Tell Me Where It Hurts #2

Title            : tell me where it hurts (chapter 2)

Author       : dindin

Genre         : romance, friendship, sad, school life

Rating        : general

Length       : chapter

Cast            :

  • Lee hyun seok (OC)
  • Wu Yi Fan/ Kris
  • Xi Luhan
  • Park Seo Ri (OC)
  • Nam Seol gi (OC)

A.N             : balik lagi sama ff abal-abalkuuu. Happy reading yaw J

Summary   : no sense. Itu yang ada dipikiran kebanyakan orang tentangku. Orang-orang berfikir aku tak pernah merasakan cinta. Apa itu cinta? Orang-orang itu hanya terlalu mencampuri urusanku. Apakah mereka tahu cinta seperti apa yang kualami? Haha mereka tak pernah tahu.

 

Hyun seok POV

Beberapa hari ini keadaan bertambah semakin tenang tapi juga memburuk. Ibuku jarang ada di rumah. Dan ayahku aku tak tahu kabarnya. Sebelum dia meninggalkan rumah ini dia hanya memelukku erat dan mengatakan hal-hal umum seperti jaga dirimu, bersikap baiklah pada ibumu yah kau tahu kata-kata yang sering kudengar dari orang lain. aku merasa sedikit yah kau tahu kesepian.

Sampai saat ini ibuku tak pernah berbicara padaku secara khusus. Dia hanya menyuruhku untuk makan dan hal-hal umum lainya. Mungkin dia sedikit kecewa atas sikapku kemarin. Apakah aku egois? Menyuruh mereka segera bercerai padahal aku sama sekali tidak tahu bagaimana perasaan mereka masing-masing. Mungkin saja mereka masih saling mencintai bukan?

Tapi setelah kupikir lagi. bukankah mereka jauh lebih egois daripada aku? Membatasiku untuk berinteraksi di dunia luar, mereka hanya mengincar masa depanku tanpa memperdulikan masa remajaku. Dan setelah aku memikirkan hal tadi emosiku semakin memuncak.ingin rasanya aku menendang sesuatu hingga patah. Yah aku memang rapuh. Tapi aku tak ingin kerapuhanku diketahui orang lain.

Dan tentang kris aku belum bertemu denganya lagi. Aku tak ingin menaruh harapan besar padanya. Lagipula aku hanya sekali bertemu denganya. Mana mungkin dia masih mengingatku. Bukankah sendiri lebih baik? Tapi aku tahu di sudut hatiku yang paling dalam aku merasa ya emm kau tahu. Merindukanya.

Kriiing

Akhirnya saat-saat yang kutunggu datang juga waktunya istirahaat!

“seo ri-ya aku sangat lapar ayo ke kantin?” kataku pada seo ri yang sedang asik membaca

“nanti saja hyunnie aku sedang membaca buku ini nanggung hehe” katanya sambil tertawa gaje.

“baiklah aku ke kantin sendiri” sahutku sambil langsung melenggang ke kantin.

Sesampainya di kantin aku segera melesat ke kedai sushi langgananku. Aku membeli 2 porsi sushi karena aku sangat kelaparan setelah pelajarang fisika yang menguras energy dalam tubuhku. Sejenak aku mengalihkan pandanganku ke penjuru kantin. Seperti biasa kantin ini sangat ramai, banyak murid-murid ang bersenda-gurau dan bercanda dengan teman-temanya, namun ada pula yang tidak mau menyia-nyiakan waktu istirahatnya yang berharga dengan makan siang. Namun yang aku herankan malah ada yang berlatih bernyanyi dan dance di kantin. Oh ayolah.. aku tahu memang ada kelas khusus seni tapi heloo.. ini waktu istirahat untuk apa mereka menggerakkan tubuh mereka seperti itu sedangkan mereka bisa dengan tenang makan dan minum untuk mengisi energy saat pelajaran.aku benar-benar tidak tahu jalan pikirang mereka.

Setelah dua porsi sushi kudapatkan, aku segera berbalik dan berjalan menuju kelas. Namun sesuatu yang tak ingin kulihat menghalangi pengelihatanku dan memaksaku untuk menatap kearahnya. apakah ini mimpi? Ku cubit kecil tanganku.oh god! ini bukan mimpi. Itu kan Luhan! untuk apa dia di sini? bukankah di sudah pindah? Bagaimana dia bisa ada di sini? di sma chungdam? Beribu-ribu pertanyaan tentangnya bermunculan di kepalaku. Semoga dia hanya mampir ke sini. saat tiba-tiba dia balas menatap kearahku, aku segera membuang muka dan langsung melesat ke kelas.tanpa melihatnya sekali lagi.

