CONFUSED #2

Tittle               :           Confused

Confused

Author            :           Tessa Dwicasaria (@TessaCasa)

Main Cast      :           Jung Soo Jung [Krystal f(x)]

Kim Jong In [Kai EXO-K]

Oh Se Hoon [Sehun EXO-K]

Length            :           Three Shoot

Genre             :           Friendship, Hurt, School Life

Rating             :              T

 

 

 

Part 2

 

[Krystal’s POV]

 

Drrtt~

 

Drrtt~

 

Drrtt~

 

 

Aku melihat layar ponselku. Aku bingung melihat nomor yang tertera di layar ponsel tidak aku ketahui. Ponsel itu terus bergetar. Aku takut untuk mengangkatnya, melihat sekarang sudah pukul 9 malam. Tapi aku juga bingung siapa tahu dia ingin memberitahu sesuatu yang penting. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengangkat panggilan masuk itu, lalu menggeser icon berwarna hijau pada ponselku.

 

Yeobosseo?”

 “Krystal? Kau sudah tidur?”

 

Aku mengenal suara ini. “Kai! Kau kemana saja hari ini, eoh? Apa kau baik-baik saja? Kau tahu aku mengkhawatirkanmu!”

Yaa! Kecilkan suaramu itu! Kau membuat kupingku sakit!”

 

Mianhae. Habis aku kira yang menghubungiku ini orang jahat. Ternyata kau, tentu saja aku senang mendengarnya.”

Mwo? Memang ada orang jahat setampan diriku? Dan kau mengkhawatirkanku? Apa aku tidak salah dengar?”

 

Aku tersenyum mendengar suara Kai yang terdengar sepertinya baik-baik saja. Terbukti dari suara Kai tertawa. “Banyak orang jahat yang memiliki wajah tampan. Wajah itu tidak dapat mencerminkan bahwa orang tersebut baik atau jahat. Salah! Kau salah dengar. Siapa yang mengkhawatirkanmu, eoh? Malah aku senang seharian ini tidak ada yang menggangguku. Sedang dimana kau sekarang? Kenapa tidak menghubungiku dengan nomor yang biasanya?” Jawabku asal.

Mianhae aku tidak sempat memberitahu. Kemarin aku mendapat panggilan dari appa untuk segera menyusul ke Jepang karena ada undangan dari kerabat dekat appa. Kemudian aku bersama Chan Yeol hyung langsung berangkat ke Jepang. Aku tidak mengabarimu karena aku pikir kau sudah tidur. Ini nomor ponselku selama aku di Jepang.”

“Permohonan maaf diterima. Aku pikir kau sakit sampai tidak bisa menghubungiku.”

“Aku baik-baik saja. Dari kata-katamu barusan, itu membuktikan kau mengkhawatirkan aku. Sudahlah jujur saja.”

 

“Baiklah agar kau senang dan tidak bersedih sendirian disana, aku mengkhawatirkanmu.”

“Aku senang kau mengkhawatirkanku. Bagaimana hari ini? Apa menyenangkan?”

 

“Kai! Kau tahu dari mana kalau hari ini sangat menyenagkan bagiku? Iya hari ini aku benar-benar senang. Kau tahu, ternyata Sehun masih mengingatku. Hari ini kami sudah mengobrol panjang lebar. Dan tadi aku diantar pulang. Aku ingin sekali bercerita padamu Kai secara langsung.”

 

“Dan kau harus tahu, dia masih sangat mahir mengerjakan soal matematika. Lain kali kita harus belajar bersama. Aku yakin nilai kita akan segera meningkat.”

 

“Kai? Kau masih disana? Kapan kau pulang?”

Ne, nanti kita akan belajar bersama. Krystal, mianhae aku sudah mengantuk. Kau  jangan tidur terlalu malam, nanti kau kesiangan. Oh iya, aku tidak tahu pasti kapan aku pulang. Kalau urusan disini sudah selesai, aku pasti akan langsung ke Seoul.”

 

Geurrae. Selamat tidur Kai. Sampai jumpa lagi. Aku tunggu ya Kai.”

