Sweet Sweet Love! #3(End)

1363660091827_Josh

Title                : Sweet Sweet Love!

Author            : yeoshin

Main Cast      : Do Kyung Soo (EXO K); Song Yeon Hwa (OC)

Genre                         : Romance

Length            : Chaptered

Rating             : General, PG-17

Disclaimer      :

WARNING! Typo, Boring, Gaje. R&R, Read and Review juseyoo T,T

Authornya masih belajar jadi harap maklum yah. Saya sangat mengharapkan kritik dan sarannya. Terima kasih^^

Semoga Reader di beri rejeki dan umur yang panjang oleh Tuhan. Amin.

Jika ada kesamaan judul atau ide cerita. Itu hanya kebetulan semata. Fanfic ini murni berasal dari pikiran saya pribadi.

Summary       :

Aku adalah seorang dokter gigi yang baru membuka klinik beberapa bulan. Aku bahagia sekali dengan kehidupan baruku sebagai seorang dokter. Namun, seorang lelaki tak bertanggung jawab datang mengacaukannya tepat di hari bahagia sahabatku. Aku bersumpah akan membunuhnya. Aku bersumpah!

&

Aku adalah seorang pastry chef. Sudah kurang lebih satu tahun aku bekerja di sebuah restoran Prancis dan bertugas untuk menyajikan dessert. Aku menjadi chef beruntung yang di percaya untuk membuat kue pengantin raksasa di acara pernikahan seorang seleberitis. Namun, tiba-tiba saja muncul seorang wanita yang hampir merusak kue ku. Aku harap dia baik-baik saja. Ku harap.

Theme Song   :

Urban Zakapa – Sweety You

 

&&&

 ~Love is like a wind, you can’t see it but you can feel it.

Nicholas Sparks, A Walk To Remember~

Beginikah rasanya menjadi pengangguran? Yeon Hwa membolak-balik halaman buku penelitiannya dengan malas. Berada dirumah seharian tanpa melakukan apapun ternyata sangat membosankan. Langit di luar sana tampak sangat cerah, Yeon Hwa melirik kearah PC Laptopnya. Selama dua hari ini ia mencoba bersabar untuk tidak menyentuh benda itu. Kemudian ia melirik kearah pintu dan sweater lelaki itu yang tergantung di dinding secara bergantian. Apa orang itu ada dirumah?

Yeon Hwa menghampiri Sweater itu dan melipatnya dengan rapi. Lalu, ia menghampiri pintu apartemen dengan perasaan gugup. Entah sejak kapan ia merasa gugup seperti ini ketika memikirkan pastry chef itu. Sejak ciuman tiba-tiba itu? Atau sejak lelaki itu memegang tangannya dengan lembut?

Yeon Hwa membuka pintunya perlahan. Tampak pintu apartemen pasrty chef itu tertutup. Yeon Hwa melirik ke kiri dan ke kanan. Tingkahnya itu tampak tidak berbeda jauh dengan anak-anak pemencet bel yang sering mengganggu para penghuni apartemen.

Tiba-tiba pintu apartemen lelaki itu terbuka. Yeon Hwa yang kaget kehilangan keseimbangan hingga terjatuh. Bodoh.

Kyung Soo baru saja membuka pintu apartemennya dan melihat wanita yang tadi malam terus menghantui otaknya. Tubuhnya seakan kaku ketika melihat wajah wanita yang sangat ingin ia lihat di pagi hari itu. Apakah ini pertanda baik?

“Dokter anda baik-baik saja?” tanya Kyung Soo. Entah sejak kapan ia memanggil gadis itu dengan sebutan dokter. Tidak salah memang, namun hanya terdengar canggung.

“Ah, ne, gwenchanayo, aku hanya sedang mencari antingku. Aduh mana ya?” Yeon Hwa berlagak mencari anting-antingnya yang jatuh padahal anting mutiara itu masih bertengger manis di kedua daun telinganya. Entah mengapa sulit sekali bersikap santai pada pria ini.

“Mau ku bantu?” Kyung Soo menghampirinya.

“Ah tidak, tidak usah. Chef pergi saja, aku bisa mengurusnya. Terima kasih atas bantuannya.” Yeon Hwa tersenyum sambil menunjukan jempolnya menandakan dirinya baik-baik saja.

Dokter? Chef? Sejak kapan mereka saling memanggil dengan sebutan yang formal seperti itu?

