Nightmare

nighmare byun

Author : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri

Rating : PG-13

Length : ficlet

Genre : romance

***

Malam hari.

Aku sedang berdiri di tepi balkon kamarku dan Baekhyun. Memandang ke bawah dimana terhampar luas taman dengan berbagai bunga yang memanjakan mata. Sayangnya tidak terlalu jelas karena pencahayaan tidak cukup banyak untuk memperlihatkan keindahan bunga-bunga itu.  Kali ini aku tidak sendiri di rumah. Baekhyun tidak pergi kemana-mana sejak tadi pagi, beruntung sekali.

Aku menyesap cappuccino hangat yang sejak tadi menemaniku merenung. Merenung? Oh baiklah, lagi-lagi terlintas dalam pikiranku, sebuah kenyataan yang sampai sekarang sulit aku terima. Mengapa Baekhyun memilihku untuk menjadi istrinya?

Aku meletakkan cup cappuccino-ku ke pagar balkon. Menumpukan siku di sana, lalu menopang wajahku. Sejenak memejamkan mata, menghirup udara malam yang dingin.

Sepasang tangan–yang sudah ku ketahui pemiliknya–melingkar di pinggangku yang ramping. Aku dapat merasakan hidungnya menempel dibahuku. Sekedar menghirup aroma tubuhku. Dia bilang itu adalah salah satu kegiatan favoritnya.

Tak lama dia melonggarkan pelukannya, lalu menggantungkan sweeter hangat di bahuku. Ah, aku hanya memakai piyama, mengabaikan peringatan Baekhyun beberapa saat yang lalu tentang, aku harus memakai baju hangat saat berada di luar. Aku sedang malas melakukannya, maaf.

“Sudah ku katakan bahwa kau harus memakai baju hangatmu. Aku tidak ingin kau sakit,” ucap Baekhyun dengan nada peringatan yang cukup menakutkan bagiku.

Aku membalikkan badanku hingga kami berhadapan. Dia memeluk pinggangku, merapatkan tubuh kami berdua, membuat udara dingin di sekitar kami menjadi hangat.

“Ada apa?” ucapnya saat menyadari perubahan raut wajahku.

“Mengapa kau memilihku dari sekian banyak wanita cantik dan baik yang pantas kau jadikan sebagai istrimu?” tanyaku sambil menikmati ketampanannya yang sama sekali tidak berubah ketika aku menetapkan bahwa bagiku dia pria tertampan di muka bumi, bahkan kadarnya seperti semakin meningkat saja.

“Haruskah kau menanyakan ini? Lagi?” ujarnya dengan nada tidak suka. Oh baiklah, ku rasa aku sudah membuatnya marah.

Aku diam. Lantas menurunkan pandanganku. Dia mengangkat satu tangannya untuk meraih daguku membuatku mendongak lagi.

Cup!

Dia mendaratkan bibirnya sekilas. Tapi sukses membuatku kehilangan kewarasan sesaat.

“Kau dan aku sudah ditakdirkan bersama. Jadi, tidak hanya aku yang memilihmu melainkan sudah aturan yang dibuat sedemikian rupa oleh Tuhan. Untuk kita. Aku mencintaimu dengan segala definisi cinta yang pernah ada. Bahkan lebih besar dari semua fantasy yang pernah kau pikirkan sebelumnya. Jadi berhentilah berasumsi seolah-olah aku menyesali hidupku karena telah memilihmu!”

“Aku pernah bermimpi. Sebuah mimpi buruk yang membuatku ingin mati saat itu juga.”

“Mau cerita padaku? Kita ke dalam saja, disini dingin.”

Baekhyun menggenggam salah satu tanganku, lantas menuntunku masuk. Mengajakku duduk di sofa. Sementara aku hanya menurut tanpa berkata apa-apa. Dia benar-benar protektif dan menyayangiku. Membuatku takut kalau nanti aku bisa membuatnya kecewa.

Baekhyun mengangkat kakinya ke atas sofa, merebahkan kepalanya di pahaku. Dia mendongak, menatapku sesuka hatinya dan mulai mendengarkanku bercerita.

***

Saat itu, aku sendirian di rumah, tidak ada hal berguna yang aku lakukan. Baekhyun pasti sudah tahu bahwa aku tidak bisa memasak dengan benar. Dan dia juga pasti tahu bahwa aku sama sekali tidak tertarik untuk melakukannya sendirian.