Pip

 

Kai memutuskan sambungannya. Aku menghembuskan nafas panjang. Sikap Kai selalu berubah setiap aku membahas Sehun. Seolah dia tidak ingin membicarakan Sehun. Ada apa sebenarnya? Ah mungkin tadi dia benar-benar sudah mengantuk dan tidak ingin diajak bicara. Aku menarik selimut dan mulai menutup mata.

[Kai’s POV]

 

 

Aku mencoba menghubunginya, tetapi tidak bisa. Mungkin dia sedang menghubungi orang lain, terbukti karena operator mengatakan bahwa “nomor yang dituju sedang sibuk”.

Mencoba menghubungi lagi, dan berhasil tersambung. Tapi kenapa lama sekali dia mengangkatnya? Apa dia sudah tidur. Aku menghembuskan nafas lalu hendak memutus sambungan, namun terdengar suara dari seberang sana.

Aku tersenyum mendengar suara itu. Senang karena orang yang aku hubungi akhirnya mengangkatnya. Sungguh aku merindukan gadis ini. Padahal baru sehari saja aku tidak bertemu dengannya, tapi aku merasa seperti sudah sangat lama. Berusaha mengontrol nada bicaraku agar terdengar seperti biasanya, kemudian menanyakan apa dia sudah tidur. Takut-takut  panggilanku ini menganggu kegiatan tidurnya.

Aku menjauhkan jarak ponsel dari telinga setelah mendengar suara lengkingan dari seberang sana. Lengkingan yang khas dari gadis itu. Aku berdecak kesal lalu menyuruhnya agar tidak berteriak di telepon karena suaranya benar-benar membuat kupingku sakit. Tapi tidak kesal sepenuhnya. Mana mungkin aku bisa kesal pada gadis yang selama ini aku sayangi, maksudku cintai. Aku benar-benar mencintai gadis ini.

Aku tertawa mendengar dia berdecak kesal karena dia pikir yang menghubunginya malam-malam seperti ini orang jahat. Dan apa? Aku mendengar dia mengkhawatirkan aku? Demi Tuhan aku benar-benar senang mendengarnya. Walaupun tadi dia mengelak kalau dia tidak mengucapkannya, tetapi dari pertanyaan yang dia ucapkan sudah membuktikan kalau dia mangkhawatirkanku.

Aku menanyakan apakah harinya menyenangkan? Aku harap iya. Tapi tunggu, apa yang membuat harinya menyenangkan? Setahuku dia tidak memiliki teman selain diriku. Tumben sekali hari yang dia lalui bisa membuatnya senang.

“Kai! Kau tahu dari mana kalau hari ini sangat menyenagkan bagiku? Iya hari ini aku benar-benar senang. Kau tahu, ternyata Sehun masih mengingatku. Hari ini kami sudah mengobrol panjang lebar. Dan tadi aku diantar pulang. Aku ingin sekali bercerita padamu Kai secara langsung.”

 

 

DEG

 

 

Kenapa harus Sehun? Jujur saja aku kurang suka kalau dia sudah membicarakan Sehun. Mungkin ini manusiawi setelah Krystal menceritakan semua tentang Sehun. Aku bingung.. sebagai sahabat Krystal aku seharusnya merasa senang karena orang yang selama ini dinantinya datang. Tapi sayang.. aku tidak bisa merasakan hal itu. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaanku. Kenapa dia tidak dapat melihatku? Semua aku lakukan untuknya. Disaat dia sedang sedih, aku berusaha menghiburnya agar air matanya tidak jatuh. Disaat dia sedang membutuhkan teman bicara, aku selalu datang dan siap mendengar semua ceritanya. Dan masih banyak lagi hal yang aku lakukan agar dia selalu tetap ceria. Tapi untuk hal yang satu ini, aku tidak bisa mendengarnya. Ini membuat dadaku sakit.

Dan itulah salah satu alasan mengapa aku bisa berada di Jepang sekarang ini. Jujur aku berusaha untuk menahan emosiku. Emosi yang tidak dapat aku ungkapkan. Dadaku sungguh terasa sesak. Aku  berusaha menahan air mataku agar tidak keluar. Ini sudah kedua kalinya dia membahas Sehun. Entah kenapa aku bisa selemah ini. Kecewa. Ya, aku kecewa dengan kenyataan yang ada sekarang ini.

