Back To December

coverbtd

Tittle : Back To December

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri (as You)

Rating : AU

Genre : Romance, Hurt, Sad, Comfort

Length : One Shoot / Ficlet / Songfict

Recommended Song : ♫ Taylor Swift – Back To December

Author Note : Aku gak tau makna sebenarnya dari lagu ini, tapi disini aku mengemukakan berdasarkan sudut pandang aku. Entah bisa diterima atau engga, yang pasti ini asli buatan otak dan tanganku. So, just leave comment after you read it. Thanks :3

***

Aku sedang duduk di bangku taman sendirian. Angin musim panas berhembus pelan, menyapu lembut permukaan wajahku, menerbangkan beberapa ujung rambutku. Aku pun memejamkan mata.

Sepasang headset terpasang di kedua telingaku. Lagu Back to Desember yang dinyanyikan Taylor Swift terus mengalun di telingaku, dan dengan mode ulang yang ku atur, membuat lagu itu tidak bisa berhenti setidaknya sampai batrai ponselku habis. Dan anehnya aku sama sekali tidak merasa bosan.

Sesekali mulutku bersenandung mengikuti lagu itu tanpa aku sadari. Lagu itu seakan tercipta untuk menggambarkan keadaanku saat ini. Dimana aku menginginkan waktu untuk diputar balik, mengembalikan ku pada Desember.

December, 2010

I’m so glad you made time to see me

How’s life? Tell me, how’s your family?

I haven’t seen them in a while

You’ve been good, busier than ever

We small talk, work and the weather

Your guard is up, and I know why
(Aku sangat senang,kamu menyempatkan waktu untuk menemuiku
Bagaimana hidupmu? Katakan padaku, bagaimana kabar keluargamu?

Aku tidak melihat mereka dalam beberapa saat ini
Kamu baik-baik saja, lebih sibuk dari biasanya
Kita berbicara singkat, tentang pekerjaan dan cuaca
Kamu menjaga diri, dan aku tahu mengapa…)

***

Aku memutuskan untuk menghubungi Baekhyun. Aku membutuhkan seorang teman untuk diajak bicara. Sebenarnya alasanku adalah ingin menemuinya. Aku merindukannya.

Baekhyun tampaknya lebih sibuk dari biasanya. Hingga membuat kami tidak bisa bicara banyak. Hubungan kami terasa jauh dan tidak seromantis awalnya. Aku tidak tahu apakah ia bosan atau ia punya alasan lain untuk menghindariku? Aku tidak tahu.

“Hai,” sapa Baekhyun saat ia telah berada di hadapanku.

Aku mendongak lantas tersenyum senang. Baekhyun sudah berada di hadapanku. Tidak ada yang berubah darinya, kecuali senyumnya yang tidak secerah dulu itu. Aku memeluknya erat, merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku merindukan pelukan ini, aku merindukan aroma tubuh ini dan aku merindukan sosok pria ini.

Setelah itu aku kembali duduk, diikuti Baekhyun yang juga duduk di sampingku.

Hening. Dia tidak bicara setelah aku melepaskan pelukan itu. Semuanya terasa aneh ketika Baekhyun tidak banyak bicara. Seperti ada sesuatu yang disembunyikannya dariku. Aku penasaran, lalu memutuskan untuk bicara lebih dulu.

“Apa kabarmu?” tanyaku sembari menghadapkan wajahku padanya, sementara ia hanya memandang kosong ke rumput taman yang sama sekali tidak menarik.

“Aku baik-baik saja,” jawabnya singkat.

“Bagaimana keluargamu? Akhir-akhir ini aku tidak melihat mereka,” ucapku penasaran.

“Mereka baik-baik saja,” jawab Baekhyun sembari menghadapkan wajahnya padaku. Akhirnya dia menatapku juga. Dia seperti sedang menghindari tatapanku. Hingga akhirnya aku mengerti bahwa suatu hal yang buruk telah terjadi.

“Apa kau akan meninggalkanku?” tanyaku di luar topik pembicaraan.

Baekhyun terkejut, namun dia bisa mengendalikan dirinya hanya dalam waktu singkat. Wajahnya tampak sedih. Mungkin ia bingung kenapa aku bisa menebak setepat itu. Ku pikir dia lupa bahwa dia pernah mengatakan padaku tentang rencana ayah dan ibunya untuk mengirimnya sekolah ke luar negeri.

“Aku tidak tahu harus berbuat apa,” ucapnya sambil menunduk.

