Oh My School! #2

Title                       :               Oh My School! (HMY part)

Author                  :               Syiff97

Genre                   :               -Fluff/Romance

-Friendship

-Teen-Life (?)

Length                  :               Chapter

Main Cast            :               -Hwang Miyoung

-Luhan

-Kai/Kim Jongin

Another Cast     :               -Kris

-Suho/Kim Joomyeon

-Faraya

-Seo Sangmi

-Kwon Sohee

Support Cast      :               -EXO Member

-Sment Family

Rating                   :               PG-13 (i guess -_-)

Chap 1 : Different Size

 

 princess

 

 

 

 

 

 

 

Luhan POV

Sekolah.

Entah mengapa aku tidak pernah nyaman dengan kata yang satu itu. Rasanya aku selalu ingin menghindar begitu seseorang menyebutkannya didepan wajahku.

Tidak-tidak, aku tidak benci. Hanya saja….. keadaan sekolah tidak begitu menyenangkan untukku. Aku bersyukur memiliki exo, walaupun kadang beberapa tingkah anak-anak itu menyebalkan, tapi mereka benar-benar sahabat yang dapat dipercaya dan diandalkan. Lumayan menjadi penyemangat untukku datang kesekolah.

“annyeong oppa~~”

“hai gege~ hihihi~”

Tidak henti-hentinya sapaan dilemparkan para siswi Korean International High School selama aku berjalan keluar kelas tadi. Dan seperti biasa, yang kulakukan hanyalah tersenyum dan mengangguk kecil, menghargai sapaan mereka. Kadang aku bingung, apa gadis-gadis ini tidak bosan ya -_-. Aku saja hampir mati kebosanan. Namun aku tidak tega mengecewakan mereka. Jadi kubalas saja sapaan mereka meskipun hanya sekedarnya. Membuat orang senang tidak buruk, eoh??

“gege~ gadis tadi tidak melukai-mu kan????”

Mendengar pertanyaan itu aku terhenyak sejenak. Terluka bagaimana sih maksud gadis-gadis ini. Bahkan yang ia lakukan hanya menatap ke arah kami tanpa sepatah katapun. Ralat, hanya menatap ke arah Kai.

Kejadian tadi pagi sungguh diluar dugaan. Begitu juga dengan reaksi Kai. Gadis itu kan tidak sengaja berdiri disana, kenapa Kai jadi semarah itu -_-. Bahkan gadis tadi tergolong cantik. Rambut yang melewati bahu dengan ikal dibagian bawahnya dengan poni yang menutupi kening. Tubuh petite dan bibir tipis, ditambah dengan pipi tembam, untukku sebuah paduan yang sempurna. Sebagai suatu rahasia, sejak tadi aku tidak berhenti memikirkan gadis itu. Manis.

Huh?? Sebenarnya apa sih yang aku pikirkan?? Pftt Luhan kau ini kenapa.

Sesampainya ditempat yang kutuju, kubuka pintu-nya dan memasuki ruangan itu. Ruang guru. Mataku menelusuri setiap bagian, mencari dimana meja guru yang kucari. Nah, itu dia. Shim seonsaengnim. Dengan cepat, kuhampiri mejanya, tidak menghiraukan tatapan para guru wanita yang menatapku dengan tatapan seolah-olah aku adalah mangsa yang lezat.

“ahh~ Xiao Luhan~ letakkan bukunya di atas meja.” Ujar Shim seonsaengnim.

Menuruti perintahnya, kuletakkan buku-buku yang kubawa tadi di mejanya. Tanpa sengaja, kulihat sebuah berkas berisi data-data anak baru ditahun ajaran baru ini. Sekilas, kulihat foto gadis kecil tadi pagi.

Oh~ namanya Hwang Miyoung~

Ternyata Shim seonsaengnim yang mengurus para siswa baru tahun ini. Tidak salah kan jika aku ingin tau?

“Shim seonsaengnim?”

“ne?”

“gadis berambut merah itu namanya Hwang Miyoung?” ucapku sambil menunjuk kearah berkas-berkas yang ada dimejanya.

