True Love #7

TRUE LOVE

TL2

                           

Tittle                : True Love (Part 7)

Author             : Jellokey

Main Cast        :

Kim Jong In (Kai EXO-K)

Oh Sehoon (Sehun EXO-K)

Luhan (Lu Han EXO-M)

Kim Joon Myun (Suho EXO-K)

Kang Jeo Rin (OC)

Shin Min Young (OC)

Support Cast   :

Wu Fan (Kris EXO-M)

Park Chanyeol (Chanyeol EXO-K)

Kim Min Ra (OC)

Jang Mi Sun (OC)

and others

Cameo             : Lee Taemin (Taemin of SHINee)

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, Family, School Life

Rating             : PG-17

 

Annyeong, yeorobun!! I’m back. Aku hiatus cuma sebentar. Di part ini aku banyakin dikit. Buat Cha Myung Ra, mian, aku Cuma bisa buat cerita kamu di part ini. Sama kayak Kris dan Misun cerita kamu tersirat. Mianhae… jeongmal L Happy Reading, yeorobun😀 sorry for typos.

 

 

Suho terus memikirkan pesan Kai. Ditambah lagi pagi ini ia tidak berangkat dengan Jeo Rin. Saat dia menjemput Jeo Rin, Han ahjumma bilang kalau kalau Jeo Rin berangkat dengan Min Young. ‘Kenapa dia tidak pernah mengabariku?’ pikir Suho saat membuka lokernya. Ia menatap bingung amplop cokelat yang ada di atas buku-bukunya. ‘Amplop apa ini?’ pikirnya. Suho memasukkan beberapa buku ke tasnya. Ia hendak membuka amplop itu tapi terhenti karena bel masuk berbunyi. ‘Aku akan membukanya nanti.’ Suho memasukkan amplop itu kedalam tas lalu berjalan menuju kelasnya.

 

…………………….

 

Suho benar-benar dibuat penasaran dibuat amplop tanpa identitas itu. Saat jam istirahat ia pergi ke taman belakang sekolah membawa amplop dan menemui Jeo Rin tentunya. Ia menghubungi handphone Jeo Rin tapi percuma, Jeo Rin belum juga mengaktifkan handphonenya. Suho sudah sampai di taman belakang sekolah. Ia tidak melihat Jeo Rin di sana. ‘Mungkin sebentar lagi dia datang.’ Suho duduk di bawah pohon. Ia melihat amplopyang ia pegang sedari tadi. Ia segera membuka amplop itu dan ia sangat terkejut mendapati benda yang berada di dalamnya. Foto-foto Jeo Rin dan Kai yang melakukan hubungan intim. Suho meremas foto yang ia pegang. ‘Jadi ini alasan ia menghilang?’

“Bagaimana? Apa kau suka, Kim Suho?” Kai keluar dari balik pohon. Sejak tadi dia sudah ada di sana. Menunggu Suho datang. Ia tahu tempat ini istimewa bagi Suho dan Jeo Rin. Dan tempat ini juga tempat kehancuran hubungan Suho dan Jeo Rin. Itu pikiran Kai. Suho langsung melayangkan tinjunya pada Kai. Mencengkeram kemeja Kai.

“Apa yang kau lakukan pada Jeo Rin?”

“Bermain. Wae? Kau tidak pernah melakukannya dengan Jeo Rin? Tentu saja. Aku namja pertama yang menyentuhnya.” Kai menyeringai.

“Brengsek! Kau pasti menjebak Jeo Rin.” Suho melayangkan pukulannya beberapa kali pada Kai.

“Kami melakukannya dalam keadaan sadar. Kau tahu? Jeo Rin sangat liar di ranjang. Dia memuaskanku.” Suho benar-benar emosi. Ia terus memukul Kai sampai Kai terjatuh di rumput.

“Kau benar-benar pengacau dalam hidupku.”

BUGH!

Kai yang sedari tadi diam membalas Suho.

“Aku tidak pernah main-main dengan kata-kataku. Kau lihat aku sudah merebut Jeo Rin darimu. Dan pukulan yang kau berikan kuanggap kau melepas Jeo Rin.” Kai mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Lalu meninggalkan Suho.

“Arrrgh… Aku kecewa padamu, Jeo Rin. Aku mencintaimu.. Kenapa kau lakukan ini padaku?”

 

…………………

 

“Sehunnie..” panggil Min Young yang melihat Sehun baru keluar dari kelasnya. Begitu bel pulang sekolah berbunyi Min Young cepat-cepat menuju kelas Sehun. Sehun menatap Min Young sebentar lalu berjalan melewatinya.

“Dengarkan aku.” Min Young menahan tangan Sehun.

“Kau salah paham.”

“Lalu ke mana kau selama ini? Sibuk dengan Kai?” Sehun melepas tangan Min Young lalu pergi.

“Oppa…”

“Kalian kenapa?” tanya Lu Han yang baru keluar dari kelas.

“Sehun salah paham padaku, oppa.”

“Salah paham? Kalian bertengkar?”

“Dia mengira aku selingkuh dengan Kai.”

“Kai?”

“Dia melihatku menemui Kai. Dan saat itu Kai mencium pipiku.”

“Kalau aku jadi Sehun aku juga akan bersikap seperti itu. Namja mana yang tidak cemburu melihat yeojanya dicium namja lain.”

“Kalian salah. Aku menemui Kai untuk membicarakan suatu masalah.”

“Masalah apa?”

“Mian, oppa. Aku tidak bisa memberitahumu. Aku pulang duluan, oppa.” ‘Kai, you’re troublemaker.’ batin Min Young.

 

……………………….

 

“Min Young? Kau menghalangi jalanku.” Kai berhenti karena Min Young berdiri di depannya.

“Kau benar-benar pembuat masalah.” Kai bingung mendengar perkataan Min Young.

“Sehun marah padaku.”

