The 12 Extraordinary Vampires #1

Tittle: The 12 Extraordinary Vampires

Author: Santi Fauzia (@santifauziaa)

Main Cast:

Park Hyojin

Oh Sehun

Park Chanyeol

Support Cast:

Xi Luhan

Kris

Kai

Bang Min Ah

All member EXO

Genre:

Romance, Fantasy, a little bit Comedy, Action.

Rating:
PG 15

Length:

Chaptered

vampires

Anyeonghasehun!  FF ini rada berbeda dari Unpredictable Future, akibat seneng baca komik, novel dan film tentang vampir, akhirnya jadi deh FF ini. oh ya, follow twitterku ya di @santifauziaa kalau mau hehe atau main ke wp aku aja buat liat FF aku yang lainnya.

Tapi tentang genre Actionnya author belum yakin bakal terpenuhi syaratnya secara author paling butek dalam hal berantem hehehe. Oh ya, tentang posternya, author ga mungkin masukin ke 12 member exo versi vampirnya soalnya ga cukup di kolomnya hahaha. Menurut author sih yang paling keren di foto itu Kai ama Sehun. Menurut readers siapa? Mian chanyeolnya belepotan darah soalnya ga ada lagi tuh foto vampir versi chanyeol yang lebih bagus hehehe. *ketauan searching di google* Oke deh jangan lupa komen dan likenya karena itu sangat berharga buat author. Doakan juga author lulus UN ya! nyehehe. Happy Reading!

Hyojin POV

Oh Sehun, ia lah namja yang membuatku penasaran setengah mati. Ia adalah teman sekelasku namun kami tidak terlalu akrab karena kami baru sekelas di kelas kami, yaitu kelas 2-A sekitar seminggu.

Warna kulitnya benar-benar putih, tatapannya selalu tajam pada orang yang ia temui, ia selalu terlihat lemah dan tertidur pada saat di kelas terutama saat matahari terik bersinar, dan sejak 2 hari yang lalu, aku tidak sengaja melihatnya mengeluarkan jus tomat yang dibungkus oleh plastik bening, ia selalu meminumnya di atas atap sekolah tanpa membawa bekal makanan apapun.

Aku baru menyadari bahwa kantin sekolahku tidak menjual jus tomat, apalagi jus tomat itu berwarna merah pekat seperti… darah?

Kalau kalian jadi aku, pasti kalian akan beranggapan sama denganku kan? Meski aku terdengar gila, tapi tanda-tanda Sehun menunjukkan bahwa ia mirip dengan makhluk yang meminum darah manusia dan bertaring tajam, yaitu Vampir.

Rasa penasaranku yang mulai menggila padanya akhirnya membuatku memutuskan untuk membuntutinya dan melihatnya meminum jus tomat setiap istirahat bersama 2 namja terpopuler di sekolahku lainnya, yaitu Luhan sunbae dan Kris sunbae.

Aku sengaja tidak memanggil mereka dengan embel-embel ‘oppa’ karena memang aku tidak terlalu tertarik pada mereka serta aku tidak mau disangka sasaeng fans. Serta aku sudah mempunyai namja yang aku sukai yaitu Park Chanyeol. Namja tampan yang selalu tersenyum lebar dengan deretan gigi putih miliknya itu berbanding terbalik dengan Sehun yang selalu menampakkan wajah datar dan aura sekitarnya yang terasasedingines. Ia seperti tidak mempunyai jiwa.

Kecuali bersama dengan Luhan sunbae dan Kris Sunbae, ia selalu tersenyum bahkan tertawa hanya bersama mereka saja. Aku jadi tidak menyukai Sehun karena aku menganggapnya memilih-milih teman. Selain itu, Luhan sunbae dan Kris sunbae sama-sama meminum jus tomat layaknya sehun. Tentu saja hal itu membuatku semakin curiga.

Saat ini, aku sedang bersembunyi di balik pintu dekat tangga sambil melihat 3 namja yang memang sangat mempesona itu mengobrol dan tertawa sambil sesekali menyeruput jus tomat milik mereka masing-masing. Entah kenapa, aku bisa mendengar pembicaraan mereka meskipun jarak kami cukup jauh. Mungkin saja kupingku ini setajam kuping harimau, hehe.

