My Fate

My Fate

Title                             : My Fate

Author                         : Lee Ha Rin

Genre                           : Romance

Length                         : One Shot

Rating                          : PG-13

Cast                             :

–      Byun Baekhyun

–      Lee Ha Rin

Support Cast    :

–      Kim Myungsoo

Note                             :

Annyeong readers! Haiii, author Lee Ha Rin di sini😄 Sekarang, author mempersembahkan fanfiction dengan genre ‘happy’ ini kepada kalian! :3 Mungkin ada sih sad-nya sedikit, tapi banyakan happy kok! Jadi kalian enggak ikutan kebawa feel sedih waktu baca ff ini ^^ Ya udah deh, langsung aja di baca fanfiction-nya~ Semoga kalian suka yaa ><

Oh iya, jangan lupa kunjungi blog ini juga yaa untuk melihat ff lain buatan author :] http://myinfinityimagination.wordpress.com

Itu blog pribadi author dan teman author😄 Gomapta!♥

 

Happy Reading~

Tik… Tik…

Hujan yaa…“, batin yeoja itu.

Dengan pelan, ia mulai turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah jendela kamarnya. Ia membuka pengait jendela itu, mendorong kacanya hingga terbuka.

Ia mengulurkan tangannya keluar, seakan ingin menangkap air yang jatuh membasahi bumi itu.

Tanpa terasa, tetes demi tetes air mata mulai membasahi pipinya. Senyum miris terukir di wajah manisnya.

“Aku mencintaimu karena fisikmu yang cantik. Aku tau, sifatmu juga baik. Tapi bukan itu yang aku perlukan. Aku hanya memerlukan yeojachingu yang bisa aku banggakan di hadapan teman-temanku. Kalau kau sudah seperti ini, apa yang bisa aku banggakan? Aku hanya akan mendapatkan ejekan!”

Yeoja itu mengusap aliran kecil di pipinya. Otaknya masih terus mengingat kata-kata namja yang sekarang adalah mantan namjachingu-nya.

Sebodoh itu kah aku? Sampai tidak tau bahwa kau hanya mencintai fisikku? Sedangkan aku mencintaimu apa adanya? pikir yeoja itu.

Kejadian beberapa bulan yang lalu itu telah merubah kehidupannya. Ketika ia pulang dari rumah namjachingu-nya -Kim Myungsoo- dan kejadian menyedihkan itu terjadi.

Waktu itu, ia pergi ke rumah Myungsoo untuk menjenguknya karena Myungsoo sedang sakit. Karena kemalaman, ia harus pulang ke rumah dengan jalan kaki. Ia sudah ketinggalan bus satu jam yang lalu.

Saat hendak menyebrang, sebuah mobil melintas cepat ke arahnya dan….

BRAKK

Ia tertabrak.

Menurut namja yang menabrak sekaligus menolongnya itu, ia koma selama 1 minggu. Tidak ada tulang yang patah. Hanya saja…

Ia harus kehilangan penglihatannya.

Beberapa hari setelah Ha Rin -yeoja itu- sadar, Myungsoo datang. Alih-alih membawa dorongan, memberi semangat, ataupun memberikan perhatian, ia malah datang untuk mengatakan hal tajam dan membuat Ha Rin semakin terpuruk. Dan sejak saat itu, seorang Lee Ha Rin telah menyandang status sebagai mantan yeojachingu dari seorang Kim Myungsoo.

“Ha Rin-ah…”

Panggilan itu telah membuyarkan semua lamunan Ha Rin. Ia segera menoleh ke arah datangnya suara sambil tersenyum lemah.

“Ne, Baekhyun-ah… Waeyo?” jawab Ha Rin.

“Neo gwaenchana?” tanya Baekhyun cemas.

“Hmm, nan gwaenchana.” jawab Ha Rin seraya mengangguk meyakinkan.