“Apa hubungannya denganku?”

“Kenapa kau menciumku waktu itu? Sehun marah karena melihatnya.”

“Aku hanya ingin menciummu.”

“Nappeun namja.. Kenapa harus ada namja sepertimu. Kau…”

GREB!

Min Young terkejut. Kai memeluknya. Dibaliknya Kai menyeringai. Seringaian yang ditujukan pada Sehun. Kai melakukannya karena melihat Sehun dari kejauhan yang akan melewati mereka.

“Kalian benar-benar cocok.” ‘Suara ini? Sehun?’ Dengan cepat Min Young mendorong Kai. Mengejar Sehun yang sudah meninggalkan tempat itu.

“Semoga hubungan kalian hancur seperti hubungan Suho dengan Jeo Rin.” Kai tersenyum licik.

 

……………….

 

“Sehunie! Oppa!!” Min Young terus mengejar sambil memanggil Sehun. Sehun mempercepat langkahnya. Min Young langsung memegang pergelangan tangan Sehun begitu dekat dengan Sehun. Membuat Sehun berhenti.

“Oppa, kau salah paham. Aku….”

“Apalagi? Waktu itu dia menciummu. Sekarang memeluk!” Min Young terkejut melihat ekspresi Sehun. Marah. Dia baru saja melihatnya.

“Jangan temui aku lagi.” kata Sehun datar. Meninggalkan Min Young yang mematung. Air bening keluar dari kedua mata Min Young.

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan, oppa.”

 

…………………

 

Seminggu berlalu. Jeo Rin belum juga berani menemui Suho. Ia tidak sanggup melihat orang yang ia cintai. Kejadian saat ia terbangun dengan Kai yang memeluknya selalu terlintas begitu ia teringat Suho.

“Kau belum menemui Suho oppa, Jeo Rin-ah?” tanya Min Young pada Jeo Rin saat mereka memasuki gerbang sekolah.

“Aku belum siap, Young-ah. Dia pasti akan meninggalkanku kalau tahu tentang itu. Aku tidak mau dia meninggalkanku.” kata Jeo Rin sedih.

“Aku tidak tahu solusi yang terbaik untuk masalahmu. Tapi menurutku kau harus memberitahu Suho oppa.”

“Aku belum siap.”

“Young-ah, apa kau sedang ada masalah dengan Sehun oppa? Aku jarang melihat kalian bersama.”

“Kami baik-baik saja.” kata Min Young menutupi. Tiga hari ini dia juga berusaha menjelaskan yang sebenarnya pada Sehun. Sayangnya dia tidak pernah bisa bertemu dengan Sehun.

Tapi dia seperti marah padamu. Apa karena kau sering bersamaku?”

“Ani. Kenapa kau berpikir seperti itu? Kami baik-baik saja, Jeo Rin-ah.” Tanpa mereka sadari, sedari tadi Kai berjalan di belakang mereka. ‘Jadi, Suho belum bertindak? Hubungan mereka belum berakhir? Kalau begitu biar aku yang bertindak. Kau terlalu lama, Suho.’ Kai menyeringai.

 

…………………..

 

Min Young terus mendatangi atap sekolah dan perpustakaan, tapi ia tidak menemukan Sehun di sana. ‘Dia benar-benar menghindariku seperti waktu itu.’ batin Min Young. Tiba-tiba Min Young teringat suatu tempat. ‘Ruang kelas. Pasti oppa ada di sana.’ Min Young segera melangkahkan kakinya menuju ruangan kelas tak dipakai saat dulu Sehun menghindarinya. ‘Benar. Dia ada di sini.’ batin Min Young. Min Young menutup pelan pintu kelas tidak dipakai itu. Saat ini Sehun sedang duduk di sebuah meja sambil melihat murid-murid yang berjalan menuju gerbang sekolah. Pelajaran baru saja usai lima belas menit yang lalu.

“Sehunnie!” Sehun langsung menoleh ke sumber suara dengan tampang datarnya.

“Buat apa kau kemari? Kau tidak dengar apa yang kubilang waktu itu? Jangan temui aku.” kata Sehun datar masih dengan tampang datarnya. Min Young berjalan mendekati Sehun dan berdiri tepat di depan Sehun. Sedangkan Sehun mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

“Aku mohon dengarkan aku. Maaf karena aku membatalkan janji kita dan menemui Kai. Tapi aku menemuinya bukan seperti yang ada di pikiranmu. Aku menemuinya karena ingin membicarakan suatu masalah. Berjanjilah padaku untuk tidak memberitahu hal ini pada siapa pun, terutama Suho oppa.” Sehun masih tidak peduli. Min Young menghela napas melihat Sehun dan karena hal yang akan ia sampaikan.

“Jeo Rin… Kai ‘meniduri’ Jeo Rin saat liburan di Pulau Jeju.”

“Mwo?” Sehun terkejut. Ia tidak menyangka. ‘Apa Suho sudah tahu?’ batin Sehun.

“Aku menemuinya karena hal itu. Aku memintanya untuk bertanggungjawab atas hal yang telah ia lakukan. Aku tidak sanggup melihat Jeo Rin yang depresi saat itu. Selama kita tidak bertemu aku bersama Jeo Rin, menyemangatinya untuk bangkit. Dan saat itu aku tidak tahu kenapa kai mmmph….” Perkataan Min Young terputus karena ciuman Sehun. ‘Apa Kai mencium Min Young karena tahu aku melihat mereka?’ pikir Sehun.

“Kenapa kau tidak memberitahuku?” Sehun menangkup wajah Min Young. Menempelkan dahinya di dahi Min Young.

“Mianhae, oppa. Aku sudah berjanji pada Jeo Rin untuk tidak memberitahu pada siapa pun. Tolong jangan beritahu Suho oppa. Jeo Rin takut Suho oppa meninggalkannya.”