Sebenarnya aku memiliki rencana untuk mengungkapkan perasaanku padanya kemarin, saat di café. Tetapi setelah dia menceritakan semuanya, aku mengurungkan niatku. Dilihat dari bagaimana dia menceritakannya padaku dengan antusias. Ternyata dia masih menunggu jawaban Sehun. Entah kenapa, walaupun jawaban Sehun belum pasti menerimanya, tetapi firasatku Sehun memiliki perasaan yang sama.

Aku mencoba mengalihkan pembicaraan agar dia berhenti saat itu, dan berhasil. Aku mengajaknya pulang dengan alasan sedang tidak enak badan. Sesampainya di rumah, Chan Yeol hyung memberitahu kepadaku kalau appa menyuruh kita untuk ke Jepang. Ini kesempatan yang bagus untuk menenangkan hatiku.

Dan sekarang, dia membahas tentang Sehun lagi. Mendengar hubungan mereka yang semakin dekat. Aku benar-benar tidak bisa. Ini membuat aku menjadi semakin sesak dan tidak siap untuk kehilangan dia. Aku mencari alasan agar dia tidak membicarakan Sehun lagi. Setelahnya, dia percaya bahwa aku sudah mengantuk. Dan apa? Dia mengajak kami untuk belajar bersama. Aku, dia, dan Sehun? Aku tidak tahu apa aku sanggup berada pada situasi itu.

Setelah memutuskan sambungan telepon, aku kembali membaringkan tubuhku. Mencoba menutup mata agar suasana hatiku membaik. Mencoba untuk tertidur tapi sulit. Aku mengacak rambut kesal. Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.

Ada sebuah pernyataan “cinta itu indah”, aku pikir tidak. Cinta membuatku frustasi. Dan ada pernyataan “asalkan dia bahagia, akupun bahagia”. Gila! Siapa orang yang menciptakan pernyataan itu? Aku tidak bisa membenarkan peryataan itu. Buktinya saat dia mengatakan kalau dia sedang bahagia saat ini, aku tidak ikut merasa bahagia. Justru merasa sesak di bagian dada sebelah kiri. Dan begitu banyak pernyataan yang menyatakan hal yang serupa, namun bagiku itu hanya sekedar omong kosong.

Semoga aku kuat menghadapi ini.

 

[Author’s POV]

 

 

Pagi itu Krystal sudah bangun. Diluar kebiasaan sehari-harinya selama ini. Saat mendengar bunyi alarm, gadis itu langsung beranjak ke kamar mandi.

Krystal bercermin sambil merapikan dirinya seperti wanita pada umumnya. Senyuman terukir di wajah cantiknya sambil terus melikuk-likukan tubuhnya di depan cermin. Setelah cukup puas dengan hasilnya, Krystal keluar kamar. Saat menuruni tangga, Krystal berpapasan dengan kakaknya.

“Annyeong eonni.”

Jessica melihat adiknya dengan tatapan heran. Ada sesuatu yang berubah dari adiknya. Penampilannya akhir-akhir ini sungguh di luar kebiasaannya. Sifatnya yang menjadi ceria, bahkan wajahnya yang terlihat cantik dengan sedikit bedak tipis yang menempel di permukaan kulit wajahnya dan bibirnya yang terus mengukir senyuman. Tapi Jessica hanya bisa tersenyum melihat adiknya. Akhirnya kebiasaan adiknya yang dulu sudah kembali.

Krystal dengan cepat menuruni tangga dan sampai di pintu utama rumahnya. Ada seseorang yang sudah menunggunya di depan rumah.

Sehun.

Sudah satu minggu ini, Krystal dan Sehun selalu berangkat bersama. Sehun yang selalu menjemput Krystal. Hal itu membuat Krystal sangat senang. Diapun rela bangun lebih pagi dari biasanya. Dia tidak mau Sehun menunggunya terlalu lama, karena Sehun pun pasti bangun lebih pagi karena harus menjemput Krystal yang rumahnya berlawanan arah. Di tambah, Krystal ingin selalu terlihat cantik di depan Sehun.

