Crimson Love #6

Crimson Love – Chapter 6

crimson-love-poster

Title : Crimson Love

Author : Last Rebellion

Main Cast :

– Zhang Yi Xing a.k.a Lay (EXO-M),

– Kang Je Hwa a.k.a Jehwa (OC),

– Byun Baek Hyun a.k.a Baekhyun (EXO-K)

Support Cast :

– Kang (Kim) Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

– Han Yeo Rin a.k.a Yeorin (OC)

– Wu Fan a.k.a Kris (EXO-M)

– Jung Hyun Mi a.k.a Hyunmi (OC)

Length : Chapter

Genre : Romance, Action, Horror, Tragedy, Fantasy

Rating : PG-15

Summary : Jiwa ini memang kehilangan raganya, tapi cinta ini tahu dimana tempat perhentian sesungguhnya. Ketika akhir telah datang, semua akan terbayar sebagaimana mestinya.

Disclaimer : Semua cast punya Tuhan, keluarga, agensi mereka masing-masing, author cuma pinjem nama mereka demi kelancaran imajinasi author dan readerdeul ahahaha~ Kim Joon Myun nya ganti marga sebentar ya ohohoh. Ada cast baru loh dichapter ini, semoga readerdeul bisa menerima ya mhihi~

P.S : Annyeong~ udah sampe chapter 6 aja ternyata, awalnya author mau bikin cerita ini cuma sampe 6 chapter, tapi kayaknya membengkak deh, jadi jangan bosen nungguin chapter chapter yang tersisa ya readerdeul. Mulai saat ini author nggak akan ambil pusing sama Sider deh ya, harapan author sih ga ada lagi yang namanya sider, tapi ya biarlah, semoga yang jadi sider bakal menerima dosa yang setimpal aja deh wakaks! My all is for you, readerdeul. Saranghaeyo =3

Happy Reading ^^

Author’s POV

“Oppa hentikaaaann! Aku benci dengan kucing! Singkirkan makhluk itu sekarang juga! Oppa jebaaaaallllll!.” Jehwa berputar mengelilingi air mancur yang berdiri disebuah taman kecil disekitar apartemen Baekhyun. Wajahnya merah menahan amarah dan ketakutan. Jehwa sangat tidak suka dengan kucing, entah apa sebabnya dia sangat membenci makhluk ciptaan Tuhan yang satu itu.

“Oh Jehwa-ah, lihat wajahnya, dia sangat lucu kan, kemarilah, akan kukenalkan kau padanya.” Ujar Baekhyun meledek Jehwa dengan senyum jahilnya.Baekhyun mengikuti gerakan Jehwa yang masih terus berputar disekitar air mancur.

Suasana menyenangkan sedang terbentang disana layaknya sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.Ya, mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang.Sudah seminggu lamanya sejak mereka menyetujui ikrar cinta yang Baekhyun suguhkan pada Jehwa. Keduanya beradaptasi dengan cepat, tidak memerlukan waktu yang banyak untuk saling mengenal satu sama lain, tapi dalam konteks ini, Jehwa lah yang paling mengerti seperti apa Baekhyun sebenarnya.

Weekend adalah waktu yang tepat bagi pasangan baru ini untuk mendekatkan diri lebih dalam dan tentunya bagi Jehwa, kesempatan untuk menyelesaikan misinya.

Sudah seminggu lamanya mereka bersama, tapi Jehwa masih belum menemukan tanda apapun yang menjurus ke bukti tambahan atas pembunuhan Lay. Baekhyun orang yang sangat licin, sehingga sangat mudah untuk berkelit dari pertanyaan-pertanyaan yang secara tidak langsung dilontarkan oleh Jehwa.

“Oppa hentikan..hosh hosh.. aku lelah.” Kini tubuhnya yang lelah karena berlarian mengitari air mancur selama setengah jam akhirnya terduduk lemas diatas rerumputan. Baekhyun yang mencoba mengerti Jehwa akhirnya berhenti juga diseberang air mancur dimana Jehwa terduduk.

Jehwa melipat kakinya dan mengipasi wajahnya yang panas dengan telapak tangan.Sementara Jehwa yang sedang lengah mengurusi wajahnya, Baekhyun merangkak dalam diam dan berhenti disamping Jehwa. Jehwa tidak sadar Baekhyun telah ada disampingnya hingga suara kucing yang digendong Baekhyun me’meong’ kecil dan membuat Jehwa shock setengah mati.

“Kyaaaaa! Oppa! Menyingkirlah dari hadapanku! Kau gila oppa!”Jehwa beringsut menjauh dari duduknya semula dan menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.Baekhyun menertawai Jehwa dengan puas, Jehwa yang sudah merasakan ketakutan pada puncaknya dan merasa tidak tahan lagi akhirnya melelehkan butir demi butir cairan bening yang keluar dari matanya.Seketika itu Baekhyun langsung menghentikan tawanya dan menatap Jehwa cemas.

Baekhyun menyingkirkan kucing yang ada dipelukannya dan berjongkok didepan Jehwa.

“Jehwa-ah, sudah jangan menangis, lihat, kucingnya sudah aku singkirkan, jebal jangan menangis lagi. Mianhae Jehwa-ah, mianhae..berhentilah menangis..” Baekhyun kini merasa menyesal karena telah membuat Jehwa menangis seperti itu.Jehwa membuka rengkuhan tangannya dan menatap Baekhyun dengan mata yang terhalang air.Pipinya basah karena air mata.

