Man In Love

man in lovell

Title : Man In Love (EXO Version)

Author : Han In Joo (Last Rebellion)

Main Cast :

– Sungjong = Baekhyun (EXO-K)

– Dongwoo = Kris (EXO-M)

– Woohyun = Lay (EXO-M)

– Sungyeol = D.O (EXO-K)

– Hoya = Kai (EXO-K)

– L = Sehun (EXO-K)

– Sunggyu = Luhan (EXO-M)

– YEOJA = YOU ^o^/

Length : Oneshot

Genre : Songfic

Rating : G

Summary :When a man’s in love, he wants to stay by your side, there’s always so much he wants to do for you. When I’m in love, I want to give everything in my life to you, with just one expectation, your heart. When I’m in love.

Disclaimer : Annyeong hasuho readerdeul… I’m back again, kali ini nyuguhin oneshot songfic nya INFINITE ya, soalnya menurut author lagu ini manis banget dan bikin author jadi ngerti ternyata kalo namja lagi jatuh cinta ya kayak yeoja juga, readerdeul pastinya udah pernah jatuh cinta kan? Nah tingkah kalian gimana?Pasti konyol😄 namja juga begitu, cuma nggak keliatan aja kayak yeoja ahahaha apadeh author gaje banget. Ya intinya happy reading dan nggak pernah bosen ngasih tau kalo FF ini murni imajinasi author, No Silent Reader and RCL juseyo~

Recommended Song : INFINITE – Man In Love

****OOO****

Baekhyun

Pagi yang cerah menyambut kota Seoul yang selalu sibuk di akhir pekan. Ya, sekarang akhir pekan.Saat dimana orang-orang biasa menghabiskan waktu bersama-sama, entah dengan keluarga, teman ataupun pacar.Sama seperti seorang namja yang sedang bersiap-siap mempersiapkan acara akhir pekannya sendiri. Tiba-tiba terdengar suara langkah dari luar kamarnya, ia pun memutuskan untuk keluar dari ruangannya dan membuka pintu, terlihat tetangga kamarnya, Kris sedang berjalan melewati tangga kelantai atas. Matanya terpaku oleh suatu benda yang tergeletak didepan pintu kamarnya.Sebuah box berbentuk hati dengan warna merah yang sangat cantik.Ia berjongkok dan membuka isi box itu. Munculah seekor anjing kecil berwarna putih salju yang sangat lucu, tak terasa senyum dibibir Baekhyun merekah dengan sempurna, ia mengangkat anjing lucu itu dari box, membopongnya dan membawanya ke dalam kamarnya.

“Ah lucunya..” gumamnya terus membopong anjing itu dikedua tangannya. Anjing itu kemudian menggonggong dan meloncat dari gendongan Baekhyun, menuju kedapur.Anjing itu menggonggong lagi kearah Baekhyun.Baekhyun menangkap sesuatu dari gonggongan anjing itu.

“Ternyata kau lapar ya..” ucapnya pelan seraya mengambil beberapa makanan didalam kulkas yang sekiranya bisa dimakan oleh anjing lucu itu.

Ia berjongkok dan menyuapi anjing itu. Anjing kecil itu yang telah melahap makanan dari Baekhyun-pun menjilati tangan Baekhyun dan Baekhyun merasa geli karenanya, kemudian ia mengelus-elus kepalanya.

Kemudian ia teringat sesuatu yang hampir ia lupakan. Ia berbalik dari dapur dan kembali kedepan lemarinya, anjing lucu itu mengekor dibelakangnya. Setelah membuka lemari ia mengeluarkan baju yang ada didalamnya satu per satu. Ia harus menemukan baju yang tepat untuk dikenakannya. Anjing itu hanya bertengger dengan manis di atas ranjangnya. Sesekali ia berguling-guling sendiri dan membuat Baekhyun yang melihatnya menjadi gemas.

Segemas hatinya sekarang yang sedang merasakan sensasi yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ini semua karena yeoja itu, yeoja yang selalu sukses membuat jantungnya berdetak dengan cepat setiap kali ia melihat senyumannya. Dengan yeoja itulah Baekhyun akan menghabisakan waktunya untuk akhir pekan ini.

Baekhyun terus mengeluarkan semua bajunya, berlenggak-lenggok didepan kaca dengan menempelkan bajunya ditubuhnya, mencari baju yang tepat untuk dipakai. Setelah semua baju keluar dari lemarinya, ia tak menemukan baju mana yang akan ia kenakan. Ia ingin terlihat sempurna dihadapan yeoja yang sangat ia cintai itu.

Baekhyun menghela nafas pasrah, tak tau harus berbuat apa karena merasa baju yang dicobanya tadi tak ada yang sesuai denga keinginannya. Ia menjatuhkan tubuhnya dilantai kamar yang penuh dengan baju berserakan. Ia memandanginya dengan lesu. Ia harus pergi tiga puluh menit lagi, tapi tak ada satupun baju yang membuatnya terpikat.

Sampai akhirnya anjing lucu seputih salju itu turun dari ranjang dan menghampiri Baekhyun.Ia menubruk Baekhyun dan membuat Baekhyun terjengkang hingga terlentang dari duduknya diatas lantai. Anjing itu menjilati wajah Baekhyun dan yang dijilati hanya tertawa senang.Sedetik berikutnya anjing itu menarik celana Baekhyun dengan gigi-gigi kecilnya.