Krystal memakai jaket yang tempo hari diberikan oleh Sehun. Saat itu dia ingin mengembalikannya, namun Sehun menolak dan menyuruhnya untuk selalu memakai jaket itu ketika mereka pergi bersama.

Dan satu minggu ini pula Kai masih belum kembali ke Korea. Krystal setiap hari mendatangi rumah Kai. Tapi selalu sama saja, tidak ada seorang pun yang membukakan pintu saat Krystal mengetuk pintu rumah Kai, pertanda Kai masih belum kembali ke Seoul.

Krystal sudah mencoba menghubungi kedua nomor Kai, namun sekali pun tidak pernah di angkat oleh Kai. Lalu dia mencoba mengirimkan pesan singkat pada Kai hanya untuk menanyakan keadaannya, dan hasilnya tetap sama, pesan Krystal tidak ada yang dibalas.

Hubungan Krystal dan Sehun menjadi semakin dekat. Mereka selalu melakukan sesuatu bersama. Sebelum pulang Sehun mengajak Krystal untuk makan bersama. Sehun tahu betul kalau Krystal belum makan siang, karena hari ini mereka terus menghabiskan waktu didalam kelas. Krystal menyetujuinya karena memang benar Sehun dan Krystal belum makan siang dan perutnya tidak bisa diajak kompromi. Mereka akhirnya memilih rumah makan khas Jepang yang dulu mereka sering kunjungi bersama.

Suasana diantara mereka saat ini sangat canggung. Tidak ada seseorang yang memulai pembicaraan. Mereka tengah makan dengan tenang dan sunyi. Pikiran mereka sedang melayang entah kemana. Krystal makan sambil tertunduk seakan menghindari tatapan seseorang yang saat ini berada di depannya. Sehun sedari tadi terus menatap Krystal. Itu lah yang membuat Krystal menundukan kepalanya. Risih, tentu saja.

Kedua piring mereka sudah kosong. Tidak ada  sebutir nasi pun dipiring mereka, membuktikan keduanya dalam keadaan lapar. Krystal bersandar pada sandaran kursi sambil mengusap-ngusap perutnya. Tatapannya berpindah untuk menatap Sehun. Tatapan mata mereka bertemu. Hening.

“Kle..”

“Ya Sehun?”

“Apa tidak ada hal yang ingin kau tanyakan padaku?”

“Sebenarnya ada.. tapi.. lupakanlah. Aku sudah tidak ingin menanyakannya.”

“Apa benar kau sudah tidak ingin mendengarkan jawabanku?”

Eh?” Gadis itu kaget. Sebenarnya, jawaban Sehun sudah di tunggu-tunggu oleh Krystal selama ini. Tetapi dia tidak siap dengan jawaban yang akan dilontarkan Sehun. Dia takut jawabannya akan menyakitinya lagi. Cukup seperti ini, bisa berada dekat dengan Sehun saja dia sudah sangat senang. Dia tidak mau kejadian yang dulu terulang lagi. Tiba-tiba Krystal mengingat seseorang yang selama ini selalu bersamanya.

“Sehun maaf sekarang aku harus pulang. Aku harus melihat ke rumah Kai, dia sudah pulang atau belum. Aku khawatir dengan keadaannya, sampai sekarang masih tidak ada kabar dari dia.”

DEG~

 

 

“Aku.. aku akan mengantarmu.” Sehun baru saja akan berdiri, namun Krystal menahannya.

“Tidak perlu, lagi pula jarak rumahku dari sini sudah tidak terlalu jauh. Aku bisa pulang sendiri. Gomawo, atas hari ini. Aku benar-benar senang.”

Chankaman!” Sehun mengejar Krystal yang sudah berada di pintu keluar rumah makan.

Krystal terkejut lalu menoleh pergelangan tangannya yang sedang di genggam oleh seseorang. “Waeyo Sehunnie?”

”Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Ak.. aku harap kau masih mau mendengar jawaban dari pernyataanmu waktu itu. Aku tahu ini memang sudah sangat terlambat. Tapi.. aku tidak ingin lari lagi. Aku tidak bisa menyembunyikan perasaan ini.”