“Aigoo..kenapa kau jadi semakin jelek setelah menangis begitu..” Baekhyun mencoba membuat Jehwa tertawa dengan lelucon yang sama sekali tidak lucu itu pada Jehwa. Jehwa justru membelalakan matanya lebar-lebar kearah Baekhyun dan menghapus airmata diwajahnya.Baekhyun terkikik geli melihat tingkah Jehwa yang sangat menggemaskan.

“Ini semua karena ulahmu oppa, kau jahat, huh!” ucapnya membuang muka dari tatapan mata Baekhyun.

Baekhyun tersenyum semakin lebar dan menyentuh dagu Jehwa untuk menatap matanya kembali.“Aku tidak bermaksud begitu Jehwa-ah, aku hanya bercanda sungguh, lagipula kau semakin menggemaskan jika sedang ketakutan begitu. Hahhaha..”Baekhyun kembali tertawa dan membuat Jehwa sebal.

Apanya yang lucu dan menggemaskan, hah?Dasar namja aneh, batinnya.

“Kau harus bertanggung jawab karena telah membuatku haus oppa, ingat apa yang kau perbuat tadi.”Jehwa menodong Baekhyun dengan kilah kejadian barusan dan membuat Baekhyun bertanggung jawab karenanya.

Baekhyun menyipitkan mata. “Aish..tentu saja seharusnya aku tau semuanya akan berakhir begini.” Ucapnya sinis.

Sekarang giliran Jehwa yang tersenyum dengan lebarnya dan membuat kedua pipinya menjadi menggembung. Ini ‘Big Strike’ lain yang Jehwa sodorkan pada Baekhyun, ia tau hanya dengan begitu saja, Baekhyun pasti akan langsung luluh. Dan benar, Baekhyun langsung menatapnya lembut dan itu pertanda baik bahwa ia akan mengabulkan permintannya.

“Baiklah..ayo berdiri. Kita beli sesuatu untuk diminum sekarang.”Baekhyun mengulurkan kedua tangannya untuk membantu Jehwa berdiri.Jehwa dengan ragu menyambut tangan itu setelah beberapa lama memandanginya dan seperti biasanya, tubuhnya bereaksi aneh sehingga membuatnya melepaskan tangan Baekhyun dengan segera. Baekhyun yang sudah terbiasa diperlakukan begitu hanya diam saja dan jalan meninggalkan taman.

Keduanya kini berjalan bersebelahan dengan memegang segelas milk shake ditangan masing-masing. Mereka menyusuri trotoar sepanjang kota yang ramai diakhir pekan dan mendapati banyak pasangan yang berpapasan dengan mereka. Walau keduanya merasa sudah saling kenal, ternyata tidak begitu.

Keduanya masih canggung untuk menyentuh sama lain, Baekhyun berkali-kali mencoba untuk meraih tangan Jehwa yang bebas, tapi selalu gagal. Jehwa memang sengaja melakukannya daripada ia menerima resiko jika ia disentuh oleh namja. Ia membuatnya terlihat tidak sengaja ketika Baekhyun mencoba meraih tangannya seperti dengan menunjuk suatu poster didinding jalan atau menunjuk sesuatu yang dianggapnya menarik atau juga menyentuh bis surat dipinggir jalan. Ia mencoba senatural mungkin untuk menolak tangan Baekhyun. Jika ia kehabisan objek untuk ditunjuk, ia hanya memasukkan tangannya kedalam saku jaket dan Baekhyun pasrah karenanya.

Sampai saat yang benar-benar tak terduga terjadi, dimana Jehwa lengah saat sedang menyeberang di jalan yang membentang lebar dan mendapati dirinya hampir tertabrak taksi yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.Ia tidak sadar sudah sejak kapan ia melamun sambil menyeberang jalan.

“Jehwa-aahhhhhh!” teriak suara yang memanggil nama Jehwa ketika ia hampir tertabrak taksi itu. Jehwa terkaget dan tersungkur kebelakang akibat terdorong oleh namja didepannya, Baekhyun segera menghampirinya dan mengecek Jehwa apakah ada yang luka atau tidak.Sementara dua orang namja yang tadi menyeberang bersama Jehwa kini tampak luka-luka akibat berbenturan dengan aspal.Baekhyun segera membawa Jehwa kesisi trotoar dan terlihat petugas medis dan kepolisian datang dengan segera ketempat lokasi kecelakaan itu.

Seorang petugas medis mendatangi Jehwa dan menanyakan banyak pertanyaan.Jehwa yang masih limbung hanya diam saja atau hanya menjawab pertanyaan itu dengan mengangguk dan menggeleng. Kemudian petugas kesehatan itu meninggalkan Jehwa setelah dikiranya ia baik-baik saja.

Jehwa menarik nafas panjang dan memejamkan matanya.Baekhyun masih mengawasinya dengan saksama. Jehwa tidak sadar ia sedang melamunkan apa barusan sehingga membuatnya lengah.

“Oppa..” panggilnya lirih pada Baekhyun. Baekhyun menatap kedua manik mata hitam milik Jehwa, “Jika kau tadi tidak berteriak memanggil namaku, mungkin aku tidak akan seberuntung ini. Terima kasih oppa..” ujarnya dengan nada suara yang sangat rendah.

Baekhyun menautkan alisnya bingung.“Memanggilmu? Kapan?Aku tidak memanggilmu Jehwa-ah.” Ucapnya jujur.

