Maybe, This Is My Fate!

Title: Maybe, This Is My Fate! (MTIMY)

Author: A.K

Main cast:

– Wu Yi Fan / Kris

– Amy Kwon (OC)

– Elli Kim (OC)

Support cast: Find it by yourself ‘-‘)b

Length: Multi Chapter

Genre: Sad, Romance

Rate: G

Disclaimer: This story 100000% original from my imagination. Don’t be a plagiarism, because it was not good.

A.N: Ini FF pertama saya lho.. Jadi, maaf ya klo jelek, banyak typo, dsb. Maklum, soalnya kan masih baru. Hehe.. Sebenarnya saya ragu buat ngepost FF ini, soalnya jelek pake bangeeet.. >< oh iya, FF ini udah aku post di wordpress pribadikuwww.thislittlethings.wordpress.com sama di blog lain ya, jadi jangan berfikir negatif dulu yak^^ Ya udah deh, dari pada banyak cincong, langsung aja kita ke TKP! Enjoy~

***

Cinta …

Cinta datang dengan tiba- tiba. ada yang berakhir dengan bahagia, ada pula yang berakhir dengan air mata.

Cinta kadang membutakan. Membuat kita melakukan hal yang gila, yang bahkan tak pernah terpikirkan oleh kita sendiri.

Cinta akan selalu berkorban dan butuh pengorbanan. Demi kebahagiaan itu sendiri. Walau itu akan menyakitkan bagi salah satu pihak.

Seperti aku yang akan selalu membahagiakanmu, walau itu menyakitkan. :’)

***

[ Author POV ]

“YA! WU YI FAN! TUNGGU AKU!!!” teriak seorang yeoja dari arah belakang. Namja yang dipanggil wu yi fan pun menoleh ke arah sumber suara.

“aiiissh.. amy kwon cepatlah! Nanti kita tertangkap! Kau lamban sekali sih!” kata namja yang bernama wu yi fan -atau yang biasa di panggil kris- itu.

“Ya! Jangan mentang-mentang kau mempunyai kaki yang panjang kau berani meremehkan ku ya! Aku tidak sudi! Lagipula kaki ku kan masih sakit karena terkilir kemarin.” kata yeoja yang bernama amy kwon ketus.

“hey kalian berhenti! Jangan lari!” tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang namja dari arah belakang. Mereka pun menoleh ke arah belakang panik, ternyata itu adalah suara satpam yang mengejar mereka.

“aiissh.. eotteohke? Aku udah gak bisa lari lagi. Kaki ku makin sakit gara-gara dari tadi lari terus” kata amy panik.

“ck. Naiklah ke punggung ku” kata kris seraya menunduk di depan amy. Amy yang kaget hanya pelanga-pelongo(?) saja.

“ck. Kau lama sekali” kesal kris sambil bangun dan menggendong amy ala bridal style.

Deg.

‘kenapa perasaan ini muncul lagi? Aish. Jangan berfikiran yang aneh-aneh amy kwon!’ batin amy.

“ya! Apa-apaan kau?! Turunkan aku!” kata amy memberontak berusaha melepaskan diri dari gendongan kris. Tapi hasilnya nihil, toh tenaga pria kan lebih besar daripada tenaga wanita.

“aish. Kau diam saja. Jangan banyak ngomong” omel kris, lalu dia menambah kecepatan larinya yang membuat amy takut jatuh.

“ah. Kita hampir sampai.” Lanjut kris ketika melihat sebuah café yang letaknya tidak terlalu jauh.

***

Kring~

Suara bel café berbunyi menandakan ada seorang pelanggan dantang. Terlihat seorang namja yang sedang menggendong seorang yeoja ala bridal style memasuki café itu. Dan pemandangan itu membuat semua orang yang ada di café itu melirik aneh ke arah mereka.

“Ya! Turunkan aku! Kita kan sudah sampai” kata amy sambil mencoba turun dari gendongan kris.

“arra” kata kris sambil menurunkan amy dari gendongannya.

Mereka berdua pun berjalan ke arah tempat duduk yang berada di pojok ruangan. Tempat yang selalu mereka kunjungi, saat bersantai maupun saat membolos pelajaran atau upacara pagi seperti saat ini. Tempatnya sangat strategis. Berada di pojok ruangan dan di dindingnya ada sebuah jendela besar yang menampakkan keindahan sungai han, dan juga hanya ada dua buah tempat duduk.

