Crimson Love #3

crimson-love-poster

Crimson Love – Chapter 3

Title : Crimson Love

Author : Han In Joo (Last Rebellion)

Main Cast :

– Zhang Yi Xing a.k.a Lay (EXO-M),

– Kang Je Hwa a.k.a Jehwa (OC),

– Byun Baek Hyun a.k.a Baekhyun (EXO-K)

Support Cast :

– Kang (Kim) Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

– Han Yeo Rin a.k.a Yeorin (OC)

– Wu Fan a.k.a Kris (EXO-M)

Length : Chapter

Genre : Romance, Action, Horror, Tragedy, Fantasy

Rating : PG-17

Summary : Jiwa ini memang kehilangan raganya, tapi cinta ini tahu dimana tempat perhentian sesungguhnya. Ketika akhir telah datang, semua akan terbayar sebagaimana mestinya.

Disclaimer : Semua cast punya Tuhan, keluarga, agensi mereka masing-masing, author cuma pinjem nama mereka demi kelancaran imajinasi author dan readerdeul ahahaha~ Kim Joon Myun nya ganti marga sebentar ya ohohoh. Oya itu PG-17 bukan karena yadong ya, tapi karena bakal ada kekerasan secara fisik dan perkataan yang lumayan banyak, sebenernya yadong nya ada sih sedikit *nyengirkuda *plak! Bloody scene-nya masih tetep ada, sedikit😀

P.S : Annyeonghasuhooo readerdeul. Bagi yang udah nungguin, ini author bawain chapter ke-3 nya yaaa. Jangan lupa RCL, no silent reader no plagiarize neee🙂

Let’s scroll down and happy reading ^^

Lay’s POV

“Panggil saja aku Kris Angel.” Kata sosok berjubah putih itu yang masih terbang diatasku.

Aku mengernyit, merasa aneh.Angel yang bernama Kris itu menjemputku −ehh bagaimana mengatakannya ya? Lebih tepanya ia menjemput nyawa dari ragaku. Dan entah kenapa setelah itu dia mengantarkanku kedepan rumah berlantai dua yang masih berada disekitar kota Seoul.

“Untuk apa kau membawaku ketempat ini?Bukankah kau seharusnya membawaku ke surga? Aku merasa tak punya banyak dosa jadi aku pantas disurga.” Kataku saat masih terbang bersamanya.

“Kau masih belum diputuskan ke surga atau neraka, ke akherat pun kau masih belum sampai” ucapnya datar.“Kau harus tinggal didunia untuk sementara karena kau mati dengan tragis dan bisa dibilang nyawamu masih penasaran” lanjutnya.

Aku mengangguk sok mengerti.Padahal menurutku semua ini masih tetap tak masuk akal.Aku sudah mati.Astagaaaa.Aku sesosok hantu sekarang.

“Masuklah kedalam rumah ini, temui yeoja muda yang tinggal dirumah itu. Aku tidak akan memberi petunjuk apapun. Munculah didepan yeoja itu karena hanya dia yang bisa melihatmu nantinya.” Ceramah Angel Kris masih belum selesai, “Dengan dekat dengannya kau akan tau segala sesuatu yang membuatmu penasaran.Setelah rasa penasaranmu tuntas. Kau bisa pergi ke akherat.” Imbuhnya.

Aku mendengarnya dengan saksama, aku memandang rumah itu lekat-lekat, keraguan melanda hatiku.

“Chogi..” saat aku menoleh ingin menanyakan sesuatu pada Kris Angel, tiba-tiba saja sosok itu sudah terbang jauh dilangit. Aku tak bisa mengejarnya setinggi itu.Aku memanggilnya tak berdaya.Tapi sosok itu hanya mengacungkan jempolnya kearahku.

“Aish apa-apaan Angel itu?” gerutuku.

Aku menoleh kekanan dan kekiri.Jadi sekarang aku adalah sesosok hantu.Aku bertanya-tanya dalam hati apakah ada hantu selain diriku sendiri yang berkeliaran juga karena penasaran didunia ini.

Aku menghela nafas, tapi aku lupa bahwa aku tak akan punya nafas lagi. Masih belum terbiasa dengan keadaan sebagai hantu.

Setelah matahari semakin menampakkan sinarnya, aku masuk kedalam rumah itu. Ah ya, tubuhku sudah pasti transparan jadi aku bisa masuk kedalam rumah dengan sesuka hati, tak perlu lewat pintu atau permisi. Tak ada yang melihatku.

Sesampainya didalam, seisi rumah terlihat hiruk-pikuk bisa ditebak mereka pasti sedang bersiap-siap untuk melakukan aktivitas hari ini.Aku terus berkeliling keseluruh penjuru rumah.Aku belum melihat yeoja muda yang dimaksud oleh Kris Angel. Yang ada hanya seorang namja yang mungkin seumuranku, jika aku masih hidup, dan memang ada yeoja tapi ia tak muda, mungkin eomma dari yeoja itu, tebakku.

