Crimson Love #7

Crimson Love – Chapter 7

crimson-love-poster

Title : Crimson Love

Author : Last Rebellion

Main Cast :

– Zhang Yi Xing a.k.a Lay (EXO-M),

– Kang Je Hwa a.k.a Jehwa (OC),

– Byun Baek Hyun a.k.a Baekhyun (EXO-K)

Support Cast :

– Kang (Kim) Joon Myun a.k.a Suho (EXO-K)

– Han Yeo Rin a.k.a Yeorin (OC)

– Wu Fan a.k.a Kris (EXO-M)

– Jung Hyun Mi a.k.a Hyunmi (OC)

Length : Chapter

Genre : Romance, Action, Horror, Tragedy, Fantasy

Rating : PG-17

Summary : Jiwa ini memang kehilangan raganya, tapi cinta ini tahu dimana tempat perhentian sesungguhnya. Ketika akhir telah datang, semua akan terbayar sebagaimana mestinya.

Disclaimer : Semua cast punya Tuhan, keluarga, agensi mereka masing-masing, author cuma pinjem nama mereka demi kelancaran imajinasi author dan readerdeul ahahaha~ Kim Joon Myun nya ganti marga sebentar ya ohohoh.

P.S: Akhirnya author bisa bernafas lega setelah berniat menyelesaikan Crimson Love ini. Sejak pertama terancang FF ini, author niatnya cuma mau bikin jadi 6 chapter aja, tapi berhubung dalam penulisannya ternyata membengkak, akhirnya author putusin buat mengakhiri di chapter 8 nanti. Jadi jangan sampe ketinggalan buat finale chapter-nya ya ^^

Terima kasih banyak tetap tercurah pada seluruh reader, yang diligent maupun yang sider. Thanks a Lot guys, you give me more cheerful in every single part of Crimson Love😉

Selamat menyimak dua chapter terakhir dari Crimson Love by Last Rebellion ^o^/

Happy Reading ^^

Author’s POV

Ting tong…

“Annyeong oppa..” senyum manis mengembang dipipi Jehwa yang menenteng kantong berisi makanan dikedua tangannya.

“Waahh..kau bawa apa Jehwa-ah? Banyak sekali.”Ujar Baekhyun membuka pintu apartemen dan mendapati Jehwa telah berdiri disana sembari menyambar kedua kantung ditangan Jehwa saat yeoja itu terlihat kesusahan membawanya.

“Itu makanan dan beberapa snack. Oppa pasti belum sarapan kan? Jadi tadi aku buatkan.”Baekhyun menggiring Jehwa memasuki ruang apartemennya dan mempersilahkan yeoja itu duduk disofa putih yang tersedia.Baekhyun membongkar kantong yang dibawa Jehwa dan meletakkan barang-barang itu diatas meja.

“Waahh, banyak sekali Jehwa-ah, dan kelihatannya sangat lezat.”Tangannya membuka macam-macam kimchi yang bertumpuk diwadah taperwear, memandanginya dengan nafsu.

Jehwa memperhatikan Baekhyun, merasa senang karena makanannya direspon dengan baik oleh Baekhyun.“Palli makan makanannya. Aku sudah sarapan dirumah jadi oppa sarapan sendiri ya hehehe..”

Jehwa tak ingin mendapatkan resiko memakan makanan yang Baekhyun sediakan, berjaga-jaga dari segala kemungkinan buruk yang bisa saja dialaminya. Sehingga ia harus rela merasa kerepotan karena harus membawa makanannya sendiri ke apartemen Baekhyun. Sekali lagi, demi keselamatannya.

“Baiklah.”Dijejalkannya makanan itu kedalam mulutnya.”Anggaplah ini seperti rumah sendiri, tak perlu sungkan.”Baekhyun memakan makanan Jehwa dengan lahap, sementara Jehwa membongkar kantong lainnya memindahkan snack keatas meja dan memasukkan minuman kedalam kulkas.

Setelah beberapa waktu berlalu, Baekhyun menyelesaikan sarapannya dan kini duduk disamping Jehwa diatas sofa. Baekhyun melirik Jehwa, melihat reaksi yang akan ditunjukkan oleh Jehwa. Ia beringsut sedikit menjauhi Baekhyun yang merapat ketubuhnya.

Jadi dugaanku memang benar.Baekhyun membatin.

Baekhyun teringat dengan artikel yang dibaca olehnya dihalaman internet semalam.Ia mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada Jehwa. Setelah menemukan jawabannya, ia berniat menanyakan semua ini pada Jehwa secara langsung. Otaknya kemudian menyusuri kalimat dalam artikel itu didalam ingatannya.

Androphobia

Androphobia adalah ketakutan abnormal yang terjadi secara terus menerus terhadap kaum laki-laki.Dalam kebanyakan kasus kondisi ini disebabkan oleh peristiwa traumatis, seperti pernah melihat ibunya dilecehkan secara fisik, verbal atau pernah menjadi korban pemerkosaan.Atau bahkan mengalaminya sendiri.Hal ini akan berkaitan erat dengan rasa takut yang melekat di memori orang tersebut.

