Secret Love #1

Title                 :  Secret Love (I Hate You) – Chapter 1

 

Author             : Jung Hae Rin

 

Main Cast        :

 

–          Jung Hae Rin (OC)

 

–          Oh Sehun

 

–          Byun Baekhyun

 

Support Cast    :

 

–          Lee Jieun

 

Length                         : Chaptered

 

Genre              : Romance,School life,Comedy(little)

 

Rating              : PG-13

 

 

My first fanfiction! >.<

Maaf kalo kurang memuaskan dan lain-lain ._.

Maafkan kalau banyak typo ;_;

Happy reading! ♥

 

 

——–Secret Love (Chapter 1) – I Hate You!——–

 

Author POV

 

“Eomma,aku pergi dulu ne!”,teriak seorang yeoja dari luar rumahnya.

 

Yeoja itu,Jung Haerin,baru saja pindah dari Paris 2 hari yang lalu. Ia tinggal di Paris selama 5 tahun dan sekarang kembali lagi ke Seoul.

 

Haerin memasuki sekolahnya dengan langkah gontai.

 

“Apa aku benar-benar harus sekolah disini? Ck.”,gerutunya sambil mengacak-acak rambut cokelatnya yang ia urai.

 

Haerin mengamati keadaan lingkungan sekolahnya. Sebenarnya,sekolah ini bagus dan terkenal di Seoul. Tetapi,Haerin tidak menyukainya. Yaaa,karena ia sudah terbiasa bersekolah di tempat yang mewah.

 

“Mwo? Apa eomma tidak salah menyekolahkanku disini? Jinjja!”,gerutunya lagi. Dengan malas-malasan Haerin melangkah menuju kelasnya. Kelas 2A.

 

Haerin segera membuka pintu kelasnya tanpa mengetuk pintu. Disana sudah terdapat Kim Songsaengim dan murid-muridnya yang menatapnya dengan tatapan terkejut.

 

“Apa kau Haerin,anak mendiang Presdil Hyunbin?”,tanya Kim saem padanya.

 

Haerin hanya mengangguk acuh tak acuh terhadap temannya.

 

“Jung Haerin,16 tahun,baru tiba di Seoul 2 hari yang lalu.”,jelasnya singkat,lalu berjalan menuju kursi di dekat jendela kelas itu. Kim saem hanya bisa melongo memandangnya.

 

Ternyata benar apa kata Shinhye ahjumma. Dia memang tidak tahu sopan santun. Gumam Kim saem dalam hati.

 

Haerin mengeluarkan buku catatannya dan mencatat apa yang diajarkan Kim saem di papan tulis. Beberapa anak terlihat sedang membicarakannya.

 

Tidak sopan sekali dia! Seenaknya saja,ck!

 

Apa dia tidak pernah diajarkan sopan santun?

 

Jika ia seperti itu,apa ada namja yang menyukainya? Cantik tapi tidak sopan. Ck!

 

Haerin mendengar apa yang orang itu bicarakan tentang dirinya. Ia ingin marah saat itu juga,tapi ia sadar ia harus menahan semua itu.

 

Bel istirahat berbunyi~

 

Semua anak berhamburan keluar kelas. Hanya tersisa 3 orang di ruangan kelas itu.

 

Haerin merenung di tempat duduknya. Ia menidurkan kepalanya diatas meja.

 

Sudah kuduga. Tak ada yang bisa menggantikan posisi sahabatku.

 

Clara How.

 

“Annyeong.”,sapa seorang yeoja sambil menepuk pelan bahu Haerin.

 

Haerin mendongakkan kepalanya.

 

“Annyeong. Aku Lee Jieun. Panggil aku Jieun saja. Perkataan teman-teman yang tadi- ”

 

“Aku takkan mengingatnya. Geundae,kau tak perlu mengasihaniku. Aku tidak memerlukan itu.”,jawab Haerin ketus.

 

Jieun memandang Haerin sambil menunjukkan raut muka kecewa.