“Ne. Maafkan aku. Aku sudah salah paham padamu.”

“Aniyo. Oppa tidak salah. Aku yang harus minta maaf karena tidak berterusterang padamu.”

“Kita sama-sama salah.” Sehun tersenyum pada Min Young dan Min Young balas tersenyum pada Sehun. Sehun kembali mendaratkan bibirnya di bibir Min Young. Melumat bibir Min Young lembut sedangkan Min Young memejamkan matanya menikmati ciuman namjachingunya. Min Young mendorong Sehun pelan merasakan oksigennya menipis.

“Oppa, kau membuatku kehabisan napas.” kata Min Young tersengal.

“Kau mau kuberi napas buatan?” Sehun tersenyum jahil.

“Opp…” kata Min Young terputus karena Sehun menciumnya lagi.

“Jangan dekat-dekat dengan namja lain.” Sehun memeluk Min Young.

“Kenapa? Apa aku juga tidak boleh dekat dengan Lu Han dan Suho oppa?”

“Kau membuatku cemburu. Maksudku namja seperti Kai.”

“Ne.” Min Young hendak melepas pelukan mereka.

“Biarkan seperti ini. Tidak bertemu denganmu benar-benar menyiksaku.”

 

………………………

 

“Jeo Rin-ah, kau belum memberitahu Suho oppa?” tanya Min Young yang sedang duduk di tempat tidur Jeo Rin.

“Belum.”

“Apa kau tidak merasa ada yang aneh pada dirimu?”

“Maksudmu?” Jeo Rin yang tadinya berada di meja belajarnya menghampiri Min Young di tempat tidur.

“Kai sudah melakukan ‘itu’ denganmu. Apa…”

“Hamil maksudmu?” Jeo Rin memotong ucapan Min young.

“Mianhae. Aku hanya merasa Kai menjebakmu. Dia tidak benar-benar melakukan ‘itu’ padamu.” Jeo Rin tampak berpikir.

“Saat pesta malam itu aku sedang bicara dengan Eun Na eonni. Dia memberikan minuman padaku..” Jeo Rin menghentikan kata-katanya. ‘Apa Eun Na eonni memasukkan sesuatu ke dalam minumanku? Ani. Tidak mungkin eonni melakukannya.’ batin Jeo Rin.

“Setelah meminum minuman itu kepalaku pusing. Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Saat pagi aku bangun, aku memakai kemeja Kai dan Kai memelukku. Aku hanya ingat itu.” ‘Apa Kai menjebakku? Kalau dia melakukan ‘itu’ padaku pasti sekarang aku hamil. Saat itu adalah masa suburku. Kenapa aku bodoh sekali? Aku bahkan tidak merasakan sakit pada bagian vitalku.’ batin Jeo Rin.

“Kau benar, Young-ah. Kai menjebakku.” Jeo Rin tersenyum. ‘Aku tidak akan kehilangan Joonmyun oppa. Tapi apa tujuan Kai melakukannya?’

 

………………….

 

Pagi yang cerah. Jeo Rinn terus tersenyum menuju kelasnya. Tidak ada yang ia takutkan tentang insiden itu. ‘Aku merindukanmu, oppa.’ batin Jeo Rin. Ia berencana menemui Suho sepulang sekolah. Semua berjalan seperti biasa, sampai saat pulang sekolah Jeo Rin yang hendak menuju taman belakang dihalangi oleh sunbaenya.

“Permisi, sunbae.” kata Jeo Rin sopan.

“Aku harus bayar berapa supaya bisa tidur denganmu?” Jeo Rin menatap sunbaenya tidak mengerti.

“Aaah… Aku lupa. Kau anak salah satu pengusaha di Korea. Kau pasti tidak membutuhkan uang lagi. Apa kau melakukan ‘itu’ untuk bersenang-senang?” tanya sunbae Jeo Rin yang bernama Lee Taemin.

“Apa maksud sunbae?”

“Apa namja itu Suho? Kau tahu, aku sudah tertarik padamu sejak pertama kali melihatmu. Dan kalau kau melakukan itu untuk bersenang-senang, aku bisa memuaskanmu setiap hari.” Namja itu mendekat ke Jeo Rin.

“Jangan pura-pura tidak tahu, Jeo Rin. Pergilah ke mading. Aku menunggumu di SKY Hotel nanti malam. Jangan lupa.” Taemin meniggalkan Jeo Rin. ‘Apa maksud sunbae itu?’ Jeo Rin pun segera berjalan menuju mading.

 

……………….

 

“Dasar yeoja murahan.” Begitulah yang Joe Rin dengar setiap berpapasan dengan siswa menuju mading. ‘Siapa yang murahan?’ batin Jeo Rin.

“Kenapa Suho sunbae mau pacaran dengan yeoja murahan seperti Jeo Rin?” Jeo Rin mendengar siswa seangkatannya berbisik-bisik di belakangnya.

“Pasti dia merayu Suho sunbae.” ‘Aku murahan? Apa yang mereka bicarakan?’ Semua orang langsung menepi begitu melihat Jeo Rin.

“Murahan. Jangan sampai aku bersentuhan dengannya.”

“Kau mau bermain denganku, Jeo Rin?”

“Ternyata seperti itu tubuhmu. Sexy.” Jeo Rin tidak mempedulikan ucapan orang-orang. Ia langsung melihat mading. Matanya terbelalak melihat foto di mading. ‘Siapa yang melakukan ini?’ Jeo Rin langsung mencabut sebuah foto dirinya yang sedang berciuman panas dengan seorang namja hanya mengenakan pakaian dalam tetapi wajah namja itu diblur. Jeo Rin merobek foto itu menjadi potongan-potongan kecil. ‘Joonmyun oppa!’ nama itu langsung melintas di pikiran Jeo Rin. ‘Apa oppa sudah melihat foto menjijikkan itu?’ Jeo Rin berlari menuju taman belakang sekolah. Tidak ia pedulikan orang-orang yang mencerca dirinya.

