Marry Me!

marrymecover

Tittle : Marry Me!

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri

Support cast :

  • Han Yeon Young

Rating : G

Genre : Romance

Length : Ficlet

***

“Yeon Young!!” teriak Minri dari balik kemudi mobilnya. Gadis itu sudah cukup meredam kesabarannya untuk menunggu adik sepupunya itu pulang sekolah. Ibunya meminta Minri untuk menjemput, dengan ancaman yang membuatnya seketika menyerah. Uang jajan dikurangi. Demi Tuhan, Minri tidak ingin kalau hal itu sampai terjadi.

Gadis bernama Yeon itu melambai riang. Ia berbalik sebentar, bicara pada pria di sampingnya lantas berjalan cepat menghampiri Minri. Membuka pintu mobil bagian depan lantas duduk, menyandarkan bahunya di kursi mobil.

“Lama sekali,” keluh Minri namun tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan wajar untuk jalan raya yang cukup ramai.

“Eonni saja yang menjemputku terlalu awal. Oh iya, tumben sekali eonni menjemput.”

Eomma menyuruhku. Kau pikir aku sebaik itu?”

“Sudah ku duga.”

Nada dering tanda pesan masuk yang berasal dari ponsel Yeon membuatnya berhenti bicara. Ia mengambil ponsel dari saku roknya lantas tersenyum membaca pesan dari seseorang yang spesial. Minri menurunkan kecepatan mobilnya lalu melirik curiga pada gadis di sampingnya.

“Siapa?” tanya Minri sekedar ingin tahu.

“Bukan siapa-siapa,” jawab Yeon masih dengan senyum yang melekat, membuat Minri yakin kalau gadis itu sudah membohonginya. Yeon pikir gadis itu mudah dibohongi? Baiklah, sepertinya Minri tahu apa penyebab gadis itu mendadak seperti orang gila. Kasmaran?

“Lain kali suruh kekasihmu mengantar pulang. Untuk apa punya kekasih kalau tidak bisa dimanfaatkan,” ucap Minri setengah menggoda.

“Hah? Siapa yang punya…”

Yeon memilih untuk diam. Karena kalau ia terus bicara, hal penting yang harusnya menjadi rahasia bisa terungkap. Hal yang berhubungan dengan hidup dan mati Eonni-nya itu.

Eonni mau menikah tidak?”

“Hah?”

***

Minri memarkirkan mobilnya di garasi dengan sembarangan. Gadis itu tidak pernah bersedia menghabiskan waktunya untuk parkir dengan rapi di garasi rumahnya sendiri. Tipikal orang sibuk. Padahal hampir sebagian kesibukannya itu dilakukan untuk hal yang tidak berguna seperti bermain game, menonton tivi, online, tidur dan masih banyak lagi kesenangan yang kadang membuat orang disekitarnya menjadi sebal.

“Ya Eonni! Kau hampir menghancurkan spion mobilmu sendiri. Beberapa senti lagi spion tidak bersalah itu membentur dinding beton disana. Memangnya apa sih yang membuat Eonni bergegas seperti ini?”

“Cerewet sekali! Aku hanya ingin tidur siang.”

Minri sempat mendengar Yeon memekik tidak percaya lalu mengomel lagi sebelum ia masuk ke dalam rumah dan bergegas menuju kamarnya, tempat favoritnya dengan segala kegiatan yang ia suka.

Gadis itu melepas sepatunya dengan sembarangan lalu mengehempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Meraih guling dan memeluknya. Ia baru saja memejamkan matanya saat ponselnya tiba-tiba berbunyi. Benar-benar mengganggu. Sialan!

“Ya?” ucap Minri  sesaat setelah ia menekan tombol jawab tanpa melihat siapa yang sedang menelponnya. Beberapa detik tidak ada jawaban, membuat Minri ingin mematikan panggilan itu. Namun tidak jadi. Suara berat seorang pria dari balik ponselnya membuatnya seketika membeku dan bahagia dalam waktu bersamaan. Astaga! Dia bahkan lupa kalau tadi dia mengantuk. Dia juga melupakan rasa kesalnya, setidaknya untuk saat ini sebelum ia mengomel panjang pada pria yang berada di balik telpon itu.

“Apa kabar Minri-ya? Kau merindukanku?”