Anjing itu mengantarkan Baekhyun pada sebuah baju berwarna coklat muda dengan pin berbentuk hati, anjing itu menggonggong kecil dan mendorong baju itu kearah Baekhyun, mengisyaratkan Baekhyun untuk mengambilnya. Baekhyun hanya terbengong dan mengambil baju itu.

“Kau ingin aku memakainya?” tanya Baekhyun pada anjing itu yang hanya dijawabnya dengan gonggongan lembut. Baekhyun tersenyum dan menempelkan baju itu ketubuhnya didepan cermin.

“Sepertinya baju ini luput dari perhatianku, aku belum mencoba baju ini sebelumnya.Dan baju ini terlihat cocok” ujarnya dengan senyum-senyum tak jelas didalam cermin.

Ia menjajal baju itu dan meliukan tubuhnya didepan cermin, mempersembahkan senyum terbaiknya. Sangat cocok untuk dipakainya.

“Bagaimana menurutmu?Apa aku terlihat cantik tampan?” Baekhyun bertanya pada anjing yang masih setia duduk menunggunya berdandan(?). Anjing itu menggonggong pelan dan Baekhyun mengangkatnya ke udara.Ia terlihat sempurna sekarang, semua ini demi yeoja yang ia cintai, yeoja yang selalu membuat jantungnya berdebar dengan tak terkontrol. Baekhyun sedang jatuh cinta, seperti itulah ketika ia jatuh cinta.

 

Kris

Kota Seoul dipagi hari saat akhir pekan memang berbeda dengan hari-hari biasanya.Seorang namja yang sudah rajin mengangkat beberapa buku bekas dari halaman lantai bawahpun terlihat sangat antusias melakukan kegiatannya.Wajahnya terus tersenyum dan menebarkan kebahagiaan yang tergambar diwajah tampannya itu.Ia daki beberapa tangga untuk sampai dilantai yang ia tuju, melewati beberapa kamar dan terus berjalan dengan kebahagiaan.

Tangannya terus membopong setumpuk buku dan kali ini meletakkannya diatas tumpukan buku lainnya ketika ia sampai dilantai yang ia tuju. Terlihat banyak buku yang tergeletak disana.Ia pun mendudukkan tubuhnya diantara tumpukan buku dan mulai membalikan satu per satu kertas yang menempel disuatu buku. Ternyata itu adalah buku puisinya. Puisi yang selalu ia buat setiap saat. Hanya satu hal yang membuatnya selalu lancar membuat puisi dengan sempurna.Inspirasinya.Seorang yeoja yang telah menaklukan hatinya dan membuat inspirasinya semakin luas.Membuat baris demi baris puisi karyanya menjadi lebih menyentuh.

Yeoja itu selalu memenuhi pikirannya. Membuat apapun yang ia pikirkan diotaknya selalu tersambung  denga yeoja yang dicintainya itu. Kini ia mulai menulis bait demi bait untuk yeojanya. Suatu saat ketika waktunya telah tiba, ia akan menujukkan semua ini padanya. Menunjukkan betapa ia sangat mencintai yeoja itu dan akan membuat yeoja itu hanya menjadi miliknya.

Kali ini tangannya beralih pada sekotak berisi garis-garis tipis yang berisi guratan warna jika disatukan dengan kertas yang ada digenggamannya.Ia pun mulai menggoreskan benda tipis itu keatas kertas dengan sepenuh hati, menggambarkan seperti apa perasaannya saat ini. Senyum terus terpatri diwajahnya yang sangat menawan.

Setelah semua tumpukkan buku dan kertas ia jelajahi dengan cekatan, akhirnya ia selesai menemukan semua kebutuhan yang diperlukannya.

“Selesai…” ucapnya dengan penuh kegirangan.Ia pun kembali membopong semua kebutuhannya itu kesebuah tempat yang tinggi. Atap rumah.

Ia duduk ditepi atap rumah dan mendudukkan tubuhnya disana, membiarkan kakinya melambai kebawah. Ia meletakan semua bawaan di sampingnya. Meraih satu demi satu kertas yang ia buat dengan sepenuh hati. Puisi, gambar, lukisan, kata-kata cinta tak luput dari perhatiannya.

Kris melipat-lipat kertas itu sehingga menjadi sebuah bentuk pesawat terbang dan bentuk lainnya. Dari atas sana ia mulai menerbangkan kertasnya satu per satu. Ia tahu yeoja yang ia cintai akan membacanya ketika ia menatap jendela nanti. Segera ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebongkah ponsel dan mulai menekan beberapa nomor yang ingin ia tuju.

Terdengar sahutan dari nomor yang ia tuju tadi.

“Lihatlah keluar jendelamu..” ucapnya singkat dan menutup teleponnya. Ia tersenyum penuh kemenangan dan kebahagiaan, dengan terus menerbangkan beratus-ratus kertas yang hanya ia persembahkan untuk cintanya. Terlihat jendela dibawahnya terbuka dan melihat yeoja itu memungut satu persatu pesan cintanya.Untuk yeojanya, yeoja yang selalu memberinya cinta dan inspirasi yang tak bisa terbayarkan.Kris sedang jatuh cinta, namja yang sedang jatuh cinta.