Lalu, Baekhyun pulang dengan wajah lelah dan suasana hati yang ku rasa buruk. Aku menyapanya dengan senyum terbaikku–aku rasa. Sementara dia hanya menatapku sejenak, lantas masuk ke kamar dengan membanting pintu. Kedengarannya sangat keras, sampai-sampai aku merasa jantungku hampir lepas. Oh baiklah, aku mengerti bahwa dia sedang lelah. Jadi aku hanya mendiamkannya, membiarkannya istirahat.

Aku tidak tahu durasi mimpiku, karena gambaran berikutnya adalah Baekhyun keluar dari kamar dengan pakaian rapi,seperti ingin pergi. Tapi dia tidak membawa kunci mobilnya karena aku melihat kunci itu tergeletak begitu saja di atas meja.

Lantas aku bertanya, “Kau mau kemana?”

Baekhyun menghentikan langkahnya, lalu menatapku sesaat sebelum menjawab, “Hanya pergi sebentar, mencari udara segar.”

Dan itu semua ia ucapkan tanpa menatapku dan dengan nada dingin, seperti ada hal yang dirahasiakannya, dan ia tidak ingin aku tahu hal itu. Baekhyun tidak tahu bahwa ucapannya itu perlahan membuat hatiku berdenyut sakit.

Aku membuka tirai jendela dari atas. Entah dapat dorongan dari mana aku ingin melihat Baekhyun dari atas. Lalu aku melihat mobil berwarna merah menyala berhenti di depan rumah kami. Oh, rupanya Baekhyun dijemput seseorang. Teman?

Lalu pintu kemudi terbuka dan aku masih dapat melihat dengan jelas bahwa yang keluar dari sana adalah wanita–yang ku akui–sangat cantik.

Wanita itu berambut lurus berwarna hitam. Wajahnya manis. Tapi tidak tampak seperti orang korea asli. Aku menilainya seperti super model internasional. Matanya tidak terlalu sipit. Kulitnya putih. Dia memakai palto berwarna biru tua. Kalung mutiara yang dipakainya tampak bersinar karena pantulan cahaya matahari. Aku merasa tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan wanita itu.

Baekhyun meminta wanita itu segera masuk. Mendorongnya pelan ke dalam mobil. Lalu tiba-tiba saja Baekhyun mendongak, melihat ke jendela yang sedang ku gunakan untuk melihatnya, membuat aku terkesiap, tertangkap basah sudah melihatinya sejak tadi. Oh baiklah, ku rasa yang pantas disebut tertangkap basah itu dia.

Baekhyun hanya menatapku sesaat sebelum masuk ke dalam mobil itu dan melesat pergi.

Aku belum berani mencurigainya. Mungkin saja wanita itu teman kerja atau mungkin siapa saja yang ada hubungannya dengannya, tapi hanya sebatas teman. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa dadaku sesak, seperti ada sebuah ganjalan berduri yang menyiksaku.

Kemudian, ku rasa sudah cukup lama Baekhyun pergi. Lalu Baekhyun kembali lagi. Kali ini tanpa melihatku sama sekali, Baekhyun masuk ke dalam kamar, lalu aku mengikutinya. Aku dan dengan rasa penasaranku yang berada di puncaknya–membuatku berani untuk bertanya padanya.

“Siapa wanita yang tadi bersamamu?”

Aku sadar, wajahnya mengeras dan tubuhnya menegang. Baekhyun menatapku tanpa ekspresi sebelum tersenyum setengah, membuatku merasa ada yang tidak beres.

“Kau melihatnya? Bagus, jadi aku tidak perlu menjelaskannya terlalu detail,” jawabnya datar.

“Apa maksudmu, Baekhyun-ah?” aku menghampiri Baekhyun. Mendudukkan diriku di atas kasur, di sampingnya.

“Aku mencintai wanita lain.”

Deg!

Dia seperti menusukkan belati berkarat di jantungku. Menyayatnya perlahan agar aku bisa merasakan sakitnya yang menggerogoti seluruh badanku. Lalu menghancurkan hatiku, membuatku saat itu seperti orang mati. Tidak bergerak lagi.