Mata Krystal membulat seaakan tahu arah pembicaraan Sehun. Degup jantung Krystal berdebar sangat kencang. Ditambah matahari yang sudah mulai terbenam, namun masih cukup menyinari kota Seoul.

“Kle, aku harap kau masih mempunyai rasa yang sama terhadapku seperti dulu. Maaf aku tidak bisa langsung menjawabnya waktu itu, karena.. aku benar-benar bingung.. aku sudah diberi tahu sebelumnya oleh appa kalau kami akan pindah ke China dan akan melanjutkan studiku disana. Karena itu, jika aku menjawabnya, aku takut akan mengecewakanmu. Sekali lagi aku minta maaf Kle. Kau tahu, saat itu aku sangat ingin langsung menjawabnya. Perasaan itu sudah aku rasakan. Saat di China aku terus memikirkan dirimu, mencemaskan keadaanmu, dan aku sangat ingin bertemu denganmu untuk mengatakan sesuatu. Kalau aku.. aku.. menyayangimu dan aku.. benar-benar mencintaimu Kle.. sangat mencintaimu.” Ucap Sehun mantap sambil memegang pundak Krystal.

Air mata Krystal jatuh begitu saja mendengar apa yang baru saja didengarnya. Bukan sedih, melainkan air mata bahagia. Krystal tidak menyangka perasaannya terhadap Sehun akhirnya terbalaskan. Jawaban Sehun sesuai dengan yang diharapkannya.

Na.. nado Sehunnie..” Ucapnya sedikit bergetar dengan bulir air mata yang sudah bergerombol keluar dari kelopak matanya.

Sehun menarik Krystal kedalam pelukannya. Mengarahkan wajah Krystal pada dada bidangnya. Mengusap punggung Krystal lembut. Masih terdengar suara isakan dari mulut Krystal. Mendengar isakan itu semakin mengencang, Sehun mengeratkan pelukannya, seakan tidak ingin kehilangan orang yang dicintainya lagi.

Sehun melonggarkan pelukannya setelah suara isakan tersebut mulai melemah, kemudian menangkup wajah Krystal dengan kedua tangannya. “Uljima ne. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi Kle.” Sehun menyeka air mata gadis itu yang terus mengalir membentuk aliran anak sungai.

Krystal menutup kedua kelopak matanya. Menikmati semua perlakuan Sehun terhadapnya. Sehun hanya bisa tersenyum melihatnya. Mengecup singkat kedua kelopak mata gadis itu yang tertutup. Turun mengecup hidungnya. Dan terakhir.

Chu~

 

 

Kedua mata Krystal membulat saat bibir tipis Sehun menyentuh bibirnya. Walau sangat singkat, namun itu sukses membuat degup jantungnya semakin cepat. Krystal mengedip-ngedipkan kelopak matanya, terkejut dengan yang baru saja terjadi. Semua benar-benar di luar perkiraannya. Sehun terus tersenyum melihat raut gadis itu, kemudian mengusap puncak kepalanya.

Senyuman tiba-tiba saja muncul di wajah Krystal, lalu dia berhambur memeluk Sehun erat. Sehun membalas pelukan itu. Krystal sedang meresapi aroma tubuh Sehun yang khas. Menikmati semua perilaku Sehun yang menurutnya sangat manis hari ini. Semua hal yang diharapkan selama ini, bisa menjadi kenyataan.

Kajja, akan aku antar kau pulang. Langit sudah gelap. Aku tidak mau kekasihku yang cantik ini pulang sendirian. Dan aku tidak mau mendengar kata penolakan. Arrachi!”

Krystal hanya bisa mengangguk lalu mengikuti arah jalan Sehun menuju tempat dimana motor Sehun diparkirkan.

[Kai’s POV]

 

 

Malam itu aku sedang berdiri di balkon kamarku. Tidak sengaja saat aku akan masuk ke dalam kamar, aku menoleh ada sebuah motor sport hitam yang berhenti di depan rumah Krystal. Tapi tunggu.. seseorang yang turun dari motor itu sepertinya aku kenal. Saat dia membuka helm, rambutnya jatuh dan terurai bebas yang menunjukan bahwa dia seorang gadis. Aku mengenali gadis itu, tentu saja. Dia turun dari boncengan sambil tersenyum. Senyuman yang mencerminkan dia sangat senang saat itu. Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi diantara mereka berdua sejak aku pergi. Mereka benar-benar sudah menjadi lebih akrab.