 

Lay

Akhir pekan. Saat untuk menghabiskan waktu untuk liburan, tapi tidak dengan salah satu namja yang menetap di Kota Seoul yang padat akan penduduk itu. Baginya liburan hanyalah waktu untuk mengerjakan hal yang belum ia kerjakan, hal yang selama ini belum tersampaikan untuk ia lakukan termasuk menjadi guru les piano disebuah rumah dipinggir kota Seoul. Ia memutuskan untuk datang ketempat itu daripada ketempat ramai dikota Seoul. Tentu bukan hanya itu alasannya untuk mendatangi tempat itu. Ada alasan lain yang membuat Lay menyampingkan kesibukkannya dengan kebahagiaan yang sedang ia rasakan saat ini.

Menjadi guru les piano memang alasan yang ia pakai untuk datang ketempat itu, tapi lebih dari itu ia mengumpulkan semua tujuannya hanya untuk menemui yeoja yang ada dihadapannya kali ini. Yeoja yang membuatnya merasakan betapa hebat sensasi yang ditimbulkan diperutnya, bagaikan seribu kupu-kupu terbang didalamnya.Ia terus tersenyum dan mengingat untuk tidak lupa menarik nafas dengan baik. Jantungnya berdetak dengan cepat dan membuatnya tak mengerti kenapa tiba-tiba ia terserang penyakit gagap mendadak.

Ia sampai tak bisa berkata-kata dan membuat permainan piano yang biasanya terdengar sangat indah menjadi sangat fales dan tidak enak didengar. Ia pun menarik nafas dan kembali menunyukkan jari-jarinya diatas tuts piano dihadapannya. Kedua anak kecil yang bisa dibilang sebagai ‘murid’nya pun hanya menutup telinga mereka masing-masing, pertanda mereka tak menyukai permainan pianonya.

Sedangkan yeoja yang ada dalam ruangan yang sama dengannya hanya tersenyum geli. Tak terasa mata Lay dan yeoja itu bertemu dan seketika seribu kupu-kupu itupun menggelepar lagi didalam perut Lay, membuatnya susah bernafas. Wajah yeoja itu kemudian memerah dan tak lupa wajah Lay yang semakin merah padam. Akhirnya ia mulai berkonsentrasi dan kembali mengajari ‘murid’nya bermain piano dengan benar.

Ia mengedarkan pandangannya diseluruh ruangan dan tak menemukan yeoja itu. Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan mencarinya. Setelah ia berkeliling kesekitar rumah dan sekitr taman bunga yang selalu dijaga dengan baik oleh yeoja itupun ia masih tak bisa menemukannya.

Ia putuskan untuk kembali kedalam ruangan dan mendapati kedua ‘murid’nya itu telah hilang tergantikan dengan sesosok namja yang sedang bermain dengan piano yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Lay mendekati namja itu. Permainan pianonya sama sekali tak layak untuk didengarkan. Lay memandang namja itu, namja yang dipandangnya hanya gelagapan dan buru-buru meninggalkan piano yang sedang dimainkannya tadi.

Lay hanya melihatnya dengan heran. Ia adalah saudara yeoja yang ia cintai. Lay hanya tersenyum miring. Kemudian ia berbalik dan menemukan sebuah boneka beruang berukuran besar berwarna putih dengan pita pink dilehernya sedang duduk manis diatas lemari kaca. Tanpa pikir panjang ia mengambil boneka itu dan mendudukannya di tempat duduk samping piano yang akan dimainkannya.

“Aku akan memainkan sebuah lagu untukmu nae sarang…” ucapnya pelan dan kemudian menarikan jari-jarinya diatas tuts hitam dan putih yang terjejer rapi itu.Tak lupa suaranya yang merdu pun mengalun dengan indah memenuhi seluruh ruangan, senyum terus mengembang menunjukkan dimple-nya yang sangat menawan. Satu lagu pun ia selesaikan dan berakhir dengan riuh tepuk tangannya sendiri yang kemudian menyambar boneka beruang besar itu kedalam pelukannya. Memeluknya dengan erat dan memutar-mutar tubuhnya sendiri.Putarannya diakhiri dengan bibirnya yang mencium bibir boneka beruang besar itu dengan bahagianya.

“Muaahhh…” suaranya bergema keseluruh ruangan dan aura kebahagiaan memenuhi seluruh tubuhnya.

Kemudian ia berbalik dan matanya menemukan sosok yang luar biasa baginya, yeoja yang selalu membuat beribu kupu-kupu didalam perutnya terus terbangun. Lay hanya memegang tengkuknya dengan salah tingkah. Lay sedang jatuh cinta, mencintai yeojanya yang selalu membiusnya dengan segala tingkah lakunya.

 

D.O

“Baiklah chagi, tunggu sampai aku selesai membereskannya…” ucap seorang namja pada lawan bicaranya di telepon berwarna merah yang sedang digenggamnya itu.