Jehwa mengerutkan kening, sama bingungnya dengan Baekhyun. “Lalu..siapa yang tadi memanggilku?” tanya Jehwa bingung, pikirannya seketika melayang pada Lay, ia kemudian duduk tegap dan mengedarkan seluruh pandangannya kesekitar tempat itu, mencari sosok Lay. Berharap menemukan sosok transparan yang hanya bisa dilihat olehnya.

Tapi nihil.Ia tak bisa menemukan sosok Lay disana. Ia yakin dengan benar bahwa tadi ada suara yang memanggil namanya dan bukan hanya halusinasi semata. Jehwa menatap Baekhyun bingung dan tertunduk memandang sepatunya sendiri.Baekhyun masih bingung dengan sikap Jehwa yang aneh.

Tapi Baekhyun sadaria tak bisa dalam suasana ini lama-lama. “Kau sudah merasa baikkan?” tanya Baekhyun dengan lembut. Jehwa hanya mengangguk singkat untuk menjawabnya.

Akhirnya ia berdiri dan Jehwa mengikuti arah gerakannya. “Kajja..kita pergi. Tidak baik duduk dipinggir jalan lama-lama seperti ini.Kau harus pulang dan istirahat.” Baekhyun mengulurkan tangan sekali lagi untuk membantu Jehwa berdiri, kali ini ia hanya memandangi tangan Baekhyun dengan tampang bingung.

Tak membutuhkan waktu lama untuk merengkuh tangan Jehwa kedalam tangan Baekhyun, otak Jehwa yang lamban terkadang memang sangat memberi ‘kesempatan pada kesempitan’, sehingga Baekhyun dengan senang hati memanfaatkannya dengan baik.

Jehwa tampak kaget ketika melihat tangannya telah berada didalam genggaman tangan Baekhyun dan telah berdiri rapat disamping Baekhyun.

“Pegang tanganku, kau tak boleh lengah mulai sekarang.Biarkan aku menjagamu dengan menautkan tangan kita berdua, arrachi?”Baekhyun menatap mata Jehwa dalam-dalam, Jehwa membalasnya dengan ragu, tapi kemudian mengangguk pasrah.

Digenggamnya tangan kecil Jehwa dengan tangannya yang besar.Tangannya semakin hangat karena kulit mereka saling bersentuhan.

Dibimbingnya Jehwa menyeberangi jalan lebar itu dengan memegang tangannya erat-erat.Sementara Jehwa kini sedang merasakan reaksi aneh dari sentuhan namjachingunya itu.Jehwa merasa mual dan gelisah.Keringat dingin mengalir dari kulit didalam jaket dan pelipis matanya.Ia merasa sangat tak nyaman dan matanya mulai mencari toilet umum disekitar trotoar dengan liar. Tak lama kemudian ia melihat toilet umum itu diujung trotoar.

“Oppa aku ingin ke toilet, ada diujung jalan, palli kesana!” Jehwa buru-buru mendapati tempat itu, sebelumnya ia berniat melepaskan diri dari genggaman tangan Baekhyun, tapi kekuatan Baekhyun tak bisa ia imbangi karena Baekhyun terus memaksa untuk menggenggam tangannya. Hingga akhirnya ia membawa Baekhyun berlari ke depan toilet, baru saat itu Baekhyun bersedia melepaskan genggamannya.

Baekhyun yang merasakan keanehan yang terjadi pada Jehwa hanya memandanginya dengan curiga. Terlebih lagi saat ia melihat keringat bercucuran dipelipis matanya. Seingatnya mereka berdua berjalan dengan santai, sehingga itu terlalu mencurigakan kenapa Jehwa sampai berkeringat.Baekhyun berfikir ada yang tidak beres pada Jehwa setelah insiden barusan.Ia tak memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain yang tepat untuk dispekulasikan dengan ketidaktahuannya.

Sesaat setelahnya Jehwa keluar dari toilet dan telah menyimpan rapat kedua tangannya didalam saku jaket.Baekhyun menatapnya dan kini tak memaksakan lagi untuk menggenggamnya.

“Aku sudah baikan oppa, jadi kau tak perlu menggandengku lagi, lihat?Aku sudah bisa berlarian dan tak akan jatuh.” Jehwa memberitahukannya pada Baekhyun sebelum ia sempat bertanya. Ia harus mencari alasan yang masuk akal untuk mengelak dari tangan Baekhyun. Tubuhnya kini berlari kecil meninggalkan Baekhyun yang tetap berjalan dengan santai dibelakangnya.Baekhyun tersenyum miring melihat tingkah Jehwa.

Kini perasaannya telah terisi dengan racun cinta yang sangat memabukkan. Hatinya kembali melambung seperti dulu ketika ia masih seumuran Jehwa dan menikmati cinta yang sama. Walau telah berlalu sejak tiga tahun yang lalu, tapi tetap saja rasanya ia merasakan hal yang sama sedang terjadi. Dalam konteks ini, Baekhyun lah yang harus mengalah mengikuti gaya pacaran remaja seumuran Jehwa ketimbang mengikuti gaya pacaran seumurannya. Demi yeoja itu, Baekhyun akan lakukan apapun yang bisa ia lakukan, karena dengan begitu ia akan merasa sedikit tenang karena beranggapan bahwa ia sedang menebus dosa yang pernah dibuatnya dulu.

