Posted in Action, Angst, Chapter, Comedy, Fanfiction, Fantasy, Freelance, Horror, Romance, Series

Crimson Love #5

Crimson Love – Chapter 5

crimson-love-poster

 

Title : Crimson Love

Author : Han In Joo (Last Rebellion)

Main Cast :

– Zhang Yi Xing a.k.a Lay (EXO-M),

– Kang Je Hwa a.k.a Jehwa (OC),

– Byun Baek Hyun a.k.a Baekhyun (EXO-K)

Support Cast :

– Kang (Kim) Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

– Han Yeo Rin a.k.a Yeorin (OC)

– Wu Fan a.k.a Kris (EXO-M)

Length : Chapter

Genre : Romance, Action, Horror, Tragedy, Fantasy

Rating : PG-15

Summary : Jiwa ini memang kehilangan raganya, tapi cinta ini tahu dimana tempat perhentian sesungguhnya. Ketika akhir telah datang, semua akan terbayar sebagaimana mestinya.

Disclaimer : Semua cast punya Tuhan, keluarga, agensi mereka masing-masing, author cuma pinjem nama mereka demi kelancaran imajinasi author dan readerdeul ahahaha~ Kim Joon Myun nya ganti marga sebentar ya ohohoh. Beberapa cast ada yang nggak muncul di chapter ini, ada juga cast baru, tapi masih belum dijelasin kok, nanti dichapter berikutnya baru dijelasin 😀

P.S : Annyeonghasuhooo readerdeul. Author balik lagi bebarengan chapter ke-5.Terima kasih banyak buat readerdeul yang masih setia nungguin FF author ini *emang ada? Semoga aja ada kkk~*

Dan readerdeul ngerti nggak? Masa author baru sadar kalo ceritanya ternyata agak miripan gitu sama 49 Days ya? Author baru sadar sungguh, itu juga author dikasih tau sama temen sekelas author kalo ceritanya katanya agak miripan. Ya mungkin iya juga sih, tapi intinya FF ini murni imajinasi author, sungguh, author aja sadar-sadar pas udah di chapter kelima ini, jadi semoga aja readerdeul nggak menganggap FF ini sebagai plagiat. Author nggak suka plagiat soalnya -..-

Udah deh ya kebanyakan bacot kayaknya mhihihi.Ga bosen-bosen ngasih tau, No Silent Reader, No Plagiarize, diligent reader? Author kasih empat jempol nih 😀 (y) (y) (y) (y) kkkk~

Happy Reading ^^

Author’s POV

“Suho oppa…!” teriak Jehwa dari lantai dua dan berlari menuruni tangga menuju lantai bawah.Suho memandanginya dengan heran. Lay hanya meluncur diudara mendahului Jehwa.

“Ada apa Jehwa-ah?” ucap Suho santai disofa berwarna coklat susu diruang tamu rumah mereka. Ia mengenyakkan tubuhnya dan melucuti dasi yang menempel dikerah bajunya dengan telaten.

“Oppa, aku ingin bertanya sesuatu,” kini Jehwa berniat akan membicarakan tentang pembunuhan itu dengan oppa-nya tercinta. “Apakah oppa pernah menangani kasus pembunuhan?” pertanyaan Jehwa sukses membuat Suho menyipitkan mata.

“Untuk keperluan apa kau menanyakan itu padaku?” kini Suho yang sangat berpengalaman itu mulai curiga melihat gelagat Jehwa yang tidak biasa.

Jehwa merasakan apa yang dipikirkan oleh Suho, ia merutuki dirinya sendiri atas kebodohannya yang menanyakan pertanyaan itu secara gamblang pada Suho.

Seharusnya tadi aku basa-basi dulu, ah pabo!, batinnya.

“Kau terlalu terang-terangan bertanya padanya begitu Jehwa-ah, dasar bodoh!” Lay mencibir Jehwa dan mulai merasakan usahanya saat itu tak mungkin berhasil. Suho sudah terlanjur curiga dengan pertanyaan Jehwa yang tidak biasa itu.

“Ah..ah tidak ada apa-apa oppa, aku hanya ingin tau saja kok” ujarnya salah tingkah, kini usahanya untuk bercerita pada Suho mulai diujung tanduk. Diliriknya Suho yang mengerutkan kening memandang wajahnya yang mencurigakan.Jehwa kali ini pasrah dengan kebodohannya. Jika Suho menanggapinya ia bersyukur, tapi jika ia diabaikan oleh Suho, mungkin ia harus mencobanya lain kali.

“Tumben sekali kau ingin tau kegiatan yang oppa lakukan dalam pekerjaan ini?”Jehwa melihat ada sinyal bagus dalam respon Suho yang diluar dugaan. Kemungkinan besar ia akan menanggapi Jehwa. Jehwa tersenyum didalam hati.Yes!Ia membatin.

“Ya memangnya tidak boleh mengetahui pekerjaan oppa-nya sendiri? Lagipula sepertinya pekerjaan oppa ini sangat menarik, apalagi gajinya sangat besar kan? Makanya oppa sering memberiku uang jajan mhehehe” ucapnya cengengesan.Membuat Suho yang memperhatikannya sedari tadi merasa gemas dengan tingkah satu-satunya yeodongsaeng yang dimiliknya itu.

