A Beautiful Goodbye

A Beautiful Goodbye

Author: bellamartha_

Main Cast: Byun Baekhyun, Park Chae Ri, & Kim Joon Myeon (Suho)

Support cast: Find it by yourself ^^V

Length: One Shoot

Genre: Sad, Romance

Rating: 13

A/N: Ya saya kembali lagi dengan FF galau lainnya wk😀 Ini sebenarnya FF permintaan maaf karena author nunda nge-post lanjutan ‘What Is Love Sequel’ terus. Maaf banget readersdeul T.T. Walaupun FF ini gak bagus, author harap semoga bisa diterima sebagai permintaan maaf :’’)

So….

Don’t Bashing….

Don’t Be Silent Readers….

And Happy Reading…. ^^

~goodbye~

*Recommended Song: Super Junior – Storm & f(x) Chae Ri and Krystal – Hard but Easy*

Baekhyun Pov

 

Diriku tak akan mencegahmu pergi. Bibirku tak akan mengucapkan kata-kata indah yang sekiranya bisa menahanmu. Tak akan ada tindakan yang kulakukan untuk mencegahmu.

Rasanya otot wajahku kram karena terus kupaksa untuk menyunggingkan senyum palsu untukmu. Aku tak berniat membohongimu dengan senyum ini, hanya saja aku tak tahu harus berbuat apa selain tersenyum menerima kenyataan bak dihujani beribu anak panah dari berbagai arah ini.

Kenapa kau menangis? Apa itu juga air mata yang sama palsunya seperti senyumku sekarang? Bukankah sudah kukatakan “tak apa, kalau itu pilihanmu”. Tak bisakah kau membaca betapa sakitnya hatiku saat mengatakan hal itu? Jadi tolong hargai pengorbananku dan jangan menangis.

Musim gugur tahun ini akan kulewati bersama daun-daun yang berguguran, kau tak perlu khawatir aku akan merasa kesepian.

Kenapa kau menundukan kepalamu? Dirimu yang memilih untuk menjauh pergi, tapi kenapa dirimu yang sepertinya berat untuk meninggalkanku? Bukankah sudah kukatakan “pergilah dan hidup dengan bahagia…”. Dengan sekuat tenaga aku melukis senyum palsu untuk menyakinkanmu, apa kau tak terkelabui? Apa kepalsuan senyumku begitu jelas terlihat.

Semilir angin musim gugur akan menuntunku, kau tak perlu khawatir akan aku yang mungkin kehilangan arah.

Wajahmu itu seperti buku bacaan yang sangat mudah untuk dimengerti, begitu mudah untuk dibaca.

Aku sudah tahu kalau kata-kata itu akan segera keluar, akan segera kau ucapkan. Bagai pelaku kejahatan yang menunggu vonis hukuman dari hakim, aku sudah bersiap menunggu saat dimana palu itu akan diketuk tanda semuanya sudah diputuskan. Semuanya sudah selesai.

Don’t worry dear, I have prepared for broken heart.

Flashback

“Bukankah kau bilang sangat ingin mencicipi Lasagna di restoran itu?”

Dia menghela nafas entah untuk yang keberapa kali “tapi aku sedang sibuk oppa~, lagipula restoran itu tak akan pergi kemana-mana kan? Kita bisa pergi ke sana kapan saja!”

Rasa khawatir yang entah untuk alasan apa merayapi diriku, nada bicaramu yang manja telah hilang entah kemana. Aku tersenyum pahit.

“Baiklah, kalau begitu jaga kesehatanmu ya! Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan semua tugas kuliahmu itu malam ini!”

“Aku tahu, aku tahu…. Sudah dulu ya, sampai jumpa besok oppa~”

Kenapa kau malah terdengar senang saat akan mengucapkan selamat tinggal padaku? Oh ayolah Baekhyun, ini hanya sebatas ucapan perpisahan di sambungan telepon. Ada apa dengan dirimu?

“Sampai jumpa, annyeongi gaseyo…….”

“Chakamman!” ada satu hal yang ingin kukatakan, jangan dulu kau putus sambungan telepon ini!

“Ada apa?” benar, aku tak mungkin salah! Ini nada menggerutumu yang khas itu bukan?

“Saranghae Chae Ri~”

Mana kalimat itu? Bukankah kau selalu menjawabnya dengan penuh rasa cinta dan diakhiri dengan tawa bahagiamu yang selalu membuatku yakin, kalau kau hanya milikku.

“Hhm… Anyeongi gaseyo oppa”

Bukan kalimat itu “nado, saranghae yeongwonhi oppa~”. Itu kalimatnya!

Flashback end~

“Maafkan aku Baekhyun oppa~”

Aku terdiam dan sibuk menyeruput Americano Latte yang biasa kuminum saat kita berkencan di café ini.

“Pasti kau sangat membenciku saat ini bukan?”