“Pergilah, aku akan menunggumu.”

Baekhyun menatap mataku lantas menggeleng. Kemudian ia menghela nafas sebelum memegang satu tanganku, membuatku takut bahwa sebentar lagi aku tidak bisa memegangnya. Takut bahwa ini terakhir kalinya.

“Aku bisa membatalkannya asalkan kau mau menikah denganku. Ibu dan ayah setuju jika aku menikah maka aku akan tetap melanjutkan sekolah di Seoul.”

Aku berangsur melepaskan tangannya. Aku tidak tahu harus berkata apa. Pernikahan bukan hal yang main-main, yang bisa seenaknya aku jawab ya atau tidak. Semuanya butuh proses dan keseriusan. Dan dalam hatiku bekata bahwa aku masih belum siap.

“Maaf aku tidak bisa.”

***

Because the last time you saw me

Is still burned in the back of your mind
You gave me roses, and I left them there to die

(Karena terakhir kamu melihatku
masih terbakar di dalam pikiranmu
Kamu memberiku bunga, dan aku meninggalkannya sampai mati…)

Hari berikutnya. Aku menunggu Baekhyun lagi. Kali ini dia yang memintaku untuk datang.

Aku menengadahkan tanganku ketika salju mulai turun dan udara terasa begitu dingin. sesekali aku menggosokkan kedua belah tanganku, mengusir rasa dingin yang membuat tubuhku perlahan membeku.

Dari jauh aku lihat sosok Baekhyun berjalan mendekat. Ku lihat dia membawa sebucket mawar merah muda kesukaanku. Warna kelembutan yang nyaris pucat.

Aku berdiri untuk menyapanya. Sementara ia hanya membalas dengan senyuman tipis, membuat hatiku berdenyut sakit mengingat bahwa ia akan pergi sebentar lagi.

“Kau jadi pergi?” tanyaku basa-basi.

“Iya,” jawabnya. “Apa kau tidak mau merubah pikiranmu untuk menikah denganku?”

“Baekhyun-ah, kau harus tahu bahwa aku mencintaimu dengan seluruh hati yang ku miliki. Tapi aku tidak bisa menikah denganmu sekarang, aku belum siap. Nanti, suatu saat jika kau kembali, aku mungkin akan menerimamu. Dan kita bisa hidup bersama dalam ikatan pernikahan.”

“Aku mengerti.”

Kali ini Baekhyun tersenyum. Sedikit memberikan kehangatan dan kelegaan dalam diriku. Baekhyun tidak mungkin mengingkari janjinya. Baekhyun pasti kembali.

Dia menyerahka padaku bunga merah muda itu sebelum melangkahkan kakinya menjauh. Terus menjauh sampai sosok tubuhnya hilang sejauh mataku memandang.

Aku meletakkan bunga itu di bangku taman, lantas meninggalkan bunga itu. Aku tahu bunga itu pasti akan layu, tapi rasa cintaku pada pria itu tidak akan senasib dengan mawar merah muda yang ia tinggalkan.

“Aku akan menunggumu.”

***

April, 2012

So this is me swallowing my pride

Standing in front of you, saying I’m sorry for that night

And I go back to December all the time
It turns out freedom ain’t nothing but missing you

Wishing I’d realized what I had when you were mine

I go back to December, turn around and make it alright

I go back to December all the time

(Jadi sekarang aku menelan keangkuhanku
Berdiri di depanmu, kukatakan sesalku untuk malam itu
Dan aku kembali ke Desember setiap waktu
Ternyata kebebasan itu tidak ada tetapi merindukanmu
Berharap aku menyadari apa yang aku miliki ketika kamu masih milikku
Aku kembali ke desember, berbalik dan membuat semua ini baik-baik saja
Aku kembali ke Desember setiap waktu…)

“Aku akan menikah, Minri-ya.”

Hari ini, pertama kalinya kami bertemu setelah terpisah hampir dua tahun. Kalimat mengejutkan yang pertama ia katakan padaku. Aku seperti baru saja disambar petir di tengah musim panas yang sama sekali tidak ada tanda-tanda akan kedatangan hujan.

Aku merasa kakiku melemas hingga akhirnya aku terduduk di bangku taman. Baekhyun hanya menatapku dengan tatapan sesalnya.

