Posted in EXO Planet, EXO-M, Fanfiction, Ficlet, Freelance, Genre, Lu Han, One Shoot, Sad Romance

Oh! Jangan drama lagi

Tittle          : Oh! Jangan drama lagi

Author       : dindin

Genre         : sad romance

Length        : ficlet

Cast            : Xi Luhan, OC

Rating        : general

N/B             : hohoho ini ff pertama sayaa harap maklum kalo tulisan ini sedikit acak-acakan dan tidak beraturan sesuai dengan ejaan yang ditentukan dan bla…. *plak. Awkay saya harap mata kalian tidak mengelami gangguan pengelihatan setelah membaca ff ini wkwk. Yaudinlah daripada kelamaaan happy reading J

 

 

Hyo min pov

Hari ini adalah hari yang kurang lebih 2 bulan lamanya aku nantikan. sang mentari seakan mendukungku dan memberi semangat padaku . angin yang berhembus sepoi-sepoi seakan menenangkanku dan menarikku keluar dari persembunyian ini untuk sekedar merasakan hembusan angin yang menyejukan. Burung-burung bernyanyi dengan indahnya seperti mengiringi langkahku kali ini.

Di sinilah aku. Distrik myeongdeong.distrik yang terkenal dengan beragam kuliner,pakaian atau hanya sekedar aksesoris. Karena distrik ini selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah karena itu banyak-orang berlalu-lalang disekitar kami. Ya kami. Aku dan Luhan. Berjalan berdua denganya, merasakan hangatnya genggaman tanganya melihat pipi bulatnya terangkat saat tersenyum melihat betapa lucu ekspresinya ketika tersenyum, dan melihat reaksinya ketikan aku hampir menginjak lumpur saat kami pulang sekolah bersama. ya.. dia khawatir sampai dia ingin meminjamkan sepatunya karena sepatuku sedikit basah. Itu lebih dari cukup untukku. Membayangkanya saja sudah membuat gumpalan tomat di pipiku tampak jelas. Dan tentunya moment-moment seperti itu takkan pernah ku lupakan. Menjelajahi sudut-sudut distrik ini denganya sangat menyenangkan. Sesekali memperhatikan wajahnya. Itu membuatku sedikit bangga. Bagaimana tidak? Seorang yang mainstream seperti dia yang jika dia pergi kemanapun yeoja-yeoja di sekolahku mengikutinya dan mengambil fotonya? menyatakan perasaanya padaku yang kau tahu. Sangat biasa. Yeah walaupun usia hubungan kami baru menginjak 3 bulan aku bersyukur bisa merasakan kehangatan dari seorang xi luhan cukup lama. Dengan bersamanya hari-hariku terasa lebih berwarna.

 

“apa kau lelah?” tanyanya lembut diselingi senyuman dari nya. Mengelus puncak kepalaku lembut. Dan kembali menggenggam tanganku.hangat. aku hanya menjawab dengan gelengan kecil. Sambil tersenyum tipis padanya kemudian menarik tanganya untuk berjalan lebih jauh. Dia hanya menurut dan mengeratkan genggaman tanganya padaku. seakan tak membiarkan ku lari ataupun pergi darinya. tak terasa cairan bening ini meluncur dengan bebas sehingga membentuk aliran sungi kecil di pipiku.sedikit sakit memang ketika dia menggenggam tanganku seperti itu. Bukan.bukan tanganku yang sakit. Tapi yah entahlah sesuatu terasa sakit di dalam dadaku. aku mencoba mengalihkanya dengan berjalan lebih jauh dan sesekali mengusap cairan bening yang tidak mau berhenti mengalir ini secara asal. Aku tahu semua ini palsu. Pura-pura masih bersikap biasa saja pada luhan. Aku tahu aku sudah berbohong padanya. Tapi bisakah sekali ini saja. Aku merasakan menjadi kekasih xi luhan yang sebenarnya? Merasakan genggaman ini tanpa adanya rasa bersalah? Tanpa mengetahui fakta sebenarnya? Dan merasakan perasaan tulus luhan oppa ketika mengatakan ‘saranghae’ padaku ? yeojachingunya sendiri?

Aku berhenti di antara kerumunan orang yang sedang berlalu-lalang sehingga tak sedikit orang menyenggol bahuku karena aku berhenti di tengah jalan. Kuhapus air mataku sembarangan. Dia menatapku heran.

“luhan oppa” kataku pelan sambil tersenyum kecut. Oppa? Apa aku masih berhak memanggilnya oppa sedangkan aku mengetahui fakta yang sebenarnya tentangnya? Cih kau adalah pengkhianat ! ya.. aku memang seorang pengkhianat yang menentang hatinya untuk segera meninggalkan namja ini. yeoja yang sudah tahu segalanya tapi berlagak bodoh dan muak dengan fakta.ya! itu aku!

