Oh My School! #1

Title                       :               Oh My School!

 

Author                  :               Syiff97

 

Genre                   :               -Fluff/Romance

-Friendship

-Teen-Life (?)

 

Length                  :               Chapter

 

Main Cast            :               -4 exo member😉

-Hwang Miyoung

-Faraya

-Seo Sangmi

-Kwon Sohee

 

Support Cast      :               – Another EXO MEMBER

-Sment family

 

Rating                   :               PG-13 (i guess -_-)

 

 

Begin Chap         :               “An Introduction.”

 

exo12

 

Sangmi POV

 

“Annyeong Hwang Miyoung-ah! Seo Sangmi imnida!!” ujarku sambil membungkukkan badanku.

 

Mengharapkan senyum, yang kudapat malah tatapan kosong tanpa ekspresi. Heh kenapa anak ini mukanya datar sekali -_-. Padahal, jika ia mengangkat kedua ujung bibirnya sedikiiit saja, ia pasti terlihat lebih cantik. Apa mungkin ia gugup yah? Mungkin~ begitu juga dengan seluruh anak baru bukan?

 

 

“Shim seonsaengnim dan ibu-mu meminta-ku untuk mengajakmu berkeliling sekolah, tidak apa bukan?” ujarku lagi.

 

Dan…. TADAAAAAA~!! Akhirnya ia tersenyum juga. Omona~~ jika aku laki-laki mungkin aku akan mengajaknya kencan. Sayangnya, aku perempuan dan aku masih suka pada laki-laki kkkk~

 

Kami pun mulai berjalan mengelilingi sekolah. Mengenalkan kepadanya lingkungan Korean International High School kepadanya. Dari mulai ruang kelasnya, laboratorium, perpustakaan, cafetaria, hingga toilet. Untung saja aku dan dia berangkat pagi sekali (bahkan satu jam sebelum bel berbunyi -_-) sehingga masih cukup banyak waktu untuk mengajaknya ke main hall sekolah kami ini. Dan untungnya, Miyoung tidak banyak bertanya sehingga aku tidak perlu banyak waktu untuk mengunjungi setiap ruangan. Sungguh, ia benar-benar tidak berbicara sepatah katapun. Setiap penjalasanku hanya dijawab dengan anggukan dan senyum. Apa jangan-jangan dia bisu ya -_-.

 

Menurut penjelasan Shim seonsaengnim, gadis ini lebih muda satu tahun dari umur seharusnya ia menduduki bangku high school. Ketika ku tanya apakah dia masuk karena… err… “finansial”, seonsaengnim menjawab bahwa ia berhasil masuk Korean International High School akibat kejeniusannya. Daebakkk~! Cantik, pintar, dan masuk dalam Diamond class yang sudah pasti hanya bisa diduduki oleh anak-anak orang kaya, suatu paduan yang sempurna dimana ia pasti menjadi panutan orang-orang. Sayangnya ia tertutup, bahkan kata ibu-nya, ia tidak memiliki teman sama sekali. Ibunya sampai meminta padaku untuk menjadi temannya. Sebagai salah satu murid teladan, aku akan berusaha keras untuk membuatnya nyaman! Mungkin saja kan bila aku berhasil mengambil hatinya, aku akan menjadi satu dari 10 murid teladan lagi tahun ini~ kkkk~ kata seonsaengnim kan, ibunya salah satu dari 20 orangtua donatur Korean International High School~ hehe~

 

Lamunanku tersadar begitu kaki kami menapaki main-hall sekolah. Huft~ ramai sekali sih. Maklum saja, hari pertama di tahun ajaran baru dan 10 menit lagi bel akan berbunyi. Rata-rata murid Korean International High School kan selalu datang beberapa menit sebelum bel bahkan setelah bel alias telat. Itu dia mengapa mendapatkan gelar murid teladan sangat penting. Guru-guru pasti akan lebih menghargaimu dan kumpulan anak pintar akan selalu bersamamu. Toh tujuanku kan bersekolah disini memang untuk menjadi desaigner sukses dan lulus dengan nilai terbaik~

 

 

“nah~ Miyoung-ah, ini main-hall Korean International High School~ tiap pagi-nya memang selalu ramai seperti ini. Jangan pernah jalan sendirian karena dengan tubuh petite-mu itu kau bisa tersesat atau terjepit dikerumunan! Arraseo?” ucapku sungguh-sungguh.