Setelah kejadian itu, Baekhyun selalu ada bersama Ha Rin. Ia yang membangkitkan yeoja itu dari keterpurukan. Walaupun Baekhyun-lah yang membuat Ha Rin menjadi buta, tapi Ha Rin tidak membenci Baekhyun sama sekali. Justru ia bersyukur dengan adanya Baekhyun sekarang, ia tidak terlalu kesulitan dalam beraktivitas.

“Hmm.. Mau pergi ke suatu tempat? Kalau ya, aku akan mengantarkannya. Apa kau tidak bosan di rumah terus?” tanya Baekhyun.

Baekhyun masih merasa sangat bersalah karena telah membuat Ha Rin menjadi seperti ini. Dari yang ia tau, dulu Ha Rin adalah orang yang ceria dan cerewet. Sekarang? Ia pemurung dan pendiam. Ia pasti sangat terpuruk.

“Aniya.. Sekarang sedang hujan kan? Aku masih ingin di rumah. Mungkin besok-besok, aku akan pergi keluar.” kata Ha Rin.

Benar. Ha Rin tidak pergi keluar rumah setelah ia diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Ia terus diam di dalam rumah. Baekhyun-lah yang merawatnya. Membelikannya makanan dan menjaganya ketika di rumah.

“Kenapa kau selalu berada di sini? Bukankah kau juga punya kegiatan sendiri? Aku pasti sangat merepotkanmu ya..”

“A-aniya! Aku yang membuatmu menjadi seperti ini. Aku… Aku benar-benar minta maaf. Karena itu, aku akan menjagamu sampai kau mendapat donor yang sesuai.”

“Gomawo, Baekhyun-ah. Aku beruntung bertemu denganmu.” kata Ha Rin sambil tersenyum tulus pada Baekhyun.

Melihat Ha Rin yang tersenyum tulus padanya, Baekhyun tertegun. Gomawo? Bahkan ia yang sudah membuatnya buta dan ia masih berkata ‘terima kasih’?

Entah apa yang merasuki Baekhyun, ia mulai mempersempit jaraknya dengan Ha Rin. Ia menarik Ha Rin ke dalam pelukannya. Ia menepuk punggung Ha Rin pelan.

“Mianhae. Aku janji, aku akan menemukan donor untukmu secepatnya.” ucapnya pelan.

Ha Rin mengangguk dalam pelukan Baekhyun. Ia akui, ia merasa nyaman dengan pelukan Baekhyun. Beberapa bulan penuh selalu bersamanya, membuat Ha Rin merasa nyaman ketika berada dekat dengan Baekhyun.

Ia tau, Baekhyun adalah lelaki yang baik. Ia yakin, Baekhyun adalah orang yang bertanggung jawab. Meskipun tidak bisa melihat, ia tau Baekhyun adalah orang yang manis.

Bersama Baekhyun, ia mampu bangkit dari keterpurukan, sedikit demi sedikit. Ia mulai melupakan semua hal yang berhubungan dengan Myungsoo. Ia mulai mencoba melakukan aktivitas di rumah. Ia mulai berusaha. Dan hatinya pun mulai terbuka lagi.

***

“Ha Rin-ah! Buka pintunya, aku sudah kembali!” teriak Baekhyun dari luar.

Ha Rin terkekeh mendengar teriakannya dan mulai berjalan ke arah pintu dengan tongkat penuntun.

“Sebentar!” kata Ha Rin.

Ia memutar kunci kenop dan membuka pintu. Ia bisa merasakan Baekhyun sedang tersenyum riang sekarang. Karena itu, ia tau pasti sesuatu telah terjadi.

“Waeyo? Kenapa kau tersenyum, hmm? Kau mengerikan.” ucap Ha Rin dan berjalan kembali ke dapur.

“Yaa! Apa-apaan kau? Aku yang tampan seperti ini, kau bilang mengerikan?!” jawab Baekhyun kesal.