Lain Hyunmi, lain lagi dengan Jehwa. Butuh waktu yang sangat keras bagi Baekhyun untuk mendekatkan diri dengan Jehwa secara fisik, tidak seperti Hyunmi yang selalu menempel ketat pada  lengannya dan selalu mengekor kemanapun Baekhyun pergi. Ada sesuatu yang berbeda dengan Jehwa sehingga ia sangat sulit untuk melakukan kontak fisik dengan yeoja itu.

Dukkk!Suara benturan itu membuat Baekhyun terbuyar dari lamunan dan matanya mendapati Jehwa sedang tersungkur dijalan didepannya.

Baekhyun segera menghampiri Jehwa dan mendapati Jehwa buru-buru berdiri dan menolak bantuan apapun yang disodorkan oleh Baekhyun. “Nan gwenchana oppa, jeongmalyo..” ucapnya singkat dan memandang Baekhyun dengan cengengesan.

“Hati-hatilah Jehwa-ah, kau ini ceroboh sekali.”Baekhyun mencibirnya dan menatap mata Jehwa dengan sayang.“Kajja pulang, kau benar-benar harus istirahat ternyata.”Baekhyun menimpali dan membimbing Jehwa pulang.

Sisa akhir pekan itu akhirnya mereka habiskan dirumah dan kembali dengan kesibukan masing-masing.

============================

“Ck! Ternyata ia disana, pantas saja kini melupakanku, menemukan mainan baru rupanya.” Jehwa memanyunkan bibirnya dibingkai jendela dan mendapati Lay sedang asik bermain dengan anjingnya dihalaman rumah.Ternyata hewan itu bisa melihat Lay yang tentu saja tetap transparan. Jika orang lain yang melihat, mungkin sudah mengira bahwa anjing yang setia menunggui rumahnya setiap hari itu sudah gila. Bagaimana tidak, anjing itu terus menggonggong tak jelas dan mengejar Lay yang terus melayang diatasnya, mencoba menangkap Lay yang terbang.Anjingnya melompat-lompat keudara menggapai sesuatu yang tak bisa dilihat oleh sembarang orang. Walaupun konyol, tapi Jehwa tetap merasakan kebahagiaan yang ditimbulkan oleh Lay.

Ia sangat merindukan sosok Lay karena beberapa hari ini ia harus menyelesaikan misinya dengan Baekhyun. Tak diduga Lay menoleh kearahnya sehingga mata mereka berdua bertemu dan Lay dengan seketika menghentikan permainannya dengan si anjing, menghilang entah kemana dan Jehwa tak bisa menangkap sosoknya dengan mata telanjang. Jehwa menatap halaman rumah dengan bingung.

Sedetik kemudian Lay telah berdiri disampingnya dan mengagetkan Jehwa.

“Sedang mengawasiku?” tanyanya dengan nada yang datar namun tetap lembut seperti biasanya.

Jehwa terlonjak dan mendapati Lay memasang tampang yang sangat tidak biasa. Wajahnya sangat tersirat dan ia tidak bisa menguraikan apa yang tergambar diwajah Lay.

“Ania. Kebetulan saja tadi aku sedang melihat kehalaman dan ternyata oppa ada disana” ucap Jehwa tak kalah datar dari Lay.

“Ah tentu saja.Kau tidak pergi lagi?”

“Pergi kemana? Oh, dengan Baekhyun. Tidak, kami sudah memutuskan untuk bertemu esok hari.Oppa, aku cukup sibuk beberapa hari ini dengan kelas akhir yang sangat melelahkan.Jadi kami sepakat untuk bertemu weekend berikutnya dan itu berarti besok atau mungkin minggu.” Jelas Jehwa, Lay hanya menganggukan kepalanya pertanda ia mengerti. “Wae?”

“Eobso, hanya ingin tau, mungkin saja ternyata hari ini kau berniat meninggalkanku lagi.” Lay memandangi pigura yang tertempel didinding berisi foto Jehwa menunggang gajah yang diambil di kebun binatang. Jehwa mengernyit dan tak mengerti kenapa Lay mengatakan hal itu.

“Aku tidak meninggalkanmu oppa, tentu saja tidak. Lihat, sekarang aku disini kan, bersamamu. Jadi tak mungkin aku akan meninggalkanmu hari ini.” Jehwa kebingungan untuk menjawab tuduhan Lay.

“Iya memang bukan hari ini, tapi besok.”Ujarnya singkat.Pembicaraan ini sepertinya tidak semakin membaik dan membuat keduanya sama-sama ingin mempertahankan argumen yang mereka anggap benar.

“Oh! Demi apa, oppa. Aku melakukan semua ini karena aku ingin menolongmu.Percayalah, aku meninggalkanmu ada alasannya, dan kau sendiri tau apa itu” Jehwa mulai memanas kali ini.

“Mungkin saja kau hanya berkata begitu didepanku, lain halnya jika kau sedang bersama Baekhyun.Kau bilang kau tak menyukainya, tapi lihat bagaimana kau tertawa didepannya dan terlihat begitu bahagia.” Lay menjaga nada suaranya agar tetap sedatar mungkin.

Jehwa memandangnya bingung.“Jadi oppa selama ini mengikutiku?” Jehwa curiga dengan ungkapan tersirat didalam perkataan Lay.

“Tidak juga, aku hanya memastikan kau akan baik-baik saja saat bersamanya.” Lay mengangkat bahu, pertanda ia tak peduli.

“Jadi memang benar bahwa oppa-lah yang memanggilku di jalan dulu?”Jehwa teringat dengan suara yang meneriakkan namanya dan Baekhyun mengelak bukan dia yang meneriakkan namanya.