Fobia terhadap laki-laki ini bisa memiliki efek buruk terhadap kehidupan pribadi dan profesionalitas kerja seseorang, karena itu sebagian besar penderita androphobia memilih hidup sendiri tanpa melakukan perawatan psikologis. Meskipun orang tersebut bisa hidup normal, tapi mungkin tidak pernah tahu seperti apa sebuah pernikahan.

Hal ini bisa mengganggu karena setiap hari seseorang pasti akan bertemu dengan kaum laki-laki dimanapun orang tersebut berada. Kondisi ini tentu saja akan membuat seseorang tidak bebas melakukan kegiatan sehari-hari atau bekerja untuk mencapai karir yang diinginkannya.

Ada beberapa gejala yang menyertai seorang androphobia jika melihat seorang laki-laki :
1. Rasa takut terhadap laki-laki yang irasional
2. Merasa panik
3.Timbul perasaan seperti diteror
4.Jantung tiba-tiba berdetak cepat
5.Kesulitan bernapas
6.Gemetar
7.Cemas serta sering menghindari hal-hal tertentu yang berhubungan dengan laki-laki.

Berbagai spekulasi terlintas dalam pikiran Baekhyun.

Apakah Jehwa adalah korban perkosaan? Tapi sepertinya ia tidak menderita penyakit itu secara parah, buktinya ia masih bisa berinteraksi denganku, walau tak secara fisik. Lalu mengapa ia selalu menghindar sentuhanku. Dan selama aku mengenalnya, ia tak pernah memiliki teman namja. Ketika kutanya apakah ia pernah pacaran sebelumnya, ia menjawab tidak. Saat aku penasaran dengan apa yang dilakukannya didalam kelas, yang ia ceritakan selalu Yeorin, teman sebangkunya. Ia tidak mengikuti club disekolah dan selalu dirumah. Apalagi menilik sikapnya seminggu yang lalu saat kecelakaan itu, semakin membuatku curiga bahwa ia benar memiliki penyakit itu.

“..Oppa!!”Bentakan Jehwa sukses membuyarkan lamunan serius Baekhyun.

“Ah..ya, Jehwa-ah.” Baekhyun gelagapan karena menjawab panggilan Jehwa yang tak didengarnya sejak tadi.

“Kenapa?Oppa melamun?” Jehwa memandangi Baekhyun dengan kesal karena ia tidak diperhatikan kehadirannya.

“Ti..tidak.. aku hanya sedang memikirkan sesuatu.” Baekhyun berniat bertanya pada Jehwa tentang apadipikirkan olehnya barusan, sebelum Jehwa kembali bicara dan mengganti topik pembicaraan.

“Oppa..ayo jawab pertanyaanku.”

Baekhyun menautkan kedua alisnya.“Pertanyaanmu?” ucapnya bingung.

“Kau tak mendengar pertanyaanku tadi? Ck! Aigoo..”Jehwa semakin menatap Baekhyun dengan kesal.

“Mianhae..aku tak mendengar, coba kau ulangi sekali lagi.”

“Kita hari ini akan nonton apa? Kau bilang ingin mengajakku menonton disini.”Jehwa mengucapkan setiap katanya dengan tekanan yang sangat kentara.

Baekhyun berfikir sejenak.Tangannya langsung menyambar kotak berisi kepingan CD koleksinya.“Pilih sendiri saja disini.Aku akan mengikuti apa yang ingin kau tonton.”Ia menyerahkan kotak itu ke pangkuan Jehwa. Baekhyun kemudian beranjak dari sofa menuju dapur.

“Baiklah.”Jehwa mulai sibuk mengorek isi kotak itu yang berisi CD dengan jumlah yang sangat banyak. Kotak itu berisi film-film lama sampai yang terbaru, kebanyakan adalah film barat dan film Jepang. Setelah beberapa lama Jehwa tak menemukan film yang dianggapnya menarik, akhirnya tangan Jehwa berhenti disebuah CD yang menarik perhatiannya, terlihat wadahnya telah usang.

My Past..”Jehwa menggumamkan judul yang tertera di sampul CD. Tak ada cover dan synopsis yang tertulis disana, Jehwa mengira ini adalah CD pribadi milik Baekhyun. Ia membuka bagian dalamnya dan tertulis ‘My Brother’ dan ‘My Love’ dibagian permukaan CD. Kata itu menarik perhatian Jehwa dan memutuskan mengambil CD itu.Ia tak menemukan Baekhyun disampingnya dan melihat ia sedang mengambil beberapa minuman didalam kulkas yang sebelumnya ditata rapi oleh Jehwa.

Jehwa manyalakan DVD dan memasukkan CD itu kedalamnya.Baekhyun telah duduk disampingnya dan meletakkan beberapa minuman diatas meja.

“Film apa yang kau pilih?” tanya Baekhyun penasaran.