 

………………….

 

Jeo Rin melihat Suho yang duduk bersandar di bawah pohon.

“Oppa…” Suho langsung membuka matanya begitu mendengar suara orang yang mengecewakannya. Ia bangkit berdiri, memakai tas dan mengambil amplop cokelat.

“Oppa… Foto itu tidak benar. Aku dijebak.” Jelas Jeo Rin. Suho menatap Jeo Rin dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Ingin sekali saat ini ia mengeluarkan emosinya, tapi ia tidak bisa.

“Benarkah? Tapi kau menikmatinya kan?” Suho melemparkan amplop cokelat pada Jeo Rin. Jeo Rin langsung membukanya. Ia tidak percaya. Suho memiliki begitu banyak foto yang dilakukan Kai padanya malam itu. Bahkan wajah Kai tidak diblur.

“Ini tidak benar, oppa. Tidak terjadi apa-apa malam itu.” kata Jeo Rin dengan mata berkaca-kaca.

“Jangan-jangan kau sudah lama berhubungan dengan Kai di belakangku. Kau hanya pura-pura tidak mengenalnya saat denganku.”

“Aku benar-benar tidak mengenalnya. Tidak terjadi apa-apa malam itu. Dia menjebakku.” Jeo Rin menangis.

“Aku mencintaimu, oppa…”

“Kau masih bisa mengatakan itu? Setelah apa yang kau lakukan padaku kau masih sanggup mengatakannya, hah?” bentak Suho. Matanya memerah.

“Oppa, itu… tidak.. benar….”

“Hampir empat tahun. Dan semuanya sia-sia. Kita cukup sampai di sini.” Suho berjalan melewati Jeo Rin.

“Andwae… Oppa tidak boleh meninggalkanku..” Jeo Rin memeluk Suho dari belakang. Dengan kasar Suho melepas tangan Jeo Rin. Berjalan meninggalkan Jeo Rin di sana.

“Aku mencintaimu, oppa!!” Jeo Rin terduduk di rumput. Tangisannya semakin keras. Dengan pandangan yang kabur Jeo Rin melihat foto-foto yang berserakan di rumput.

“Nappeun namja… Aku membencimu!” Ia menyobek foto-foto itu melampiaskan emosinya walaupun ia takkan puas. Tak jauh dari tempat itu, ada Kai yang melihat mereka dari awal.

“Berhasil. Kau membenciku, Rin-ah? Aku anggap kau mencintaiku. You’re mine, baby. Now and forever.” Kai menyeringai.

 

……………

 

Berita putusnya Suho dengan Jeo Rin sudah menyebar di sekolah. Cercaan terus menghujani Jeo Rin walaupun insiden itu sudah lama dan hal itu biasa  di EXO High School. Hanya Min Young, Misun, dan Min Ra yang percaya kalau ia dijebak Kai. Dan yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah menghibur Jeo Rin. Tidak ada sanksi yang Jeo Rin dapat karena foto itu. Pihak sekolah sudah tahu seperti apa murid-murid mereka. Siswa di EXO High School hanya mau bersenang-senang. Tapi baru Jeo Rin yang dengan santainya menempelkan foto yang dianggap pribadi di mading. Padahal bukan dia yang melakukannya. Dia hanya korban.

“Kenapa kau diam saja, Jeo Rin-ah? Katakan pada mereka kalau itu tidak benar.” Kata Min Young yang diikuti anggukan dari temannya yang lain.

“Percuma. Mereka pasti sama seperti Joonmyun oppa. Tidak percaya kalau aku dijebak.”

“Sebenarnya, apa tujuan nappeun namja itu melakukannya?” tanya Min Ra pada Jeo Rin yang terdiam melihat Suho berjalan dengan seorang yeoja, Choi Eun Na. Suho bahkan tersenyum pada Eun Na. Teman-temannya mengikuti arah pandang Jeo Rin. Mereka menatap iba pada Jeo Rin. ‘Secepat itu Joonmyun opa melupakanku? Kau tahu, oppa? Aku sangat mencintaimu.’ Batin Jeo Rin. Matanya berkaca-kaca.

“Jeo Rin-ah…” panggil Min Young.

“Aku baik-baik saja.” Jeo Rin mengusap matanya. Jeo Rin menatap tajam orang yang baru saja masuk ke cafetaria. Ia merasakan kebencian yang teramat dalam melihat namja itu-Kai- tertawa dengan teman-temannya di atas penderitaan Jeo Rin. ‘Sudah cukup aku berdiam diri. Namja brengsek itu sudah membuatku kehilangan harga diri dan Joonmyun oppa. Aku harus memberinya pelajaran.’ Batin Jeo Rin.

 

………………..

 

Sebenarnya Suho sangat terpuruk karena Jeo Rin. Selama ini ia hanya pura-pura baik-baik saja untuk menutupi keterpurukkannya. Sekarang Lu Han dan Sehun sedang berada di apartemennya. Lu Han dan Sehun asyik bermain playstation sedangkan Suho tiduran di sofa sambil memandangi handphonenya. Memandangi foto-foto Jeo Rin, foto-foto dirinya dengan Jeo Rin yang entah berapa banyak.

“Aku tidak bisa melupakan Jeo Rin.” Sontak Lu Han dan Sehun menghentikan permainan mereka.

“Tapi kau terlihat senang bersama Choi Eun Na. apa kalian pacaran?” tanya Lu Han.

“Ani. Kami hanya berteman. Dia mencoba menghiburku.”

“Tapi dia seperti menyukaimu, Suho.” Lanjut Lu Han.

“Itu tidak mungkin. Kami berteman. Apa yang harus kulakukan? Menghabisi namja brengsek itu sampai mati pun tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula.”