“Kenapa?” pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulutku.

Baekhyun memejamkan mata sambil menghela nafas berat. Apakah dia sedang bingung dengan perasaannya ataukah sudah yakin ingin melepasku? Aku tidak tahu.

“Aku rasa kita tidak bisa terus bersama. Aku mencintai orang lain. Hanya itu. Ku rasa sudah cukup jelas bahwa aku meminta agar kita berpisah.”

Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya air mata yang merefleksikan betapa menyedihkannya aku saat itu.

“Aku akan menikahinya dan menjadi ayah untuk janin yang ada di tubuhnya.”

“Janin?!” jeritku di luar kendali. “Jadi kalian sudah…,” lidahku kelu untuk melanjutkan ucapanku sendiri, hingga Baekhyun menganggukkan kepalanya, menjawab semuanya.

Aku mengampiri Baekhyun. Dan entah dapat keberanian dari mana, aku menampar wajahnya.

“Brengsek kau Baekhyun!” umpatku kasar. Kata yang tidak pernah aku ucapkan padanya dan bahkan aku berjanji pada diriku untuk tidak akan mengatakan kata kasar seperti itu padanya. Tapi dia membuatku mengingkari janjiku sendiri.

Baekhyun memegang pipinya yang agak memerah, lantas berdiri berjalan menjauhiku.

“Aku tunggu surat ceraimu.” Itu kata terakhir sebelum Baekhyun keluar dari kamar kami.

Aku mendengar deru mobil yang tampak tergesa-gesa. Dengan segera aku turun dari tangga dan keluar rumah. aku berhenti di depan pintu. Antara ingin dan tidak untuk menghentikannya pergi.

Dia begitu yakin dengan ucapannya, lalu aku bisa apa? Memangnya apa lagi yang ku harapkan kalau pria yang ku cintai lebih memilih wanita lain? Aku seperti tidak berharga lagi. Aku dibuang begitu saja.

Tanpa aku sadari tubuhku merosot di pintu. Rasanya kaki ini sudah tidak sanggup menopang berat tubuhku sendiri. Seperti jiwaku baru saja dipaksa keluar dari raganya.

Bodoh!! Aku merutuk diriku sendiri yang tidak bisa melangkahkan kaki lagi untuk mengejarnya. Aku merutuk diriku yang tidak bisa mengerti dengan apa yang dia inginkan.

Sampai akhirnya, Baekhyun menjalankan mobilnya. Melesat di halaman rumah kami. Meninggalkanku bersama kesedihanku.

“Jangan pergi…”

***

Aku mengusap air mataku yang entah sejak kapan menetes. Bahkan tanpa sengaja menjatuhkannya di wajah Baekhyun juga.

Uljima…” ucapnya sambil mengusap pipiku dengan tangannya yang hangat.

Baekhyun duduk, lalu memegang kedua bahuku. Ia menatapku dalam, lalu menenggelamkanku ke dalam pelukannya. Aku terisak. Menumpahkan rasa sesak yang ku pendam karena mimpi buruk itu. Mimpi yang benar-benar membuatku takut akan kehilangan sosok pria di depanku ini.

“Aku pasti akan jadi pria yang paling jahat di muka bumi karena membuatmu menangis seperti ini. Aku sudah berjanji untuk menjagamu selama hidupku. Jadi aku tidak mungkin melakukan hal yang menjijikan seperti itu.”

“Aku takut….”

“Hey, ini bukan kau. Minri yang ku kenal tidak penakut seperti ini. Ayolah… cubit aku!” pinta Baekhyun sambil melepaskan pelukannya.

“Tidak mau.” Aku memeluk Baekhyun lagi. Kali ini lebih erat. Aku hanya bisa berharap kalau ia benar-benar membuktikan ucapannya dan memenuhi janji pada dirinya sendiri.

© Charismagirl

Minri galau-.-? #plak komen dong U.U// Uda lama engga publish apa-apa nih… miss u readers :*

24 thoughts on “Nightmare

  1. Aku pernah mimpi buruk kayak gitu-_-
    pokoknya namching aku pergi sm cewe lain, pas bangun nyesek banget emang-_- nyelekit gimanaaa gitu/?
    Sampe sekarang jadi takut😥
    aku suka kopel baek-minri :*

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s