“Tidak apa-apa aku sedang tidak buru-buru.” Kyung Soo menunduk. Yeon Hwa mendorong tubuhnya dengan hati-hati sambil menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

Anniyeyo, chef. Pergilah. Annyeonghigaseyo!

 

Suasana restoran siang ini sangat ramai, Kyung Soo dan chef lain kewalahan melayani para pengunjung restoran yang mempunyai permintaan beranekaragam. Seperti sekarang ini, Kyung Soo sedang menaruh seutas cincin di dalam tart cake berukuran mini dengan hiasan bunga mawar merah dari smoothy cream.

“Kau sedang apa?”

“Masih bertanya, kau tidak lihat aku sedang bekerja.” Kyung Soo berdecak kesal saat Baekhyun mengacaukan konsentrasinya. Namun, sepertinya Baekhyun tidak menunjukkan rasa bersalahnya, ia malah terus berkata dengan tidak sabar.

“Kau harus melihat internet sekarang.”

 

Yeon Hwa memeriksa isi kulkasnya bermaksud menemukan sekotak yogurt. Memang akhir-akhir ini ia sering merasa susah buang air besar, mungkin karena terlalu stress dengan masalah yang belakangan ini terjadi. Yeon Hwa mengendus kesal ketika tidak menemukan yogurt itu. Akhirnya ia terpaksa mengenakan jaket dan melangkah malas keluar apartemen untuk mencari sekotak yogurt.

“Kau ingat dokter gigi yang terkenal di internet itu?”

Yeon Hwa menajamkan telinganya ketika mendengar kata ‘dokter gigi yang terkenal di internet’ Tak jauh dari tempatnya berdiri ada dua orang wanita yang berbincang-bincang di depan counter sereal. Karena mini market ini sedang sepi sehingga Yeon Hwa dapat mendengar percakapan kedua orang itu dengan cukup jelas.

“Aktris Go Ah Jung yang meninggal bunuh diri itu ternyata ibunya.”

Ddar! Yeon Hwa merasa seperti ada sebuah batu besar menghantam kepalanya hingga ia harus menopangkan tubuh pada lemari pendingin mini market itu. Bagaimana bisa orang-orang itu mengetahui masa lalunya? Film-film lama yang ia kubur jauh di dalam hatinya yang paling dalam, sungguh ia tidak menyangka bahwa film-film itu terputar kembali dalam teater otaknya. Untuk dirinya yang saat itu hanya seorang gadis kecil berumur 7 tahun, kematian ibunya yang mendadak karena bunuh diri itu sungguh menggugah mentalnya. Butuh bertahun-tahun baginya untuk melupakan kejadian buruk itu.

“Benarkah? Wah! Bukan kah Go Ah Jung adalah aktris yang punya banyak skandal? Ternyata buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ckck.”

 

Baekhyun menunjukkan PC tabletnya tepat di depan wajah Kyung Soo. Untuk beberapa saat Kyung Soo tidak berkedip membaca artikel yang berjudul ‘Dokter itu ternyata putri aktris Go Ah Jung’ Aku tidak salah baca kan? Aktris bernama Go Ah Jung yang terkenal kontroversial itu sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu, wanita cantik yang sering di ceritakan oleh neneknya itu? Ternyata….

Masih melekat di ingatannya saat neneknya bercerita tentang seorang wanita cantik bernama Go Ah Jung. Menurut cerita nenek yang sudah berumur hampir satu abad itu, beliau sangat mengenal Go Ah Jung jauh sebelum dirinya di lahirkan. Neneknya pernah bekerja di keluarga Go dan menrawat Go Ah Jung di masa kecilnya. Saat gadis kecil yang ia rawat itu tumbuh dewasa dan menjadi aktris terkenal nenek tidak henti-henti memujinya, bahkan beberapa kali Kyung Soo pernah melihat wanita cantik itu berkunjung ke rumahnya untuk membesuk nenek yang sedang sakit.  Apa ini sebuah kebetulan?

“Ckck. Pantas saja wajah mereka terlihat mirip.” Baekhyun memperhatikan foto Yeon Hwa dan Go Ah Jung yang di cantumkan di artikel itu dengan seksama.

Sepertinya masalah ini telah merembet ke masa lalu wanita itu. Meskipun ia tidak tahu pasti bagaiamana perasaan wanita itu ketika masa lalu yang mungkin saja dikuburnya dalam-dalam tiba-tiba muncul secara mengejutkan. Kasus yang di alami Yeon hwa pun mulai di kait-kaitkan dengan kontroversi-kontroversi Go Ah Jung. Kyung Soo menggigit ujung kukunya sambil membaca satu persatu komentar-komentar pedas netizen. Apa yang harus ia lakukan sekarang untuk melindungi wanita itu?