 

“Aku bukan mengasihanimu. Aku hanya…..”,ia menghentikan kata-katanya sebentar. Haerin diam,menunggu kata-kata Jieun.

 

“Ingin berteman denganmu. Bolehkah?”,lanjut Jieun lagi.

 

Berteman… Denganku?

Yang tidak punya sopan santun seperti ini?

 

Haerin terdiam sebentar.

 

“Apa kau benar-benar mau berteman denganku? Bukankah aku tidak punya sopan santun,eo?”,tanya Haerin pada Jieun dengan heran.

 

“Ani. Aku yakin sekali,kau bukan orang yang seperti itu. Sepertinya moodmu sedang buruk sekali. Apa yang terjadi?”

 

Haerin terdiam sekali lagi. Tanpa ia sadari,ia mulai bercerita pada Jieun.

 

“Sebenarnya aku tidak ingin pindah ke Seoul. Dan sekarang,aku merasa semua orang membenciku. Aku jauh dengan sahabatku,jauh dengan namja yang kucintai,geurigo… Jauh dengan eonniku.”

 

Haerin mengusap air matanya yang menyeruak keluar dari pelupuk matanya.

 

“Eonni dan eomma sedang dalam hubungan yang kurang baik akhir-akhir ini. Jadi aku dipindahkan kesini. Padahal aku….” Haerin menangis. Ia tak sanggup lagi menahan air matanya.

 

Jieun yang melihatnya hanya bisa memeluk bahunya sambil mengelus-elus punggungnya.

 

“Sudah,tidak perlu kau ingat lagi. Mulai sekarang kita bersahabat,arraseo?”,ujar Jieun disertai dengan senyum manisnya.

 

Haerin menatap Jieun sebentar,kemudian mengangguk.

 

Gomawo,Jieun-a. Aku berharap kau bisa menggantikan posisi Clara selama aku bersekolah disini..

 

~I~Hate~You~

 

Bel pertanda pulang pun berbunyi. Semua murid membereskan mejanya dan segera keluar dari kelas. Haerin mengambil buku sketsa kesayangannya serta sebuah pensil.

 

Sudah berapa lama aku tidak menyentuhmu,hm?“,gumamnya dalam hati sambil memandangi cover buku sketsanya.

 

Tiba-tiba,Jieun menghampiri Haerin.

 

“Haerin-a. Sebenarnya aku ingin pulang denganmu. Geundae,aku ada acara keluarga sepulang ini,jadi hari ini aku tidak bisa. Gwenchana?”,tanya Jieun.

 

Haerin mengangguk dan tersenyum.

 

“Gomawo Haerin-a sudah mengerti. Annyeong!”,sahutnya cepat sambil melambaikan tangannya pada Haerin.

 

Haerin menyusuri lorong sekolahnya dan berhenti pada suatu tempat. Taman belakang sekolahnya.

 

“Pemandangan disini cukup indah. It’s autumn,eonni-a!”,teriak Haerin ke alam bebas. Seakan-akan mereka yang akan menjawab semua teriakkannya.

 

Haerin berjalan menyusuri taman itu,dan ia menemukan sebuah tempat duduk. Tapi tempat duduk itu sudah diisi oleh seseorang. Yang sedang tidur.

 

Haerin menghampiri namja itu. Ia melihat nametag serta badge kelasnya.

 

Oh Sehun. 3A.

Siapa dia? gumamnya dalam hati.

 

Haerin berjalan dengan langkah yang sangat pelan. Ia berjongkok sambil memandang wajah namja itu dan menelitinya dengan jelas.

 

Namja ini… Tampan. gumamnya lagi.

 

Tiba-tiba namja itu bergerak,membuat Haerin buru-buru berdiri dari posisi jongkoknya.

 

Sehun mengucek matanya pelan,dan mendapati seorang yeoja berdiri di hadapannya.

 

“Nugu?”,tanyanya pada Haerin.

 

Haerin gelagapan. Tenggorokkannya tercekat.

Namun ia berusaha untuk bersikap sesinis mungkin.

 

“Naega? Untuk apa kau mengenal diriku?”,tanya Haerin.