Orang yang melihat mereka mungkin akan menganggap kalau mereka berdua adalah pasangan kekasih. Tapi sebenarnya mereka hanyalah bersahabat sangat dekat. Kris menganggap amy seorang sahabat sekaligus adik yang harus ia jaga, sedangkan amy menganggap kris sebagai seorang sahabat dan seorang namja.

“ya. Wufan-ah apakah kau merasa aneh dengan lirikkan orang-orang di sekitar kita?” kata amy pelan sambil mencondongkan badannya ke arah kris.

“ani” kata kris sambil menggelengkan kepalanya dan mendorong kepala amy dengan telunjuknya.

Tiba-tiba seorang gadis manis berjalan menuju ke arah mereka. Kris yang kagum dengan penampilan gadis itu pun hanya bengong dengan mulut menganga. Amy yang melihat tingkah kris seperti itu hanya mendecak sebal.

“ada yang bisa ku bantu?” Tanya gadis manis itu kepada kris dan amy.

“kau pelayan baru disini?” kata amy dingin. Kris masih dengan kegiatan awalnya, memandangi gadis bak bidadari itu.

Gadis itu mengangguk dan berkata “ne. perkenalkan jeoneun Stephanie Hwang imnida. Kalian bisa memanggilku tiffany. Oh iya, apa ada yang mau kalian pesan?”

“kami pesan dua cappuccino” kata amy dengan nada dingin.

“arrasseo. Tunggu sebentar ne.” kata tiffany lalu berlalu pergi ke arah dapur.

“aissh.. anak ini, masih tidak sadar juga. Ckck” gerutu amy kesal.

Pletak..

“ya! Apa yang kau lakukan?! Sakit tahu.” Kata kris sambil mengelus-elus kepalanya.

“yes berhasil!” seru amy. Kris yang tidak mengetahui apapun hanya memandang heran ke arah amy.

“berhasil apanya?” Tanya kris heran.

“berhasil karena telah membangunkanmu dari lamunanmu yang gak jelas”

“aneh apanya? Eh, yeoja itu sangat manis ya?” kata kris antusias.

“cantik apanya, biasa saja tuh.” Kata amy dingin.

“dia itu cantik. Kau tahu, dia itu lebih cantik daripada kau, amy. Hahaha” seru kris sambil tertawa terbahak-bahak, tapi orang yang namanya di sebut hanya diam.

“pesanan datang. Terima kasih sudah menunggu.” tiffany pun datang membawakan nampan berisikan dua gelas cappuccino. Kris yang melihat gadis ini kembali bengong dengan mulut menganga.

“ne. ck, namja ini memalukan sekali. Sudah tidak usah pikirkan dia. sebaiknya kau kembali bekerja, lihat café ini semakin ramai” kata amy yang berusaha membuat tiffany pergi dari sana.

“arrasseo. Aku ke belakang dulu yah.” Kata tiffany dengan senyum malaikatnya.

“hei. Cepat habiskan cappuccino mu, lalu kita kembali ke sekolah” kata amy ketus sambil mengguncangkan tubuh kris kasar

“bisa lembut sedikit gak sih. Kau ini yeoja apa namja? Kenapa kelakuan mu kaya namja? Tumben sekali kau mau kembali ke sekolah secepat ini.” Tanya kris yang semakin membuat amy semakin kesal.

“aish. CEPATLAH!” bentak amy. Yang di bentak pun hanya meminum cappuccinonya dalam diam.

***

Teng.. Teng.. Teng..

Suara bel pulang telah berbunyi, menandakan bahwa sekolah telah usai. Semua murid pun berlarian keluar dari kelas mereka secara desak-desakan. Terlihat seorang yeoja keluar dari kelas XIB yang berada di bagian timur gedung dengan wajah senangnya.

“haaaah.. akhirnya~” kata yeoja itu sambil merenggangkan tangannya ke atas.

“eittss.. tunggu dulu pendek” terdengar suara berat seorang namja dari arah belakang yang sedang menarik tas si yeoja dengan kasar.