Kulihat ahjumma itu naik kelantai dua dan aku mengikuti dibelakangnya.

“Jehwa-ah! Ayo bangun, sudah jam berapa sekarang! Kau tidak mau terlambat datang ke sekolah kan!” teriak ahjumma itu sambil menggedor-gedor pintu kamar.

Aku mulai penasaran sekarang.Aku berniat masuk kedalam kamar.Tapi kuputuskan untuk menunggunya didepan pintu saja. Mungkin ia sedang siap-siap jadi kufikir dia pasti butuh privasi. Walaupun aku hantu yang bisa melakukan hal sesuka hati tapi aku masih mempunyai sopan santun haha.Aku tertawa konyol dan berdiri menunggu didepan pintu.

Tak lama setelah itu pintu terbuka dan aku melihat seorang yeoja keluar dari kamar.Rambut panjangnya tergerai indah dengan poni yang menutupi jidatnya.Tubuhnya ramping, tapi sepertinya terlalu ramping untuk ukuran yeoja seumurannya, tingginya pun sedang dan bisa dibilang dia yeoja yang mungil.

Sesaat sebelum ia menapaki tangga, tubuhnya berbalik kearahku dan sontak membuatku kaget. Ia memandang ke tempat dimana aku berdiri. Seperti menyelidik sesuatu dan kemudian ia melanjutkan langkahnya menuruni tangga.

Aku terpaku ditempat dan mulai meyakini apa yang Kris Angel katakan. Yeoja itu bisa merasakanku, mungkin bisa juga melihatku. Tapi dari kejadian berusan, aku bisa menyipulkan bahwa ia belum bisa melihatku. Kemudian aku melayang ke lantai bawah dan mengikuti yeoja itu pergi ke sekolah mengayuh sepeda sementara aku hanya melayang dengan santai diudara.

Aku mengikuti yeoja itu sampai dikelasnya.Berdiri dipojokkan dan memerhatikan yeoja itu.Gelagatnya mulai aneh dan aku tau pasti dia sedang merasakan keberadaanku. Karena bosan aku berkeliling kelas menembus tubuh-tubuh yang duduk manis dikursi masing-masing.

Saat tubuhku menembus yeoja itu, yeoja itu terlihat tersentak dan seketika mengelus tengkuknya, mungkinkah ia merinding? Sedetik berikutnya ia berbisik-bisik dengan teman sebangkunya.

Aku hanya tersenyum melihat tingkah yeoja itu.Teguran untuk yeoja itu-pun tak luput dari sonsaengnim-nya, ini semua karena kehadiranku.Hahahaha.Aku tertawa menang.

Sampai kelas berakhir dan ia pulang lebih awal aku masih tetap mengikutinya. Dirumah aku memutuskan untuk menunjukkan wujudku padanya.Gelagatnya masih tetap tidak tenang dan curiga dengan suasana yang sedang dialaminya.Saat yeoja itu masuk kedalam kamarnya, dia langsung berganti baju dan karena aku terkejut melihat tubuhnya yang hanya menggunakan pakaian dalamnya, akupun langsung keluar dari kamar, jika aku masih mempunyai aliran darah, bisa dipastikan mukaku pasti sudah memerah.Otak yadongku tiba-tiba kumat, tapi kutahan hasrat untuk melihatnya lebih lanjut.*ahahaha Lay ge malu-malu nih😀 udah thor minggir ah, ngganggu aja ahaha mian*

Setelah aku menunggu beberapa waktu dan sudah memastikan bahwa yeoja itu telah selesai mengganti pakaiannya aku masuk kedalam ruangan.Wajahnya tegang dan waspada.

Mungkin aku harus memanggilnya lebih dulu. Ah siapa namanya tadi? Jehwa, ya Jehwa-sshi.Ternyata walaupun aku sudah menjadi hantu, ingatanku yang payah ini tetap tak berubah.

Kupanggil namanya.Berinteraksi beberapa saat dan meyakinkan Jehwa untuk bisa menerimaku.

Tak lama setelah itu akhirnya aku menampakan diriku dan menunjukkan wajahku kearahnya.

“Annyeong haseyo, joneun Lay imnida..” ucapku kepada Jehwa dan bisa kulihat tubuhnya semakin menegang dengan tatapan antara takjub dan tak percaya. Rasa takutpun terlihat segaris diwajahnya.

Kemudian ia menjawab dengan memperkenalkan dirinya sendiri. “An..annyeong haseyo, nan Jehwa imnida” ucapnya tergagap.