“Ini..”Jehwa mengibaskan wadah itu diudara. Baekhyun menyipit dan mengerti apa yang dipegangnya. Wajahnya agak berubah saat memahami apa yang diputar oleh Jehwa. Namun ia kembai merubah wajahnya seperti biasa. Ia hanya mengangguk singkat.

Jehwa mengambil yoghurt di meja tanpa harus Jehwa menerimanya dari tangan Baekhyun. Baekhyun menyadari apa yang Jehwa lakukan.

Mata keduanya kini menatap televisi dan menonton apa yang disuguhkan didalamnya. Gelegak tawa Jehwa pecah seiring matanya memperhatikan kedepan layar, Baekhyun hanya tersenyum miris sekaligus malu.Kaset itu adalah dokumentasi masa remaja Baekhyun yang sangat lucu. Jehwa tak henti-hentinya tertawa melihat Baekhyun kecil ada didalam sana sedang didandani oleh ibunya sendiri seperti perempuan. Yang membuat Jehwa semakin terbahak adalah, bahwa Baekhyun sama sekali tak keberatan dibuat cantik dan kelihatan sangat menikmati apa yang dilakukan oleh ibunya itu.

“Oppa..kau..sangat..lucu.. hahahaha..” Jehwa menyempatkan diri mengucapkan kata-kata itu. Sementara Baekhyun mengikuti Jehwa yang tertawa, bukan karena ia melihat dirinya yang konyol didalam layar, tapi karena Jehwa tertawa dengan lepas dan membuatnya bahagia.

Setelah cuplikan Baekhyun yang didandani itu habis, kini layar menampilkan cuplikan lain.

Jehwa sempat tersentak kaget saat melihat Baekhyun sedang bersama namja lain yang duduk bersebelahan. Jehwa merasa tak asing melihat namja itu, terlebih lagi ketika namja itu tersenyum dan menampilkan lesung pipit yang sangat manis dipipi kanannya. Itu Lay. Saat ia masih kecil.

Jehwa menutupi kekegetannya dengan pura-pura bertanya pada Baekhyun. “Itu siapa oppa?” ia melihat raut wajah Baekhyun yang mulai berubah.

“Itu saudara sepupuku yang berada di China. “ jawabnya singkat.

Jehwa mengangguk mengerti, menutupi segala ketahuannya. “Apakah yang ada difoto itu?” ia menunjuk dinding bertempel pigura foto keluarga yang dulu ia tanyakan pada Baekhyun saat pertama kalinya berkunjung ke apartemen Baekhyun. Baekhyun hanya mengannguk.

Jehwa kembali menatap layar dan mendapati mereka berdua sedang bernyanyi bersama.Baekhyun bermain piano dan Lay bermain gitar.Ada seekor anjing ucu berwarna putih salju bertengger dibawah mereka berdua. Membuat cuplikan itu terihat lebih manis.

“Oppa kau bisa bermain piano?” Jehwa penasaran karena selama ini ia tak pernah melihat Baekhyun memainkan alat musik, begitu juga dengan Lay yang ternyata sangat jago dalam memetikkan gitar.

“Ya begitulah..” jawab Baekhyun malu-malu.

“Kau harus menunjukkan permainanmu suatu saat nanti, oke?”

Baekhyun mendesah.“Tapi aku sudah lupa bagaimana memainkannya Jehwa-ah.”

“Itu berarti kau harus berusaha dan belajar lagi agar kau bisa menunjukannya untukku.”Jehwa memaksa Baekhyun untuk mengiyakan permintaannya.

“Baiklah, akan kucoba..” akhirnya Baekhyun pasrah dan menuruti permintaan Jehwa.

“Itu anjingmu, oppa?”

“Iya, anjing kami berdua, namanya Kkabom, lucu bukan?”Jehwa mengangguk menyetujui.

Jehwa kembali terlarut pada tontonannya dan melihat Lay yang sangat lihai memainkan gitar, tak terasa wajahnya selalu tersenyum melihat Lay kecil tersenyum dengan bahagia bersama orang biadab seperti Baekhyun, orang yang telah membunuhnya. Perasaan kesal kembali terbesit didalam hati Jehwa, tapi itu tak membuat Jehwa memudarkan senyumannya karena ia terus menatap Lay dengan penuh cinta.

Sesaat kemudian hatinya merasa sakit, sakit karena cintanya dipisahkan oleh Baekhyun.Cinta didalam hatinya harus terlarang karena perbuatan Baekhyun.Semua ini adalah kesalahan Baekhyun.Diredam seluruh kekesalan Jehwa didalam hatinya.Menatap nanar pada layar, menyadari namja yang dicintainya telah berbeda dunia dengannya.

Cuplikan itu berakhir dengan adegan berpelukan antara Baekhyun dengan Lay, Jehwa sangat muak sebenarnya melihat Baekhyun yang tertawa bersama Lay. Jehwa melirik Baekhyun, ingin mengetahui seperti apa responnya melihat adegan itu. Tertnyata rautnya tetap datar seperti tidak pernah terjadi apa-apa, bahkan raut penyesalan tak tertera sedikitpun diwajah mulusnya itu.