“yak! Kenapa kau selalu memanggilku pendek wufan?! Apa kau tidak puas sudah mengataiku lamban tadi pagi?!” bentak sang yeoja ke arah namja yang dipanggil wufan tadi.

“memang kau pendek amy kwon. Lihat! Tinggi kepalamu saja hanya setinggi pundakku. Ckck” ledek kris –wufan- sambil berdiri disamping amy dan mengukur tinggi badannya dengan badan amy.

“yak! Sialan kau! Berani-beraninya kau mengataiku pendek. Badan mu tuh yang ketinggian, pantas saja aku tidak bisa membedakanmu dengan tiang listrik. Wleee :p” balas amy sambil berlari meninggalkan kris dengan wajah kesalnya.

“aish. Kau ini! Ya! Jangan lari!” teriak kris sambil berlari mengejar amy. Yah, kalian tau sendiri kan apa yang akan terjadi setelah ini …

***

“hosh. Sudah dulu Aku lelah. Hosh.” Kata amy dengan nafas yang tidak beraturan.

“aish. Kau ini. Siapa suruh meledekku, hah?! Hosh.” Sahut kris sama dengan amy, masih dengan nafas tak beraturan.

“kau yang memulainya duluan” kata amy tak mau kalah.

“sudahlah. aku sudah lelah. Ayok kita pulang” ajak kris sambil menggandeng tangan amy. dan seketika muka amy pun langsung memerah.

“kau kenapa?” Tanya kris yang menyadarkan amy dari lamunannya.

“a..ani” kata amy gagap. Ia pun langsung menggeleng cepat dan berjalan mendahului kris yang terheran-heran.

“ya! Tunggu aku!” teriak kris sambil berlari menuju amy yang sudah lumayan jauh di depan.

***

“akhirnya sampai juga. Gomawo wufan-ah. Mau mampir dulu?” kata amy setelah sampai didepan rumahnya.

“tidak usah. Lagipula sekarangkan sudah malam. Aku pulang dulu ya. Daaah!” kata kris sambil melambaikan tangannya ke arah amy dan menuju rumahnya yang berada di sebelah rumah amy.

Mereka sudah bersahabat sejak SMP. Ini semua berawal sejak keluarga kris pindah dari china dan tinggal di rumah kosong tepat di sebelah rumah amy. mereka –keluarga kris- di sambut baik oleh keluarga amy. Maka dari itu mereka selalu bersama mulai dari sekolah, kelas sampai ke kamar. Balkon kamar mereka berhadapan jadi mereka sering bertemu, ketika di salah satu mereka ada urusan, mereka hanya cukup melemparkan batu kecil ke kaca.

CKLEK.

“aku pulaaang!” teriak amy sambil membuka pintu rumah.

“ah. Annyeong amy-ah” kata seorang namja dari arah ruang tamu.

“luhan oppa! Oppa kapan pulang?!” kata amy sambil berlari ke arah oppanya yang bernama luhan itu.

“tadi sore. Tadinya oppa ingin membuat sebuah kejutan, tapi berhubung kamu nya sedang keluar tidak jadi deh.” Kata luhan sambil memasang raut wajah kecewa.

“aish. Kenapa tidak menelponku?” kata amy sambil bergelayut manja di tangan oppanya. Dia –amy- sangat sayang dengan oppanya, sejak lahir oppanya lah yang terus bersamanya, jadi mereka sangat dekat, sampai-sampai bila dia tidak menyandang status adik kakak mungkin sudah di cap sebagai sepasang kekasih.

“sudah. Tapi nomormu sedang tidak aktif”

“oh iya aku lupa, hp ku kan sedang lowbat. Hehe” kata amy sambil cengengesan.

“asih. Kau ini, kebiasaan deh.” Kata luhan sambil menjitak pelan kepala amy.

“oppa bogoshippo” kata amy sambil memeluk oppanya dengan sangat kuat.

“nado bogoshippo” kata luhan membalas pelukan amy.

Tiba-tiba terdengar suara seorang yeoja dari arah dapar. ‘ Apa eomma sudah pulang? Tumben sekali. ‘ pikir amy.

“amy sudah dulu acara peluk-pelukkan nya. Ayo kita makan malam bersama. Ada yang ingin eomma kasih tau.” Teriak nyonya kwon –eommanya amy- dari arah ruang makan.