Bisa kurasakan kecanggungan ini.Bagaimana tidak?Perkenalan antara manusia dengan hantu, yang benar saja.Aigoo.*kalo hantunya setampan Lay gege aku juga pasti mau berteman sama hantu ahahaha -THOR MINGGIR THOR! Okeoke hahaha*

“Pertama, aku ingin menyampaikan maaf karena seharian ini aku sudah menganggumu dan membuatmu tidak tenang.”Ucapku berusaha selembut mungkin.“Kedua, kau tak perlu khawatir karena aku bukan hantu jahat, aku hantu yang baik.”Tutupku dengan senyuman yang kaku.Senyuman hantu.

Jehwa yang membatu diatas ranjang hanya memperhatikanku dengan saksama, sesekali mencuri pandang kearah luar jendela.

“Boleh aku tanya sesuatu?” kini Jehwa mulai membuka mulut.

“Tentu saja.” Jawabku singkat

“Untuk apa kau muncul dihadapanku?” pertanyaan itu membuatku bingung untuk menjawabnya.Aku sendiripun tak tau kenapa aku harus muncul dihadapan Jehwa.Aku hanya menuruti perintah Kris Angel, masa iya aku harus mengatakan tentang Kris Angel?Tidak bisa.Aku bergelut dengan pikiranku sendiri, mencari jawaban yang tepat.

“Aku tak tau Jehwa-sshi” akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulutku.

Jehwa menunduk dan mengerucutkan bibir, ah dia lucu sekali.Tanpa terasa aku mulai kagum padanya.Sejurus kemudian aku bertanya balik pada Jehwa.

“Jehwa-sshi” panggilku dan membuatnya mendongak kearahku.“Maukah kau berteman denganku?Bisakah?” pertanyaan yang to the point itu kontan membuat Jehwa terkejut dan wajahnya terlihat menimbang-nimbang.

“Aku tak tau Lay-sshi, lagipula untuk apa kau meminta berteman denganku?Kita kan baru bertemu dan baru saling kenal dan…kita berbeda” ucapnya pasrah, suaranya yang sudah terbebas dari getar ketakutan membuatku yakin bahwa keadaannya sudah semakin tenang.

“Entah kenapa aku ingin berteman denganmu Jehwa-sshi,” dustaku, padahal aku tau betul kenapa aku harus berteman dengannya.

“Mungkin harus kupikirkan sebentar, aku tak bisa membuat keputusan dengan buru-buru.”

“Baiklah aku mengerti Jehwa-sshi” aku mengangguk mencoba mengerti.Ini pasti sangat sulit untuknya, harus berteman dengan hantu.

“Ah ya dan lagi, jika kau ingin menjadi temanku, berhentilah memanggilku Jehwa-sshi, panggil saja aku Jehwa.Lagipula kelihatannya kau lebih tua dariku Lay-sshi” ucapnya seraya memasangkan selimut diatas kaki putihnya.

“Boleh juga” kataku sambil tersenyum tipis. “Kalau begitu kau juga tak perlu memanggilku Lay-sshi, panggil saja aku oppa..mungkin? karena kelihatannya aku memang lebih tua darimu. Jika kau tidak keberatan, atau terserah saja kau mau memanggilku apa asal jangan memanggilku Lay-sshi. Sebaiknya kita menggunakan bahasa informal saja, otte?” aku tersenyum sekarang.

“Aigoo oppa, kau ternyata cerewet juga ya.Baiklah kalau begitu” Jehwa menggerutu. “Bisakah oppa meninggalkanku sebentar, sebenarnya aku ingin tidur siang, semalam aku tak bisa tidur karena suatu hal” karena dia yang memohon jadi apa boleh buat aku harus meninggalkannya.

“Tidak masalah, tidurlah..” tutupku seraya menghilang dari hadapannya dan melayang turun kehalaman depan.

Author’s POV

“Aku pasti sudah gila!Aku pasti sudah gila!” ucap Jehwa menggeleng-gelengkan kepala.Wajahnya tertegun memandang tembok kamar, masih membatu diatas ranjang dengan tubuh yang setengah diselimuti.Pikirannya melayang-layang tak jelas atas semua kejadian yang baru terjadi padanya.

“Ya Tuhan, apa dosaku hingga aku mendapat takdir seperti ini?”Jehwa terus bergumam dan kini menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Matanya terasa kantuk, tapi perasaannya tak bisa membawanya ke alam mimpi. Mana mungkin ia bisa tidur saat ini. Jehwa hanya terus-terusan bernafas dengan teratur.

Dihalaman depan, Lay hanya menghabiskan waktunya sendiri. Perasaannya lega karena telah melaksanakan tugas dari Kris Angel, dia telah menunjukkan wujud hantunya(?) pada Jehwa.