Ini sudah bulan ke-5, sejak Ha Rin menjadi buta. Ia mulai bisa melakukan kegiatan di rumah. Ia juga sering meminta tolong Baekhyun untuk mengantarnya pergi keluar.

Melihat perkembangan Ha Rin, tentu saja membuat Baekhyun menjadi senang. Ia mulai merasa senang ketika berada di dekat Ha Rin. Ia selalu ingin membawa sesuatu yang baru untuk membuat yeoja itu senang. Ia ingin melihat Ha Rin selalu tersenyum.

“Tampan? Kau lupa, aku tidak bisa melihat? Dari yang aku bayangkan, kau itu sangat mengerikan. Tidak ada kata ‘tampan’, ‘imut’, apalagi ‘lucu’ dalam kamusku tentang dirimu. T-i-d-a-k a-d-a s-a-m-a s-e-k-a-l-i.” kata Ha Rin sambil menjulurkan lidah.

“Hmm, benar juga. Tapi darimana kau tau, aku sedang tersenyum? Katanya tidak bisa melihat.” goda Baekhyun.

“Mollayo. Hanya merasa kalau kau sedang tersenyum.” jawab Ha Rin sambil mengangkat bahu.

“Arraseo. Ngomong-ngomong, kau masak apa? Sepertinya enak. Bau-nya menggodaku. Hahaha”

Baekhyun segera melihat ke arah panci yang ada di atas kompor. Ia membuka tutupnya dan matanya langsung berbinar-binar.

Ha Rin tetap bisa memasak walaupun ia buta. Bahkan Baekhyun pun sampai melongo ketika pertama kali melihat hasil masakan Ha Rin.

Ketika ia menanyakannya kepada Ha Rin, Ha Rin hanya berkata, “Selama kau pergi, aku selalu mencoba untuk memasak walaupun tidak bisa melihat.”

Dan jadilah seperti sekarang. Baekhyun selalu makan di rumah Ha Rin. Ia hanya perlu membeli bahan-bahan yang dibutuhkan Ha Rin untuk memasak.

“Sup kimchi? Darimana kau tau, aku suka sup kimchi?” tanya Baekhyun riang.

“Eo? Hanya feeling. Baguslah kalau kau suka.” kata Ha Rin seraya tersenyum ke arah Baekhyun.

“Oh ya, bukankah kau ke sini untuk membawa kabar baik? Apa kabarnya?” kata Ha Rin ketika teringat Baekhyun tersenyum tadi.

“Ahhh! Aku sampai lupa karena masakanmu. Begini, tadi dokter menelpon dan berkata kalau kau sudah mendapat donor yang sesuai!” kata Baekhyun dengan semangat.

Mendengar itu, Ha Rin langsung tersenyum senang. “Jinjjayo? Baguslah. Kapan aku bisa di operasi?”

“Hmm, mungkin 4 hari lagi.” jawab Baekhyun.

Entah kenapa, tiba-tiba Ha Rin teringat kalimat Baekhyun dulu.

“A-aniya! Aku yang membuatmu menjadi seperti ini. Aku… Aku benar-benar minta maaf. Karena itu, aku akan menjagamu sampai kau mendapat donor yang sesuai.”

DEG

Senyum Ha Rin lenyap seketika. Ia tertegun. Apa setelah ia mendapat donor, Baekhyun akan meninggalkannya? Apa setelah ia bisa melihat, Baekhyun akan menjauh darinya? Kenapa ia merasa tidak rela untuk jauh dari Baekhyun?

Merasa adanya perubahan sikap dari Ha Rin, Baekhyun beralih menatap Ha Rin.

“Waeyo? Kenapa kau seperti tidak senang?”

“……”

“Ha Rin-ah?” Baekhyun berjalan mendekati Ha Rin.

“Hey! Aku berbicara denganmu.” kata Baekhyun seraya menepuk pelan pundak Ha Rin.

Ha Rin tersentak dan berkata, “Ne?”

