What Is Love Sequel #1

“What Is Love Sequel”

Our DEAL about LOVE

Author: bellamartha_

Cast: Choi Ji Yoo (OC) & Park Chanyeol

Support Cast: Find them by yourself ^o^

Length: 2 Shoots

Genre: Comedy Romance

Rating: PG 15

A/N: ANNYEONG YEOROBEUN!!! #turundarikhayangan. Author freelance yang cantik ini bawa epep sequel #huex. Semoga suka ya ^^. Semoga tidak mengecewakan walau hancurnya kelewat batas #ditimpukreaders. Terinspirasi dari lagu EXO yang sangaaat saya paporitkan, What Is Love. Baca terjemahan lagu itu serasa belajar mengenai CINTA dari awal, kembali muncul rasa ingin tahu tentang CINTA dari dalam diri Author *authormulaimeracau*

Typo is an art of writing J

So…

Don’t Bashing….

Don’t Be Silent Reader….

And Happy Reading…. ^^

~***~

 

Jiyoo Pov~

Aku tak pernah merasa sebahagia ini saat menginjakan kakiku ke Korea, kembali ke tanah kelahiranku. Tak pernah sekali pun.

Bahkan, ini bukan liburan yang harus aku nikmati. Ini pelarian. Aku kembali ke sini bukan untuk memanjakan diriku tapi untuk satu alasan lain. Masalah yang harus segera diselesaikan olehku.

Tapi ini tetap menyenangkan untukku, setidaknya tak ada daddy yang akan terus membicarakan tentang segala hal yang menyangkut tema ‘mengakhiri masa lajang anak gadis tersayangnya’.

Eoh? Kurasa ada benda yang bergetar di dalam tas tanganku, aku berani taruhan itu pesan singkat dari Siwon oppa.

From: Siwon Oppa

To: My Number

Message: Sudah sampai di Korea? Jangan lupa kabari oppa ne? Langsung temui Lisang dan selesaikan masalah pentingmu itu! Jaga kesehatan di sana. God Bless you little sister ^^

Kumasukkan kembali phone cell-ku ke dalam tas tangan ‘Hermes’ milikku. Pesan dari Siwon oppa itu hanya basa-basi seorang kakak pada adiknya, tak perlu kubalas. Bahkan mungkin bukan dia yang menulis pesan singkat itu, bisa saja Hae Young eonni sekertarisnya yang mengetik dan mengirimnya.

“Excuse me, I need taxi!” seorang petugas bandara yang kumintai tolong eung…. atau lebih tepatnya kuperintah itu membungkuk padaku.

Walaupun sudah enam tahun aku meninggalkan Korea ternyata tak ada yang berubah. Semua orang tetap memberi salam seperti itu rupanya.

“Sure, wait for a minute please” dia tersenyum ramah padaku, kubalas senyuman itu. Well… Tak ada salahnya bersikap baik pada orang ramah sepertinya.

Setelah sibuk menelpon petugas bandara itu kembali menoleh padaku “Sorry, but I have to know your name and where is your destination ma’am?”

“My name is Choi Ji Yoo, Seoul for sure.”

Petugas bandara itu mencatat sesuatu yang sepetinya nama dan tujuanku di note kecil lalu untuk yang kesekian kali kembali tersenyum padaku.

Rupanya aku tak perlu menunggu lama, taksi pesananku segera datang. Petugas bandara tadi mengambil koperku dan memasukannya ke dalam bagasi taksi. Setengah berlari dia kembali ke tempatku, membukakan pintu taksi untukku dan mempersilakanku masuk.

Aku membuka kacamata hitam yang sedari tadi kugunakan dan masuk ke dalam taksi.

Sebelum kembali menutup pintu dia sedikit menjorokkan tubuhnya ke dalam taksi “enjoy your trip in South Korea Mrs. Choi Ji Yoo, see you next time” dia tersenyum ramah dan menutup kembali pintu taksiku.

