TWO MOONS VIII

TWO MOONS PART VIII

 

Title : Two Moons

Author : Heena Park

Ratting : PG

Length : Multichapter ( 8 of 11 )

Genre : Romance,Friendship,Family,Angst,Fantasy

Poster by Litlewow

 

Main Cast :

-Shin Heera

-Kim Jong In / Kai

-Oh Sehun

 

Support Cast :

-EXO-K

-EXO-M

-Other

 

Recomended Song :

-EXO *Black Pearl*

-Let Out The Beast *EXO*

-Katy Perry feat Kanye West *E.T*

-BigBang *Monster*

-Christina Perri *A Thousand Years*

 

nb : ff ini terinsipari dari Twilight,jadi mungkin ada beberapa kejadian *plak* yang agak sama.

 

Sunmary : FF ini sudah pernah saya share di blog EXO FF saya,yaitu  http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

Cuap-Cuap Author : Annyeong haseyp Readers yang kece >< . Saya Heena Park , datang dengan membawa sebuah FF GaJe Fantasy yang entah berasal dari mana._.V . Comment dari Kalian sangat saya butuhkan ^^ , Jadi jangan lupa komentarnya ya ^^

 

Plagiat Dilarang Masuk !!!!

 

Leave a Comment ! Don’t Be a Silent Readers

 

heena-park

.

.

.

.

Previous ==>

 

Heera terperangah,ia tak menyangka bahwa Sehun ternyata tak sependiam yang ia fikirkan “Baiklah” Ia menatap lurus ke depan dan mulai membuka mulutnya kembali “Aku ingin pulang sekarang” Ucapnya memelas pada ke-dua lelaki yang berdiri di sampingnya,mereka saling berpandangan dan mengangguk.

 

 

Next ==>

 

 

Pagi yang dingin,sedingin perasaan Heera saat ini.Ia berjalan santai menuruni tangga menuju ruang makan.Kaos putih dan kemeja biru bersleret putih dengan celana jeans hitam terlihat begitu cocok di tubuhnya yang tinggi semampai dan rambutnya yang ia ikat.

Terlihat ke-dua orang tuanya sedang duduk berdua sambil menikmati roti panggang dan juga secangkir teh hangat.Mereka terlihat mengobrol kecil dan sesekali tertawa berdua,entah apa yang mereka tertawakan,tapi mereka terlihat baik-baik saja dan tidak curiga pada Heera.

Heera menarik nafas dan menggigiti bibir bawahnya “Morning” Ujarnya menyapa kedua orang tuanya.Mereka menengok dan tersenyum melihat putrid kesayangannya

“Morning to chagi~ya…beautiful day..Atau kau yang terlihat cantik ne?” Gumam sang ayah sembari menatap lekat anak gadisnya.Putrinya yang dulu sangat manis dan cengeng itu kini telah menjadi seorang gadis yang cantik dan sangat luar biasa,sungguh menyenangkan.

“Appa..sepertinya ada sesuatu,apa aku telah melakukan sesuatu?” Heera mengkerutkan keningnya,matanya menyipit.Ia mencurigai sesuatu

“Baiklah,sepertinya anak gadis kita sekarang pelupa..ah bagaimana ini bisa terjadi ? Padahal usianya baru saja bertambah satu tahun,tapi ia begitu pelupa” Sahut ibunya.

Ibunya tersenyum kecil, kemudian ayahnya.Dan Heera ? Yak bodoh,ia baru menyadari bahwa ini adalah hari ulang tahunnya,ia hampir saja melupakan hari bersejarah baginya itu.Hari ketika ia dilahirkan di dunia ini oleh sang ibu tercinta.

“Mwo ? Ini tanggal berapa ?” Aku Heera “Bodoh,bagaimana mungkin aku melupakan hari ulang tahunku? Ah~”

“Saengil Chukkae hamnida chagi~ya….hei,kau masih sangat muda….mengapa ingatanmu begitu buruk?” Goda sang ayah,Heera tersenyum kecut “Appa..aku hanya sedikit lupa” Bela-nya

Shin Jae Wo berdiri dan mengacak-acak rambut Heera lembut “Appa tau…ini hadiah dari appa” Ujarnya sembari menyodorkan sebuah kotak kado besar bewarna merah bergambar angry bird kepada Heera “Hanya ini yang appa fikir cocok untukmu,kau tau kan bahwa appamu ini sedikit buruk dalam memilih hadiah ? Semoga kau tidak kecewa” Sambungnya lagi.

