Diposkan pada Angst, EXO Planet, EXO-K, Fanfiction, Genre, One Shoot, Oneshot, Sad Romance, Se Hun

My Heart and Your Happiness

Judul: My Heart and Your Happiness

Author: Lee Ha Rin

Genre: Sad, angst, romance

Length: One shoot

Rating: General

Casts:

– Oh Sehun

– Kim Hyo Rin

– Lee Ha Rin

Note: Annyeong semua! Author kembali dengan cerita sad :3 Mian yaa semua, sebelumnya author belum pernah buat cerita sad. Ini yang pertama. Semoga kalian suka. Mian untuk typo dan agak gaje! Dan ff ini emang sengaja author buat pendek._. Gomawo untuk admin yang udah post ff ini dan gomawo untuk yang mau baca ff ini. Gomawo semua~

Happy Reading♥

Disinilah sekarang aku. Di tempat penuh kenangan. Tempat dimana aku bisa berteriak, menangis sepuas yang aku mau. Tempat di mana aku bisa melihat indahnya pemandangan di hadapanku. Tempat di mana aku bisa mengingat semua kenangan yang aku lalui bersamamu dengan hanya kedipan mata. Suasana yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku memang merelakanmu saat itu. Mulutku yang merelakanmu, tidak dengan hatiku. Senyum bahagia dibibirku, tapi sangat menyakitkan hatiku. Air mata bahagia kataku, air mata menyesakkan di hati. Tidak bisakah kamu melupakannya? Apakah hanya ada dia di hatimu? Aku yang menemanimu saat kamu terluka karenanya. Aku yang menyemangatimu untuk bangkit saat kamu down karenanya. Aku yang merelakan hatiku terluka, setiap kali kamu berkata kamu masih mencintainya.

*flashback on*

“Sudahlah, aku yakin dia masih mencintaimu. Dia pasti punya alasan kenapa ia memutuskan hubungan kalian. Uljima ne? Aku akan membantumu kembali padanya.” kataku menenangkan sahabatku ini. Ini pertama kalinya aku melihatnya menangis. Jujur, aku ingin sekali membuatnya tersenyum.

“Aku… Aku masih sangat mencintainya, Hyo. Aku tidak ingin kehilangannya.. Hiks”

Cess… Hatiku rasanya sakittt sekali. Tidakkah ia tau? Orang yang sedang menemaninya sekarang juga mencintainya? Mencintainya sepenuh hati? Sampai merelakan hatinya terus-menerus seperti ditusuk ribuan tombak ketika mendengar ia sangat mencintai mantan kekasihnya?

“Eum.. I..ya Sehunnie. Aku tau, a…aku akan membantumu. Kamu harus kuat, ne? Kamu harus mengejarnya. Sehunnie yang ku kenal, tidak pernah menangis begini. Uljima sehunnie, arra?” kataku. Sebelumnya aku sudah menarik napasku panjang secara diam-diam. Sehunnie.. Aku tidak bisa melihatmu seperti ini. Walaupun jujur, aku bersyukur kalian mengakhiri hubungan kalian. Maafkan aku Sehun, aku memang tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu. Hatiku, ku mohon, maafkan aku. Aku harus menyakitimu lagi. Aku harus bisa memendam perasaan ini sendirian.

“Ne, Hyo. Kamu memang sahabatku yang paling baik. Gomawo Hyo^^ Jeongmal gomawo.. Saranghae^^”

Sahabat? Aku ingin lebih dari sekedar sahabatmu. Aku ingin kamu mengucapkan ‘saranghae’ dengan arti sesungguhnya. Bukan sebagai sahabat. Apakah hanya dengan berkata ‘aku akan membantumu kembali padanya’ kamu bisa tersenyum begini?

“Ne, cheonma Sehunnie. Nado^^”

Nado saranghae Sehunnie. Jeongmal. Bukan cinta sebagai teman. Cinta sebagai seorang namja. Aku tau, selamanya aku tidak bisa menjadi milikmu. Menjadi satu-satunya yeoja bagimu. Yang mempunyai kedudukan pertama di hatimu dan di kehidupanmu.

*flashback off*

.

.

Tess.. Tess..

.

.

Di sinilah aku. Duduk di atas pasir, menekuk lutut dan memandang ke arah raja surya yang akan pergi. Tenggelam dalam warna alam yang dibuatnya sendiri. Membayangkan kamu bisa duduk di sebelahku. Membayangkan kamu tiba-tiba datang dan merangkulku. Membayangkan kamu tersenyum ke arahku. Apakah aku egois? Iya, aku egois. Tapi untuk kali ini saja, tidak bisakah aku berhenti mengalah? Tidak bisakah aku mendapatkan apa yang sangat aku inginkan? Menginginkan kamu berada di sampingku, selalu bersamaku. Melindungiku. Tidak bisakah?