Kini layar menampilkan cuplikan ketiga.Sebelum cuplikan itu menampilkan gembarnya.Baekhyun tiba-tiba menyambar remote DVD dan menjeda cuplikan itu.

“Berjanjilah padaku kau tak akan terkaget saat melihat cuplikan selanjutnya.”Baekhyun menatap Jehwa dengan serius.Jehwa yang bingung karena Baekhyun tiba-tiba bersikap aneh, hanya mengangguk mengerti.

Ada yang aneh saat Jehwa mulai menonton apa yang ada dicuplikan itu. Jehwa sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Itu….” Ucapnya terbata menunjuk layar dan menganga lebar.

“Itu mantan pacarku dulu.” Ujarnya singkat.Jehwa semakin menganga lebar. Akhirnya ia bisa melihat orang yang dibunuh oleh Baekhyun setahun yang lalu, orang yang katanya ia cintai namun tega dibunuh olehnya sendiri.

Yang membuat Jehwa menganga dengan semakin lebar dan kini menyadari apa yang dimaksud oleh Baekhyun bahwa ia diminta untuk tidak terkaget adalah, wajah yeoja itu yang begitu mirip dengan wajahnya. Tanpa terasa ia menyentuh wajahnya sendiri. Tak percaya bahwa ia akan melihat wajahnya yang lain berada didalam layar bersama Baekhyun diwaktu yang berbeda. Semuanya terlihat sama kecuali arah rambut mereka yang berbeda. Senyum berbeda yang mengartikan banyak hal dan terlebih lagi mereka berdua bersentuhan, tidak seperti Jehwa dengan Baekhyun yang selalu menghindar melakukan kontak fisik.

“Ia menghilang setahun yang lalu..”Baekhyun mulai bercerita tentang yeoja itu, Hyunmi. Persis seperti apa yang diceritakan oleh Suho. Kebohongan lain yang diucapkan oleh Baekhyun. Jehwa berpura-pura mengerti dengan cerita Baekhyun, padahal ia justru lebih mengerti dengan kebenaran yang tersembunyi dibalik cerita Baekhyun itu.

Baekhyun mengakhiri ceritanya dan terlihat seperti benar-benar terlarut pada ceritanya sendiri, meyakinkan Jehwa bahwa ia mencintai yeoja itu dan kini ia mencintainya karena memiliki paras wajah yang persis. Jehwa memandang layar yang kini telah mengakhiri cuplikan yang mereka tonton sebelumnya.

Ia menghela nafas panjang. Suasana menjadi hening dan memikirkan banyak hal diotak masing-masing. Pikiran Jehwa melayang-layang antara Lay dan Hyunmi. Bagaimana mereka seperti takdir yang telah tertulis dengan rapi, bagaimana ia bisa jatuh cinta pada sosok yang memiliki hubungan darah dengan orang yang mencintai seorang yeoja dengan wajah yang sama dengannya, dan mereka berdua telah dibunuh oleh orang yang sama, oleh Baekhyun.

Jehwa terlarut pada pikirannya sendiri sehingga ia tak menyadari Baekhyun yang telah duduk lebih rapat pada tubuhnya.

“Jehwa-ah..”Baekhyun memanggilnya tepat disisi tubuhnya.Membuatnya tersentak kaget dan menoleh pada Baekhyun yang melihatnya dengan intens.“Apa kau bisa merasakan rasa kehilanganku yang sangat besar sepeninggal yeoja itu?” kelembutan suara Baekhyun tak bisa dipungkiri oleh Jehwa, membuatnya berfikir sejenak memahami kata-kata yang diucapkan oleh Baekhyun.

“Bisakah kau merasakan bahwa aku telah mencintaimu sejak dulu? Walaupun raga kalian berbeda, tapi cinta yang kurasakan dihati tetaplah sama, aku mencintaimu sebesar aku mencintai yeoja itu.” Jehwa bisa merasakan hembusan nafas Baekhyun yang menyentuh kulitnya dan mulai bergidik.Ia terdiam, tak bisa menjawab pernyataan Baekhyun. Ia merasakan mata Baekhyun yang menatapnya dengan tajam namun lembut membuatnya risih. “Jehwa-ah…” panggilnya lagi.

Jehwa menoleh dan hampir menjawab perkataan Baekhyun saat namja itu memanggil namanya untuk yang kedua kalinya.Namun mulutnya segera tertutup saat melihat Baekhyun mendekatkan wajahnya pada wajahnya.Ia pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, tapi kasusnya lain, namja ini bisa ia sentuh dan namja lain yang pernah melakukan hal ini pada Jehwa tak bisa disentuh. Tubuhnya mendadak tak bisa digerakkan karena ia merasa bingung dan gugup.