Menilik dari gelagatnya seperti ini, Lay sepertinya masih belum tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya sendiri. Dia tak ingat kenapa dia mati dan karena apa dia bisa mati. Ingatannya sebagai manusia belum terbuka dan ketika saatnya telah tiba nanti Lay akan tau yang sebenarnya.

Pagi harinya, Jehwa bangun lebih awal dan menjamin tidak akan terlambat lagi datang kesekolah. Dia sudah duduk manis dimeja makan setelah semuanya berkumpul. Pagi itu pun diawali dengan sarapan bersama yang hangat.Setelah selesai, Jehwa keluar rumah menuju sepeda setia yang telah bertengger dengan manisnya. Setelah membuka pintu, ia terkaget dengan sosok Lay yang berdiri disamping sepedanya.

“Annyeong Jehwa-ah” sapanya sambil melambaikan tangan kanannya.

Jehwa yang lupa akan kehadiran sosok Lay pun terlonjak kaget.

“Aigoo..kau membuatku kaget oppa.” Lontarnya mengelus-elus dadanya sendiri (?) dan menghapiri sepeda manisnya.

“Bagaimana malammu?Tidur nyenyak?”tanya Lay sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu. Bagaimanapun juga Lay masih merasa canggung. Tapi ia tetap bersyukur karena Jehwa menerima keberadaannya walaupun dia belum menerimanya menjadi teman.

“Emm..”Jehwa hanya bergumam mengiyakan.Ia menaiki sepedanya dan mengayuhnya dengan pelan. Lay mengikuti disampingnya dan mencoba mengobrol dengan Jehwa.

“Apa jawabanmu Jehwa-ah?” tanya Lay yang masih melayang diudara.

“Jawaban apa oppa?” Jehwa memandang Lay, ia terkaget melihat wajah Lay yang ternyata sangat tenang dan saat Lay menatap matanya, Jehwa mulai gelagapan dan hampir menabrak tiang listrik yang ada didepannya.

“Hati-hati Jehwa, kau ini ceroboh sekali” ucap Lay ketus, ada secercah suara kekhawatiran ketika Lay mengucapkannya. Jehwa tersenyum, entah kenapa ucapan Lay yang ketus itu membuatnya merasa senang.

“Kenapa malah tertawa, dasar aneh!” Lay memandang Jehwa tak peduli dan kembali melayang diudara, Jehwa terus mengayuh sepedanya.

“Kembali ke tadi, jawaban tentang permintaanku kemarin, apa aku boleh manjadi temanmu?”

“Ahh..tentu saja oppa, kau boleh menjadi temanku, selama kau baik padaku pasti kau akan menjadi temanku. Jadi oppa tak boleh jahat padaku, ne?” entah kenapa ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Jehwa, Jehwa sendiripun heran dengan apa yang dikatakannya.

“Jinjjayo? Terimakasih Jehwa-ah! Akhirnya! Yuhuuuuu…” kini Lay melayang-layang tak jelas ditengah jalan, merasakan kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan karena akhirnya dia bisa memiliki teman.

“AWASSS OPPA!!!!” kini Jehwa berteriak ke arah Lay yang sedang ditengah jalan dan dari arah belakangnya mobil dengan kecepatan tinggi melewati jalan. Lay yang sedari tadi sedang ditengah jalanpun berhenti bergerak dan memandang Jehwa yang sedang memandangnya dengan tatapan nanar. Sedetik berikutnya mobil itu melewati Jehwa dan menabrak Lay yang sedang berdiri ditengah jalan.Jehwa menutup wajahnya tak mau melihat kejadian tragis menimpa oppa barunya itu.Didalam rengkupan tangannya sendiri matanya mulai berkaca-kaca dan merasa tak sanggup untuk membuka matanya.Tubuhnya masih terpaku diatas sepedanya.

“Apa kau sudah selesai?” tanya sebuah suara tepat didepan wajah Jehwa. Jehwa membuka mata dan mendapati Lay sedang tersenyum jahil. Lay yang merasa sikap Jehwa sangat lucu itupun hanya tertawa terbahak-bahak. Jehwa yang tak mengerti hanya menyeka air matanya yang hampir keluar dari matanya itu.

“Ah aku lupa jika oppa transparan.Ah Jehwa pabbo!”Jehwa merutuki dirinya sendiri. Lay terus tertawa dan mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Sesampainya disekolah, mereka berdua terus berjalan bersama. Lay kelihatan sangat menikmati masa-masanya menjadi sesosok hantu. Karena sekarang ia punya teman.

Saat Jehwa memulai pelajaran, Lay menerima panggilan dari Kris Angel dan bertemu di Seoul Park.

Kris Angel dan Lay hanya berbincang-bincang ringan. Kris Angel hanya menjelaskan bahwa setelah kematian Lay, ia akan kehilangan ingatan saat ia masih hidup, tapi beberapa kejadian yang akan ia alami nanti, dapat membuatnya mengingat kembali semua yang pernah dilakukannya di masa hidupnya.

