My Butterfly

Title : My Butterfly

My Butterfly

Author : angelsite97

Main Cast :

Kai

Baekhyun

Lee Eunmi (OC)

Suport Cast :

Hyera (OC)

Oh Sehun

Tao

Lee Donghae

Length : Oneshoot (or maybe Longshoot(?) #Plak)

Genre : Romance❤

Rating : General

Annyeong Chingu :3 wkwk jelas yang ini bukan FF pertama buatku. Tapi aku still belajar dalam membuat FF ini. Kebetulan FF ini beridekan dari kehidupan Real Author sendiri. Dan beberapa cast disini pun berdasarkan teman-teman Author yang ada di Real.

Yah yang pasti ini asli bikinan author dan bukan copast. So, jangan asal copast aja K wkwk

Selamat Membaca J

~~

Chapter 1

Author’s Pov

Terlihat seorang gadis sedang berjalan melewati sebuah taman dengan mengendarai sepedanya. Tak tampak sedikitpun semburat sedih ataupun kesusahan dari tatapan matanya dan terlebih lagi dari senyuman manisnya.

Hingga akhirnya Ia sampai di tujuannya, yaitu sekolahnya. Bergegaslah Ia memarkirkan sepedanya, lalu Ia pun langsung berjalan menuju kelasnya.

“Eunmi-ya.” Teriak seorang yeoja begitu melihat gadis tadi masuk kedalam kelas.

Sedangkan yeoja yang dipanggil Eunmi hanya tersenyum dan berjalan ke arah yeoja yang memanggilnya.

“Duduk belakang lagi, Nona Hyera?” Tanya Eunmi, dan dibalas oleh lawan bicaranya dengan anggukan kecil.

“Bagaimana pun juga jika kita duduk belakang, Aku jadi punya kesempatan untuk mendekatinya. Kau kan yang mengusulkan itu.” Ujar Hyera.

“Arraso. Tapi…” Ujar Eunmi, tapi ucapannya terhenti ketika melihat seorang namja masuk kedalam kelas. Seorang namja bertubuh cukup tinggi, dengan rambutnya yang terkesan berantakan.

“Tapi aku tidak janji akan membantumu berbicara dengannya. Oke?” Lanjut Eunmi pada akhirnya,

“Mwo? Waeyo? Aishh, Kau ini.” Ujar Hyera, disertai dengan tampang cemberut diwajahnya.

“Cih, Kau sendiri kan tahu, aku masih marah dengannya sejak kemarin sabtu.” Ujar Eunmi, dan pada akhirnya Hyera pun menyerah dan mengangguk.

“Pinjam PR.” Baru saja Eunmi duduk dibangkunya, namja yang tadi masuk kekelas sudah berdiri didepan mejanya dan menjulurkan tangannya.

“Mwo?” Ucap Eunmi sedikit tak percaya atas apa yang ada dihadapannya.

“Cih, kau ini bodoh atau apa ha? Aku bilang pinjam PR.” Ulang namja itu,

“Tidak mau.” Ucap Eunmi setelah Ia terlihat berpikir sejenak.

“Pelit.” Ujar namja itu lalu Ia pun menoleh ke arah Hyera, dan bermaksud meminjam buku PR darinya.

“Terserahlah.” Ucap Eunmi tiba-tiba sambil berdiri dan membanting tasnya di atas meja, lalu Iapun berjalan keluar kelas.

~~

Eunmi’s Pov

Aku benar-benar sudah tidak tahan. Apa yang harus aku lakukan?

Aishh…

Akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan kelas, dan pergi entah kemana. Yang pasti untuk saat ini aku tidak mau bertemu dengannya.

“Eunmi-ya.” Kudengar Hyera memanggil namaku, tapi berhubung aku sudah terlalu kesal, aku pun tidak menghiraukannya sama sekali.

Kulangkahkan kakiku menuju taman sekolah yang berada di halaman belakang.

Entah sudah berapa kalinya aku mendesah. Aku benar-benar seperti orang gila saat ini.

“Benar-benar childish.” Tiba-tiba kudengar seorang namja berbicara. Dan kulihat ada seorang namja yang sedang duduk di salah satu kursi taman,

“Aku kan sudah bilang untuk melupakannya.” Lanjutnya,

Dan entah mengapa aku malah merasa Ia sedang membicarakanku?

“Maksudmu?” akhirnya aku pun memberanikan bertanya ke arahnya, dan Ia pun menoleh. Ah, dia anggota Klub Bela diri, aku ingat aku pernah melihatnya sebelumnya.

“Ah, Mianhae. Aku sedang berbicara dengannya.” Ujarnya sambil menganggkat seekor anjing kecil berbulu coklat yang sangat indah. Apalagi wajah anjing itu sangatlah lucu.

Tapi aku menatapnya sedikit bingung. Berbicara?

“Ehm, maksudku bercanda dengannya. Aku normal kok, aku tidak bisa berbicara dengan anjing.” Lanjutnya, dan aku hanya tersenyum ketika Ia berbicara. Aku pun berjalan mendekatinya, bermaksud untuk ikut bermain dengan anjing kecil itu.

“Oya, Aku Byun Baek Hyun. Kau? Ehm, kalau tidak salah Kau Lee Eun Mi bukan? Anggota Klub Fotografi?” Ujarnya, dan aku sedikit terkejut Ia mengetahui namaku.

“Ya. Kau benar. Dan kau anggota klub Bela Diri bukan?” Tanyaku dan Ia mengangguk kecil.

“Ah, Aku lupa. Aku harus bergegas kembali kekelas. Ehm, sekali lagi salam kenal ne. Dan Bye, Ehm…” Ucapku sambil menatap anjing kecil dihadapanku ini.

“Namanya Joy. Karena dia suka sekali membuat orang bahagia.” Ujarnya,

“Joy? Ehm, kalau gitu Bye Joy, dan kau Baekhyun.” Ucapku lalu aku pun bergegas kembali kekelas.

~~

“Kau masih marah dengannya?” Tanya Hyera, disela-sela istirahat.

“Ne.” Ujarku singkat, entah mengapa hari ini aku sedang tidak mood untuk membahas namja satu itu,

“Ehm, kau yakin?” Tanya Hyera lagi. Dan kujawab dengan anggukan kecil. Tapi Dia malah memasang wajah sedih dan cemberut.

“Aishh… Kau kenapa?” Tanya ku pada akhirnya.

“Aku… Aku mau makan di kantin dengannya. Tapi… Aku tidak berani mengajaknya sendiri, jadi…” Ujar Hyera sedikit terbata-bata. Dan aku hanya memejamkan mataku sejenak sembari menarik nafas dalam.

“Arraso. Akan kutemani. Kajja.” Ucapku, dan Hyera pun langsung tersenyum ketika mendengarku mengatakan itu. Padahal jujur perasaanku sangatlah menentang hal ini.

Sesampainya di kantin, aku berusaha mencari sosok namja menyebalkan itu.

“Ah, Itu Kai.” Ujar Hyera, dan tepat disaat itu aku melihatnya. Namja bernama Kai itu benar-benar… membuatku muak.

“Hai.” Sapaku pada mereka, tapi tidak ke kai.

“Ah, Eunmi, Hyera. Sini-sini duduk disini saja.” Ujar Sehun sambil menunjuk kursi dihadapannya.

“Gumawo.” Jawab Hyera, yang langsung mengambil tempat duduk di hadapan Kai, dan aku pun duduk di hadapan Sehun.

“Ehm, kebetulan aku bawa kue nih. Ada yang mau?” Tanya Hyera sambil membuka tempat bekalnya. Cih, dasar Hyera, bilang saja Ia menawarkan kue itu pada Kai.