“Pertanyaan bodoh! Tentu saja,” jawab gadis itu tidak tahu malu. Sesaat terdengar pria itu tertawa, lalu mulai bertanya macam-macam padanya, memberikan petuah-petuah seolah pria itu adalah orang tuanya. Pria itu bisa bersikap dingin dan tidak banyak bicara, namun disituasi lain mulutnya itu bisa saja tidak bisa di rem.

“Sudah selesai dengan nasihatmu tuan Byun Baekhyun? Aku hampir hapal dengan urutan nasihatmu itu. Jangan lupa sarapan, makan siang dan makan malam. Jangan sampai kehujanan dan terlalu kelelahan. Kau membuatku lebih seperti anakmu dari pada kekasihmu, tahu?”

Ya, pria bernama Baekhyun itu adalah kekasihnya. Mereka sudah menjalin hubungan sejak sekolah menengah atas di tahun terakhir. Namun tanpa disangka Baekhyun diminta ayahnya untuk melanjutkan study di luar negeri membuat mereka berdua terpaksa terpisah dan menikmati hubungan jarak jauh. Benar-benar menyiksa.

Kemudian setelah pria itu menyelesaikan study-nya, ia melanjutkan bekerja di Negara yang sama dengan tempat ia meniti perguruan tinggi. Ia bekerja di salah satu perusahaan ayahnya, dengan jabatan yang tidak terlalu tinggi namun cukup mendapatkan kuasa di sana.

Lalu pertanyaannya, mengapa mereka tidak menikah saja? Bukannya Baekhyun sudah mendapatkan pekerjaan yang layak serta sudah mempunyai rumah sendiri di Seoul?

“Kau yang membuatku seperti itu. Kau pikir aku lupa bagaimana kelakuanmu itu? Sering mengabaikan yang namanya makan hanya karena keasyikan bermain game. Alasan macam apa itu? Tidak elit sama sekali.”

“Baiklah aku minta maaf karena tidak memperlakukan tubuhku dengan baik,” ucap gadis itu akhirnya dengan nada menyerah. Karena jika tidak pria itu akan kembali menyerangnya dengan memaparkan segala kebiasaan buruk gadis itu.

“Minta maaf pada tubuhmu. Dan berhentilah membuatku khawatir Minri-ya.”

Ada nada putus asa saat pria itu mengucapkannya seperti Minri tidak menyayangi hidupnya saja.

Ne, aku akan berusaha. Dasar cerewet! Jadi kapan kau pulang ke Seoul?” tanya Minri sarkatis. Lebih terdengar seperti memaksa.

“Aku? Coba tebak aku dimana.”

“Sudahlah aku sedang tidak ingin berpikir.”

“Sekarang aku berada di depan rumahmu.”

“Apa?!” sontak Minri berdiri di atas kasurnya. Memekik tidak percaya. “Bagaimana bisa… maksudku bukannya kau sedang berada di Jerman?”

“Sudahlah, cepat bukakan pintu. Aku sengaja tidak mengetuk pintu agar kau sendiri yang membukakan untukku.”

“Benar-benar aneh. Jangan tutup telpon sebelum aku membuktikan perkataanmu!”

Gadis itu beranjak dari tempat tidur lantas setengah berlari menuju pintu masuk. Tidak memperhatikan penampilannya yang sudah cukup kacau karena tanpa sadar saat Baekhyun menelponnya tadi ia berguling-guling di kasur, membuat rambunya sudah tidak layak untuk disebut rambut lagi.

Minri membuka pintu dengan cepat. Tanpa sadar menganga ketika melihat Minho benar-benar berdiri di depannya. Dengan penampilan yang tidak wajar. Pria itu lebih mirip aktor terkenal yang sedang tersesat di depan rumahnya. Setengah tahun tidak bertemu membuat Minri bisa menilai bahwa ketampanan pria itu semakin meningkat saja.

Baekhyun tersenyum, tidak bisa memungkiri bahwa ia juga sangat senang bertemu dengan gadisnya. Tanpa mempedulikan bahwa keadaan gadis itu benar-benar kacau. Karena jujur saja Baekhyun tidak merasa kekacauan gadis itu berpengaruh pada rasa sayang dan cintanya pada gadis itu. Sama sekali tidak.