Pertanyaan bodoh! Kalau aku memang bisa membencimu aku sudah pergi meninggalkanmu sejak kau mengucapkan kata menyakitkan itu padaku. Aku masih disini, bertahan menahan sakit luar biasa ini, karena aku masih mencintaimu. Menunggu keajaiban membuatmu tiba-tiba mengalami amnesia atahu semacamnya hingga lupa bahwa kau telah mengucapka kata perpisahan padaku. Aku juga berharap aku bisa membencimu.

“Membencimu untuk apa?”

“Untuk semua yang telah kulakukan padamu. Membohongimu, mengkhianatimu, dan pergi meniggalkanmu!”

Kau mendongakkan kepalamu dan berkata hal-hal yang membuatku terus berdarah di dalam sini.

“Gwenchana~, itu semu-”

“Oppa GEUMANHAE! Berhenti berkata ‘gwenchana’!” kau membentakku di sela isakan tangismu, kau terus mencoba untuk membuat jeda di tangismu untuk bicara “Berhenti terus tersenyum! Bentak aku! Kasari! Aku lebih suka kalau kau menamparku daripada melihatmu terus tersenyum padaku seperti itu!”

Flashback

“Chae Ri-ah…. Odigayo?”

“emmpph…… Baek~… Baekhyun oppa??!”

“Siapa dia?” hanya itu pertanyaan yang saat itu terlintas di otakku.

Apa yang bisa kuharapkan di saat seperti ini? Otakku hanya bisa memproses pertanyaan itu. Mungkin aku masih terlalu terkejut mendapati yeoja yang kucintai bercumbu begitu mesra dengan namja lain.

“Di, dia Su… Suho oppa” kau menjawab dengan suara yang bergetar.

Kenapa? Kau takut? Untuk apa kau takut hanya untuk menjawab pertanyaanku jika kau berani mengkhianatiku?

BUUG

“kyaaa”

“Itu untuk kau yang dengan seenaknya menyentuh Chae Ri!”

Aku pergi meniggalkan kalian yang masih sibuk meratapi darah segar yang mengalir dari ujung bibir namja itu akibat perbuatanku. Kukepalkan tanganku menahan emosi yang bergejolak dan siap meledak di dalam diriku. Lebih baik aku pergi sebelum aku melakukan hal yang diluar batas.

Aku tahu betul bahwa sikapku yang seperti inilah yang membuatku diberi label sebagai ‘namja lemah’.

Flashback end~

Sapuan pandanganku tak sengaja menangkap sosok yang sudah merebut dirimu dariku.

“Dia sudah datang! Pulanglah, janganlupa antar undangan pernikahan kalian padaku secepatnya! Arraeso?”

Kau hanya mengangguk sambil bangkit dari dudukmu dengan begitu lemah.

“Annyeongi gaseyo oppa~”

Aku tersenyum dan tetap menatap punggungmu yang berjalan menjauh tanpa berbuat apa pun.

“Chae Ri-ssi!”

Kau segera berbalik mendengar aku yang memanggil namamu.

“Bolehkah aku meminta sesuatu darimu? Aku janji ini yang terakhir!”

Kau mengangguk dan kembali mendekatiku seraya tersenyum padaku.

“Biarkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya…”

Kau tersenyum dan mengangguk. Kau lebih dulu memelukku. Walau ini sedikit mengejutkan aku tetap membalas pelukanmu. Tak kuperdulikan pandangan dari orang-orang yang ada di sekitar. Biarlah mereka mendapat tontotan gratis.

“Kenapa kau tak pernah memintaku untuk meninggalkan Jonghyun oppa dan memilih dirimu oppa?”

Aku melepaskan pelukanku “memang kau akan mengabulkannya? Ppabo!”

Kau tertawa ringan. Mungkin ini kali terakhir aku bisa membuatmu tertawa. Aku akan sangat merindukanmu.

“Pergilah! Suho sudah menunggu, jangan pernah tinggalkan dia seperti kau telah meninggalkanku!”

~goodbye~

“Kau benar-benar pantas mendapat beasiswa itu Baekhyun! Akh….. Aku benar-benar iri padamu!” seorang namja yang sedari tadi membuat para yeoja berbisik-bisik mengucapkan hal yang sama untuk yang keempat kalinya hari ini.

“Aku juga iri padamu Chanyeol-ssi!” ujarku seraya tersenyum padanya.

“Apa ada di dalam dirinya yang begitu tak berguna ini bisa membuatmu iri?” ucapan ketus Kyung Soo tak pernah habis walau setiap hari dia terus mengucapkan hal-hal menyakitkan seperti itu.

Kulirik Chanyeol yang menggerutu dan mengerucutkan bibirnya.

“Lihatlah, sepertinya yeoja disini lebih tertarik pada Chanyeol daripada foto-foto hasil potretanku!”