 

Ia tersenyum lebar dan tertawa kecil. Aigooo~~ aku baru sadar bahwa ia memilik eyesmile. Kyeopta~ ^^

 

Kami mulai berjalan menyusuri main-hall. Karena dipinggir main-hall ramai sekali dengan anak-anak lain, aku memutuskan untuk berjalan ditengah-tengah, agar Miyoung mudah mengikutiku dan dapat melihat kegiatan pagi para siswa Korean International High School. Lagipula dengan berjalan ditengah seperti ini, tidak akan ada yang tiba-tiba menabrakmu karena siswa Korean International High School biasanya lebih suka bercengkrama dipinggir koridor.

 

 

“EXO DATAAAANG~~!!!”

 

Mendengar teriakan itu, para siswa yang tadi berbicara dengan temannya sendiri menjadi heboh. Para perempuan cepat-cepat merapihkan penampilannya sementara yang laki-laki mengambil kamera atau ponsel. Tanpa dikomando, semua siswa merapat kepinggir koridor.

 

Aahh~ bagaimana aku bisa lupa kalau disetiap hari pertama semester baru hal ini akan terjadi?

 

Cepat-cepat aku ikut merapat dengan siswa lain. Tentu saja tidak ingin cari masalah dengan ke-12 anak laki-laki itu. Terutama fansnya -_-.

 

 

Author POV

 

“kira-kira penampilan exo oppa bagaimana yah? Apa mereka ganti gaya rambut???”

 

 

“tidak melihat exo selama liburan membuatku kehilangan semangat!”

 

 

“apa aku sudah cantik? Apa gege nanti melirikku?”

 

 

“satu gambar 10.000 won!!! Exclusive!!”

 

Berbagai macam kalimat dilontarkan siswa-siswi Korean International High School yang berada di main-hall. Semuanya sibuk melihat kearah pintu main-hall, menunggu kedatangan ‘exo’ seakan menunggu boyband yang sangat terkenal.

 

Exo? Apa itu exo?

 

Sebagai pengetahuan, exo merupakan grup (atau geng?) yang terdiri dari 12 anak laki-laki Korean International High School yang menduduki Diamond Class. Ke-12 anak ini bagaikan ‘berlian’ dimata siswa lainnya. Mengapa?

 

Kaya, pintar, dan multitalented. Dan lebih-lebih lagi karena wajah rupawan yang dimiliki oleh masing-masing anggota. Bahkan, saking rupawannya, mereka sampai memiliki fansclub sendiri. Jangan heran bila melihat mereka di-untit oleh segerombolan gadis-gadis dengan full make-up. Jangan juga heran bila melihat isi locker mereka yang… 75% isinya ialah berbagai macam hadiah dan surat-surat bermandikan parfum wanita. Tidak hanya para siswi, para guru perempuanpun terpikat oleh ke-12 anak laki-laki ini. Jelas, exo sangat berpengaruh di Korean International High School. Bukan hanya karena ‘kebaikan’-nya, tapi juga karena ‘keburukan’-nya. seperti kata pepatah “tidak ada yang sempurna melainkan Tuhan.” Bukan?

 

 

“EXO OPPAAAAAA~!!!!!”

 

“KYAAAAAA~!!!!!!”

 

“GEGE LOOK AT MEEEEE~!!!!”

