I don’t understand a man’s heart

Tittle                      : I don’t understand a man’s heart

Author                  : ChenSoo| @FauziaOki on twitter

Main Cast            : Cha Eun Hye (OC), |Do Kyung Soo (D.O) EXO K

Other Cast          :Jung Hye Riin (OC) | Park Chanyeol, Byun Baekhyun EXO K

Length                  : OneShot

Rating                   : G

Genre                   : Romance (?), Angst (??)

Annyeong !! kalau author bilang ini adalah FF pertama yang author publish, jelas banget boong! Karna ini adalah FF yang kesekian kalinya yang author publish. Tapi tentunya, ini adalah FF pertama author yang di publish di sini dan ber-cast-kan member EXO. Tentunya bias author, tapi yang no. 2! Hahaa.. karna yang no 1 di EXO tetaplah kang chenchen..hahhaaaha *abaikan-,-*

Daripada author bercuap – cuap gaje ga karuan, mending readers baca langsung aja deh nih FF yang author buat pas lagi padet-padetnya tugas dari sekolah. So, jangan salahkan author jika banyak kesalahan di sana-sini. Author juga manusia ciptaan Tuhan yang Maha Esa kaya readers semua. Oke oke? Happy reading all~~~ :* :*

 

Foreword:

Eunhye adalah teman sekelas Do KyungSoo. Eunhye dan KyungSoo tidak terlalu dekat. Mereka hanya saling tersenyum dan menyapa jika sedang berpapasan. Tidak ada kegiatan lain yang istimewa. Padahal, KyungSoo adalah orang yang sering membuat teman – teman dikelasnya tertawa dengan leluconnya, dia juga mudah akrab dengan orang yang baru ditemuinya. Namun, entah mengapa dia tidak terkesan akrab dengan Eunhye. Suasana terasa awkward jika mereka sedang bersama.

Sepekan yang lalu, Lee Songsaengnim memberi tugas drama untuk ditampilkan di depan kelas. Eunhye dan Kyungsoo berada di kelompok yang sama. Mereka memerankan peran seorang putri dan pangeran dari dongeng Cinderella. Mereka terlihat sangat serasi. Hal itu lah yang membuat mereka selama tiga hari ini menjadi bahan olok – olokan di kelas.

*******************

Eunhye’s POV

Lagi – lagi aku mendapatkan olokan dari Chanyeol yang sekarang tengah memperagakan adegan berdansaku dengan Kyungsoo sepekan lalu. Ia berdansa kesana – kemari dengan Baekhyun, teman rusuhnya. Bukannya aku tidak suka, aku hanya risih. Setiap hari mereka s’lalu memperagakan adegan itu tanpa lelahnya. Sesekali mereka menambahkan beberapa dialog yang membuat telingaku terasa terbakar.

“Kyungsoo-ya, aku rasa kalian benar-benar pasangan yang serasi. Hahaha!” canda Chanyeol yang sekarang duduk di hadapan Kyungsoo. Nafasnya sedikit terengah – engah. Mungkin dia telah lelah memperagakan dansa itu sepanjang istirahat ini.

“Kalian benar – benar seperti ‘COUPLE of THE YEAR’ !!” imbuh Baekhyun.

Kata – kata itu lagi… aku menyukai kata – kata itu. Bahkan aku sangat menyukai dan ingin hal itu benar – benar terjadi. Jujur saja, aku menyukai Do Kyungsoo. Bahkan sejak masuk SHS ini. Aku sangat senang ketika aku tahu bahwa aku satu kelas dengannya di tingkat kedua ini. Aku benar – benar berharap bisa akrab dengannya. Tapi, aku rasa dia tidak menyukaiku. Selama satu kelas dengannya, aku tidak bisa dibilang akrab dengannya. Kami hanya saling tersenyum ketika bertemu. Tidak ada hal lain sekalipun. Aku pernah mengiriminya pesan, tapi dia hanya membalasnya singkat. Apakah….dia benar – benar tidak menyukaiku?