 

Sehun tertawa pelan.

 

“Hey,tentu saja aku harus bertanya. Selama ini,tidak ada yang mau datang kesini. Murid di sekolah ini menganggap bahwa taman ini adalah taman yang anker.”,jelas Sehun.

 

“Anker? Apa mereka buta? Taman seindah ini dibilang anker? Orang-orang itu memang bodoh. Ah sudahlah,apa urusannya denganku? Geundae, bisakah kau geser sedikit?”,tanya Haerin dengan gusar.

 

Sehun memandang Haerin dengan straightfacenya.

 

“Apa lihat-lihat?”,tanya Haerin lagi,dan kali ini lebih ketus.

 

Sehun hanya tersenyum kecil sambil memandang ke arah depan.

 

Yeoja ini…… Menarik. gumamnya dalam hati.

 

Haerin membuka lembaran baru buku sketsanya. Ia mulai menggambar sketsa pemandangan dihadapannya.

 

Sehun hanya bisa diam sambil memperhatikan tingkah yeoja itu.

 

Drtttttt.

 

Sehun meraba sakunya dan mendapati handphonenya bergetar. Ia mengambil handphonenya dan membaca pesan singkat dari eommanya.

 

Sehun-a,segera kembali ke rumah. Tetangga baru kita mengundang kita makan siang 1 jam lagi. Ppali!

 

“Makan siang? Ck.”,gumam Sehun pelan.

 

Ia menoleh ke arah Haerin dan mendapatinya sedang serius menggambar sketsanya. Ia mengamati nametag yeoja itu.

 

Jung Haerin,2A.

 

Sehun tersenyum tipis.

 

“Jadi kau murid 2A ya? Geurom,aku duluan. Sampai jumpa lagi.”,ujar Sehun,lalu beranjak dan meninggalkan taman itu.

 

Haerin memandang kepergian Sehun sesaat,lalu kembali melukis sketsanya.

 

Drttttttt.

 

Haerin merasa adanya getaran di sakunya. Ia merongoh ponselnya dan membaca pesan singkat dari eommanya.

 

Haerinnie! Cepat pulang,ibu mau mengajak tetangga baru kita makan siang bersama,45 menit lagi. Ppaliwa haerin~

 

“Ige mwoya? Haishh,jinjja.”,gerutunya pelan.

 

Ia menutup buku sketsanya dan memandangnya sesaat.

 

Akan kulanjutkan besok. Ujarnya dalam hati.

 

~I~Hate~You~

 

Haerin POV

 

“Eomma,aku sudah siap.”,teriakku sambil menyusuri tangga rumahku.

 

Tanpa kusadari,3 pasang mata sedang menatapku dengan intens. Aku baru menyadari bahwa tetanggaku sudah datang.

 

Aku menutup mulutku,kaget. Aku yakin wajahku sudah merah sekarang.

 

Aku malu!

 

Aku berjalan dengan langkah tertunduk hingga mencapai ruang tamu.

 

“Ah,ini anakku,Yoonjoo ssi. Namanya Jung Haerin.”,jelas eomma pada Yoonjoo ahjumma. Aku tersenyum kaku dan mengucapkan salam.

 

“Kalau dia ini anakku,Shinhye ssi. Namanya Oh Sehun.”,jelas Yoonjoo.

 

Deg.

 

Aku yang sedari tadi menunduk segera mengangkat kepalanya dan mendapati Sehun sedang duduk tepat di seberangku.

 

Sehun pun sama kagetnya denganku.

 

“Mwo??”,teriakku dan Sehun bersamaan.

 

Yoonjoo dan eomma hanya bisa memandangku dan Sehun yang sedang bertatapan sinis.

 

“Omo. Apa kalian sudah saling mengenal?”

 

Aku menatap eommanya lalu tersenyum.

 

“Eo? Ne eomma. Dan dia orang yang menyebalkan. Dia sunbaeku.”,jelasku,masih memasang tampang sinis pada Sehun.