Mata Shim seonsaengnim menuju kearah yang kutuju. Senyum ke-ayah-an muncul diwajah tegasnya.

“well~ you right. Ada apa Luhan?”

Kugelengkan kepalaku, membalas senyumnya dengan senyum kecil. Jika aku bertanya lebih banyak, bisa-bisa Shim seonsaengnim berpikir yang tidak-tidak atau malah menyuruhku ingin ikut campur dalam urusannya. Lagipula aku benar-benar tidak ingin lama-lama disini, mengingat tatapan para guru-guru wanita yang tidak henti-hentinya mengarah kepadaku.

“sure you won’t tell?” ucap Shim seonsaengnim lagi.

Haha. Sepertinya ia benar-benar ahli dalam memancing rasa penasaran serta kejujuran seseorang.

“well…. sebenarnya ada yang saya ingin bicarakan. But makes sure it is our privacy, would you, sir?”

Miyoung POV

“you shouldn’t just run from the class, miss Hwang.”

Kutundukkan kepalaku, merasa sangat bersalah. Aku tidak dapat mengelak bahwa ini bukan kesalahanku. Toh, memang aku lari dari kelas. Menghilang dari dunia luar sementara. Aku rasa itu bukan alasan yang bagus untuk mengelak.

Seperti mengerti kegugupanku, Mrs. Kim tersenyum kecil, tangannya mengelus kepalaku lembut.

“next time, if something bad happened, tell me, okay?” ujarnya lembut.

Aku hanya mengangguk kecil. Untunglah wali kelas-ku guru perempuan muda yang dapat mengerti masalahku.

“now go to cafetaria, take your brunch.”

Tunggu.. apa katanya cafetaria?

Masuk kedalam ruangan dimana semua siswa yang tadi pagi melihatku melakukan hal yang sangat memalukan?

No.

“i’ll just stay in library, Mrs.Kim..” jawabku cepat.

Tatapan lembutnya kini berganti menjadi tatapan heran. Ia mengamati-ku dari ujung kepala hingga ke ujung kakiku. Apa ada yang aneh denganku??

“you sure?”

Lagi-lagi aku hanya bisa mengangguk menjawab pertanyaannya. Aku memang bukan manusia yang diprogram untuk banyak berbicara.

“okay then…. but if you’re hungry, go to the cafetaria.” Ucapnya lembut lalu meninggalkanku.

Berdiri di koridor sekolah saja sudah mendapatkan tatapan maut dari siswa lain yang berjalan melewatiku, bagaimana jika aku pergi ke cafetaria. Aku yakin 100% bahwa hal yang lebih buruk dari yang ini akan menimpaku. Such a pity me. Tidak sanggup aku menerima tatapan-tatapan ganas ini. Lebih baik aku cepat-cepat ke perpustakaan. Setidaknya aku akan lebih aman disana.

Author POV

Seiring dengan berjalannya 5 anggota exo ke arah kantin, gadis-gadis terpekik ringan dan terus melemparkan pujian-pujian terhadap mereka. Tidak ada habisnya teriakkan-teriakkan ‘aku cinta kamu’ dri berbagai macam bahasa yang ditujukan ke masing-masing member. Sungguh terasa seperti berada diruang fan-signing artis terkenal.

Menduduki diamond class membuat anggota exo memiliki ruangan terpisah dari siswa lain sehingga mereka bisa lebih tenang menikmati brunch hari ini. Mereka pun duduk mengelilingi meja bulat besar yang berada ditengah ruangan.

“pfftt~ wali kelas kami tahun ini adalah guru matematika. Sungguh menyebalkan.” Ujar Sehun, anak laki-laki dengan mata sipit itu mengeluh.

“agree!! Sungguh tidak mengasikkan~” sambar anak laki-laki yang lainnya, kali ini yang bermata bulat.

Suho hanya tersenyum kecil mendengar kedua dongsaeng-nya mengeluh. ia tidak bisa memungkiri bahwa memang, pelajaran matematika sebagai pembuka diawal tahun memang bukan hal yang menyenangkan. Tiba-tiba suho mengarahkan pandangannya ke arah Kai. Aneh, biasanya anak itu akan menjadi yang paling pertama protes bila mendengar kata ‘matematika’-mengingat anak itu sangat membencinya. Tapi kenapa ia diam saja?