Ya, dia sudah menyukai Kai sejak awal masuk SMA, dan begitu tahu aku teman SMP nya, dia jadi menempel sekali padaku. Dan aku sebenarnya sudah tahu motifnya sih, tapi berhubung aku juga susah bergaul dengan teman yeoja lain dikelas, jadi terima sajalah.

“Ah.” Ucapku tanpa sadar, ketika melihat Baekhyun berjalan ke arah pintu keluar kantin, dengan membawa dua kue ditangannya.

Aku yakin, satu roti darinya pasti untuk Joy.

“Ehm, Hyera, Sehun, Tao aku pergi duluan ya. Aku mau makan diluar.” Ujarku sambil merapikan bekal makananku. Tapi Tao malah tertawa melihat tingkahku.

“Wae?” Tanyaku,

“Aku lihat kok, barusan kau melihat Baekhyun bukan? Anak Bela Diri itu? Wah, Eunmi ternyata tipemu seperti itu ya?” Ujarnya, dan aku pun hanya menatapnya sebal dan bergegas meninggalkan kantin.

“Sudah kuduga.” Ucapku sesampainya di kantin, dan Baekhyun pun menoleh kearahku.

“Kau…” Ujarnya sedikit terkejut melihat kehadiranku di taman ini.

“Aku melihatmu membawa 2 roti, jadi aku pikir satu dari roti itu untuk Joy. Dan aku benar bukan?” Ucapku sambil berjongkok dihadapan Joy, yang sedang asik menghabiskan rotinya.

“Kau suka anjing?” Tanya Baekhyun, dan aku pun mengangguk.

“Dulu aku punya anak anjing. Tapi itu tidak lama. Anjingku terkena penyakit dan harus di bunuh.” Jelasku padanya, dan terlihat semburat rasa bersalah dan simpati di wajah Baekhyun.

“Ani. Gwenchanayo. Aku sebenarnya sudah sempat menduganya, karena Induk dari anjing itu juga meninggal karena penyakit yang sama.” Ujarku, dan tiba-tiba Baekhyun menjulurkan tangannya yang memegang roti.

Berhubung aku tidak mengerti apa maksudnya, aku pun hanya menatapnya,

“Ini. Berikan pada Joy.” Ujarnya, dan aku pun langsung mengambil roti itu, dan menyuapkannya pada Joy.

“Joy ini adalah anak anjing sekolah. Tapi hanya beberapa murid sekolah saja yang tahu keberadaanya, karena dia senang sekali bersembunyi dan hanya mau keluar pada orang tertentu. Jadi cobalah berkenalan dengannya.” Jelasnya dan barulah aku mengerti mengapa aku tidak pernah melihat Joy sebelumnya.

“Wah, anak pintar.” Ujarku sambil mengelus kepala Joy, yang berhasil menghabiskan seluruh roti yang kuberikan kepadanya. Tanpa sadar aku pun tersenyum melihat tingkah Joy yang begitu lucu dan menggemaskan.

“Apa kubilang, dia cocok diberi nama Joy. Buktinya dia berhasil membuatmu tersenyum semanis itu.” Ujar Baekhyun, tapi aku malah menatapnya tidak percaya.

Barusan dia bilang bahwa senyumanku manis?

“Kalau kau mau, kau bisa membantuku menjaganya.” Tawar Baekhyun yang sepertinya tidak sadar bahwa perkataannya sebelumnya sedikit berhasil membuatku tersipu.

“Dengan senang hati.” Jawabku penuh semangat, dan tiba-tiba senyumanku pudar ketika melihat siapa yang ada di ujung koridor menuju taman ini.

“Wae?” Tanya Baekhyun sambil menoleh kearahku melihat,

“Ah, Kai.” Ujar Baekhyun sambil berdiri, dan begitu Joy sadar ada Kai disitu, Ia langsung berlari pergi masuk ke semak-semak.

“Tumben kau kemari. Ada apa?” Kudengar Baekhyun bertanya ke arah Kai, aku pun menyibukkan diriku dengan membereskan bungkus roti yang ada disitu, dan berusaha mencari Joy, di sela-sela semak.

“Tidak. Aku hanya iseng. Tak kuduga kau bisa berpacaran juga.” Jawab Kai, dan seketika itu juga aku merasa kaku dan sebuah rasa sakit merasuk kedalam hatiku begitu saja.

“Ah, Ani. Kami hanya teman. Dan bukannya dia teman sekelasmu? Lee Eun Mi?” Tanya Baekhyun, dan aku pun memberanikan diri untuk menoleh ke arah Kai, dan kulihat dia malah tersenyum, dan menatapku.

“Ya. Dia temanku.” Ujarnya sambil tersenyum kearahku, dan lagi-lagi dia berhasil membuatku merasa kaku tapi kali ini sebuah perasaan hangat merasuk ke dalam hatiku.

“Baiklah. Aku pergi dulu.” Ujar Kai pada akhirnya.

~~

Hyera’s Pov

“Baekhyun?” Ucapku tanpa sadar sambil menatap kepergian Eunmi. Tak pernah terpikir olehku Eunmi akan menyukai seseorang.

“Ne. Dia Baekhyun. Anak Bela Diri.” Jelas Tao lagi, sambil terus menatap Eunmi dengan geli.

“Apa… apa mungkin Eunmi menyukai namja itu?” Tanyaku lagi, tapi Sehun malah menatapku heran,

“Eunmi itu yeoja normal, jadi apa salah dia menyukai seorang namja?” Ujarnya, dan barulah aku tersadar.

Mungkin dia memanglah tomboy tapi bukan berarti dia tidak mungkin jatuh cinta. Entah mengapa ada perasaan lega didalam hatiku saat ini.

“Aku selesai.” Tiba-tiba terdengar suara Kai, yang kemudian kulihat dia sudah siap-siap untuk pergi.

“Ah, tunggu aku…” Baru saja aku ingin pergi mengikutinya, Kai sudah pergi terlebih dahulu.

Selalu seperti ini, Kai tidak pernah menganggap kehadiranku. Dia hanya akan melihatku ketika ada Eunmi disisiku. Apa dugaanku selama ini benar?

“Hyera.” Tiba-tiba Tao memukul tanganku dan menyadarkanku.

“Kau kenapa? Apa kau sakit?” Sekarang giliran Sehun yang berbicara, dan aku hanya menggeleng pelan. Meski didalam hati aku ingin sekali berteriak bahwa ini sangatlah sakit,

“Ehm, kalau begitu aku juga ingin kembali kekelas.” Ucapku pada akhirnya,

“Ah, biar kutemani.” Ujar Sehun sambil membantuku membereskan bekal kue ku.

“Gumawo.” Ucapku, lalu kamipun kembali ke kelas. Kebetulan Aku, Eunmi, Kai dan Sehun memanglah teman sekelas.

“Tidak perlu sedih. Belum tentu yang kau pikirkan adalah kenyataan.” Ujar Sehun tiba-tiba yang seketika membuatku berhenti berjalan dan menatapnya tidak mengerti.

“Aku tahu kau menyukai Kai, bahkan sejak kau melihatnya pertama kali.” Lanjutnya yang aku yakin berhasil membuat wajahku memerah.

“Ba..Bagaimana kau bisa tahu?” Tanyaku sedikit terbata-bata.

“Aku selalu memperhatikanmu, jadi sangatlah mudah untuk menyadarinya.” Jawabnya dan dia pun mengusap kepalaku,

“Hei, jangan pesimis dong. Belum tentu Kai itu menyukai Eunmi. Jadi keep fighting oke?” Lanjutnya lagi, dan aku hanya menatapnya sembari tersenyum,

Tapi seketika itu juga senyumanku memudar ketika melihat mereka.

“Sehun-ah. Apa kau yakin?” Ujarku tanpa sadar, dan Sehun pun mengikuti arah pandanganku yang menuju kaca jendela yang persis mengarah ke arah taman belakang.