“Apa pembicaraan ini ada hubungannya dengan uang jajan?” tanya Suho curiga pada Jehwa.

“Aniya oppa… uang jajanku sudah sangat cukup, tidak perlu ditambah lagi.Tapi jika oppa ingin menambahnya, boleh boleh saja kkkk~” usaha Jehwa untuk mencairkan kecurigaan Suho pun akhirnya berhasil.

“Lain kali akan oppa tambah.Tapi jangan dihambur-hamburkan, ne?”Suho yang entah kenapa begitu mirip dengan ayah mereka sungguh membuat hati Jehwa merasa selalu dilindungi.

“Kakak yang baik..tapi kasian memiliki adik yang bodoh dan lamban sepertimu Jehwa-ah” Lay menggerutu dari sofa diseberang sana. Membuat Jehwa sukses mendaratkan death glare-nya dimata Lay, yang dituju hanya menjulurkan lidah dengan mengejek.

Jehwa kembali konsentrasi dengan oppa-nya, “Ne oppa, pasti akan aku gunakan dengan sangat baik”. Kini otaknya memutar cara agar ia bisa mengobrol dengan Suho dan bisa menceritakan tentang pembunuhan Lay. “Oppa, kembali kepertanyaanku yang tadi, jujur saja aku hanya ingin tau dan penasaran dengan apa yang oppa lakukan dengan pekerjaan oppa, mungkin saja aku ingin menjadi seperti oppa juga.”Jehwa merasakan kedustaan didalam ucapannya barusan.

Yang benar saja, berfikir saja ia lamban apalagi menentukan keputusan genting dengan bijaksana seperti detektif pada umumnya. Jehwa meringis dalam hati tak mempercayai perkataanya barusan, konyol.

Lagi-lagi Lay berdecak mengejek dengan ucapan Jehwa yang tidak masuk akal itu, Jehwa hanya mengabaikannya.

“Jinjjayo? Itu berarti kau harus pintar dalam matematika dan cekatan dalam mengambil keputusan yang penting Jehwa-ah” ucapan Suho barusan sukses membuat Jehwa menganga lebar dan menyesal telah mengucapkan keinginannya menjadi detektif seperti oppa-nya, walaupun ia tahu keinginan itu hanyalah kebohongan semata, tapi tetap saja, secara tidak langsung Suho mengejeknya. Dilihatnya Suho meringis dan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Jehwa.

“Yang benar saja oppa, aku sangat tak pandai dalam matematika, huhuhu” Jehwa memanyunkan bibir dan membuat Suho tertawa.

“Maka dari itu belajarlah dengan baik sedari sekarang, atur masa depanmu dengan baik.Oppa ingin dongsaeng oppa tercinta ini menjadi orang yang sukses!”Suho mengacak rambut Jehwa yang tergerai dengan bebas, menunjukkan rasa sayang pada Jehwa.

“Ne oppa, arasseo..” ujar Jehwa lemah. Ia melihat percakapan ini akan dibawa entah kemana, Jehwa mulai berniat mengakhiri pembicaraan ini dan mencobanya lain kali, terlebih lagi sosok yang hanya bisa dilihat Jehwa disofa seberang sana semakin terbahak-bahak tak karuan, membuatnya semakin suntuk.

Dilihatnya Suho beranjak dari sofa dan mengambil remote televisi diatas meja didepan sofa yang mereka duduki.

Suho mengganti channel dengan pelan, mencari acara yang dikiranya pas untuk ditonton. Jehwa hanya terduduk tak berdaya disamping Suho.Matanya memandang televisi tak peduli.

Kemudian Suho berhenti mengganti channel dan terpaku disebuah acara berita kriminal yang tayang setiap sorenya. Mata Jehwa membelalak, mulai tertarik dengan acara yang disuguhkan ditelevisi. Ini satu-satunya kesempatan yang ia dapat untuk mencari informasi dari Suho secara tidak langsung.

“Ck.. pembunuhan setiap hari, dimana rasa kasih sayang orang Korea saat ini, kenapa punya rasa tega untuk membunuh sesama manusia.” Suho bergumam dengan menyilangkan kedua tangannya diatas perut.*ini cuma dicerita author ya kalo di Korea setiap hari ada pembunuhan, aslinya gatau deh mhihi*

“Dunia sudah sangat kejam oppa, tidak mengenal belas kasihan” ujar Jehwa berkomentar dengan sangat hati-hati.Suho mengangguk seutuju. Ingatannya melayang pada kejadian yang menimpa Lay. Hatinya mulai miris.

Kini pembaca berita mulai membacakan berita lain, Jehwa dan Suho memperhatikan dengan saksama.

“Direktur baru perusahaan DC Company dikabarkan menghilang sejak lima hari terakhir.Tak ada kabar dari pengusaha muda bernama lengkap Zhang Yi Xing itu.Ia dikabarkan menghilang sehari setelah ia sampai di Korea dalam perjalanannya dari China. Saudara sepupu, Byun Baek Hyun yang dilangsir menjadi orang terakhir yang bersama tuan Zhang, mengaku tak tau apa-apa dengan menghilangnya pemuda berdarah China tersebut. Sampai saat ini pihak keluarga masih mencari dan polisi masih berspekulasi menghilangnya tuan Zhang ini bisa jadi adalah kasus pembunuhan”.Pembaca berita itu mengakhiri informasinya.

