Crimson Love #4

Crimson Love – Chapter 4

crimson-love-poster

Title : Crimson Love

Author : Han In Joo (Last Rebellion)

Main Cast :

– Zhang Yi Xing a.k.a Lay (EXO-M),

– Kang Je Hwa a.k.a Jehwa (OC),

– Byun Baek Hyun a.k.a Baekhyun (EXO-K)

Support Cast :

– Kang (Kim) Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

– Han Yeo Rin a.k.a Yeorin (OC)

– Wu Fan a.k.a Kris (EXO-M)

Length : Chapter

Genre : Romance, Action, Horror, Tragedy, Fantasy

Rating : PG-15

Summary : Jiwa ini memang kehilangan raganya, tapi cinta ini tahu dimana tempat perhentian sesungguhnya. Ketika akhir telah datang, semua akan terbayar sebagaimana mestinya.

Disclaimer : Semua cast punya Tuhan, keluarga, agensi mereka masing-masing, author cuma pinjem nama mereka demi kelancaran imajinasi author dan readerdeul ahahaha~ Kim Joon Myun nya ganti marga sebentar ya ohohoh.

P.S : Annyeonghasuhooo readerdeul. Author balik lagi dan bawain chapter ke-4 nih😀 ada yang nungguin nggak? Semoga ada deh ya ahahah. Oya Rating buat chapter ini author turunin ya, soalnya nggak ada adegan-adegan kayak dichapter sebelumnya. Chapter ini lebih flat dan lebih ke penuturan kenyataan (?) dengan ngungkapin beberapa pertanyaan yang belum terjawab dichapter sebelumnya.Daripada banyak cingcong, mending banyak scroll down aja ya. No Silent Reader, No Plagiarize, thumbs up for diligent reader (y)~

Happy reading ^^

Author’s POV

“Jehwa-sshi tunggu! Berkencanlah denganku.” Ucap seorang namja didepan pintu gerbang sebuah sekolah.Ucapannya yang begitu keras membuat murid disekitar gerbang sekolah itu menatapnya dengan keheranan.

“MWO??” sebuah jawaban terlontar dari yeoja yang barusan diajak kencan oleh Baekhyun.Jehwa membulatkan matanya dengan sukses dan membuat seluruh teman-temannya mengalihkan pandangan dari Baekhyun ke Jehwa.

Jehwa yang tersadar dia sedang menjadi pusat perhatian hanya memandang teman-temannya dengan salah tingkah.“Eheheh, aku tidak kenal siapa orang itu, mungkin dia orang gila yang sedang berkeliaran disini tak tentu arah.Jangan salah paham padaku, sungguh aku tak mengenal namja itu” jelas Jehwa cengengesan pada mereka yang menatap tajam Jehwa dengan pandangan meremehkan.Jehwa merasa tak enak hati karena harga dirinya sedang dipertaruhkan saat ini.Bagaimana mungkin ada seorang namja yang Jehwa sendiri saja belum mengenalnya terlalu jauh tapi telah mengajaknya kencan, didepan umum pula.Aigoo, othokke?, batinnya.

“Apa kau ingin berkencan dengan namja itu, Jehwa-ah?” sosok yang tak terlihat itupun kini ikut serta dalam percakapan yang sangat memalukan itu.

Jehwa mendongak kearah Lay yang masih melayang disampingnya.“Mana mungkin, oppa. Aigoo..” Jehwa menjawab pertanyaan Lay dengan segera dan tak memikirkan akibat yang bisa ia timbulkan setelah ia menjawabnya.

Jehwa memandang orang disekitarnya lagi dan tersadar bahwa mereka tak mungkin bisa melihat Lay dan pasti mereka telah menganggap Jehwa memiliki gangguan jiwa karena bicara pada angin kosong didepannya.Wajah Jehwa semakin merah padam dan merasa malu. Lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali, mengalihkan perhatian dari mereka yang semakin menatap tajam Jehwa yang terlihat seperti orang gila.

Jehwa menyadari Lay yang sedang tertawa terbahak-bahak karena Jehwa menjadi pembicaraan orang-orang dengan keanehannya yang berbicara pada angin. “Kau menyebalkan Lay oppa..” ucap Jehwa lirih disudut bibirnya dengan tekanan yang sangat kentara. Membuat Lay semakin terbahak dan berputar-putar diatas Jehwa.Jehwa lalu mengabaikannya, kembali pada Baekhyun yang masih menunggu jawaban darinya.

“Kumohon Jehwa-sshi..”Baekhyun membuka mulutnya lagi dan terus memohon pada Jehwa.

“Mianhae, kumohon jangan seperti itu, aku tak mengenalmu, jadi mana mungkin aku mau berkencan denganmu, Baekhyun-sshi” tuturnya dengan nada yang malas-malasan.Jehwa kembali bersiap menuntun sepedanya. “Sampai jumpa..”Jehwa berlalu menaiki sepedanya dan mengayuhnya.

