Tell Me Where It Hurts #1

Title            : tell me where it hurts (chapter 1)

Author       : dindin

Genre         : romance, friendship, sad, school life

Rating        : general

Length       : chapter

Cast            :

  • Lee hyun soek (OC)
  • Wu Yi Fan/ Kris
  • Xi Luhan
  • Park Seo Ri
  • Nam Seol gi

N/B            : balik lagi sama ff abal-abalkuuu. Happy reading yaw J

Summary   : no sense. Itu yang ada dipikiran kebanyakan orang tentangku. Orang-orang berfikir aku tak pernah merasakan cinta. Apa itu cinta? Orang-orang itu hanya terlalu mencampuri urusanku. Apakah mereka tahu cinta seperti apa yang kualami? Haha mereka tak pernah tahu.

 

 

Lee hyun seok POV

 

Semilir angin membelai lembut rambutku sebahuku saat ini. Bau hujan tadi sore masih terasa saat ini, sehingga menimbulkan sensasi yg nyaman dan segar. Tanpa menimbulkan suara, aku melangkahkan kakiku menuju ke pintu gerbang rumahku. Bisa gawat kalau aku sampai ketahuan . inilah tantanganya aku harus memanjat pintu gerbang yang tingginya hampir menyamai tubuhku, sekitar 1,5 meter. Kegiatan inilah yang aku lakukan hampir setiap tengah malam. Memanjat pintu gerbang,mengendap-endap pergi ke suat tempat yang bisa sedikit membuatku tidak..bosan. Yaah inilah hidupku. Monoton.tak ada perubahan. Selalu seperti ini menghindari orang tua ku yang setiap hari selalu bertengkar. mereka tak mengizinkanku pergi atau sekedar berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan yang aku tinggali. mereka bilang aku hanya akan membuang-buang waktu. yang harus aku lakukan hanyalah sekolah dan mendapat karir yang sukses. Bukankah mereka  egois?  Entahlah setiap mereka bertengkar aku hanya merasa … yah kau tahu. Biasa.no sense.

 

“Hyunie, tadi malam apa yang kau lakukan ? kenapa matamu seperti panda?” kata seo ri satu-satunya temanku yang mengerti semua tentang seluk-beluk hidupku. Dan tentunya satu-satunya orang yang pernah ku beri senyuman walaupun hanya senyuman simpul.

“aku tak apa, hanya belajar tengah malam” sahutku malas. Hari ini yang kubutuhkan hanya tidur. Lagi pula aku yakin dia mengerti apa yang ku maksudkan.

“apa kau perlu ke ruang kesehatan?” tanyanya sekali lagi. Aku hanya menggeleng lemas dan meletakan kepalaku ke meja. Kepalaku berdenyut hebat saat aku ingat sesuatu.

Sial.

Aku lupa hari ini ulangan matematika.apa yang harus aku lakukan? Mungkin ini bukan hari keberuntunganku karena saat ini seosangnim telah memasuki kelas. Dan berkata dengan tegas bahwa siap tidak siap akan diadakan ulangan.

Sekali lagi. Sial.

Aku sama sekali tidak bisa menengok ke arah Seo ri. Saat ini guru iblis itu sedang melihat ke arahku.

Bruk. Terdengar suara barang yang jatuh. Aku tebak itu pasti tas seseorang. Aku tak peduli dengan pemilik barang itu, dengan sigap aku menengok ke arah belakang tepat gadis yang bernama park seo ri itu tengah mengerjakan soal matematika dengan khidmat.

“ri-ah nomer 10,11,12” baru saja aku mendapatkan jawaban itu aku segera berbalik untuk melingkari jawaban yang diberikan seo ri, tapi sesuatu yang tidak aku harapkan terjadi juga.

Sreek.

Dengan santai guru iblis yang bernama kim junmyeon  itu menyobek kertas ulanganku tepat di depat mataku.

