Diposkan pada D.O, EXO-K, Fanfiction, Freelance, Genre, Romance, Series

Sweet Sweet Love! #1

 

Title                : Sweet Sweet Love!

 

Author            : yeoshin

 

Main Cast      : Do Kyung Soo (EXO K); Song Yeon Hwa (OC)

 

Genre                         : Romance

 

Length            : Chaptered

 

Rating             : General, PG-17

 

Disclaimer      :

 

WARNING! Typo, Boring, Gaje. R&R, Read and Review juseyoo T,T

 

Authornya masih belajar jadi harap maklum yah. Saya sangat mengharapkan kritik dan sarannya. Terima kasih^^

 

Semoga Reader di beri rejeki dan umur yang panjang oleh Tuhan. Amin.

 

Jika ada kesamaan judul atau ide cerita. Itu hanya kebetulan semata. Fanfic ini murni berasal dari pikiran saya pribadi.

 

Summary       :

 

Aku adalah seorang dokter gigi yang baru membuka klinik beberapa bulan. Aku bahagia sekali dengan kehidupan baruku sebagai seorang dokter. Namun, seorang lelaki tak bertanggung jawab datang mengacaukannya tepat di hari bahagia sahabatku. Aku bersumpah akan membunuhnya. Aku bersumpah!

 

&

 

Aku adalah seorang pastry chef. Sudah kurang lebih satu tahun aku bekerja di sebuah restoran Prancis dan bertugas untuk menyajikan dessert. Aku menjadi chef beruntung yang di percaya untuk membuat kue pengantin raksasa di acara pernikahan seorang seleberitis. Namun, tiba-tiba saja muncul seorang wanita yang hampir merusak kue ku. Aku harap dia baik-baik saja. Ku harap.

 

Theme Song   :

 

Urban Zakapa – Beautiful Day

 

 

&&&

 

~ Takdir adalah sesuatu yang tidak kita ketahui ~

 

Grand Ambassador Seoul menyembul di ujung jalan. Yeon Hwa mengetuk-ngetuk stir mobil dengan ujung kukunya tidak sabar. Acara pernikahan sahabatnya itu akan dimulai sebentar lagi. Karena terlalu sibuk dengan urusan di klinik ia hampir saja melewatkan hari special sahabat karibnya itu. Ia bahkan tidak sempat mengganti pakaian praktiknya, jas putihnya masih bertengger manis di tubuhnya. Tak lama kemudian dia tiba di salah satu hotel termewah di kota Seoul itu. Yeon Hwa berdecak kagum, Hyun Zi benar-benar pintar memilih suami. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melaksanakan pernikahan di tempat semewah ini. Yeon Hwa melirik arloji di lengan kirinya sebelum memasuki lift yang akan membawanya menuju tempat pernikahan.

 

Aula Grand Ambassador Seoul telah di penuhi oleh para tamu undangan. Suasana saat itu terasa hangat tampak dari senyum yang menghiasi wajah setiap tamu. Berbeda sekali dengan suasana di dapur hotel. Puluhan Chef sibuk mempersiapkan hidangan, dapur itu begitu sibuk, asap-asap daging panggang dan bau sayuran segar menyeruak ketika memasuki ruangan itu. Sedangkan di sudut dapur, pastry chef sibuk mempersiapkan kue pernikahan.

 

Kue berbentuk lingkaran setinggi dua meter itu terlihat sangat anggun. Terdiri dari lima tingkat kue dengan ukuran yang bervariasi disusun begitu apik dengan kue terbesar menjadi dasarnya. Di setiap permukaan kue-kue itu terdapat ukiran-ukiran yang cantik. Seperti kue pernikahan pada umumnya, kue itu juga dihiasi dengan mawar-mawar putih di beberapa sudut. Mereka terlihat sangat manis dan sangat menggoda untuk di makan. Sebuket mawar putih menjadi mahkotanya. Patung pasangan pengantin yang terletak di permukaan kue paling besar turut menambah kesan anggun pada kue itu.

 

“Kyung Soo! Cepat selesaikan kuenya! Acara akan segera dimulai!” teriak kepala chef pada salah seorang pastry chef yang kini menyelesaikan bunga terakhir di kuenya. Kyung Soo menjilat sisa white cream di tangannya sambil bergumam ‘delicious’ yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri. Ia menatap hasil karyanya itu sambil tersenyum puas.

 

“Karya yang menakjubkan Do Kyung Soo, kau benar-benar pastry chef sejati.” Pujinya kepada dirinya sendiri.