“Min Young mengatakan padaku kalau Kai menjebak Jeo Rin. Dia tidak melakukan ‘itu’ pada Jeo Rin. Kau tahu kan? Bagi perempuan yang pertama kali melakukan itu akan terasa sakit. Dan Jeo Rin bilang ia tidak merasakan sakit itu. Mungkin foto itu rekayasa Kai.” Kata Sehun.’Aku tidak percaya kau melakukannya, Kai.’ Batin Lu Han.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan kalau itu tidak benar.” Suho teringat foto adegan panas itu.

“Ada. Min Young bilang saat itu adalah masa subur Jeo Rin. Kalau Kai benar-benar melakukannya pasti Jeo Rin hamil sekarang.” Lanjut Sehun.

“Benar, Suho. Jeo Rin baik-baik saja sampai sekarang, perutnya tidak membesar.” Lu Han menimpali. Suho berpikir, ‘tanda-tanda hamil, saat ahjumma mengandung dulu yang ia rasakan tidak enak badan, wajah pucat, dan mual-mual. Aku melihat tanda-tanda itu pada Jeo Rin.’ Suho masih terus memperhatikan Jeo Rin.

“Jeo Rin hamil.” Lu Han dan Sehun menatap Suho.

“Perut yeoja yang mengandung akan membesar saat usia kandungannya tiga bulan ke atas. Kalian tahu kan tanda-tanda orang hamil seperti apa?” Lu Han dan Sehun mengangguk.

“Gejalanya seperti masuk angin.” Kata Lu han.

“Aku melihat Jeo Rin mengalami hal itu.”

“Bisa saja Jeo Rin masuk angin.” Sehun meyakinkan Suho.

“Selama itu? Sepertinya aku memang ahrus benar-benar melupakan Jeo Rin. Kalau pun aku bersamanya, Kai dan Jeo Rin akan terus berhubungan karena anak itu.”

“Kau terlalu berpikir jauh Suho.” Sehun kesal. ‘Dia dokter atau apa sih?sampai punya prediksi sejauh itu.’ Batin Sehun.

 

………………….

 

Kris menghampiri Chanyeol dengan wajah suntuknya. Ia langsung menuang wine ke dalam gelas dan meminum dalam sekali teguk. Ia bahkan mengusir yeoja yang menggodanya. Chanyeol tidak peduli. Ia masih asyik dengan yeoja yang ada di sampingnya. Tak lama kemudian Kai datang dan dudu di sebelah Kris. Menuangkan wine ke gelas, memainkan gelasnya lalu meminum wine perlahan.

“Ck.. Ada apa dengan kalian berdua?” Chanyeol terusik melihat kedua temannya. Yang ditanya hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Haah… Kau karena Misun.” Chanyeol menunjuk Kris.

“Dan kau karena Jeo Rin.” Chanyeol menunjuk Kai.

“Apa aku terlihat seperti namja murahan?” kata Kris sambil memainkan gelasnya. Kai tersenyum mendengar Kris.

“Heh? Istilah apa itu? Aku baru mendengarnya sekarang. Yang ada yeoja murahan bukan namja murahan.” Chanyeol membenarkan.

“Apa Misun yang mengatkan itu padamu?” tanya Kai.

“Ne. aku menyatakan perasaanku padanya. Dia menolakku karena alasan itu, ‘namja murahan’. Padahal dia yeoja pertama yang mendapatkan cintaku dan kalau bisa yang terakhir.” [terjadilah sesi curhat Kris dan Kai, sedangkan Chanyeol menjadi pendengar setia sesi curhat K2]

“Wajar Misun menolakmu. Setiap hari ia melihatmu ganti-ganti yeoja. Tidak mudah mengambil hati yeoja seperti Misun, Jeo Rin, Min Young, dan temannya yang satu lagi. Siapa namanya?”

“Min Ra.” Chanyeol bersuara.

“Ya, Min Ra. Kau tahu kan, di sekolah lebih banyak yeoja seperti kita.” Kata Kai.

“Aku pikir karena kami dekat dia mau menerimaku. Kau sendiri? Ada apa dengan Jeo Rin?” tanya Kris. Kai memainkan gelasnya dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.

“Dua minggu sudah Jeo Rin dan Suho putus. Tapi dia belum juga datang padaku.” Perkataan Kai membuat Kris menahan tawanya.

“Apa yang kau harapkan? Jeo Rin datang padamu dan mengatakan ia ingin bersamamu, begitu? Kau sendiri tahu seperti apa Jeo Rin.”

“Paling tidak dia datang padaku, marah karena foto di mading. Aku merasa Eun Na yang diuntungkan dalam hal ini.” Chanyeol yang mendengar kedua temannya hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Aku tidak habis pikir dengan kalian berdua. Apa virus-virus playboy kalian yang kuat itu sudah mati karena imunisasi kata sejenis cinta? L.O.V.E? Oh.. Ayolah. Konyol sekali. Hanya karena yeoja kalian seperti ini? Lihat. Di sini banyak yeoja-yeoja cantik yang dengan sendirinya datang pada kita. Bersenang-senanglah.” Chanyeol mencium yeoja yang ada di sampingnya.

“Kau belum tahu rasanya, Chanyeol. Semoga saat kau merasakannya nanti lebih parah dari kami.” Kata Kris.

“Jadi, kalian mau keluar dari PLAYBOY AGENCY? Tidak mau bermain-main?”

“Sejak kapan ada yang namanya PLAYBOY AGENCY?” tanya Kai. Dia bingung dengan tingkah Chanyeol.

“Sekarang. Kalian tidak mau bergabung? Aku tidak menawarkan dua kali.” Kai dan Kris hanya diam.

“Baiklah. Dengan ini, aku, Park Chanyeol akan mencari anggota untuk PLAYBOY AGENCY. Dan yang keluar tidak boleh bergabung lagi.”