Jehwa sukses membuka mulut dengan lebar saat melihat gambar yang dimaksud ditelevisi itu adalah wajah Lay dan tanpa ia sadari Lay sudah melayang dibelakangnya sepanjang pembacaan berita barusan. Suho memandangi televisi dengan intens.Wajahnya Nampak frustasi.Jehwa yang menyadari ekspresi Suho yang tidak biasa itu mulai menangkap sesuatu yang mencurigakan.

“Oppa, kau kenapa melihat televisi begitu serius?Padahal beritanya sudah selesai” Jehwa mengedikkan bahu menunjuk televisi yang sedang memutar cuplikan komersial.Suho mengendur dan memandang Jehwa dengan lembut.

“Tak apa, oppa hanya sedang berfikir” Jehwa mengangguk mengerti. “Jehwa-ah, kau barusan mendengarkan beritanya kan?” tanya Suho dengan datar tetap menatap Jehwa lembut.

“Iya oppa, wae?”

“Itu kasus baru yang sedang oppa tangani.”Ucapan Suho barusan sukses membuat mata Jehwa maupun Lay membulat dengan sempurna.Keduanya saling pandang dan kesempatan membentang dengan lebar dipikiran mereka berdua.

Baekhyun’s POV

Tok..tok..tok..

Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan kerjaku dikantor. Ah rasanya lelah juga harus menggantikan pekerjaan Lay yang sangat banyak. Salah, biar kuralat, ini tidak seharusnya menjadi pekerjaan Lay, kan? Dari awal memang aku yang seharusnya mendapatkan pekerjaan ini.Tentu saja, sebelum Lay mengacaukan semuanya.Dan kali ini semua hal disini adalah milikku.Aku tersenyum miring dan berteriak kemenangan didalam hati.

“Maaf Tuan Byun, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda.” Ucap sekertarisku.

Ingin bertemu denganku, siapa? Jika itu dari perusahaan yang ingin bekerja sama, harusnya sudah menghubungiku sejak lama.

“Siapa?” aku menunjukkan rasa penasaran pada tamu yang tak diundang ini.

“Seorang gadis, ia bilang ingin bertemu dengan anda. Gadis itu tidak memberitahu saya nama lengkapnya tetapi hanya menyampaikan pada saya nama marganya, Tuan” jelas sekertaris yang kelihatan takut akan kena marah olehku. Aku hanya datar menanggapinya. “namanya Nona Kang. Ia memberitahukan pada saya, hanya menyampaikan nama marganya saja pada Tuan, Tuan pasti langsung mengerti, itu pesan darinya.”Sambungnya dengan cepat.

Mwo?Jehwa?Jadi ia tamu yang tak diundang itu. Untuk apa ia sampai repot-repot datang ke kantor. Kulirik jam tangan yang melekat manis dipergelangan tangan. Pukul 3.00 pm. Pantas saja ia telah pulang sekolah.

“Biarkan ia masuk.”

“Baik, Tuan.” Sekertarisku menjauh dan menghilang dibalik pintu.Sedetik berikutnya bisa kulihat sosok gadis yang aku dambakan.Ia masih mengenakan seragam sekolah dan bisa dipastikan ia belum sampai rumah. Aku tak menantikan kehadirannya, mengingat kejadian kemarin yang sangat tidak enak untuk diingat. Ah, jadi apa tujuan gadis ini menemuiku?

“Jehwa-sshi..” aku beranjak dari tempat duduk dan menghampirinya. Ia kelihatan canggung dan sedikit malu. Tapi tetap saja tak merubah kecantikan dan kemiripannya dengan gadis yang dulu kucintai.

Ia membungkuk, “Annyeong haseyo”. Aku membalas sapaannya dan tanpa basa-basi aku bertanya padanya.

“Jehwa-sshi, ada keperluan apa kau menemuiku ditempat ini?” aku menjaga nada bicaraku sedatar mungkin.Membuatnya percaya bahwa aku sungguh-sungguh dengannya.

“Ah..ah.. saya hanya ingin meminta maaf pada Anda Baekhyun-sshi karena bersikap buruk dan seenaknya sendiri beberapa hari terakhir.” Ucapnya terbata-bata.Hahaha lucu sekali melihat wajahnya yang kini memerah karena malu dan gugup.Membuatku semakin ingin memilikinya.

“Oh..gwenchanayo.. harusnya aku yang meminta maaf padamu Jehwa-sshi, karena telah membuatmu terganggu. Bukan begitu?” interaksi yang kubangun antara kami berdua mulai menunjukkan tanda positif.

“Ah..ha..ah..ha iya. Sepertinya begitu.” Kentara sekali ia begitu canggung, walaupun begitu ia tetap saja masih bisa cengengesan. Membuatku gemas.

“Kau baru pulang sekolah?Sudah makan siang?” aku mulai mencari kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari gadis ini.

“Iya dan sudah tadi dikantin sekolah” jawabnya singkat.

“Ah sayang sekali, kufikir kau belum makan siang, aku berniat untuk mentraktirmu. Mungkin lain kali saja.” Ada secercah rasa kecewa dalam suaraku.