Minri menahan nafasnya sesaat, kemudian menutup mulutnya setelah ia sadar bahwa tadi wajahnya pasti terlihat seperti orang bodoh. Dan asal tahu saja, senyum pria itu semakin memperparah keadaan.

Baekhyun menurunkan ponselnya dari telinga, lalu menekan beberapa tombol sebelum memasukannya ke dalam saku jasnya.

“Jadi mau sampai kapan kau melihatiku seperti itu? Kau tidak berniat memelukku?” tanya pria itu dengan tingkat percaya diri yang cukup tinggi. Baekhyun mendekat dan membenarkan tatanan rambut gadis itu, menyelipkan helaian rambut yang liar ke belakang telinganya. Sesaat menangkup wajah gadis itu dengan satu tangannya lalu mengusap pipi gadis itu dengan ibu jari, sebelum menurunkannya lagi.

Astaga! Suara pria itu terasa sangat dekat. Bukan berasal dari gelombang telpon. Tapi pria di depannya itu benar-benar nyata. Sulit dipercaya.

Minri  menarik nafasnya lalu melingkarkan tangannya ke punggung pria itu. Merasa nyaman. Tangan Baekhyun juga melingkar di bahu gadis itu, mengusapnya lembut, seperti hal itu adalah yang paling diinginkannya saat bertemu dengan gadisnya ini. Minri tidak bisa bicara apa-apa lagi. Seolah ia miskin kosakata untuk menggambarkan perasaannya sekarang. Pria itu harus bertanggung jawab karena membuat Minri tampak bodoh.

Minri melepaskan pelukannya lalu memukul lengan Baekhyun dengan keras, menumpahkan kekesalannya yang tadi teredam.

“Kau mengejutkanku! Mengapa tidak bilang kalau kau pulang hari ini?”

“Kalau aku bilang, berarti bukan kejutan,” ucap pria itu yang terdengar cukup menyebalkan.

“Kau tidak ingin masuk?” tanya Minri bermaksud mengajak pria itu agar bisa lebih lama dengannya. Karena gadis itu dengan menekan rasa gengsinya mengatakan bahwa ia merindukan pria itu.

“Nanti saja, aku ingin mengajakmu pergi terlebih dahulu.”

Baekhyun langsung menarik tangan Minri dengan semena-mena, membuat gadis itu terhuyung ke depan dan berusaha mengimbangi langkah pria itu.

“Mengajakku pergi dengan penampilan seperti ini? YAK! Kau membuatku terlihat seperti pembantumu. Lepaskan aku! Aku harus mengganti bajuku dulu.” Minri berusaha melepaskan pegangan tangan Baekhyun yang menyeretnya menuju mobil sport hitam milik pria itu.

“Baju kaos, celana jeans dan sendal. Ku rasa tidak terlalu buruk. Aku bisa membelikanmu di toko yang kita lewati.”

“Jadi maksudmu kau ingin menghamburkan uangmu?”

“Kalau kedengarannya bagus, boleh juga. Tapi sebenarnya aku hanya perlu bergegas. Ayo!”

***

“Kau pasti punya alasan lain selain menemuiku di Seoul kan?” tanya gadis itu dengan mulut penuh. Entah kebetulan atau apa Baekhyun langsung mengajaknya ke tempat makan dan beruntunglah perut Minri yang lapar itu segera mendapat asupan.

Gadis itu tidak akan punya kepercayaan diri setinggi itu, membayangkan Baekhyun kembali dari jauh hanya untuk menemuinya, bersedia meninggalkan pekerjaannya yang teramat penting itu. Tidak mungkin.

Baekhyun menurunkan tangannya yang tadi terlipat di atas meja. Lantas menyandarkan bahunya ke bangku restoran.

“Kalau memang itu bisa dijadikan alasan. Mengapa tidak? Kau pikir aku tidak merindukanmu hah? Kau pikir aku bisa tenang saat kau tidak ada sejauh pandanganku.”

Gadis itu meminum minumannya sampai tandas. Melakukannya sebelum ia mendengar hal yang lebih menggelikan dari pria itu lalu membuatnya tersedak.

“Kau serius dengan ucapanmu?” tanya gadis itu tanpa menyembunyikan rasa senangnya.

“Sebenarnya tidak juga,” jawab pria itu santai. Seketika membuat gadis itu benar-benar ingin melemparkan piring di depannya kepada pria itu.