Aku menurunkan kaca taksi sampai batas maksimal dan tersenyum tipis padanya “thank you so much, it’s nice to meet someone like you in my first day in Korea!” aku kembali menaikan kaca taksi itu tanpa menunggu jawaban petugas bandara tadi.

~***~

Udara hari ini terasa menyegarkan, entah ini hanya perasaanku saja atau memang begitu kenyataannya. Entahlah, tapi bisa kupastikan udara di Seoul terasa jauh lebih segar dibandingkan dengan udara di New York yang terasa begitu menyesakan untukku.

Kubaca papan nama sebuah café berarsitektur retro yang ada di hadapanku sekarang. ‘Lovely Day’. Tepat di bawah tulisan itu terdapat beberapa huruf lain yang berjajar membentuk rangkaian kalimat ‘Serve You The Best Dine and A Lovely Day’.

Merasa sudah berada di tempat yang kutuju, kulangkahkan kakiku dengan mantap, kunaiki beberapa anak tangga menuju pintu masuk café itu.

Terdengar bunyi lonceng ketika aku membuka pintu café itu. Kusapukan pandanganku ke sekeliling, mencari orang yang sekarang benar-benar harus ketemui.

Tampak dengan jelas semua meja terisi penuh oleh para pelanggan café itu. Mereka semua tampak menikmati suasana di café itu, terlihat dari ekspresi wajah mereka yang merasa nyaman dan senang. Martha memang tahu bagaimana caranya membuat orang lain merasa nyaman.

By the way…. Where is she?

“Sorry, but our place is full of customers” kualihkan pandanganku pada seorang gadis dengan baju pelayan yang sangat manis menurutku. Dia sibuk memegang nampan ditangan kirinya dan tangan kananya terlihat sedang sibuk memasukan buku order kecil ke kantung depan seragamnya.

Kualihkan pandanganku pada name tag di seragam pelayannya, tertera nama yang begiu familiar untukku ‘Kwon Li Sang’.

“But I will put your name in waiting list…”  dia mendongakkan wajahnya  dan sontak membulatkan matanya “Jiyoo eonni? Choi Ji Yoo eonni?”

Aku mengangguk sambil menahan tawaku karena melihat ekspresi wajahnya yang terlihat begitu menggemaskan.

“Long time no see Martha, I thought you’re not remember me anymore” ujarku lembut.

Gadis di depanku itu memelukku tanpa aba-aba, gerakannya membuat tubuhku sedikit terdorong “I miss you so badly eonni!” ucapannya sukses membuatku terkekeh. Gadis ini masih tak berubah rupanya.

Dia melepaskan pelukannya “I will get you a place! Just one moment!”

Dia terlihat berjalan ke meja tempat dua orang pria seumuranku berkumpul. Tampak dia berbicara dengan mereka dan kembali berjalan ke arahaku dengan senyum yang terus berkembang.

“Follow me please~” dia memanduku berjalan ke meja tadi dengan gaya khas seorang pelayan. Dasar gadis konyol! Untuk apa memperlakukan sahabatnya seperti pelanggan.

“Chanyeol oppa, Jongin oppa… Maaf membuat kalian merasa tak nyaman, aku janji ini tak akan terlalu lama, kumohon~” nada bicara Martha terdengar seperti orang memohon. Ini sifatnya yang paling tak kusuka, mudah sekali dia merendahkan harga dirinya.

“Gwenchana, temanmu bisa duduk di sini. Kami tak merasa terganggu!” salah satu dari dua pria yang duduk di meja bernomer 18 itu menjawab sambil tersenyum lebar. Terlalu ramah orang ini.

“Gomawo-yo oppadeul” Martha membalikan tubuhnya ke arahku “just sit here, I have to finish my undone business first, it’s okay?”

Aku mengangguk “it’s okay, I’ll wait for you”.

