Cover Boy

Oneshot – Cover Boy

cover-boy-poster-lastrebellion

Title : Cover Boy

Author : Last Rebellion

Main Cast :

– Zhang Yi Xing a.k.a Lay (EXO-M),

– Song Hae Jin a.k.a Haejin (OC),

Support Cast :Other Member EXO

Length : Oneshot

Genre : Romance

Rating : G

Summary : You are my hilarious, another passion of Dream.

Disclaimer : Annyeong readerdeul, I’m back. Masih seperti biasa bawain fiction story nya pacar-seumur-hidup-nggak-bisa-diganggu-gugat, Lay~ Semua cast kecuali OC punya Tuhan, keluarga dan agensinya. This story pure of my imagination, don’t claim please. Be a good reader neeee.Sider? Semoga mendapat dosa yang setimpal😉 No Plagiarize, leave CL juseyooo🙂

*scrolldown* Happy Reading ^^

=================================================================

Author’s POV

Weekend terasa begitu menyenangkan bagi sebagian orang yang mengisinya dengan hal yang mereka sukai.Berbeda dengan weekend sebelum-sebelumnya yang dilewatkan oleh sebuah grup idol berisi orang-orang menawan yaitu EXO.Lebih tepatnya EXO-M. Weekend kali ini mereka habiskan untuk bertahan disebuah studio foto yang tidak terlalu ternama di kota Seoul. EXO-M sedang ada jadwal di Korea saat ini mengingat mereka seharusnya menetap di China, bertemu dengan saudara mereka EXO-K.

Hiruk pikuk melanda diseluruh studio baru majalah Big Star Magazine. EXO-M diundang untuk menjadi Cover Boys di majalah baru yang akan diterbitkan mulai bulan depan. Setelah weekend sebelumnya mereka mengundang EXO-K, kali ini giliran EXO-M.

Ruangan yang tak lebih besar dari dorm mereka itu berisi orang-orang yang sibuk mempersiapkan pemotretan yang akan segera berlangsung. Terdengar backsound song melantunkan lagu Taylor Swift berjudul Mean dari speaker besar dipojok ruangan.

Didepan kaca rias yang berukuran besar itu berjejer enam orang namja yang sudah dipoles sedemikian rupa membuat mereka lebih menawan bak malaikat.

“Hyung, tema pemotretan hari ini apa sih?” tanya si maknae Tao pada sang Leader, Kris.Membuat keempat namja lainnya memusatkan perhatian pada keduanya.

“Manager hyung bilang adalah keceriaan, majalah ini khusus remaja, jadi bisa dipastikan hal-hal yang berbau dengan remaja, karena itu kita yang mengisi penerbitan pertama mereka.” Jelas Kris diikuti anggukan dari member lain.

“Itu berarti aku bisa melakukan aegyo?” kini Tao kegirangan dan merasa sangat senang karena harus melakukan hal yang sangat disukainya, yaitu Aegyo.

Kris dan lainnya hanya memutar bola mata dan sudah terbiasa dengan sikap si maknae yang sangat manja itu. “Sepuasmu saja Tao..” ujar Kris kembali menatap kaca besar didepannya.

Tao mulai senyum-senyum tak jelas didepan kaca memamerkan senyum dibibir tipisnya.

Lain Tao lain lagi dengan Lay, entah kenapa hari ini ia sedang kurang bersemangat. Rasanya ia tak ingin mengerjakan hal apapun. Tubuhnya sedang malas untuk digerakkan dan itu disadari oleh seluruh member. Beberapa saat lalu setelah kedatangan mereka ke studio, Kris sempat berbicara empat mata dengan Lay. Kris menasihati Lay untuk tidak murung dan bersemangat, memberinya beberapa kata-kata yang menyenangkan.

Lay yang sangat menghormati Kris, berusaha semaksimal mungkin untuk menyingkirkan rasa malas yang menghinggap didalam tubuhnya. Sungguh bukan Lay yang biasanya.

“Lima menit lagi pemotretan akan segera dimulai, mohon menyiapkan diri.”Seorang yeoja yang sedang menenteng clipboard masuk ke dalam ruangan tata rias.Yeoja itu menghampiri salah seorang staff yang berdiri didekat pintu, mengobrol ringan.Matanya sesekali melirik Luhan dan Kris dengan antusias. Lay hanya melihatnya sinis, iasudah terbiasa melihat yeoja memandangi Luhan dan Kris dengan begitu antusias.