“Kau melamun rupanya. Ada apa? Kenapa kau murung seperti itu?”

“Aniya. Gwaenchana..”

“Geotjimal. Malhaebwa. Ayo, beritahu aku!” ujar Baekhyun sambil memegang kedua lengan Ha Rin dengan kedua tangannya .

“Hmm… Apa kalau aku sudah bisa melihat, kau akan meninggalkanku? Apa kau akan menjauh ketika aku sudah bisa melihat?” gumam Ha Rin tapi bisa didengar oleh Baekhyun.

“Aniya. Aku akan tetap berada di sampingmu. Selama yang aku bisa, aku akan terus berada di sampingmu. Aku akan menjagamu dan menemanimu.” Baekhyun berhenti sejenak.

“Kau tau kenapa?” tanya Baekhyun.

Ha Rin hanya diam seribu bahasa. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Tangannya meremas ujung bajunya. Ia gugup. Entah kenapa, membayangkan Baekhyun sedang menatapnya dengan wajah serius, membuatnya menjadi gugup.

“Karena hatiku telah memilihmu. Memilihmu untuk memegang kuncinya. Memilihmu untuk membuat pemilik hati ini bahagia. Memilihmu untuk membuatku merasakan bagaimana rasanya menjadi namja paling beruntung di dunia…”

“Saranghae, Lee Ha Rin. Jeongmal saranghae..” ucap Baekhyun tulus dan memeluk Ha Rin.

“Jika kau terbayang tentang Myungsoo sekarang, jangan pernah samakan aku dengannya. Aku mencintaimu bukan karena fisikmu saja, tapi karena hati dan sikapmu. Aku akan menerima kekuranganmu. Aku mencintaimu ketika kau berada dalam keterpurukan, bukankah itu membuktikan bahwa aku mencintaimu tulus?” lanjut Baekhyun sambil mengelus rambut Ha Rin.

“Jadi, maukah kau menjadi milikku? Membuatku bersemangat untuk menjalani hari-hariku?”

Dalam pelukan Baekhyun, Ha Rin tersenyum lembut. Mata-nya berkaca-kaca menunjukkan bahwa ia membendung air matanya di sana. Air mata bahagia, bukan air mata kesedihan.

“Jika nanti aku sudah menyelesaikan operasiku dan bisa melihat lagi, saat itulah aku akan menjawab pertanyaanmu. Saat aku sudah menjadi yeoja yang normal kembali, aku akan menjawab pernyataanmu. Apakah kau mau menunggu sampai saat itu?” kata Ha Rin lembut. Suaranya terdengar sedikit parau, karena menahan isak tangis.

“Aku akan menunggumu. Aku berjanji.”

***

“Hei! Mau pergi ke taman?” kata Baekhyun ketika Ha Rin membukakan pintu untuknya.

“Tentu saja, aku sudah lama tidak melihat taman. Kajja!” Ha Rin segera menutup pintu dan menarik tangan Baekhyun.

Mereka pergi ke taman dengan mobil Baekhyun dan segera memilih tempat duduk ketika sudah sampai.

Mata Ha Rin berbinar-binar ketika melihat sekeliling taman. Benar, ia sudah sangat lama tidak melihat taman ini dan ia sangat merindukannya.

Selesai operasi dan membuka perban, Ha Rin sudah boleh keluar dari rumah sakit. Operasi tersebut berjalan dengan lancar.

Baik Baekhyun maupun Ha Rin sangat senang karena operasi berjalan dengan baik. Selama Ha Rin dirawat, Baekhyun selalu berada di dekatnya. Ha Rin merasa, saat-saat bersama Baekhyun adalah saat-saat yang paling membahagiakan baginya.

“Ha Rin-ah.. Aku menagih jawabanmu.” kata Baekhyun tiba-tiba.

“Jawaban yang mana?” Ha Rin pura-pura tidak tau.

“Aigo, kau jangan pura-pura tidak tau. Aku yakin, kau tau apa maksudku.” Baekhyun mengusap tengkuknya.