“Hyo Rin!” teriak suara yang sangat aku kenal dan sangat aku rindukan. Segera ku hapus aliran sungai kecil di pipiku. Apakah Tuhan mengabulkan doaku? Keinginanku? Harapanku? Ku mohon… Sekali saja…

Aku menoleh ke arah sumber suara sambil tersenyum penuh harap. Tapi senyum itu segera lenyap ketika aku melihat tangannya menggandeng tangan lain. Tangan yeoja. Yeoja impiannya. Yeoja yang sangat amat dicintainya. Yeoja yang sanggup membuatnya tersenyum seperti anak kecil. Yeoja yang sanggup membuatnya menangis ketika hubungan mereka berakhir.

Aku kembali memasang senyum palsuku dan meredam gelonjak di dada. Menahan jatuhnya kristal bening dari indera penglihatanku.

“Sehun-ah.. Ha Rin-ah!” ucapku menyapa mereka. Tuhan… Ku mohon, tahan air mata ini. Tahan rasa sakit ini. Tahan isakan yang mencekat tenggorokan ini. Ku mohon…

“Ne, Hyo Rin! Sedang apa kau di sini?” tanya Sehun. Senyum manisnya menghiasi wajah tampannya. Bolehkah aku berharap? Berharap agar suatu saat kamu bisa menjadi milikku?

“Aku… melihat sunset. Kalian?” tanyaku basa-basi. Ku lihat Sehun merangkul Ha Rin. Tuhan.. Bisakah Engkau membuatku buta sekarang? Bisakah Engkau mengubah hatiku menjadi batu sekarang?

“Kami sedang berkencan, Hyo. Kau tau? Kami baru saja pulang dari taman. Kami memutuskan untuk kesini, melihat sunset juga.” jawab Ha Rin.

Ha Rin.. Haruskah aku katakan kalau kamu adalah yeoja paling beruntung di dunia? Bisakah aku bertukar kehidupan denganmu? Sehari saja? Satu jam?

“Ah, ne. Semoga kencan kalian sukses^^” kataku, lalu aku segera menggigit bibir bawahku. Tuhan… Sebentar lagi… Aku tidak mau air mataku terlihat menetes tepat di depan mata pasangan yang sedang berbahagia ini.

“Ne, gomawo Hyo. Kami pergi dulu. Annyeong!” kata Sehun, sambil menarik tangan Ha Rin untuk meninggalkan tempat mereka berdiri. Ha Rin melambaikan tangannya sekilas padaku. Aku hanya tersenyum tipis.

Setelah melihat mereka menjauh, aku segera memalingkan wajahku dan menutup wajahku di kedua lututku. Kristal bening yang sedari tadi ku tahan. Sesak yang ku tahan. Semuanya runtuh seketika. Aku terisak. Benar-benar terisak. Aku masih tidak sanggup melihat Sehun bersama yeoja lain. Namja yang hanya menganggapku teman. Yang meletakkanku di posisi kedua dalam hidupnya. Yang dengan mulutku sendiri, menyuruhnya mengejar mantan kekasihnya. Walaupun hati ini tidak rela. Walaupun hati ini menangis. Walaupun hati ini terluka, aku akan tetap tersenyum. Tersenyum ketika melihatmu tersenyum. Tersenyum ketika melihatmu bahagia. Meskipun bukan bersamaku. Meskipun itu membuatku sakit. Membuatku tersiksa.

Semoga kau bahagia, Sehunnie…

Teman terbaikku..

-END-

Comment juseyo☺ Thanks for reading~

Iklan

14 tanggapan untuk “My Heart and Your Happiness

  1. kyaa thor sequel nya dong umm gimana kalau tuh cewe jadi org ketiga nya?? #Jahat kekeke~ hmm keren thor lanjutkan^^ dan panjangin ya thor^^

    1. Ahhh, mianhae :p
      Kok bisa ketemu 2 ff ini, san?
      Keren bisa ketemu wkwk XD
      Thanks yaaa hehe :p
      Makasi udh baca plus comment ^^

  2. Kyaaaaa! SedihhhTT^TT
    Kasian amat si sobatnya nih…
    Ternyum palsu pdhal udah sakt bgt hati…>~< Mwnya bkin sequel tntng sama sapa dianya…
    Kata2x keren^~^v

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s