Sungguh aku tidak menginginkan air mataku keluar, tapi sialnya mereka tidak bisa ku cegah. Aku tidak bicara apa-apa, hanya menunduk menyimpan wajah malangku. Namun tanpa sadar air mataku menetes di tanganku membuat Baekhyun menyadari akan hal itu.

Ia mengangkat daguku, lantas mengarahkan jempolnya di pipiku. Menyapunya lembut yang justru membuatku ingin menumpahkan semua air mataku itu.

Sekarang aku sadar bahwa pria di depanku ini bukan milikku lagi. Ia akan menikah, dengan wanita lain. Bukan denganku.

“Apa kau tidak bisa menolak pernikahan ini?” tanyaku dengan nada memohon.

“Aku sudah melakukannya. Tapi ayah dan ibu bersikeras menikahkanku dengan anak dari teman kolega ayah. Terlalu rumit jika aku jelaskan.”

“Jelaskan padaku, buat aku mengerti,” ucapku sembari mengguncang pelan lengannya. Sementara ia menatap ke arah lain.

“Maafkan aku…”

***

Aku disini. Berdiri di ujung altar. Bukan sebagai mempelai wanita. Tapi hanya seorang tamu biasa. Menyaksikanmu bersanding dengan wanita lain di seberang sana. Yang sebentar lagi akan mengucapkan janji pernihakan.

Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan disini. Memperhatikan punggungmu yang aman ku kenali. Membayangkan betapa tampannya wajahmu saat ini. Aku bahkan takut kalau fantasiku tidak mampu menandingi kenyataan bahwa kau bisa lebih tampan lagi.

Masih belum bisa ku terima alasanmu menikahi wanita itu. Kau bahkan enggan menjelaskan alasan detilnya padaku. Lalu kau mestinya menjelaskan padaku kemana rasa cinta yang selama ini kau katakan padaku. Apa kau masih memikirkanku? Apa kau masih menginginkanku? Dan apa kau menyesali pernikahanmu ini?

Aku kembali ke waktu itu. Aku menyesal.

Aku tahu kalau penolakanku saat itu membuatmu kecewa dan sakit hati. Tapi sungguh, aku tidak tahu akhirnya akan seperti ini. Dan jujur kesiapanku untuk menikah saat itu masih nol persen.

Hening.

Aku hanya bisa mendengar suaramu. Kau mengucapkan janji pernikahan. Entah mengapa dadaku seperti baru saja  mendapat pukulan keras. Sakit sekali. Nyaris membuatku sesak nafas.

Aku putuskan untuk pergi dari sana. Jika memang ini adalah jalan yang Tuhan berikan untuk kita, aku akan menerimanya.

Biarkan aku menyesali keputusanku saat itu. Lalu berharap kau bisa bahagia tanpaku, begitu pula denganku yang mestinya masih bisa menjalani hidup meski pada kenyataannya aku tahu kau sudah menjadi milik orang lain.

Angin musim gugur baru saja bertiup. Dedaunan mulai tanggal dari batangnya. Terbang bersama angin, tersapu. Diam-diam seperti mengikutiku. Dan seolah mengatakan betapa menyedihkannya aku saat ini. Sendirian, bersama sesalku.

I go back to December, turn around and make it alright

I go back to December, turn around and change my own mind

I go back to December all the time…

FIN

FF Just Stay With Me masih dalam pembuatan, jadi gabisa publish cepet. Sorry ya ditunda dulu ^^ Sorry yang udah nungguin *kalo ada sih-_-* and then, thanks for supports me .. Love ya! kkk

14 thoughts on “Back To December

  1. thor ffnya bagus banget, nyentuh, bikin aku kek lihat drama korea :’)
    oh yah thor, kata-kata yg author susun bagus banget. Feelnya dapet. Apa rahasianya thor? :3
    Tetap semangat thor bikin Fanfiction cast Baekhyun. Aku akan selalu update😀 hihih

  2. yaahh alurnya kecepetan thor >< minrinya kasian ya ditinggal baekhyun buat nikah sma aku😄 #plak kekeke~ daebak min (y)

  3. KYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAA, ada fanfic nya baekkie, Yipi yipiiii……
    keren thor!!!!
    oya thor di atas aku liat ‘park minri as you’ klo beneran aku jadi minri, gak akn kutolak namja seperti baekhyun…. kan setelah nolak nyesel kan minri nya? baekkie uda nikah ama org lain, huweeeee, aku gak mau jadi minri, aku maunya jadi yeoja yg nikah ama baekkie, huweeeee…
    #lari sebelum dihajar massa

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s