Oh My School! #3

Title                       :               Oh My School!

Author                  :               Syiff97

Genre                   :               -Fluff/Romance

-Friendship

-Teen-Life (?)

Length                  :               Chapter

Main Cast            :               -Hwang Miyoung

-Luhan

-Kai/Kim Jongin

Another Cast     :               – Suho/Kim Joomyeon

-Faraya

-Three Glam Girls (Han Hyojung, Meng Jia, Song Qian)

-Lay/Zhang Yixing

-Lee Eunhwa

Support Cast      :               -EXO Member

-Sment Family

Rating                   :               PG-13 (i guess -_-)

Chap 2                  :               “ The Cafetaria Tragedy”

Image 

Miyoung POV

OMONA I’m late~! ><

Alarm yang aku pasang hari ini tidak membangunkanku sama sekali. Terlalu banyak berpikir membuatku tidur telat malam ini.

Main-hall sudah mulai sepi. Tentu saja, 3 menit lagi kelas akan dimulai, pasti semua murid sudah berada diruang kelas masing-masing dan sudah bersiap untuk belajar. Tetapi dapat kulihat beberapa orang masih berada diluar kelas bahkan baru datang. Tipe-tipe anak nakal yang tidak peduli dengan pelajaran. Liat saja dari dandanan mereka. Kadang aku heran, apakah orang tua mereka tidak bertanya melihat dandanan mereka yang seperti hendak pergi ke club malam? Mereka kan hanya pergi kesekolah. Untuk apa sih memakai lipstick merah merekah seperti itu? Memakai baju sekolah dengan sok-fashionable-nya.

Do they even know what is ‘fashion’?

BRUKKKKKK!!!

Dapat kudengar suara buku-buku yang terjatuh. Dengan rasa penasaran, kutolehkan kepalaku kearah suara itu. Ternyata ada seorang anak perempuan yang tanpa sengaja menabrak 3 orang anak perempuan lain sehingga buku-buku yang dibawanya terjatuh. Dan bukannya menolong, 3 anak perempuan tadi malah memaki-maki anak perempuan yang bukunya terjatuh. Itu kan ketidaksengajaan.

Kulirik jam tangan merah swatch-ku, masih ada waktu 2 menit~ kurasa cukup untuk sampai dikelasku tepat waktu sebelum para guru masuk kelas. Sebaiknya aku bantu saja dulu anak itu.

“kau itu benar-benar tidak tau malu yah!! Sudah menabrak, minta tolong lagi!” ujar salah satu anak perempuan yang tengah berdiri seperti berada di catwalk.

Ughh… suaranya cempreng dan jelek sekali. Dia bukan anak dari kelas vocal kan?

Kurapihkan buku-buku yang jatuh melewati tempat mereka berdiri. Anak yang sedang memunguti buku itu agak terkejut melihatku, namun menunjukkan senyum begitu melihatku membantunya.

“hey kau!! Yang rambutnya merah!!”

Relfex, kepalaku mendongak begitu dipanggil. 3 anak perempuan itu… berapa kilogram sih bedak yang mereka pakai? Tebal sekali.

“jangan sok pahlawan dehh!!” ujar salah satu dari mereka yang berambut keriting sebahu.

Aku hanya bisa tersenyum kecil lalu berdiri, membawa beberapa buku anak perempuan yang baru kusadari adalah teman sekelasku. Tanpa menghiraukan ke-3 ‘badut’ itu, kami berjalan menuju kekelas kami.

“heyyy kaliannn berhenti kami belum selesai berbicara!!!” teriak gadis berambut keriting itu lagi.

Akhirnya aku berhenti berjalan, menoleh dengan malas. Apa sih mau-nya orang ini.

“oo~~ bukankah kau anak yang kemarin?”

Aku hanya bisa memasang tampang datar. Anak perempuan yang ditengah berjalan mendekatiku, rambutnya panjang se-punggung dengan warna coklat madu. Kurasa ia ‘ketua suku’-nya. sebab, ketika ia berjalan mendekatiku, kedua temannya langsung mengikuti, seperti anak bebek mengikuti induknya, hihi.

Si perempuan yang ditengah itu menatapku tajam. “apa kemarin itu bagian dari cari perhatian juga?”

Aku tidak mengerti apa yang ia bicarakan. Siapa yang ini cari perhatian?