Aku meremas dada sebelah kiriku. Melihat kejadian yang selama ini tidak ingin aku lihat dengan mataku sendiri. Sungguh aku tidak suka ini.

Seorang pria yang menggunakan seragam sama dengan gadis itu, turun dari motornya. Menghampiri gadis yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Orang tersebut membuka helm-nya. Aku bisa melihat orang itu dengan jelas tersenyum pada gadis yang selama ini mengisi hatiku. Dia seorang murid yang baru masuk ke sekolahku, murid pindahan dari China.

Sekaligus sahabat baruku.

Aku segera bersembunyi di balik pintu, takut-takut mereka menyadari keberadaanku. Memang aku tidak memberi kabar kepada mereka berdua kalau hari ini aku sudah kembali.

Aku melihat oang itu mengusap kepala, memegang bahu, bahkan mencium pipi sang gadis sebelum kembali menaiki motornya. Aku membulatkan mata menyaksikan kejadian itu. Lemas.. aku tidak dapat merasakan kakiku menapak pada permukaan lantai. Berusaha agar tidak jatuh, aku menyenderkan punggungku pada tembok. Aku tidak ingin melihatnya lagi. Ini membuat aku semakin merasakan sakit. Bukan secara fisik, melainkan hati.

Aku melirik kearah luar, ternyata sudah tidak ada siapapun disana. Aku memejamkan mata sambil merebahkan tubuhku diatas kasur. Mencoba untuk menenangkan hatiku walau itu sangat sulit. Aku sadar aku ini seorang namja. Tapi kenapa aku merasa sangat rapuh? Apa seorang namja tidak bisa merasakan hatinya sakit, melihat gadis yang dicintainya diperlakukan mesra oleh orang lain?

Aku melihat layar ponselku. Melihat wallpaper yang aku gunakan. Sebuah foto biasa mungkin bagi seseorang, tapi tidak bagiku. Aku dan Krystal yang sedang duduk di bangku taman samping rumah kami. Jariku yang kubentuk seperti huruf ‘V’ sambil tersenyum, sedangkan dia menjulurkan lidahnya, lucu.

Aku masih mengingatnya. Saat itu dia sedang murung karena dihukum oleh Kang songsaenim.

“Krys, sudahlah jangan dimasukan kedalam hati perkataan songsaenim tadi. Aku yakin, beliau hanya ingin yang terbaik untukmu agar tidak menyesal dikemudian hari.”

 

“Tapi Kai.. aku tidak ingin dipermalukan didepan kelas seperti itu. Aku benar-benar malu.” Suara Krystal yang sedikit bergetar, berusaha agar bulir air matanya tidak jatuh namun gagal. Air mata Krystal pelan-pelan mulai jatuh membasahi wajahnya.

 

Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Hanya berusaha menenangkan Krystal dengan mengusap kepalanya lalu mencoba menarik kepala Krystal agar bersandar pada bahuku. Krystal tidak menolaknya. Dia malah semakin histeris. “Menangislah agar kau bisa lebih tenang.” Ucapku sambil mengusap bahunya.

 

Aku pikir dia sudah merasa enakan, terbukti dari suara isakan tangisnya sudah berhenti. Dia kembali duduk normal. Aku mengusap ujung sudut matanya yang basah itu. Dia menoleh ke arahku sambil mengedip-ngedipkan kelopak matanya. Aku hanya bisa tersenyum dan dia membalas senyumanku.

 

Aku merogoh saku celanaku untuk mengambil sesuatu, ponsel. Aku menekan icon yang bergambar kamera lalu mengacungkannya ke atas. “Lebih baik kita berfoto. Suasana sore ini begitu indah menurutku. Sayang kalau tidak di abadikan.”

 

Dia mengangguk setuju lalu bergumam “songsaenim jelek wlee..”

 

 

Klik..

 

 

 

Aku tersenyum mengingat kejadian itu. Begitu banyak kenangan bahagia yang aku rasakan bersama dia. Aku tidak ingin melupakan semua moment indah yang pernah aku alami bersama gadis itu. Aku mematikan ponselku lalu menarik selimut.