“Eh, baiklah.Ah Baekhyun-sshi, mungkin sayaharus berpamitan dulu, saya hanya ingin menyampaikan permintaan maaf saja pada Anda.”Gadis itu mulai beranjak dan bersiap untuk pergi.Tubuhku dengan segera merespon gerakannya.

“Apa kau keberatan jika kuantar pulang?” aku mencari celah lain untuk mendekatinya.

“Ti..tidak usah Baekhyun-sshi, saya bisa pulang sendiri, saya tak ingin merepotkan Anda” ucapnya dengan gugup dan tergesa-gesa menuju pintu.

“Tentu saja tidak, tunggu sebentar,” aku menuju meja dan mengambil kunci mobil dengan cepat.“Kajja kuantar kau pulang.” Aku menyambar tangannya yang hangat dan membimbingnya ke mobil yang kuparkir diparkiran.

Aku membukakan pintu dan mendudukannya di jok depan. Ia hanya diam dan menerima semua perlakuanku dengan baik.

Kuraungkan mesin mobil dan melesat dari parkiran menuju jalanan yang ramai.

“Baekhyun-sshi mianhae aku merepotkanmu.”Yeoja ini terus menerus mengucapkan kata-kata itu sepanjang jalan dan membuatku merasa tak nyaman.

“Sudahlah Jehwa-ah, kau tak perlu berlebihan begitu, lagipula ini hanya hal kecil.Terlebih lagi hari berlarut malam, sudah seharusnya namja mengantarkan seorang yeoja sampai kerumahnya” aku menyunggingkan senyum semanis mungkin, membuatnya sedikit tertarik padaku.

“Ye..kamsahamnida Baekhyun-sshi” matanya tertuju kekaca depan dan masih terdiam. Sebesit rasa canggung menghinggapi kami berdua.Aku memutar otak mencari pembicaraan yang sekiranya tepat untuk dibicarakan.

“Jehwa-ah, bagaimana jika kita menggunakan bahasa informal saja?Jangan terus memanggilku Baekhyun-sshi, panggil saja aku oppa, toh umur kita sebenarnya tak terlalu jauh berbeda.” Akhirnya aku menemukan sesuatu untuk dibicarakan dan ini sangat tepat, mengingat pertemuan kami aku harap akan terus berlanjut setelahnya.

Kulirik wajahnya, ia mengangguk mengerti. “Baiklah…oppa..” ia mengucapkannya dengan sedikit ragu. Tapi aku justru tersenyum mendengarnya mengucapkan kata itu. Wajahnya bisa kulihat memerah dan sedikit malu, ia memalingkan wajah ke kaca jendela mobil. Hahaha…

“Rumah yang dekat tikungan itu adalah rumahku oppa..” tangannya menunjuk ke sebuah rumah bertingkat berukuran sedang, halamannya penuh rumput dan bunga yang terawat.

Aku memakirkan mobil tepat didepan teras rumahnya.Ia keluar dari mobil begitu juga aku.

“Kamsahamnida Baekhyun oppa.Apa kau ingin mampir?” tanyanya seraya menutup pintu mobil.

“Ah sepertinya lain kali saja, kebetulan pekerjaanku masih ada yang belum terselesaikan. Aku harus menyelesaikannya terlebih dulu, maafkan aku Jehwa-ah” ada sebercik godaan untuk masuk kedalam sana, tapi aku ingat pekerjaan yang sudah sangat menumpuk tak mungkin lagi aku tinggalkan. Dengan sangat berat hati aku harus menolak tawaran Jehwa.

“Gwencana oppa, sekali lagi kamsahamnida karena telah mengantarku..” ia membungkukkan tubuhnya dan belum sempat aku menjawab ucapan terima kasihnya, ada sebuah mobil menderu dan memarkirkan diri dibelakang mobil Mercedes-ku, kulihat sosok namja keluar dari dalamnya. Aku menatap Jehwa dengan bingung dan bertanya dalam hati siapa namja itu.

Dengan masih berkutat pada pertanyaan didalam hatiku ini, Jehwa mendekati namja itu dan memeluknya.Hatiku sempat terasa panas dan aku mengerutkan kening.Tapi hal itu seketika menghilang ketika Jehwa menjelaskan siapa namja itu.

“Kebetulan sekali, Baekhyun oppa, kenalkan, ini oppa-ku.” Ucapnya menggiring namja itu mendekatiku.

“Suho imnida” ucap namja itu. Ah ternyata oppa-nya, aku kira siapa. Apalagi dengan acara peluk-pelukan segala.Aku jadi berfikir yang tidak –tidak.Wajahnya terlihat dewasa, intens dan datar, namun terasa santai.

“Baekhyun imnida, bangapseumnida Suho-sshi” aku menjabat tangan yang tadi diulurkan oleh Suho.

“Ne.. nado Baekhyun-sshi”  jawabnya singkat.

Tanpa menunggu ucapan basa-basi yang membuat kami merasa canggung, kuputuskan untuk berpamitan saja, mengingat tumpukan berkas yang telah melambai-lambai didalam kantor.

“Mianhae Suho-sshi, Jehwa-ah, aku pamit pulang dulu, hari sudah malam..” kuedarkan senyum seramah mungkin dengan orang baru yang hadir dihidupku. Aku membungkukkan badan dan masuk kedalam mobil.Memacu mesin dan melesat meninggalkan halaman rumah Jehwa.