“Aww!” Luhan sunbae berteriak karena jarinya tergores oleh paku yang terdapat pagar kayu yang menjulang tinggi dibuat oleh sekolah untuk pembatas supaya tidak ada siswa yang bunuh diri terjun dari atap sekolah ini. Terlihat darah segar mengalir dari jari manisnya yang lentik dan mungil itu. Luhan sunbae meringis kesakitan.

Tiba-tiba saja aku menahan napas saat Sehun memasukkan jari Luhan sunbae yang berlumuran darah itu ke dalam mulutnya dan menghisap serta menjilati darah dengan ganasnya. Mungkin kalau aku tidak tahu kalau Sehun dan Luhan sunbae itu sepupu, pasti ketika aku menyaksikan adegan seperti sekarang, aku sudah menganggap mereka berdua adalah homo.

“Darahmu nikmat sekali, hyung.” ucapnya sambil masih menjilati sisa-sisa darah yang tersisa, Luhan sunbae terkikik geli. “Sehun-ah, lepaskan! Geli ahahaha…” tawa Luhan sunbae terdengar renyah, membuatku mengakui mengapa sahabatku, Bang Min Ah, tergila-gila padanya. Karena baru kusadari, Luhan sunbae itu benar-benar manis, seperti anak kecil.

Sehun lalu melepaskan jari Luhan sunbae dan tersenyum. “Mian, hyung. Aku benar-benar masih lapar.” ucap Sehun.

Hah? Lapar? Sehun lapar dan ia meminum darah Luhan sunbae tadi itu artinya….

“Memangnya kemarin kau tidak berburu?” tanya Kris sunbae sambil membuang plastik berisi jus tomat yang sudah habis tak bersisa.

“Aku berburu, tentu saja. Tapi darah dari 3 makhluk saja sepertinya tidak cukup untuk memuaskan rasa laparku.” Jawaban Sehun membuat tubuhku menegang dan detak jantungku memompa dengan cepat. Itu semua membuktikan bahwa mereka bertiga benar-benar vampir dan bukan hanya firasatku saja. Aku bergidik ngeri dan memutuskan untuk segera pergi dari tempat tersebut sebelum mereka mengetahui keberadaanku.

Aku menoleh kaki kanan bagian bawahku yang terasa geli sejak tadi namun ku abaikan karena terlalu serius mengamati dan mendengar percakapan ketiga vampir itu.

Kedua mata ku melotot melihat hewan menjijikkan yang paling aku takuti melebihi makhluk menyeramkan apapun di dunia ini. Seekor siput tanpa cangkang menempel di kaus kakiku dengan lendir lengketnya.

“KYAAAAA!” aku berteriak histeris dan berlari ke pintu tempat dimana ketiga vampir tersebut melihatku dengan tatapan datar. Seperti mereka tahu sejak tadi aku berada di balik pintu tersebut.

“Akhirnya kau keluar dari tempat persembunyianmu, Park Hyojin. Apakah kau puas memata-matai kami selama tiga hari ini?” Sehun menatapku meremehkan.

Kulihat siput yang masih menempel di kaus kakiku meski aku sudah menggoyang-goyangkan kakiku seperti sekarang. Kelihatannya Sehun jengkel karena aku tidak memperdulikannya sementara Luhan sunbae dan Kris sunbae tertawa melihat tingkahku yang terlihat aneh.

“Apa yang sedang kau lakukan? Hahaha” Luhan sunbae tak henti-hentinya tertawa melihatku sekarang sudah seperti menari balet demi menyingkirkan makhluk menjijikkan dari kaus kakiku yang tidak mau lepas. Sehun mendekatiku, tiba-tiba aku tersandung sesuatu dan memegang kaki Sehun supaya menahanku untuk tidak terjatuh.