Baekhyun masih mematung ditempat yang sama dan memandang Jehwa pergi. Sedetik kemudian ia telah berada dikendali setir dan mulai menggeramkan mesin mobilnya. Jehwa yang mengetahui Baekhyun menaiki mobilnya dan beranggapan bahwa mungkin ia akan mengejarnya, hanya mengayuh sepeda dengan kencang. Dan benar saja, Baekhyun mengikutinya dari belakang.Jehwa terus memacu sepeda dengan Lay yang mengikuti disampingnya.

“Ah kau lamban sekali Jehwa-ah, bisa-bisa kau tertangkap olehnya..” katanya meremehkan Jehwa.

“Diam kau oppa!Aku benci dengan namja itu, aish!” Jehwa terus mengayuh dan mengomel pada Lay.

Sementara Bekhyun yang masih mengikuti dibelakang membuat Jehwa panik, kini dihadapannya terdapat jalan cabang. Jehwa harus memutuskan dengan cepat jalan mana yang akan ia lalui, untuk menghindar dari Baekhyun.

Astaga, jalan cabang ini.Apa yang harus aku lakukan? Aish! Kenapa namja itu masih mengikutiku, dasar orang gila! Jika aku mengambil arah kanan, sudah dipastikan Baekhyun bisa mengejarku dengan mudah, selain jalannya yang lebar dan mudah dilalui mobil, juga tak banyak orang yang melewati jalan itu. Tapi jika aku mengambil arah kiri…. Jinjja ini membuatku setres! Aku telah berjanji untuk tak melewati jalan itu dan terlebih lagi disana lebih sepi dari jalan manapun, othokke othokke! Ah tapi ada satu keuntungan, jalan itu lumayan sempit, jadi Baekhyun tak bisa mengejarku dengan cepat dijalan itu.

Setelah berkutat dengan pikiran kritisnya, Jehwa memutuskan untuk mengambil arah kiri.Ia meliukkan sepedanya dengan cepat setelah mencapai tikungan. Ia masih terus mengayuh dan tak memandang ke belakang, sementara Lay yang memantau Baekhyun dari tikungan menghampiri Jehwa dengan cepat.

“Dia menuju jalan ini Jehwa-ah, cepat bersembunyi..” Lay berteriak yang dengan sukses membuat Jehwa kelagapan diatas sepedanya. “Kau ingin tertangkap olehnya atau bagaimana Jehwa-ah? Cepat masuk ke halaman gedung itu! Dasar lamban!” Lay mengomel pada Jehwa dengan suara yang cemas, sementara Jehwa hanya menunjukkan muka blank-nya dan menuruti perkataan Lay. Lay menggeleng tak percaya dengan tingkah Jehwa.

Yang benar saja, tempat ini, ah jinjja..!!batin Jehwa sesampainya dihalaman gedung, mengatur nafas dan bersembunyi dibalik tembok tinggi yang sejajar dengan pintu gerbang. Ia meminimalkan suara yang dikeluarkan dari nafasnya yang memburu. Lay masih memantau Baekhyun dari atas Jehwa.

“Dia datang..” ucapnya. Jehwa diam tak mengeluarkan suara apapun.Didengarnya suara deruman mobil dibalik tembok yang menempel pada punggungnya.Jantungnya berdetak dengan cepat.Khawatir jika Baekhyun bisa menemukannya.Beberapa saat kemudian suara deruman mobil itu menghilang dan Jehwa menghela nafas dengan lega.

Lay melayang turun dan berdiri disamping Jehwa yang masih terduduk lemah.

“Gwenchanayo?” Lay menyipitkan mata melihat Jehwa yang masih terengah-engah diatas tanah.

Jehwa hanya mengangguk singkat. “Ck! Harusnya kau sering olahraga, kau pasti tidak pernah olahraga kan? Pantas saja kau lembek dan lamban begitu!” cibirnya sambil memanyunkan bibir casualnya.

“Jangan sok tau oppa, kau tak tau apapun tentangku..” jawab Jehwa pasrah, ia terlalu lelah untuk berdebat dengan Lay yang tak mungkin merasakan kelelahan yang sedang dirasakannya saat itu.

“Benar juga” decaknya dan mengalihkan pandangan dari Jehwa, melihat gedung dibelakangnya. “Sepertinya gedung ini sudah sangat tua..” ucapnya menyelidik. Jehwa hanya diam masih mengatur nafasnya dengan benar.

“AHHHH!” tiba-tiba Lay berteriak dan membuat Jehwa memandangnya dengan pandangan yang bingung.Sedetik berikutnya Lay berteriak lagi dengan volume yang semakin keras. Kini tubuhnya –eh sosoknya- berputar diatas angin dan meliuk-liuk tak jelas, tangannya memegang kepalanya dengan keras, lebih tepatnya ia menjambak rambutnya sendiri. Jehwa berdiri dengan panik dan mendekati Lay.