 

Ruang tunggu pengantin wanita itu kini sangat ramai. Hyun Zi duduk di tengah-tengah ruangan dengan senyum bahagia yang terus menghiasi wajahnya. Ia melompat senang ketika melihat wajah Yeon Hwa menyembul dari balik pintu. Yeon Hwa berlari memeluk sahabatnya itu.

 

“Aku kira kau tidak akan datang.”

 

“Mana mungkin aku melewatkan upacara pernikahan mu.” Yeon Hwa mencubit pipi Hyun Zi gemas.

 

“Ya! Aku sudah akan menikah kau tidak bisa mencubit pipiku seenaknya.” Hyun Zi memajukan bibirnya beberapa senti terlihat sangat lucu. Yeon Hwa tertawa, pantas saja Park Chanyeol menginginkan gadis ini menjadi pendampingnya.

 

Saat Yeon Hwa memasuki ruang aula pernikahan, ia di buat takjub dengan desain interior aula itu. Benar-benar mewah dan cantik terbesit keinginan di dalam hatinya untuk kelak  melaksanakan pernikahan di tempat ini juga. Yeon Hwa baru menyadari ia belum melepas jas dokternya, ketika menyadari orang-orang menatapnya dengan pandangan aneh. Ia buru-buru pergi ke toilet untuk merapikan pakaiannya. Karena terlalu sibuk memperhatikan jasnya ia tidak menyadari sesuatu sedang bergerak mendekat di depannya.

 

Kyung Soo membawa kue pernikahan itu dengan hati-hati. Karena tingginya yang hampir 2 meter, kue itu menutupi pandangannya hingga ia tidak bisa melihat dengan jelas sesuatu yang berlari terburu-buru di depannya.

 

Kejadian itu di saksikan oleh ratusan pasang mata, beberapa blitz kamera juga mendarat di keduanya yang kini tampak seperti dua orang yang sedang syuting drama. Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Yeon Hwa yang terburu-buru tidak sengaja menabrak meja yang membawa kue pernikahan raksasa setinggi 2 meter. Meja itu bergetar dan lepas dari pengangan Kyung Soo. Para undangan tiba-tiba riuh karena kue itu akan segera jatuh menimpa mereka. Kyung Soo yang tidak akan membiarkan karyanya jatuh begitu saja langsung menangkap meja itu.

 

Sedangkan Yeon Hwa terhuyung-huyung kemudian jatuh dan tidak sengaja menimpa counter cupcakes yang berada tak jauh darinya. Cupcake-cupcake lezat itu melayang di udara dan dalam hitungan detik jatuh berguguran menimpa tubuhnya. Sialnya lagi Kyung Soo yang telah berhasil mempertahankan kuenya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Yeon Hwa yang tiarap di lantai aula. Yeon Hwa yang malang harus merelakan tubuhnya di tindih oleh tubuh pria yang jauh lebih berat darinya.

 

“Menyinkir dari tubuhku!” Pekiknya pada pria itu. Kyung Soo tersikap dan langsung berdiri. Ia menatap Yeon Hwa dengan mata penuh penyesalan.

 

“Ya! Laki-laki macam apa kau? Di mana rasa hormatmu pada perempuan!” Yeon Hwa memaki-maki namja itu tanpa memperdulikan tatapan dari seluruh tamu undangan karena dia benar-benar marah sekarang. Kyung Soo berusaha menenangkan wanita itu, namun wanita itu tetap saja mengomelinya. Apa wanita ini tidak punya malu? Kyung Soo mulai risih dengan beberapa undangan yang mulai membidikkan lensa ponsel kepada mereka. Ia menarik paksa wanita itu keluar dari aula.

 

“Lepaskan tanganku!” Yeon Hwa berusaha melepaskan lengannya dari genggaman pria itu. Tapi Kyung Soo enggan melepaskan tangannya.

 

“Kau gila ya?” bentak Kyung Soo pada Yeon Hwa ketika mereka berada ditempat yang lebih sepi. Yeon Hwa memegangi pergelangan tangannya yang memerah akibat genggaman Kyung Soo seraya meringis pelan.

 

“Kau yang gila!” Yeon Hwa menatap mata Kyung Soo tajam. Ia sudah benar-benar marah sekarang, harga dirinya seakan di injak-injak karena kecerobohan orang di hadapannya ini. Matanya memicingkan sinar kebencian yang senantiasa menghujam manik hitam milik Kyung Soo. Kyung Soo membalasnya dengan tatapan heran.

 

“Kau harus bertanggung jawab karena telah mempermalukan ku di acara pernikahan sahabat ku! Kau mau membuatku tampak buruk di depan orang-orang? Apa kau memiliki dendam pribadi padaku? Dan seenaknya saja kau menarik tanganku, kau ingin berperan menjadi aktor drama, huh?”