“Kau konyol sekali, Chanyeol.” Kata Kai. Chanyeol tidak peduli, ia malah melanjutkan bermain dengan yeoja yang ada di sampingnya.

Sebenarnya Chanyeol mengalami apa yang dialami kedua temannya. Tapi ia menutupi apa yang sedang ia rasakan dengan bersenang-senang bersama para yeojanya. Benar yang dikatakan Kris. Masalahnya lebih parah dari Kai dan Kris. Disaat dia ingin mendekati Kim Min Ra, yeoja yang menurutnya menarik, ia malah mengetahui bahwa yeoja yang menyelamatkannya saat ia hampir tenggelam di pantai (Chanyeol bukan tidak bisa berenang, saat itu kakinya keram, membuatnya tidak bisa berenang ke tepian) kini bersekolah di EXO High School. Cha Myung Ra, yeoja itu sudah membuat Chanyeol merasakan apa yang namanya jatuh cinta. Ada dua hal yang membuatnya frustasi tentang Cha Myung Ra. Pertama, Cha Myung Ra mendapatinya sedang berciuman panas dengan salah satu mainannya. Saat itu adalah hari pertama Cha Myung Ra sekolah. Di koridor yang sepi, Chanyeol berciuman dengan adik kelasnya. Biasanya Chanyeol tidak peduli jika ada orang yang melihatnya ‘bermain’, tapi entah kenapa saat itu ia berhenti dan langsung mengenali Cha Myung Ra yang melewatinya begitu saja. Kedua, Cha Myung Ra sangat populer di kalangan namja. Baik namja populer atau namja biasa. Chanyeol tidak mau hari-harinya rusak hanya karena memikirkan hal itu. Ia tetap menjadi dirinya sebelum Cha Myung Ra masuk ke dalam pikirannya.

“Kai… Jeo Rin,” kata Kris yang membuat Kai mengalihkan pandangannya dari gelas. Chanyeol berhenti sebentar lalu melanjutkan permainannya lagi. Kai tersenyum, bangkit lalu berjalan menuju Jeo Rin.

“Kalian menjijikkan.” Jeo Rin menatap sinis pada Chanyeol, Kris dan Kai.

“Ada apa kau menemuiku, baby?” Kai mengangkat tangannya hendak mengelus pipi Jeo Rin tapi ditepis Jeo Rin.

“Jangan sentuh aku. Kenapa kau lakukan ini padaku?”

“Kau kenapa? Wajahmu pucat. Apa di sini ada Kai junior yang sedang tumbuh?” kata Kai sambil mengelus perut Jeo Rin, tidak mengindahkan pertanyaan Jeo Rin.

“Jangan membual padaku! Kau tahu pasti kalau kau tidak melakukan apa-apa padaku. Kau menjebakku!” teriak Jeo Rin meluapkan emosinya walaupun suaranya hanya seperti bisikan karena dentuman musik yang kuat.

“Jadi, kau benar-benar ingin ada Kai junior di sini?” Kai memeluk Jeo Rin.

“Aku memang menjebakmu.” Bisik Kai di telinga Jeo Rin.

PLAK!!

Kenapa kau lakukan padaku?” Kai menggerakkan rahangnya. Tamparan Jeo Rin cukup membuat Kai sakit. Kai menyeringai.

“Kau tahu kan apa akibatnya?” Jeo Rin menatap marah pada Kai. Ia melayangkan lagi tangannya hendak menampar Kai tapi ditahan Kai.

“Aku tidak akan membiarkanmu menamparku untuk ketiga kalinya. Aku sudah pernah bilang kan? Kau akan menjadi milikku.”

“Jangan bermimpi. Aku tidak sudi menjadi milik orang sepertimu. Aku menyesal menanggapimu dulu. Semoga kau lenyap dari dunia ini.” Jeo Rin meninggalkan tempat itu. Kai kembali ke tempat Chanyeol dan Kris. Chanyeol tertawa meremehkan Kai.

“Kau lihat? Akibat L.O.V.E itu? Ditampar yeoja. Kau memalukan, Kai.” Kai tidak mempedulikan ucapan Chanyeol. Ia memikirkan cara apa lagi yang bisa membuat Jeo Rin menjadi miliknya. ‘Apa aku harus benar-benar melakukan itu?’ batin Kai.

 

…………………..

 

@ Kang’s House

 

“Jeo Rin.” Panggil seorang wanita berumur sekitar empat puluhan.

“Eomma?” langkah Jeo Rin yang menaiki tangga terhenti karena suara eommanya. Ia berbalik dan berjalan menuju ruang tamu. Duduk lalu memekuk eommanya.

“Kapan eomma pulang?”

“Satu jam yang lalu.” Kata Nyonya Kang setelah melepas pelukannya.

“Eomma sudah tahu berita tentangmu di sekolah.”

“Itu tidak benar, eomma. Aku dijebak. Mahkotaku masih terjaga sampai sekarang.”

“Eomma percaya pada anak eomma. Dan eomma harap jadilan ini sebagai pelajaran dan lebih berhati-hati.”

“Ne, eomma.”

“Ada yang ingin eomma sampaikan padamu.” Jeo Rin menunggu kata-kata eommnya.

“Kau dijodohkan.”

“Mwo? Dijodohkan?” Jeo Rin terkejut. ‘Jadi eomma pulang jauh-jauh dari London hanya ingin mengatakan aku dijodohkan?’ batin Jeo Rin.

“Ne. Dengan anak teman appa dan eomma.”

“Kenapa eomma menjodohkanku? Aku bisa mencari jodohku sendiri. Lagipula aku masih sekolah dan umurku masih enam belas tahun.”

“Kau bukan mau menikah, sayang. Masih dijodohkan. Nanti saat kau cukup umur baru menikah.”

“Aku tidak mau.” Tolak Jeo Rin.