“Oppa! Oppa..kau kenapa? Apa yang terjadi? Oppa! Oppa! Jawab aku..”Jehwa kini berteriak menandingi teriakan Lay yang masih saja keras. Lay terus melengkung diatas Jehwa dan Lay berteriak dengan keras, Jehwa menangkap sesuatu dari teriakan Lay, ia seperti sedang merasakan kesakitan yang sangat sakit dan Jehwa tak bisa menguraikannya. Jehwa terus berteriak menanyai Lay yang kini sedang melihat kearahnya.

“Oppa..” sedetik berikutnya Lay menghilang dengan perlahan dan meninggalkan Jehwa sendiri ditempat itu. Jehwa mengedarkan pandangan keseluruh penjuru halaman mencari Lay dan nihil.Ia tak ada disana.

“Oppa…oppa kau kemana?Kau dimana oppa?” tak terasa bulir-bulir bening terjatuh dari mata indah Jehwa membasahi pipi.Ia tak percaya Lay meninggalkannya sendiri.Ia tertunduk menatap tanah yang kecoklatan. Kemudian ia bangkit dan kembali mengingat kejadian malam itu. Tubuhnya menegang dan bulu kuduknya meremang.Ia tak bisa lama-lama ditempat itu dengan nyalinya yang sangat kecil.

Ia putuskan untuk meninggalkan tempat itu, bersiap mengayuh sepedanya.

“Lay oppa! Aku akan pulang, jika kau mencariku aku ada dirumah!” ucapnya pada angin dihalaman gedung itu. Kemudian ia berlalu mengayuh sepedanya dengan cepat dan tetap waspada kalau-kalau ia akan bertemu dengan Baekhyun.

Lay’s POV

“Kenapa kau harus menyiksaku agar aku bisa mengingat semua ingatanku selama menjadi manusia, hah!?” tanyaku garang pada Kris Angel yang tak perlu ditanyakan lagi dialah yang membawaku secara paksa dari halaman gedung tadi meninggalkan Jehwa sendiri disana.

“Sekarang kau telah ingat bukan?Itulah sebabnya kau merasakan sakit ini. Saat kau pertama kalinya mengingat masa manusiamu, kau akan merasakan sakit yang luar biasa. Tapi tenanglah, setelah ini kau tak akan merasakan sakit lagi. Tapi kau masih belum menemukan ingatan manusiamu dengan sempurna. Ingatan manusiamu akan sempurna seiring berjalannya waktu dan kau akan tau mengapa aku memintamu menemui gadis itu dan bukan gadis yang lain.” Jelasnya panjang lebar.Aku memusatkan pikiran dan mencerna semua maksud yang diucapkan oleh Kris Angel.

“Kembalilah kesisi gadis itu. Kau akan menemukan ingatanmu yang lainnya.” Tutup Kris Angel dan terbang ke langit meninggalkanku yang masih mematung dengan tuturannya.

Aku ingat sekarang, aku ingat bagaimana aku mati.Aku ingat bagaimana dendam Baekhyun menggelora disetiap darah yang kucecerkan malam itu. Aku ingat betul betapa sakit hatiku ketika mendengar semua penjelasan Baekhyun yang mengatakan bahwa ia membenciku. Aku mengingat semua kejadian malam itu.Dan gadis itu, gadis yang kulihat digerbang malam itu, mungkinkah dia adalah Jehwa? Aku masih berspekulasi, tapi melihat dari ingatan yang kuingat ini, gadis itu memiliki perawakan yang sama dengan Jehwa. Mungkinkah?

Author’s POV

Bau sabun mandi menyeruak didalam kamar Jehwa ketika tubuhnya keluar dari kamar mandi.Ia mengeringkan rambutnya dan duduk diranjang. Terlalu banyak hal yang sedang ia pikirkan saat itu. Misalnya saja, ia masih bertanya-tanya mengapa tiba-tiba Baekhyun mengajaknya kencan dan secara tidak langsung namja itu justru memaksa untuk berkencan dengannya. Selanjutnya, hal yang masih segar diingatannya, bagaimana Lay tiba-tiba menghilang dan meninggalkannya sendiri ditempat itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mungkinkah ia kembali kedunia arwahnya?Jehwa membatin.

Mana mungkinia pergi dengan tiba-tiba, ah, Lay oppa mungkin sedang sakit, maka dari itu ia tiba-tiba menghilang. Tunggu dulu, mungkinkah hantu bisa sakit?Tanyanya dalam hati diikuti dengan kepalanya yang menggeleng dan tangannya yang menggetok kepalanya sendiri dengan lirih.

“Mana mungkin, pabbo!” rutuknya.

Lalu kenapa?Kenapa Lay oppa tiba-tiba menghilang?Jehwa terus berkutat dengan pikirannya sendiri sampai tak sadar bahwa Lay telah berdiri disamping meja riasnya yang sedang memandangya dengan lucu.