D.O pun menutup teleponnya dan menghela nafas dengan semangat kedepan barang-barang yang akan ia jamah selanjutnya. Akhir pekan yang ia putuskan untuk ia habiskan untuk membuat sesuatu yang special untuk yeoja yang sangat ia cintai itu. Ia akan menunjukkan kemampuannya dalam memasak makanan. Hanya itu yang bisa ia persembahkan secara special untuk yeojanya selain cintanya yang begitu besar pada yeoja beruntung itu.

Sayangnya, ia sempat ragu untuk membuat makanan yang sedang direncanakan untuk dibuatnya itu. Ini pertama kalinya ia membuat kue special, berbeda dengan masakan yang biasanya ia masak dengan sesuka hati. Ia terlalu biasa untuk memasak tanpa resep. Tapi demi yeoja yang sangat ia cintai itu ia rela melakukan segala percobaan sampai kesempurnaan hinggap dimasakannya.

Dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya yang tebal itu ia mulai memasukkan beberapa barang yang dibutuhkan. Butuh waktu yang tidak lama untuk memasukkan beberapa tepung dan adonan lainnya. Tapi ia kewalahan saat memisahkan putih telur dengan kuning telurnya. Sudah berkali-kali ia gagal untuk mencobanya, tetapi semangatnya tak pernah pudar. Ia penuhi perasaannya yang merasa gagal itu dengan rasa cintanya yang menggebu pada yeoja yang sedang menunggu masakannya itu. Diolahnya beberapa adonan dengan adonan lainnya. Dengan semangat cinta, akhirnya ia menyelesaikan adonannya yang hampir jadi, dengan sentuhan seseorang yang sedang dipenuhi cinta tangannya meliuk-liuk membentuk adonan itu menjadi sempurna. Sentuhan terakhirnya ia datarkan dengan memasukkan beberapa ucapan kata cintanya pada seberkas kecil kertas dan memasukkannya kedalam adonan yang berbakal menjadi kue itu.

Setelah merasa semuanya terlihat lengkap, D.O pun memasukkan adonan itu kedalam oven dan menunggu hasil jadinya. Sambil menunggu hasil jadinya ia pun melangkahkan kakinya keluar dari dapur, menuju taman bunga indah yang tertata rapi berkat saudara perempuannya yang sangat cekatan. Ia terkesima dengan alam yang begitu indah dan berlalu kedalam ruangan piano.

Kini ia duduk dibangku dan mulai meletakkan jari-jarinya diatas tuts piano. Ketidaktahuannya akan bermain piano hanya membuatnya meletakkan jari dengan sembarang tanpa memperhatikan suara yang dihasilkannya. Menurutnya hasil jari-jarinya itu sangat indah untuk didengar, ya begitulah ketika orang sedang jatuh cinta, tak peduli apa yang akan orang lain rasakan hanya perasaannya yang diperhatikan. D.O tersenyum bahagia sampai tak ia sadari ada seorang namja yang sedang berdiri disampingnya. D.O menebak ia adalah pengajar les anak hyung-nya. Ia pun segera beranjak dengan terburu-buru dan menuju dapur, melihat hasil karyanya.

Terdengar bunyi alarm yang menunjukkan kue buatannya telah jadi. D.O tersenyum riang menuju oven dan mengeluarkan harta-hartanya yang berharga itu.Menyusunnya dalam bentuk hiasan yang menggiurkan dan mengepaknya dengan sangat hati-hati.Ia pun mencoba salah satu kue karyanya itu, membuka bagian tengahnya dan menemukan secarik kertas bertuliskan ‘I Love You’ dengan sangat indah. Seyumnya semakin lebar dan ia bersiap untuk menemui yeoja yang dicintainya.

“Semoga kau menikmati semua ini..” ucapnya lirih dan berlalu dari dapur. D.O sedang jatuh cinta, hingga rela melakukan hal apapun demi yeoja yang ia cinta.

 

Kai

Berjalan-jalan di Kota Seoul yang ramai memang paling tepat dilakukan ketika akhir pekan. Itulah yang dilakukan oleh seorang namja tampan seorang diri dijalanan toko kota Seoul. Matanya menerawang keseluruh toko, mencari sesuatu yang menarik perhatiannya.

Matanya tertumbuk pada sebuah toko yang sangat terang dan berdekorasi indah itu.Ia pun memasuki toko itu dengan langkah yang bersemangat. Ia tersenyum pada pelayan toko sesampainya didalam. Ia sedang mencari sesuatu yang sangat disukai oleh yeoja. Tapi apa? Ia tak tau apa yang disukai oleh yeoja. Ini pertama kalinya ia mencari barang-barang perlengkapan yeoja. Ia melakukan semua ini demi yeoja yang telah merubah hidupnya. Yeoja yang telah membuatnya mengerti apa arti kehidupan dan menjalani waktu hidupnya sebaik mungkin. Membuat hidupnya bersinar.

Ia berkeliling keseluruh penjuru didalam toko itu dan tetap tak menemukan jawaban apa yang ingin ia dapatkan. Ia menyentuh seluruh barang yang terpajang disana. Tangannya menuntunnya pada sebuah sepatu heels berwarna putih dan mengambilnya. Tanpa ia sadari tubuhnya terduduk dibangku yang kosong dan tersedia disebelah rak, ia mencopot sepatunya sendiri dan mencoba sepatu itu dikakinya. Dan tentu saja tidak muat.Ia menggelengkan kepala dan mengerucutkan bibirnya bingung memilih barang apa.