 

Yeon Hwa tertunduk lemas di lantai. Yogurt yang dimaksudkan akan segera diminum itu dibiarkan tergeletak di atas meja makan. Wajahnya yang tadi biasa-biasa saja kini terlihat pucat dan frustasi. Otaknya seakan tidak bisa bekerja sempurna, organ itu seakan kesulitan mencerna informasi yang mengejutkan itu. Tiba-tiba saja Yeon Hwa merasa sangat pusing.

Kyung Soo berdiri di depan pintu apartemen wanita itu. Tangannya kini berada di permukaan bel namun ia seolah tidak mempunyai tenaga yang cukup untuk memencet benda itu. Setelah membaca artikel itu ia langsung berlari ke apartemen. Apa lagi kalau bukan untuk memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja. Tapi, sekarang rasa khawatirnya itu di kalahkan oleh rasa takut. Kyung Soo mengurungkan niatnya. Tiba-tiba pikiran rasionalnya kembali dan menyuruhnya untuk kembali ke restoran.

&&&

“Kring… Kring….”

Suara telepon yang terletak di samping meja kerja itu memekik di seluruh ruangan apartemen. Yeon Hwa membuka matanya perlahan dan sinar matahari pagi langsung menyapa wajahnya yang pucat. Dengan malas Yeon Hwa bangkit dari sofa untuk menghampiri telepon rumahnya.

 

Yeon Hwa menyalakan mobilnya dengan tergesa-gesa. Setelah mendapat telepon dari Rumah Sakit, Yeon Hwa bergegas bersiap-siap dan pergi ke yayasan secepat mungkin. Entah apa yang akan ia terima kali ini. Mungkin ia akan disuruh membuat surat pengunduran diri atau menerima surat perintah untuk pindah ke wilayah terpencil. Kini Yeon hwa pasrah dengan karirnya dan memutuskan untuk siap menerima hukuman apapun.

 

Kyung Soo melihat Yeon Hwa keluar dari apartemen dengan tergesa-gesa. Ia sengaja menyembunyikan diri di balik pohon akasia yang tumbuh di depan apartemen saat mobil wanita itu keluar dari parkiran.

“Semoga kau bahagia, selama ini selalu merepotkanmu, aku minta maaf.” Gumam Kyung Soo sambil menatap belakang mobil sedan itu yang kini menghilang di ujung jalan.

 

“Apa? Pernyataan permintaan maaf? Kau tahu apa yang kau lakukan? Restoran ini bisa  bangkrut karena ulah mu itu. Hapus pernyataan itu sekarang juga!” Manager Kim menggebrak meja dan berteriak marah pada Kyung Soo di pagi hari yang cerah ini. Kyung Soo bergeming, ia menatap lurus ke depan. Keputusan ini sudah ia pikirkan semalaman. Setelah melihat sendiri penderitaan wanita itu akibat ketidaksengajaannya, ia memutuskan bahwa ini lah satu-satunya jalan yang dapat ia lakukan untuk melindungi wanita itu.

Kyung Soo mengeluarkan sebuah amplop putih dari dalam saku seragam putihnya dan meletakkannya di atas meja manager Kim.

“Maaf, saya tidak bisa melakukannya. Terima kasih atas perlakuan baik anda selama ini.” Kyung Soo menunduk sopan kemudian berbalik dengan mantap.

“Aku tidak butuh surat pengunduran dirimu! Aku mau kau menghapus pernyataan itu sekarang!”

Kyung Soo menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menatap manager Kim. Sepertinya ia melupakan sesuatu. Kyung Soo merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan kunci apartemen dan menyerahkannya pada manager Kim. Setelah itu ia kembali menunduk hormat dan meninggalkan ruangan itu bersama manager Kim yang frustasi di dalamnya.

 

“Selamat. Kau dapat membuka klinik mu kembali. Rencana pemindahanmu pun di batalkan.”

Yeon Hwa berdiri mematung ketika mendengar pernyataan mengejutkan itu. Aku tidak mimpikan? Yeon Hwa mencubit pergelangan tangannya untuk memastikan.

“Orang itu menulis surat pernyataan dan permintaan maafnya di situs jejaring sosial. Netizen menanggapinya dengan baik dan  mereka juga meminta maaf kepadamu dan rumah sakit kita.” Kepala bagian kesehatan gigi melanjutkan penuturannya dengan tegas.