Dipandanginya yeoja itu oleh Lay dengan saksama.Tubuhnya mungil, rambutnya tergerai menutupi punggung, postur tubuhnya tak mungkin lebih tinggi dari pundaknya sendiri. Wajahnya terlihat masih sangat muda dibandingkan dengan staff lain yang bekerja disana.

Tak disangka-sangka yeoja itu menoleh kearahnya, mata mereka bertemu singkat, namun Lay membuang muka kecermin didepan. Yeoja itu menatap Luhan yang menjadi objek penglihatannya, bukan Lay.

Setelah seluruh member EXO-M digiring ketempat pemotretan, Tao yang memang sudah antusias dengan berlebihan sejak awal pun mulai melancarkan aegyo-aegyo andalannya. Fotografer terlihat sangat antusias mengambil gambar mereka capture demi capture.

“Appa!” teriak seorang yeoja kecil menghampiri fotografer itu.Larinya terlihat lambat dengan langkah kaki kecilnya.

“Ahhh..nae chagi…” Fotografer itu seketika merentangkan tangannya dan menyambut pelukan hangat dari sang yeoja. Dibelakangnya diikuti seorang wanita muda dan bisa ditebak ia adalah istri dari fotografer-nim.

“Appa..aku ingin difoto seperti oppa yang disana..” yeoja kecil itu menunjuk kearah member EXO-M dan dengan reflek mereka semua tersenyum kearah yeoja kecil itu dan memberi salam pada istri fotografer-nim.

“Nae chagi..Appa sedang ada kerjaan, bagaimana jika kau mengambil foto bersama Haejin eonni?Dia tak akan mengecawakanmu, ia memotret sebagus appa juga.” Fotografer –nim mencari alasan untuk mengelak permintaan anaknya itu agar pekerjaannya tak tersendat.

Yeoja kecil itu memasang tampang kecewa, tapi kemudian tersenyum lebar ketika orang bernama Haejin itu menghampirinya dan memberinya boneka panda besar.Yeoja kecil itu langsung memeluk boneka besar itu dan teralih perhatiannya dari pekerjaan appa-nya.

“Eonni!Boneka ini mirip dengan oppa yang disana.”Si yeoja kecil menunjuk Tao yang masih mengamati percakapan yang terjadi, yang ditunjuk hanya tersenyum malu.“Baiklah appa aku akan bersama Haejin eonni.”Katanya melepas pelukan dari appa-nya dan merengkuh boneka panda besarnya dengan kewalahan karena bisa dibilang boneka itu masih lebih besar daripada ukuran tubuhnya.“Haejin eonni, potret aku agar terlihat cantik seperti putri, ne?” matanya teralih memandang Haejin yang berdiri disampingnya dan menanti jawaban berarti dari Haejin.

“Geureom! Kau akan kupotret seperti putri, jangan khawatir ne.” janjinya dengan senyum lebar yang tulus. Sedetik berikutnya yeoja kecil itu meninggalkan appa-nya dan berjalan mengikuti Haejin.

Jadi yeoja itu bernama Haejin.Batin Lay didalam hati.

Capture demi capture masih berlanjut seperti sebelumnya. Kini bukan hanya Tao yang melancarkan aegyo-aegyonya, tetapi juga Kris. Yang benar saja, Kris guys, Kris. Melancarkan aegyo yang terlihat masih kaku diwajahnya dan tentu saja itu semua hasil perbuatan Tao yang mengajarinya aegyo.

Luhan pun tak ingin kalah beradu aegyo dengan Kris dan Tao hingga kini semuanya saling menunjukkan aegyo terbaik mereka, kecuali satu orang tentu saja, Lay.

Lay yang sedari tadi teralih perhatiannya pada Haejin, menganggap memperhatikan kegiatan yang sedang dilakukan Haejin lebih menarik ketimbang beradu aegyo dengan member-nya.

Haejin sedang mengambil beberapa foto dari yeoja kecil itu dipojokan ruangan.Wajahnya terlihat sangat bersemangat dan melancarkan beberapa kata yang menarik sehingga tawa renyah yeoja kecil itu selalu keluar dari mulut mungilnya.

“Apa yang kau suka dari panda,bingung mama?”Haejin bertanya padanya sementara yeoja itu menjawabnya dengan berbagai ekspresi yang terkuak dari wajahnya.