Jika dilihat dari kejauhan, aku seperti hamba yang meminta pengampunan pada rajanya, yaitu Sehun. Dan ini benar-benar konyol bagiku.

“Kau jangan cari-cari kesempatan ya. Lepaskan tanganmu!” Sehun berusaha melepaskan kedua kakinya, namun aku mempererat kedua tanganku karena tidak tahan dengan rasa geli dan jijik akibat siput yang masih menempel di kaus kakiku.

Saat aku menoleh ke arah kakiku, siput itu hampir mencapai kulitku yang polos tanpa mengenakan kaus kaki. “Se-sehun sshi, tolong aku…” pintaku padanya.

“Kau tidak mau kuhisap darahmu karena aku adalah vampir? Percuma saja.” jawaban sehun membuatku bingung.

“Ya! Apa maksudmu? Maksudku adalah tolong singkirkan makhluk menjijikkan yang ada di atas kaus kakiku sekarang!”

Tiba-tiba kudengar lagi tawa yang berasal dari Luhan sunbae dan Kris sunbae.

“Hahahaha! Kalian berdua benar-benar lucu! Hyojin-sshi, ku kira kau ketakutan terhadap kami namun nyatanya yang kau takutkan hanya seekor siput.” Ucap Kris sunbae sambil meneruskan tawanya. Saat aku menengadah, kulihat muka Sehun memerah, sepertinya ia malu karena kesalahpahamannya tadi.

“Singkirkan saja sendiri!” akhirnya aku melepaskan kedua tanganku dari kaki Sehun.

“Sehun-sshi.. kumohon.. aku benar-benar takut!” ucapku memohon.

Sehun menatapku dan tersenyum miring. Membuatku menyadari ternyata Sehun sangat tampan. Ah, tapi bukan saatnya memikirkan hal seperti ini. Menyingkirkan siput dari kaos kakiku lebih penting daripada memikirkan debaran jantungku yang aneh.

“aku akan menyingkirkan makhluk itu, asal dengan satu syarat.”

“Apa?”

“Kau harus menuruti permintaanku. Tenang saja, aku akan meminta yang masuk akal dan tidak aneh-aneh.” Aku keberatan dengan syarat yang diajukan Sehun, namun rasanya siput itu masih berjalan di kaus kakiku membuatku tidak tahan.

“Baiklah! Baiklaaah! Aku setuju. Cepat singkirkan siput itu!”aku mulai merengek karena sebentar lagi siput itu akan mencapai kulit polosku. Aku bersumpah akan menyobek kulitku jika terkena lendir siput.

“Luhan hyung.” Sehun menunjuk Luhan sunbae, lalu Luhan sunbae mengangguk. Tiba-tiba siput itu melayang ke atas, aku memandang horror melihat pemandangan itu. Tentu saja, siapa yang tidak takut akan siput yang bisa melayang?

“Kyaaa! Ke-kenapa siput itu bisa terbang?” aku lalu melihat Luhan sunbae yang mengarahkan tangan kanannya menuju siput itu. Saat itu aku langsung mengerti bahwa yang mengendalikan hal tersebut adalah Luhan sunbae. Setelah itu, Luhan sunbae mengarahkan tangannya ke langit lalu membuat siput itu terjatuh dari ketinggian dan entah kemana.

Aku masih terkejut dengan kejadian yang tidak masuk akal tadi. Mana mungkin ada yang seperti itu di dunia ini?

Luhan sunbae tersenyum ke arahku. “Aku mempunyai kekuatan telekinesis. Artinya aku menggunakan fikiran untuk memindahkan atau mengontrol benda.”

“Kalau aku levitation, artinya aku bisa terbang melawan arah gravitasi.” Ucap Kris sunbae tanpa ditanya.

Aku mulai pusing dengan ucapan mereka berdua. Ingin sekali aku menyemburkan pertanyaan yang banyak pada mereka namun akhirnya aku hanya bertanya satu pertanyaan saja “Kalian ini… sebenarnya apa?”