Ah ternyata disana dia, menatap jendela dengan pandangan kosong.

“ku dengar-dengar kabarnya, anak perempuan yang tadi pagi berhadapan dengan Kai hyung kabur dari kelas. Apa dia sebegitu takutnya?” tanya Tao, anak laki-laki bermata panda itu bingung.

Semua anggota exo yang berada disana menoleh ke arah-nya, penasaran. Bahkan Kai pun ikut menolehkan kepalanya, ingin tau.

“well… melihat tampang dan gerak-geriknya tadi pagi sih, kurasa ia benar-benar takut.” Chen menimpali dengan nada serius.

Tiba-tiba ruangan sunyi senyap. Semua orang tenggelam dengan pemikirannya masing-masing.

“memangnya ada apa sih denganmu tadi pagi, Kai?” tanya Suho.

Ke-empat pasang mata itu mengarah kepada Kai. Yang ditatap hanya bisa tersadar dari lamunannya dan menatap kearah jendela dengan canggung.

“hmm lupakan saja yang tadi pagi, anggap saja tidak pernah terjadi.”

Dengan jawaban itu, semua anggota exo bisa mengerti.

Bahwa mood lead dancer mereka itu sedang tidak baik.

Kris POV

Tahun ajaran kali ini agak lebih baik dari sebelumnya.

Penjaga perpustakaan sangat tegas, sehingga gadis-gadis penguntit itu tidak bisa ikut masuk ke dalam ruangan tanpa alasan yang jelas.

Kupilih buku novel yang belum sempat kuselesaikan ketika harus pergi meninggalkan sekolah untuk liburan itu. Novel berbahasa inggris sungguh menyenangkan untuk dibaca. Selain ceritanya menarik, penyampaiannya juga simpel, tidak seperti novel-novel lain yang terlalu bertele-tele. Begitu menemukan novel yang kumaksud, aku langsung berjalan menuju tempat favoritku, disudut terpojok perpustakaan. Disana aku bisa merasakan kesunyian. Sungguh menyenangkan.

Belum sempat sampai ketempat yang kutuju, kulihat seorang gadis bertubuh kecil sedang berusaha meraih sesuatu yang jauh berada diatasnya. Ahh rupanya tangga untuk mengambil buku dirak atas sedang dipakai penjaga perpustakaan untuk merapihkan buku-buku yang baru masuk di tahun ajaran baru ini. Tanpa basa-basi aku mendekati gadis itu dan mengambil buku yang hendak diraihnya.

Mata gadis itu terbelalak begitu melihatku mengambil bukunya. Ia menatapku dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“tinggi sekali..” bisiknya kagum.

Aku hanya tertawa kecil mendengar ucapan gadis itu. Segera kuserahkan buku itu kepadanya. Senyum kecil mengembang diwajahnya, membuatku tanpa sadar ikut tersenyum.

“Kurasa kau orang ke 12345678910 yang mengatakan hal itu~” candaku.

Kutatap wajahnya. Hmm… tidak asing…

Tunggu..

Bukannya dia gadis yang tadi pagi berpapasan dengan Kai?

“siapa namamu?” tanyaku tanpa basa-basi.

Ia menoleh kearahku setelah terpana dengan buku yang baru saja aku ambilkan tadi. Matanya membentuk eyesmile yang sangat mengagumkan. “Miyoung!”

Mulut membentuk menganga kecil, menggumamkan “aaa~” tanpa suara.

“kris.” Ucapku dengan senyum tipis.

Masih menatap bukunya, gadis berambut merah itu menggangguk kecil.

“apa Kris mau menjadi teman pengambil buku Miyoung?”

Lagi-lagi aku tertawa dibuatnya. Caranya berbicara, sungguh berbeda dari anak lain yang pernah kutemui. Gadis kecil ini sungguh seperti boneka yang ingin dibawa pulang oleh siapa aja. Mungkin aku termasuk dari salah satu orang-orang itu. “tentu~”

“apa Miyoung mau menjadi teman pembaca buku?” tanyaku menatap matanya.