“Mungkin, aku hanya reflek karena perbuatan bodohmu yang keterlaluan, lagipula aku tak bisa menolongmu, jadi aku pergi saja dari sana.Ada Baekhyun yang bisa menolongmu.” Jehwa membuka mulut ingin mengumpat, tapi ia urungkan.

“Apa setelah menolongku, kau akan tetap bersama Baekhyun? Jujur saja kalian tampak serasi dan cocok satu sama lain, bukan begitu?” Lay melanjutkan kata-katanya yang dengan sukses membuat Jehwa terbelalak dan memandangi halaman rumahnya dengan miris.

Apa-apaan ini?Kau terlalu banyak berkata, oppa.Sungguh, ini menyakiti hatiku. Aku sudah dengan susah payah memerangi segala gejolak didalam dada ini bahwa aku tidak seharusnya menicintaimu, tapi kusingkirkan pikiran itu dan memutuskan untuk mencintaimu dengan sepenuh hati karena hanya oppa yang selalu menemaniku dan baik padaku. Tapi ini sudah keterlaluan.Batinnya.

“Atau setelah itu kau akan meminta kakekku untuk membayarmu dengan harga tinggi karena telah membongkar kasus ini dan harta yang seharusnya milikku akan menjadi milikmu. Atau mungkin…” belum sempat Lay menyelesaikan kata-katanya, Jehwa memotongnya dengan kasar.

“CUKUP OPPA!” Jehwa memekik ke arah Lay dan Lay hanya terdiam membisu, tersinggung karena perkataannya dipotong dengan paksa. “Kau tak mengerti apapun tentang apa yang ada dipikiranku, kau sudah keterlaluan dengan mengatakan semua ini, oppa!” suaranya bergetar karena menahan amarah.Dilihatnya wajah Lay yang masih saja datar dan Jehwa mengumpat kesal didalam hati.

Lay sendiri tak mengerti mengapa ia melakukan semua ini. Kata-kata itu keluar dari mulutnya dengan begitu saja. Kini ia sadar mungkin ia telah keterlaluan dengan mengatakan semua yang dikatakannya barusan.

“Kau terlalu banyak berkata yang sebenarnya kau tak mengerti. Atas dasar apa kau mengatakan semua ini, oppa?! Apa masalahmu?!” suaranya semakin bergetar dengan tensi yang cukup tinggi dan membuat Lay semakin ingin membalas perkataannya.

“Masalahku? Baekhyun dan Kau adalah masalahku! Kenapa kau bisa begitu bahagia ketika bersama Baekhyun, sedangkan denganku?Kau tak pernah sebahagia itu. Melihatmu tertawa dengan namja lain itu sangat memilukan!” Lay menyembur Jehwa tepat didepan wajahnya. Ia semakin bingung dengan apa yang dikatakannya barusan. Ini bisa jadi disalah artikan oleh Jehwa, seketika itu Lay menyesal telah mengatakannya.

Jehwa mengerjapkan matanya yang kini berlinang air mata dan memandang Lay tak percaya.Jehwa menyadari sebab sikap Lay yang berubah.“Op..Oppa..jadi kau..cemburu?” ucapnya terbata karena menahan sesenggukan.

Lay yang memandang Jehwa dengan tajam kini menyadari apa yang disebut dengan perasaannya barusan, ya, Ia cemburu. Lay kemudian mengendurkan emosinya dan menatap air mata Jehwa yang kini justru mengalir deras dikedua pipinya.

“Mungkin..” jawabnya singkat.Jehwa terdiam beberapa saat dan memikirkan kata-kata yang tepat untuk diucapkan selanjutnya.

“Oppa, ketahuilah. Untuk apa kau cemburu dengan semua ini sementara hatiku hanya mencintaimu! Sebelumnya aku mengira bahwa aku salah dan mungkin saja otakku memang sudah tak beres karena mencintaimu! Tapi tetap saja aku terus mencintaimu setiap waktu, oppa!Tapi lihat yang kau lakukan barusan?Sekarang kau membuatku terlihat sangat bodoh!”Jehwa merengkuh wajahnya sendiri dan menangis dengan suara yang lebih keras.

Hati Lay mencelos, tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Jehwa dan apa yang didengarnya barusan. Jehwa menyatakan cintanya pada Lay. Dan kini sosok itu semakin menyesal dengan semua yang telah dikatakannya tentang Jehwa. Lay memandang Jehwa nanar, semua penyesalannya telah berada dipuncak dan membuatnya lemas tak berdaya. Ia bertumpu didepan Jehwa yang kini telah terduduk dibawah jendela. Tangannya masih menutupi wajahnya yang sembab karena air mata yang ia jaga.

“Jehwa-ah…maafkan aku, aku tak bermaksud begitu, sungguh.Aku sendiri tak mengerti mengapa aku mengatakan semua itu.Aku terlalu kalut dan maafkan aku karena telah menyakitimu. Jeongmal mianhae..” Lay bingung harus berkata apa, ia hanya mengikuti suara hatinya yang menuntunnya berbicara dengan benar didepan Jehwa.

Jehwa masih terisak dan terus menutup wajahnya.Ia tak menyahuti permintaan maaf Lay. Hingga akhirnya Lay kehabisan cara untuk membuat Jehwa berhenti menangis.