Lay mengangguk mengerti.

“Dan kau juga tak boleh jauh dari Kang Jehwa, kau harus tetap bersamanya.Dan satu lagi, suatu saat ketika ada kejadian tertentu, kau akan menghilang dengan sendirinya dan tidak bisa muncul dihadapan Jehwa.”Tutur Kris Angel yang terdengar sangat bijaksana.

“Kenapa begitu?” Lay bertanya.

“Sudah kubilang karena suatu hal.” Tegas Kris Angel.

“Apa aku menghilang selamanya?” Lay kembali bertanya.

“Tidak. Hanya sementara.” Tutup Kris Angel singkat.Kini sosoknya terbang ke langit dan Lay hanya memandanginya dari bawah.

Lay duduk di bangku berwarna putih dan memandang ke arah depan. Penglihatan ini sepertinya tak asing lagi untuknya.

Baekhyun’s POV

“Chogi…maaf sonsaengnim, boleh aku bertanya?” tanyaku saat di bagian Informasi.

“Ne..silahkan Tuan, apa yang bisa saya bantu?” ucap sonsaengnim dengan halus.

“Benarkah disekolah ini ada murid yang bernama Kang Je Hwa?”

Sonsaengnim itu menilik komputernya dan mengetikan nama Jehwa. “Tunggu sebentar Tuan” beberapa saat kemudian, munculah sekotak foto yang menunjukkan bahwa orang yang tergambar didalam sana adalah Kang Je Hwa. “Ne ada Tuan, ada kepentingan apa anda mencarinya?” sonsaengnim itu bertanya.

“Ah tidak apa-apa, dia teman lama saya sewaktu kecil” dustaku.“Bisakan anda membawa nona Kang untuk menemui saya?” pintaku.

“Ah ye Tuan, sebentar lagi bel pulang sekolah dan akan saya bawakan nona Kang pada anda” sonsaengnim itu meyakini semua perkataanku dan aku hanya tersenyum menang.

“Baiklah tolong sampaikan padanya bahwa saya menunggunya di pintu gerbang” tutupku.

“Baik Tuan” tutupnya dan berlalu meninggalkanku.

Aku berbalik dan pergi menuju pintu gerbang.

“Bagaimana bos?” tanya anak buahku.

“Siap-siap sajalah kalian, sebentar lagi ia datang” ucapku datar.

Author’s POV

“Kang Jehwa, sepulang sekolah nanti kau diminta menemui seseorang dipintu gerbang.” Sonsaengnim datang dan menghampiri Jehwa.

“Siapa sonsaengnim?” tanya Jehwa yang sama sekali tak bisa menebak siapa yang menunggunya itu.

“Ia bilang ia adalah teman masa kecilmu.” Sonsaengnim melanjutkan.

“Teman masa kecil?”Jehwa keheranan.“ Ah baiklah sonsaengnim, terima kasih. Nanti akan kutemui” tutup Jehwa tak mau berbelit-belit.

Sonsaengnim berlalu meninggalkan Jehwa.

Jehwa mengedarkan pandangan kesekitarnya, sedang mencari Lay. Tapi nihil, tak ada tanda apapun bahwa Lay ada disekitar sini.

“Aish oppa kau dimana?” kini Jehwa benar-benar telah menganggap Lay ada dan menerima ia menjadi teman dengan sengguh-sungguh.

Tak mendapat jawaban yang berarti, Jehwa memutuskan untuk menemui orang yang sedang menunggunya itu.

Sesampainya di gerbang, Ia melihat ada tiga buah mobil Mercedes berwarna hitam. Jehwa menyipitkan mata memandang mobil itu.

Sepertinya aku pernah melihat mobil itu, tapi dimana?Jehwa membatin.

Belum sempat Jehwa menemukan jawaban dari ingatannya yang payah, tiba-tiba ada seoarang namja menghampirinya.

“Apa anda Nona Kang Jehwa?” namja yang terlihat seumuran Lay dan kakaknya itu bertanya pada Jehwa.

“Ne, benar.”Baekhyun tersenyum mendengar jawaban dari Jehwa.“Anda siapa?”Jehwa merasa tak penah memiliki teman masa kecil seperti namja yang ada didepannya itu.

“Perkenalkan, Byun Baekhyun imnida.” Namja itu memperkenalkan dirinya.“Panggil saja aku Baekhyun” tambahnya.

Jehwa mengangguk, “Untuk apa anda mencari saya?” selidik Jehwa.