 

Kyung Soo yang tadinya berniat meluruskan kesalahpahaman ini mulai tersulut emosi saat mendengar tuduhan-tuduhan wanita ini.

 

“Kau ini rupanya wanita yang tidak tahu malu. Aku kasihan padamu, apa yang kau katakan tadi mungkin saja benar. Wanita tidak tahu malu seperti mu memang pantas dipermalukan.” Usai berkata seperti itu Kyung Soo pergi meninggalkan wanita itu. Entah apa yang ia pikirkan hingga bisa berkata sekasar itu pada seorang wanita. Tapi nasi sudah menjadi bubur, biarlah wanita itu menyangka seolah-olah persitiwa tadi memang kesengajaannya.

 

&&&

 

Yeon Hwa terpaku menatap layar komputernya. Namanya menjadi top search di mesin pencari terkenal. Berbagai foto dan artikel terkait kejadian yang ia alami kemarin di acara pernikahan Hyun Zi telah tersebar di internet. Berbagai artikel dan foto bermuculan bahkan menjadi top post di beberapa media online.

 

  • Wanita galak berselimut cupcakes
  • Apa yang dilakukan dokter gigi di acara pernikahan?
  • Dokter gigi dan hubungannya dengan pepatah ‘ sudah jatuh tertimpa tangga’

 

Sepertinya ia benar-benar menjadi seleberitis sekarang, tidak perlu mengikuti trinee bertahun-tahun dan latihan dance berjam-jam dalam sehari, cukup dengan mengacaukan acara pernikahan seseorang dan menjadi perbincangan hangat di internet.

 

Yeon Hwa tidak pernah membayangkan bahwa kejadian memakulan seperti ini dapat menimpa dirinya. Ia berteriak dalam hati, frustasi atas kebodohannya yang tidak menyadari bahwa suami dari sahabatnya itu adalah seorang public figure di negara ini. Sudah di pastikan pernikahannya akan di liput oleh media massa. Yeon Hwa merasa buruk karena mengacaukan pesta pernikahan sahabatnya dan mungkin saja merusak citra suami Hyun Zi di mata publik. Yeon Hwa merasa hampir gila memikirkan ini semua.

 

“Dokter Song!”

 

Karena terlalu shock saat menyadari kenyataaan yang benar-benar di luar dugaannya, Yeon Hwa tidak menyadari bahwa perawat Oh sejak tadi memanggilnya.

 

“Dokter Song!” Perawat itu melambaikan surat yang baru saja ia terima di depan wajah Yeon Hwa.

 

“Apa ini?”

 

“Surat panggilan dari rumah sakit Seoul.”

 

 

 

Di saat yang sama Kyung Soo mendapat pujian dari kepala restoran di tempatnya bekerja. Karena aksi heroiknya yang menyelamatkan kue pernikahan setinggi 2 meter serta para tamu undangan yang hampir tertimpa kue raksasa itu. Setelah kejadian di Grand Ambassador Seoul kemarin restoran mereka menjadi terkenal dan banyak pengunjung yang mengunjungi restoran itu untuk mencicipi kue dari pastry chef yang terkenal di internet itu.

 

Kyung Soo senang banyak pengunjung yang mengapresiasi kue hasil karyanya dengan baik, namun di hatinya juga terbesit rasa khawatir dan bersalah kepada wanita yang terlibat skandal dengannya kemarin. Ia berharap wanita itu tidak mengalami hal-hal buruk.

 

 

 

Yeon Hwa terus memandangi ujung sepatunya tak ada hal lain yang ia perbuat selain mendengarkan kepala yayasan itu dengan wajah murung.

 

“Tindakan bodoh mu itu telah mencoreng citra dokter gigi dan rumah sakit kita. Bagaimana bisa sebagai seorang dokter kau melakukan tindakan ceroboh seperti itu? Jika kau ingin selebritis, berhenti saja kau jadi dokter!”

 

Yeon Hwa menunduk dalam-dalam. Matanya kini mulai basah oleh air mata. Taklama cairan bening itu keluar dari ujung matanya hingga jatuh membasahi ujung sepatunya. Meminta maaf pun percuma, kepala bagian kesehatan gigi ini sudah terbakar amarah. Jika ia buka suara saat ini, mungkin ia akan di gantung hidup-hidup oleh beliau. Ia bersumpah untuk memberi pelajaran kepada pastry chef yang telah membuat harga dirinya jatuh seperti ini.

 

Yeon Hwa melangkah murung memasuki pintu kliniknya. Ia terpaksa menutup klinik-nya untuk beberapa hari dan mendapat skors dari rumah sakit selama satu bulan. Kemungkinan besar ia juga akan di pindahkan ke rumah sakit lain di daerah.