Martha tersenyum dan meninggalkanku, kembali melayani para pelanggannya. Kuperhatikan dirinya menghampiri para tamu yang akan melakukan order, sejurus kemudian gadis bertubuh tinggi langsing itu mengantar pesanan ke beberapa meja sekaligus, terlihat pula dia melayani pembeli yang hendak membayar di kasir. Dia benar-benar sibuk rupanya.

Tunggu dulu! Ada yang aneh di sini!

“Tak perlu terlihat bingung seperti itu! Lisang memang tak mempekerjakan pelayan di sini, hanya ada dirinya dan dua orang koki  di sini!”

Aku menoleh pada pria yang duduk di samping kananku. Posisi duduku sekarang di apit oleh kedua pria asing di meja ini. Set meja dan kursi berwarna putih yang kududuki sekarang berbentuk bulat sempurna sehingga duduk melingkar seperti ini membuatku diapit oleh mereka.

Rupanya Martha dikenal dengan nama Korea-nya di sini.

“First of all!” aku menoleh pada pria yang menurutku terlalu ramah tadi “I can understand Korean but I can’t answer it with Korean!”

“But you’re Korean right?” pria yang lainnya ikut bicara. Berbeda dengan pria sebelumnya, pria ini terlihat cuek dan dingin. Saat bicara denganku dia tak menatapku tapi malah sibuk memperhatikan I-Phone di tangannya.

“Yes I am, it’s all effect because I live in New York this last six years! You know, it’s kind like a culture shock!”

Kedua pria itu mengangguk dengan ekspresi yang bertolak belakang satu sama lain.

“So just Martha and two chefs here?” aku kembali menoleh pada namja ‘terlalu ramah’  tadi. Dia mengangguk sebagai jawaban.

Apa Martha tak sanggup membayar setidaknya dua orang pelayan untuk membantunya? Dari keadaan café-nya yang seperti ini menurutku sangat mungkin untuknya mempekerjakan lebih dari dua pelayan di sini.

“But why? She’s really need another waiters for help her here.”

Pria tadi menggendikan bahunya dan menyodorkan tangannya padaku “well, I don’t anything about that. By the way, Park Chanyeol imnida”

Aku sempat menatap tangannya sebelum akhirnya menyambut uluran tangannya “Jiyoo, Choi Ji Yoo imnida…”

“Bahasa Korea-mu tak terlalu buruk” namja dingin yang sedari tadi diam seribu bahas itu menyodorkan tangannya padaku setelah Chanyeol melepas jabatan tangannya “Kim Jong In imnida, I’m fine with anything you want to call me!”

Aku mengangguk dan tersenyum pada dua pria itu. Not so bad for the beginning.

Author Pov~

Langit yang telah menggelapkan dirinya menandakan waktunya untuk berhenti bekerja hari itu untuk seorang gadis yang sedang membalik papan bertuliskan ‘open’ menjadi ‘close’.

Dua orang pria yang ada di dalam café miliknya terlihat sibuk menaikan bangku-bangku ke meja yang ada di ruang utama café  itu.

“Sorry” gadis pemilik café itu meletakan Caramel ‘Melted’ Coffee Milk di hadapan seorang yeoja cantik yang duduk dengan tenang di depannya.

Gadis cantik itu menenggak kopi di hadapannya “I love this coffee! What is this call?”

“Caramel ‘Melted’ Coffee Milk, one of the most ordered coffee here! And it’s not free!” gadis pemilik café itu terlihat antusias menjelaskan.

“Okay…..” Jiyoo tertawa mendengar penuturan gadis itu.

“So, what is the problem?” yeoja pemilik café itu tampak sudah tak bisa lagi membendung rasa ingin tahunya

Gadis cantik yang masih sibuk menyesap kopi itu meletakan kembali cangkir kopi-nya “But you’ve to promise that you’ll help me! No matter what!”

“Okay, okay…. Just tell me now! Come on eonni~”

Gadis bernama Jiyoo itu hanya tersenyum tipis “you’re so curious, don’t you Kwon Li Sang?”