Kurasakan udara kebahagiaan memenuhi jantung dan dadaku.Aku tersenyum sepanjang jalan, merasa menemukan cinta yang baru.Atau lebih tepatnya seperti cinta lama yang datang kembali.

“Hyunmi-ah…” tak tersadar bibirku mengucapkan nama itu lagi setelah sekian lama hanya terbungkam didalam hati.

Author’s POV

“Kenapa oppa memandangiku seperti itu?”Jehwa mengerutkan kening pada Suho yang sedari tadi memandanginya dengan pandangan yang tak bisa diungkapkan, membuat Jehwa risih.

“Bagaimana kau bisa mengenal namja itu Jehwa-ah?” Suho membuka mulut, inilah pertanyaan yang sangat dinantikan oleh Jehwa, ia tau oppa-nya pasti akan bertanya sedemikian rupa dan membuatnya tertarik dengan ide yang sedang melekat di otak Jehwa.

“Kenapa memangnya?Oppa tidak suka aku berteman dengan setengah-tersangka-pembunuhan itu?” ucapan Jehwa sukses membuat Suho tersentak dan memandang Jehwa dengan keheranan.

“Ba..bagaimana kau bisa tau tentang itu?” Suho memebelalakan mata tak percaya dengan ucapan yang terlontar dari mulut Jehwa.Sementara Jehwa hanya tersenyum miring, menunjukan perasaan kemenangan yang menghinggapi seluruh hatinya.

“Walaupun aku tak pintar matematika dan tak pandai dalam memutuskan keputusan genting setidaknya aku bisa melakukan hal yang lain oppa.” Ucapnya datar, Suho mengangguk mengerti, mencermati seluruh ucapan Jehwa.

“Itu berkat bantuanku Jehwa-ah, kau terdengar sombong sekali, cih!” sosok yang tak terlihat kini menggerutu diantara percakapan yang berlangsung antara Jehwa dan Suho. Lay melayang masuk kedalam rumah meninggalkan Jehwa yang masih sibuk dengan Suho dan mengabaikan ucapan Lay.

Yah, tentu saja itu semua berkat Lay. Jika ia tak menyelinap masuk kedalam kamar Suho dan mencari tau apa yang sedang ia lakukan semenjak pernyataannya yang menyatakan bahwa ia yang bertugas mengurus kasus pembunuhannya, mana mungkin kejadian segila tadi bisa terjadi.

Itu terjadi beberapa malam setelah Suho mendeklarasikan kasus barunya. Lay yang mengetahui apa yang dilakukan oleh Suho pun akhirnya menyusun rencana dengan Jehwa untuk membuat Baekhyun bisa tertangkap menjadi tersangka. Apa yang dilakukan Jehwa tadi sore adalah sebagian dari rencana mereka.

Karena pertama, Jehwa harus meyakinkan Suho untuk mau bekerja sama dengan Jehwa dalam kasus itu. Baru setelahnya, rencana menyusul bisa dilakukan.

==================================

Setelah kejadian dengan Baekhyun tadi sore, Suho pun menginterogasi Jehwa dengan banyak pertanyaan. Jehwa menjawab pertanyaan dengan hati-hati dan mengeluarkan semua apa yang dipikirannya, tentu saja kecuali keberadaan Lay yang hadir dihidupnya. Jehwa juga bercerita pada Suho bahwa ia melihat pembunuhan itu secara langsung, ia adalah saksi hidup.

Tapi menurut Suho, saksi hidup saja tak cukup.Suho berniat menyelidiki tempat-tempat yang diinformasikan oleh Jehwa, seperti gedung tua dijalanan sepi itu.

Setelah semalaman mereka berdua ditambah Lay mendiskusikan rencana pembongkaran kasus pembunuhan itu, akhirnya keputusan telah dibuat. Suho memerintahkan Jehwa untuk mempertahankan posisi kedekatannya dengan Baekhyun dan mendapatkan informasi sebanyak mungkin.

Jehwa’s POV

“Haaaaaaahh…” aku menghela nafas dan menjatuhkan tubuhku keatas ranjang hingga tubuhku terpental sedikit dan mengatur posisi agar lebih nyaman.Aku memejamkan mata, merentangkan tanganku kesamping kanan dan kiri.

“Apa kau siap dengan semua yang akan terjadi berikutnya?” Lay bertanya dari ambang jendela, aku bisa merasakan suaranya yang bersamaan dengan angin malam melewati jendela menyapa kulitku yang tak terlindung dari baju pendek yang kukenakan. Mataku terus terpejam, memikirkan apa yang sedang kulakukan beberapa saat terakhir. Aku mengambil keputusan sangat besar, aku memutuskan untuk ikut campur dalam masalah ini.

Aku sendiri tak mengerti kenapa aku ingin sekali membantuLay memecahkan masalah ini, padahal belum lama kami saling kenal. Tiga minggu berlalu dengan cepat, aku semakin terbiasa hidup dengan Lay, dengan hantu. Astaga, tak pernah terbayangkan sedikitpun sebelumnya jika hidupku akan berjalan seperti ini. Aku memang suka menutup diri dan tidak mudah berbaur dengan orang-orang diluar, tapi bukan berarti yang berteman denganku adalah hantu. Ya Tuhan, takdir apa ini sebenarnya.