“ini adalah sanksi pada siapapun yang menyontek di kelas saya. Kau nona lee keluar dari kelas saya sampai jam terakhir” kata guru itu menyudahi kalimatnya sambil menunjukan padaku pintu keluar. Aku menatapnya sebentar ,lalu melirik seo ri yang menampakkan raut kecemasan. maafkan aku seo ri aku yang salah. Batinku. kemudian merapikan buku dan alat tulis yang berceceran di meja, memasukanya ke dalam tas ranselku dan segera keluar dari kelas tanpa mengucapkan sepatah katapun.

 

“bagus, sekarang kau mulai menjadi pencontek yang handal  hyun seok?” kata ibuku sambil menutup telpon yang aku tebak pasti dari pihak sekolah. Yah terserah kurasa sekolah itu memang sudah tak layak jadi sebaiknya aku tak usah sekolah.

“yah kurasa” kulihat ibuku melotot padaku seakan bola matanya ingin keluar.

“apa kau tidak merasa bersalah hyun seok? Ibu sudah bersabar dengan sikapmu selama ini” kata ibuku sambil berkacak pinggang.

“lalu apakah ibu tidak pernah sekali saja memikirkan aku yang setiap malam tak pernah bias tidur gara-gara mendengar sesuatu dibanting. Cacian,hinaan? Oh kurasa tidak. Aku baru ingat ibu sudah terbiasa dengan hal itu kan?” baru kali ini aku berbicara lebih dari dua kata ke ibuku dan itu agak membuatku aneh. Aku tak peduli . seharusnya ibuku dan ayahku segera membuat keputusan apakah mereka ingin cerai atau tidak . jika mereka ingin cerai aku bisa sedikit bernafas karena setiap hari aku tak harus mengendap-endap tengah malam. Dan mungkin jika ayahku tak ingin merawatku mungkin aku bisa bekerja paruh waktu di toko pizzeria dekat rumah. Ya tuhan! Mereka sangat rumit !

“kenapa semua orang tua selalu rumit!” gumamku pelan . sangat pelan.

 

“ibu dan ayah memutuskan untuk bercerai. Dan hak asuh atasmu jatuh di tangan ibu,hyun seok-ah”. Ada sedikit rasa sakit ketika ibu mengatakan hal itu. Tapi sebagian besar adalah rasa lega. Bukankah aku bisa tidur dengan tenang sekarang?

“oh, baguslah” mungkin kedengaranya aku jahat kan? Tapi apa kau tahu 2 kata. Ya.. 2 kata adalah anugerah untuk orang tuaku. Bahkan sering aku mengabaikan omonganya. Dan menjawabnya dengan deheman (?) . setelah mengahabiskan sarapanku, aku segera beranjak dari meja makan dan pergi ke sekolah dengan jalan kaki. Sebenarnya bukan jalan kaki lebih tepatnya jalan kaki menuju halte bus.

Sepertinya aku ketinggalan bus. Sial aku harus menunggu setengah jam lagi. Untungnya aku sudah mengantisipasi untuk berangkat lebih awal jadi aku tak akan terlambat ke sekolah. Setelah kurasa masih lama menunggu bus aku segera mengeluarkan earphone dan ipod ku untuk mendengarkan lagu band kesukaanku Maroon 5. Hanya ipod ini yang dapat menolongku dari kebosanan. Kemanapun aku selalu membawanya sampai-sampai aku bisa tuli dibuatnya. Sekitar kurang lebih  30 menit akhirnya bus itu datang juga, segera aku menaikinya sebelum aku ketinggalan bis lagi.

Setelah membayarnya dengan kartu khusus aku segera mencari tempat duduk yang kosong . tapi sebelum aku melangkah seseorang menarik lenganku.

Seorang namja tampan bukan tampan. Tapi luar biasa tampan. Dan luar biasa tinggi. Ini pertama kalinya aku memuji seseorang selain seo ri. Dengan t-shirt biru tua yang bermerek membuatnya lebih terlihat gagah dan kulitnya putih dan terawat, rambut coklat kekuningan yang ditata sedikit acak-acakan semakin membuatnya terlihat tampan. Aku segera sadar dan kembali bersikap normal.