Tidak ada jawaban dari gadis itu karena ia kembali melanjutkan makan. Rasanya rugi kalau ia tidak menghabiskan semua hidangan yang ada di meja.

“Ada yang ingin ku katakan padamu,” ucap pria itu dengan nada serius.

Minri meletakkan sendoknya. Gadis itu mulai merasakan ada aura aneh dan menakutkan disekitarnya. Raut wajah serius dari pria itu membuat suasana menjadi canggung.

“Ku pikir kita bisa bicara lewat telpon saja tanpa kau harus berepot-repot pulang…”

“Menikahlah denganku!” potong pria itu.

Minri seketika membeku. Dia mendengar jelas dengan apa yang dikatakan pria itu. Tapi apakah benar kalau pria itu tengah melamarnya? Well, dia mungkin sedang dilamar tapi pria itu tidak berniat sama sekali meminta pendapatnya untuk menerima atau tidak. Dia bahkan tidak menggunakan kata permohonan seperti ‘mau kah kau menikah denganku?’ pria itu benar-benar membuat semuanya terasa berbeda. Lantas adakah alasan baginya untuk menolak?

“Kau serius dengan ucapanmu?”

“Apakah wajahku terlihat seperti sedang bercanda?” tanya pria itu balik.

“Aku… aku… bersedia,” jawab Minri malu, sembari menyembunyikan wajahnya yang merona.

Baekhyun tersenyum bahagia lantas berdiri dan menghampiri gadis itu di kursinya. Tanpa aba-aba memeluk gadis itu membuatnya sedikit terhuyung.

Minri baru sadar bahwa hanya ada mereka berdua di dalam restoran. Apakah Baekhyun sudah merencanakan hal ini sebelumnya? Wah!

“Aku sudah mengatakan hal ini pada Yeon.”

“Heh?”

Minri melepaskan pelukannya dan memandang Baekhyun dengan pandangan bingung. Pantas saja tadi siang Yeon senyum-senyum sendiri dan tidak ingin mengatakan pada Minri. Jadi ini alasannya?

“Kenapa harus Yeon?”

“Tidak hanya dia. Aku juga sudah bertemu dengan Eomma dan Appa-mu. Dan sudah ku katakan pada mereka bahwa aku akan menikahimu.”

“Jadi… hanya aku yang belum tahu? Ish! Dasar. Bagaimana kalau tiba-tiba aku menolak lamaranmu?”

“Aku akan memaksamu menerimaku. Lagi pula aku tidak bertanya pendapatmu kan? Jadi sudah terima saja. Persiapkan dirimu, dua minggu lagi,” jelas pria itu diiringi dengan senyum kemenangannya karena sukses membuat gadis itu lagi-lagi terkejut.

“Astaga! Benarkah?! Kalau kau terus mengejutkanku seperti ini, kau bisa membuatku mati muda, tahu?!”

END?

© Charismagirl

Apa ini?! Baekhyun ngelamar? Aaahhh!! Kesampaian juga tuh anak mau nikah *plak* lirik FF Baekhyun Married?! … err, lagi belom punya ide buat bikin yang chapter nih, jadi beginilah -.-

Leave comment, juseyo :*

43 thoughts on “Marry Me!

  1. image baek disini beda banget ya jadi kaya cowo maco gitu wkwkwk keren keren ff nya, tapi tadi ada yang typo jadi miho yaa well tapi ceritanya bagus ko

  2. nah klo yg ini sepertinya aq emg blum baca…
    yeeeyyy~ bearti paw donx ya aq bca ff Baekhyun Married ?! dlu sblum bca yg ini…

    wwh snengnya dilamar Baek kya gtu, sweeeeeeeeettt…
    mau donk !

    ok dc, spertinya aq hrus trus mundur n bca ff Rima dr mly yg pertma x dirilis, biar mkin nyambung pas bca ff slnjutnnya…
    Hwaiting Rima ! 😀

  3. eonniiiii otokeeeeee .. melted gila haha ngefly gtu bayangin jadi minrinya hahaha ughhh. baek nya dtu kek mempesonaaa gtu . btw emng mempesona kkk tadi typo ada nama minho wkwk but i dont care. ffnya sukses bikin aku senyum2 sndiri hahaha kiss

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s