“Jehwa-ah, percayalah. Kau bukan satu-satunya orang yang salah dan merasa otakmu tidak beres, karena aku juga merasakan hal yang sama denganmu, aku mencintaimu.Dan semakin hari rasa cinta ini tak bisa kubendung, aku terlalu mencintaimu.Dan aku tak kalah bodoh sepertimu atau bahkan akulah yang paling bodoh diantara kita berdua.” Hanya ini yang bisa Lay lakukan untuk menghentikan tangisan Jehwa, ia harap itu bisa berfungsi. Dan benar saja, Jehwa langsung mengontrol diri dan menghentikan tangisnya.Tangannya turun dari wajah dan memandang Lay yang kini berada didepan tubuhnya.Wajahnya basah karena air mata.

Keduanya tak bisa berkata-kata dan hanya memandang satu sama lain. Berbicara dalam bahasa mata yang hanya mereka berdua ketahui makna dibaliknya dalam keheningan.

“Kang Jehwa, saranghaeyo..”Jantung Jehwa berdebar tak karuan melihat wajah Lay sangat serius mengatakkanya dengan suara yang sangat pelan dan sukses membuat perasaanya melambung dengan seketika.Cintanya terbalas. Cintanya tak bertepuk sebelah tangan pada Lay. Cintanya mendapat jawaban seperti apa yang ia inginkan.

Dengan masih sesenggukan, Lay mendekatkan wajahnya kedepan wajah Jehwa. Jehwa bisa mengetahui kelanjutannya akan seperti apa dan dengan tanpa komando, matanya tertutup saat ia bisa melihat hidung Lay yang transparan tepat didepan wajahnya.

Sedetik berikutnya ia hanya bisa merasakan angin padat yang menyapu bibirnya.Bulu kuduknya meremang dan gejolak didadanya semakin melanda.Bagaimanpun juga, Lay tetap sesosok hantu yang selalu membuat bulu kuduk manusia meremang jika mereka berinteraksi.*aduh author mikir keras banget buat bayangin adegan ini, susaaaaahhh kkk~ tapi akhirnya kelar juga nyahaha, minggir thor ah, okeoke*

Ini adalah ciuman pertama bagi mereka berdua masing-masing. Antique Kiss ^^

Suho’s POV

“Kini saatnya, kau tak bisa mengelak lagi dari kejaranku Baekhyun!Kau tak akan bisa lari dariku.”Aku bergumam pelan di meja kerjaku memandangi beberapa lembar kertas dari laboratorium dan beberapa rekaman kaset CCTV. Tak luput juga penghitungan hasil kerja Baekhyun selama setahun terakhir.

Ini semua cukup menjadi bukti untuk memenjarakan manusia biadab sepertinya.Orang yang tak pantas untuk hidup dengan bebas, terlebih lagi harus berdekatan dengan yeodongsaeng-ku tersayang.

Aku harus menceritakan kasus lain yang belum diketahui oleh Jehwa ini.

Aku beranjak dari kursi dan berjalan keluar kamar, menghampiri kamar Jehwa dan berniat mengajaknya bicara. Belum sampai aku didepan kamarnya, aku bisa mendengar ia sedang berbicara dengan seseorang, ah atau mungkin ia sedang bertelefon dengan temannya. Jadi kuurungkan niatku dan duduk didepan layar TV, mencari channel yang kuanggap menarik sambil menunggu Jehwa keluar.

Author’s POV

“Lihat semua berkas ini.”Suho menyodorkan beberapa lembar kertas dan meletakannya diatas meja. Lay melihat berkas-berkas itu dengan penasaran, Jehwa menyambarnya dan membolak-balikkan kertas itu satu per satu. Kertas itu berisi semacam hasil laporan sebuah pengecekan dari laboratorium.

“Oppa, apa semua ini?” Jehwa bertanya pada Suho tanpa mengerti apa yang tertera didalam kertas itu.

“Bukti-bukti sementara yang bisa menguatkan kebeneran yang tersembunyi dari Baekhyun.”Suho melipat tangannya didada dan menatap Jehwa intens.

“Apa ini hasil darah dari laboratorium tentang Lay oppa? Ah..maksudku Zhang Yixing?” Jehwa buru-buru melirik Suho, berharap ia tak curiga kenapa Jehwa bisa mengetahui tantang nama kecil Lay. Tapi terlambat, Suho menangkap kata-katanya dan menyipit curiga.

“Bagaimana kau tau tentang nama kecil Zhang Yixing?”Suho semakin curiga dengan gelagat Jehwa yang salah tingkah kali ini.

“A..anu..itu, ah, ya tentu saja aku tau dari Baekhyun, beberapa kali ia menyebut Zhang Yixing dengan nama Lay, jadi aku bisa tau, oppa.” Jehwa menyembunyikan raut kebohongan diwajahnya dengan menutup wajahnya dengan kertas yang sedang digenggamnya itu.

Suho hanya mengangguk mengerti, mencoba mempercayai perkataan Jehwa yang sangat mustahil untuk dipercaya. Jewha melirik Lay yang duduk disampingnya dan menatapnya tajam, seolah tatapan matanya mengatakan ‘pabbo’ dengan jelas. Jehwa mendengus dan kembali berkonsentrasi dengan kertas yang dipegangnya.

Suho tiba-tiba beranjak dan menyambar kaset yang sedari tadi tergeletak diatas meja dan memasukkannya kedalam pemutar kaset.Sesaat kemudian, semua pasang mata yang berada didepan televisi mulai melihat sebuah rekaman CCTV berwarna hitam-putih. Lokasinya kira-kira ada didepan sebuah minimarket disekitar pinggiran kota Seoul. Jehwa memfokuskan matanya pada televisi dan mengenali sosok yang ada didalamnya.