“ne?” katanya. Kulihat ada raut kekhawatiran saat mengucapkanya. Tapi apa itu tulus oppa? Apa kau benar-benar mengucapkanya untukku? Atukah hanya alibimu untuk menutupi semua ini?

Perlahan aku mulai melepaskan genggaman tanganya.sedikit tidak rela memang, tapi aku harus tetap melakukanya.demi diriku sendiri, demi luhan oppa dan semua orang. aku tahu banyak orang yang menentang hubungan singkat kami. Mulai dari teman-teman mainstreamnya yang menurut mereka aku ini terlalu biasa untuk menjadi yeojachingunya. Setiap hari mendapat terror lewat sms yang mengatakan untuk segera memutuskan luhan.dan aku tahu itu semua pastii dari fans-fans fanatic luhan oppa. Walaupun begitu aku tetap sabar karena aku tahu luhan oppa akan selalu di sisiku. Memberiku semangt dan berusaha melindungiku dari tatapan tajam yeoja-yeoja di sekolah kami. karena itulah aku tetap tegar dan selalu menghapus pesan itu sebelum luhan oppa membacanya. sederhana. Aku tak mau dia khawatir.

Aku  mencoba menatap matanya. Karena sejak tadi aku hanya menunduk tanpa mampu melihat matanya. Aku takut. Jika aku melihat matanya aku akan luluh dan tak berani mengatakanya. Itulah yang membuatku menyukainya tatapan matanya yang ramah dan hangat seakan memberiku pesan bahwa dia akan melindugiku dan menjagaku dari apapun. Mata yang dapat dipercaya.

“aku sudah tahu semuanya” kataku pelan tapi terdengar tegas. Menatapnya datar. Dia terlihat bingung. Oh jangan berpura-pura lagi oppa!

“apa maksudmu hyo min-ah?” kata luhan oppa. Aku tahu kau berbohong oppa jangan bersembunyi lagi. Aku sudah terlalu sakit sejak mengetahuinya. Aku mohon jangan memperdalam rasa sakit ini.

“kau dan ye jin , aku tahu semuanya.” Saat mengatakanya. Hatiku bagai ditusuk seribu belati tajam. Sakit dan pilu. Terlebih lagi ye jin adalah sahabatku. Kakakku, ibuku, dan orang sangat kupercayai. Orang yang sangat berarti dalam hidupku setelah ayahku. Ya dia sudah kuanggap sebagai  ibuku. Karena kedewasaaanya dan kelembutanya aku menganggapnya ibu. Memang bukan ibu kandungku. Tapi aku sudah menganggapnya ibu karena sejak aku berumur 5 tahun ibuku sudah meninggal dunia. Hanya dia dan ayahku yang menemaniku menjalani hari-hari berat. Dia adalah penyemangatku dan penyelamatku dari keterpurukan yang sempat melanda keluargaku. Ya dia segalanya bagiku. Tapi kenapa?

Luhan oppa hanya menunduk tak berani menatapku lagi. Raut penyesalan tampak di wajahnya. Kalau kau menyesal ini sudah terlambat oppa. Batinku. Mungkin ini terakhir kalinya aku mengagumi wajahnya yang mulus tanpa noda dan jerawat.bentuk hidung yang mendekati sempurna. Garis wajah yang tegas. Bibirnya yang tipis. Matanya yang selalu terlihat menawan. Rambut coklat keemasan yang selalu tertata sedikit acak-acakan tapi malah menambah poin plus pada ketampananya. Dan terlebih lagi genggaman tanganya yang hangat seakan-akan melindungiku dari apapun. Genggaman tanganya yang menenangkan. Genggaman tanganya yang membuatku percaya padanya.

“berbahagialah oppa . selamat tinggal” aku tersenyum padanya. Senyum terakhirku untuknya. Senyum yang tak setulus biasanya. Mungkin setelah ini hanya akan terdengar isakan pilu dari mulutku untuknya. Oh tuhan jangan drama lagi.

““““—–“““““

End.

Iklan

2 thoughts on “Oh! Jangan drama lagi

  1. waw… keren thor. cuma knapa kurang panjang. gantung bgt thor ffnya. trus juga agak sedikit kecepatan. Kalo boleh aku minta sequel, endingnya msh ga jelas

  2. uwwwaaa sumpah daebak banget sedih banget bacanya.. kasian banget hyo mi dibohongin sama luhan, tapi maksudnya buat apa?
    oh iya ini oneshoot atau chapter? apapun lanjutkanya kalau chapther next part 😉
    kalo oneshoot sequel ne hihi..

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s