“Yang anda maksuk sebagai ‘orang itu’ siapa?”

“Pastry chef itu, kau tidak melihat internet? Pernyataan itu diliris tadi malam. Aku harap kau tidak membuat kesalahan lagi. Mengerti?”

Pastry Chef? Orang itu?!

 

Surat permintaan maaf dari Do Kyung Soo, seorang pastry chef yang terkenal karena kepiawaiannya menyelamatkan undangan pernikahan itu kini menjadi perbincangan hangat di internet. Di dalam pernyataan itu Kyung Soo menyebutkan bahwa semua kejadian di pesta pernikahan itu adalah murni kesalahannya yang tidak berhati-hati saat bekerja dan menimbulkan kerugian bagi Song Yeon Hwa.

Yeon Hwa berlari tergesa-gesa menuju restoran Prancis tempat Kyung Soo berkerja. Ia mencegat seorang pelayan wanita dan menanyakan keberadaan Kyung Soo pada wanita itu. Namun, ternyata justru jawaban tak terduga keluar dari mulut pelayan itu.

“Do Chef, sudah mengundurkan diri tadi pagi.”

Setelah mendengar jawaban itu Yeon hwa berlari menuju mobilnya dan melaju cepat menuju apartemen, berharap pria itu belum meninggalkan apartemennya.

“Chef! Chef! Kyung Soo-ssi!!” Yeon Hwa menggedor pintu apartemen itu dan berteriak sekuat yang ia mampu. Namun, tatap tidak ada jawaban dari dalam sana. Seorang bocah laki-laki yang lewat menatapnya heran.

Noona sedang apa?”

“Kau, lihat hyung yang tinggal disini?” Yeon Hwa menunjuk pintu apartemen dan bertanya dengan tidak sabar.

“Oh, Hyung itu baru saja pergi dengan tas yang sangat besar.” Jawab anak itu polos kemudian melengos begitu saja tanpa memperdulikan wajah Yeon Hwa yang hampir menangis.

 

Yeon Hwa berlari kesana kemari sambil menajamkan pandangan dengan harapan akan menemukan orang itu segera sebelum semuanya terlambat. Ia berusaha mengatur napasnya yang terengah. Sekarang dimana ia bisa menemukan laki-laki itu? Di stasiun ini ada begitu banyak orang dan dia tidak tahu laki-laki itu akan menggunakan kereta yang mana. Satu-satunya harapannya saat ini adalah semoga saja laki-laki itu belum masuk kedalam kereta.

Stasiun Seoul siang ini terlihat sangat padat, Kyung Soo memasukkan tiketnya ke dalam saku jaketnya. Tapi, tiba-tiba tenggorokannya terasa kering, lalu ia memutuskan untuk mencari mesin minuman dingin. Setelah berjalan sebentar ia menemukan sebuah mesin minuman. Kyung Soo memasukkan beberapa koin dan memencet tombol minuman yang ia inginkan.

“Kereta tujuan Gwang Ju telah tiba, penumpang di harapkan untuk bersiap-siap.”

Kyung Soo membuka kaleng kopinya dan meneguknya sedikit sambil berjalan cepat menuju peron.

Yeon Hwa menggaruk-garuk kepalanya frustasi, ia tidak menemukan pria itu dimana pun. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Karena terlalu sibuk berpikir Yeon Hwa tidak menyadari tasnya terkait benang dari jaket seseorang.

Stasiun yang bertambah penuh dengan penumpang membuat Kyung Soo kesulitan untuk berjalan. Terlalu banyak orang yang menghalangi pandangannya dan mendesaknya kesana kemari. Bahkan ia tidak menyadari benang jaketnya menjuntai dan mengait tas seorang wanita.

Yeon Hwa yang merasakan tasnya ditarik-tarik segera menoleh. Ia memeriksa tasnya dengan panik, ternyata ada benang yang mengait resleting tasnya seketika itu Yeon Hwa merasa sangat gugup. Sebenarnya ia tidak terlalu tertarik dengan benang jaket itu. Yang membuatnya tertarik adalah si pemilik jaket.

Kyung Soo memutar tubuhnya ketika merasakan jaketnya tertarik sesuatu. Waktu seakan berhenti ketika ia bertatapan dengan wanita itu. Untuk apa wanita itu ada di stasiun ini? Butuh beberapa waktu bagi Kyung Soo untuk memastikan bahwa ia tidak sedang berhalusinasi.