“Karena panda ini mirip sekali dengan oppa tampan yang sedang bersama appa.”

Cekrek..cekrek..cekrek..cekrek..

Suara cekrek-an kamera dan lampu blitz berkumandang dari sudut ruangan. Suaranya terbilang lirih, namun Lay masih bisa mendengarnya.

Mama, siapa eonni idol yang paling kau suka? Ceritakan padaku..”Haejin terus memancing yeoja kecil itu agar berekspresi lebih banyak.

“Aku suka Dasom eonni….” Kini ia berdiri dan berlari kecil ke arah kamera.

“Tunjukkan padaku beberapa dance yang kau peragakan dari Dasom eonni..”Haejin kini semakin menggila dengan ide cemerlangnya.

“Ne…” yeoja kecil itu kemudian mengambil posisi dan menarikan gerakan Dasom saat di lagu Loving You.

“Loving yoouuu…u..u..u…” nyanyiannya terdengar parau dengan suaranya yang masih sangat kecil dan tubuhnya meliuk-liukan gerakan dance-nya. Yeoja itu tertawa dan Haejin mengambil beberapa gambarnya dengan cepat.Tanpa disadari Lay kini tertawa.

Fotografer-nim menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan salah satu member EXO-M itu, tak biasanya Lay diam dan berwajah murung.Ia hanya tersenyum sekali dua kali padahal yang lainnya sedang sibuk dengan melancarkan aegyo-aegyo maut mereka.

Tapi kini ia tersenyum. Tersenyum tulus. Fotografer-nim menyadari Lay tertawa bukan karena pengaruh member lain yang juga saling tertawa. Ia mengikuti arah pandangan Lay dan tertumbuk dipojok ruangan. Ia melihat Haejin dengan putri-nya sedang tertawa bersama. Ia berfikir bahwa mungkin ini yang membuat ia tertawa.

Ide jahil-pun terlintas dipikiran fotografer-nim.

“Haejin-ah, kemari sebentar.” Panggilnya dengan berdiri masih ditempat semula. Haejin menghampirinya dan ia membisikkan sesuatu yang hanya bisa mereka dengar berdua. Haejin mengangguk mengerti dan beberapa saat kemudian fotografer itu terlihat merapikan diri dan mengucapkan beberapa kalimat pada member EXO-M.

Guys, aku harus menghadiri acara mendadak yang harus kudatangi. Maafkan aku karena harus meninggalkan kalian, pekerjaan ini akan dilanjutkan oleh murid kesayanganku. Mungkin kalian harus perkenalan lebih dulu.” Member EXO-M memperhatikan keduanya dengan hikmat.

“Song Haejin imnida. Panggil saja Haejin.” ia membungkukkan tubuh dan memperkenalkan dirinya dengan singkat.

Member EXO-M membalas bungkukkan Haejin dan sebelum mereka sempat memperkenalkan diri mereka masing-masing, Haejin sudah membuka mulut melanjutkan kata-katanya.

“Aku sudah mengenal kalian, tentu saja siapa yang tidak mengenal kalian” ucapnya sambil terus memasang senyum yang tulus dikedua bibirnya.“Tao-sshi, Chen-sshi, Xiumin-sshi, Luhan-sshi, Lay-sshi dan Kris-ssi, benar? Hehehe..”Haejin terus saja cengengesan karena salah tingkah setelah mengabsen member EXO-M. Seluruh member EXO-M mengangguk singkat meng’iya’kanpernyataan Haejin.

“Sepertinya kalian akan saling mengenal dengan mudah.Nah semuanya, dia adalah murid Seoul Art University yang sedang magang disini.Masih sangat muda tapi ilmunya sudah sebanding denganku” fotografer-nim memuji Haejin dan membuat gemuruh rendah diantara member EXO-M terkuak. Lay dengan refleknya melihat co-card yang tergantung dileher Haejin dengan tulisan ‘TRAINEE’. Dan ada yang menarik perhatiannya dari co-card yang dipakai Haejin, ada sebentuk gambar telapak tangan dipojokan kertas berisi nama dan foto itu. Lay tersenyum miring.

“Baik, aku harus pergi dulu, semoga berhasil ne..” fotografer-nim meninggalkan mereka dengan kedipan sebelah mata dan menyambar yeoja kecilnya diujung ruangan.