Jujur saat ini hatiku terasa sangat sakit. Aku tidak bisa memungkiri lagi apa yang kulihat saat ini. Sudah sangat jelas bahwa Kai terus memandang Eunmi yang sedang bersama Baekhyun. Siapapun pasti tahu kalau tatapan itu bukanlah tatapan biasa antar teman, jelas jelas itu tatapan yang menandakan bahwa Kai menyukai Eunmi.

Tanpa sadar air mata mulai jatuh satu persatu dari pelupuk mataku,

“Hyera…” Ujar Sehun yang sepertinya ikut merasakan rasa sakit yang aku rasakan. Jujur aku sangat bersyukur memiliki teman sepertinya,

“Ah, Maaf. Aku jadi melankolis begini. Ya sudahlah mau bagaimana lagi? Eunmi sahabatku, tidak mungkin kan aku berebut seorang namja dengannya.” Ucapku sambil menarik nafas perlahan untuk meredakan air mata yang terus mengalir dari mataku, tapi bukannya berkurang, air mata ku malah semakin banyak dan terus mengalir.

Kurasakan tangan Sehun menyentuh pundakku dan menarikku kedalam pelukannya.

“Menangislah. Kau berhak untuk menangis.” Ucapnya sambil mengusap kepalaku, dan sesuai dengan ucapannya aku menumpahkan semua air mataku di dadanya. Aku sudah tidak peduli lagi ini di koridor sekolah, yang kurasakan saat ini hanyalah rasa sakit yang begitu sakit dihatiku.

~~

“Ah, akhirnya ketemu juga.” Tiba-tiba sebuah tangan menepukku, dan itu membuatku merasa sedikit tidak tenang. Ya, karena aku mengenal suara ini, suara Eunmi,

“Kau kemana saja sih? Sudah hampir 2 hari ini kau selalu saja menghilang.” Lanjutnya yang langsung membuatku merasa bersalah.

“Ah, mianhae. Aku sedang ada urusan dengan Sehun, jadi aku…” Ucapku tapi tiba-tiba dia meninju pundakku,

“Kau bohong.” Ujarnya kemudian, dan aku pun menatapnya bingung,

“Aku sudah dengar semuanya dari Sehun. Hyera-ya aku tidak peduli Kai suka padaku atau tidak, bagiku keberadaanmu lebih darinya.” Ucapnya yang semakin membuatku merasa bersalah,

“Awalnya aku merasa tidak terlalu peduli dengan cara Kai menatapmu, tapi semakin kesini aku semakin sadar bahwa tatapan itu adalah tatapan memuja. Jadi aku putuskan untuk melupakannya. Meski aku tahu itu sulit dan pasti menyakitkan. Tapi bagiku lebih menyakitkan jika harus kehilangan seorang sahabat.” Ujarku sambil menatap Eunmi disertai sebuah senyuman tulus,

“Hyera-ya.” Ucapnya sambil menatapku, dan aku dapat menangkap perasaan bersalah dari matanya.

“Kau tahu Eunmi-ya? Sebenarnya tanpa kau sadari kau juga sedikit menyukai Kai bukan?”

~~

Eunmi’s Pov

“Kau tahu Eunmi-ya? Sebenarnya tanpa kau sadari kau juga sedikit menyukai Kai bukan?”

Tiba-tiba jantungku terasa berhenti berdetak,

“Mwo?” Ujarku tanpa sadar,

“Kau menyukai Kai. Aku tahu itu. Aku sahabatmu dan kau tahu? Sebenarnya selama ini aku adalah pengecut. Aku tahu kalian saling menyukai tapi…” Ucapnya lalu Hyera menatapku sejenak, dan melanjutkan ucapannya,

“Aku tetap bersikeras untuk berada ditengah kalian, dan berusaha membuat Kai menyukai… Ah, bukan. Lebih tepat jika dikatakan aku berusaha membuat Kai sadar akan keberadaanku.” Lanjutnya, yang membuatku merasa sangat bersalah. Jujur selama ini aku tidak pernah berpikir Hyera akan merasakan hal seperti ini.

“Jadi Eunmi-ya. Aku ingin kau berjanji satu hal denganku.” Ujar Hyera,

“Berjanji apa?” Tanyaku,

“Berjanji untuk tidak melupakan Kai, dan mencobalah untuk lebih membuka hatimu. Jangan sampai kau kehilangannya.” Jawabnya yang membuatku merasa sedikit salah tingkah.

Apa mungkin aku benar-benar menyukai Kai?

“Hyera-ya. Aku… aku masih tidak yakin kalau… yang dikatakanmu itu benar. Tentang… Kai dan… aku.” Ujarku sedikit terputus-putus, tapi Hyera malah tertawa kecil,

“Sudah kuduga. Ini pasti kali pertama untukmu menyukai seseorang bukan?” Tanyanya, yang langsung kujawab dengan anggukan kecil.

“Itulah rasa suka. Kau bisa kesal, marah tapi juga tertawa serta menangis ketika berada didekatnya. Kau bisa merasakan hal yang begitu aneh tapi juga manis, bahkan tak jarang rasa aneh itu akan menyebabkan sakit.” Jelas Hyera yang seketika membuka tentang pandanganku.

Sepertinya apa yang dikatakan Hyera benar. Aku selalu marah dan kesal jika ada disekitar Kai, tapi tanpa sadar aku juga bisa tertawa dan tersenyum karenanya, dan tidak jarang hanya karena keberadaannya aku bisa menangis.

“Ah, aku lupa.” Ujar Hyera tiba-tiba,

“Wae?” Tanyaku,

“Aku sedang ditunggu Sehun. Jadi aku duluan ya. Bye Hyera, dan… jangan lupa janjimu.” Ucapnya dan tak lama Iapun sudah berlari meninggalkanku.

Huh, dasar Hyera. Entah sejak kapan Ia jadi begitu lekat dengan Sehun. Tapi sebenarnya karena itulah aku sadar bahwa keberadaan Hyera cukup berarti.

“Hey.” Tiba-tiba kudengar seseorang memanggilku, dan jujur aku merasa ini kebetulan yang sangat aneh, tapi… entah mengapa terasa manis…?

“Oh, Kau Kai. Wae?” Tanyaku sambil berusaha menenangkan perasaanku yang mulai tidak karuan.

“Ani. Aku hanya ingin bertanya, apa kau melihat Hyera?” Jawabnya, dan itu berhasil membuatku menatap aneh kearahnya.

“Hye…Hyera?” Ujarku memastikan, dan Ia menatapku lalu mengangguk.

“Oh, dia… dia sedang bersama Sehun.” Jawabku dan Ia hanya mengangguk kecil dan tiba-tiba pergi begitu saja.

Tiba-tiba sebuah perasaan aneh kembali menyelimutiku. Dan kalimat yang diucapkan Hyera kembali terngiang ditelingaku.

Tapi aku merasa apa yang Ia ucapkan salah, Kai tidak menyukaiku.

~~

Entah kapan terakhir kalinya aku pergi kesini. Sudah hampir setahun mungkin.

Taman bermain didekat rumahku. Banyak kenangan disini, apalagi dengannya.

“Huh.” Desah ku sambil merebahkan badanku di salah satu kursi taman ini.

Tiba-tiba banyak bayangan mengenai masa lalu masuk kedalam ingatanku.

Satu persatu bayangan itu membuatku merasakan kehangatan saat dulu. Keceriaan yang selalu Ia berikan untukku, senyum yang tak pernah luput dari wajahnya selalu berhasil membuatku merasa bahagia.

Tapi tiba-tiba perasaan sedih merasuk kedalam hatiku. Semua itu telah hilang sekarang. Senyumannya sudah tidak ada lagi. Keceriaannya sudah tidak dapat kurasakan. Rasanya hatiku begitu hampa, begitu kosong.