 

“Aniyo ahjumma. Dia yang menyebalkan. Tidak punya sopan santun!”,bantah Sehun.

 

Eomma terlihat sedikit sedih,lalu ia membuka mulut.

 

“Haerin,mewarisi sikap itu dariku. Aku dulu kecil seperti ini,jadi….. Tolong maafkan dia.”

 

Sehun diam. Sedetik kemudian,wajahnya menampakkan raut merasa bersalah. Eomma yang menyadarinya segera membuka suara lagi.

 

“Kuharap kalian bisa menjadi teman yang baik. Kasihan Haerin,ia belum punya tem-”

 

“Aku sudah punya teman eomma!”,pekikku pelan. Eomma tersenyum dan mengangguk.

 

“Sehun,jaga Haerin ne. Kau bisa membantu Shinhye ahjumma kan?”,ucap Yoonjoo ahjumma dengan lembut.

 

Sehun menatap eommanya dan tersenyum dengan terpaksa,lalu mengangguk.

 

“Kalau begitu,ayo kita makan!”,ajak eomma dan kami berempat menuju ke meja makan untuk menikmati santapan.

 

~I~Hate~You~

 

Author POV

 

“Kita bisa membully dia,Sehun-a.”

 

“Apa harus? Dia yeoja, Baek.”

 

“Kau tenang saja. Aku punya trik yang bagus. Ayolah,demi sahabatmu ini. Bagaimana?”

 

Namja yang bernama Sehun itu menghela nafas sejenak,lalu mengangguk.

 

“Bagus. Sekarang,kita harus menemukannya terlebih dulu. Let’s go!”