Suasana seketika menjadi canggung dan member EXO-M pun tak kalah canggung dari Haejin yang harus berdiri didepan enam namja paling tampan sejagad raya *ah lebay wekek*.

Tapi karena kecerdikan Haejin yang selalu membawakan atmosfer menyenangkan disekitarnya akhirnya bisa membawa EXO-M ke suasana yang dimaksudkan.

Backsound song didalam ruangan kini menyuguhkan lagu Loving You milik Sistar.Beberapa member sempat tertegun mendengar lagu ini.Tapi kemudian menguasai diri, karena tema dari pemotretan kali ini adalah keceriaan, tentu saja lagunya harus yang bisa menumbuhkan rasa ke-aegyo-an mereka.

Kini mereka duduk didua buah sofa pendek yang full colour, menikmati beberapa makanan yang tersuguh dimeja diantara sofa. Entah siapa yang memulai dulu, tapi mereka sekarang telah belepotan makanan karena saling serang saat berebut makanan tadi.Suasana keceriaan benar-benar tergambar diseluruh member.Tak terkecuali Lay yang kini terlihat lebih antusias dari Tao seperti sebelumnya.

Saling lempar bola-bola kecil dan boneka. Menunggangi tubuh satu sama lain, mengacak rambut dan tertawa dengan lepas. Haejin mengabadikan moment itu dengan antusias tak kalah semangat dari objek yang sedang ia konsentrasikan.

Setelah beratus-ratus foto berhasil diambil oleh Haejin, akhirnya pemotretan selesai dan menggiring member EXO-M turun dari panggung pemotretan.

Seluruh member EXO-M mendatangi Haejin dan berterima kasih.Saling bungkuk dan tanpa disangka Luhan memeluk Haejin dan membuat Haejin tersentak kaget.Kemudian Luhan melepas pelukannya dan seluruh member menatapnya dengan senang.Haejin memandangnya dengan bingung.

“Terima kasih Haejin-sshi karena kau telah membuat Lay tertawa dengan bahagia dan membuatnya tidak murung lagi.”Luhan melontarkan kata-kata itu dan sontak membuat Lay terkejut karena merasa namanya disebut.

Seluruh member menatap Lay dengan senyuman, sedangkan yang ditatap hanya membalas pandangan mereka dengan bingung.

“Nan?Waeyo?” tampang polosnya kini terpampang dan membuat Haejin tertawa melihat tingkahnya.

“Oh lihatlah sekarang, bukankah wajahnya terlihat lebih segar dibandingkan saat sesi pemotretan yang pertama?” Luhan menuding Lay dan diikuti gumaman setuju dari member lainnya.Kemudian Lay sadar dan tersenyum malu. Tangannya menggaruk kepalanya sendiri yang tidak gatal sama sekali.

“Kau berhasil Haejin-sshi, aku yakin, disaat yang akan datang kau pasti akan menjadi fotografer yang hebat.”Kris mengikuti alur pembicaraan dan memuji Haejin dengan jerih payahnya.

Lay masih tersenyum malu dan menatap Haejin canggung. Beberapa member kemudian meninggalkan mereka berdua.

“Kamsahamnida ne. Saat awal tadi aku memang kurang bersemangat menjalani pemotretan hari ini.Tapi berkat kau, wajahku tidak semakin jelek karena selalu kutekuk.” Lay mengucapkan kata-kata itu dengan cengengesan, memamerkan lesung pipit dipipi kanannya. Haejin menatapnya dengan lembut, menyadari bahwa Lay tulus mengucapkan ucapannya.

Kini Haejin menemukan sesuatu yang lain dari Lay. Ia tak pernah tertarik dengan Lay sebelumnya karena ia menganggap Lay biasa-biasa saja, dulu ia hanya melihat keimutan Luhan atau ketampanan Kris atau ke-mature-an Tao dan kelucuan Chen dan Xiumin, tapi kini ia melihat sesuatu yang ternyata tak ia sadari, bahwa Lay memiliki semua yang dimiliki oleh member lainnya. Lay juga imut, tampan, mature dan lucu. Semuanya tergambar diwajah lembut Lay.

