Lightless Chapter #2

Title                     : Lightless Chapter 2

Author                : @erinarn

Genre                  : Romance, School

Rated                  : PG 13

Length                : Multichapter

Main cast            :

  • Park Shinri (OC)
  • Kim Jong In a.k.a Kai
  • Oh Sehun

Other cast :

Park Chanyeol

Wu Yi Fan

Disclaimer : Fanfiction ini hanya khayalan author semata, apabila ada kesamaan nama dan tempat itu merupakan ketidaksengajaan. Dilarang Copas dan Plagiat! FF ini murni khayalan Author.

Summary :

“Taemin hyung, bagaimana jika orang yang pernah menjadi bagian dalam hidupmu. Orang yang paling kau cintai ternyata adalah adik kandungmu sendiri?”tanya seorang namja kepada kakak tirinya yang bernama Taemin.

“Cobalah untuk menerima keadaan. Kau harus melupakannya dan menerima kenyataan bahwa dia adalah adik kandungmu. Lagipula dia sudah memiliki seseorang di hatinya.”jawab Taemin sambil mengelus puncak kepala adiknya.

 

Started here …

 

Sehun pov

Aku menungguinya di ruang uks. dia tak sadarkan diri sejak kejadian tadi sore. Sudah 30 menit, tapi dia blm sadar juga.

“aarghh.”

Kai terbangun dan memegangi kepalanya. Sepertinya dia benar-benar pusing, tapi bagaimana bisa seorang namja dengan mudahnya pingsan?

“mwo! Apa yg kau lakukan disini!” ucapnya, jelas saja dia kaget ketika melihat wajahku.

Sejujurnya aku setengah tidak mau menungguinya disini, tapi bagaimanapun juga aku yang menyebabkannya seperti ini. Jika aku tidak menerima tawarannya dia pasti tidak akan jadi seperti ini.

“ diamlah! Jgn banyak bergerak.”

Aku menidurkannya kembali.

“aisshhh. Mana kris? Mana chanyeol. Teman macam apa mereka?”rutuknya.

Benar juga, mana Kris dan Chanyeol sunbae. Ah ya sepertinya Kris tadi pergi ke kelas untuk mengambil tas Kai. Tapi dimana Chanyeol?

“ kris sedang mengambil tasmu, aku tidak tau kalau chanyeol”

“Sebenarnya, aku tidak mau mengatakan ini. tapi bisakah kau mengambilkan obat didalam jas almamaterku?”

Sehun langsung mengambil almamater kai dan menyodorkannya kai. Kai mengambil obatnya dan meminumnya.

“sebenarnya kau ini kenapa?”

“itu bukan urusanmu. “

selesai minum kai langsung turun dari tempat tidur, memakai jas almamater.

“aku memang sudah menang, tapi kita belum selesai. Dengar itu Hun. Jangan dekati shinri, camkan itu.”

Kulihat dia  keluar dari UKS.

“Sudah sakit, masih banyak berlagak sok. Dasar bodoh.”gumamku.

Author’s pov

Shinri menunggu di depan UKS. Sebenarnya dia khawatir setengah mati pada keadaan Kai. Bagaimana namja seperti Kai bisa terjatuh pingsan? Ketika Shinri mondar-mandir di depan UKS tiba-tiba pintu UKS terbuka. Belum sempat Shinri sembunyi, tapi Kai sudah melihatnya.

“mwo.” Shinri tampak kaget melihat wajah Kai.

“mwo. Shinri-ah.

“jongin-ah, gwencanna? Mana yg sakit? Badanmu tidak panas. Kenapa tanganmu dingin sekali. Kau berkeringat banyak.” Begitu biasanya Shinri memanggil Kai, Jongin. Nama aslinya.

shinri memeriksa Kai. Kai hanya menatap shinri heran, lalu dia memegang dahi shinri.

“ kau tidak sedang demam. Tapi kenap kau sangat perhatian?”

Shinri terdiam malu.

“nan gwencanna. Kau tidak perlu sekhawatir ini.”tambah Kai

Kai tersenyum, membrantakan rambut shinri dan meninggalkannya sambil memasukkan tangannya ke dalam saku.

“hey! Kkamjong-ah! Gwencanna?! Wah kau terlihat tdk sakit.” Sapa Chanyeol sambil memukul lengan Kai

“haishhh. Teman macam apa kau hah?!”ucap Kai sambil memukul Chanyeol pelan.

Shinri’s pov

Deg deg deg.