Gadis pemilik café bernama Lisang itu mengangguk cepat, tanda tak sabar.

Jiyoo menghela nafasnya begitu berat “my daddy wants to kill me” ucapnya lirih.

“WHAAT?!?” Lisang membulatkan mata dan mulutnya menahan gejola shock yang diterimanya “whoa, whoa… You must be kidding me right?

Bukan hal yang aneh kalau Lisang memberikan respon seperti itu. Ayah Jiyoo atau yang biasa di panggil ‘daddy’ oleh gadis itu adalah ayah yang sangat menyayangi Jiyoo sepengetahuan Lisang. Ayah Jiyoo begitu memperhatikan dan mencurahkan kasih sayang berupa materi dan perhatian untuk Jiyoo.

Lisang tahu betul, semampu dirinya Ayah Jiyoo akan memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya. Sosok pria yang lembut dan tegas adalah kata yang tepat untuk tuan Choi Dong Ha, ayah Jiyoo.

Jangankan ‘membunuh’, membentak saja mungkin tak akan pernah dilakukan oleh tuan Choi Dong Ha pada anak-anaknya.

“Not ‘kill’ like the way you think!”

‘Fiuh~ Baguslah. Hanya salah pengertian rupanya.’ Lisang kembali bernafas dengan normal.

“You know about my scholarship to Berlin of Art University right?”

Lisang mengangguk.

“My dad said that he’ll never put he’s sign on my proposal university except I married with somebody!”  Jiyoo lagi-lagi menghela nafasnya, tapi kali ini lebih berat dari sebelumnya “he said that he worried about my ‘love live’, he’s never see me have a boy friend. Don’t you think it’s ridiculous?”

“Seriously! I can’t help myself think about that!”

Jiyoo menatap Lisang penuh harap “you know it’s my dream since I start singing, right?. You know how hard I learned every single thing about singing right? No way I can let it go. It’s too damn hard for me Martha!”

“I know Jiyoo eonni…” Lisang menggenggam tangan Jiyoo dengan hangat “don’t worry I’ve got an idea!

“I’m listening!”

“But first!” Lisang menyunggingkan senyum penuh arti “I have a condition!”

Jiyoo menatap sahabat kecilnya itu dengan curiga “What kind of condition?”

“An easy one!” Lisang melepaskan genggamannya dari tangan Jiyoo “please use Korean! Not everyone here can speak English!”

“God! Martha! Don’t do this to me!”

“Come on Jiyoo eonni~ I’m a Korean-Spanish and I can use it so why don’t’ you the 100% Korean Girl can’t?”

Jiyoo mendengus kesal dan menatap gadis di depannya dengan mata menyipit “but promise me you’ll help me until this damn problem is finish!”

Lisang tersenyum lebar “Ne! Yakso!”

~***~

Chanyeol Pov~

Sinar-sinar matahari tak tahu sopan santun! Seharusnya dia meminta izin dulu kalau ingin masuk lewat celah-celah tirai kamarku, dengan seenaknya saja mengganggu tidurku.

“Hooam~…….” Aah… rasanya sedih sekali harus berpisah dengan bantal, guling, selimut terlebih lagi spring bed-ku ini.

Kuatkan dirimu Park Chanyeol! Kalau kau tidak menemui client-mu pagi ini bisa-bisa kau tak makan selama seminggu ke depan. Yeah…. Walaupun kau masih memiliki simpanan yang terbilang banyak tapi pamor-mu sebagai ‘Pacar Sewaan’ bisa jatuh kalau kau mengecewakan calon client-mu.

Bingung? Tak perlu! Itu memang pekerjaanku. ‘Pacar Sewaan’. Oh ayolah, pekerjaan ini memang tabu tapi siapa yang bisa menolak pekerjaan sesempurna ini? Kau hanya perlu menuruti semua perintah klienmu dan mendapatkan bayaran yang kujamin akan membuat kalian ternganga.