Haejin takjub melihat Lay yang kini berdiri dihadapannya. Ternyata ia selama ini melewatkan sesuatu yang luar biasa. Hatinya mendadak teduh dan merasa senang dengan Lay. Rasa senang ini berbeda dengan rasa senang yang ia rasakan saat sedang mengagumi Luhan atau Kris.

“Ah sepertinya kau harus melanjutkan pekerjaanmu Haejin-sshi.” Ucapan Lay membuyarkan lamunan Haejin dan menyadari Lay yang kini hampir pergi dari hadapannya.

“Chogi..aku belum sempat menjawab ucapan terimakasihmu Lay-sshi. Ne nado Kamsahamnida.” Tutupnya dan diikuti Lay yang menghilang dibalik tembok dan memberinya lambaian tangan perpisahan.

Sesaat itu Haejin merasakan sensasi yang tak bisa terungkapkan, bahwa kini ia memiliki sosok lain yang lebih pantas untuk dikagumi, yaitu Lay. Haejin menghampiri computer yang menyimpan foto pemotretan barusan dan melihatnya satu per satu.Senyum terus terpasang diwajahnya.

=================================================================

Disisi lain, member EXO-M yang menyadari perubahan sikap Lay secara drastis, mulai meledek Lay yang kini bisa tersenyum karena Haejin. Mereka-pun segera pulang menuju dorm.

Sesampainya di dorm, mereka duduk bersama dengan member lainnya dan Xiumin mengejutkan Lay dengan sebuah foto yang sangat manis.

“Lay, lihat ini..”Xiumin mengenggam ponselnya dan duduk disamping Lay diatas sofa.Beberapa member lainnya mengikuti Xiumin dan berdiri dibelakangnya.

Mata mereka kemudian disuguhkan oleh sebuah foto yang berisi gambar Lay yang sedang tersenyum lebar dan seorang yeoja, Lay menyipitkan untuk memahami siapa yang ada didalamnya. Member yang ada dibelakang mereka-pun ikut mencondongkan tubuhnya kedepan layar ponsel.

“Ini Song Haejin?” Lay menanyakan pada Xiumin setelah ia mengetahui siapa yang berada didalam foto itu.

Xiumin mengangguk genit dan menyerahkan ponselnya pada Lay. Lay menerimanya dan me-zoom out foto itu. Terlihat wajahnya yang sangat bahagia dan senyum Haejin yang sangat tulus.

Tak terasa senyuman lebar-pun kini mengambang dikedua pipi Lay. Member lain yang melihat Lay tersenyum dengan aneh kini meledeknya habis-habisan. Lay hanya pasrah dan menerima ledekan itu dengan senang hati.

Hari itu menjadi hari yang berkesan untuk Lay karena bisa mengenal yeoja yang hebat dan pintar seperti Haejin.

=================================================================

Sebulan kemudian, akhirnya majalah terbitan pertama dari Big Star Magazine dirilis.Pagi-pagi sebelum seluruh member EXO melakukan kegiatan.Ada paket masuk ke dorm mereka. D.O yang seperti biasa bangun paling pagi menerima paket itu dan memanggil Lay yang masih ada dikamarnya. Memberitahukan bahwa ada paket untuknya.

Lay membuka matanya lebar-lebar dan menerima paket itu. Diraihnya sebuah majalah yang memaparkan wajahnya yang sedang tertawa. Lay langsung mengerti dari siapa paket itu dikirimkan, padahal ia belum sempat melihat siapa pengirimnya. Wajahnya membentuk sebuah senyum dan membuka halaman demi halaman.

Tangannya berhenti disebuah halaman yang hanya membicarakan tentang dirinya.Secarik kertas bertengger dihalaman itu. Lay membuka kertas itu dan mendapati tulisan tangan Haejin yang tertata dengan rapi. Tulisan itu sangat pendek, tapi bagi Lay itu memiliki arti yang dalam.

“The Cover Boy”

Begitu tulis Haejin dikertas itu.Tulisan itu hanya merujuk pada orang tunggal, ia tidak menggunakan letter ‘s’ pada kata Boy, itu berarti Cover Boy itu hanya dirinya, hanya Lay. Bukan seluruh member EXO-M yang mengikuti pemotretan dulu. Ini berarti lain. Lay terus tersenyum membaca artikel yang ditulis Haejin dihalaman yang khusus tentang dirinya. Ia bisa tau artikel itu yang menulis adalah Haejin karena ia bisa melihat tanda telapak tangan di credit akhir bagian artikel. Persis seperti yang tergambar di co-card milik Haejin yang terkalung dilehernya dulu. Lay terkesan dengan apa yang dituliskan oleh Haejin. ia membuka halaman-halaman yang lain dan tak menemukan credit yang sama seperti dihalaman khusus-nya. Itu berarti Haejin hanya menulis tentang dirinya dan tidak dengan member yang lain.