“Ah aku ingin membicarakan suatu hal bersamamu, bisakah kau ikut denganku?Waktuku sangat terbatas jadi kumohon ikutlah bersamaku.” Jehwa yang masih tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi hanya mengikuti perkataan Baekhyun seperti boneka tali yang digerakkan oleh Baekhyun sendiri.

Jehwa menaiki mobil Mercedes hitam itu dan tak lama kemudian mobil itu melesat meninggalkan Seoul High School.

Didalam mobil Baekhyun mengeluarkan kertas ulangannya dan Jehwa sangat terkejut karenanya.

“Bagaimana anda memiliki ini Baekhyun-sshi?” tanya Jehwa dengan terheran-heran.

Baekhyun hanya tersenyum menang, mengetahui pemiliknya benar-benar yeoja yang ada dihadapannya itu.Sudah pasti dia menyaksikan semua kejadian malam itu.

“Apa kau mengingat dimana kau menjatuhkannya?”Baekhyun tak memedulikan pertanyaan Jehwa dan bertanya balik pada Jehwa.

Jehwa hanya menggeleng pelan.“Sungguh kau tak ingat?” Baekhyun menelusuri wajah Jehwa mencari kebohongan yang bisa ia tangkap. Namun nihil. Yeoja dihadapannya itu terus menggeleng dan sepertinya memang benar-benar tak mengerti apa yang Baekhyun maksudkan.

Baekhyun menghela nafas dan menyenderkan tubuhnya ke jok mobil.Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening.

“Kalau boleh tau, anda akan membawa saya kemana Baekhyun-sshi?” tanya Jehwa memecah keheningan.

“Ke apartemenku, sebentar lagi kita sampai” ucap Baekhyun datar dengan terus memandang kaca mobilnya.

Kini Jehwa mulai khawatir dan merasa tak tenang, keringat dingin keluar dari telapak tangannya. Kini dia berharap Lay ada disampingnya, tapi entah dimana ia sekarang. Ia benar-benar sendiri saat ini.

Sesampainya diapartemen, Baekhyun memberi isyarat kepada orang-orang berseragam hitam yang selalu mengikutinya itu, dan bisa Jehwa tebak bahwa mereka adalah bodyguard Baekhyun.

Sepenting apakah Bekhyun sampai ia harus dikawal oleh orang sebanyak ini? Batin Jehwa.

Baekhyun menggiring Jehwa masuk ke apartemennya, mempersilahkan Jehwa duduk dan memberinya segelas jus jeruk.Jehwa memandangi jus jeruk itu, tak berani meminumnya, takut Bekhyun memasukkan sesuatu didalamnya.

Seakan menjawab kecurigaan Jehwa, Baekhyun hanya bergumam “Jangan khawatir, aku tak akan menjebakmu dan memperlakukanmu tidak baik”.

Jehwa hanya tersenyum getir.Baekhyun meninggalkannya sendiri diruang tamu.Jehwa melihat-lihat ruangan itu.Terawat dan rapi, ujarnya.Terpasang beberapa pigura yang berisikan foto-foto keluarga Baekhyun.

Mata Jehwa berhenti disalah satu pigura besar yang berada ditembok itu, Jehwa menyipitkan mata dan mendekati pigura itu. Dia tak salah lihat, gambar dipigura itu memang benar-benar Lay. Jehwa mengucek matanya memastikan apa yang dilihatnya adalah nyata bukan halusinasi yang berlebihan karena Jehwa berharap ia sedang bersama Lay saat ini.

Gambar itu benar gambar Lay. Sesaat kemudian Baekhyun kembali dengan bajunya yang telah diganti dan terlihat santai.

“Itu keluarga besarku” Baekhyun menjawab pertanyaan Jehwa yang tak terucap.

“Siapa orang ini?” Jehwa menunjuk gambar Lay.

“Ah dia sepupuku, dia tinggal di China” jelas Baekhyun dan duduk disofa.Jehwa kembali duduk dan menyeruput jus jeruknya. Jehwa sangat penasaran bagaimana bisa gambar itu begitu mirip dengan Lay.

“Siapa namanya?Apa dia masih hidup? Ahh..maksudku apa dia pernah ke Korea?” tanya Jehwa dengan sedikit tergagap.

Baekhyun yang tadi sedang meminum jus jeruknya sendiri pun tersedak mendengar pertanyaan Jehwa.Bagaimana bisa Jehwa membawa-bawa kata ‘hidup’ tentang orang itu didepan Baekhyun.

Baekhyun memincingkan matanya dan menatap Jehwa curiga.Baekhyunpun mendekati Jehwa dengan tatapan yang tak bisa diuraikan.Antara takut, khawatir dan marah.Jehwa yang melihat sikap Bekhyun seperti itu hanya bisa terdiam dan mengontrol detak jantungnya yang berderu cepat, merasa takut.