“Itu Baekhyun?” Suho mengangguk singkat.“Siapa yeoja yang bersamanya?Dan apa hubungan rekaman ini dengan pembunuhan Zhang Yixing?” Jehwa sangat penasaran dengan jawaban yang akan diutarakan oleh Suho, wajahnya serius dan tampang bodoh yang biasanya terpasang diwajah Jehwa kini tampak hilang.

“Yeoja itu, adalah korban dari kasus pembunuhan lain yang dilakukan oleh Baekhyun.” Jehwa tersentak dan sukses membuka mulutnya dengan lebar. Tak memedulikan ejekan yang dilontarkan oleh Lay karena ia sangat urakan.

“Jadi..jadi.. Baekhyun punya kasus lain dan sama-sama tentang pembunuhan?” tanya Jehwa terbata-bata.

“Benar. Kasus ini terjadi setahun lalu dan beberapa bulan yang lalu baru ditutup karena tak ada petunjuk lain yang bisa kami temukan untuk kasus pembunuhan itu. Hanya pihak kami yang tau bahwa yeoja itu kemungkinan besar dibunuh oleh Baekhyun. Tapi berita ditelevisi dan surat kabar hanya menyebutnya sebagai orang hilang. Baekhyun sangat licin dan aku sendiri tak tau apa yang harus dilakukan lagi untuk memojokkannya. Pembunuhan itu sangat bersih dan sampai akhirnya kami tutup.” Suho menyelesaikan pembicaraanya dan menjelaskan pada Jehwa sedetail mungkin agar ia bisa mengerti.

“Lalu siapa yeoja itu?Mengapa ia membunuhnya?”

“Yeoja itu adalah yeojachingunya, namanya Jung Hyunmi.Mereka berpacaran sejak masih dibangku SHS dan kabarnya tahun ini mereka akan menikah, namun gagal karena Hyunmi yang tiba-tiba menghilang atau lebih tepatnya ia bunuh.” Jehwa mecoba mengerti semua pernyataan Suho, mengorek ingatannya dan menemukan fakta lain dari perbincangan ini.

Jadi itu sebabnya, kenapa Baekhyun selalu salah memanggilku Hyunmi saat awal kami berpacaran dulu.Kini pertanyaanku terjawab sudah.Baekhyun menganggapku seperti Hyunmi, tapi mengapa?Jehwa terdiam dan berkutat dengan pikirannya sendiri.

“Setahun lalu, aku mengungkap fakta bahwa Baekhyun mengidap penyakit berbahaya, yaitu Psikopat. Aku mengetahuinya dari petugas psikis yang memeriksa Baekhyun waktu itu dan memberi tim penyelidik dengan hasil palsu. Aku sudah menduga itu sebelumnya.Hingga aku menodongnya secara pribadi dan memaksanya berkata jujur dengan hasil psikis Baekhyun yang sebenarnya. Petugas itu tak bisa mengelak daripistolku yang kuarahkan tepat dikepalanya, sehingga ia memberiku hasil pemeriksaan Baekhyun yang asli. Dan itu membuktikan bahwa ia benar-benar memiliki kelainan jiwa yang kita kenal dengan Psikopat tersebut. Petugas itu memintaku untuk tidak memberitahukan pada siapapun dan aku berjanji padanya bahwa hanya aku yang mengetahuinya. Petugas itu telah disogok oleh Baekhyun untuk memalsukan hasil psikisnya dengan uang sebesar satu triliun won.” Suho menyudahi fakta yang ia paparkan, Jehwa tercengang kagum dan benar-benar tak habis fikir mendengar semua cerita ini. *author nggak tau satu triliun won berapa rupiah, yang pasti banyak ya hahaha gapapa deh biar terkesan si Baekhyun kaya beneran kkk~*

“Kau punya rencana untuk bertemu dengan Baekhyun?.” Suho bertanya memecahkan kekaguman Jehwa pada uang setriliun won itu.

“Ne oppa, besok aku ada rencana untuk bertemu dengannya.Waeyo?”

“Bisa tolong kau korek sedikit tentang Hyunmi ketika kau bersamanya besok?”Suho ragu mengucapkan permintaan itu, takut-takut dongsaengnya yang bodoh itu malah mencurigakan didepan Baekhyun.

“Oppa aku juga berfikiran sama, akan kuusahakan mencari tau tentang Hyunmi.” Jawaban Jehwa seketika membuang keraguan Suho dan kini yakin dengan kesungguhan yang terpancar dari mata Jehwa.

“Baiklah.Selalu jaga dirimu baik-baik, oppa tak ingin dongsaeng oppa dalam bahaya karena Baekhyun ataupun karena kebodohannya sendiri.”Suho beranjak dari tempat duduknya dan tersenyum jahil pada Jehwa. Jehwa menangkap apa yang dimaksud aoleh Suho dan hanya mendelik singkat kearahnya. Sempat-sempatnya Suho masih mengejek Jehwa.

“Hahaha…” Suho tertawa singkat dan berlalu kerah dapur.Mengambil segelas jus dan menyikatnya kedalam kamar.

Jehwa masih belum beranjak dan menggiring berkas-berkas itu kedalam kamar. Lay mengikuti dibelakangnya.