Jehwa yang sedari tadi menunduk melihat lantai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, terkaget saat berniat ke meja rias dan mendapati Lay sedang melipat tangan dan tersenyum-senyum tak jelas.Jehwa melebarkan mata.

“Ya! Lay oppa! Darimana saja kau hah?!” semburnya menuju meja rias dan memukuli Lay dengan tangannya. Oops! Dia lupa jikaLay transparan, alhasil tangan Jehwa hanya menembus angin dengan tak berdaya. Lay hanya terkekeh melihat tingkah Jehwa yang sangat konyol itu. Jehwa semakin kalut.

“Aish! Menyebalkan! Oppa aku ingin memukulmu…..!” racau Jehwa terus mengibas-ngibaskan tangannya pada sosok Lay. Kemudian Lay melayang dan duduk diatas ranjang.

Jehwa menghela nafas dan duduk dikursi yang berada dibawah meja riasnya.“Darimana saja kau oppa?Kenapa kau tega meninggalkanku sendiri disana?Aku tak suka tempat itu!” ucapnya memanyunkan bibir.

Lay yang mendengarkan Jehwa dengan saksama hanya merasa gemas pada yeoja itu. “Aku ada urusan Jehwa-ah, mianhae karena telah meninggalkanmu sendiri disana.”Jawabnya singkat sambil memainkan jari-jari tangannya.

Jehwa memandangi Lay dengan mata menyipit.“Sejak kapan hantu memiliki urusan?” tanyanya curiga. Lay hanya tertawa renyah menanggapi pertanyaan Jehwa. “Dasar aneh..” ujar Jehwa mengakhiri.

Jehwa berbalik menghadap cermin dan menyisir rambutnya.Keduanya diam, berkutat dengan pikiran masing-masing.Jehwa memandangi Lay dari cermin didepannya.Sedangkan Lay memandang langit kosong diluar jendela. Entah apa yang sedang dipikirkannya.

“Jehwa-ah..” ucap Lay tiba-tiba memandang Jehwa dari cermin yang memantulkan wajahnya.

“Mmh..” gumamnya singkat.

“Apakah kau pernah berfikir bahwa kau mungkin saja orang yang aneh?” tanya Lay menerawang wajah Jehwa.

Jehwa mendadak menekuk wajahnya dan menyipitkan mata.“Apa maksudmu oppa?Apa maksudmu bertanya bahwa aku aneh hah?” tanyanya tajam pada Lay.

“Jangan salah paham dulu.Kau ini pemarah sekali” Lay mengomel dan Jehwa kembali konsentrasi pada sisirnya.“Maksudku, apa kau pernah berfikir, kenapa kau bisa melihatku?Kenapa aku harus berteman denganmu dan kenapa aku hadir dihidupmu?Tidakkah kau merasakan keanehan?” Lay membanjiri Jehwa dengan pertanyaan  yang hanya satu jawaban yang bisa Jehwa lontarkan.

“Aku tak tau oppa. Aku tak tau takdir macam apa yang sedang menimpaku saat ini. Dan akupun tak tau dosa apa yang telah kuperbuat hingga aku harus berteman dengan hantu yang sama sekali tak bisa dinalar dengan akal sehat.”Jehwa merasakan keanehan dalam dirinya kali ini meningkat.

“Dosa?Kau pikir aku muncul dihadapanmu karena akibat perbuatan burukmu hah?” Lay memicingkan matanya.

Jehwa terkekeh kecil. “Mungkin..” ucapnya singkat.

Lay menunduk dan menghela nafas panjang seolah-olah paru-parunya terisi oleh angin layaknya manusia. Jehwa terus memandanginya dari dalam cermin. Saat dengan tiba-tiba Lay mendongakkan wajahnya dan matanya bertemu dengan mata Lay, Jehwa tersentak didalam hati, jantungnya tiba-tiba menderu dengan cepat dan perasaan aneh menjalar diseluruh tubuhnya. Jehwa buru-buru beralih dari tatapan Lay dan meletakkan sisirnya diatas meja dengan salah tingkah.Ia mencoba mencapai botol berisi pelembab yang berada diatas meja. Tapi sayang, karena sikap ceroboh Jehwa, bukannya mendapat botol yang ia maksud, ia malah salah menyambar botol dan membuat botol-botol lain yang bertengger disana menjadi berjatuhan dari atas meja. Jehwa hanya memandangi barang berjatuhan itu dengan nanar. Sesekali ia melirik Lay dari cermin, melihat bagaimana ia menanggapi Jehwa yang bodoh itu.

“Ck! Dasar ceroboh…” ucap Lay sambil lalu dan membaringkan tubuhnya diatas ranjang Jehwa.

Jehwa seketika berbalik menghadap Lay dan menunjukkan death glare nya pada Lay.

“Apa?Apa kau liat liat hah?” tantang Lay pada Jehwa yang masih memasang death glare, Jehwa terburu-buru tersadar dengan jantungnya yang berdetak semakin cepat dan beralih ke botol-botol sialan itu, memungutnya satu per satu menjejerkan kembali diatas meja. Lay hanya tersenyum setan diatas ranjang.