Kali ini ia menatapku, sangat terpana.

“tentu!!”

Kami berdua tersenyum. Sudah lama aku mengingingkan seorang dengan hobi yang sama.

“tapi Kris harus hati-hati, Miyoung kecil, Kris besar. “ ujarnya tertawa kecil.

Kurasa tahun ajaran yang baru akan jauh lebih menyenangkan dari yang sebelumnya.

Author POV

Tanpa terasa jam sekolah pada hari pertama di tahun ajaran baru telah selesai. Semua anak keluar dari ruangan dengan ceria, bergerombol dengan anak-anak lain. Ada yang berlarian namun ada juga yang berjalan pelan, bercerita tentang liburan mereka dan apa yang terjadi pada hari ini. Koridor tempat locker mulai dipenuhi dengan anak-anak yang meletakkan buku dan barang-barang lainnya. Dengan jumlah murid yang sangat banyak, tidak heran jika sesekali ada anak yang tidak sengaja menabrak satu sama lain. Saat jam pulang sekolah memang yang teramai di Korean International High School, karena semua orang ingin pulang tepat waktu dan tidak ingin berlama-lama disekolah.

Mungkin pengeculian untuk gadis berambut merah bernama Miyoung itu.

Tidak ingin mengulangi apa yang dialami-nya hari ini, Miyoung memilih untuk menunggu sampai sekolah agak sepi, sehingga ia bisa berjalan keluar ruangan tanpa perlu ‘menikmati’ tatapan-tatapan aneh dan ganas dari siswa lain. Ketika koridor sudah mulai sepi, Miyoung mengeluarkan sebagian kepalanya dari luar, menoleh ke-kanan dan ke-kiri, memastikan bahwa semuanya aman. Setelah yakin bahwa tidak ada siapapun di koridor yang membuatnya merasa tidak nyaman, Miyoung mengambil tas ranselnya lalu berjalan keluar kelas. Ia berjalan tanpa hambatan sampai saat pintu terbuka, yang didapatinya adalah seorang laki-laki berambut coklat muda dengan doe-eyes yang mengejutkannya. Ia sedikit terlonjak dengan ‘penampakan’ itu. Namun ditahannya teriakkannya begitu menyadari bahwa makhluk itu adalah manusia.

“kenapa bertingkah seperti seorang ‘spy’, Miyoung?” tanya anak itu tersenyum simpul.

Mendengar kalimat itu, semburat merah muncul dipipi tembam Miyoung. Padahal ia yakin tidak ada seorangpun diluar tadi. Tapi nyatanya seseorang duduk dibangku kelasnya, malah menangkap dirinya yang berkelakuan aneh tadi.

‘memalukan’, pikir Miyoung.

Laki-laki itu tersenyum lembut melihat Miyoung. Tingkah laku-nya begitu menggemaskan untuk laki-laki itu.

“tidak perlu takut, aku akan antar sampai kedepan~” ujar laki-laki itu masih tersenyum.

Baru saja akan mengatakan ‘terima kasih!’, Miyoung langsung mengenali wajah laki-laki itu. Laki-laki itu kan anggota exo….. Miyoung memilih untuk menggelengkan kepalanya hingga poninya agak berantakan. Melihat hal itu, si anak laki-laki itu mendekati Miyoung dan merapihkan uraian rambut Miyoung.

“aku pastikan bahwa ini hanya akan jadi rahasia kita berdua. Bagaimana?”

Miyoung mengangkat kepalanya, menatap doe-eyes laki-laki itu. Ia tidak mengerti bagaimana namun Miyoung tidak dapat mengatakan tidak begitu laki-laki itu menyentuh rambutnya.

“i take that as yes!” ucap anak laki-laki itu tersenyum puas.

Kali ini Luhan yang berjalan keluar kelas dan memastikan keadaan diluar aman. Sebelum benar-benar keluar, ia memakaikan topinya kekepala Miyoung, membuat sebagian wajah anak itu tertutup topi sehingga tidak bisa dikenali dengan jelas. Kecuali mereka melihat warna rambut anak ini…

“huh. Ini tidak begitu membantu.”