Ia tak menutup mata seperti yang pernah ia lakukan dengan Lay. Ia menguasai diri dan langsung mengalihkan perhatian dan menjauh dari Baekhyun.

“Wahh ternyata yoghurt-nya masih tersisa satu, aku minum ya oppa.”Jehwa beranjak dari sofa dan menyambar botol itu diatas meja.Bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Belum sempat Jehwa membuka botol itu, tangan Baekhyun telah mendarat dipergelangan tangannya.Tubuhnya menunjukkan reaksi penolakkan. Jehwa mencoba melepaskan genggaman Baekhyun, tapi ia gagal karena Baekhyun mencengkeram tangannya dengan kuat. Tubuhnya mulai gemetar dan merasa tak enak.Baekhyun menatapnya dengan tajam.

“Oppa..lepaskan aku!” Jehwa memberontak, meminta dilepaskan dari genggaman Baekhyun.Tapi Baekhyun tak mengindahkan permintaan Jehwa, satu tangannya yang bebas justru memegang lengan jehwa yang lain. Jehwa mulai merasa tak kuat dan mual.Nafasnya terengah-engah.

“Katakan padaku rahasia yang kau sembunyikan selama ini, tentang dirimu sendiri.”

Baekhyun tak berhenti disana, kedua tangannya kemudian merengkuh tubuh Jehwa, memeluknya dan Jehwa telah kehilangan pertahanan, perutnya terus menahan mual dan keringat bercucuran dari pelipis matanya.Tubuhnya melemas dan nafasnya putus-putus membuatnya merosot kelantai dari rengkuhan Baekhyun.

Baekhyun menyadari akibat perbuatannya, ia melepaskan Jehwa dan berjongkok didepannya. “Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku.”Jehwa melelehkan airmatanya dan merengkuh wajahnya sendiri.Merasa sakit karena diperlakukan tidak baik oleh namja yang mengatakan mencintainya.

Baekhyun berniat menyentuhnya, tapi ia urungkan setelah melihat apa yang diperbuat olehnya barusan, tak mungkin ia menyentuh Jehwa lebih lanjut atau akan semakin memperburuk keadaan Jehwa.

“Kau…kau bukannya menderita Androphobia?” Baekhyun menatap Jehwa dengan saksama, menunggu reaksi yang ia tunjukkan dengan tebakan yang Baekhyun lontarkan secara mengejutkan.

Jehwa membuka rengkuhannya dan membuka mulut, mencoba menjawab tebakkan Baekhyun. Tapi tak satu katapun yang ia keluarkan dari mulutnya yang menahan tangis.

“Aku mencari tahu, aku hanya menebak, tapi apa itu benar?” Jehwa tak menjawab pertanyaan Baekhyun, ia terus tertunduk dan mengelap air mata yang bercucuran dipipinya.

“Aku ingin membantumu menyembuhkannya.” Kemudian ia teringat dengan artikel yang semalam ia baca tentang penyakit itu yang bisa disembuhkan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi ketakutan pada laki-laki ini, yaitu :
1. Mencaritahu akar masalahnya. Fobia ini bisa diatasi jika seseorang mengetahui penyebabnya.
2. Mencari bantuan profesional. Profesional terlatih bisa membantu mengatasi rasa takutnya dan membuat androphobia hidup normal tanpa rasa takut.
3. Menggunakan pengobatan. Obat-obatan ini biasanya akan diresepkan oleh psikiater untuk mengatasi rasa takut yang mendalam. Obat ini akan diberikan jika terapi non-medication sudah tidak bisa memberikan pengaruh lagi.
4. Melakukan hypnosis. Terapi hipnotis bisa sangat sukses dalam pengobatan fobia dan dapat digunakan oleh diri sendiri untuk mengatasi ketakutannya.
5. Melakukan kontak dengan laki-laki secara bertahap. Hal ini biasanya memerlukan bantuan dari profesional, seseorang akan secara bertahap mulai kontak dengan laki-laki dalam situasi yang tidak mengancam hingga nantinya durasi kontak tersebut akan meningkat.
6. Latihan metode pernapasan dan berbicara sendiri (self-talk). Berbagai teknik mengenai pernapasan dan bicara sendiri (memotivasi diri sendiri) bisa membantu mengurangi kecemasan yang terkait dengan objek dari fobia.

Baekhyun melihat ada harapan dalam penyembuhan penyakit Jehwa dan ia berniat membantu Jehwa semampunya.

“Aku tak bisa disembuhkan oppa, aku tak bisa disentuh.” Akhirnya Jehwa berucap dan menatap Baekhyun dengan miris karena merasa sangat menyedihkan.

“Bisa..dengan perlahan, aku akan membantumu. Percayalah padaku” Baekhyun terus memandangi Jehwa, bingung karena ia tak bisa melakukan apapun saat ini. “Dan maafkan aku karena melakukan perbuatan tadi, naiklah.Kau tau aku tak bisa menyentuhmu.Jadi kau harus melakukannya sendiri.”Baekhyun menyuruh Jehwa untuk duduk disofa. KemudianIa berjalan kedapur, mengambilkan segelas air putih untuk Jehwa dan memberikannya.