Kenapa? Itu juga yang sampai saat ini tidak dapat kujawab. Kenapa Ia berubah? Selalu membuat hal-hal yang kita lakukan serasa tidak berarti. Ia yang dulu kukenal baik dan ramah berubah menjadi seorang yang dingin dan tidak berperasaan.

Kai-ah…

Sepertinya tanpa kusadari aku sudah menyukaimu sejak lama. Tapi kau sepertinya sudah tidak menganggap aku ada. Kau seperti menghilang dari kehidupanku. Apa itu artinya kau tidak mungkin ada perasaan untukku?

Tanpa kusadari aku menangis dan sebuah bayangan seperti film lama berputar dihadapanku.

Flashback ~ (Author’s Pov)

Terlihat ada dua anak kecil sedang bermain ditaman.

Dua anak kecil yang begitu lucu dan begitu polos.

“Ah, aku ingin naik ayunan saja.” Ujar yeoja kecil itu, begitu mendengar ucapan sang yeoja sang namja langsung beranjak mengikutinya,

“Biar aku saja yang dorong.” Ucap sang namja yang langsung ditanggapi dengan senyuman sang yeoja kecil.

“Oya, Eumni. Kalau kau besar nanti apa kau ingin punya pacar?” Tanya sang namja,

“Tentu saja.” Jawab sang yeoja dengan mantap,

“Pacar seperti apa?” Tanya sang namja lagi, terlihat sang yeoja berpikir sejenak,

“Ehm, pacar yang tampan dan baik.” Jawab sang yeoja pada akhirnya, begitu mendengarnya sang namja berhenti mengayunkan ayunan untuk sang yeoja lalu berjalan kehadapan sang yeoja,

“Aku janji saat besar nanti aku akan berubah menjadi seorang namja yang baik dan tampan. Jadi tunggu aku ya Eunmi.” Ujar sang namja sambil tersenyum. Lalu diarahkannya jari kelingking sang namja,

“Arraso. Aku pasti menunggumu Kai.” Jawab sang yeoja sembari menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking sang namja.

Flashback End ~~

Tanpa sadar air mataku tumpah semakin deras. Hatiku terasa sakit. Jujur meski saat itu aku tidak terlalu paham apa yang dikatakan olehnya. Tapi saat mengingatnya sekarang hatiku terasa tersayat-sayat.

Kenapa? Kenapa dulu Ia berjanji denganku seperti itu? Lalu kenapa dia malah berubah?

Apa Ia sudah melupakanku? Apa aku pernah berbuat salah dengannya hingga Ia melupakanku dan meninggalkanku dengan perasaan seperti ini?

“Eunmi-ya?” Tiba-tiba sebuah suara memanggilku, dan aku benar-benar terkejut begitu kulihat siapa orang yang ada dihadapanku,

~~

Author’s Pov

“Ba..Baekhyun? Kau… Ah, Maaf.” Ujar Eunmi terbata-bata sembari berusaha menghapus air matanya yang sudah membasahi wajah cantiknya,

“Kau kenapa?” Tanya Baekhyun yang langsung berlutut dengan tumpuan lutut kaki kanannya dihadapan Eunmi,

“Ah, Ani. Aku hanya kelilipan saja.” Ujar Eunmi sambil memaksakan sebuah senyuman diwajahnya,

“Kelilipan hingga membuat pipimu basah?” Ujar Baekhyun sambil mengusapn air mata yang masih berbekas di pipi kiri Eunmi,

“A..Aku…” Eunmi berusaha memberikan alasan, tapi tatapan Baekhyun seakan menyiratkan bahwa Ia tahu Eunmi sudah pasti mencari sebuah alasan,

“Ceritalah padaku. Aku siap mendengarkan.” Ujar Baekhyun. Tapi bukannya membuat Eunmi tersenyum lalu bercerita malah membuat Eunmi merasakan sakit lagi lalu menangis kembali.

“Hey, Eunmi-ya. Kau kenapa? Apa ada yang berbuat jahat denganmu?” Tanya Baekhyun sambil menangkup wajah Eunmi dan berusaha menatap kedua mata yeoja itu,

Eunmi menggeleng dan berusaha menarik nafas,

“Aku… Aku hanya merasa bodoh. Aku… Menyukai seseorang yang hanya membuatku sakit. Tapi…” Eunmi menutup matanya dan membiarkan air matanya mengalir,

“Tapi… Aku tidak bisa melupakannya. Rasanya sakit sekali… Terutama disini. Rasanya sakit Baekhyun.” Lanjut Eunmi sambil memukul dadanya yang terasa panas dan sakit,

“Eunmi-ya.” Ujar Baekhyun lalu Ia menarik bahu Eunmi agar yeoja itu dapat dipeluknya,

“Siapa namja itu?” Tanya Baekhyun sambil mengelus kepala Eunmi,

“Kim Jong In… Kai.” Jawab Eunmi yang seketika membuat tangan Baekhyun yang menopang tubuh Eunmi mengepal.

~~

“Gumawoyo.” Ujar Eunmi sedikit kaku, sambil berusaha tidak menatap namja dihadapannya,

“Ne. Cheonma. Oya, kalau kau butuh teman aku akan selalu ada untukmu, jadi tinggal hubungi aku saja. Kebetulan rumah ku juga tidak terlalu jauh dari sini.” Ucap Baekhyun, lalu Ia mengulurkan tangan dan menyentuh dagu Eunmi lalu mengangkatnya perlahan,

“Eunmi-ya. Kau begitu cantik dan manis, tidak pantas yeoja sepertimu menangisi namja sepertinya. Jadi janjilah padaku, jangan pernah menangisinya lagi. Dan kalau sampai kau menangisinya lagi, aku janji aku akan menghabisinya.” Ujar Baekhyun, yang langsung membuat Eunmi terkejut dan tidak tahu apa yang harus dikatakannya,

“Kau tahu? Aku tak peduli dia temanku atau bukan. Yang kupikirkan hanyalah dirimu. Aku tidak mau melihatmu sedih. Jadi berjanjilah padaku.” Lanjutnya lagi, yang langsung membuat Eunmi berpikir sejenak,

“Baekhyun-ah. Aku benar-benar menghargai perhatianmu tapi…” Jawab Eunmi lalu Ia melepaskan tangan Baekhyun yang memegang dagunya,

“Aku takut… Aku hanya membuatmu repot, dan malah akan menambah banyak masalah. Jadi entahlah aku…” Lanjut Eunmi tapi ucapannya terhenti ketika tiba-tiba sebuah kecupan singkat mendarat tepat di dahinya,

“Aku sudah bilang aku tidak peduli apa aku repot atau tidak. Jadi aku anggap kau sudah berjanji denganku, sekarang masuklah.” Ujar Baekhyun yang pada akhirnya langsung diikuti oleh Eunmi.

~~

Baekhyun’s Pov

Aku yakin dia biasanya ada disini. Ah, benar dugaanku.

“Hey.” Sapaku padanya yang langsung membuatnya menatapku heran,

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya yang hanya membuatku tersenyum dan berjalan kearah kursi yang terletak tak jauh dari tempat Ia berdiri,

“Ada apa?” Tanya nya lagi,

“Duduklah dulu.” Jawabku dan Ia pun duduk dihadapanku,

“Aku ingin tanya, sebenarnya apa hubunganmu dengan Eunmi?” Tanyaku langsung pada pokok permasalahan.

“Mwo? Eunmi-ya? Aku… aku hanya sahabatnya. Wae?” Jawab nya yang langsung membuat otot rahangku mengeras seketika,

“Sahabat? Tak lebih?” Tanyaku, dan kulihat perubahan pada wajahnya yang membuatku sedikit curiga. Aku rasa Ia tidak hanya sekedar menganggap Eunmi sahabat, tapi lebih.