“yasudah, ayo kita makan dulu” kata luhan dan dijawab dengan anggukan dari amy.

***

“waah.. banyak sekali makanannya! Memang ada acara apa?” kata amy antusias karena melihat banyak makanan enak berjejer di hadapannya.

“jadi kau belum tahu?” Tanya nyonya kwon yang membuat amy bingung.

“ani. Memangnya ada apa?” Tanya amy bingung. Tapi yang di Tanya malah melihat ke arah luhan seperti berkata ‘ apa kau sudah memberitahunya? ‘ dan di jawab dengan gelengan kepala.

“ish. Memangnya ada apa sih?! Jangan membuat ku bingung!” bentak amy ke arah nyonya kwon dan luhan.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga. Amy pun melihatnya dan beberapa detik kemudian matanya membulat sempurna.

“kau?!” kata amy tak percaya. Seketika wajahnya berubah jadi merah dan menyeramkan.

“ya! Kenapa ada dia disini?!” bentak amy lagi. Yang di bentak pun hanya diam, tidak ada yang berani melawan amy ketika marah seperti ini.

“JAWAB AKU!!” bentak amy, kali ini dia sambil menggebrak meja kaca dan membuat seluruh benda yang ada diatasnya bergoyang. Kali ini amy benar-benar marah.

“dengarkan penjelasan aku dulu amy-ah” kata luhan mencoba menenangkan amy.

“kenapa eomma menerimanya? Apa eomma tidak kesal? Tidak marah? Dia adalah anak dari yeoja pelacur yang membuat appa pergi meninggalkan kita!” kata amy dengan suara yang masih meninggi.

“CUKUP AMY!” kali ini eommanya angkat bicara.

“kenapa? Kenapa eomma membela anak pela-“

PLAKK.

Karena terlalu kesal, nyonya kwon menampar amy lumayan kencang. Amy hanya memegang pipinya yang merah dengan mata yang berkaca-kaca.

“sudah cukup amy! kali ini kau kelewatan!” bentak nyonya kwon ke arah amy. Amy pun menitikkan air matanya di depan semua orang, ini adalah pertama kalinya amy menangis di depan banyak orang semenjak ayahnya meninggal. Dan amy pikir penyebab kematian ayahnya adalah yeoja yang sekarang berada di dekatnya. yeoja yang selama ini dibenci oleh amy.

Amy pun menghapus air mata yang menetes dengan kasar dan berlari ke kamarnya lalu mengunci pintunya.

“amy.. amy” teriak nyonya kwon.

“sudah ku duga kalau ini akan terjadi” kata luhan menatap nanar ke arah kamar amy.

Tanpa di duga yeoja yang membuat semua ini terjadi itu tersenyum licik bak seorang maling yang berhasil kabur.

“amy! buka pintunya!” teriak luhan dari depan pintu. Tapi tidak ada balasan dari dalam.

PRANG!

“AMY! jangan melakukan hal yang aneh!” teriak luhan lagi, kali ini nada bicaranya terdengar sangat khawatir.

“amy. eomma mohon buka pintunya” kali ini nyonya kwon yang angkat bicara.

***

[ Amy P.O.V ]

Kenapa? Kenapa kalian membiarkan anak sialan itu tinggal disini? Apa kalian lupa apa yang telah dia lakukan kepadaku dan appa? Aku hampir mati saat itu. Dan dia juga sudah membunuh appa, bukan aku yang membunuh appa tapi DIA!. Memori kecelakaan 6 tahun lalu kembali terputar jelas di otakku. Trauma ini kembali muncul. Rasa sakit ini pun juga.

TBC~

Hahaha… akhirnya selesai juga chapter 1 nya!! Gimana? Jelek ya? Atau kependekan? Aduh.. sesuatu banget kan FF nya >< maaf ya kalo FF nya mengecewakan :(( Tolong tinggalkan RCL ya ‘-‘)b karena kritik dan saran dari kalian akan berguna buat author, buat memperbaiki kesalahan author juga. Don’t be a SIDERS okay!! Makasih buat yang udah mau ngebaca FF super gak jelas ini. *bow bareng kris

 

18 thoughts on “Maybe, This Is My Fate!

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s