Ha Rin tertawa melihat tingkah Baekhyun yang gugup seperti itu.

“Arraseo. Jawabanku ya..”

Ha Rin memandang anak-anak yang sedang bermain di taman itu sambil tersenyum.

“Kau tau? Saat-saat bersamamu adalah saat yang sangat berarti bagiku. Mulai dari saat kau menabrakku sampai sekarang, aku sangat mensyukuri semua waktu yang kita lewati bersama. Saat aku benar-benar terpuruk, kau yang membuatku bangkit. Saat aku senang, kau yang menjadi tempatku mencurahkan kesenanganku. Aku tidak pernah merasa kosong ketika berada bersamamu.”

Baekhyun mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut Ha Rin. Ada satu pertanyaan yang dari dulu sangat ingin ia tanyakan dan itu adalah..

“Kenapa kau sama sekali tidak benci, bahkan marah padaku saat tau, akulah yang menyebabkan kau buta?”

“Memangnya untuk apa aku marah? Untuk apa aku membencimu? Apa itu semua bisa mengembalikan penglihatanku dulu? Apa itu membantuku untuk menjalani aktivitasku? Tidak kan?” jawab Ha Rin tenang sambil terus memandang anak-anak itu.

“Malah sekarang, aku sangat bersyukur karena dulu kau menabrakku dan membuatku buta.” Sekarang Ha Rin menatap Baekhyun.

Baekhyun mengernyit bingung mendengar penuturan Ha Rin, lantas ia bertanya.

“Apa yang kau syukuri?”

“Kalau bukan karena kau menabrakku dulu, mungkin aku tidak akan pernah bertemu denganmu. Aku tidak akan pernah berkenalan denganmu. Kalau bukan karena kejadian yang membuatku buta itu, aku tidak akan pernah tau kalau Myungsoo hanya mencintai fisikku. Ia tidak benar-benar mencintaiku dengan tulus. Kalau bukan karena semua peristiwa itu, aku tidak akan pernah mendengar kata ‘saranghae’ dari seorang Byun Baekhyun.” Ha Rin tersenyum tulus.

“Ini semua takdir. Awalnya, aku juga berpikir bahwa takdir itu kejam. Kenapa ia membuatku menjadi buta dan membuat namjachinguku memutuskanku? Tapi sekarang aku mengerti…”

… Takdir memang sudah ditetapkan dan kita tidak bisa melawan takdir. Tapi di setiap takdir, pasti mempunyai kejutan tersendiri.

“Dan kejutan dari takdirku adalah bertemu denganmu. Seorang Byun Baekhyun yang menyerahkan kunci hatinya kepadaku. Dan sekarang, kunci ini..”

Ha Rin menepuk dada Baekhyun dengan tangan kanannya.

“.. menjadi milikku.” kata Ha Rin dengan senyum yang sangat manis.

Baekhyun segera menarik Ha Rin kedalam pelukannya dan memeluknya erat. Ha Rin membalas pelukan itu dan menyandarkan kepalanya ke dada Baekhyun.

Baekhyun sedikit membuat jarak di antara mereka dan mengangkat dagu Ha Rin. Dengan gerakan cepat, ia mencium dan melumat lembut bibir mungil Ha Rin yang sekarang telah menjadi yeojachingunya.

Ha Rin tidak melawan. Ia tersenyum tipis diantara ciumannya dengan Baekhyun dan menutup matanya.

Tuhan, ini takdirku. Terima kasih atas takdir yang indah ini. Dialah namjaku yang sebenarnya. Aku yakin dan hatiku mengatakan hal yang sama. Dia cinta sejatiku. Dia yang menyelamatkanku dari menara tinggi Putri Rapunzel. Dialah pangeranku, Byun Baekhyun…

-END-

RCL juseyo ^^ Gomawoyo~

19 thoughts on “My Fate

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s