Tiba-tiba terlintas sebuah pikiran diotak Lay, ia kemudian beranjak dari sofa dan menghampiri kamar Xiumin. Ia melihat hyung-nya itu masih memejamkan mata. Tapi bukan Xiumin yang ia cari. Ia melihat ponsel Xiumin yang tergeletak diatas meja disamping ranjang. Lay langsung menyambarnya dan berbisik lirih pada Xiumin.

“Hyung..aku pinjam ponselmu sebentar.” Kemudian Lay menghambur keluar kamar dan melanjutkan ide yang ada dikepalanya.

=================================================================

Tok..tok..tok..

Sebuah pintu diketuk dari luar ruangan.Haejin membuka pintu ruangannya dan mendapati pengirim paket sedang berdiri dihadapannya. Haejin menautkan alis memandangi pengirim paket itu dengan ragu. Ia tak merasa memesan paket, tapi kenapa ia mendapat paket dipagi hari begini.

“Nona Song Haejin, benar?” Pengirim paket itu berbicara halus pada Haejin.Haejin hanya mengangguk singkat. Kemudian ia menerima paket itu dan segera membukanya setelah menandatangani penerimaan paket itu.

Ia duduk dimeja makan dan membuka paket itu dengan perlahan. Dirasakannya sebuah kertas tebal  berada didalam sebuah map dokumen. Ia penasaran dengan apa yang ada didalamnya. Ia membuka kaitannya dan mendapati selembar foto dan selembar surat.

Dear Haejin,

Terima kasih karena telah mengirimiku paket khusus majalah terbitan pertama dari Big Star Magazine.

Aku telah membacanya dan menemukan kertas yang kau tulis sendiri.Bukankah tulisanmu berarti sesuatu? Ya, aku telah menemukan apa yang kau maksud. Terima kasih sekali lagi.

Dan aku ingin memberimu komentar tentang artikel yang kau tulis tentangku. Wah, sejak kapan kau jadi sok tau tentang kehidupanku dan mengorek semua tentang hidupku, apa kau berniat menjadi sasaeng fans-ku? Kkkk~

Seperti yang tertulis diartikelmu, sebenarnya aku bukan menyukai anak kecil karena ketika melihat mereka aku menjadi damai, tapi jujur saja karena aku ingin segera memiliki anak kecil, hahaha

Jangan berfikiran yang tidak-tidak, suatu saat nanti aku memang akan segera memiliki anak kecil dan aku akan menanti siapa kira-kira yang akan memberiku anak kecil yang hadir dihidupku. Aku masih menanyakan satu hal yang tak bisa kujawab itu.

Ah apaaku terlalu banyak bicara ya?

Ya intinya, aku senang memiliki teman baru sepertimu Haejin-sshi. Jeongmal kamsahamnida ne. sampai bertemu lagi dilain kesempatan ^^

Sincerely, Lay~

Haejin membaca suratsingkat itu sampai selesai dan memasang senyum yang tak bisa dihentikan dibibirnya. Ia menutup surat itu kemudian mengambil kertas tebal yang masih didalam amplop, ia menariknya keluar dan terpampang wajah mereka berdua yang sedang tersenyum lepas. Foto ini diambil oleh orang lain saat mereka berdua tidak sadar kamera. Haejin semakin tersenyum lebar, terlebih lagi saat ia melihat tulisan tangan Lay dibalik foto itu.

“You are The Cover Girl, in My Personal Magazine, In My Heart”

Hatinya yang terisi udara kebahagiaan kini tak bisa menahannya lagi.Hatinya berbunga-bunga dan tak tau harus bagaimana sehingga Haejin kini melompat-lompat kegirangan didalam ruangan yang berisi hanya dirinya seorang.

=================================================================

Beberapa saat sebelumnya,

“LAYYYYY! DIMANA PONSELKU?” Xiumin yang sedang kalut karena ponselnya tidak berada diatas meja disamping ranjangnya kini mencari Lay diseluruh penjuru rumah.