Jehwa kini terlihat baikkan setelah berdiam diri sejenak dan Baekhyun membiarkannya memiliki waktu untuk sendiri.

Lay’s POV

“Dan sepertinya aku mencium adanya cinta terlarang disini..”Kris Angel mulai membuka mulut setelah berbicara tak penting sebelumnya dengan membawaku ketaman ini.

“Selain menyebalkan, ternyata kau juga sok tau” aku mendengus kesal karena urusan pribadiku mulai diikuti campur olehnya.

“Hahaha… tak masalah, nikmati saja masa-masa terakhirmu didunia ini, walaupun kau tetap berwujud seperti itu. Lagi pula aku merasa permasalahanmu akan segera terselesaikan.” Wajahnya yang angkuh rasanya membuatku ingin sekali menamparnya dengan sekali hentakkan.

Tapi aku merasa ada yang aneh dengan perkataanya barusan.Masa-masa terakhirku didunia ini?

“Apa maksudmu dengan masa terkahirku didunia ini?Bukankah aku akan tetap seperti ini?” tanyaku bingung.

Kris Angel kini menatapku.Wajahnya kembali serius.“Aku pernah mengatakannya diawal perbincangan kita dulu.Ketahuilah, ketika masalahmu terselesaikan dan jazad mayatmu telah ditemukan, saat itulah kau akan menghilang dari dunia ini, sampai keluargamu memakamkan jazadmu kedalam tanah.” Ucapannya sukses membuatku terkejut, ia tak pernah mengucapkan ini sebelumnya, itu berarti, setelah mayatku ditemukan, aku tak akan pernah bertemu lagi dengan Jehwa. Tiba-tiba aku merasakan sesak didada, membayangkan perpisahan dengan Jehwa yang pasti akan membuat kami berdua terluka.

“Selamanya?”

“Selamanya.” Ucapnya tegas.

Mendadak aku panik, memikirkan perpisahan yang akan terjadi diantara aku dengan Jehwa.

“Hanya itu yang ingin ku sampaikan, gunakan sisa waktumu sebaik mungkin. Tak akan menyisakan waktu lama lagi.” ia kemudian melenyapkan diri kedalam langit.

Terlalu banyak yang aku pikirkan. Bagaimana bisa aku akan meninggalkan Jehwa, sementara hati kami berdua telah menyatu dan aku sendiri tak ingin berpisah dengannya. Gelisah melanda hatiku, memikirkan perpisahan yang segera terjadi. Lagipula, dari gelagat yang diucapkan Kris Angel, mengisyaratkan bahwa masalah ini tak lama lagi akan selesai. Itu berarti waktu yang tersedia untuk bersama Jehwa semakin sedikit.Tiba-tiba terbesit pikiran egois yang terlintas dalam otakku, haruskah aku menghentikan kasus ini dan membuatnya tak terselesaikan?Hanya agar aku bisa terus bersama Jehwa?Mungkinkah bisa begitu?Haruskah aku membiarkan Baekhyun yang telah membunuhku dan pacarnya dulu berkeliaran dengan bebas dan tak mendapat hukuman yang setimpal?

Aku meremas rambutku.Ini terlalu rumit untuk dipikirkan, padahal keputusannya sangat ringan. Antara mengikuti keegoisanku atau tidak memikirkannya sama sekali.

Aku terdiam, memandangi taman sore yang ramai dipenuhi oleh pengunjung. Merilekskan otakku yang mendadak penat setelah berita mengejutkan itu.

Aku menghela nafas panjang, mengedarkan pandangan keseluruh penjuru taman. Kulihat langit mulai berubah warna menjadi coklat keemasan. Membuatnya sangat indah untuk dinikmati.

Aku menatap lurus kedepan.Mataku tertumbuk pada sesuatu disana, melihat sesuatu yang familiar, aku menyipitkan mata dan kemudian terlintas ingatan manusiaku dalam sekejap.

Aku membelalakan mata, menyadari ada sesuatu yang sama sedang terjadi. Aku pernah melakukan hal yang sama seperti ini. Duduk dibangku yang sama dan melihat pemandangan yang sama.

Melihat seorang yeoja sedang bersama anak kecil yang bermain balon dan memakan eskrim.Aku pernah mengalaminya dulu.Bocah-bocah itu juga sama. Mungkinkah yeoja itu masih sama seperti yeoja yang dulu?

Aku beranjak dari tempat duduk dan melayang menuju kerumunan kecil yang riuh dengan tawa nyaring itu.Aku memberanikan diri melihat yeoja tersebut.Penasaran dengan siapa dulu aku terkagum-kagum.Dan betapa terkaget diriku ketika melihat yeoja yang bersangkutan adalah yeoja yang kukenal.

“Jehwa-ah..” ucapku terperangah.