“Ini bukan hanya kemauan eomma. Appamu sudah menginginkan ini bahkan sebelum kau lahir. Dulu appa dan temannya berencana melakukan perjodohan ini agar mereka bisa menjadi keluarga. Kau tidak pernah bertemu dengan teman appa karena saat kau berumur dua tahun kita pindah ke New York. Dan saat kita kembali ke Seoul eomma bertemu kembali dengan teman appa dan kami berencana melakukan kembali perjodohanmu dengan anaknya. Sayang, demi appa. Appa sangat menginginkan ini dulu. Appa pasti akan bahagia di sana kalau putrinya mau melakukan keinginannya.” Bujuk Nyonya Kang.

“Kenapa eomma selalu memakai appa untuk membujukku?” Jeo Rin kesal.

“Kalau kali ini benar-benar demi appa.” Jeo Rin masih tidak menanggapi Nyonya Kang.

“Begini, perjodohan ini akan batal kalau anak teman appa menolak dijodohkan.”

“Kalau aku menolak?”

“Kau tidak bisa menolak. Suka tidak suka kau harus menerima perjohan ini.”

“Kenapa seperti itu? Dia bisa menolak, kenapa aku tidak?”

“Kau tidak menyimak cerita eomma? Ini adalah keinginan appa.”

“Aku tidak mau.”

“Baiklah. Eomma akan meminta teman appa untuk memaksa anaknya menerima perjodohan. Eomma pikir anak teman appa akan menolak sama sepertimu.” Jeo Rin berpikir, ‘aku harus menerima perjodohan ini, sedangkan orang itu bisa menolak dan perjodohan akan batal. Aku hanya bisa berharap orang itu menolak dijodohkan.’

“Eomma, aku… mau.” Nyonya Kang tersenyum.

“Bagus. Dua hari lagi kita akan bertemu dengan anak dan teman appa. Berdandanlah yang cantik saat itu.” Nyonya Kang meninggalkan Jeo Rin menuju kamarnya. ‘Semoga orang itu menolak.’

 

……………….

 

“Kau kenapa, Jeo Rin-ah?” tanya Misun melihat wajah lesu Jeo Rin.

“Jangan pedulikan omongan mereka. Yang harus kita pikirkan sekarang bagaimana mencari bukti kalau kau dijebak, Jeo Rin-ah.” Kata Min Ra.

“Aku sudah tidak peduli dengan hal itu. Kalaupun Kai mengaku dia menjebakku itu tidak akan berpengaruh. Kalian tahu kan seperti apa image Kai?” Jeo Rin meminum milkshakenya.

“Lalu kau kenapa, Jeo Rin-ah?” tanya Min Young.

“Aku baik-baik saja. Aku hanya tidak bersemangat hari ini.” ‘Besok aku akan bertemu dengan orang yang dijodohkan denganku.’ Batin Jeo Rin.

“Kenapa daritadi Kris melihat ke sini? Tatapannya mengarah padamu, Misun.” Kata Min Ra.

“Kau menyembunyikan sesuatu dari kami?” Jeo Rin sudah bersemangat.

“Sebenarnya Kris menyatakan perasaannya padaku beberapa hari yang lalu.” Kata Misun pelan.

“Mwo? Lalu kau jawab apa?” tanya Min Young.

“Aku menolaknya. Aku tidak mau dia menganggapku sama seperti yeoja-yeoja yang dekat dengannya.”

“Keputusanmu benar, Misun-ah.” Kata Jeo Rin.

“Kai terlihat aneh hari ini. Dia sama lesunya sepertimu, Jeo Rin-ah.” Kata Min Ra.

“Jangan sebut nama orang itu di depanku.”

“Maaf.. maaf..”

 

……………

 

Hari perjodohan pun tiba. Jeo Rin tidak tahu harus bagaimana. Ia sama sekali tidak bisa membantah eommanya. Harapannya hanya namja itu menolak dijodohkan dengannya.

“Appa tidak salah memberi alamat?” Kai menelepon appanya sambil menyetir. Ia baru saja dari rumah Chanyeol untuk menenangkan pikirannya.

“Ani. Cepatlah. Ahjumma tidak sabar melihat calon menantunya.” Tuan Kim menggoda Kai.

“Ck… Aku belum tentu menerima perjodohan ini, appa.” Kai memutus sambungan telepon.

 

……………….

 

Kai sudah sampai di alamat yang diberikan appanya. Pelayan di rumah itu langsung membimbingnya ke ruang tamu. Tempat Tuan Kim dan calon mertuanya berada.

“Kau lama sekali, nak. Jae Rin-ah, ini anakku. Kim Jong In, biasa dipanggil Kai.” Kai membungkukkan badannya hormat.

“Anakmu tampan sekali, Jong Mun-ah.”

“Gamsahamnida, ahjumma.” Kai duduk di sebelah appanya. ‘Nama ahjumma ini mirip Jeo Rin. Rumah ini juga rumah Jeo Rin. Apa Jeo Rin yang akan dijodohkan denganku? Tidak mungkin. Dia pasti menolak.’ Pikir Kai. Appanya asyik bercerita tentang Kai pada calon mertuanya dan Kai tidak peduli. Ia hanya menanggapi seperlunya. Kai mengambil handphonenya yang bergetar di saku celananya. Pesan dari Chanyeol membuatnya kesal.

 

From: Chanyeol

Bagaimana jodohmu? Cantikkah? Kalau begitu Jeo Rin untukku saja😛

 

Kai tidak membalas pesan Chanyeol. Pikirannya melayang saat appanya mengatakan bahwa ia akan dijodohkan.