 

~~~

Haerin POV

 

“Goodmorning Haerin!”,sapa Jieun padaku. Aku tersenyum dan membalas sapaannya.

 

“Mau ke kantin? Aku lapar”,ajakku dan Jieun mengangguk tanda setuju.

 

Aku berjalan menuju ke kantin. Tiba-tiba,aku melihat segerombolan yeoja-tepatnya yeoja-yeoja gila sedang mengerumuni seseorang.

 

“Nugu?”,tanyaku pada Jieun.

 

“Kau tidak tahu? Mereka namja terpopuler di sekolah-Oh Sehun dan Byun Baekhyun,anak kelas 3A. Mollaso?”,ungkap Jieun tak percaya.

 

Aku terdiam.

 

Oh Sehun? Populer? Bullshit!

 

“Dia itu menyebalkan”

 

Jieun memandangku dengan bingung.

 

“Menyebalkan? Apa kau pernah berbicara dengannya?”

 

“Tentu saja. Jeongmal,dia itu-“,belum selesai aku berbicara,Jieun sudah meremas blazerku dan berteriak.

 

“Omo omo! Kau beruntung sekali,Haerin-a! Mereka berdua itu orang yang sangat hemat berbicara. Kau beruntung Haerin-a! Ngomong-ngomong,menyebalkan bagaimana maksudmu?”

 

Aku menatap Jieun dengan muka acuh tak acuh.

 

“Pokoknya dia menyebalkan. Nan molla.”,ujarku cuek. Tiba-tiba,gerombolan yeoja-yeoja gila itu mengerumuni diriku. Aku mendapati Sehun dan Baekhyun berdiri di hadapanku.

 

“Ikut aku.”,ujar Baekhyun dan menarik tanganku bersamanya.

 

“Haerin-a!”,teriak Jieun saat pegangan tangannya denganku terlepas.

 

“Chamkkanman,aku akan kembali!”,teriakku padanya.

 

 

“Kau,Jung Haerin?”,tanya Baekhyun.

 

Aku menatap Baekhyun dengan sinis,seperti biasa. Darimana ia tahu namaku? Oh,keep calm Jung Haerin.

 

“Ne. Apa keperluanmu denganku?”

 

Baekhyun tertawa kecil dan memasang senyum sinisnya.

 

“Kau tidak mengenalku,hm?”,tawar Baekhyun.

 

Aku memandang wajahnya.

Siapa? Kenapa ia tiba-tiba berbicara begitu.

 

“Aku rasa aku tak pernah punya urusan denganmu. So,untuk apa aku mengenalmu?”,ujarku tetap berusaha sinis,meskipun sebenarnya perasaanku sudah berlari menuju kata ‘takut’.

 

“Byun Soowoo. Laki-laki yang meninggal bersama appamu tercinta. Masih ingat?”

 

Byun Soowoo? Bukankah itu sahabat appa?

 

Tunggu dulu….

Byun? Marganya sama dengan Baekhyun! Apa Soowoo ahjussi itu….

 

Appa Baekhyun?

 

“Byun Soowoo ahjussi? Ne aku tahu. Wae?”

 

Baekhyun tidak menjawab pertanyaanku. Tiba-tiba,ia menghimpitku ke dinding dan menahan kedua tangannya di sebelah kepalaku.

Ia menatapku dengan sinis.

 

“M-mau apa kau?”,pekikku,masih dengan tatapan sinis yang kubuat sebaik mungkin.

 

“Tidak perlu menatapku seperti itu. Jika bukan karena lelaki brengsek bernama Jung Hyunbin itu,aku pasti masih bisa merasakan kasih sayang seorang ayah.”

 

Baekhyun melanjutkan kata-katanya.

 

“Dan jika bukan karena telepon darimu,aku yakin,Jung Hyunbin brengsek itu pasti bisa mengemudi dengan baik tanpa menyebabkan kecelakaan yang melayangkan nyawanya dan appaku.”

 

Aku terbelalak kaget. Beraninya ia menghina appaku dengan sebutan lelaki brengsek! Dia kira dia siapa?

 

“Yak! Kau yang brengsek! Berani-beraninya kau menghina appaku! Itu bukan salah appaku,babo!”,teriakku sambil menatapnya tajam. Emosiku tak terkendalikan lagi.

 

Baekhyun mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Ia mencibir pelan.

 

“Itu memang salah lelaki brengsek itu,Jung Haerin. Aku akan memaafkan appamu dan juga dirimu,asal kau memenuhi syarat yang kuberikan.”

 

Syarat? Syarat apa lagi?

 

“Mwo? Syarat? Shireo!”

 

Baekhyun menatapku sambil tersenyum sinis.

 