“Sebenarnya ada apa ha? Kau menyukai Eunmi?” Tanya Kai yang langsung membuatku tersenyum masam. Benar dugaanku Ia juga menyukai Eunmi.

“Ya. Apa itu salah?” Tantangku yang langsung membuat tangannya mengepal,

“Kau tahu? Sampai kau berani menyentuhnya aku tidak segan-segan meninju wajahmu itu, Baekhyun-ssi.” Ujarnya sambil menatapku tajam. Aku yakin saat ini Ia sebenarnya ingin mencekikku ditempat tapi berhubung ini adalah lapangan terbuka dan banyak teman dancenya, jelas Ia tidak bisa melakukannya.

“Kau benar-benar memuakkan Kai-ssi. Kau berkata seakan Ia milikmu, tapi kau membuatnya menangis.” Ucapku yang langsung membuatnya menatapku bingung,

“Mwo? Eunmi menangis? Apa maksudmu ha?” Tanyanya,

“Ani. Aku tidak akan memberitahumu. Tanyakan sendiri padanya. Dan kau tahu? Sekali lagi aku lihat kau membuatnya menangis, aku benar-benar akan membuatnya menjadi milikku dan tidak akan kubiarkan kau melukainya lagi. Ingat itu Kai-ssi.” Jawabku lalu akupun berdiri dan meninggalkannya yang sepertinya masih berusaha untuk mencerna ucapanku.

Setelah itu kulihat Ia segera berdiri dan membereskan barang bawaannya. Aku yakin saat ini Ia akan menuju rumah Eunmi, jadi aku segera bergegas mengikutinya.

Dan benar saat ini Ia sedang ada didepan rumah Eunmi. Ia berusaha memencet bel rumah Eunmi, tapi aku lihat tidak ada gelagat pintu rumah itu akan terbuka.

“Eunmi-ya!!” Teriak Kai, yang sekarang sudah berusaha menggedor pintu rumah Eunmi. Perasaan tak enak mulai merasuk ke dalam diriku.

Ku ambil ponsel milikku dan kucoba untuk menghubungi Eunmi. Aku yakin tadi aku sudah memastikan bahwa Ia ada dirumah. Apa ia sedang pergi?

“Eunmi!!” Teriak Kai lagi, akhirnya aku sudah tidak bisa diam lagi, aku segera berlari menuju tempat Kai, dan berusaha membuka pintu rumah Eunmi,

“Kau.”  Ujar Kai yang terkejut akan keberadaanku, dan tiba-tiba klek… pintu rumah Eunmi terbuka.

Kami langsung berlari menuju kedalam, tapi aku yang tidak terlalu tahu rumah Eunmi hanya bisa mengikuti Kai berlari menuju kamar Eunmi. Tapi nihil Eunmi tidak ada didalam.

Tiba-tiba mataku melihat sosok Eunmi, tergeletak di depan pintu dapur.

“Eunmi-ya.” Teriakku sambil berlari turun dan mendapatkan tubuh Eunmi,

“Eunmi…” Ujar Kai sambil berusaha menepuk pipi Eunmi, tapi nihil tidak ada reaksi, ku coba untuk mengecek suhu tubuhnya dan badannya sangatlah panas.

“Aku harus membawanya ke rumah sakit.” Ujarku sambil menariknya dalam gendonganku.

“Aku ikut.” Ujar Kai. Lalu kami pun berangkat ke rumah sakit, berhubung aku sedang membawa mobil akhirnya Eunmi aku yang membawa, dan Kai mengikuti laju mobilku dengan motor sportnya.

~~

Author’s Pov

“Maaf kalian tidak boleh masuk. Lalu tolong hubungi keluarganya.” Ujar seorang perawat yang membuat langkah kedua namja itu terhenti untuk mengikuti Eunmi,

“Akan kuhubungi.” Ujar Kai sambil mengeluarkan ponselnya lalu Ia pergi sedikit menjauh dan berbicara dengan seseorang. Sedangkan Baekhyun hanya duduk dan menatap pintu tempat Eunmi sedang diperiksa dengan khawatir.

“Sudah kuhubungi kakaknya.” Ucap Kai sambil duduk disamping Baekhyun.

“Orang tuanya?” Tanya Baekhyun sambil menoleh ke arah Kai, tapi Kai menggeleng pelan,

“Diluar negeri. Yang ada hanya Oppanya.” Jawab Kai, lalu mereka menunggu kabar mengenai Eunmi. Tiba-tiba muncul sesosok namja yang berjalan dengan setengah berlari menuju ke arah Baekhyun dan Kai.

Kai langsung berdiri dan menemui namja itu, sedangkan Baekhyun hanya diam dan menatap namja yang asing dimatanya itu.

“Eunmi kenapa?” Tanya namja itu,

“Entahlah. Kami kerumahnya dan Ia sudah tergeletak tak sadarkan diri Hyung.” Jawab kai, yang membuat Baekhyun berpikir bahwa orang itu adalah Oppa Eunmi maka Ia pun berdiri dan melakukan bow.

“Annyeong Haseyo. Aku Byun Baek Hyun, teman dari Eunmi.” Ujar Baekhyun yang langsung diikuti anggukan singkat oleh Namja yang merupakan Oppa dari Eunmi,

“Aku Lee Donghae, Oppa Eunmi.” Ucapnya,

Tiba-tiba dokter yang memeriksa Eunmi keluar dan mengabarkan keadaan Eunmi,

“Ia hanya demam dan kelelahan, sebentar lagi Ia pasti akan sadarkan diri. Dan keluarganya harap mengurus administrasinya. Ikut saya.” Ujar sang dokter yang diikuti oleh langkah Donghae.

Sedangkan Kai dan Baekhyun langsung masuk kedalam dan melihat kondisi Eunmi.

Eunmi masih belum sadarkan diri. Tapi saat ini sudah terlihat tak terlalu pucat seperti tadi.

“Baekhyun.” Ujar Kai tiba-tiba, dan Baekhyun pun hanya melirik sekilah ke arah Kai lalu kembali fokus ke arah Eunmi,

“Bisa kah kau memberi ku waktu?” Tanya Kai, yang akhirnya berhasil membuat Baekhyun fokus sepenuhnya ke arah Kai,

“Waktu? Untuk apa?” Jawab Baekhyun,

“Waktu untuk berada dekat dengan Eunmi. Aku tahu selama ini aku terlalu takut untuk menjadi seseorang yang spesial untuknya, aku takut melukainya, aku takut membuatnya menangis. Tapi aku tetap menyukainya, jadi bisakah kau…” Ujar Kai yang langsung membuat Baekhyun sedikit miris.

Terlihat dari wajahnya Baekhyun sedang berusaha memutuskan apa yang harus Ia lakukan. Di satu sisi Ia ingin berada di dekat Eunmi dan menjaganya, tapi disisi lain Ia sadar bahwa yang dicintai oleh Eunmi adalah Kai bukan dirinya.

“Baiklah. Aku akan pergi. Tapi… aku masih akan mengawasi Eunmi, dan ingat ucapanku tentang Eunmi. Aku tidak akan membiarkan kau membuat Eunmi menangis. Jika Eunmi menangis aku tidak akan mau pergi lagi.” Ucap Baekhyun pada akhirnya lalu Ia pun menatap Eunmi cukup lama sebelum akhirnya Ia pergi meninggalkan kamar rawat Eunmi.

~~

Eunmi’s Pov

Kepalaku terasa sangat berat sekali. Rasanya pusing dan pening.

Kupaksakan untuk membuka kelopak mataku, tapi ketika kedua mataku sudah terbuka aku tidak mengenal tempat yang sedang kutempati ini.

“Kau sudah sadar?” Tanya seseorang yang ternyata adalah… Kai?