Heera menggeleng,ia buka kotak tersebut lalu memandang ayahnya “Tidak buruk,aku menyukainya” Jawabnya.

Sebuah tas ransel bewarna coklat muda yang cantik dan terkesan simple.Hadiah yang tidak buruk.

“Saengil chukka chagi~ya…ini hadiah dari amma” Han Im Young memeluk anaknya,memeluk begitu erat seakan ia tak percaya bahwa Heera sudah sebesar ini “Kau akan terlihat cantik” Sambungnya

Heera mengangkat alisnya

“Amma dan appa sudah siapkan semuanya,kau akan bersenang-senang bersama temanmu malam ini. J.J. Mahoney’s , kau akan bersenang-senang di sana”

Heera tersontak “Pesta ? Really?”

“Umm..pukul 7 tepat,tempat itu milikmu semalaman chagi~ya…ajak lelaki itu juga” Siapa ? Lelaki siapa ? Heera tak mengerti apa yang dibicarakan ibunya “Baiklah,maksud amma..lelaki yang mengantarkan mobilmu itu.Dia sepertinya..”

“Aniya…amma jangan berfikiran yang tidak-tidak..aku tidak ada hubungan apapun dengannya..oh ne,aku harus segera pergi ke kampus..” Heera mencium pipi kedua orang tuanya lalu bergegas pergi

“Apa kau tidak ingin appa antar ?” Teriak appanya dari dalam rumah,Heera berhenti sejenak “Tidak appa..hari ini aku ingin mengendarai mobil sendiri” Jawabnya singkat lalu memasuki mobil dan melajukannya ke jalan raya.

20 menit berlalu,gadis itu telah sampai di kampus.Ia parkirkan mobilnya di tempat yang terlihat redup dan tidak terlalu panas.Di ambilnya ransel coklat pemberian sang ayah dan ia pindahkan seluruh barangnya dari ransel lama ke ranselnya yang baru,lalu keluar dari mobil.

Baru saja ia menginjakkan kakinya di tanah,tatapannya telah mengarah pada segerombol lelaki dan perempuan yang kelihatannya sedang mengobrol,mereka terlihat tertawa kecil.Lalu seseorang dari mereka menoleh dan melambaikan tangannya pada Heera.

Heera memebalasnya,ia menyunggingkan senyum manis di bibirnya dan menghampiri mereka dengan tangan yang menyilang.

“Saengil chukkae..” Ujar mereka bergantian sembari menyalami dan memeluk Heera.Ia teringat sesuatu,lalu mulai membuka mulutnya “Datanglah nanti malam di J.J. Mahoney’s”

“Apakah kita akan berpesta ?” Tanya Tae He.Heera mengangguk “ Ya..sepertinya begitu,oh ya bisakah kalian membantuku memberitahu pada yang lainnya?”

“Tidak masalah, apa yang tidak untukmu sayang” Gumam Ji Ra

Mereka tertawa

“Baiklah,baiklah..ingat pukul 7 malam” Heera mengangkat jarinya menunjukkan angka 7.

Saat itu juga, ke-enam lelaki terlihat berjalan di dekat mereka.Para lelaki itu berhenti dan memandang Heera “Sepertinya aku harus pergi sebentar” Ujar Heera pada kawan-kawannya

“Kau mau ke mana?” Taemin kembali bertanya

“Hanya ke sana,sebentar saja” Balasnya sambil mulai berjalan menghampiri ke-enam lelaki tadi.Terlihat Ma Ri,Taemin,Minho,Ji Ra,dan Tae He mengamatinya.Bagaimanapun mereka merasa sedikit aneh, karena orang yang dihampiri Heera adalah Suho beserta kawan-kawannya.

Heera melambaikan tangan “Hai..” Ujarnya kecil,ia menatap satu persatu dari mereka ber-enam “Apa ada sesuatu?” Sambungnya.Chanyeol menggeleng “Tidak.tidak ada..”

“Baiklah..” Heera mengangguk.Sesaat suasana menjadi sedikit canggung

“Apa kau tidak berniat mengundang kami ke pestamu?” Celoteh Baekhyun “Ya benar,apa kau tidak mengundang kami?” Sehun mengikuti Baekhyun,ia protes lalu di susul dengan yang lainnya

“Baiklah..baiklah..Aku mengundang kalian semua,tapi bagaimana bisa kalian tau bahwa aku akan mengadakan pesta ?”