Jehwa meletakkan tangan didada kirinya.Merasakan jantung yang berdebar dengan hebat.

Ada apa denganku?Batinnya keheranan.

Setelah waktu berlalu cukup lama dalam keheningan, akhirnya Lay membuka mulut.

“Jehwa-ah, kau bilang tadi kau tak suka berada ditempat itu, memangnya kenapa?” tanya Lay dengan nada yang datar. Didalam hati ia sangat penasaran dengan jawaban Jehwa. Bagaimanapun juga Lay berspekulasi bahwa Jehwa mempunyai sangkut-pautan dengan kematiannya.

“Memangnya kenapa?”Jehwa menyelidik Lay dengan curiga. Mana mungkin ia menceritakan kejadian yang ia lihat pada malam itu. Ia harus merahasiakan satu hal itu demi keselamatannya sendiri.

“Eobso.Aku hanya ingin tau” kini Lay terduduk dan memandangi Jehwa.

Jehwa yang dipandangi oleh Lay mendadak menjadi salah tingkah.Tapi Jehwa menutupinya dengan sebisa mungkin.Ia kemudian menunduk. “Manusia mana yang betah berada ditempat seperti itu oppa.Kau ini tak memikirkan ketakutan manusia dengan tempat seperti itu ya.” Cibir Jehwa.

Lay mengangguk pelan mecoba mengerti. “Aku hanya ingin tau, mungkin saja kau punya suatu cerita ditempat itu sehingga kau tak ingin berkunjung kesana”

DEG!

Jehwa memandang Lay dengan penuh pertanyaan.“Maksud oppa?” Jehwa dengan tampang bodohnya mulai beranjak dari meja rias dan duduk disebelah Lay, mengabaikan jantungnya yang terus berdetak dengan cepat.

“Sejak aku menjadi sosok yang disebut dengan hantu ini, aku selalu bertanya, mengapa aku harus muncul dihadapanmu dan apakah kau memiliki hubungan dengan kematianku.Aku selalu bertanya-tanya tentang itu setiap waktu” Lay menjeda pembicaraannya. “Yang kuingat, saat aku akan menutup mata untuk selamanya, aku melihat seseorang yang aku tak tau siapa, ia menyaksikan kematianku” Lay menghentikan pembicaraannya, membiarkan semua kata-kata yang terucap dari mulutnya dicerna dengan baik oleh Jehwa.

Jehwa mendengarkan Lay dengan saksama, mulai memikirkan apa yang dilontarkan oleh Lay.

“Asal kau tau, aku mati karena dibunuh oleh seseorang.” Ujar Lay kemudian memandang Jehwa.

Jehwa tersentak kaget mendengar pernyataan dari Lay.

“Kau…oppa kau dibunuh? Siapa yang membunuhmu?” tanya Jehwa terbata karena kaget. Terlintas rasa penasaran dibenak Jehwa, kemudian ia teringat dengan kejadian malam itu, itu juga kasus pembunuhan. Tubuhnya bergidik ngeri.

“Dia tak lain dan tak bukan adalah saudaraku sendiri. Saudara sepupu.” Lay menjelaskan semua tentang dirinya sendiri pada Jehwa seolah sedang mendongeng. “Sebelumnya, aku tinggal di China bersama orang tuaku.Ayahku orang Korea, ibuku orang China, tapi kami memutuskan untuk memilih tinggal di China ketimbang tinggal di Korea.Dan aku mempunyai saudara sepupu yang tinggal dengan kakek kami disini.Dia akan mewarisi seluruh kekayaan kakekku jika saja saat itu aku tak merubah pikiranku untuk menerima tawaran menjadi direktur diperusahaan kakekku, padahal sebelumnya aku memang menolaknya.” Jehwa mengangguk mengerti, menjelajahi pikiran yang dituturkan oleh Lay.

“Saat aku sampai di Korea, ternyata ia kalut dan memutuskan untuk membunuhku.Aku sangat menyayangkan kejadian itu. Jika saja aku tau apa yang diinginkannya dan ia mengatakannya padaku dengan baik-baik, aku bisa saja melepasnya. Tapi kini semuanya terlambat. Aku telah meregang nyawa dan tak tau harus berbuat apa.” Lay mengakhiri dongengnya.

Jehwa yang mendengarkan Lay dengan terlarut kini mulai menyadari sesuatu yang tersirat dari cerita Lay. Lay dengan keluarganya di China, saudara di Korea, sepertinya ia pernah mendengar cerita yang sama dari seseorang, tapi dimana dan siapa?

Jehwa memutar otaknya dengan keras, mengorek semua ingatan yang tersimpan diotaknya yang payah. Setelah dengan susah payah mencari-cari jawaban, Jehwa membelalakan mata dan menyadarinya. Ia pernah mendengar cerita yang sama dimana dengan siapa, di apartemen, apartemen Baekhyun. Jehwa memiliki jawabannya sekarang.