“Ini… dimana?” Tanyaku padanya sambil melihat sekeliling,

“Di rumah sakit. Tadi kau tidak sadarkan diri.” Jelasnya,

“Apa masih sakit?” Tanya Kai sambil berjalan mendekat ke arah samping kanan ranjangku,

“Sedikit.” Jawabku sambil memegang kepalaku yang terasa sakit dari tadi.

“Kau ini… bagaimana bisa kau sedang sakit tapi kau ada dirumah sendiri? Kenapa tidak menghubungiku? Lalu kenapa tidak minum obat?” Omel Kai sambil menatapku prihatin, tiba-tiba tangannya meraih tangan kananku dan menggenggamnya,

“Tolong Eunmi-ya, jangan membuatku merasa khawatir seperti ini lagi. Rasanya jantungku benar-benar mau copot saat melihatmu tak sadarkan diri tadi.” Ujarnya lagi sambil menyenderkan kepalanya di tanganku yang sedang digenggamnya,

“Ah, Maaf.” Tiba-tiba ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan, dan itu…

“Oppa.” Ujarku sedikit terkejut,

“Hey, kau sudah baikan?” Tanyanya sambil berjalan mendekat, aku hanya mengangguk pelan,

“Oya, Kai, temanmu mana?” Tanya Oppa, teman? Apa itu Sehun? Atau Tao?

“Oh, Baekhyun. Dia sudah pulang duluan dia ada urusan.” Jelas Kai.

Tunggu Baekhyun?

“Baiklah. Sudah ada Kai disini, Oppa harus pulang untuk mengambil pakaianmu.” Ujar Oppa,

“Mwo? Aku harus Inap?” Tanyaku,

“Ya. Memang kau hanya demam, tapi kata dokter kau terlalu lemah jadi masih harus istirahat disini. Jadi Kai titip Eunmi ya.” Jawab Oppa, lalu Ia pun pergi keluar,

“Oya, Kai. Apa Baekhyun benar ada disini?” Tanyaku, tapi Kai malah hanya diam dan menuangkan air kedalam gelas,

“Ini minumlah dahulu.” Ujarnya, dan aku malah bingung,

“Hei, aku bertanya.” Ucapku sambil menolak untuk menerima gelas itu,

“Kenapa memangnya? Apa kau sekarang mulai perhatian padanya?” Ujar Kai yang sontak membuatku merasa bahwa dia ini sedang aneh,

“Tidak ada hubungannya lagi pula…” Ucapku tapi terhenti ketika Ia tiba-tiba meletakkan gelas air itu lalu mendekatkan wajahnya ke arahku,

“Ada. Jelas itu ada hubungannya, kau Lee Eunmi. Kau teman ku saat kecil, dan kau sudah berjanji padaku untuk menungguku menjadi Namja baik dan tampan agar kau mau menjadi pacarku. Jadi kau tidak berhak dekat dengan namja lain.” Ujarnya,

Plak…

Kutampar pipi kanannya sekuat tenaga.

“Sejak kapan ha? Sejak kapan aku menjadi milikmu? Sejak kapan?!” Teriakku sambil mendorongnya menjauh dariku,

“Kim Jong In-ssi. Lebih baik kau keluar dari sini sekarang sebelum kupanggil satpam.” Teriakku lagi dan dari raut mukanya dia sepertinya baru sadar atas apa yang barusan Ia lakukan.

“Eunmi-ya. Aku.. Minta maaf.” Ujarnya sambil berjalan mendekat,

“Keluar!” Teriakku lagi. Dan akhirnya Ia keluar dengan wajah menyesal.

Tanpa sadar setetes demi tetes air mata mulai mengalir dari mataku. Tapi bayangan wajah Baekhyun tiba-tiba hadir dan membuatku tanpa sadar menghapus air mata itu.

Tapi itu tidak berfungsi, air mata itu terus keluar meski sudah kuhapus berkali-kali. Rasa sakit didalam hatiku kembali merasuk dan rasanya hatiku sudah sangat panas. Rasanya sangat sesak dan begitu menyiksa.

~~

Kai’s Pov

Jujur aku tidak sadar atas apa yang barusan telah kulakukan. Dengan berat hati akhirnya kuputuskan untuk kembali masuk dan melihat kondisi Eunmi.

Tapi begitu aku baru membuka pintu sedikit saja, kakiku langsung terasa berat untuk melangkah. Perasaan bersalah merasuk dan memenuhi seluruh perasaanku. Rasanya begitu sakit.

Bukan. Bukan aku yang sakit disini. Dia – Eunmi yang pasti lebih sakit saat ini.

Ingin rasanya aku masuk dan memeluknya saat ini juga. Tapi aku sadar itu hanya akan memperburuk keadaan nya. Akhirnya kuurungkan niatku dan kembali duduk di kursi tunggu.

Aku benar-benar tidak mengerti dengan diriku sendiri, mengapa aku begitu tega dan begitu menyeramkan seperti tadi. Apa… Apa mungkin…?

Kuambil ponselku dan mulai untuk mengetik sebuah nama. Tapi sebuah perasaan sakit merasuk kedalam hatiku ketika tanganku hendak memencet tombol untuk menghubunginya.

Kuletakkan ponselku dan mengusap wajahku sejenak.

Damn. Aku… Aku takut kalau Eunmi menyukai Baekhyun.

~~

Author’s Pov

Siang ini adalah waktu bagi Eunmi untuk kembali ke rumah. Sebenarnya kondisinya belum pulih betul, tapi berhubung yeoja itu tidak betah berlama-lama di rumah sakit, akhirnya dokter mengijinkannya untuk pulang.

“Ne. Eomma. Aku sudah baik-baik saja.” Ucap Eunmi diponsel dengan Eommanya,

“Istirahatlah.” Ujar Donghae setelah percakapan Eunmi dengan sang Eomma selesai.

“Arraso.” Jawab Eunmi sambil berjalan dengan perlahan menuju kamarnya,

“Ah, Oppa.” Ujar Eunmi tiba-tiba,

“Mwo?” Tanya Donghae,

“Oppa mau pergi?” Ucap Eunmi ketika sadar akan pakaian yang digunakan Oppanya,

“Ah, ne. Kau kutitipkan pada Kai, mungkin sebentar lagi Kai akan sampai. Tunggu saja dikamar.” Ujar Donghae, yang diikuti dengan senyum masam dari wajah Eunmi.

Ia belum bertemu dengan Kai sejak kejadian di rumah sakit kemarin. Entahlah hatinya merasa ada yang salah dengan hubungan yang ada diantara dirinya dan Kai.

~~

Eunmi’s Pov

“Eunmi-ya?” Tiba-tiba kudengar suara ketokan, dan aku yakin benar bahwa itu adalah suara Kai, akhirnya langsung kututup rapat mataku, dan berpura-pura untuk tidur,

Dan benar aku mendengar suara pintu dibuka, dan suara langkah kaki mendekat,

Tiba-tiba kurasakan bahwa Kai sedang duduk disamping tempat tidurku,

Lalu hening…

Apa yang Ia lakukan?

Baru saja aku mau sedikit mengintip, sebuah tangan sudah mendarat tepat dipipiku. Jantungku seketika berdegup sangat cepat. Apa yang mau Ia lakukan?

“Eunmi-ya.” Kudengar Ia memanggil namaku,

“Apa kau menyukai Baekhyun?” Tanyanya, dan aku merasa ada yang aneh dengan ucapannya, apa maksudnya? Menyukai Baekhyun?

“Lalu bagaimana jika ternyata aku sangat amat sangat menyukaimu?” Ujarnya lagi, dan jujur rasanya saat itu aku ingin sekali berteriak kepadanya, bahwa aku juga menyukainya, tapi tiba-tiba tangannya terangkat dan kurasakan Ia menggenggam tangan kananku,

“Apakah mungkin aku berhasil melupakanmu?” Ucapnya lagi,

Tunggu… melupakanku? Apa maksudnya?