“Seperti yang kau ketahui. Kami adalah Vampir. Masing-masing dari kami mempunyai kekuatan spesial. Karena kau sudah mengetahui banyak tentang kami, kau harus menjaga rahasia ini dari siapapun, termasuk orang yang terdekat denganmu. Itu permintaan pertamaku dan kau harus mengabulkannya, kalau tidak…” ucapan Sehun menggantung, ia mendekatkan wajahnya padaku tanpa sadar aku menahan napas. “Kau tidak akan menjalani kehidupanmu sebagai manusia normal lagi.”

Aku bergetar hebat saat Sehun mengatakannya lalu aku menjauh dari Sehun karena tiba-tiba rasa takut dalam diriku muncul.

“Kau sudah mengerti kan? Jadi turutilah apa mau master Sehun, maka kau masih bisa menyambut pagi hari dengan kehidupan normalmu.” Ucapan Kris Sunbae membuatku kaget. Apa yang barusan tadi ia bilang? Master?

“Ma, master?” aku bertanya karena merasa aneh seorang senior memanggil master pada juniornya.

“Sehun adalah vampir darah murni. Ia adalah yang terkuat di antara kami bertiga. Sedangkan kami adalah vampir bangsawan, kenyataannya aku bukanlah sepupu Sehun melainkan pengikut Sehun, atau bisa dibilang, Master Sehun.” Jelas Luhan Sunbae. Mulutku menganga lebar karena kaget bukan main. Oh Sehun yang pendiam dan dingin itu? Mempunyai pengikut yaitu Luhan sunbae dan Kris sunbae? Sepertinya aku sedang bermimpi karena semua ini benar-benar gila dan tidak masuk akal.

“Ini semua mimpi, ini semua mimpi!!! Bangun, Hyojin-ah!”Aku mencubit kedua pipiku berharap terbangun dari mimpi paling gila dan aneh dalam hidupku. Sakit. Ternyata memang sekarang aku tidak sedang bermimpi. Ketiga namja itu tertawa melihat tingkahku tadi.

“Kau tidak bermimpi, Hyojin-sshi. Selamat, kau bisa mengenal kami ketiga namja terpopuler di sekolah ini dengan dekat.” Ucapan Luhan sunbae membuatku sebal. Mungkin jika aku menjadi fans mereka, aku akan senang setengah mati namun tentu saja yang aku rasakan sekarang bukanlah senang tetapi rasa takut, bingung, terkejut dan marah yang bercampur aduk. Aku marah mengapa ini semua harus terjadi padaku? Padahal aku ingin menjalani kehidupan seperti anak SMA biasa lainnya.

“Maaf, tapi aku bukan salah satu fans mu, sunbae.” Ucapku sebal membuat Luhan Subae serta kedua namja lain itu terkejut.

“Kau bukan fans ku? Kalau begitu…”

“Aku juga bukan penggemar Sehun atau Kris Sunbae.”

“M-mwo!? Waaah pertama kalinya ada yeoja manusia yang berkata seperti itu pada kami. Kau benar-benar menarik!” Luhan Sunbae bertepuk tangan tidak jelas sambil tersenyum.

“Dia bukan manusia biasa.” Perkataan Sehun membuat kami bertiga menengok bingung.

“Apa maksudmu, Sehun-sshi? Aku bukan vampir! Apalagi werewolf!”

“Siapa bilang kau ini vampir atau werewolf? Sudah jelas kau bukan manusia biasa karena kau tidak terpengaruh oleh kekuatan aerokinesis milikku.”

Lai-lagi kata-kata asing yang berakhiran kinesis itu meluncur dari mulut Sehun. Aku mulai malas mendengarnya.

“Aerokinesis? Apa lagi itu?”

“Aku bisa mengendalikan udara dan mengontrol pikiran semua manusia atau bisa dibilang hipnotis.”

“Mengendalikan udara? Kau avatar ya?”

Pertanyaanku membuat Luhan sunbae dan Kris sunbae yang tadinya serius meledak dalam tawa. 2 poin, aku membuat Sehun lagi-lagi bermuka merah menahan malu karena pertanyaan bodohku.