Jehwa memandang Lay yang duduk tertunduk disampingnya.

“Oppa..” panggilnya lirih, membuat Lay mendongak dan memandang wajahnya.

Jehwa merasa yakin dengan apa yang dipikirkannya barusan. “Mungkinkah… saudara sepupu yang kau maksud itu… adalah Baekhyun?” pertanyaan Jehwa sukses membuat Lay membelalakan mata sebesar bola tenis(?) dengan kagetnya.

“Jehwa-ah..bagaimana kau bisa mengetahuinya?” ujar Lay tak percaya dengan pendengarannya.

Jehwa menghela nafas lega karena dugaannya mendapat respon baik dan kemungkinan besar adalah benar.“Aku hanya menebak, aku pernah mendengarkan cerita yang sama dari seseorang, dan itu dari Baekhyun” Jehwa kembali mengingat peristiwa Baekhyun yang menceritakan keluarganya didalam pigura diapartemennya.Pikiran Jehwa kembali teringat dengan perkataan Lay tentang pembunuhan itu. Jehwa kembali tersentak menerima fakta yang akan didengarnya itu. “Jadi…. Baekhyun yang telah membunuhmu oppa?”Jehwa memandangi Lay dengan tatapan tak percaya.

Lay membalas tatapan Jehwa dan mengangguk pelan.

“Astaga…” Jehwa merasa pusing kali ini, memikirkan cerita yang begitu panjang dan bersambung-sambung.Otaknya yang pendek tak bisa menampung fakta-fakta berikutnya.Ia memegang kepalanya, pertanda ia telah pasrah dan terus mencoba berfikir. Begitu banyak perasaan berkecamuk didalam pikiran Jehwa.

“Aku dibunuh olehnya ditempat tadi” ucap Lay datar.

Jehwa kembali mendongak dan pikirannya kembali berlayar dengan ingatan-ingatannya.Ini semua memang benar, benar jika itu adalah Baekhyun.Ingatan Jehwa kembali mengingat semua fakta yang bisa ia temukan. Mobil yang sama dengan yang dilihat Jehwa pada malam pembunuhan itu, Mercedes hitam. Mobil Baekhyun. Mulut Jehwa sukses menganga lebar. Itu berarti orang yang saat itu Jehwa saksikan dipukuli habis-habisan adalah Lay. Ya, Lay orang yang tergeletak ditanah malam itu, Lay orang yang bersimpah darah saat itu, Lay yang menatap matanya saat itu, Lay yang membutuhkan pertolongannya. Tak terasa air mata Jehwa tak bisa dibendung lagi.

Hatinya terasa sakit harus melihat sosok yang sedang disampingnya saat ini adalah orang yang disaksikannya akan mati malam itu. Lay yang menyadari Jehwa mulai terisak oleh tangis pun memperhatikan Jehwa dengan bingung.

“Kau kenapa Jehwa-ah?” Lay mencoba mencapai pundak Jehwa, yang terjadi tangannya hanya menembusnya dengan pelan. Ia tak bisa memegangnya.

Jehwa mendongak dan mencoba berbicara disela isak tangisnya yang semakin menderu. “Oppa..oppa aku tau.. aku tau sekarang.. perkiraanmu memang benar.. aku memang ada sangkut pautnya dengan kematianmu oppa..” Lay memandang Jehwa dengan penuh pertanyaan. “Aku yang berada ditempat itu dimalam saat kau dibunuh oleh namja brengsek itu, oppa..mianhae.. seharusnya aku menolongmu dan tak membiarkanmu mati disana.. oppa mianhae..jeongmal mianhae..” Lay terlihat tersentak kaget mendengar pernyataan Jehwa. Lay hanya tertunduk dan mulai mengerti dengan semua yang sedang terjadi.

Inikah semua yang kau maksud Kris Angel? Lay membatin.

Jehwa masih terus terisak dan tak bisa menghentikan tangisannya yang semakin berceceran. Lay tak bisa berkata-kata, sosoknya masih mematung dan berfikir keras.

“Kau tak perlu meminta maaf padaku Jehwa-ah, ini semua adalah takdir.Lagipula ini semua telah terjadi.Tak usah menyalahkan dirimu sendiri, ne?sudah berhentilah menangis, mukamu jadi semakin jelek jika menangis seperti itu” Lay kini mulai menenangkan Jehwa yang merasa bersalah atas perbuatan yang dikiranya adalah sebuah kesalahan. Lay tau harus berbuat apa sekarang, membuat Jehwa berhenti menangis.

“Tapi..tapi jika saat itu aku tak hanya diam melihat oppa diperlakukan buruk mungkin ceritnya lain oppa.. mianhaeyo.. aku memang bodoh..” Jehwa merutuki dirinya sendiri dan mulai memukuli kepalanya dengan kepalan tangannya.