“Jika kau tidak mau,tidak masalah. Tapi jangan harap kau masih bisa merasakan hidup sebagai manusia normal!”

 

Aku terdiam.

Mwo? Ancaman macam apa itu?

 

Tuhan,tolong lenyapkan aku saat ini juga!

 

Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menerima syarat yang diberikannya?

 

Akhirnya aku mengangguk pasrah.

 

“Baik. Sekarang sebutkan semua syarat itu. Tapi sebelumnya,bisakah kau menjauhkan wajahmu dariku?”,ucapku dengan nada getir.

 

Baekhyun melonggarkan jarak antara kami berdua.

 

“Bagus. Syarat yang pertama. Kau harus melakukan apapun yang aku perintahkan. Yang kedua,kau tidak boleh menceritakan hal ini pada siapapun. Bersikaplah seolah-olah kau tidak memiliki beban pikiran dan menikmati hari-harimu. Dan yang terakhir…….”Baekhyun menghentikan penjelasannya.

 

Aku mengernyitkan kening.

Apa ini? Firasatku tidak enak. Atmosfer ini sangat aneh. Apa yang ia mau?

 

“Jangan pernah menaruh hatimu pada Sehun,karena aku takut kehilangan sahabatku. Seperti aku kehilangan appaku.”,ujarnya dengan sinis.

 

“Karena kurasa.. Semua orang yang sayang atau cinta padamu akan ketiban S-I-A-L,karena kaulah biang dari ‘sial’ tersebut.”

 

 

Gosh! Apa yang ia katakan barusan? Menyukai Sehun?

 

Oh Tuhan,demi apapun,aku takkan pernah menyukainya!

 

Dan ia bilang,aku biang dari sial? Dasar lelaki tidak tahu diri!

 

Ini pertama kalinya aku mendengar syarat semacam ini. Syarat teraneh sedunia!

 

“Hanya itu? Baiklah,aku sangat yakin,aku bisa menjalankannya dengan baik. Aku permisi.”

 

Baru saja aku akan pergi,Baekhyun menarik pergelangan tanganku.

 

“Eitss.. Tunggu dulu. Nanti pulang kujemput dikelasmu. Arraseo?”

 

Mwo? Dia akan menjemputku?

Kurasa ajalku memang sudah dekat.

Bisa-bisa aku dibunuh yeoja-yeoja gila itu!

 

Bel pulang berbunyi. Jantungku serasa akan copot dari tempatnya.

 

Ajalku sudah dekat. Sebentar lagi. Dan…

 

“Haerinnnnnnnn!” Sial. Namja itu sudah datang.

 

Oppa!! Untuk apa kau mencari yeoja tidak tahu sopan santun itu?

 

Oppa kau tampan sekali hari ini!!

 

Ch. Sudah kuduga. Yeoja-yeoja gila itu muncul lagi.

 

“Yak babo! Ppali!.”,panggilnya lagi dan ia menarik tanganku cepat.

 

“Lepaskan!”,pekikku.

 

Baekhyun menatapku sinis. Aku yang mengerti maksud pandangannya segera tersadar karena aku harus menjalankan syarat yang ia berikan.

 

“Arraseo,Byun Baekhyun.”,kataku sambil berjalan di belakangnya. Baekhyun mendekat dan berbisik.

 

“Jangan panggil aku Baekhyun. Panggil aku SUNBAE!”,bisiknya pelan.

 

“Apa maksudmu?”,tanyaku padanya.

 

“Bawakan tasku. S-e-k-a-r-a-n-g!”,ujarnya enteng.

 

Sial! Sial sial sial! Aku bukan pembantumu,Byun Baekhyun!

 

Awas saja kau! Berani-beraninya mempermalukanku didepan anak-anak kelas 2!

 

“Arraseo,sunbae.”,kataku pelan,lalu ia melempar tasnya padaku.

 

“Jangan sampai jatuh ataupun kotor. Kau akan mati.”,ancamnya.

 

Sehun memandangku dengan tatapan datar.

 

“Sehun-a,kenapa kau masih menenteng tasmu? Berikan saja pada uri Haerin.”,ujar Baekhyun sambil tersenyum miring. Sehun menghela nafas dan melempar tasnya padaku.

 

Mereka berlalu dari hadapanku.

 

Apa kehidupanku di hari-hari selanjutnya akan terus begini?

 

Sabar,Haerin! Ini demi harga diri. Harga diri!

 

Aku masih memandang mereka dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.

 

Baekhyun berhenti.

 

“Sampai kapan kau akan berdiri disana? Jangan salahkan aku jika kau harus berjalan selama perjalanan pulang.”,ujar Baekhyun enteng.

 