“Bisakah kita kembali hanya sebagai teman? Aku rasa bahwa keadaan kita saat ini sangatlah begitu tidak masuk akal. Aku takut untuk menyukaimu. Jadi bisakah kita kembali menjadi sahabat?” Lanjutnya yang kembali berhasil mengiris hatiku,

Tak lama setelah itu Ia berjalan keluar dan meninggalkanku sendiri.

Aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan mencoba menghubungi seseorang,

“Bisakah kau datang kesini? Sekarang?”

~~

Baekhyun’s Pov

Baru saja aku hendak melangkah menuju kamar Eunmi, aku menangkap sosok yang tak asing dimataku. Kai..?

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku padanya, dan sama denganku Ia juga terkejut ketika melihatku,

“Aku… aku sedang diminta oleh Donghae Hyung untuk menjaga Eunmi. Dan kau?” Jawabnya,

“Tunggu. Jadi kau dari tadi ada disini? Lalu kenapa… kenapa Eunmi memintaku datang?” Tanyaku, dan Kai malah menatapku heran,

“Bukannya Eunmi.. tidur..?” Ujar Kai, tapi tiba-tiba Eunmi sudah muncul di hadapan kami, dan menatapku serta Kai secara bergantian,

“Kai. Kau boleh pergi. Sudah ada Baekhyun disini. Aku rasa cukup Baekhyun saja yang menjagaku.” Ujar Eunmi lalu Ia berbalik dan berjalan menuju kamarnya,

“Tunggu dulu. Aku yang diminta oleh Oppamu. Bagaimana bisa aku pergi begitu saja?” Bantah Kai sambil menarik tangan Eunmi,

“Aku tidak mau denganmu. Apa itu kurang?” Ujar Eunmi sambil menatap mata Kai tajam,

“Hei. Aku bisa pergi jika kalian mau. Jujur aku…” Ucapku meski didalam hati ingin sekali aku menarik Kai menjauh dari Eunmi yang sepertinya sangat tidak ingin ada didekat Kai,

“Eunmi-ya. Kau ini kenapa? Apa kau masih marah denganku karena kejadian kemarin?” Ujar Kai tiba-tiba yang langsung membuatku menatap curiga.

“Bisakah kau pergi dari kehidupanku?” Tanya Eunmi sambil berusaha melepas genggaman tangan Kai,

“Tidak. Aku tidak mau.” Ujar Kai, dan aku lihat Ia menggenggam tangan Eunmi menjadi sangat erat dan aku tahu Eunmi kesakitan,

“Ya! Lepaskan Eunmi.” Ucapku pada akhirnya sambil menarik tangan Kai agar melepas genggamannya pada tangan Eunmi,

“Kau… Aishh, bisakah kau tidak ikut campur dengan masalahku dan Eunmi?” Ujar Kai setengah berteriak dan aku melirik ke arah Eunmi sekilas dan kulihat Ia mulai menangis perlahan.

Aku sudah tidak tahan lagi.

“Kai. Lepaskan tangan Eunmi atau aku akan menghajarmu saat ini juga.” Ucapku sambil menatap Kai,

“Menghajarku? Eunmi adalah milikku kau tahu? Kau hanyalah seorang yang baru masuk dan sudah ingin merebut Eunmi dariku?” Teriak Kai sambil berusaha menarik tangan Eunmi,

Tapi Eunmi malah melepas genggaman Kai dan menampar Kai dihadapanku,

“Kau… Kau benar-benar tidak pernah memikirkan perasaanku. Kau dengan seenaknya mempermainkan perasaanku. Tapi kau terus menganggap aku adalah milikmu. Sejak kapan? Sejak kapan aku Lee Eun Mi, menjadi milikmu Kim Jong In –ssi?” Teriak Eunmi frustasi ditengah tangisannya,

“Aku… aku benar-benar lelah Kai. Aku lelah untuk terus menunggumu. Aku akhirnya sadar bahwa seharusnya sejak awal kita hanya menjadi sahabat, tidak lebih. Aku… aku tidak sanggup jika terus menerus seperti ini.” Lanjut Eunmi lagi, sambil menangis lebih kencang, dan aku benar-benar sudah tidak tega melihatnya, akhirnya kuputuskan untuk membawa Eunmi pergi dari sini,

“Kai-ya.” Ujarku sebelum aku benar-benar meninggalkan Kai,

“Tak selamanya seekor kupu-kupu akan setia hinggap pada suatu bunga. Jika madu dari bunga itu sudah habis, maka Kupu-kupu itu akan pergi dan mencari bunga lain. Aku harap untuk sekarang dan selanjutnya biarkan Eunmi tenang dan biarkan Ia melupakanmu. Aku rasa itu lebih baik.” Ucap Ku lalu aku pun membawa Eunmi kedalam mobil dan mengajaknya pergi.

~~

“Sudahlah. Tidak baik seorang yeoja terlalu banyak menangis.” Ujarku sambil terus fokus dalam mengendarai mobil,

“Baekhyun-ah.” Ucap Eunmi sambil berusaha menenangkan dirinya,

“Ada apa?” Tanyaku sambil melirik Eunmi sekilas,

“Bisa kita berhenti sebentar? Ada yang ingin kuucapkan.” Ujarnya dan akhirnya aku mencari sebuah tempat perhentian dan memarkirkan mobilku disitu,

“Waeyo?” Tanyaku lagi sambil memutar posisi dudukku sedikit menyerong ke arah Eunmi,

“Bisakah… bisakah kau membantuku melupakan Kai?” Tanya Eunmi,

“Mwo?” Ujarku tanpa sadar,

“Tolong. Bantu aku. Aku tidak bisa terus menerus terjebak dengan Kai, aku sudah tidak kuat untuk terus merasakan sakit. Jadi bisakah kau membantuku melupakannya?” Ujarnya sambil menatapku penuh harap. Jujur saat ini aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tapi yang aku tahu hanyalah Aku ingin membuat Eunmi bahagia,

“Arraso. Apa yang harus aku lakukan?” Tanya ku pada Eunmi, dan Ia terlihat menggigit bibirnya dan menghindari tatapan sejenak. Lalu Ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan,

“Bisakah… kau menjadi pacarku?” Ujarnya dan rasanya ada bom yang meledak seketika dihatiku,

Aku memang ingin menjadi pacar Eunmi tapi bukan dengan alasan untuk melupakan Kai,

“Pa..pacar?” Ucapku memastikan, dan Ia menatapku lirih dan mengangguk pelan,

“Baiklah. Aku mau. Apa pun akan kulakukan untuk membahagiakanmu. Kau tahu itu.” Ujarku lalu Ia malah berbalik menghadap luar jendela dan mengangguk pelan,

~~

“Sudah sampai kau bisa turun.” Ujarku sambil berjalan keluar dari mobil, tapi kulihat dari luar Ia terkesan tidak mau keluar,

“Waeyo?” Tanyaku sambil membuka pintu tempat Ia duduk.

“Dia… dia masih ada.” Jawab Eunmi sambil memandang sedikit takut kearah seorang namja yang berdiri di depan pintu rumahnya, dan itu adalah Kai.

“Sudahlah. Biar aku temani masuk. Bukannya aku… adalah pacarmu?” Tanyaku sedikit hati-hati dan ucapanku berhasil mengiris hatiku sendiri.

“Ah, Ne. Kau benar.” Jawabnya lalu Ia pun berdiri dan berjalan disampingku,

Dan begitu kami berjalan mendekat ketempat Kai berdiri, Ia mengalungkan tangannya ditanganku, seakan mencari perlindungan.