Tinggal katakan padaku kalian mau ambil paket per-jam, per-hari, per-minggu, per-bulan, atau mungkin per-tahun?

Pekerjaan yang biasanya dijadikan tema dari drama-drama atau film-film cengeng ini memang ada. Jangan terlalu lama memproses setiap kata yang kuucapkan karena ini adalah kenyataan tanpa rekayasa.

Sudahlah, kalau aku terus berlama-lama di tempat tidur dan tak segera bersiap-siap bisa-bisa aku terlambat.

@ Lovely Day Cafe

Dentingan lonceng yang sudah tak asing lagi di telingaku terdengar saat aku membuka pintu café tempat aku biasa menghabiskan waktu ini.

Café itu terlihat belum terlalu ramai pagi ini. Hanya ada beberapa mahasiswa yang tampaknya belum sempat sarapan dan beberapa pelanggan lainnya.

Kudapati Lisang yang tengah mengantar  pesanan ke salah satu meja. Pandangan kami sempat bertemu, aku tersenyum padanya yang terlihat kurang tidur itu. Dia benar-benar butuh karyawan!

Setelah aku melihat dia selesai melayani tamu yang baru saja melakukan order aku segera menarik tangannya agar dia mendekat padaku.

“Jadi mana calon client-ku?” tak perlu basa-basi dengannya.

Dia memperlihatkan senyum yang aneh, bukan senyum yang biasa dia tampilkan di wajahnya.

“Gadis di meja nomer 6, gadis yang memakai coat putih itu!” kuikuti arah jarinya yang menunjuk tertuju pada seorang gadis yang membelakangi kami.

Aku melepaskan genggamanku dari bahu Lisang, gadis itu berlalu dari hadapanku.

“Chogiyo agashi……” aku menghampiri gadis yang akan menjadi klien-ku itu. Saat dimana dia menoleh padaku terasa seperti gerak lambat.

“Jiyoo?”

Author Pov~

Suasana di sungai Han siang itu terlihat ramai sama seperti hari-hari sebelumnya. Banyak memang beberapa titik di tepi sungai itu yang terlihat sepi, tapi tetap saja suasana sungai Han hari itu terbilang ramai.

Terik matahari siang itu tak begitu mengusik karena semilir angin yang berhembus memanipulasi panasnya.

“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?” gadis dengan coat putih yang dikenal dengan nama panggilan Jiyoo miliknya memulai pembicaraan antara dirinya dan Chanyeol.

Chanyeol sempat tertawa karena mendengar aksen dan cara pengucapan bahasa Korea Jiyoo yang terdengar sangat aneh.

Lantas Cahnyeol menjawab santai “apa yang biasa kau lakukan saat date?”

Jiyoo menatap namja di sebelahnya dengan kesal “aku bertanya lebih dulu! Kenapa bertanya balik?”

Chanyeol tertawa ringan mendengar kalimat dari mulut gadis di sampingnya itu. Tapi kali ini bukan karena aksen atau pengucapan Korea gadis itu, tapi karena senang bisa memancing emosi gadis itu.

“Hal pertama! Saling mengenal!” Chanyeol menarik tangan Jiyoo untuk duduk di anak tangga yang terbuat dari batu, gadis yang ditarik itu hanya menurut.

“Saling mengenal bagaimana maksudnya?”

Chanyeol tampak berpikir sejenak “ceritakan alasanmu menyewaku?”

Tanpa harus diminta dua kali gadis yang memiliki milky-skin itu menceritakan alasannya pada Chanyeol. Sesekali dia mencampur bahasa Inggris ke dalam beberapa baris kalimatnya karena belum terbiasa menggunakan Korean.

Penjelasan Jiyoo pada Chanyeol hanya berbeda beberapa kata dari penjelasannya pada Lisang. Rasa sedih kembali menghinggapi hati Jiyoo mengingat bagaimana ayahnya memaksa gadis itu untuk mmencari pasangan hidup atau berhenti bernyanyi.