Terkadang aku berfikir, mungkin saja semua ini adalah sebagian dari mimpi panjang yang membuatku tak kunjung bangun.Tapi ketika aku berkali-kali menampar diriku sendiri, aku yakin aku sedang tak bermimpi.Ini semua nyata.Cukup menjadi bukti bahwa otak dan hidupku mungkin saja tidak beres.

Kudengar Lay bersenandung kecil, mengalihkan perhatian dari pertanyaannya yang tak kujawab. Ini semua keputusanku, tentu saja aku sudah siap dengan semua yang akan terjadi berikutnya, lagipula aku beranggapan hal yang sedang aku lakukan ini bisa saja dianggap sebagai menolong mereka yang membutuhkan dan mungkin aku akan mendapat pahala. Hahaha aku tertawa didalam hati, menikmati segala kekonyolan yang terlintas diotakku.

“Aku siap oppa, apapun konsekuensinya.” Aku menjawab pertanyaan Lay yang terlalu lama untuk dilontarkan.

“Gomawo Jehwa-ah..aku tau kau gadis yang baik, walaupun aku juga tau kau begitu-“

“Bodoh..” aku mendengus pelan, kupotong kata-katanya, aku sudah tau ia akan berkata begitu. “Aku tau aku memang bodoh oppa, sudah bawaan sejak lahir, jadi tak mungkin aku bisa merubahnya.”Lay hanya tertawa ringan mendengarkan penuturanku, aku sendiripun terkesan dengan kebodohanku.

“Tapi kebodohanmu itu tetap tak menutupi rasa terima kasihku atas apa yang kau lakukan demi aku.Padahal aku tak bisa memberimu apapun, Jehwa-ah” Lay mengatakannya dengan nada yang rendah.

Bisa kurasakan ia sangat tak enak hati karena tak bisa membalas perbuatanku secara manusiawi. Aku sendiri tak memikirkan hal itu dalam-dalam. Bagiku Lay oppa adalah orang –sosok- namja pertama yang kukenal, selain Suho oppa dan appa tentu saja.

Selama aku hidup, aku tak pernah berinteraksi dengan namja, kecuali anak-anak pastinya. Teman sekelaspun aku tak pernah mengenal mereka. Aku terlalu tak peduli dengan namja, tapi ini berbeda dengan Lay oppa. Aku tak pernah mendekati namja karena jujur saja aku takut dengan mereka.

Aku tak mengerti apa yang sebenarnya aku takutkan, tapi setiap kali aku melakukan kontak fisik dengan namja yang baru kukenal atau tak biasa kusentuh, tubuhku akan bereaksi dengan aneh. Itulah kenapa aku berontak saat Baekhyun menyentuhku dengan kasar di apartemennya dulu.

Dan kini bisa terjawab kenapa Lay oppa berbeda kasus dengan namja lainnya, tentu saja karena aku tak bisa melakukan kontak fisik dengannya, jadi tubuhku tak menunjukkan reaksi yang aneh. Kini aku tersadar, bukan tubuhku yang bereaksi aneh pada Lay oppa karena kami tidak bisa melakukan kontak fisik, tapi justru hati ini yang bereaksi dengan aneh, entah kenapa sekarang jantungku sering berdetak tak karuan jika aku sedang bersamanya, rasa bahagiapun kadang muncul sendiri didalam dada ini.

Mungkinkah aku jatuh cinta?

Inikah yang dinamakan jatuh cinta?

Astaga eomma, betapa malang nasibku. Seumur hidup tak pernah jatuh cinta pada namja, tapi sekalinya jatuh cinta, aku justru mencintai sesosok hantu.*hahaha Jehwa nista banget ya*

Kuletakkan telapak tanganku diatas dada kiriku.Kurasakan detak jantung yang tak karuan itu muncul dengan perlahan.

“Nyanyikan sebuah lagu untukku Jehwa-ah, aku suka dengan permainan gitarmu” Lay yang kini berbisik ditelingaku tentu saja membuatku terlonjak kaget dan seketika membuatku terduduk diatas ranjang.

“Oppa kau mengagetkanku saja!” aku melotot kearahnya.Ia hanya cengengesan memandangiku dengan konyol.

“Itu tadi disebut dengan bisikan setan hahaha..” yang benar saja, sosok ini memang benar-benar konyol.

“Aishh..”Aku menyipitkan mata dan beranjak dari ranjang, menyambar gitar disamping lemari.

Kupangku gitar itu dan mulai menyetem satu per satu senar yang terikat disana. Kuputuskan untuk melantunkan lagu Juniel yang berjudul Fool, selain lagu yang kusuka dan enak didengar, juga karena aku menyukai permainan akustiknya.

Kupetik satu persatu senar dan mulai melantunkan bait demi bait dengan sepenuh hati. Sudah lama aku tak menyanyikan lagu ini.Saatnya bersenang-senang dengan benda kesayanganku.Aku tersenyum bahagia.