“Kami mendengarnya,kalian mengobrol dengan keras” Sahut D.O “Benarkah ? Sepertinya aku harus mengecilkan volume suaraku” Heera menutupi mulutnya dengan telapak tangan

“Bukan,bukan kau..hanya saja temanmu” Sahut D.O cepat “Benarkah ?”

“Ya..ku fikir begitu”

“Baiklah..datanglah ke J.J. Mahoney’s pukul 7 malam”

“Kami akan menjadi yang terbaik di antara tamu yang lainnya” Sahut Chanyeol

“Aku menunggu,mmm..sepertinya aku harus kembali pada teman-temanku dan setelah ini aku akan dihujani dengan ratusan pertanyaan tentang kalian,tenanglah..aku akan diam”

“Kami percaya padamu,kita saling melindungi,kau adalah tanggung jawab kami sekarang Shin Heera” Ujar Suho

“Aku tau..tapi aku akan berusaha melindungi diriku semampunya”

“Aku tau,kau yang terbaik” Balasnya sambil menepuk pelan pundak Heera “Baiklah,ayo kita pergi” Sambungnya pada yang lain,Suho berjalan dahulu di susul dengan Baekhyun,D.O,Chanyeol,Sehun dan…

“Saengil Chukkae” Kai mengucapkan kata-kata itu tepat di samping telinga Heera,ia berbisik.Heera mengembangkan senyumnya “Ku harap kau memiliki hadiah untukku” Jawabnya, lalu mereka tertawa.

 

 

OoOoO

 

 

Heera berdiri di dekat pintu,sedangkan teman-temannya sedang asik mengobrol dengan orang lain sembari menikmati hidangan yang ada.Alunan suara piano terdengar begitu romantis sehingga membuat siapapun akan tersihir dalam suasana damai nan menyenangkan ini.

Heera terlihat begitu cantik dengan dress bewarna ungu sepanjang lutut dan rambut yang terurai panjang beserta sebuah bando ungu yang senada dengan pakaiannya.Ia terlihat makin cantik dengan high hels yang juga bewarna ungu itu.

Samar-samar terlihat dua sedan sedang di parkir.Tidak salah lagi , itu pasti mereka.Sebelas orang lelaki turun dari sedan tersebut.Kris,Xiumin,Chen,Luhan,Lay,Suho,Baekhyun,D.O,Chanyeol,Sehun dan…Kai.

“Saengil Chukkae Heera~ya…”

“Kau terlihat cantik malam ini..”

“Maukah kau nanti berdansa denganku ? Hahaha”

Kata-kata itu mulai berdatangan dari mereka.Entahlah,namun mereka terlihat begitu akrab—

“Apakah acara sudah di mulai ? Kau sudah meniup lilin Heera~ya ?” Luhan mengerutkan keningnya.Heera menggeleng “Tidak..aku tidak terlalu suka meniup lilin dan ya…entahlah,aku hanya tak menyukainya”

“Hmmm…tak masalah” Aku Luhan “Jadi,sepertinya kita bisa berpesta sekarang hahaha”

Mereka mulai memasuki ruangan,sedangkan Heera masih terpaku di dekat pintu. Deg ! Jantungnya..mengapa ia merasakannya lagi ? Mengapa jantungnya mulai bereaksi lagi ? Apa yang terjadi? Ia memegang dadanya dan tangan satunya memegang kepalanya yang mulai berputar pusing.

“Kau tak apa Heera~ya?” Ujar Kai yang tiba-tiba saja memegangi tubuh (?) Heera.Ia menjaga keseimbangan gadis itu.Heera menggeleng “Aku tidak apa-apa”

“Lebih baik kau istirahat” Ujar Kai,gadis itu menggeleng “Tidak..aku tak apa,kita bisa masuk sekarang” Balasnya lalu meninggalkan Kai.

“Jadi,lihatlah gadis berbaju ungu yang sedang berdiri di dekat tiang itu ! Siapa lagi ? Dialah Shin Heera..” Ujar Taemin yang tiba-tiba saja menjadi MC dadakan,ia berjalan mendekat pada Heera dengan mic yang ia genggam di tangan kanannya “Bagaimana kalau kita meminta Heera agar berdansa dengan seseorang ? Bukankah itu menyenangkan?”