“bersikap sok pahlawan hari ini, itu cari perhatian kan? Jangan berharap mendapat perhatian anak sekolah ini, terutama kai oppa oke? Karena pada dasarnya, semua mata tertuju padaku~ Hyojung. Ingat itu, merah~” ucapnya sedikit menjambak rambutku.

Oh Tuhan… apa hal seperti ini benar-benar terjadi? Kukira hanya di drama saja.

“i’m sorry, but its non-sense plus you’ve wasted my time. Bye.” Ucapku datar lalu berlalu begitu saja.

Dapat kulihat sekilas ketiga pasang mata itu membulat.

“a-a-apa katanya????!! Apa yang dia ucapkan?? Apa artinya???!” teriak si rambut coklat itu kepada teman-temannya.

Teman-temannya hanya menggeleng kecil dengan mulut menganga.

Sebenarnya sekolah ini benar-benar ‘International’ atau tidak sih??

Author POV

“Miyoungie~! Tadi pagi kau keren sekali! Kkk~ terima kasih yah telah membantuku!” ujar Eunhwa senang.

Miyoung hanya bisa menanggapi Eunhwa dengan senyum simpul. Matanya menelusuri koridor sembari berjalan ke-arah cafetaria. Untuk pertama kalinya Miyoung pergi ke cafetaria. Kalau bukan karena paksaan Eunhwa yang ingin menjadi sahabatnya setelah kejadian tadi pagi, Miyoung tidak akan melakukannya. Ia lebih memilih kelaparan diperpustakaan daripada harus menerima tatapan-tatapan mengerikan dari murid-murid lain.

“miyoungie~ kenapa sih kau diam terussss. Kau marah ya padaku?”

Lamunan Miyoung buyar begitu Eunhwa menggerakkan tangannya didepan wajah Miyoung. Lagi-lagi Miyoung hanya bisa tersenyum.

“ania~” ujarnya lembut.

Eunhwa terkagum-kagum mendengar suara Miyoung.

“suaramu bagus sekali Miyoungieee~!! Kau pasti masuk kedalam kelas vocal ya untuk mata pelajaran non akademik?” tanya Eunhwa penasaran.

“nde~! ^^ bagaimana denganmu Eunhwa?”

Eunhwa tersenyum dan menepuk-nepuk dadanya dengan bangga. “dance~”

Mendengar itu, langkah Miyoung terhenti sebentar. Eunhwa yang tadinya tersenyum menjadi heran begitu melihat tingkah Miyoung.

“ada yang salah, Miyoungie?”

Lagi-lagi Miyoung hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“apa kau kenal Jong—ahh maksudku, Kai. Apa kau kenal Kai?” tanya Miyoung menundukkan kepalanya.

Eunhwa mengangguk kecil. “tentu saja, dia kan yang terbaik dikelas dance~”

“Kai sunbaenim sangat bekarisma begitu menggerakkan tubuhnya~ ia menjadi murid kesayangan guru-guru dance, walaupun Jung seonsaengnim, guru dance tahun ini kurang menyukainya. Tapi kalau menurutku sih, yang paling keren Lay sunbaenim… sudah tampan, jago lagi… uwaaaa~” jelas Eunhwa panjang lebar.

Miyoung terkikik kecil mendengar sahabat barunya begitu mengagumi Lay. Ia tidak tau seorang tomboy seperti Eunhwa bisa begitu menyukai laki-laki, bahkan sampai mengidolakan.

“eh.. tapi kenapa kau menanyakan soal Kai sunbaenim?”

Miyoung menggeleng cepat. “ania~ lupakan saja. Ohh kita sudah sampai, ayo cepat kita makan~!”

Begitu Eunhwa dan Miyoung hendak memasuki ruangan cafetaria untuk diamond class, 3 orang gadis menghalangi langkah mereka.

“hai merah~ masih ingat aku?”

Luhan POV

Kris sialan.

Katanya Miyoung akan muncul diperpustakaan. Nyatanya yang kudapatkan malah segerombolan gadis yang berpura-pura membaca buku, padahal asik memotretku dengan kamera mereka. Untunglah petugas perpustakaan buru-buru mengusir mereka.