Oh I love you love you love you, you love me love me love me
ara nal hyang-han neoye ma-eumeul~

(I know how you feel about me)
Oh I love you love you love you, are you love me love me baby?
nado neoreul sarang-hanikka

(Because I love you too)

nan pabo nan neoman boneun pabo neol sarang-hae

(I’m a fool, I’m a fool who only sees you, I love you)

nuga mwora-go nollindaedo neoman boneun pabo-ga twehl-ke

(No matter what anyone says or teases, I will be a fool who only sees you)
pabo nan neoman boneun pabo nae soneul jabajwo nareuranajwo

(I’m a fool, I’m a fool who only sees you, hold my hand, hug me)

neoman sarang-haneun pabo~
(I’m a fool who only loves you)

 

Kunyanyikan selagu itu sampai selesai, tapi aku merasa berbeda ketika menyanyikan lagu itu sekarang, padahal beberapa waktu lalu, sudah sering sekali aku menyanyikan lagu ini.

Aku menyadari sesuatu ketika aku sedang menyanyikan lagu itu barusan, mungkin aku benar-benar menyukai Lay oppa. Eomma, othokke?

Kupandang Lay yang sedang terduduk dibingkai jendela, menikmati alunan gitarku yang telah berakhir. Jantungku makin tak karuan melihat sosoknya kali ini.Kemudian ia berbalik dan menatapku dengan senyuman yang tersungging dipipi mulusnya. Astaga! Kenapa aku baru sadar bahwa ia mempunyai dimple yang sangat indah dipipi tirusnya. Demi globalisasi yang telah menyebar diseluruh dunia! Bagaimana bisa ada hantu setampan ini! Aaaaahhhh! Aku gila dibuatnya.Aku tak kuat dengan semua ini.Jantungku terus meronta meminta dikeluarkan dari tempatnya.

Tatapan Lay membuatku salah tingkah dan bisa kurasakan darah memanas dikedua pipiku.Aku beralih dari tatapannya dan menghambur ke kamar mandi.Mencuci muka dan memandangi wajahku didalam cermin.Wajahku menguap panas.Ini satu-satunya tempat yang aman dan tak bisa dimasuki oleh Lay dengan sembarangan. Kuputuskan untuk menghabiskan waktu didalam sana beberapa saat.

Benar, mungkin saja aku jatuh cinta pada Lay oppa.

Aku seseorang yang bodoh, aku orang bodoh yang hanya melihatmu, aku mencintaimu. Tak peduli apa yang orang lain goda dan katakan, aku akan selalu menjadi seorang bodoh yang hanya melihatmu.

Bisa kurasakan lagu Juniel memiliki efek yang luar biasa.

Aku memang bodoh, seperti apa yang selalu Lay katakan. Dan aku bodoh karena aku hanya melihatnya untuk bisa kucintai.Perasaan ini.Perasaan cinta.Perasaan yang membuatku menjadi semakin bodoh.

Aku meremas rambutku yang tergerai berantakan.Mengendalikan diri agar bisa bernafas dengan teratur.Berkali-kali mengambil nafas dan mengeluarkannya pelan-pelan. Tapi, GAGAL! Jantungku tak dapat berkompromi, pacuannya semakin cepat dan aku pasrah terduduk didalam kamar mandi.

Lay’s POV

Sedang apa sih yeoja bodoh itu dikamar mandi? Main pergi seenaknya sendiri.Aku menggerutu kesal karena aku tiba-tiba ditinggal oleh gadis bodoh itu setelah melantunkan lagu yang sangat indah untukku.

Ahh..mulai kurasakan rasa sukaku pada Jehwa yang semakin besar dari hari kehari. Aku bisa merasakan kebahagiaan yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.Terlebih lagi aku tahu, cinta ini tak bertepuk sebelah tangan. Aku tau Jehwa tertarik padaku dan mungkin saja ia telah menyukaiku.

Bagaimana aku bisa tau? Tentu saja aku tau!

Oh yang benar saja, dia kan gadis bodoh dan tak pandai menyembunyikan kejujurannya. Sudah berapa kali aku melihat wajahnya memerah seperti kepiting rebus, hah?Sudah berkali-kali aku melihatnya. Itu adalah bukti bahwa ia sedang bertingkah tidak seperti biasanya. Apalagi seperti barusan, tiba-tiba menghambur kedalam kamar mandi.Tentu saja untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam. Kamar mandi satu-satunya tempat yang tak bisa kumasuki dengan sembarangan, aku yakin ia merasa aman didalam sana karena tak bisa kuikuti.

Hahahaha, aku sendiri tak benar-benar mengerti kenapa aku juga jatuh cinta pada gadis bodoh itu.Ya, aku mencintainya.Sudah kuputuskan sejak beberapa waktu lalu untuk mencintainya.Waktu yang membuat kami berdua selalu bersama dan membuatku selalu berfikir untuk dekat dengannya.

Walau aku tau, cinta ini sudah pasti adalah semacam cinta terlarang.Manusia dan hantu, tidak ditakdirkan untuk bercinta, tidak ditakdirkan untuk bersama.

Aku menghela nafas bohong, rasa putus asa itu kembali muncul ke permukaan.Aku mencintai Jehwa, tapi aku tau aku tak bisa memilikinya.Dia yeoja pertama yang aku cintai, dia sekarang begitu berarti untukku, ditambah lagi keikut campurannya dalam masalah yang sedang kuhadapi membuatnya semakin spesial dimataku.

Lagu Juniel yang ia lantunkan barusan membuatku berfikir banyak, mungkin saja ia merasa bodoh karena ia menyukaiku. Sama halnya sepertiku yang juga merasa bodoh karena mencintainya.