Miyoung hanya bisa menatap anak laki-laki itu, tidak protes maupun memberi bantuan.

Anak laki-laki itu menatap Miyoung. Mencoba menemukan suatu ide cemerlang.

“ahh~ aku tau~”

Ia memakaikan penutup kepala dari hoodie yang dikenakan Miyoung lalu menutup kepalanya lagi dengan topi. Kali ini tidak akan ada yang bisa mengenali gadis ini.

“perfect~ sekarang, ayo jalan keluar~ ^^” ucapnya semangat.

Anak laki-laki itu menggandeng tangan kecil Miyoung. Tanpa sadar, tangan Miyoung mengait dengan erat di tangan anak itu. Tidak canggung sama sekali. Seperti sudah biasa ia lakukan.

“Luhan. Aku Luhan.” Ucap anak laki-laki itu tanpa ditanya.

Miyoung menatap anak yang lebih besar darinya itu sebentar, lalu kembali menatap kebawah. Tersenyum riang.

“pagi ini Kris, lalu Luhan. Terima Kasih telah jadi orang baik.”

Luhan menghentikkan langkahnya. Ia tidak tau bahwa eyesmile gadis kecil itu se-dahsyat ini. Kris tidak memberitahukannya kepada— ups?

“tapi… kenapa Luhan bisa tau ini Miyoung?” tanya Miyoung bingung dengan pipi menggembung.

‘manis sekali..’ pikir Luhan.

Sebelum menjawab pertanyaan Miyoung, mobil bmw berwarna hitam sudah berada tepat didepan mereka. Luhan membuka pintu mobil dengan cepat, mempersilahkan gadis itu masuk.

“hati-hati sampai rumah, oke?” ucap Luhan tersenyum kearah Miyoung.

Miyoung membalas senyumnya lalu mengacungkan ibu jarinya. “oke!”

Begitu Luhan menutup pintu-nya, mobil itu langsung mengunci secara otomatis dan melaju cepat, keluar dari gerbang sekolah hingga tak dapat terlihat lagi oleh Luhan.

Luhan terlonjak begitu merasakan tepukan kecil dipundaknya. Ia menoleh kebelakang, mendapati kedua sahabatnya sedang menunggunya dengan ‘smirk’ andalan mereka.

“treating a princess, eh?” ucap Lay tertawa kecil.

Hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Luhan meringis kearah Lay.

“fallin in love, i guess.” Ucap Kris menyikut lengan Luhan ringan.

Kali ini pipi Luhan memerah sementara Kris dan Lay berhigh-five, puas meledek sahabat mereka yang selalu digilai para wanita itu.

“but Kris, thanks a lot for the information~” ucap Luhan tersenyum tulus.

“that’s what bestfriends for, dude.”

Kris dan Lay memang sahabat terdekat Luhan dari semua anggota exo. Ia bersyukur mereka berdua mendukungnya untuk… errr… mendekati Miyoung.

Apalagi setelah Kris menjadi sahabat perpustakaan Miyoung tadi pagi.

Ah~ pada dasarnya, ia juga harus berterima kasih kepada Mr.Shim dengan informasi ‘kecil’ lainnya.

“anyway, Lu~”

Luhan dan Lay menoleh kearah Kris.

“Just to remind you that she’s little and we’re big.”

Tawa ketiganya bercampur menjadi satu. Entah kenapa kalimat itu menjadi “quotes of the day” untuk mereka sejak tadi pagi. Apalagi setelah mengetahui ketertarikan Luhan terhadap Miyoung.

Tetapi yang jelas, untuk seorang Luhan,

Lampu hijau sudah tepat berada didepan matanya.

===================================to be continued==================================

Author’s note

Dimulai dengan part-nya Miyoung…

Mohon maaf ya readers kalo hasil dari Sistem Kebut Semalem (SKS)-nya ini ga memuaskan T_T

Jangan berharap lebih sama author bala kayak gini.. hehaha -_-

But thanks for reading! ^^

Ps: comment needed 😉

4 thoughts on “Oh My School! #2

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s