Kemudian ia berjalan kesisi lain dan memperhatikan beberapa baju yang tergantung dirak baju, ia mengambil beberapa baju dress berwarna soft blue dan pink, ia menyeret baju itu kedepan cermin dikamar pas. Menempelkannya ditubuhnya dan ia merasa aneh, baju ini tak sebagus yang ia inginkan.

Tanpa menyadari lingkungan disekitarnya, Kai mulai canggung sekarang, ia baru tersadar bahwa sedari tadi ia berperilaku aneh dengan menjajal semua barang-barang wanita itu. Ia hanya tersenyum getir pada semua orang yang memandangnya dengan perasaan aneh dan membungkuk meminta maaf.

Orang disana hanya berbisik-bisik lirih dan membuat Kai semakin salah tingkah.Ia hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. “Jweosonghamnida, aku sedang mencari hadiah untuk yeojachinguku, jweosonghamnida” Kai terus meminta maaf karena telah membuat pengunjung ditoko itu merasa tidak enak hati. Kai kemudian berlalu dan kembali keruangan depan.

Kemudian matanya menangkap sesuatu yang bersinar, bersinar karena pantulan lampu yang menerangi tempat itu. Kai menyipitkan mata dan mendapati sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati dan beberapa permata dari kristal.

Ah, mungkin ini bisa mewakili dirinya sendiri. Benda ini bersinar seperti cintanya yang menyinari hidupku, gumamnya dalam hati.

“Agashi..tolong bungkuskan kalung ini untukku” pinta Kai pada pelayan yang berjaga disana.

“Baik Tuan, tunggu sebentar..” setelah menunggu beberapa lama pelayan itu pun keluar dengan kotak berwarna blue sky, memberikannya pada Kai.

Kai tersenyum bahagia yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Ia melangkah pergi, berniat menghampiri yeoja yang ia cintai itu. Kai sedang jatuh cinta, hidupnya yang kini bersinar semakin berarti dengan adanya yeoja didalam hatinya.

 

Sehun

Langkah lesu seorang namja menandakan bahwa hatinya sedang tidak enak hati.Sekarang akhir pekan, tapi nasibnya tidak terlalu bagus.Ia mendapat pengganti mata kuliah di EXO University, universitas yang sedang ia diami untuk menuntut ilmu. Wajahnya terlihat sangat kusut karena kegiatan yang akan ia lakukan itu.

Drrttt..drrrtt… handphone-nya bergetar didalam saku celananya. Ia mengambilnya dan melihat kontak yang tertulis disana. Ternyata pesan dari seseorang.Seketika wajah Sehun, namja yang berwajah lesu tadi berubah menjadi senyuman yang sulit diuraikan.Senyumnya mengembang membuat pipinya yang tirus terlihat sedikit menggembung.

Ia terus melihat layar ponselnya, membaca pesan dari sang pengirim yang tak lain dan tak bukan adalah dari yeojachingunya. Yeoja yang sangat ia cintai. Yeoja yang tak pernah membuatnya kesepian dalam keadaan apapun, sekalipun sekarang ia sedang sangat tidak enak hati harus mengikuti mata kuliah pengganti dipelajaran fisika, pelajaran yang kurang ia sukai. Tapi apa boleh buat, demi masa depannya ia harus melaluinya. Dan itu terbayar dengan sangat mahal karena akhir pekan yang ia gadang-gadang bakal ia habiskan dengan yeoja yang sangat ia cintai itu ternyata gagal.

Yeoja-nya itu sangat tau bagaimana harus bersikap dengannya.Mengingat Sehun yang sangat kekanak-kanakan dan sangat cocok dengan yeoja dewasa seperti yeojanya itu.Walau yeoja-nya bersikap dewasa tapi umur mereka sebaya bahkan masih lebih tua Sehun. Tapi seperti itulah cara mereka masing-masing untuk saling mencintai.

Kini wajah Sehun yang telah berubah merekah seperti bunga yang mekar dimusim semi pun mulai melupakan kegundahan hatinya. Tangannya terus memegang ponselnya, memandangi wajah yeoja-nya yang tersenyum manis diwallpaper ponselnya sementara ia terus melangkah kedalam kelas.

Ia sempat terlambat masuk kedalam kelas, tapi ia tetap masuk dan mengambil tempat duduk. Ia mengeluarkan bukunya dan membukanya lembar demi lembar, tapi pikirannya hanya teringat dengan yeoja yang ia cintai. Dosen diruangan bagian depan terus berbicara dan Sehun memandang papan tulis yang berisi coretan-coretan angka yang sama sekali ia tak mengerti.

Ia menghela nafas dan menunduk, melihat layar ponselnya lagi dan mendapati senyum yang sama, senyum yag membuatnya tenang. Matanya kembali tertuju ke papan tulis didepan dan betapa mengejutkannya ketika Sehun melihat tulisan angka sebelumnya berubah menjadi gambar-gambar berbentuk hati dan pelajaran berubah menjadi pelajaran cinta bukan pelajaran fisika, Sehun pun menikmatinya walau ia tau ia pasti sedang ngelantur tapi tetap saja ia lanjutkan dan membuatnya tersenyum-senyum sendiri tak jelas.