D.O yang dengan tampang tak berdosanya keluar dari dapur dan menimpali Xiumin yang terus berteriak didalam rumah. “Ia sedang pegi ke tukang pengirim paket hyung, sebentar lagi ia pasti pulang..”

Krett…

Suara pintu depan yang terbuka membuat seluruh member diruang depan mengalihkan pandangan pada sosok yang akan masuk kedalam rumah.

Lay menjejalkan tubuhnya kedalam ruangan dan mendapati Xiumin yang sudah bersungut-sungut. Lay tersenyum memamerkan giginya dan cengengesan salah tingkah.

“Hehehe… ponselmu terbawa hyung, aku salah membawa ponsel, aku kira tadi aku memegang ponselku sendiri. Tapi ternyata ini ponselmu..” member lain hanya memandangi Lay dengan pandangan yang tak heran. Lay memang selalu lupa dengan barang-barangnya sendiri. Alhasil mereka hanya bisa memaklumi perbuatan Lay.

Xiumin mendekati Lay dan langsung menyambar ponselnya. “Lihat kan, rambutku sudah kering lagi, kan aku jadi tak bisa selca, hhuhuhu..” ratap Xiumin berlalu dari Lay dan member lainnya. “Mungkin aku harus membasahi rambutku lagi agar aku bisa selca dan kelihatan sexy karena rambutku basah..” semuanya kini hanya memutar bola mata mereka masing-masing melihat tingkah Xiumin. Dan pagi hari itu akhirnya bisa terasa hangat karena kelakuan member mereka yang berbeda tingkah antara satu dan lainnya.

****oO=END=Oo****

Gimana, gimana?

Ceritanya emang ringan banget sih ya, mhihihi. Nggak apa yang penting ini ‘pure of my imagination’.

Kamsahamnida ne buat yang udah baca sampe selese. Inget-inget kalo readerdeul bukan Sider ya ^^

Ppay readerdeul *lambai lambai tangan Lay *cium Lay =3😀

19 thoughts on “Cover Boy

  1. “You are The Cover Girl, in My Personal Magazine, In My Heart”
    Gya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Suami Q !!!!!!!!!!
    Inikah tingkahmu diluar rumah????????? T_____________T
    *pLakkkkk *Lebay

  2. sequel sequel xD
    lay gege pingin punya anak tuh,aku mau jadi eommanya #gaje #plototinluhan
    keke,feelnya dpet bgt >.<
    aku tunggu ttg karya ff laymu selanjutnya^^

    • wah sekuel ya? coba nanti aku pikirin bagaimana, tapi nggak janji ya😀
      haduuh, saya juga mau banget banget banget jadi eomma anaknya Lay ge kkkk~
      makasih banyak udah baca ya ^^
      karya yang lain bisa di cek di Crimson Love, disini juga mhihihi *promosi*😀
      jeongmal gomawoyo ne🙂

  3. Eh, seperti cerita nyata… Hahahahaah
    Oia salam kenal ya chingu, iya bener ini ceritanya mudah dicerna dan gag terlalu berat…
    Btw di tunggu karyamu selanjutnya yaaaa

    • mhihihihi kamsahamnida ne ^^
      memang ringan banget ceritanya, tadinya aku nggak terlalu yakin sebenernya, tapi ternyata diluar dugaan, aku seneng dengan respon para reader, makasih ya😀
      sip, karyaku disini yang lain juga ada, silahkan di cek di Crimson Love *promosi*😀
      jeongmal kamsahamnida🙂

  4. kamsahamnida ^^
    hahaha, kebetulan aku emang spesialis (?) author buat Lay😀
    tentu aja karena Lay itu pacar-seumur-hidup-nggak-bisa-diganggu-gugat mhihih😀
    kalo gitu kita berbagi Lay gege ya :p
    terima kasih banyak udah RC ya~ sip ditunggu aja ff selanjutnya atau kunjungi wp pribadi author, tinggal di klik user name-nya itu😀
    sekali lagi kamsahamnida🙂

  5. wuah seru thor. ringan dan mudah dimengerti.. dan aku seneng banget liat maincastnya itu lay. soalnya aku jarang nemu ff yang main castnya lay. padahal lay itu biasku loh.. okedeh, pesanku, sering-sering bawa ff yang maincastnya lay ya thor… annyeonghaseyo^^

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s