 

“Semua pasien membatalkan pemeriksaan hari ini.” Kabar buruk itu keluar dari mulut perawat Oh. Sekarang pasien-pasienku, selanjutnya apa lagi?

 

“Kalau begitu mari kita pulang.”

 

 

 

YA! Do Kyung Soo. Kau benar-benar jadi selebritis sekarang.” Baekhyun menepuk-nepuk pundak Kyung Soo seakan lelaki itu baru memenangkan lotre. Kyung Soo hanya tersenyum sambil kembali memutar adonannya.

 

“Kau yakin tidak mau buka fansite? Aku bersedia, loh jadi adminnya.” Baekhyun mulai menggodanya.

 

“Setelah itu apa yang mau kau lakukan? Mempromosikan ku pada perusahaan hiburan?”

 

“Bisa jadi, hehe.” Baekhyun terkekeh.

 

“Kyung Soo-ssi, bisa ikut aku sebentar?” Tiba-tiba suara berat milik manager Kim terdengar di ambang pintu dapur. Kyung Soo menoleh kearah Baekhyun. Baekhyun hanya mengangkat bahunya dan membalas dengan tatapan seakan berkata ‘Aku tidak tau.’

 

 

 

“Aku dengar rumahmu di Gwang ju.” Manager Kim membuka percakapan. Kyung Soo bingung sebenarnya apa yang ingin beliau bicarakan padanya. Kenapa tiba-tiba beliau menanyakan rumahnya.

 

“Itu jauh sekali dari sini, perlu menaiki beberapa stasiun kereta api bawah tanah untuk sampai kesini. Apa kau tidak capek?” Manager Kim menatap Kyung Soo yang tampak bingung, kemudian tertawa pelan.

 

“Kau tau Luhan kan? Pasti kau telah mendengarnya dari chef yang lain. Dulu dia juga bekerja sebagai pastry chef di restoran ini. Namun, karena orang tuanya jatuh sakit, dia terpaksa berhenti dan kembali ke Beijing. Dulu, dia tinggal di sebuah apartemen tak jauh dari sini. Kini, apartemen itu kosong dan tidak terawat. Bagaimana kalau kau menempatinya?” tutur Manager Kim dengan senyum.

 

“Maksud anda….” Kyung Soo menatap pria paruh baya itu dengan tatapan tidak percaya. Manager Kim mengangguk. Kyung Soo merasa ingin melompat saat ini juga.

 

 

 

Yeon Hwa melangkah lemah menuju pintu apartemennya. Tubuhnya yang sudah terkontaminasi alkohol membuatnya tidak bisa berjalan dengan benar. Beberapa kali ia menabrak tembok dan hampir terjatuh. Wajahnya tampak merah padam dan mulutnya bergumam tidak jelas. Karena masalah skandal yang ia alami di internet Yeon Hwa yang sangat stress memutuskan untuk meminum beberapa gelas soju di kedai soju di dekat apartemennya. Bukannya menegak beberapa gelas ia menghabiskan tiga botol sekaligus dan membuat bibi pemilik kedai kelimpungan.

 

Kyung Soo baru saja keluar dari pintu apartemennya hendak membuang beberapa sisa sampah. Ia terkejut ketika mendapati seorang wanita terkapar di depan pintu apartemen tepat di depan apartemennya. Sontak ia melepaskan keresek sampahnya dan menghampiri wanita itu.

 

“Agashi!” Kyung Soo menarik tubuh wanita itu kepangkuannya dan menepuk-nepuk pipinya. Namun, wanita itu tidak juga membuka matanya. Aroma alkohol menyeruak dari tubuh wanita itu. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan pada wanita itu.

 

“Agashi!” Teriaknya sekali lagi.Yeon Hwa mulai menggerakan tubuhnya, menggeliat di pangkuan Kyung Soo. Kyung Soo yang kaget dan tidak siap dengan itu langsung mendorong tubuh Yeon Hwa menjauh.

 

“Aaw!” Yeon Hwa memegangi kepalanya yang terbentur lantai.

 

“Yak!! Berani-beraninya kau menjatuhkan ku!” omelnya namun nada suaranya tidak terdengar mengomel, mungkin karena pengaruh alkohol.

 

“Kau!” Kyung Soo yang mengenali wanita itu menunjuknya secara spontan. Yeon Hwa yang juga mengenalinya menunjukkan jarinya ke arah Kyung Soo.

 

To Be Continued…

 

Read and Review juseyoooo~~~

 

Iklan

8 tanggapan untuk “Sweet Sweet Love! #1

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s