Saking tak sadarnya Sehun dengan apa yang terjadi didalam kelas, ia sampai harus menerima lemparan kapur dari Dosen pengajarnya dan membuyarkan Sehun dari lamunannya. Dosen itu menyuruh Sehun keluar dari ruangan dan Sehun hanya bersikap salah tingkah dan keluar dari ruangan dengan wajah yang masih tak mengerti.Ini semua bukan salahnya, ini semua karena cintanya yang besar terhadap yeojanya itu.

Sehun yang keluar dari ruangan secara paksa hanya melenggang lemah kesusunan tempat duduk dipinggir gedung. Sehun memutuskan untuk duduk disana dan meraih ponselnya lagi, menerima pesan dari yeoja-nya lagi dan lagi-lagi sukses membuat hatinya tenang dan merasa tak kesepian walau ia sedang sendiri saat ini. Karena terlalu sibuk dengan ponsel ditangannya membuatnya tak menyadari banyak pasangan yang tengah duduk disusunan bangku yang ia duduki juga.

Sehun mengedarkan pandangan kesekitarnya dan menemukan pasangan-pasangan yang sedang berbahagia walau bernasib sama sepertinya, harus pergi ke universitas padahal sedang akhir pekan. Tapi Sehun hanya terenyum bahagia, ia tak merasa kesepian lagi dengan adanya yeoja yang ia cintai itu. Sehun sedang jatuh cinta dan itu membuatnya tak pernah kesepian dalam segala keadaan apapun.

 

Luhan

Sore telah meambai dan mulai menyibukkan seorang namja yang sedang serius dengan kegiatan yang sedang dikerjakannya.Tangannya membopong sekardus penuh berisi bola-bola lampu yang beraneka warna.Sekarang akhir pekan, saat tepat untuk melakukan hal-hal yang romantis.Senyum tak pernah lepas dari namja yang kini berjalan dari toko perlengkapan itu. Kakinya berjalan cukup jauh tapi sama sekali tak merasakan lelah. Diperjalanan ia bertemu dengan seorang mahasiswa aneh yang sedang tersenyum-senyum sendiri dengan menggenggam ponselnya. Luhan terheran-heran dengan namja itu.

Mungkin ia sedang jatuh cinta, batinnya. Namja itu menyadarkannya akan dirinya sendiri, mungkinkah ia juga berperilaku sama dengan namja itu? Luhan terus bertanya-tanya dalam hati.Mungkin iya, tebaknya.

Iajuga tak jauh beda dengan namja yang berpepesan dengannya barusan, ia sama-sama tersenyum sendiri dan ia merasa sedang jatuh cinta juga sepeti namja itu.

Luhan hanya kembali tersenyum mengingat kesamaan mereka berdua. Luhan kembali melanjutkan perjalanannya yang masih dengan setia membopong kardus itu menuju tempat yang ia tuju.

Setelah menaiki puluhan anak tangga yang menuntunnya sampai ditempat tujuanya ia meletakkan semua barang bawaannya. Ia memandang Kota Seoul dari atap rumahnya. Menghirup udara sore yang segar dan mengehembuskannya dengan pelan. Ia pun mulai melakukan kegiatannya. Mulai dari meluruskan kabel-kebel dan mengencangkan bagian-bagian tertentu. Ya, ia sedang membuat dekorasi bertema terang diruangan terbuka yaitu diatap rumahnya dengan memanfaatkan lampu-lampu banyak warna yang dibawanya tadi. Ia akan membuat kejutan untuk yeoja yang sangat ia cintai, yeoja yang memberinya kelembutan yang membuatnya menjadi orang yang berarti.

Luhan melakukan seluruh kegiatannya dengan gembira dan tak pernah melepaskan senyuman manis diwajahnya yang sempurna itu. Setelah beberapa waktu berlalu dengan cepat, kini tersisa sentuhan-sentuhan terakhir dari tangan Luhan.Langit telah menunjukkan kesenjaannya dan bola lampu terakhirpun telah terpasang dengan sempurna ditempatnya.

Saatnya Luhan membawa yeojanya menuju tempat yang telah ia persiapkan.

Luhan merogoh handphone disaku celananya, menekan beberapa angka dan berbicara dengan teleponnya.

“Chagi… naiklah sampai atap rumah, aku ada disana..” ucapnya singkat dan menutup teleponnya.

Luhan menunggu yeojachingu-nya dengan bahagia dan berlompat-lompat kegirangan.Ia memandangi Kota Seoul yang mulai menggelap dan merentangkan tangannya lebar-lebar, menikmati sensasi angin malam yang menembus baju tipisnya.

Terdengar suara langkah dari bawah sana dan Luhan siap dengan tangan yang memegang saklar.

“Chagi…” panggil yeoja itu dari bawah sana, saat kepalanya menyembul dari balik tangga,

Klek!

Luhan menyetel saklar yang dipegangnya dan membuat bola-bola lampu yang disusunnya dengan sempurna menyala dan bersinar dengan indahnya.

Yeoja yang kini ada dihadapannya hanya memandang sekitarnya dengan tatapan tak percaya, antara senang, takjub, terpana dan bahagia.