Kami tertawa dan berbicara mengenai hal-hal mengenai fotografi. Kami bertiga hanyut dalam topik kesukaan kami itu, menghabiskan waktu walau hanya mengobrol asal topiknya fotografi sepertinya kami bertiga akan kuat walaupun harus mengobrol sehari penuh.

“Chogiyo…..” seorang yeoja dengan rambut panjang cokelat yang tergerai indah menghampiri kami.

“Ne?” jawab kami hampir bersamaan.

“Apa salah satu dari kalian adalah Byun Baekhyun?”

Aku tersenyum padanya “ya, aku Byun Baekhyun. Ada yang bisa kubantu aggashi?”

Dia membalas senyumanku seraya menunjuk ke arah bingkai foto berisi hasil mozaik foto seorang gadis yang tengah duduk di hamparan luas rumput sambil memamerkan senyum manisnya, “benarkah foto itu tak dijual?”

Aku mengangguk dengan senyum yang tetap terpahat di wajahku “ya betul, foto itu adalah hasil kerja keras saya dan akan menjadi koleksi pribadi saya”

Dia menggembungkan pipinya, membuat dirinya begitu menggemaskan “begitu ya? Padahal aku ingin sekali membelinya, tak bisakah kau menjualnya padaku?”

Aku menggeleng yakin “foto itu terlalu berharga untukku!”

“Ceritakan padaku!” nada bicaranya sedikit memaksa. Aku menautkan kedua alisku, kurasakan pula tatapan aneh dari Kyung Soo dan Chanyeol pada yeoja itu.

Seperti mengerti pikiran kami dia berucap lembut “ceritakan kisah dibalik foto itu maksudku!”

Aku melepas tahutan antara kedua alisku “dia yeoja yang mengajariku bahwa cinta begitu rumit, membuatku melakukan apa saja untuk mendapatkannya, mengorbankan hal yang berharga hanya untuknya dan melepasnya pergi agar dapat setidaknya melihat dia bahagia walau bukan aku lagi yang ada di sampingnya”

Tatapanku sekarang tak lepas dari foto itu.

“Yeoja itu yang membuatku tak ingin tidur dan bermimpi, karena saat jatuh cinta dunia nyata terlihat dan terasa jauh lebih indah dari mimpi terindahku sekalipun!”

“Dia yang membuatku belajar bahwa ketika kita berani mencintai itu artinya kita siap untuk merasa sakitnya patah hati!”

Tak ada satupun yang bicara setelah aku berhenti bicara dan mengatupkan bibirku.

Aku kembali tersadar saat yeoja itu mengulurkan tangannya “Hwang Hye Rim imnida~”

Aku menyambut uluran tangannya “Byun Baekhyun imnida, bangapseumida”

Dia menarik kembali uluran tangannya dan menyodorkan selembar kertas kecil padaku.

“Itu kartu namaku, kalau kau tak keberatan datanglah ke studio foto milik ayahku”

“Akan kuluangkan waktuku”

“Kalau begitu terima kasih, aku pergi dulu. Dan satu hal lagi!” dia menatapku dengan tulus “aku benar-benar menyukai foto-foto milikmu!”

Dia tersenyum dan membungkuk seraya pergi menjauh.

“Hhmm~” deheman Kyung Soo dan Chanyeol yang bersamaan membuatku menoleh pada mereka.

“Sepertinya foto Chae Ri itu akan segera masuk gudang diganti dengan foto yeoja lain sebentar lagi!”

Chanyeol mengangguk-angguk mendengar ucapan Kyung Soo “benar, hyung. Tak lama lagi sepertinya!”

Aku tersenyum mendengar ocehan dua namja itu. Mungkin saja musim gugur tahun ini bukan lagi daun yang berguguran dan semilir angin yang akan menemaniku. Mungkin.

END

Bagaimana? Anehkah? Yaa….. Udah gak aneh lagi emang kalau ini FF dibilang aneh wk lol~😄. Jangan lupa untuk komen, okay? So, pipis, love, en gahol ^^V #popobasah.

 

5 thoughts on “A Beautiful Goodbye

  1. Ihh jahat banget deh chaerinya, tega meninggalnya seorang baekkie yang tulus mencintainya dan lebih memilih Suho Oppa >< apa chaeri itu dijodohin min atau emang dia selingkuh ? masih rada bingung nih :O tapi pas baca nih ff jadi teringat Film India "Maan" filmnya romantis bgt, ceritanya juga si cowok ditinggalin ceweknya buat nikah sama orang lain, padahal si cowoknya udah kerja keras buat beli rumah pernikahan buat mereka…. terus dia juga nanti bakal ngelukis foto ceweknya itu, trus rupanya yang beli lukisan nya ceweknya itu sendiri,, pokoknya sedihhhh banget filmya #kok malah ngomongin film sih *plakk* hehehe tapi kata-katanya keren min, ikut merasakan kesedihan baekki, FIGHTING YA BUAT THE NEXT ONESHOOTNYA😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s