 

Layaknya artis yang  sedang berjalan di red carpet, puluhan kilatan blitz mulai menyambar begitu exo menapaki main-hall. Para gadis menjerit histeris ketika salah satu anggota exo menatap mereka. Sebagian dari anggota exo memamerkan killer-smile yang manis, sebagian yang lain tampak cool (atau mungkin sok cool) menunjukkan smirk yang sangat menggoda, sementara yang lainnya hanya menatap hal disekitar dengan tatapan datar dan tanpa ekspresi. Walau begitu, masih banyak saja yang meneriakkan nama anggota exo. Dan kalau diperhatikan, ada beberapa anak yang membawa banner kecil bertulikan anggota exo kesukaan mereka. Sudah persis seperti jumpa fans.

 

Memang hal ini terlalu berlebihan dan terlihat seperti drama ‘boys before flowers’ yang sebelumnya sangat terkenal. Tetapi inilah kenyatannya. Terkesan norak namun selalu terjadi setiap awal hari pertama di awal semeter.

 

Yah~ selalu terjadi~

 

Well…. kecuali jika ada seorang gadis bertubuh kecil menghalangi jalan mereka dan berdiri tepat didepan salah satu ‘center of the group’ yang sangat player namun arogan, Kai.

 

Dan hal itu terjadi saat ini!!!

 

 

Faraya POV

 

 

“raya-ah!~! lihaaaat!! Itu exooooo~!!!” jerit Jiayun-sahabatku-histeris.

 

Ku tutup kedua telingaku dengan kesal.

 

 

“yak!! Tidak perlu berteriak ditelingaku!! Lagipula kenapa sih se-histeris itu??”

 

Jiayun menatapku masih dengan tampang histerisnya. “ini exo Raya-ahhhh~!!!”

 

Pfft~ lucu sekali.

 

Kadang aku suka berpikir betapa bodohnya para siswa Korean International High School yang meneriakkan nama-nama anak-anak menyebalkan itu. Terutama Kai. Dancer sok jago yang juga sok tampan. Apa sih lebihnya dia? Si tukang cari perhatian itu. Pfft sok sekali sih.

 

Memangnya exo sehebat itu apa? lihat saja mereka. Ughhh. Melihatnya saja bikin darahku mendidih. Coba liat tampang mereka itu. Seperti anak-anak sok tampan yang sama sekali tidak pintar. Apalagi Kai. Ughhhh!!!

 

Aku membenci mereka bukan tanpa alasan. Siswa lain mungkin buta dengan beberapa perlakuan anggota exo yang suka se-enaknya terhadap beberapa anak yang  terbuang. Tapi aku tidak. Kelakuan mereka sangat tidak manusiawi. Dan aku selalu benci akan hal itu. Apalagi Kai. Pembuat onar sekaligus rivalku di kelas dance. Aku sangat bersyukur guru kelas dance kami kali ini laki-laki sehingga tidak akan ada perlakuan tidak adil seperti tahun ajaran sebelumnya. Lihat saja Kai, kita lihat siapa yang hebat.

 

 

“apa sih yang dilakukan anak itu?”

 

 

“kenapa anak itu menghalangi jalan anggota exo???”

 

 

“cari perhatian! Menggelikan! Dia cari mati dengan kita!”

 

 

“yahhh!!! Minggir!!! Mereka mau lewat, bodoh!!!!”

 

Mendengar kalimat-kalimat itu, aku langsung menatap ketengah koridor.

 

Ku lihat Kai menatap anak itu dengan tatapan menindas serta penuh kebencian. Apa-apaan itu?

 

Dan gadis itu… kenapa dia menghalangi jalan mereka?? Eh.. dia kelihatan asing dimataku.

 

Apa jangan-jangan ia anak baru ya?? OMG… she’s in a big trouble.

 

 

Author POV

 

Kai menatap mata Miyoung dengan tatapan penuh kebencian. Matanya seperti menulusuri setiap bagian dari pikiran Miyoung. Tangannya mengepal dengan kuat.

 

Suho, Young leader dari exo menghampiri Kai dan berbisik kecil.

 

 

“kai, sebaiknya kita—-

 

 

“get out of my way, miss.”