“Selamat Malam yeoja-ku..” ucap Luhan pelan membuat yeoja-nya itu tak bisa berkata-kata.

Luhan sedang jatuh cinta dan membuatnya melakukan segala hal yang membuatnya bahagia.

****END****

Fiuh~ akhirnya selesai juga FF ini *sujud syukur*

Author bikin FF ini sehabis kuliah dan langsung ngebut, mumpung idenya masih panas dan kebetulan juga otak author lagi encer ahaha😀

FF ini selesai nggak kurang dari seperempat hari, author sampe lupa mandi loh *curhat plak

Oke author mau cuap-cuap bentar ya, gapapa kan gapapa? Ya gapapa dong *maksa haha

Jadi author bikin FF ini karena jalan cerita dari lagunya sendiri emang bagus, menilik dari MV yang dibuat sih begitu. Author bikin deh EXO versionnya, padahal author sempet ragu, kenapa? Soalnya author mikir kalo author bikin FF ini, semua member EXO ga bakalan ikut semua, jadi author pilih tuh tujuh orang dengan hasil voting tertinggi dihati author *PLAK*. Author sempet kecewa gegara Suho oppa nggak bisa ikut di FF ini *yang bikin FF siapa? Yang kecewa sama FF sendiri siapa? Author gaje-_-* ahaha mian

Ya itulah pokoknya, author kecewa kenapa Suho, Channie, Tao, Chenchen, Minmin oppadeul ga bisa ikutan, tadinya author udah masukin Suho oppa karena Suho oppa bias author, tapi author ngeberatin sama member yang lainnya, karena kebanyakan dari reader sukanya sama Luhan, Sehun, Kai, Kris, Baekhyun, akhirnya author masukin mereka semua, dan karena Lay ge adalah bias author seumur hidup (?) jadi itu nggak bisa diganggu gugat harus ikutan mhihi😀 *D.O kemana thor? Ya itu disono tetep ada kok haha, dia pelengkap* digampar

Pokoknya author minta maaf karena bias readerdeul ada yang nggak masuk cerita ><

Jeongmal mianhae *bungkukbarengLay*

Segitu cuap-cuap nggak penting author ya😀

Dan ini ada cuap-cuap lagi tentang ceritanya sendiri. Baekhyun nih, terinspirasi dari teaser dia dulu kan bareng sama anjing tuh, jadi kucingnya Sungjong author ganti pake anjing😀. Dari Kris, ketauan kan kalo dia suka baca, jadi author tempatin dipartnya Dongwoo yang bejibun dengan bukunya itu. Dari Lay cintakusampematinggakbolehdiganggugugat, author ambil dari partnya Woohyun yang lagi mainan piano bareng anak kecil, cocok banget sama kepribadian oppaku kan? Mhahha. D.O sendiri aku ambilin part punya Sungyeol, tadinya mau Lay yang ditaruh dipartnya Sungyeol, tapi berhubung kayaknya lebih cocok jadi partnya D.O akhirnya author masukin disana, memasak is D.O haha. Partnya Kai author bikin punya Hoya, yang ini agak evil sih, author cuma pengen bikin Kai lucu aja disini, kebayang nggak sih namja se-cool Kai tiba-tiba milih baju cewek dan nyobain heels?😄 *ketawaepil. Sehun’s part, gatau kenapa cocoknya sama bagiannya L aja hahaha dan karena di MV INFINITE sendiri kan tulisannya INFINITE University di versi ini diganti juga deh jadi EXO University kkkk. Nah Luhan nih, author juga gatau kenapa ngemasukin ke bagian Sunggyu😀 berasa ngepas aja Luhan di bagian lampu-lampu begitu mhaha.

That’s all from me, jeongmal kamsahamnida buat yang udah baca sampe selese, ayo komen dong koen, author pengen tau pendapat readerdeul gimana >< dan follow twitter author juga ya @marmel1315 *duar!

Sarangheyo readerdeul ^3^ *deepbowwithLay*

Author bonusin English translate-an lagunya INFINITE – Man In Love😀

I start humming along to love songs that I didn’t like before
All of the melodramas in the world seem like my story
I try to look good when I didn’t before by paying attention to my appearance
I’m acquiring the bitter taste of coffee

Time goes so fast and my heart grows impatient
I imagine you next to me and film a movie of my own

 

When a man’s in love, he wants to stay by your side
There’s always so much he wants to do for you
When I’m in love, I want to give everything in my life to you
With just one expectation, your heart
When I’m in love

When a man’s in love, when a man’s in love

My cheeks get redder and my head slowly drops
I’m only looking at you as I’m on my way
My confession gushes out as if I’ve been crazily running
When a man’s in love, even if he loses ten to gain one
He gives all he has as if today is the last day so he won’t regret – all I have

Like a young child, I keep laughing for no reason
I control myself by saying that I’m different from others

 

When a man’s in love, he wants to stay by your side
There’s always so much he wants to do for you
When I’m in love, I want to give everything in my life to you
With just one expectation, your heart
When I’m in love

 

I can’t escape because I’m in too deep
The letters in my book are dancing as they form your name
As if you’re the main character of the movie, as if you’re the moon in the sky, I keep seeing you
I draw you out every day – my heart will rest only when you come into my arms
I’ll be your resting place that will never cool down