Aku memakan sushi yang aku beli dengan kesal. Kenapa aku harus melihatnya? Dengan memikirkanya saja moodku sudah berubah total apalagi melihatnya!

“hyunnie kalau makan pelan-pelan, apa kau belum makan dari kemarin?ini aku punya roti kalau kau mau ambilah” katanya sambil menyodorkanku sebungkus roti. Apa seo ri terlalu polos? Tidak bisa membaca ekspresiku?

“apa kau tidak menyadarinya seo ri-ya?ekspresiku?” jawabku sambil mengibas-ngibaskan tanganku di depan wajahnya

“apa ini tentang ibumu?” aku menggeleng

“ayahmu?” lagi-lag aku menggeleng

“emm Luhan?” aku hampir menggeleng tapi aku segera menyadarinya. Aku hanya bisa menunduk malu. Hanya gara-gara luhan aku bisa sekonyol ini?

“kenapa dengan si bodoh itu lee hyun seok? Apa dia melukaimu lagi? Biar dia berhadapan denganku! ayo cepat katakan dimana dia sekarang!” sekarang dia bergaya seperti orang yang hendak melakukan pertandingan tinju. aku hanya tertawa kecil dengan tingkahnya.

“kalau kau mau si bodoh itu ada di kantin sekarang” kataku sambil tersenyum menantang

“benarkah?” dia Nampak sangat terkejut

Kurasakan tangan seo ri menggenggam tanganku lembut seakan memberi kekuatan padaku untuk tetap kuat. Seo ri tersenyum tulus padaku. Pantas saja banyak namja yang menyatakan cinta padanya. Aku baru tahu kalau temanku ini sangat cantik.dengan rambut yang panjang sepinggang berwarna cokelat yang bergelombang. Tubuh yang langsing semampai dan wajah yang putih bersih tanpa noda dan jerawat. Dan senyum yang sangat menawan.  Kau memang temanku seo ri- ya!

Karena ini masih jam istirahat kelas masih sepi. Hanya tersisa aku, seo ri dan tiga yeoja yang sibuk bergosip. Ketika aku dan seo ri diam aku dapat mendengar jelas bahwa yeoja-yeoja itu sedang membicarakan seseorang.dan sepertinya dia seorang sunbae

“iya . dia anak baru. Dia masuk ke kelas X11D. sunbae itu sangat tampan! Bahkan saat dia pertama kali masuk ke sekolah ini banyak yeoja yang mengikutinya kemanapun!” cerita teman sekelasku yang aku tak kenal dekat. Dia bernama yoo jung. Dan kedua temanya bernama ha na dan  ji kyung.

“luhan sunbae namanya. kira-kira kenapa dia pindah ya?”

Kali ini aku mendengarnya dengan jelas. Luhan dia pindah ke sini. rasa sakit itu datang lagi. Sejak 2 tahun yang lalu aku tidak pernah sama sekali merasakan sakit ini lagi. Tapi kenapa sekarang dia harus muncul lagi?

“ gosipnya sih dia ingin mencari mantanya lagi” sekarang giliran ji kyung yang angkat bicara.

Telingaku semakin panas dibuatnya. Aku segera keluar dari kelas sebelum emosiku semakin memuncak. Aku terus berjalan sampai aku baru tersadar aku telah sampai di taman belakang sekolah . saat kulihat ada bangku kosong di sana aku segera duduk dan menghirup nafas dalam-dalam. Sial. Kenapa dia harus muncul lagi? Kenapa harus di korea? Kenapa harus di seoul? Kenapa harus di chungdam?

Angin sepoi-sepoi berhembus dengan lembut. Cuaca kali ini sedikit mendung namun tidak menutup kemungkinan akan kembali cerah seperti sebelumnya. Burung-burung bernyanyi mengikuti suasana hatku saat ini. Itu sedikit membuatku rileks. Dan aku baru sadar, jika aku membolos pada jam pelajaran matematika. Biarlah. Aku sudah cukup muak hari ini. Sampai ada seseorang yang menepuk pundakku . aku ingin langsung memarahinya karena mengganggu waktu bersantai ku tapi saat aku berbalik kata-kata yang telah aku siapkan untuk memarahinya hilang tak berbekas.

“k-kau!”

TBC

 

 

2 thoughts on “Tell Me Where It Hurts #2

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s