“permisi. Apakah kau bisa membayariku terlebih dahulu? Aku tidk punya kartu seperti itu aku hanya punya uang seperti ini” dia menunjukan dompetnya padaku yang berisi seratus ribu won yang amat banyak. Apa dia bodoh? Seharuanya dia naik taksi bukan? Dan sekarang aku tahu dia sedikit sombong.

“dan jarang taksi yang lewat di jalan ini. Tenang saja aku akan menggantinya ya?” apa dia dapat membaca pikiran ku?

“tidak usah”

Ah iya aku tak peduli. Segara aku mendekatkan kartu ku pada mesin yang terletak di samping pak supir. Kemudian segera duduk di kursi kosong. Ternyata dia mengikutiku dan duduk disampingku. Aku meliriknya sebentar dan mengalihkan pandangan ke jalanan lagi

“tentang uangmu tadi akan kuganti. Tapi bisakah kau memberikan nomor rekeningmu?” katanya sambil tersenyum. Senyumnya sangat ringan seakan tak pernah mengalami masalah apapun. Dan merubah pikiranku yang menganggapnya sombong. Senyum yang kusuka. sadarlah lee hyun seok ! dan apa ini seseuatu menyeruak di perutku rasanya aneh tapi aku menyukainya. Apa jangan-jangan?

 

“emm tak perlu. K-kau tak perlu menggantinya” ini pertama kalinya aku gugup sejak terakhir kali aku berhubungan dengan namja jahat yang telah menutup pintu hatiku seutuhnya untuk orang lain 2 tahun lalu. Dan hanya dengan memikirkanya saja moodku berubah 180 derajat. Hanya dengan diam aku dapat meredam emosiku. Ya hanya diam dan mendengarkan lagu Maroon 5.

 

Flashback.

3 November 2010

“yoboseo”

“chagi maafkan aku hari ini kita tidak jadi pergi kencan maafkan aku aku harus menjemput pamanku di bandara.apa kau marah?”

“oh begitu tenang saja aku baru saja ingin menelponmu karena aku juga ada acara hari ini. Aku tidak marah kok, aku titip salam untuk pamanmu ya lulu”

“sekali lagi maafkan aku ya chagi aku janji kita akan kencan besok! Oke”

“iya lulu aku tutup dulu yaa”

Bib

Sebetulnya hari ini aku tidak punya acara sama sekali. Dan aku bahkan sudah menyiapkan baju untuk kencan nanti. Tapi apa boleh buat. lebih baik aku jalan-jalan saja sendiri daripada aku tidak ada kerjaan di rumah. Segera kuambil mantel dan tas ku kemudian aku beranjak ke luar rumah. Walaupun ini masih musim dingin aku tetap tidak ingin tinggal di rumah saja. Mungkin akan banyak orang di taman kota dan aku bisa bermain dengan anak-anak kecil di sana.yah walaupun dingin aku masih ingin bermain di sini.

“hyun seok-ah bukankah kau tadi bersama luhan? Kenapa kau malah di sini?” tiba-tiba aku dikejutkan dengan pernyataan temanku smp yang kebetulan juga kemari.

“tidak ah jung-ah dari tadi aku di sini bagaimana aku bisa bersama luhan?” kataku bingung dari tadi aku kan sendiri.

“ah iya sepertinya aku salah lihat ya?” katanya sambil menggaruk tengkuknya sambil tersenyum kikuk sendiri aku hanya tersenyum padanya

“yasudah aku duluan ya hyun seok-ah” dia beranjak pergi dan aku hanya bisa melambaikan tanganku padanya. Untung saja dia salah lihat, hampir saja aku berpikir yang macam-macam.