 

FLASHBACK

 

            Kai menjatuhkan kasar tubuhnya di tempat tidur. Ingatannya kembali saat di club. Kata-kata Jeo Rin dan tamparannya masih teringat dengan jelas. ‘Bagaimana cara membuat kau menjadi milikku?’ Kai memejamkan matanya. ‘Seberat inikah mencintai seseorang? Padahal dia cinta pertamaku.’ Batin Kai. Kai membuka matanya ketika mendengar pintu dibuka.

“Appa?”

“Appa mengganggu tidurmu?”

“Ani. Aku belum tidur, appa.”

“Tumben appa pulang? Ini masih tanggal dua. Biasanya appa pulang tanggal sepuluh.”

“Jadi appa tidak boleh pulang kalau bukan tanggal sepuluh?” Kai terdiam.

“Appa pulang karena ada yang ingin appa sampaikan padamu. Appa ingin menjodohkanmu dengan anak putri appa.” Kai terkejut. Ia mendudukkan dirinya.

“Dijodohkan?”

“Ne. kami sudah merencanakan ini sejak kau masih kecil.”

“Aku tidak mau, appa. Aku bukan namja tidak laku yang harus dijodohkan. Aku bisa mencari yeojaku sendiri.” Tolak Kai.

“Appa tidak mau kau memilih yeoja yang salah, Kai.” Kai menatap appanya bingung.

“Appa tahu kau bermain yeoja di luar sana. Setiap hari kau selalu pulang malam. Jangan berpikir karena appa sibuk, appa tidak peduli padamu.”

“Anak appa bukan hanya aku. Kenapa tidak dia saja yang appa jodohkan?” Kata Kai keras kepala.

“Appa yakin hyungmu bisa memilih dengan baik.” Kai mendengus kesal mendengar perkataan appanya. ‘Aku selalu berusaha menjadi anak yang baik di depan appa, tapi kenapa appa selalu percaya pada anak itu? Dia bahkan tidak tinggal di rumah ini.’ Batin Kai.

“Aku tidak mau.” Kai merebahkan dirinya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Appa tidak akan memaksa. Setidaknya lihat dulu yeoja yang akan dijodohkan denganmu. Kalau kau tidak suka, kau boleh menolak perjodohan ini. Appa mohon.” Tuan Kim berusaha membujuk Kai.

“Setelah ini appa takkan mengaturmu lagi. Kau bebas memilih pasanganmu. Perjodohan ini sudah ada sejak kau masih kecil.” Kai berpikir di balik selimut. ‘Tidak melihat yeoja yang dijodohkan denganku pun aku sudah menolak. Baiklah. Aku akan menerima permintaan appa. Hanya melihat lalu menolak.’ Kai membuka selimutnya.

“Aku akan mengikuti kemauan appa.” Tuan Kim tersenyum mendengar kata-kata Kai.

 

FLASHBACK OFF

 

Kai terus melihat wallpaper handphonenya, fotonya dengan Jeo Rin saat di pantai. ‘Perjodohan konyol ini takkan membuatku melepaskanmu, baby. Aku akan langsung menolaknya nanti.’ Batin Kai.

“Akhirnya kau turun, nak.” Kata calon mertua Kai.

“Anakmu cantik sekali, Jae Rin-ah.”

“Gamsahamnida, ajjushi.” Kai tidak asing dengan suara barusan. Kai langsung menatap orang yang sekarang berada di samping Nyonya Kang. Kedua orang itu saling menatap terkejut.

 

TBC………

 

Eottae? Waktu buat curhatannya Suho aku ketawa sendiri. Oke, like & comment yeorobun. Sebelumnya perkenalkan namaku fina. 94 line. Kalian bisa panggil namaku, jellokey, chingu, eonnie, jangan pake author. Aku masih pemula soalnya. Gomawo J

10 thoughts on “True Love #7

  1. makin penasaran thor! lanjut!!!
    kasian juga suho nya -_- tapi setuju deh sama perjodohannya kai kkk~
    part selanjutnya jgn lama2 thor gak sabar haha

  2. ya alloh akhirnya lanjut juga…..
    akkkhhhhh kim jong in…
    aku ttp aja SEBEL sama kmu!!!!
    kasian suho oppa….
    uda suho sama aku aja deh, hehe
    ok, fighting thor.
    next chap na ditunggu loh

  3. akhir nya setelah sekian lama menunggu ff ini ada lanjutannya juga.
    keren un! suka sama ceritanya, tapi kai nya jahat banget parah. tapi aku suka bagian kai sama jeo rin.-.
    gasabar kelanjtannya;;)

  4. Omo AUTHOR neo muncul lagi, huaaa sumpah nunggu ni ff lama bgt keluarnya .. Ughh -,- ..

    Omo suami gua thoe si KAI , gila somplak bgt keterlaluan bgt, tpi mungkin dia memang jodoh kli ya sama jeo rin .. ?? Wlaupun cwenya gak mau ama kai tp mlah di jodohin ama dia … Sumpah disini kai jdi trouble maker bgt huaaaaa…

    Eh min young udh gak mrahan lagi ama sehun ?? Tpi nanti cinta segi 3 antara dia sehun luhan gmna ya ?? Hemm trus jga chanyeol.. Klo krisss ya lumayan lah ….
    Pokonya saranghae thor …😀
    jngan lama” lanjutannya ok ..
    Nama twitter author apah ?? Nanti aku follow ..

    • cinta segitiga sehun minyoung luhan, ada kok chingu. Mereka belakangan. Aku mau beresin kai dulu yg konfliknya baru dimulai.
      Ini twitter aku @fina9428. Sekalian sama wp aku ya, yosephinalina.wordpress.com*promosi*

  5. ye… akhir nya update jg nih ff.
    makin seru. dr awal aku lbh suka jae rin sm kai. walaupun cara kai merebut jaerin dr suho tdk gantle.
    buat sehun sama min young perbnyk adgn romantis ny dong jellokey.
    soalny aku suka yg romance” *gananya
    next chapter jng lama” iah ^_^
    fighting

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s