“Taemin apa yang kau..?” Heera membelalakkan matanya,namun sebelum ia selesai bicara Taemin telah memotongnya “Oh Shin Heera,ayolah..baiklah,adakah yang mau menjadi pasangan Heera dalam berdansa ? Oh..Minho mungkin kau bisa…”

“Bersediakah kau berdansa denganku?” Seorang pria menunduk bagaikan seorang pangeran yang sedang berusaha mengajak sang putri untuk menemaninya berdansa.Bukan,bukan Minho..Namun Kai.

Lelaki itu menatap lekat mata Heera “Jadi,apakah aku memiliki kehormatan untuk berdansa denganmu nona Shin Heera?”

Heera mengangguk,ia tersenyum lebar “Aku tidak percaya,namun..Aku tidak memiliki alaaan untuk menolak ajakanmu..” Ujarnya lalu mengulurkan tangannya dan berjalan menuju tengah ruangan bersama dengan Kai.

Loving U.Lagu itu diputar begitu saja ketika mereka berdiri tepat di tengah ruangan.Entah mengapa Kai merasa sedikit gugup,ia memegang pinggang Heera dan gadis itu melingkarkan tangannya pada leher Kai.Mata mereka saling bertemu,mata yang begitu hangat dan damai.

Dunia seakan hanya milik mereka berdua,semuanya terlihat gelap kecuali tempat di mana mereka berdiri.Bagaikan sedang konser dengan lampu yang hanya menerangi mereka.

Mereka berkelak-kelok di atas lantai dansa tanpa beban dan begitu ringan seolah udara telah memenuhi seluruh tubuh mereka.Begitu anggun bagaikan seorang raja dan ratu.

Semua mata tertuju pada pasangan itu.Seorang Shin Heera dan Kai yang kini memang menjadi pusat perhatian utama.Para undangan terlihat terhanyut dalam perasaan romantis yang Heera dan Kai buat mala mini.Perasaan damai,perasaan penuh kasih sayang,dan perasaan cinta.

Drakkkk !!!!!!!!!!

Semua berubah ketika tiba-tiba semua orang tak bergerak,waktu seolah berhenti dan hanya Heera , Kai beserta kawan-kawannya lah yang tetap bisa menggerakkan badannya.

Seorang bartender yang bertabrakkan dengan Minho,minuman di nampannya tak tumpah dan mengambang di udara,Ji Ra yang memandang Taemin,Ma Ri yang tersenyum,dan yang lainnya.Mereka tak bergerak,sama sekali.

Tiba-tiba pintu terbuka dengan begitu lebarnya.Puluhan lelaki berjubah hitam secara beriringan memasuki ruangan.Mereka mendongakkan kepalanya dan matanya ? Mata para lelaki itu ? Persis seperti lelaki yang pernah hampir membunuh Heera.

Kai menatap para hyung dan saengnya,member isyarat untuk berkumpul dan melindungi gadis bernama Heera ini.Gadis itu tidak terlihat takut atau gemetar,ia terlihat sedang mengamati puluhan pria itu mendekat.

Dengan cepat Kris,Suho,Chanyeol,D.O,Baekhyun,Sehun,Chen,Luhan,XiuMin,dan Lay merapat mendekati Kai,mereka membentuk setengah lingkaran untuk melindungi Heera dari para lelaki itu.

“Tetaplah dibelakangku” Kai berbisik pada Heera “Kami akan melindungimu” Lanjutnya lalu menatap para hyung dan saengnya satu-persatu.Mereka mengangguk.Heera hanya terdiam dan menggigiti bibir bawahnya.

Prok…!!

Prok..!!

Prok..!!

Seorang lelaki menepuk kedua tangannya dan berjalan maju,terukir senyum licik di wajahnya.Lelaki itu mengernyit “Kalian mencoba melindungi gadis ini dari kami?” Ia menunjuk Heera

“Kami tak akan pernah menyerahkan Heera padamu” Sela Kai dengan nada yakin dan tajam.Ia benar-benar bisa melihat otak licik pada lelaki itu dan ia tak kan membiarkan Heera jatuh padanya.Tak akan,tak akan pernah.