 

Para siswa terlihat schock. Tidak biasanya Kai seperti ini terhadap wanita. Apalagi melihat wanita dengan tampang indah seperti gadis didepannya. Exo pun terkejut melihat hal ini.

 

Wajah gadis itu menggambarkan ketakutan, seakan Kai hendak menerkam dirinya hidup-hidup. Tapi entah kenapa, badannya kaku, sulit untuk digerakkan sehingga ia tetap ditempat, bahkan tidak berkedip menatap mata Kai.

 

 

“for the second time.. i said get out of my way..”

 

Masih tidak bergeming. Rona merah diwajah gadis itu mulai menghilang. Ia terlihat pucat. Air mata mulai menggenangi kedua matanya.

 

Melihat hal itu, bukannya luluh, Kai malah makin mengencangkan kepalan tangannya. Giginya bergemeretak menandakan ia sudah tidak bisa menahan lagi amarahnya. Dan sepersekian detik kemudian, tangannya melayang di-udara.

 

Seharusnya dalam detik berikutnya tangan itu sudah harus mendarat dipipi putih Miyoung. Namun, nihil. Ternyata gadis lain telah menahan tangannya- yang tentu saja menambah keterkejutan siswa yang lain.

 

 

Sohee POV

 

 

“sohee-ya…”

 

Kucengkram tangan Kai dengan kuat sehingga ia tidak bisa bergerak. Saat menoleh kebelakang, ternyata siswa asal Indonesia itu sudah menarik-nya mundur dan melindungi tubuh kecilnya.

 

 

“Miyoung-ah!!!”

 

Sangmi, sang murid teladan menghampiri gadis berambut merah-yang bernama Miyoung itu. Wajahnya juga terlihat pucat. Ia memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja.

 

 

“Mianhaesseo, seharusnya aku tidak meninggalkanmu begitu saja dikoridor. Jinjja mianhaesseo!! Kau baik-baik saja kan??” tanya Sangmi panik.

 

Tatapan Sangmi beralih ke arah Kai begitu Miyoung mengangguk kecil. Tatapan penuh kekesalan. Begitu pula dengan Faraya yang menatap Kai dengan penuh kebencian. Tidak heran, mereka adalah rival. Kuarahkan pandanganku ke wajah Kai, menambahkan aura ketidak-sukaan yang diberikan oleh Sangmi dan Faraya.

 

 

“don’t dare you lay your hand on her cheeks.” Ucapku tegas.

 

Tidak peduli dengan ratusan pasang mata yang menatap kearah kami seakan menyaksikan pertunjukkan sirkus yang menakjubkan, kukuatkan cengkramanku, yang membuat Kai meringis menahan rasa sakit. Syukurlah tidak ada satupun dari mereka yang bergeming untuk menghentikkan apa yang kulakukan, karena sesungguhnya memang Kai pantas dipermalukan dimuka umum. Mengingat apa yang ia lakukan kepadaku jauh lebih menyakitkan dari apa yang ia alami pagi ini.

 

 

‘KRIIIIIIINNGGGGGG!!!!!!!!!’

 

Suara nyaring bel membuat semua orang agak terkejut. Bahkan beberapa dari mereka kesal karena adegan ini harus berakhir dengan cepat. Well… guru-guru sangatlah disiplin. Kami harus berada didalam kelas begitu bel berbunyi atau akibatnya akan sangat fatal. Maka dari itu, kerumunan anak mulai bubar walaupun beberapa diantaranya masih memerhatikan kami.

 

Dengan sangat kecewa, kuhempaskan tangan Kai begitu saja. Andai saja hal ini bisa terjadi lebih lama lagi, mungkin aku sudah melontarkan wajahnya itu dengan berbagai caci-maki dan amarah yang selama ini kupendam. Yang dengan pasti akan menghancurkan image cool-nya yang sudah ia bangun selama setahun itu. Tetapi aku tidak akan melakukannya~ aku kan orang baik~ lagipula apa serunya melihatnya hancur dalam satu hari? Bukankah perlahan namun pasti lebih menyenangkan?