Merasa lapar, kulangkahkan kaki-ku ke-arah kantin. Sebelum benar-benar sampai kekantin, dari jarak 3 meter, dapat kulihat pintu kantin dikerubungi oleh puluhan siswa Seoul International High School. Sepertinya mereka sedang menyorakkan kalimat-kalimat kasar. Kepada siapa?

Begitu hendak melangkah lebih dekat, dapat kulihat sosok familiar yang berlari melewatiku dengan tubuh yang basah.

Rasanya aku tidak perlu mencari jawaban lagi.

Tanpa basa-basi, aku berbalik arah.

Mengejar Miyoung.

Miyoung POV

Stupid stupid stupid.

Kenapa aku mengiyakan begitu saja ketika Eunhwa mengajakku ke kantin?!

Harusnya aku menolaknya. Harusnya aku tau hal ini akan terjadi. Harusnya aku tidak berurusan dengan 3 badut itu. Harusnya aku diperpustakaan saja. Harusnya…

Langkahku berhenti begitu sampai kesemak-semak tak terurus dibelakang sekolah. dengan cepat aku merangkak kedalam, memasuki wilayah teritorialku. Danau yang tersembunyi.

Kupeluk lututku erat. Basah. Badanku basah karena si monster berambut coklat tadi menyiramku dengan se-ember air. Dapat kurasakan angin yang menusuk kulitku. Dingin..

Apa hal ini akan selalu terjadi setiap harinya? Apa aku akan selalu menderita seperti ini? Kenapa mommy memilih sekolah ini? Kenapa aku harus terjebak pada situasi tidak menyenangkan pada hari pertama sekolah? kenapa hanya aku? Dari ratusan anak lain disekolah ini, apa hanya aku yang seperti ini? Apa ini yang dirasakan Geum Jandi di drama boys before flowers? Kenapa….

“uhh kau lari cepat sekali sih~”

Kutolehkan kepalaku kearah suara itu. Siapa yang berani masuk ke wilayah teritorialku???

“ini tempat apa sih… hey?!! Ada danau seindah ini disekolah?”

Kuamati laki-laki itu. Rambut coklat dengan doe-eyes. Itu kan.. Luhan?

“bagaimana kau bisa menemukan tempat sekeren ini?” tanya Luhan menatapku tak percaya.

Matanya bertemu dengan mata sembabku. Tatapan kagumnya berubah menjadi tatapan kekhwatiran. Tanpa izinku, ia duduk disebelahku dan memerhatikanku dengan seksama.

“Miyoungie? Gwenchana? Apa mereka melukaimu? Apa yang terjadi?”

Bukannya menjawab aku malah menangis. Luhan tertegun. Namun sepersekian detik kemudian ia menarikku kedalam pelukannya.

Ia kan anggota EXO, kenapa sebaik ini? Kenapa ia memerhatikanku? Kenapa ia mengenalku? Kenapa?

“menangislah sepuasnya, jika itu membuatmu merasa lebih baik.” Ujarnya sambil tersenyum lembut.

Dan tanpa aba-aba, kutumpahkan semuanya didadanya.

Rasanya aneh, seperti semuanya menjadi ringan. Tangan besarnya mendekap tubuhku sehingga aku terlihat tenggelam didalam pelukannya, sementara tangannya yang lain mengelus kepalaku lembut. hal ini membuat mataku tambah berat.

Tidak apakan jika aku beristirahat sejenak dari semua kekacauan ini?

Faraya POV

Aku masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan trio gadis berotak kosong itu kepada Miyoung, si anak baru.

“Raya-ah.. kau lihat tadi? Ishh tidak manusiawi sekali! EXO saja tidak melakukan apa-apa terhadap gadis itu… mereka malah membully si rambut merah itu. Sungguh tidak masuk akal.” Ucap Jiayun kesal.

Kutatap wajah puas Hyojung, si ketua dari trio konyol mereka. Pfft, jika ini karena kejadian kemarin-mengingat Hyojung sangat mencintai Kai-maka aku benar-benar menaruh dendam padanya. Tidak hanya pada Kai.

Kuraih gelas sodaku dan berjalan kearah Hyojung. Tidak kuhiraukan teriakkan Jiayun maupun pandangan orang-orang yang menatapku heran. Hyojung-pun menatapku heran begitu aku sampai didepan wajahnya yang—iyuhh– sangat menjijikkan itu.