What the hell? Apa dia gila?

 

Tuhan,lenyapkan aku sekarang!

 

“Ne,sunbae!”,teriakku sambil menyusulnya.

 

 

~I~Hate~You~

 

 

Baekhyun dan Sehun merebahkan tubuhnya di sofa.

 

Apa mereka tidak menyadari keberadaanku disini? Hey! Aku ingin pulang!

 

“Ya babo. Cepat buatkan jus untukku dan Sehun. C-E-P-A-T!”,teriaknya padaku.

 

Sial. Aku lagi aku lagi.

 

“Kapan aku boleh pulang,sunbae?”

 

Baekhyun menyeringai dan menatapku tajam.

 

“Setelah aku menyuruhmu pulang,babo.”,ujarnya santai.

 

Apa dia bilang tadi? Apa telingaku bermasalah?

 

Kenapa hal ini harus terjadi padaku,appa?

 

Aku berjalan menuju dapur dan mengambil buah di lemari es.

 

Seenaknya saja dia! Dasar manusia tidak berprikemanusiaan!

 

Aku memblender es dan buah-buah tersebut dan menuangkannya pada 3 gelas.

 

Awas kau,Byun Baekhyun!

 

Tiba-tiba,aku merasakan langkah kaki mendekati keberadaanku. Dan….

 

“Haerin? Ada yang bisa kubantu?”,tanya namja itu.

 

Namja itu… Oh Sehun.

 

“Dwaesseo. Tidak perlu.”,ujarku ketus. Bagaimanapun juga,ia adalah sahabat Baekhyun,sekokongkolannya.

 

Sehun menghela napas. “Yasudah. Ternyata ada juga orang sepertimu.”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Menolak bantuan dari orang lain.”,kata Sehun sambil tersenyum miring,lalu berbalik ke arah sofa.

 

Erghhh! Awas saja kau,Oh Sehun!

Andai saja syarat bodoh itu tidak ada,aku pasti sudah melaporkan semua ini pada eomma!

 

Tuhan,kuatkan aku……

 

Aku membawa nampan berisi 3 gelas jus ke ruang tv dan meletakkannya diatas meja. Baekhyun memandang gelas-gelas itu sesaat.

 

“Kenapa ada 3? Apa kau tidak bisa menghitung jumlah manusia disini? Hanya ada 2,aku dan Sehun.”

 

Jleb. Apa yang baru saja dikatakannya?

 

“Mwo? Kau kira aku bukan manusia? Kau kira aku tidak haus? Aku juga ing- mmphh!”,belum selesai aku berbicara,Sehun sudah membungkam mulutku dengan tangannya.

 

“Baekhyun-a,jangan berlebihan seperti ini. Biarkan saja dia minum.”,ujar Sehun. Baekhyun menatapku dengan sinis.

 

“Kau boleh minum setelah kau membersihkan kamarku. Dan kurasa,kau harus mengepel,menyapu,menyuci bajuku,dan menyuci piring-piringku. Setelah selesai,kau boleh pulang. Okay?”

 

Astaga. Aku benar-benar ingin menangis sekarang.

Apa aku memang terlihat seperti seorang pembantu?

Apakah aku harus diperlakukan sekasar ini oleh orang itu?

Jika bukan karena ibu,kau sudah mati,Byun Baekhyun!!

 

“Kau tidak menjawab? Berarti kau setuju. Aku akan menemui temanku sebentar. Sehun,kau awasi dia. Jangan biarkan dia memakan atau meminum sesuatu, 1 tetes air sekalipun.”,kata Baekhyun dan ditanggapi dengan anggukan dari Sehun.

 

“Cepat! Kau tidak dengar apa yang Baekhyun katakan?”,teriak Sehun padaku.

 

“N-ne. Aku akan mulai dari dapur dulu.”,ujarku dengan nada setegar mungkin dan berlalu dari hadapan Sehun.

 

Kuatkan aku Tuhan. Aku yeoja kuat! Aku tidak boleh terlihat lemah!

 

Lihat saja, Byun Baekhyun dan Oh Sehun!!

 

Aku menyuci piringnya,menyapu,serta mengepel seluruh pelosok rumah Baekhyun. Mencuci,lalu menjemur pakaiannya.

 

Apa ia kira aku robot? Aku lelah!

 

Lalu aku masuk ke kamarnya. Membersihkan kamarnya,menata bantal dan gulingnya,dan mengembalikan posisi cover bednya seperti semula.

 

Selesai! Aku memekik pelan sambil duduk di pinggir tempat tidurnya.

 

