tapi tidak menemukan satu orang pun disana. Gadis itu menghela nafas.

“Kau dimana Sehun-ah?” gumam Minri.

Tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan mendorongnya pelan hingga ia tersandar di batang pohon.

Sehun. Mengagetkan saja.

Sehun menumpukan satu tangannya di batang pohon tepat di samping kepala Minri, membuat pria itu puas menatap gadisnya.

“Jangan macam-macam. Ini sekolah dan aku tidak ingin mendapat hukuman hanya karena ditemukan berduaan di taman belakang sekolah bersama seorang laki-laki. Dan melakukan hal yang tidak bermoral.”

“Memangnya siapa yang melihat? Semua orang sedang berada di lapangan.”

Sehun mendekatkan wajahnya hingga ujung hidung mereka bersentuhan. Tak lama kemudian, entah siapa yang memulai, bibir mereka sudah bersentuhan. Sehun memberikan kecupan-kecupan lembut membuat Minri sedikit melupakan keadaan disekitarnya.

“Kau tahu, kau semakin terlihat mempesona kalau dilihat dari jarak sedekat ini.”

“AH! Kita harus kembali ke lapangan!” Minri mendorong tubuh Sehun lalu berlari menuju lapangan. Dia tidak boleh terperangkap dalam waktu yang lama bersama pria ini, karena dia cukup berbahaya. Minri ingin sekali mengabaikan ucapan Sehun yang terdengar menggelikan itu, tapi sayang otaknya mudah sekali terpengaruh hingga berefek pada wajahnya yang malang. Memerah lagi.

Sementara Sehun tersenyum tipis. Ia ikut berlari dan menyejajarkan langkahnya dengan gadis itu.

“Kalian dari mana?” Tanya Yeon saat Minri dan Sehun baru saja tiba dan mengambil tempat dalam barisan.

“Stt! Kepala Sekolah sedang melihat ke arah kita,” ujar Minri membuat Yeon bungkam dan fokus melihat ke depan.

Yeon tidak perlu tahu dari mana mereka. Karena Minri tahu gadis itu pasti akan menggodanya habis-habisan bersama pacarnya yang jangkung itu.

***

Minri duduk atas rumput taman di bawah pohon bersama dengan salah satu koleksi novelnya. Cuaca yang cerah membuat matahari saat itu berwarna orange menyala. Indah. Sangat indah.

Gadis itu tenggelam dalam cerita novel yang ia baca hampir tidak memperhatikan keadaan disekitarnya. Sampai seseorang yang sejak tadi juga berada disana, mengeram kesal.

“Sampai kapan kau mengabaikanku dan lebih memilih pacaran dengan lembaran-lembaran fiksi itu?” tanya Sehun sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku. Benda yang sejak tadi juga diutak-atiknya tanpa melakukan hal yang berarti.

Minri mengabaikan Sehun, menyelesaikan halaman terakhir buku itu sebelum menutupnya dan meletakkan di samping tempat ia duduk.

“Ku pikir kau sudah pergi,” ucap Minri semena-mena.

Sehun diam lantas membuang pandangannya, membuat Minri yakin bahwa pria itu benar-benar kesal. Hingga akhirnya gadis itu menyerah.

“Baiklah, aku minta maaf.”

Diam-diam Sehun tersenyum miring.

“Aku akan memaafkanmu kalau kau…”

Minri menaikkan satu alisnya karena Sehun menggantungkan kalimatnya. Kemudian gadis itu mendadak waspada saat Sehun menampakkan seringaiannya, berbahaya dan… tetap mempesona.

“Pinjamkan aku bukumu itu,” ujar Sehun sambil menunjuk buku yang diletakkan Minri.

“Untuk apa?” tanya gadis itu enggan namun tetap mengambilnya dan menyerahkan buku itu pada Sehun.

Buku itu tepat sampai di tangan Sehun, beberapa detik kemudian Sehun menarik bahu gadis itu hingga Minri terbaring di pangkuan Sehun. Pria itu membuka halamannya asal lantas menutupi wajah mereka berdua.

Minri yang sangat kaget dengan serangan mendadak itu, merasa tersedak dengan nafasnya sendiri. Pria itu menempelkan bibirnya, mengecup permukaan bibir gadis itu dengan ciuman menuntut.

Minri mendorong bahu Sehun dengan susah saat ia merasa persediaan oksigennya sudah sekarat.

“Kau!” teriak gadis itu murka, namun tetap meletakkan kepalanya di pangkuan Sehun.

Sehun tersenyum lalu mengusap ujung bibir gadis itu yang sedikit basah.

“Bersiaplah menerima serangan mendadak seperti tadi. Bibirmu membuatku kecanduan, Minri-ya.”

“Dasar mesum!” Minri mencubit perut Sehun yang berada paling dekat dari jangkauannya.

“Emm.. tiba-tiba aku ingin mengatakannya lagi. Ku harap kau tidak pernah bosan mendengarnya.”

“Apa?”

“Aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu.”

Sehun kembali mendekatkan wajahnya, mendaratkan bibirnya kembali di bibir gadis itu. Kali ini lebih lembut dan hanya sekedar kecupan singkat. Minri tersenyum tipis lantas memejamkan matanya. Menikmati semilir angin yang mulai terasa dingin. Menunggu sunset yang akan mengakhiri hari ini.

Disini di bawah langit Seoul dia menemukan seseorang yang begitu spesial. Menemukan pasangan puzzle untuk hatinya. Kemudian ia berharap semoga ia disatukan untuk waktu yang tidak bisa ditentukan, besok, lusa, dan lebih lama lagi.

Semua tentang kita.

END

Cover and Storyline © Charismagirl

HUAAAHH!! Akhirnya berakhir sudah FF ini! Gimana? Jelek? Engga memuaskan? Engga sesuai keinginan?? Huahaa maafkan author yang satu ini yang selalu telat publish.

Makasih buat cast yang udah mau meminjamkan namanya serta bersedia karakternya aku bunuh(?) dan aku nistakan *ketawa setan*

Dan dengan sedikit merasa lega akhirnya saya menyelesaikan final test. Hingga saya bisa nyentuh FF lagi.. yaeyyy!! Tinggal nunggu hasilnya nih TT *gugup, takut, galau menjadi satu* doain ya supaya hasilnya bagus.. amin.

Makasih udah mengikuti FF ini dari awal serta makasih pula udah ninggalin komentarnya. *BIG HUG*

74 thoughts on “All About Us – line 6 (End)

  1. anyeong

    woaaa . ikut lega .eonni semoga hasilnya bagus . haha udah telat ya??
    lega deh ni ff selesai. ah . ya ampun. beneran . deh .bingung aku mau bilang apa lagi. pokoknua keren eonni.

    @_@+fighting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s