“Benarkah ? Bagaimana jika teman gadismu ini..Bukan,bukan teman gadismu..Tapi perempuan yang kau sukai ini ku tukar dengan….” Ia menggantungkan kata-katanya “Tao”

Nama itu ? Dan tepat saat nama itu disebut.Seorang lelaki bertubuh tinggi dan berwajah sangar berjalan mendekatinya.Tidak salah lagi,ia adalah Tao,matanya berwarna putih.Ia sedang terpengaruh dalam sihir

“Kembalikan Tao pada kami !” Kris berteriak “Bodoh,tidak semudah itu anak muda,aku hanya akan mengembalikan Tao pada kalian,jika kalian berikan gadis itu padaku..Bagaimana?” Jawabnya

Kris mengkerutkan keningnya,ia menatap yang lainnya,dan ia menatap Heera.Gadis itu menelan ludah mendapati tatapan Kris.

Kai menarik nafasnya dalam-dalam,ia menarik Heera dalam pelukkannya lalu berkata dengan tegas “Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun melukai Heera,dan aku tidak akan pernah membiarkan hyung atau siapapun menukarnya ! Tidak akan pernah ku biarkan kecuali kalian bisa melangkahi mayatku terlebih dahulu!”

Semua menengok pada Kai,mereka tak pernah menyangka Kai akan mengatakan hal itu dengan begitu tegas dan sungguh,tidak dapat dipercaya.Mata Kai berbinar,mereka bisa melihat keyakinan itu

“Dan kau orang aneh yang tak ku kenal , siapapun namamu dan apapun kau ! Ku tegaskan sekali lagi , bahwa kau tidak akan pernah bisa mendapatkannya.Bagaimanapun caranya dan apapun yang kau lakukan untuk bisa mengambilnya dariku ! Kau tidak akan pernah bisa ! Bahkan jika kau mengajakku untuk menukarnya dengan nyawakupun aku akan lebih merelakan nyawaku  daripada mengorbankannya!” Jelas Kai lebih tegas

“Benarkah ? Aku bisa membunuh Tao sekarang juga” Jawab lelaki itu

“Kai !!!!!!!” Kris berteriak pada Kai,tapi Kai tak menggubrisnya

“Kai !! Aku akan membunuhmu jika terjadi sesuatu pada Tao ! Aku akan membunuhmu !” Kris memperjelas perkataannya.

Seolah semua menjadi slow motion,lelaki aneh itu mengambil sebuah pisau dari sakunya persis seperti pisau yang pernah digunakan oleh ke-8 lelaki yang ingin mengambil black pearl atau mutiara hitam dari dalam tubuh Heera,lalu lelaki itu mengarahkan pisaunya pada Tao dan menggores lapisan kulit tangan Tao dengan pisau tajam miliknya.Kris yang berteriak dan melonjak mengeluarkan api dari tangannya,Sehun yang memutar telapak tangannya sehingga munculah angin yang memporak-porandakan hampir seisi ruangan,seluruh ruangan menjadi tak beraturan.Mereka berkelahi dengan kekuatan masing-masing.Para lelaki berjubah hitam menyerang dengan kekuatan sihir mereka.

Dengan segala kekuatan,puluhan lelaki itu menyerbu ke-12 orang yang ada di hadapan mereka.Heera terperanjat kaget,ia masih ada dalam pelukkan Kai.Ia memandang Kai dan mendengar sesuatu “Kau akan tetap aman selama bersamaku Shin Heera”. Heera mengangguk dengan ragu-ragu dan menyandarkan kepalanya dalam pelukkan Kai,ia melingkarkan tangannya di tubuh Kai bagaikan sedang menancapkan kukunya dalan kulit Kai , ia takut sangat takut sekarang.

Kai berjalan mundur 10 langkah , Heera mengikutinya.Ia alihkan bersembunyi dibalik pelukkan lelaki itu.Ia mencoba melihat apa yang terjadi,petir yang menyambar-nyambar,Bumi yang bergoncang,api yang berkoar-koar , semuanya sibuk dengan perkelahian masing-masing ,seorang lelaki bernama Tao yang mungkin sebentar lagi akan kehabisan darah karena tangannya tergores oleh pisau yang begitu tajam.

Di belakang lelaki itu terlihat api yang berkoar-koar menuju ke arahnya . Heera berteriak , ia melapaskan diri dari pelukkan Kai dan berlari ke arah Tao secepat ia bisa,Kai menarik tangannya tapi ia memberonta.Ia memeluk Tao dan jatuh di lantai tepat ketika api itu datang.

Wushhhhhhhhhh……………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Semua menjadi gelap,semua terasa hampa.Heera tak tau apa yang terjadi,yang ia tau hanya sekarang ia terjatuh dan menutup ke-dua matanya.

 

 

 

*TO BE CONTINUED*

 

2 thoughts on “TWO MOONS VIII

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s