Lay tak tega melihat pemandangan ini tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Ia ingin menghentikan tangan Jehwa yang menyiksa dirinya sendiri, tapi memegangnya saja ia tak bisa.

“Jehwa-ah, sudahlah, kau tak seharusnya menyiksa dirimu sendiri.Aku akui kau memang bodoh” *astaga oppa, jujur banget sih kkkk* “tapi apa yang kau lakukan saat itu memang benar, kau sudah seharusnya meninggalkanku disana sendiri dan tak perlu menolongku. Atau mungkin kau akan mendapatkan nasib yang sama sepertiku. Berhentilah bertindak bodoh Jehwa-ah” perkataan Lay sukses membuat Jehwa menghentikan pukulannya dan kini tertunduk lemah.

“Sudahlah, ini semua telah direncanakan oleh Tuhan sedemikian rupa, tak perlu kau sesali, ne?” Lay tersenyum pada Jehwa, Jehwa mulai menghentikan tangisannya dan memandang Lay dengan sesenggukan tangisnya.

“Hahahah lihatlah..matamu jadi jelek jika sesudah menangis” ejek Lay yang sukses membuat Jehwa berang dan mengomel.

“Ya, oppa! Ini semua kan karena kau! Kau yang membuatku jadi seperti ini! Kau menyebalkan oppa!” sembur Jehwa pada Lay.

“Aigooo..baru saja menangis dengan tersedu-sedu tapi sekarang sudah main sembur sembarangan. Ckckckc..” ujar Lay menggeleng-gelengkan kepala dan tersenyum renyah.

Jehwa menatapnya tajam dan Lay memandangnya dengan lembut.Mata mereka kembali bertemu, tapi kali ini Jehwa memberanikan diri untuk terus menatapnya. Ada sebesit perasaan tenang didalam hati Jehwa ketika ia melihat mata coklat Lay. Sesuatu yang membuat hatinya merasa teduh dan nyaman.

Kali ini bukan Jehwa yang mengalihkan pandangannya, tapi Lay yang memutuskan untuk beralih dari mata Jehwa. Lay sendiripun mulai merasakan perasaan aneh yang sejak awal dipendamnya kini mulai muncul menggerogoti hatinya dengan liar. Lay bahagia hanya dengan melihat Jehwa. Ia yang mengalihkan masa manusianya yang sangat menyedihkan menjadi sedikit berarti. Bahkan ia bersyukur masih bisa menjadi hantu dan ditakdirkan untuk bertemu dengan Jehwa.

Ada benih cinta diantara keduanya.

Lay beralih ke jendela dan Jehwa beranjak mengambil beberapa lembar tisu untuk membersihkan wajahnya dari air mata yang membanjir sebelumnya.

Pikiran keduanya masih terpaku pada kenyataan yang baru terungkap. Jehwa terus memikirkan Lay dan masih merasa bersalah akan kejadian saat itu. Hatinya dipenuhi kemarahan pada Baekhyun dan ingin rasanya ia menonjok wajah Baekhyun dengan hentakan yang sangat keras. Hatinya mulai geram saat ini.

Dia berbalik menghadap Lay dan memikirkan sesuatu yang menurutnya adalah suatu ide yang bagus.

“Oppa..” panggilnya pada Lay, Lay berbalik didepan jendela dan menujukkan matanya pada Jehwa. “Bolehkah aku menebus semua kesalahanku itu?” Lay mengernyit bingung, tak bisa mencerna perkataan Jehwa dengan baik.

“Apa maksudmu?Jehwa-ah, sudah kubilang…” belum Lay menyelesaikan perkataanya Jehwa memotongnya terlebih dulu.

“Aku merasa semua itu adalah kesalahanku oppa, jadi biarkan aku menebusnya, otte?” Jehwa menawarkan diri, tapi tak terlihat sedikitpun diwajah Lay bahwa ia menyetujui permintaan Jehwa. Ia terlalu khawatir akan terjadi sesuatu pada Jehwa. Ia tak ingin masalahnya dapat membahayakan yeoja itu. Dengan kejadian Baekhyun yang mendesaknya berkencan saja sudah cukup, Lay tak ingin ada yang terjadi lagi antara Jehwa dengan Baekhyun setelahnya. Lay tetap menggeleng dan tak ingin mendengarkan perkataan Jehwa.

“Ahh..oppa, jebal.. aku ingin menolongmu, aku ingin membuatnya merasakan pelajaran karena telah berbuat semena-mena padamu oppa..” Jehwa merengek layaknya anak kecil yang meminta dibelikan es krim. Lay bertarung dengan pikirannya sendiri. Dibenaknya ia ingin sekali membongkar kasusnya dan membuat Baekhyun menerima akibat sesuai perbuatan yang telah dilakukannya, tapi disisi lain ia tak ingin melibatkan Jehwa dalam urusan ini. Ia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri.

Lay tertegun, memandangi halaman depan rumah Jehwa dari atas jendela. Berfikir sejenak dan kembali teringat dengan perkataan Kris Angel.