“Aku tidak pernah tau tentang hal itu, sungguh.Aku merasa tak enak hati karena ternyata saudara sepupuku seburuk itu.Mungkin aku masih terima jika ia berbuat jahat padaku, tapi yang satu ini, benar-benar sudah keterlaluan.”Ucap Lay panjang lebar sesampainya didalam kamar.

Jehwa bisa mengerti karena selama ini ia tak mengenal Baekhyun dengan dekat karena ia hidup di China. Jehwa meletakan berkas itu diatas meja belajarnya dan duduk diranjang. Lay mengikuti duduk disisi tubuhnya yang menyisakan beberapa ukuran ranjangnya.

“Oppa, aku turut bersedih dengan apa yang kau dan Baekhyun alami.Suho oppa benar, Baekhyun orang yang sangat licin dan tak bisa ditebak.Bisa kurasakan selama aku dekat dengannya beberapa waktu ini.Ia orang yang memiliki kepribadian ganda. Ia sangat baik padaku dan aku tak tau mengapa. Padahal disisi lain ia mengidap penyakit yang sangat berbahaya, ah yang benar saja, Psikopat. Mengerikan…” ucapnya sambil bergidik ngeri dan menyingkirkan ingatan pembunuhan Lay malam itu yang muncul dengan sendirinya.

“Sudahlah, jangan terlalu memikirkan hal itu.Yang terpenting sekarang adalah bahwa kau harus hati-hati dengan manusia licin itu.”Ujar Lay menasehati.

“Ne oppa, pasti.”Jawab Jehwa dengan sungguh-sungguh.

“Jangan berbuat ceroboh..”

“Ne..”

“Jangan bertingkah bodoh…” Lay meledek.

“Ne…” Jehwa memanyunkan bibirnya.

“Jangan genit didepannya..” Lay semakin semangat untuk meledek Jehwa.

“Ne.. lagipula aku tak pernah..”

“Jangan terlalu dekat dengannya…”

“Ne..arra..”

“Jangan memberi cinta padanya…” Jehwa hampir menyangkal perkataan Lay yang belum selesai diucapkan, tapi Lay buru-buru melanjutkannya, “Hanya berikan cintamu untukku…” tutupnya dengan senyum selebar mungkin dikedua pipi tirusnya. Jehwa membungkam mulutnya yang membeku dan tersenyum malu pada Lay.

Keduanya saling pandang dan Lay mendekatkan wajahnya lagi kewajah Jehwa, tapi kemudian Jehwa mengibas-ngibaskan tangannya kesosok Lay yang transparan.

“Menyingkirlah oppa, kau membuatku malu…” kini telapak tangannya merengkuh wajahnya sendiri yang memerah padam. Lay hanya tertawa melihat tingkah Jehwa yang menggemaskan.

Sisa hari itu mereka habiskan untuk saling meledek dan tertawa bersama didalam kamar.Menumbuhkan sebenih cinta terlarang yang tidak masuk diakal. Takdir unik yang hinggap disejarah hidup bagi Jehwa dan sejarah mati bagi Lay masing-masing. *aduh bahasa author ancur, susaaah..plakk*

(Other Place)

“Jadi itu sebabnya mengapa kau tak ingin kusentuh, Jehwa-ah?” gumam seorang namja yang sedang sibuk dengan laptop yang berada dipangkuannya. Matanya menatap layar monitor dengan serius. Tangan kanannya mengerak-gerakkan kursor menjelajahi situs halaman yang sedang ia baca, satu tangan lainnya menjejalkan beberapa suap daging babi yang sedang ia makan tanpa nasi. Ia mengangguk mengerti dan membiarkan pikirannya terbebas kedalam bacaan didepannya.

==ooOO TBC OOoo==

Chapter 6 selesai..

Makin gaje nggak sih? Menurut author iya deh, makin muter-muter nggak jelas.Tapi emang dibuatnya sengaja begitu, mhihihi.Masih ada chapter berikutnya, dan kayaknya chapter tujuh nanti adalah chapter terakhir. Huhuhuhu author kok sedih ya huweee *diem thor ah* hahaha iya iya.

Makasih banyak buat yang masih setia baca FF karya author sampe segini jauhnya.Tungguin chapter berikutnya ya, jangan bosan. Cintaku hanya untukmu readerdeul muahaha =3

*bungkukbarengLay *ciumLay *eh?PLAK😀

9 thoughts on “Crimson Love #6

  1. Rada gmna gitu Ɣå媪 bca adegan kiss nya jelay,,, kekekek
    Hantu ßΐڪΆ kiss ama manusia,, kereeeen keerenn

    Gyyahahahahahah daebak eonni,,
    Aku mw lnjut bcfa dlu Ɣå媪 pai pai (っ˘з(˘⌣˘c)

  2. aduh thorr.. aku makin penasaran nih. trus jelay kopel nantinya gimana?! huaaa. ToT pokoknya lanjutannya jangan lama lama ya thor…

  3. Waah.. Makin kesini makin seru.. Makin sedih juga sih,, penasaran gimana nasib hubungan terlarang lay-jehwa? Dan baekhyun? Kenapa dia bunuh hyunmi??

    • makasih🙂😉
      sip tungguin aja chapter berikutnya ya😀
      karena penyakit baekhyun yang berbahaya itu, baek lupa kontrol dan akhirnya bunuh hyunmi, lagipula ada konflik sedikit diantara mereka ketika hyunmi menolak suatu permintaan baek saat itu hihihi
      kamsahamnida udah RC😉

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s