Aku kembali merentangkan tanganku dan bergerak-gerak seadanya untuk menghilangkan rasa dingin yang mulai semakin dingin ini. Tanpa sengaja aku melihat sosok seperti… Luhan. Dan dia bersama seorang gadis! Aku mengucek (?) mataku dan berharap aku salah lihat, tapi itu tak berhasil. Nyatanya luhan malah asih merangkul dan sesekali memeluk gadis itu. Apa aku bermimpi ? kuberanikan diri untuk berjalan kearah mereka perlahan berharap itu hanya ilusiku saja karena terlalu merindukan namja bernama xi Luhan itu. Setelah sampai tepat di belakang mereka . aku mengambil nafas terlebih dahulu kemudian berkata..

“Lu-luhan oppa  apakah itu kau?” kataku terbata-bata.aku berharap aku salah orang. Tapi harapanku tak terkabul ternyata namja itu memang dia. namja yang 1 tahun terakhir ini telah menjadi namjachinguku yang sangat aku sayangi, yang sangat kucintai, yang sangat kurindukan. ternyata berselingkuh di belakangku seperti ini.

“lulu apa kau mengenal gadis ini?” sahut gadis yang bersama luhan ketus. Tunggu dulu. “lulu”? apa aku tidak salah dengar? Panggilan khusus dariku untuk luhan oppa.. dengan mudahnya diucapkan oleh yeoja itu. dan apa kalian tau jawabanya ? jawaban yang membuatku sangat terpukul dan hampir membuatku ingin menampar wajahnya yang mulus di depan umum

“tentu saja tidak. Untuk apa aku mengenalnya? sebaiknya kita apergi dari sini. cuaca mulai semakin dingin” katanya angkuh tapi aku bisa melihat guratan rasa gugup di wajahnya buktinya saat mengatakan itu dia tak berani menatap wajahku. Dia hanya menatap jalanan dan sama sekali tak menatap wajahku. Oke ini sangat keterlaluan.

Setelah itu di langsung meninggalkan ku  sendirian di sini. apa maksudnya ini? Wanita itu memang jauh lebih cantik dariku yang masih smp ini. Mungkin karena dia sudah SMA maka banyak gadis-gadis cantik di sana? Aku marah, kesal dan ingin menangis. Rasanya sakit ini sampai menembus tulang dada dan menusuk jantung. Sangat sakit. Tapi anehnya aku tak menangis. Tak pernah menangis sampai sekarang. Dan mungkin  tak akan pernah bisa menangis lagi.

Flashback off

Back to story

“Wu Yi Fan imnida tapi kau bisa memanggilku kris” aku hanya menengok kearahnya dan mengeluarkan pokerface untuk menutupi kegugupanku saat ini

“Hyun Seok, Lee Hyun Seok imnida” kemudian aku sedikit menundukan kepala begitupun kris. Kurasakan telapak tanganku mulai dingin dan sedikit berkeringat. Ada apa denganmu hyun seok! Sadarlah dia bukan siapa-siapa! Kau tak perlu gugup seperti kau jatuh cinta padanya! Tunggu dulu jatuh cinta? Secepat itukah?

“hyun seok-ssi kau, maksudku halte pemberhentianmu sudah sampai. Kau bersekolah di sma chungdam kan?” aku segera tersadar dari lamunanku. Kenapa aku sampai repot-repot melamunkan kris? Sangat konyol!

“gamsahamnida” hanya itu yang dapat aku katakan bodoh!bodoh!bodoh!

“aku harap kita bisa bertemu lagi” kata kris lagi aku hanya tersenyum tipis saat dia mengatakanya. Tunggu dulu. Tersenyum? Kenapa aku sangat mudah terperosok ke dalamnya? Jangan biarkan rasa ini berkembang hyun seok!

 

TBC

 

 

4 thoughts on “Tell Me Where It Hurts #1

  1. waahhh seru seru kasian juga hyun seok nya… ditunggu part selanjutnya jangan lamalama plus panjangin lagi ya😉 hihi..

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s