Author’s POV

Jehwa mendongak ketika ada yang memanggil namanya.“Oppa..”Jehwa menatap sosok melayang itu dan terkejut.Matanya kemudian teralih pada enam bocah yang sedang bersamanya. Salah tingkah karena mereka menatapnya dengan curiga pada siapa ia memanggil ‘oppa’.

“Noona bicara pada siapa?” salah seorang diantara mereka menyadari keganjilan ini.Jehwa hanya meringis bingung.

“Ah tidak..tadi noona hanya melantur. Lupakan saja ne?” bocah itu mengangguk dan kembali sibuk dengan mainan mereka.

Lay tersadar dari kekagetannya dan memandangi Jehwa tak percaya. Benarkah yeoja itu adalah Jehwa?.Ia membatin.

Jehwa memandanginya dengan penuh pertanyaan. “Kita bicara nanti dirumah.” Tutupnya kemudian melayang pergi dari kerumunan itu.

Jehwa menganga.Dasar aneh, rutuknya. Kemudian ia melanjutkan aktifitasnya dengan bocah-bocah itu.

==========================================

“Kenapa wajahmu terkejut begitu oppa?Ada apa?”Jehwa menghajar Lay dengan banyak pertanyaan sesampainya didalam kamar.

“Apakah kau sering bersama bocah-bocah itu diakhir pekan?” Lay melayang dari jendela dan mendekati Jehwa yang baru saja menutup pintu kamar.

“Beberapa kali iya.Memangnya kenapa?”Jehwa menjawab pertanyaan antusias Lay dengan santai.

“Sungguh?”

“Iya.Memangnya kenapa sih?” Jehwa mulai kesal karena harus menjawab pertanyaan yang sama berulang kali.

“Aku pernah melihatmu dulu, sehari sebelum aku dibunuh oleh Baekhyun.Aku berniat menghampirimu tapi tertunda karena Baekhyun terlanjur datang dan pergi makan malam bersama dengannya.” Lay menikmati setiap ucapan yang ia lontarkan.

“Wahh..benarkah? Memangnya kenapa oppa ingin menghampiriku?”Jehwa terlihat terkejut tapi memperlihatkannya secara datar.

“Aku tertarik denganmu, aku kagum padamu bahkan mungkin aku menyukaimu.Walau hanya melihat dari kejauhan.Saat itu aku merasakan ada yang berbeda padamu ketika bersama bocah-bocah itu.” Lay menerawang jauh pada perasaanya dulu ketika melihatnya dari kejauhan.

Jehwa kini menatap sosok Lay, merasakan kejujuran yang terpatri diwajah pucatnya. Ia percaya dengan apa yang Lay paparkan.

“Mungkinkah kita berjodoh oppa?”Jehwa tanpa sadar mengucapkannya dan merasakan ucapannya ada benarnya.

“Mungkin saja Jehwa-ah..” Lay menyetujui pernyataanya. Hatinya semakin berbunga-bunga, sekaligus semakin sakit ketika mengingat perkataan Kris Angel ditaman tadi.

“Ah oppa!Aku juga punya sesuatu yang kusimpan selama ini.Dan mungkin saja kita memang benar-benar berjodoh.”Ia teringat dengan ketidak sengajaan yang terjadi antara ia dengan Lay bisa saja telah direncanakan oleh Tuhan.  Jehwa menghampiri lemarinya dan mengeluarkan sebuah buku yang terlihat seperti diary.

Ia membukanya lembar demi lembar sambil mendekati sosok Lay.

“Nah ini dia..”Jehwa menyodorkan selembar kertas dengan gambar tangannya sendiri yang sangat berantakan. Gambar itu menunjukkan seorang namja remaja yang sedang berdiri di lampu merah disamping jalan dengan menggendong tas dipunggungnya.

Yang menarik perhatian adalah gantungan tas yang mengantung disana. Sebuah boneka.“Aku melihat namja itu saat makan siang dengan eomma disebuah café.Ia sedang bersepeda disekitar jalan tapi ia kemudian berhenti saat melihat ada seekor anak anjing yang tersesat ditrotoar. Ia lalu menggendongnya dan membawanya dengan sepeda. Tapi ia tak sadar saat gantungan tas itu jatuh dari tasnya.”Jehwa menjelaskan kronologi yang terjadi.Lay menyipitkan mata.Menelusuri gambar Jehwa yang tidak terlalu jelas.

“Apakah ini Rilakuma?” Lay menyadari boneka yang tergantung itu adalah boneka yang ia maksud. Jehwa kemudian berlari lagi kedepan lemari dan mengorek isi lemarinya, mengambil boneka Rilakuma yang kini berada ditangannya.

“Kira-kira bonekanya seperti ini, dan benar namanya Rilakuma.” Jehwa memperlihatkan boneka itu pada Lay.

Lay memandangi Jehwa dengan pandangan tak percaya bercampur takjub. Jehwa bingung dengan ekspresi yang diperlihatkan oleh Lay. “Wae, oppa?”