Look carefully – if you feel this, that means he’s fallen for you
If someone gives you a sign like I am right now, then please notice it

 

When a man’s in love, he wants to stay by your side
There’s always so much he wants to do for you
When I’m in love, I want to give everything in my life to you
With just one expectation, your heart
When I’m in love

When a man’s in love, when a man’s in love
When I’m in love, when I have fallen for you

 

18 thoughts on “Man In Love

  1. Wahhhh keren thorrr ^_^
    Mnrut aku itu pas aja aplgi disitu sii Sehun jdi L, mrka berdua itu mnrut aku sifat’ny sama keras diluar tpi lembut didalam jdi pas ajah ^^ Trus mnrut aku Luhan jga cocok jdi Sunggyu selain umur’ny gak jauh beda mrka itu sma2 imut, trus juga pas bgt itu jdi’ny ada moment HunHan nya. Huwaaaa betapa senang’ny saya >.<
    Pokok'ny hasil'ny keren.. Ahh iya aku juga mau trma kasih nih ke author krna aku skrng akhir'ny ngerti knp tuh si seongyeol wktu diMV lngsng kabur pas ngeliat Woohyun =D

    • iya HunHan moment😀
      selamat ya jadi senang begitu kkekeke
      wkwkwk itu kan cuma perkiraan author, aslinya kenapa yeol kabur pas ada woohyun juga author nggak ngerti hihihih
      anyway terima kasih sudah membaca dan komen :3

  2. wah keren daebbak. tpi authir pas kok milihnya
    baekhyun pas drngan adegan milih2 baju cucok bgt gitu lo..
    kris jga pas aku liat MVnya Infinite part’a dongwoo serasa liat kris
    terus bagiannya woohyun kan main piano, keahliannya lay jga sma main piano
    D.O Pinter masak pas jga ada bagian masak2 #berasa demo masak
    Kai menurut ku lucu bgt. ngebayangin kai coba2 hal tentang cewe
    sehun kan jga baru lulus #udah agak lama sih sebenernya. pas sma anak kuliahan
    luhan imut sunggyu jga imut jdi sma2 imut

    udah ah komen ku. panjang dan lbar sekali

    ^^

  3. ehehe karna aku dah tiap hari muterin MV-nya(?) , jadi aku cuma baca dikit doank.. cuma baca part Baekhyun sama D.O aja..
    waktu baca part-nya Baekhyun udh mirip banget sama part Sungjong.
    D.O-nya juga…ntah knapa aku gak bisa ngebayangin member EXO yg ada di ff itu…
    aku mah ngebayangin INFINITE-nya..hehehe

    tapi keren koq thor… Daebbak bisa ngartiin tuh MV,..hehe

    • syukur deh kalo yang Baekhyun mirip😀
      muehehe iya memang agak sulit ngebayangin mereka yang seharusnya bukan mereka (?) *apa ini lol
      makasih ya sudah baca dan komen ^^
      kamsahamnida🙂

  4. lol part-nya Kai😀
    Sehunnie aku klo fisika juga sering mbayangin kmu kok #plaakk #abaikan wkwk
    wow ternyata arti lagunya so sweet bgt yaaaaa
    overall critanya kereen thor ^^

    • author lol juga pas partnya kai😀
      ah pasti nggak cuma fisika aja nih ngebayangin sehunnie nya :p
      iya emang sosweet, makanya author pengen member exo sesosweet lagu itu ahahha *skip u,u
      kamsahamnida ne udah baca sampe akhir dan komen😉
      jeongmal gomapta ^^

  5. thor keren ceritanya….,.bias ku di infinite di tempati juga oleh bias ku di exo
    waw…….ngak kebayang jika yeoja itu aku
    #plakk d tampar author

    ceritnya asik sesuai dengan lgunya main in love infinite

    • wahh jeongmalyo? emangnya siapa sih biasnya, kok bisa ngepasan gitu ya? *author kepo😄
      author nggak nampar kok, sini tendang sekalian *gubrak! kkkk~
      kamsahamnida ne udah baca dan komen😉
      jeongmal gomapta ^^

    • wkwkwk, wah gitu ya, itu tandanya FF author jelek karena nggak bisa nge-imajinasiin member exo dengan baik ^^
      masukan lain buat author nih😀
      jeongmal kamsahamnida udah read dan komen😉

    • waah, diselesein juga dong semuanya chingu mhihii, tapi tetep kamsahamnida udah baca walaupun sebagian😀
      ayo sekarang dengerin lagunya, apalagi sama nonton mv-nya, bagus (y)
      sambil ngebayangin juga mereka-mereka kayak cast di FF author kkkk~
      jeongmal gomapta udah komen😉

    • kamsahamnida udah baca ^^
      makasih juga udah suka FF absurd author itu kkk~
      aduh iya, author juga udah bilang kan diatas, author pengen banget masukkin junmyun oppa, tapi demi reader yang kebanyakan ngebiasin cast diatas, jadinya author beratin deh u,u
      kekekeke, jadi pengen tau muka chingu kayak apa😛
      ne, hwaiting ^^ jeongmal gomapta udah komen ya😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s