Ya! Nappeun Saram! Bagaimana kau bisa pergi begitu saja! Dasar laki-lakti tidak bertanggung jawab! Aku sudah hampir gila karena mencarimu. Tapi, kenapa ekspresimu hanya seperti itu!”

Suara teriakan wanita itu membuatnya terasadar dan membuat mereka menjadi pusat perhatian. Lagi-lagi wanita ini tidak menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Kyung Soo tersenyum sambil mendekat kearah wanita itu.

“Kenapa dokter ada disini?”

“A…aku, um… itu! Sweater-mu! Aku belum mengembalikannya! Bagaimana kau pergi begitu saja dan meninggalkan sweater kesayanganmu itu!” Yeon Hwa yang sempat blank karena tidak menemukan alasan yang tepat untuk berada disini akhirnya menemukan alasan yang bagus. Walaupun mungkin tidak akan ampuh untuk menahan laki-laki ini pergi.

“Hanya itu?” delik Kyung Soo. Yeon Hwa tertegun, ia baru menyadari ada hal lain yang lebih mendasar yang mengharuskan laki-laki itu untuk tetap berada di sisinya. Namun, ia tidak mampu menyebutkannya lidahnya terasa kaku akhirnya ia hanya bisa menunduk.

“Kau bisa menyimpannya, untuk kenang-kenangan. Maafkan aku karena aku kau mengalami masa-masa yang sulit. Mungkin kita tidak akan bertemu lagi, tapi berjanjilah bahwa kau tidak menyimpan dendam padaku lagi.” Tutur Kyung Soo pelan saat tak ada sahutan dari bibir mungil Yeon Hwa. Lalu ia menunduk memberikan salam terakhirnya pada dokter itu.

Setelah Kyung Soo berjalan menjauh, Yeon Hwa akhirnya menemukan alasan yang paling tepat untuk menahan laki-laki itu pergi. Ia ingin laki-laki itu tetap menjadi tetangganya, ia ingin laki-laki itu tetap menjadi pastry chef yang menyebalkan, ia ingin laki-laki itu membuatkannya pudding coklat, ia menginginkan laki-laki itu disisinya karena ia mencintainya.

“Tunggu!” teriak Yeon hwa. Kyung Soo berbalik ketika ujung jaketnya di tarik oleh Yeon Hwa.

“Kau tidak boleh pergi karena….”

Kyung Soo menatap Yeon Hwa dalam-dalam, menunggu kelanjutan dari kalimat itu. Yeon Hwa menggaruk-garuk kepalanya karena gugup. Karena ia tidak sanggup mengatakannya. Di saat otaknya berpikir begitu keras, sebuah tangan merangkul tubuhnya dan membenamkan jiwanya dalam perasaan yang aneh. Perasaan yang begitu lembut, selembut angin musim semi yang berhembus pelan memasuki stasiun ini. Yeon Hwa tidak sempat terkejut dengan pelukan yang tiba-tiba ia dapatkan dari laki-laki ini. Bahkan saat merasakan napas Kyung Soo di lehernya.

“Kau tau apa lagi yang lebih manis dari coklat?” Bisik Kyung Soo. Yeon Hwa merasakan napasnya seakan tercekat hingga ia tidak dapat berkata apa-apa. Kyung Soo melepaskan pelukannya namun tidak melepaskan tangannya dari tubuh wanita itu.

Yeon Hwa kembali merasakan angin musim semi yang menyapu habis otaknya dan membawa pergi pikirian rasionalnya. Seketika itu ia merasakan sebuah sentuhan lembut di bibirnya. Sentuhan lembut dari bibir laki-laki itu terasa sangat manis, laki-laki ini benar ada sesuatu yang lebih manis dari coklat dan ia yakin tidak akan membuatnya sakit gigi.

Kyung Soo tidak melepaskan bibirnya begitu saja walaupun ia sadar betul bahwa orang-orang disekitar mulai memperhatikan mereka. Yeon Hwa memejamkan matanya merasakan manisnya ciuman laki-laki ini.

Saranghae

The End

 

13 thoughts on “Sweet Sweet Love! #3(End)

  1. Aigoooo endingnya sweet bangett*O*
    Jarang2 loh genrenya romance tp castnya kyungsoo~hahaha
    Sequel dong thorrr pehlisseu:3

  2. Yaaaa!!!! Do kyungsoo kenapa dia manis banget disini o.o *mau dong dibuatin kue sama dio* author, ini ceritanya bagusssss ‘-‘) bikin sequelnya boleh lho =3

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s