“Kau benar, kita memang berjodoh.” Ujarnya singkat.Membuat Jehwa semakin bingung dengan perkataanya.

“Maksudmu..” Jehwa yang memang selalu lamban saat berpikir membuat Lay gemas.

“Ini…memang..aku..” akhirnya ia mengucapkan kata itu membuat Jehwa terkejut setengah mati dan mengerti dengan semua kejadian ini.“Anjing itu, adalah Kkabom.Yang akhirnya aku rawat dengan Baekhyun. Dan ini bonekaku.” Ingatan Jehwa melayang pada anjing yang duduk dibawah kursi saat Lay dan Baekhyun bermain musik bersama, didalam film yang ia putar tadi pagi di apartemen Baekhyun. Ia juga mengucapkan nama yang sama seperti yang diucapkan oleh Lay.

Semua kejadian ini benar-benar telah digariskan oleh Tuhan.Bagaimana seluruh ketidaksengajaan ini menjadi suatu petunjuk bahwa mereka berdua memang seharusnya bertemu dan saling cinta.

“Kita memang bejodoh oppa,” Jehwa terduduk diranjangnya.Memikirkan semua yang telah terjadi. Bagaimana ia seharusnya memang berjodoh dengan Lay. Bagaimana ia begitu mengagumi namja yang dilihatnya saat kecil itu. Bagaimana ia selalu berharap ia bisa bertemu dengan namja pemiliki Rilakuma itu. Bagaimana ia ingin menyukai namja yang penyayang itu.

Ternyata keinginannya selama ini telah terwujud.Tapi diluar bayangannya. Bahwa ia berharapbisa  bertemu dengan namja yang ia kagumi itu berwujud manusia, bukan sesosok hantu.

Hatinya sakit, sakit memikirkan betapa takdir mempertemukan mereka dalam dunia yang berbeda.Tak terasa air mata mengalir dipipi Jehwa. Merasakan sakit yang hanya ia rasakan sendiri. Mengapa takdir sekejam ini harus memisahkan mereka berdua dengan cinta yang seharusnya mereka miliki.Cinta yang wajar.Cinta yang masuk di akal.

Lay juga terdiam, memikirkan hal yang sama seperti apa yang dipikirkan oleh Jehwa. Meratapi takdir yang menghalangi cinta mereka.Tidak seharusnya semua berjalan seperti ini dan menjadi sangat menyakitkan.

Mereka berdua kini tau, mereka memang ditakdirkan untuk saling mencintai, bahkan sejak sebelum mereka saling kenal. Cinta yang kini bersemi didalam hati masing-masing, cinta lain dalam dunia yang berbeda.

Baekhyun’s POV

Jehwa-ah,

Aku telah memutuskan untuk  memberimu kejutan, bukankah kau memintaku untuk bermain piano untukmu? Aku sudah berlatih kilat dan berniat menunjukkannya padamu besok. Jadi bersiap-siap ya, kujemput pukul 10 am didepan rumahmu. Kita pergi bersama.

Kutekan tombol ‘Send’ dan mengirim pesan itu pada Jehwa.

Aku tersenyum bahagia menanti esok hari, tak sabar menunjukkan kemampuanku pada yeoja yang kusayangi.

==ooOO TBC OOoo==

 

Akhirnyaaaa… setelah memutuskan buat mengakhiri Crimson Love, aku semakin semangat ngebuatnya. Padahal sama aja aku bakal berhenti nyeritain mereka ya huhuhu

Agak sedih si, tapi mau gimana lagi, ceritanya emang udah selese dan aku harus move on dari Crimson Love, menggarap project yang lain dan semoga lebih bermanfaat.

Semoga kalian suka ne😉

Tunggu chapter terakhir dari Crimson Love di chapter berikutnya ya, pokoknya jangan sampe terlewatkan mhihihi

Sarangheyo readerdeul =3 *bow*

bboing~

13 thoughts on “Crimson Love #7

  1. Kasian sama lay ge,, huhuhuhuhu
    1 cinta 2 dunia,, lay ge saranghaeee heheh

    Daebak eonni,,
    Alu mw lnjut bca chap trakhir dlu ne,, pai pai ˆ⌣ˆ

  2. kyaaa!!!
    Udah mo end *Hu hu hu nangis brng Baekkie /plakK
    next chapter ya thor

    thor lnjut in donG FF MY MR EGOIS ma akh lupa jdl_a thor itu yg Kim sera ma baekkie di lnjut in ya Thor
    Pleasse dah lmutan aq nnguin_a
    di tunggu ya Thor FF_a .

  3. Waaaa mau tamat yah?? Hiks, siap2in tissue dulu deh buat chapter terakhir… Sad endingkah? Atau happy ending???

  4. hiyaaaaa ~ gimna sm lay ge yaa ? plisss kasian lay ge ~ ntar kalo udh hidup *hidup lg apa gk ? hheheh* inget in sm Jehwa trs yaaaa ~ hehehe mian baekhyun oppa😄 next ,, makin lama makin seru😄

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s