“Kau akan tau mengapa aku memintamu menemui gadis itu dan bukan gadis yang lain.” Kata-kata itu terus melayang-layang dipikiran Lay.

Apakah masalahku juga akan melibatkan Jehwa didalamnya, mungkinkah dia ikut andil dalam penyelesaian masalahku? Ya benar, dia adalah saksi hidup yang kuat dalam masalah ini. Lay membatin.

Ia menatap Jehwa lekat-lekat, memikirkan keputusannya dengan matang-matang. Wajah rapuh yang sedang dilihatnya sungguh membuatnya tak bisa melontarkan keputusan yang dipikirkannya.Ia ingin sekali membiarkan Jehwa hidup dengan tenang tanpa harus membantu menyelesaikan masalahnya. Tak ingin Jehwa ikut serta dalam pemecahan masalah yang berbahaya ini.

Lay menghela nafas,ia tak punya pilihan lain selain melibatkan Jehwa dalam penyelesaian masalahnya. “Jika itu maumu, kuizinkan kau membantuku, tapi kau tak perlu mambahayakan dirimu sendiri dan selalu menjaga diri dengan baik.Kau tak boleh ceroboh dan lengah.Baekhyun bukan orang yang gampangan.Dia sangat berbisa. Kau harus selalu hati-hati.” Ucap Lay panjang lebar membuat Jehwa mendengarnya dengan sungguh-sungguh.Jehwa mengangguk pelan.

“Kau tenang saja oppa, aku tidak akan melakukannya sendiri” kini wajahnya dipenuhi seringaian evil dan tersenyum penuh arti.

“Tentu saja, kau akan melakukannya denganku” ujar Lay menanggapi Jehwa.

“Yang benar saja oppa, bagaimana kau bisa membantuku?Memegang benda saja kau tak bisa ckckc” cibir Jehwa menyusul Lay dibawah jendela.

“Lalu?”

“Aku akan meminta bantuan dari Suho oppa.Tidak taukah kau jika dia adalah seorang detektif?” ujarnya dengan senyum kemenangan.“Masalah ini tak akan lama dan segera terselesaikan” Jehwa berteriak dengan semangat. Lay hanya memandanginya dengan heran. Tapi juga senang karena yeoja itu bisa tersenyum dengan bahagia kembali. Tanpa disadari seutas senyum mengembang dikedua sudut bibir Lay.

Terdengar suara deruman mobil dihalaman depan rumah Jehwa. Keduanya mengintip dari balik jendela dan mendapati Suho telah pulang dari kerja.Jehwa berlari dari kamar menuju lantai bawah menghampiri oppa tercintanya. Sementara Lay hanya melayang mengikuti dibelakang yeoja manis itu. Lay tersenyum puas melihat masalahnya segera terselesaikan.

Baekhyun’s POV

“Aku tak pernah benar-benar mengerti mengapa yeoja itu begitu mirip denganmu chagi..mianhae karena aku telah berbuat jahat denganmu. Aku akan menebus semua dosaku pada yeoja itu, aku tak ingin kehilangan yeoja yang kucintai untuk kedua kalinya. Aku akan mendapatkan yeoja itu dan menjaganya dengan baik.”janjiku pada selembar foto yang sangat kukenal siapa didalamnya.

==ooOO TBC OOoo==

Chapter 4 selese horeee. Dan rederdeul jeongmal mianhae karena adegan yadongnya ternyata nggak bisa dichapter 4 seperti yang udah author janjikan dichapter 3😦 author salah perhitungan ternyata uhuhuhu *digetokyadongers

Dan entah kenapa otak yadong author lagi nggak berfungsi, jadi yadongannya belum bisa dimunculin kekekekeke

Sebelumnya makasih banyak ne buat yang masih setia ngebaca FF author yang gaje ini, sarangheyo raderdeul *lemparboxerbiasmasingmasing😄

Jangan kapok nunggin chapter berikutnya ne, RCL selalu author nantikan. Sekian dari author *deepbowwithLay *tebarkisseu *digampar😀

9 thoughts on “Crimson Love #4

  1. Ahhh eonni ini udah malem bgt aku bca ff nya (╯︵╰,)

    Aku ngantu eonni (-, – )…zzzZZZ
    Tpi sebelu tdur aku mw bilang FF INI DAEBAK kekeke
    Pai2 eon, aku tdur dlu ne,, bsok lnjt lgi deh,, ˆ⌣ˆ

  2. waaaaa ~ baekhyun oppa ternyata pny kekasih yg mirip sm jehwa begitukah ?
    Lay ge sm Jehwa mulai ada benih” cinta nih wkwkwk
    next😄

  3. Ceritanya Baekhyun suka nih sama jehwa kikikiki. Pemeran utama udah mulai tumbuh benih2 cinta yaaa, jadi greget bacanya.
    Makin seru ceritanya, bayangun suho jadi detektif omgggggg…!!!!! Pasti guateng buangettt

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s