“Jehwa-sshi, apa maksudmu dengan mengatakan dia masih hidup atau tidak?” suara Baekhyun yang menggeram membuat Jehwa takut setengah mati.

“A.a..aku, aku tidak bermaksuda bertanya begitu, tadi aku salah bicara Baekhyun-sshi” jantungnya terus berpacu dengan cepat.

“Sungguh hanya itu?Bukankah kau mengetahui sesuatu?Bukankah ada hal yang kau sembunyikan?”Baekhyun kini mendekati Jehwa dan memegang pergelangan tangannya dengan kasar.

Jehwa merintih kesakitan, lebih dari itu Jehwa justru merasa sangat takut ia akan diapa-apakan oleh Baekhyun.

“A..pa..maksumu..Baekhyun-sshi” Jehwa semakin tergagap.

“Katakan padaku sejujurnya, katakan semuanya padaku!” kini Baekhyun memegang pundak Jehwa dan mengoyaknya denga kasar.

Jehwa mengelak dan berontak, tapi tubuhnya terlalu kecil untuk melawan Baekhyun yang mencengkeramnya dengan hebat.

“Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan Baekhyun-sshi!”Jehwa berteriak didepan Baekhyun.

“Pembohong!Kau pasti berbohong!” teriak Baekhyun tak mau kalah dari teriakan Jehwa.Baekhyun terus menggoncang tubuh Jehwa dan membuat Jehwa merasakan pening dikepalanya.

“Berbohong tentang apa Baekhyun-sshi! Aku tak tau apa yang sedang kau bicarakan! Lepaskan aku!”Jehwa menghentak tangan Baekhyun dan Jehwa berhasil lepas dari cengkeraman tangan Baekhyun. Jehwa mendorong Baekhyun dan ia tersungkur keatas lantai.

Jehwa menyambar tasnya dan menghambur keluar apatemen Baekhyun dengan bercucur air mata.

Jehwa’s POV

“Apa-apan orang itu! Main bentak seenak hati! Dia pikir dia siapa!” gerutuku sepanjang perjalanan kerumah. Sepedaku tertinggal disekolah jadi apa boleh buat aku harus pulang naik bus.

“Jehwa-ah! Darimana saja kau ini! Aku sangat menghawatirkanmu!” teriak Lay didepanku. Jika saja tubuhnya tidak transparan, aku pasti sudah ambruk didalam pelukannya.

Bukannya menjawab, air mataku justru semakin bercucuran dan berjongkok didepannya. Lay terus memperhatikanku dan hanya diam melihatku menangis.

Kukeluarkan semua air mata yang ingin kukeluarkan saat itu.Setelah aku berhenti menangis, baru Lay kembali bertanya padaku.

“Gwenchanayo?” aku hanya mengangguk pelan.“Maukah kau menceritakan apa yang terjadi padamu sedari tadi?” tambahnya.

Aku tetap terdiam, tak bisa menjawab. Lay buru-buru berkata “Jika belum mau cerita tidak masalah, aku akan menunggumu untuk bercerita padaku. Ayo masuk kerumah lebih dulu” tutupnya dan menggiringku kedalam rumah.

Suho menatapku curiga melihat mataku yang sembab karena habis menangis sesampainya didalam rumah.“Jehwa-ah kau kenapa?” selidiknya dari ruang tamu.

“Aku baik-baik saja oppa” kudengar suaraku yang parau meruntuhkan kebohongan yang kutunjukkan pada Suho.

“Pembohong” ujarnya singkat dan kembali ke buku yang sedang dibacanya.

Aku hanya berlalu meninggalkan Suho dan masuk ke kamar. Lay mengikuti dibelakangku.

Kubuka pintu dan Lay menembus masuk didalamnya.Aku langsung menyambar handuk dan mandi. Lay oppa sedang berbaring diranjang ketika aku selesai mandi. “Lay oppa, aku ingin ganti baju, tolong keluar sebentar.” Ucapku lemas pada Lay.

“Tidak bisakah aku tetap disini?” aku membelalak dan menatapnya tajam, yang kutatap hanya tersenyum jahil.

“Arraseo..arraseo.. aku akan keluar” kemudian ia pergi menembus jendela.

“Aku sudah selesai oppa, kau boleh masuk” disusul sosok Lay yang melayang didepan lemari.

Lay menunggu aku berhenti menyisir rambutku dan matanya menyiratkan penjelasan yang ingin ia dengar dariku.

Aku berbalik menghadapnya dan mulai bercerita padanya tentang semua yang terjadi.Air mataku kembali merebak.Itu pertama kalinya aku diperlakukan kasar oleh namja. Lay menghampiriku dan duduk disebelahku. Mencoba menenangkanku, ia tak bisa memberikan pundak ataupun pelukannya untuk bisa kusinggahi. Kulihat wajahnya yang putus asa karena tak bisa membantuku dengan berarti, akhirnya aku menghentikan tangisanku.Tapi tetap saja wajah putus asanya tak hilang tergambar disana.