“Apa appanya juga sekejam ini?”,tanyaku pada diri sendiri. Air mataku yang sudah kupendam sejak tadi mendadak mengguyur pipiku dan membentuk sungai tipis disana.

 

Aku menangis. Menangis karena seorang Byun Baekhyun.

 

Aku terduduk di lantai,menekuk lututku dan aku membenamkan kepalaku disana. Kurasakan sakit di bagian punggungku.

 

Eomma.. Mianhae.. Aku terisak.

 

Sial! Kenapa aku menangis?

 

Aku menenangkan diri sambil memeluk lututku. Dan aku sadar,kepindahanku ke Seoul ini justru menambah beban hidupku.

 

Tiba-tiba,aku teringat akan seseorang. Seseorang yang selalu menemaniku dalam suka dan duka. Seseorang yang selalu membantuku memecahkan masalah hidup. Seseorang yang membuat hidupku terasa sempurna.

 

Nae sarang eonnie……

 

 

~I~Hate~You~

 

 

Sehun POV

 

Kenapa anak itu lama sekali?

 

Aku menyusul Haerin ke dalam kamar Baekhyun. Kulihat kamarnya telah bersih dan tertata rapi.

 

Kemana orang itu? Apa ia sudah pulang?

 

Aku menyusuri kamar Baekhyun dan mencarinya. Tiba-tiba,aku melihatnya tergeletak di lantai dengan posisi meringkuk.

 

Apa yang terjadi dengannya?

 

Aku menaruh tanganku di depan hidungnya,untuk memastikan apa ia masih hidup.

 

Ia masih bernafas! Kurasa ia tertidur.

 

Aku menggendongnya perlahan dan membawanya keluar kamar. Tepat saat aku membuka pintu depan,Baekhyun datang.

 

“Sehun-a! Apa yang sedang kau lakukan dengan yeoja babo ini?”,tanyanya padaku.

 

“Sst. Biarkan dia Baekhyun-a. Kurasa ia terlalu lelah. Aku akan membawanya pulang ke rumah. Kasihan eommanya.”,jelas Sehun,lalu berlalu dari hadapan Baekhyun.

 

“Ch. Yeoja itu,pasti pura-pura ketiduran. Ia mau menarik perhatian Sehun? Hah? Never!”,desis Baekhyun sambil memasang senyum sinisnya.

 

Kenapa harus begini,Byun Baekhyun?,gumam Sehun dalam hatinya.

 

 

~I~Hate~You~

 

 

Sehun POV

 

Eomma Haerin terlihat sangat khawatir. Aku terpaksa berbohong dan mengatakan bahwa ia kelelelahan akibat mengerjakan tugas.

 

Aku akui,Baekhyun memang sedikit keterlaluan. Tapi aku juga mengerti,sakit hati yang Baekhyun rasakan.

 

“Aaah!”,teriakku sambil memukul meja. Kepalaku sudah pusing memikirkan semua ini.

 

Di satu sisi,aku kasihan dengan Haerin. Bagaimanapun,ia adalah yeoja. Tidak sepantasnya Baekhyun melakukan semua itu padanya.

 

Tapi di lain sisi,aku kasihan dengan Baekhyun. Yaa,aku mengerti perasaan sakit hatinya yang mendalam itu.

 

Geundae….

Itu bukan salah Haerin sepenuhnya bukan?

 

Hah! Molla!

 

Lebih baik aku membereskan kamar ini. Sudah lama sekali tidak dibereskan.

 

Aku melangkah menuju lemari kamarku dan mendorongnya perlahan,bermaksud membersihkannya.

 

Tepat dibelakang lemariku,terdapat pintu berwarna cokelat.

 

“Kamar apa ini?”,tanyaku sambil mencoba untuk membuka pintu itu.

 

Krek….

 

Terdapat sebuah lemari yang menghalangi pandanganku. Aku pun berjalan dari belakang lemari itu perlahan. Tubuhku yang kurus ini memudahkanku untuk melaluinya.

 

Tampaklah sebuah kamar bernuansa pink yang menghiasi pandanganku. Aku melihat seorang yeoja sedang tertidur,dan parahnya ia adalah….

 

“Mwo?????”

 

 

TBC~~~~

Siapa yang lagi tidur itu? >.<

Gimanaa? Ini ff pertama author loh ><

Diakui,terbuatnya ff ini emang terinspirasi ff author kesayanganku :3

Tapi ini murni imajinasiku kok,ga ada unsur plagiat ‘-‘)b

RCLnya yaaa jangan lupa😄 don’t be a silent readers!

23 thoughts on “Secret Love #1

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s