“Kau ini hobi sekali mempermalukanku ya!? Mau merasakan gigitan dari taringku ini?” terlihat kedua taring yang panjang dan tajam dari gigi Sehun yang putih bersih. Pertama kalinya aku melihat hal itu secara langsung di depan mataku.

“Keren!” seruku senang.

“Hah? Bukannya tadi kau takut?” tanya Sehun merasa bingung.

“Aku memang takut saat mengetahui kalian bertiga adalah vampir tapi melihat taringmu keluar seperti itu sangat keren! Sebenarnya aku penggemar vampir apalagi Edward Cullen di film Twillight dan Bill Compton di film True Blood!”

“Kami tidak sama dengan vampir yang ada di film-film begituan. Sebenarnya sudah lama kami tidak meminum darah manusia.” Ucapan Kris sunbae membuatku heran.

“Apa? Lalu kenapa mengancamku kalau kalian tidak minum darah manusia?”

“Itu karena melihat mukamu yang ketakutan sangatlah lucu. Hahaha” Sehun tertawa jahil sambil mengacak rambutku.

“Kalian mengerjaiku ya!? Menyebalkan!” aku mendengus kesal lalu mulai beranjak untuk turun ke tangga namun tangan Sehun menahanku.

“Kami memang mengerjaimu. Tapi tentu saja kami serius soal kau tidak boleh mengatakan bahwa kami adalah vampir pada siapapun. Meski kami hanya minum darah binatang, tapi tentu saja kami juga tidak segan meminum darah manusia yang mengancam keberadaan kami di sini.” Sehun lalu dengan secepat kilat menarikku dalam pelukannya. Aku merinding saat tubuhnya yang sedingin es bersentuhan dengan kulitku.

“Sehun-sshi! Apa yang kau lakukan!? Lepas…” Kurasakan bibir Sehun menyentuh leherku dan mengecup dengan lembut. Aku langsung panik dan rasa takut menyerangku. Tubuhku meremang saat merasakan nafas Sehun yang berhembus mengenai permukaan kulitku.

Deg Deg Deg

Jantungku memompa dengan kerasnya akibat rasa takut yang menyelimuti seluruh pikiranku.

Apakah ini kali terakhirnya aku akan merasakan detak jantungku?

Apakah mulai detik ini aku akan menjadi seperti ketiga namja ini? Menjadi Vampir?

Andwae! Aku tidak mau!

Aku takut jika Sehun akan menancapkan kedua taringnya yang tajam menembus ke dalam permukaan kulit leherku. Tapi yang paling ku takutkan adalah…. menjadi vampir.

Aku tidak mau tertidur saat siang, takut kepada sinar matahari dan meminum cairan yang menjijikkan yaitu darah. Memikirkan aku akan meminumnya pun sudah membuatku merasa mual.

Apa yang akan Sehun lakukan? Seseorang tolonglah aku!

Dalam kekalutan aku memikirkan satu-satunya orang yang selalu ada di saat aku meminta pertolongan, selalu ada di sisiku dan selalu aku cintai, Park Chanyeol.

Chanyeol kumohon kali ini saja…

TOLONG AKU!

To Be Continued

Inilah FF pertama author yang bercerita tentang vampir kekeke. Author sebenarnya suka banget nih sama Vampir mulai dari Edward Cullen di film Twilight, Bill Compton di film True Blood, Kaname Kuran dan Shiki di Vampire Knight, Damon Salvatore dan Stefan Salvatore di film Vampire’s Diaries karena mereka semua alamaak ganteng-ganteng! FF ini sudah di publish di wp aku yang santifauziaa.wordpress.com jadi kalau ada waktu luang jangan lupa main-main ke sana dan jangan lupa KOMENNYA ya chingu! Kamsahamnidaa! *bow bareng Luhan dan Chanyeol*

11 thoughts on “The 12 Extraordinary Vampires #1

  1. Kyaaaaa aku juga thorrrr xD
    Apakah chanyeol akan datang?

    Lanjut thor….😄
    Jgn2 si chanyeol jg mahluk jadi2an lg? Omo…..

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s