Aku jadi merasa bersalah dengan apa yang kulakukan sendiri. Kuputuskan untuk beranjak dan menyambar gitarku. Kumainkan beberapa lagu dan kulirik Lay, wajahnya terlihat menikmati permainanku dan tak ada raut putus asa yang tergambar disana. Aku tersenyum menang.

Tanpa terasa apa yang kulakukan barusan juga membuatku agak sedikit tenang.

“Permainan gitarmu bagus” ucap Lay akhirnya.

Tanpa terasa ternyata malam telah larut dan Lay yang melihatku menguap pun mulai beranjak dan berdiri diambang jendela.

“Istirahatlah, besok kau harus berangkat kesekolah” ujar Lay “Tidurlah yang nyenyak, selamat tidur Jehwa-ah” imbuhnya dan menghilang dibalik jendela.

Aku menarik selimut dan berkelana ke alam mimpi.

Author’s POV

Seisi kelas terlihat riuh dengan adanya pengumuman ditiadakannya ulangan matematika hari ini. Alhasil Jehwa akan pulang lebih awal.

Saat sampai didepan gerbang, Jehwa melihat mobil Mercedes hitam terparkir dan hatinya mulai diliputi perasaan amarah.Jehwa hanya melenggang melewati orang yang berdiri disamping gerbang dan bisa dipastikan bahwa orang itu adalah Baekhyun.

Jehwa terus berjalan menuntun sepedanya bersama Lay yang ada disampingnya.

Jehwa berhenti saat tangannya terbelenggu oleh tangan Baekhyun.Jehwa menampisnya dan menyingkirkan tangan Baekhyun.

“Jehwa-sshi, maafkan aku atas kejadian kemarin, jebal…” Baekhyun merengek seperti anak kecil dan membuat Jehwa jijik melihat tingkahnya.Tangannya terus memegang tangan Jehwa.

“Lepaskan aku Baekhyun-sshi, aku tidak ingin berurusan lagi denganmu.”Jehwa menghentak tangan Baekhyun dan meninggalkannya.

“Jehwa-sshi, tunggu!”Jehwa berhenti dan tetap memunggungi Baekhyun.“Kencanlah denganku” Baekhyun mengakhiri.

Jehwa berbalik dan menatap Baekhyun dengan shock dan tak percaya.Lay yang sedari tadi memperhatikan apa yang sedang terjadi hanya membelalakan mata lebar-lebar.“MWO?” teriak Jehwa ke arah Baekhyun.

==ooOO TBC OOoo==

Chapter 3 selesai, mohon tunggu chapter ke 4 nya ya, kamsahamnida buat yang udah baca dan ngikutin dari awal. Oya dichapter 4 nanti ada yadongnya loh ahahaha *ketawa yadong bareng Lay*

Sarangheyo readerdeul ..  *handsupwithLay

Don’t forget RCL😀

14 thoughts on “Crimson Love #3

  1. Haloo~ boleh ikutan komen?😀
    Aiuhhh, seruuu~ kenapa lay ge-nya jadi roh gentayangan gtu,, baekhyunnya jahat banget lagi.. Semoga tuh anak dapet pelajaran! Soalnya lay gw jadi roh gtu..TT
    Ayo lanjutkan part4nya~~ ^o^/

  2. oh may gad oh may gaad!!!! Jangan-jangan si baekhyun suka lagi ama jehwa??? Kyaaa, makin seru ni ceritanya… Ditunggu kelanjutannya yah!!

  3. DAEBAK bgt thr, dapet ide dari mana sih? bisa buat fanfic sebagus ini
    kesel bgt deh sama yg namanya TBC, lagi enak-enak baca keputus cuma gara-gara TBC, ditunggu next chapternya thor, keep faithing thor

    • makasiiiiiiih😀 idenya? sebenernya ide ini muncul gegara waktu itu aku parno sama salah satu ruangan dikosan yang agak horror hahaha eh malah muncul ide Crimson Love ini kkkk~
      sabar ya, TBC memang mengganggu😀
      sip dipantengin aja chapter berikutnya ^^
      ne fighting ^o^/
      kamsahamnida udah RC🙂

  4. huwaaaa ,, kasian Lay ge sebener nya ,, pas nanti hidup lagi dia upa sm Jehwa nya kasian Lay ge dan Jehwa:/ ,, Baekhyun oppa jahat yak — .. next penasaran sm lanjutnya

    • Lay sementara memang lupa sama Jehwa dan dia memang kasihan disini, Baekhyun jahat sih *getok Baek pake hati* eh?
      sip ditungguin aja chapter berikutnya, kamsahamnida ne udah RC😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s