Aku tau apa yang kau rasakan tentangku, apa kau mencintaiku? Ya, aku juga mencintaimu.

Aku tau kau menyukaiku Jehwa-ah, karena aku juga merasakan hal yang sama denganmu. Otakku semakin tak karuan karena gadis bodoh itu.Mengingatnya membuat senyumanku semakin mengembang diwajah pucatku ini. Ah, Jehwa pabo~

Author’s POV

Namja yang sudah hampir satu jam duduk dalam posisi yang samaitu masih saja tertunduk memandangi segala berkas yang berserakan dimeja didalam kamarnya.

Drrrtttt….ddrrtttt

Ponselnya bergetar, dengan sigap ia menyambarnya dan menggeser tombol hijau yang terpampang.

“Yoboseyo?”

“Suho-sshi..” sebuah suara terdengar dari seberang sana.

“Ne..”Suho menjawabnya dengan datar.Ia tau akan ada kabar mengejutkan yang ia terima saat ini.

“Dugaanmu benar, orang yang kau curigai mungkin saja mempunyai sangkut paut dengan kasus setahun yang lalu, kasus lama itu akhirnya dibuka kembali, kuserahkan semuanya padamu Suho-sshi” suara itu terdengar tergesa-gesa dan sedetik berikutnya percakapan singkat itu telah berakhir.

Suho menghela nafas panjang, mengenyakan tubuhnya diatas kursi.Otaknya berputar dengan keras. Kini ia memiliki dua kasus pembunuhan yang hanya ada satu pelakunya.

Suho beranjak dari kursi dan menghampiri lemari berisi arsip kerjanya.Ditariknya setumpukan kertas dari laci paling atas dan meletakannya diatas meja.Disentuhnya sebuah foto yang diindikasikan sebagai tersangka dalam kasusnya itu.

“Byun Baekhyun..sebentar lagi kau akan membayar semuanya..” gumamnya pelan seraya membuka satu per satu arsip yang akan ia kerjakan kembali.

==ooOO TBC OOoo==

Selese? Chapter lima selese? Aduh senengnya 😀

Author kok jadi suka banget ya sama Jehwa, walaupun dia bodoh begitu wekek *thor yang bikin cerita siapa sih? Cast sendiri kenapa diejek begitu -___-* LOL

Aslinya Jehwa itu adalah nama korea pertama author. Readerdeul ngerti kan system nama korea yang pake tanggal lahir? Nah nama author kalo pake system itu tuh jadi Kang Je Hwa. Pertamanya agak aneh, tapi waktu nulis FF ini, nama Jehwa jadi enak didenger dan semakin seneng bikin karakternya jadi begitu. Walau namanya adalah namalama author, tapi sifat Jehwa disini nggak kayak author ya, beberapa sih ada yang sama waks! *curcol *skip

Hidup JeLay Couple hahaha~

Masih ada chapter selanjutnya ya readerdeul tercinta ^^ jangan bosan untuk nunggu.

RCL jangan lupa ne 🙂 kamsahamnida udah baca sampe sepanjang ini ^o^/

*bungkuk bareng Lay, tebar kisseu* sarangheyo readerdeul =3=

Iklan

11 thoughts on “Crimson Love #5

  1. Annyeong eonni. I’m back again kekekkeke

    Mkin seruuu critanya eon, seru seru seru seru ˆ⌣ˆ ,,

    Aku mw lnjut bca dlu Ɣå媪 eon,, pai pai (っ˘з(˘⌣˘c)

  2. 49 days?? Waa.. Ini sih lebih mirip arang and the magistrate,, cuma hantu ama manusianya kebalik,wkwkwk..
    Kyaa,, kalo ga slah itu lagunya juniel ama younghwa ya?? Lagu favoritku ntu.. Kkk,, lanjut ya thor.. Next chapter aku tunggu,,

  3. Akhirnya yang ku tunggu keluar juuga.
    Wooooooo Baekhyun Seorang pembunuh berdarah dingin. Jadi Baekhyun sudah membunuh dua orang Lay ama Hyumi, Kejem banget kamu Bekkkkk.
    Lay Jehwa lagi kasmarannnnn

  4. Waaa sebenernya aku kasian aja sm Lay ge ~ kalo dia ntar hidup ya trs ngelupain Jehwa nya gmn ? Ckckck ~ kasian Jehwa nya apa lg ,~ Baekhyun oppa ternyata suka sm Jehwa ku kira mau di sangkut pautin sm masalah pembunuhan Lay ge ,, waaa suho oppa pinter sih makanya dia cpt nemu tersangkanya yg ternaya Baekhyun oppa sendiri — hehe
    Next ~ penasaran ,, Kris ge kpn munculnya kkkkk ~

  5. ,
    chapter 5 kluar jga !!!
    Thor~ apa Hyunmi meninggal gara” baekhyun ?
    Jadi kasus pembunuhan baekhyun ada 2
    1 Lay
    2 Hyunmi Wow Daebak
    next thor –>

  6. yuhuu~ chap 5 nya udah keluar.. akumah shipper nya jelay kopel thor. walaupun aku sadar jelay kopel itu gabisa bersatu. muehehe, jehwa itu mungkinkah reinkarnasi dari hyunmi? entahlah~ hanya author dan tuhan yang tau. pokoknya chap 6nya ditunggu ya thorr~~~

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s