“sepertinya, sangat senang ya setelah menyiram anak itu?” tanyaku dengan nada sarkatis.

Hyojung tersenyum bangga. “tentu saja~ Faraya-ssi~”

“kalau begitu, mari kita rayakan, dengan MINUM SODA.”

Kutuangkan seluruh soda yang berada digelas minumku ketubuh gadis itu. Haha, liat tampan bodohnya. Apa ia benar-benar mengira bahwa aku akan memberikan ucapan selamat tadi?

“dan ini untuk menyakiti sahabat baruku!”

Mataku melebar begitu mendapati Eunhwa, best dancer dari kelas 10, menyiram wajah Hyojung dengan capucino yang entah ia dapatkan dari mana.

Double attack~

Gigi Hyojung bergemeretak menandakan bahwa amarahnya memuncak.

“KKYAAAA~!!!!!!! APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAAAAN?!!!”

Tangan Hyojung hendak menarik rambutku. Reflex, aku menutup mataku dan menutupi kepalaku. 1 detik… 2 detik… 3 detik… eoh? Kenapa aku tidak merasakan apa-apa?

Kudengar seruan kaget dari orang-orang disekitar. Ada apa sih?

Saat aku membuka mata, kulihat tangan lain menahan tangan Hyojung.

“kau pantas mendapatkannya, Miss Han.”

Bukankah dia Suho, Young leader EXO? Kenapa dia bisa ada disini? Sejak kapan?!

Author POV

Mr. Park, vice principle Seoul International High School mengetuk-ngetukkan jemarinya kemeja kerjanya. Ia menatap ke-5 orang murid perempuan itu sambil menggigit ujung bibirnya, bingung bercampur heran.

“kalian… perempuan… tapi tingkah kalian….”

Ke-5 gadis itu hanya bisa menundukkan kepala. Merasa bersalah dan tentu saja kesal.

“Miss Han, Miss Jia, dan Miss Song, atas dasar apa kalian menyiram Miss Hwang dengan se-ember air dan mempermalukan didepan hampir seluruh murid Seoul International High School? Apa kalian tau bahwa itu bullying? Dan apa kalian tau bahwa bullying masuk kedalam salah satu peraturan sekolah yang akan mendapatkan sanksi yang besar? Dan taukah kalian bahwa mengotori cafetaria dapat membuat kalian merasakan sanksi yang lebih besar lagi?” ucap Mr.Park panjang lebar.

Ketiga gadis stylish (atau sok stylish?) itu hanya bisa terdiam. Mereka menelan ludah, mengingat Mr.Park adalah orang yang tidak pandang-buluh ketika itu soal peraturan sekolah.

“Miss Faraya dan Miss Lee, apakah kalian—

TOK TOK TOK~

Mr.Park menahan kalimatnya begitu mendengar ketukan pintu dari luar.

“masuk.” Ucapnya tegas.

Begitu pintu terbuka, Mr.Park tersenyum. “Mr.Kim dan Mr.Zhang~ silahkan masuk.”

Tanpa diberi aba-aba, kedua orang yang dimaksud Mr.Park berdiri sejajar dengan ke-5 ‘tersangka’ tragedi cafetaria pagi ini. Suho, tersenyum menatap Faraya dan Eunhwa yang menunduk tanpa berani menatap Mr.Park.

“jadi, ada yang bisa saya bantu?”

Suho kembali menatap Mr.Park.

“ahh… begini Mr.Park, saya dan Mr.Zhang berada disini untuk meminta Mr.Park membebaskan Miss Faraya dan Miss Lee dalam tuduhan sebagai ‘tersangka’ dalam kejadian pagi ini.” Tutur Suho lembut dengan penuh kesopanan.

Sebelah alis Mr.Park naik, bingung. “kenapa? Bukankah mereka berdua menyiram Miss Han?”

Kali ini ganti Lay yang menjawab pertanyaan Mr.Park.

“well.. Mr.Park, apa yang dilakukan oleh Miss Faraya dan Miss Lee semata-mata adalah tindakan reflex tidak ada maksud untuk melukai, apalagi mempermalukan Miss Han. Mereka hanya secara tidak langsung terlibat dalam kejadian di cafetaria karena berada dekat dengan tempat kejadian, sementara itu, Miss Lee, melakukan self-defense dikarenakan oleh Miss Jia dan Miss Song yang menariknya paksa. Bukankah itu menjelaskan bahwa mereka tidak bersalah?”