“Kalian sudah pulang?” Tanya Kai begitu melihat kami,

“Ne.” Jawabku, lalu aku melirik kearah Eunmi sekilas, dan kulihat jari-jarinya mulai sedikit gemetar,

“Ehm, lebih baik aku bawa Eunmi masuk lebih dulu. Diluar dingin.” Ujarku sambil berjalan masuk, tapi tiba-tiba tangan Kai menarik tangan Eunmi,

“Eunmi-ya.” Ucapnya, dan aku langsung menarik tangan Eunmi kembali,

“Maaf Kai. Untuk kali ini aku sudah tidak bisa membiarkan mu menyentuh Eunmi ku seenaknya.” Ujarku sambil menarik Eunmi kebalik badanku,

“Eunmi… Eunmi mu?” Ucap Kai sedikit terkejut,

“Ya. Eunmi adalah pacarku. Apa itu kurang jelas? Dan sebagai pacarnya aku harap kau tidak mengganggu kehidupan Eunmi ku lagi.”

~~

Eunmi’s Pov

Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi denganku. Tapi yang pasti kondisi tubuhku tidak cepat pulih. Bahkan hari ini aku masih merasa sangat lemas dan tidak kuat untuk melakukan apapun.

“Ini minumlah.” Ujar Baekhyun sambil menyodorkan sebotol gelas berisi susu cokelat.

“Gumawo.” Ucapku sambil menyeruput perlahan susu cokelat panas itu,

“Oya, Baekhyun-ah kau boleh pulang jika kau memang sedang sibuk. Kau baru saja pulang sekolah tapi sudah harus menjagaku seperti ini.” Ujarku sambil menatap tidak enak ke arah Namja dihadapanku ini,

“Ani. Aku tidak sibuk. Lagi pula bukannya pantas seorang Namjachingu menjaga yeojachingunya yang sedang sakit?” Tanyanya sambil menatapku,

Deg. Lagi-lagi perasaan itu datang lagi.

“Ah, Mianhae. Bukan itu maksudku.” Ujarku mencari alasan,

“Ne. Aku mengerti. Sudahlah sekarang habiskan susu cokelat itu, lalu istirahatlah. Oke?” Ucapnya sambil mengusap kepalaku lembut,

Tapi setelah susu cokelat itu sudah habis, aku masih tidak merasa mengantuk sedikit pun.

“Baekhyun-ah?” Teriak ku dari dalam kamar. Tapi nihil. Tidak ada jawaban sama sekali.

Apa dia pulang?

Akhirnya kuputuskan untuk melihat keluar, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat apa yang terjadi dihadapanku,

Baekhyun sedang melihat koleksi fotoku. Dan album yang sedang Ia buka adalah album fotoku bersama Kai.

“Sudah kuduga aku hanya pelarian. Bagaimana mungkin Ia dapat melupakan Kai sebegitu cepat?”

Kudengar suara Baekhyun sedikit berbisik lirih, dan itu berhasil membuatku merasa sangat bersalah, dan sebuah luka kecil menyobek perasaanku.

Astaga Eunmi-ya. Apa yang sudah kau lakukan pada namja sebaik Baekhyun? Kenapa kau bisa menjadi seorang yeoja yang begitu jahat?

“Eunmi..” Ucap Baekhyun ketika Ia tiba-tiba berbalik dan mendapati diriku sedang memandanginya,

Tanpa sadar kakiku berjalan ke arahnya dan menarik buku album dari tangannya,

“Maafkan aku.” Ujarku lalu badanku seakan bergerak sendiri untuk memeluknya,

Tanpa terasa setetes demi setetes air mata mengalir dari mataku,

“Eunmi-ya. Ada apa?” Tanya Baekhyun sambil berusaha menenangkanku, dan membalas pelukanku,

“Aku tahu aku salah Baekhyun-ah. Aku salah. Aku sudah sangat jahat melukai seorang namja yang sangat baik seperti dirimu. Maafkan Aku.” Jawabku sambil memeluk dirinya lebih erat dan membiarkan air mataku membasahi pundak kirinya,

“Aniyo. Kau tidak salah. Aku hanya terlalu berharap banyak denganmu, meski aku tahu aku tidak mungkin dapat memiliki mu sepenuhnya. Jadi tidak perlu merasa bersalah.” Ujar Baekhyun sambil mengusap punggungku pelan seakan ingin menenangkanku,

“Sudahlah.” Ucap Baekhyun setelah beberapa saat, sambil menarik pundakku untuk melepaskan pelukanku darinya,

“Aku kan sudah bilang aku tidak suka melihatmu menangis, kau lebih cantik saat tersenyum. Bukan menangis.” Lanjutnya lagi sambil menghapus air mata ku yang membasahi kedua pipiku,

“Baekhyun…” Ucapku,

“Ne? Waeyo?” Tanyanya,

“Ba… Bagaimana… kalau ternyata aku… memang menyukaimu?” Jawabku tanpa sadar, bahkan akal sehatku pun menanyakan bagaimana bisa aku bertanya seperti itu?

“Mwo? Menyukaiku?” Ulang Baekhyun terkejut, dan aku hanya mengangguk pelan,

“Jika… Jika itu memang yang terjadi. Mungkin… mungkin saat ini aku sudah menciummu.” Ujar Baekhyun, dan tanpa sadar pipiku mulai merona,

“Baekhyun-ah.” Ucapku lagi, lalu kakiku seakan bekerja diluar kendali, kakiku tiba-tiba sedikit mengangkat lalu aku mencium pipi Baekhyun,

“Baekhyun-ah… Aku rasa aku sudah mulai menyukaimu.” Ujarku tepat ditelinganya,

~~

1 Tahun kemudian,

Sekarang aku sudah duduk di kelas 2 SMA. Rasanya 1 tahun berjalan begitu cepat,

“Eunmi-ya.” Teriak seseorang memanggilku dan aku kenal betul suara ini,

“Hyera.” Balasku sambil berlari ke arahnya,

“Kita sekelas.” Teriaknya lagi, dan aku pun mengangguk penuh semangat sambil menatapnya senang,

“Sehun juga sekelas.” Ucapku sedikit menggodanya,

“Aishh kau ini. Baekhyun juga bukan?” Ujarnya membalas menggodaku,

“Hei. Kalian membicarakan kami?” Tiba-tiba muncul keempat sosok namja yang sangat berarti dalam hidupku dan Hyera,

Kai, Tao, Sehun dan tentu saja Baekhyun.

“Oya, Eunmi kau mau menengok Joy bukan? Selama libur kenaikan kelas kita belum sempat menengoknya.” Ujar Baekhyun,

“Ah, kau benar. Baiklah, kalian duluan saja kekelas. Aku dan Baekhyun menyusul.” Ucapku lalu tanpa menunggu Baekhyun aku langsung berbalik dan berjalan duluan tapi sempat kudengar Kai memanggil Baekhyun dan berbicara padanya,

“Kau benar tidak selamanya seekor kupu-kupu akan setia hinggap di satu bunga, karena madu di bunga itu dapat habis. Tapi ketahuilah Bunga juga dapat kembali memproduksi madu, jadi aku harap kau dapat menjaga Kupu-kupu itu untuk tetap setia hinggap di bungamu. Jangan sampai Ia merasa kau sudah terlalu pahit dan kembali kepadaku.”

“Baiklah. Tanpa kau minta pun aku sudah pasti menjaganya.”

~~ The End ~~

11 thoughts on “My Butterfly

  1. dikit dikit sediihhh
    tapi tak apaa yg penting happy ending
    tapi kalau bisa buat lanjutan untuk kaaaiiii
    kalau bisa aq aja yg jd oc nyaaa
    hehehehehe😉

    ceritanya bagus koq thooorrr
    terus lanjutin karyamuuu

  2. Numpang lewat dan ninggalin jejak,, xD
    Mau dong jadi eunmi,, di jadiin rebutan sama 2 cowok kece,,, xD

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s