Memang ini masih belum terlalu malam, namun tubuhku terasa lelah. Mungkin karena aku baru saja tiba di Seoul sorenya, ditambah kejadian yang menguras emosiku. Sudahlah aku sudah tidak ingin membahasnya.

Krystal, apa kau tidak bisa merasakan sakit yang aku rasakan?

[Krystal’s POV]

 

 

Sebelum masuk aku menoleh kearah balkon kamar Kai. Namun tidak ada siapapun disana. Tapi tadi sepertinya ada seseorang yang berdiri disana. Apa mungkin hanya perasaanku saja? Seperti Kai yang ada disana. Sejenak memperhatikan, lalu masuk kedalam rumah setelah Sehun pulang.

Aku berjalan sambil memegang dadaku. “Mengapa dadaku terasa sesak?” Seseorang yang terbesit dipikiranku, Kai. “Apa terjadi sesuatu pada Kai? Ada apa dengan dia?” Sambil memegang dada, aku berjalan lemas untuk duduk pada sofa diruang tengah. Mencoba mengatur nafas sambil bersandar pada sandaran sofa. “Kenapa perasaanku mengatakan terjadi sesuatu pada Kai?”

Setelah dirasa cukup tenang dan deru nafas sudah kembali normal, aku beranjak untuk kekamar. Setelah membersihkan tubuh karena seharian ini aku berada diluar dan tubuh terasa lengket, aku duduk di kursi meja belajar. Mengambil ponsel lalu mencari nomor seseorang. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Entah kenapa tiba-tiba aku merindukan dia, rindu dengan keberadaanya yang terkadang membuatku kesal namun terkadang dia selalu bisa memperbaiki suasana hatiku.

Aku mencoba menghubungi kedua nomor Kai. Tapi tidak kunjung tersambung. Aku berjalan-jalan gelisah di dalam kamar sambil terus menggenggam ponsel. Memikirkan keadaan Kai.

Tiba-tiba aku merasa pusing. Aku berjalan ke arah tempat tidur. Merebahkan sekujur tubuhku sambil menutp kedua mata dan memijit keningku ringan. Mungkin aku kelelahan hari ini. Besok aku akan mencoba menghubunginya lagi.

[Sehun’s POV]

 

 

Akhir-akhir ini aku selalu berangkat dan pulang bersamanya. Bersama gadis yang pernah mengisi hatiku. Jujur saja aku benar-benar merasa bersalah setelah mendengar penjelasan Kai waktu itu. Krystal menjadi gadis yang dingin dan cuek. Itu lah yang membuat aku merasa bersalah. Krystal yang aku kenal dulu itu seorang yang sangat ceria dan mudah bergaul dengan lingkungannya.

Aku tidak menyangka akhirnya aku bisa bertemu lagi dengannya. Bahkan kami satu kelas. Saat bertemu kembali dengannya, dia sangat dingin kepadaku. Untung ada Kai yang sudah menjadi sahabat baruku yang menyuruh gadis itu untuk bersikap baik dan berkenalan denganku.

Aku melihat mereka sedang duduk berdua di bangku taman belakang sekolah. Walau aku tidak bisa mendengar percakapan diantara mereka, namun aku bisa melihat sikap perhatiannya terhadap Krystal. Mereka ternyata benar-benar dekat. Awalnya aku mengira kalau mereka sudah menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih, namun pernyataan Kai saat di kelas membuatku sedikit lega.

Besoknya, aku melihat Krystal duduk sendiri di dalam kelas. Aku bingung, kemana Kai yang selalu berada didekatnya. Sakit? Tapi dia kemarin terlihat baik-baik saja. Tapi tidak apa, aku akan mencoba untuk mendekati Krystal lagi dan menebus kesalahanku.

Mengantar dia pulang untuk pertama kalinya. Sungguh itu membuat aku senang. Dulu aku tidak bisa mengantarnya pulang, karena kami masih kecil. Ditambah rumah kami yang berlawanan.