Mr.Park tersenyum mendengarkan penjelasan Lay.

“persis seperti laporan yang kuterima. Karena ada saksi, kunyatakan Miss Faraya dan Miss Lee bebas dari hukuman. Kalian boleh keluar sekarang.”

Faraya dan Eunhwa menghembuskan nafas lega. Mereka berdua mengikuti Suho dan Lay meninggalkan ruangan Mr.Park setelah berterima-kasih.

“sementara itu, kalian bertiga,”

Ketiga gadis pembuat onar itu menelan ludah, takut.

“kurasa membersihkan toilet wanita sudah cukup.”

Faraya tersenyum kecil saat mendengar hal itu sebelum benar-benar keluar ruangan.

Bagi-nya, penderitaan menyedihkan yang dialami Geum Jandi dan kesenangan tokoh antagonis setelah mengerjai Geum Jandi itu tidak akan pernah terjadi di Seoul International High School~

Suho POV

“SUHO SUNBAENIM~!”

Gadis itu berlari lalu menghampiriku. Ia membungkuk 90derajat dihadapanku. Aku hanya bisa tersenyum kecil.

“terima kasih telah membantuku dan Eunhwa tadi, jeongmal gamsahamnida!” ujarnya sopan, lalu membungkuk lagi.

Melihat tingkahnya membuatku tertawa. Lucu sekali gadis ini.

“ah, tadi itu bukan apa-apa, lagipula kalian tidak bersalah~” ujarku tulus.

Kulirik jam tangan hitam merek swiss ku.

“5 menit lagi bel masuk akan berbunyi, sebaiknya kalian cepat-cepat masuk kekelas. Sampai jumpa Faraya-ssi.”

Tanganku mengelus kepalanya sebentar lalu aku berlalu kearah kelas.

Gadis itu sangat berbeda.

Aneh, kenapa pipiku memanas?

Author POV

Seorang anak laki-laki menatap Hyojung, Victoria, dan Jia yang baru saja keluar dari ruang Mr.Park. ketiganya keluar dengan wajah merengut dan caci-makian yang tak sepatutnya diucapkan oleh gadis-gadis yang duduk disekolah elit seperti itu. Wajah anak laki-laki itu tampak tidak senang, matanya menatap tajam ketiga gadis itu.

Anak itupun mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menghubungi seseorang.

“yoboseyo? Hyung? Neo eodiga?”

Anak tadi memasang smirknya, masih menatapi ketiga gadis itu.

“aku punya hal yang menyenangkan yang bisa kau lakukan..”

=================================to be continued===================================

Author’s note

Hello~~ :3

Mengingat ga banyak respon di OMS part 1 (hikseu T_T) sepertinya saya gajadi bikin love series ._.

Tapi bakal dicampur gitu kayak es campur :9 tapi jangan bingung yaaa bacanya. Ada 4 lovebird couple sebagai tokoh utama, pasti tau dong 2 lovebird couple pertama~ hehe 😀

That’s all~ enjoy the story ^^

Ps : comment pelis .-. oiya, nih kalo mau tau seragam Seoul International High School (SIHS) kayak

apa~

Image

6 thoughts on “Oh My School! #3

  1. Annyeong thor! Mian baru comment di chapter 3, bacanya ngebut dr chapter 1 🙂
    btw itu Kai tuh siapa nya minyoung sih? Masa lalu nya minyoung ya?? *Sotoy* kukira yg bakal deketin minyoung yg lagi nangis di danau tuh kris. Taunya luhan.
    Chapter selanjutnya di panjangin lagi thor!! xD Banyakin adegan ‘sad’ nya yah :-3
    Greget banget sumpah #alah -___-

  2. Hi author~
    aku suka FFnya…
    penasaran sama seseorg yg nelpon pas bagian terakhir.. 😄
    Kai kah??
    ahhh~ ternyata klimaks dri klimaksnya blum terlalu muncul.~ 😄 *apasih
    Next Chap ditunggu Thor~ ^^
    *banyakin plisss~* 😄 *dicekek
    btw, seragamnya keren~ bisa aja Authornya~ 😄

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s