 

Cepat-cepat kubalikkan tubuhku untuk melihat keadaan si anak baru itu. Nihil, yang kutemukan hanyalah Sangmi dan Faraya.

 

 

“dimana anak itu?” tanyaku bingung.

 

Faraya dengan cepat menjawab. “ia lari begitu saja saat Kai meringis dan menatap tajam kearahnya.”

 

 

Author POV

 

Kaki kecil Miyoung membawanya berlari cepat. Tidak diperdulikannya cacian orang-orang yang tertabrak tubuh mungil gadis itu.

 

Ia sudah tau hal seperti ini akan terjadi. Ia sudah tau akan jadi begini. Dan ia sangat menyesal.

 

Air mata mengaliri pipinya, tanpa sadar badannya bergetar, saking takutnya dengan kejadian tadi. Sebenarnya saat tadi Sangmi bertanya apakah ia baik-baik saja, ingin sekali rasanya bibirnya mengatakan ‘tidak’. Namun kata itu ia tahan ditenggorokannya.

 

Inilah dia, bukit belakang sekolah. Ia terus berlari menghampiri semak-semak liar. Tubuhnya merangkak untuk menembus semak-semak itu sehingga ia bisa duduk sendirian dibalik sana, dimana terdapat danau kecil yang indah. Ia bersyukur tidak ada seorangpun yang tau tempat ini. Lebih bersyukur lagi karena ia menemukan tempat ini sebelum ia benar-benar bersekolah disini.

 

Karena ia tau, bahwa kalimat “sedia payung sebelum hujan” itu selalu efektif.

 

 

Suho POV

 

Untunglah wali kelas kami belum sampai dikelas sehingga aku dapat duduk dengan santai sejenak dan menghela nafas lega. Pikiranku masih melayang-layang ke kejadian tadi. Bodohnya Kai. Kenapa ia tidak memberi jalan saja ke gadis kecil itu. Ia seharusnya belajar untuk tidak bikin onar. Ini kan baru hari pertama di semester baru. Lagipula kenapa ia menatap gadis itu seperti itu?

 

Tidak biasanya…..

 

 

“suho-ya~”

 

Sedikit terlonjak, ku tolehkan kepalaku ke arah sumber suara.

 

 

“nde Luhan?”

 

Laki-laki berparas lembut dengan doe-eyes-nya itu tersenyum, seperti baru saja membaca pikiranku.

 

 

“hal yang tadi jangan terlalu dipikirkan~ kita akan membahasnya begitu istirahat tiba? Ok?”

 

 

“yah~ benar juga. Thanks Lu!”

 

Tepat saat Luhan hendak melanjutkan kalimatnya, pintu kelas kami terbuka dan masuklah wali kelas kami tahun ini, Shim seonsaengnim.

 

 

“morning class~”

 

Author POV

 

 

“pfftt~! Gadis itu cari perhatian sekali sih sama exo oppa!!! Untung bukan Lay gege~”

 

 

“iya!!! Untung juga bukan Chanyeol oppa!!!”

 

 

“sssssss…. DIAM!”

 

Kedua pesolek dengan dandanan tebal itu terdiam. Menunduk, takut si gadis tercantik dari antara mereka bertiga murka.

 

 

“kalian tau?”

 

 

“sepertinya aku akan buat perhitungan terhadap gadis itu karena telah menganggu Kai oppa-ku~”

 

 

================================to be continued====================================

 

 

 

 

Author’s note

Honestly…. this is the most complicated fiction I ever write -_-

Rencana awal adalah bikin love-story series dengan ke-empat gadis cantik moah moah diatas.

Tapi tergantung rensponse readers deh~ ^^

Please welcome this new author ><

Enjoy! ^^

 

Ps: comment needed😉

 

 

 

 

 

 

3 thoughts on “Oh My School! #1

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s