“Ya!!! Mengapa kau melamun Putri Eunhye? Apa kau sedang membayangkan pangeran Kyungsoo??” goda Chanyeol yang membuatku tersadar dari pikiran yang kugelayuti.

“Sudahlah Chanyeol! Hentikan kelakuanmu yang menjadikan kami bahan lelucon!” bentak Kyungsoo. Dia terlihat geram. Apakah dia sangat marah dan tidak suka dengan lelucon Chanyeol? Apakah sebegitunya?

“Kau s’lalu saja menjadikan kami bahan leluconmu! Apa itu sangat lucu bagimu eoh? Aku dan dia tidak memiliki hubungan apa – apa. Itu hanya sebatas drama. Apa kau tidak mengerti ACTING??”

Aku terpaku saat mendengar kata – kata Kyungsoo yang bebas meluncur dari bibirnya dengan ringan. Acting? Haha, benar. Itu hanyalah sebuah drama yang kami perankan. Itu hanyalah sebuah tugas dari Lee Seongsaengnim yang mau tidak mau kami lakukan. Itu bukanlah apa – apa yang harus dibesar – besarkan.

Tapi, mengapa aku merasa sangat bahagia dengan acting itu? Aku merasa tidak ada dinding yang memisahkanku dengan Kyungsoo saat itu. Aku benar – benar merasa seperti seorang putri. Aku, ternyata benar – benar bodoh. Semua itu hanya acting, harusnya aku sadar itu sejak awal. Aku…benar – benar merasa remuk.

Tesss…

Tak terasa setetes air mataku mengalir tanpa dikomando. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Berlari. Ya, aku harus berlari menjauh dari kerumunan orang dikelasku. Aku terlalu hancur bila terus berada di sini.

Aku telah sampai di taman belakang. Cukup sepi kurasa. Setidaknya hanya segelintir orang yang berada di sini dan mereka tidak memperhatikanku. Aku mendekat ke kolam ikan, duduk di bangku yang tak jauh dari situ.

“Eunhye, apa kau baik – baik saja?”

Aku mendengus pelan. Tanpa melihatpun aku tahu itu suara siapa. Pemilik suara itu adalah Jung Hyeriin, sahabatku. “aku baik – baik saja” aku berbohong.

“ya! Neo!! Tidak perlu berbohong padaku. Aku lebih tahu kau daripada dirimu sendiri.” “setidaknya, untuk kali ini kau bisa menangis di hadapanku saja.” Lanjutnya lirih. Aku tahu, dia memang sahabat terbaikku. Tapi tidak pernah sekalipun aku menangis dihadapannya.

“aku bodoh..aku benar – benar bodoh! Seharusnya aku tahu bahwa itu hanya sebuah acting. Mengapa aku harus senang dan berdebar hanya karna hal seperti itu?? Aku benar – benar bodoh Hyeriin-ah…aku benar – benar bodoh..!” terangku padanya dengan bibir yang bergetar. Pertahananku hancur seketika di depan Hyeriin. Air mataku mengalir deras menciptakan aliran sungai kecil. Aku sudah tak tahan.

“Sudahlah Eunhye-ah, kau bukan orang bodoh…jangan pernah menghakimi dirimu sendiri sebagai orang bodoh..cinta itu memang buta.”

“aku..aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Aku terus mengaguminya secara diam – diam. sampai sekarang pun aku sangat senang ketika dia berada di kelas yang sama denganku. Aku benar- benar bahagia. Setiap pagi, aku s’lalu merapikan diriku di depan cermin dengan teliti. Bahkan aku berlatih cara mengucapkan salam padanya setiap hari. Bahkan hal sesepele mungkin seperti itu tak akan kulewatkan untuk terlihat baik dihadapannya…” aku mengatur nafasku. Dadaku terasa sangat sesak saat ini. Baru kali ini aku menceritakan perasaanku tentang Kyungsoo pada seseorang.