Hari ini aku benar-benar senang bisa mengajaknya makan bersama di rumah makan khas Jepang yang dulu sering kami kunjungi, tapi tentu saja ada orang tua kami. Aku bertekad untuk mengungkapkan isi hatiku padanya. Aku mulai memancing arah pembicaraan. Tapi dia seperti tidak ingin membicarakan hal itu. Bingung. Apa dia sudah tidak memiliki perasaan padaku? Karena suasana yang begitu canggung atau apa, tiba-tiba saja dia ingin segera pulang.

“Sehun maaf sekarang aku harus pulang. Aku harus melihat ke rumah Kai, dia sudah pulang atau belum. Aku khawatir dengan keadaannya, sampai sekarang masih tidak ada kabar dari dia.”

Kai? Aku menautkan alis. Benar.. sudah hampir seminggu dia tidak memberi kabar pada kami. Terakhir aku mendengarnya dari Krystal kalau dia sedang berada di Jepang. Sebelum dia melangkah lebih jauh, aku mengejarnya. Sudah aku putuskan, aku tidak boleh menghindar lagi. Tidak peduli dengan jawaban dari Krystal nanti, yang terpenting aku sudah mengungkapkan perasaan yang tulus dari hatiku.

Sungguh senang setelah mendengar jawaban dari Krystal, ternyata dia masih mencintaiku. Aku tidak akan membuatnya terluka lagi. Tidak akan meninggalkannya lagi. Aku berjanji. Aku sangat menyesal karena pernah membuatnya menunggu terlalu lama.

Tapi aku masih penasaran dengan hubungan Krystal dan Kai. Aku merasakan ada sesuatu diantara mereka. Dan Kai yang tiba-tiba saja menghilang begitu membuat Krystal cemas. Memang tidak pantas aku cemburu pada sahabatku. Mudah-mudahan perkiraanku salah, hubungan mereka hanya sebatas pertemanan, tidak lebih. Karena aku benar-benar mencintai Krystal.

 

 

[Author’s POV]

 

 

Drrtt~

 

Drrtt~

 

Drrtt~

 

 

Krystal terbangun akibat getaran dari ponselnya yang ada di nakas samping tempat tidur. Sedikit kesal karena hal itu membuat kegiatan tidur di hari Minggu-nya terusik. Dia sengaja tidak mengaktifkan jam waker­-nya karena hari ini hari libur. Krystal menoleh untuk melihat jam yang tergantung di dinding kamar, pukul 9 pagi. Tanpa menoleh layar ponsel untuk mencari tahu siapa yang menghubunginya di pagi hari, gadis itu menggeser icon hijau.

Yeobosseo.” Ucap Krystal dengan suaranya yang masih berat karena baru saja bangun tidur.

Krystal… maaf sudah menganggu tidurmu. Maukah kau temani aku untuk berjalan-jalan hari ini?”

TBC

(To Be Continue)

Author Note   :           Hallo.. Author kembali dengan kelanjutan fanfict gaje aku. Ini part 2 yang berhasil aku selesaikan. Lamakah nunggunya? Mian akhir-akhir ini lagi disibukan dengan tugas kuliah yang jujur bikin aku jadi males ngetik karena udah cape *curhat*

Oke lagi-lagi TBC pas ada seseorang yang menghubungi Krystal. Hahaha author tidak kreatif memang. Menurut author, part ini pendek dan agak kecepetan. Iya gak? Ya.. karena habis ini part akhir, aku mau bertapa dulu cari ending yang mudah-mudahan dapat berkesan di hati reader. Tapi aku gak yakin bisa sih hehe..

Makasih yang udah mau baca sekaligus komen di part 1. Komentar kalian yang nyemangatin author buat ngelanjut fanfict ini, serius loh bikin author senyum-senyum pas otak lagi mumet-mumetnya sama tugas (namanya juga baru pertama haha). Tapi ini beneran loh😀

Gimana typo udah agak berkurang kah? Haha..

Makasih juga udah mau nunggu huhu.. Tetep tunggu ya part 3, kayaknya sih bakal lebih lama lagi huahaha.. See you…

Tetep komen ya..🙂

6 thoughts on “CONFUSED #2

  1. kacian amat si kai cintanya bertepuk sebelah tangan, akhirnya sehun and krystal jadian. ditunggu next chapter nya ;D

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s