“Hhmm…… Aku mengerti kenapa ayahmu melakukan itu semua!”

Jiyoo hanya mendesah kecil mendengar ucapan Chanyeol “apa pun alasannya aku tak akan pernah bisa menerima alasan daddy!”

“Baiklah, sekarang beritahu aku mengenai hal-hal yang kau sukai! Semuanya! Jangan sampai ada yang terlewat!”

Jiyoo menautkan kedua alisnya “untuk apa?”

“Apa kau tak pernah menonton drama atau film tentang pacar sewaan?”

Dengan pasti gadis itu menggeleng.

“Di drama atau film yang menceritakan tentang profesiku ini biasanya masalah akan muncul saat mereka ketahuan karena salah satu dari pasangan ‘palsu’ itu tak tahu akan kebiasaan atau hal yang disukai pasangnnya, mereka ketahuan dan akhirnya berpisah! Semua rencana hancur dan kau harus berhenti menyanyi! Kau mau?” Chanyeol menyelipkan nada menggoda di sela kalimatnya.

Jiyoo menggeleng dengan cepat “tidak, tidak mau!”

“Kalau begitu cepat ceritakan tentang dirimu!”

~***~

Author Pov~

@Lovely Day Cafe

“Jadi kau mau menjadi suami palsunya?” Jongin yang biasanya hanya menunjukan ekspresi datar kali ini menampakan ekspresi kaget dengan spontan.

Chanyeol hanya mengangguk sambil tersenyum simpul “bayarannya empat kali lipat karena aku menjadi suami palsunya bukan pacar palsunya!”

Jongin menatap Chanyeol sambil terkekeh geli “kau memanfaatkan gadis itu huh?”

“Come on man, she is pretty, rich, and naïf!” Chanyeol menatap Jongin seraya memainkan cangkir kopinya “yang ada dipikiran gadis itu hanya impian, bernyanyi, bernyanyi, spaghetti, dan impian lagi!”

Kedua pria itu terus berbincang dan tenggelam dalam suasana café sore itu.

“Tapi kau harus berhati-hati dengan gadis itu!” wejang Jongin dengan kesan sok bijak.

Chanyeol mengerutkan keningnya “kenapa?”

“Ingat saja kata-kataku ini dengan baik! Berhati-hatilah terhadapnya!”

TBC

Next Part Preview:

“Buat darah berceceran di kasur! PPALI!!!” namja berbadan tinggi itu terlihat sangat panik “YA! PPABO! Oppa –mu datang! Ubah kamar seolah kita bercinta tadi malam! PPAALIII!!!”

“POPO! POPO! POPO!” para tamu yang ada di ruangan itu terus berteriak dengan nada mendesak agar Chanyeol dan Jiyoo segera menautkan bibir mereka berdua.

Jiyoo melihat Chanyeol yang tertidur dengan wajah pucat pasi. Seharusnya ini tidak terjadi jika aku tak berbohong pada daddy! Sekarang semuanya jadi makin rumit.

“HAMIL???” kedua orang itu seperti di dorong jatuh, terus jatuh. Dalam, dalam, dan terus tejatuh ke lubang tanpa dasar.

Apa yang harus kulakukan sekarang, aku…. tak akan mungkin sanggup untuk melepas dan merelakan dirinya yang akan pergi dari hidupku.

Otte? Jelek, ancur, gaje? Yang penting komen! Saya sadar betul masih banyak kekurangan di sana sini maka biarlah… saya belajar melalui komen-komen membangun kalian oh readers #lebay #plaak #abaikan -___-“. Gomawo yang sudah menyempatkan untuk baca d^O^b #bow J #popobasah

5 thoughts on “What Is Love Sequel #1

  1. Daebbakkk…awalnya aja udah seru..daebak author.. Next chap nya harus cepet..maksa nih..soalnya cast nya uri chanyeol .. Jngan lma” yaaa…
    Gamsa🙂

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s