Aku mengambil nafas dalam – dalam lalu mengeluarkannya. Aku membiarkan air mataku menganak sungai membasahi pipi chubby ku. Aku tak perduli.

“kyungsoo…aku rasa dia benar – benar tidak menyukaiku. Dia tidak pernah berbicara denganku lebih dari lima menit setiap harinya. Dia selalu terlihat bahagia di depan semua orang, tapi tidak di hadapanku. Setiap pagi dia tersenyum padaku, tapi tidak secerah dibanding senyumnya pada orang lain. Aku memang tidak tahu dengan jelas bagaimana isi hatinya. Tapi satu hal yang bisa kupastikan. Aku termasuk dalam daftar yang tak dianggap olehnya. Menyedihkan bukan?” aku tersenyum getir. Nasibku memang sangat menyedihkan. Aku tahu itu..

Aku memandang Hyeriin yang duduk di sebelahku. Ia sedang menatapku sambil memamerkan matanya yang sipit. Bahkan lebih sipit dari biasanya karna ia sekarang tengah menangis. Aku menatapnya seksama. Dia masih saja cengeng seperti biasanya. Hyeriin adalah gadis tercengeng yang pernah kutemui. Tapi aku sangat menyayanginya, karna dialah sahabat terbaikku.

“ceritamu sangat mengharukan..hiks hiks.. kau benar – benar wanita yang tabah Eunhye-ah..hiks” Hyeriin memelukku sayang. Ah~ sahabatku ini, dia memang yang terbaik dalam mendengarkanku.

Tett..tett..!!

Bel usai istirahat berbunyi nyaring memecahkan suasana sendu antara aku dan Hyeriin. Aku pun melepaskan pelukannya dan tersenyum sebisanya. Kami hendak berhambur menuju kelas seperti anak – anak yang lain. Namun, tatapan seorang lelaki yang berdiri di belakangku mengurung niatku untuk melakukan hal itu.

Mata lelaki itu menatapku nanar. Ada gurat kesedihan di dalam matanya. Sudah lamakah ia berdiri di sana? Apa dia mendengar semua ucapanku pada Hyeriin?

Lelaki itu berjalan ke arahku, langkahnya sedikit terseok. Mungkin karna ia terlalu lama berdiri di sana, atau mungkin ia sedang shock. Aku tak tahu apa yang sedang bersarang dalam pikiran dan hatinya. Tak kuduga, ia meraihku dan menenggelamkanku dalam pelukannya. Ia membiarkanku terpaku pada kelakuannya kali ini.

“Eunhye-ah, mianhae. Jeongmal mianhae..” itu yang ia ucapkan. Lagi – lagi, dia membuatku menangis dengan kata yang keluar dari bibirnya. Dia mencium puncak kepalaku. Aku terpaku karnanya..lagi.. “Eunhye-ah..joahae, neomu neomu neomu joahae” lanjutnya yang berhasil membulatkan mataku sebesar matanya.

Aku melepaskan pelukannya. Benarkah ia orang yang ku kenal? Sebenarnya apa yang sedang ia pikirkan? Apa yang sedang ia rasakan dalam hatinya sekarang??

“Kyungsoo-ah, hajimanseyo.. jebal”

 

——–END——–

Gimana gimana? Gajekah? Hahaa.. maklumlah, ini adalah ide yang tiba – tiba muncul dan maksa banget buat di ketik.hehee.. author terima segala respon loo. Mau kritik ato saran , dikasih kecupan sayang dari all member EXO juga boleh *ngarep* thanks buat author yang udah mau post dan readerdeul yang udah mau baca ini FF. Gumawo J annyeong !😀😀

5 thoughts on “I don’t understand a man’s heart

  1. Yahh, udah End duluan ya?
    padahal kirain aku bakal diceritain tentang pentas Dramanya…😦
    Yaa tapi Daebak kok thor!😀
    Yang penting D.O+Eunhye happy ending🙂 2 Thumbs for Author! d^o^b

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s