Ya ampun perasaan apa ini? Kenapa aku begitu mengkhawatirknnya. Dan kenapa aku sangat lega ketika aku telah melihatnya . Lalu kenapa aku merasa seperti ini lagi. Seperti dulu lagi. Ingat Shin! Kai itu tidak mencintaimu! Dia itu hanya mempermainkanmu, lihat saja dia yang memutuskanmu waktu itu. Lalu setelah itu kau melihatnya dengan wanita lain. Bukankah dia sangat jahat sekali?

Aishh bodoh bodoh bodoh!

“mwo,Shinri-ah.”

Aku melihatnya, kulihat sehun barusan keluar dr uks. Berarti dia yg menemani kai tadi.

“hun?”

“sedang apa dan kenapa kau mengacak-acak rambutmu?”

………………

@cafetaria.

Sehun mengajak Shinri ke Cafetaria karena Sehun merasa sangat lapar, lagipula Sehun sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebelum dia masuk ke sekolah ini.

“boleh kudengar kenapa kau dan kai seperti itu?”

“mm. mmm … Mmmm”

“ tak apa jika tidak mau bercerita.”

“mm, mau kok.”

“geundae, eottoke? Wae?”

“kami itu sudah putus. Tidak ada hubungan apa-apa lagi.”ucap Shinri dingin.

Sebenarnya dia sangat malas jika disuruh membahas tentang masa lalunya

“lalu kenapa dia masih mengejarmu?”tanya Sehun penasaran

“molla.”

Hening

“kau masih menyukainya?”

…..

Kai’side @Ruangband

Begitu keluar dari UKS tadi, Kai langsung menuju ruang band. Tempat yang paling nyaman menurutnya

“ayolah kai, kau kan msh menyukainya. Kenap kau tdk kembali padanya?”tanya Kris

“iyaa, katakan saja yg sejujurnya.”tambah Chanyeol

“aku hanya tidak mau menyakitinya.”jawab Kai bijak

“ membiarkannya mengira bahwa kau memutuskannya karena perempuan-perempuan itu? Kai. Bukankah itu semakin membuatnya memandangmu dengan sangat buruk?”ucap Kris

“ benar, katakan saja. Bahwa kau punya penyakit ini dan kau tidak mau membuatnya terlalu sakit ketika kehilanganmu.”ujar Chanyeol

“ yeol! Kau berbicara soal kematianku? hyung, kau ini teman apa musuh sih?”

“ mian, aku cuma mengkhawatirkanmu dan shinri. “bantah Chanyeol

“ aku tdak akan mengatakan tentang penyakit jantung ini!”ucap Kai sambil berdiri.

“ Kai! Percayalah padaku! Hanya Shinri yg bisa membuatmu sembuh!”tambah Kris

……..

Shinri’pov

“jadi kai mau pindah sekolah?”

“pindah sekolah kemana?”

“yaaaaah, padahal aku blm sempat jd pacarnya.”

“tapi kenapa ya? Kai kan sudah keren disini. kenapa harus pindah ke sekolah lain?”

Itulah pembicaraan yang kudengar dari perempuan yg sedang menggosip di wc. Kai mau pindah? kemana? Untuk apa? Dan kenapa?

Aku terus memikirkan itu ketika berjalan menuju kelas. Tiba-tiba di depan TU aku menabrak seseorang, dia trlihat menjatuhkan berkas-berkasnya. Aku membantu merapikannya, surat pernyataan keluar dari sekolh? Kim Jong In?

“mian, aku tidak melihatmu shinri-ah.”

“bukan, ini memang salahku karena berjalan tidak melihat.”

aku memegang salah satu fotokopian dr surat itu.

“oppa, kau mau pindah?”

“iya, ke amerika. besok, wae?

“annieyo, geundae wae?”

Entah kenapa aku sangat penasaran apa yang akan dilakukan namja ini.

“ molla, aku hanya harus kesana untuk waktu yg lama. Aku harus ke ruang guru dulu. Annyeong.”

“ annyeong.”

…………………

Hari terakhir kai di sekolah.

@ruang band kai

“ Hyuung, aku akan sangat kangen padamu “ ucap Luhan sambil memeluk Kai erat.

“semoga kau operasinya berjalan lancar disana. Dan kau bs kembali dengan selamat.”ujar Kris

“Kaiiii!!!! Aku masih ingin membullymu, cepatlah kembaliii”tambah Chanyeol yang sudah berlinangan air mata.

“kalian ini… Aku juga akan sangat merindukan kalian”ujar Kai sambil memeluk mereka bertiga

“kaii, kau trlalu keren untuk menerima penyakit ini. Kau tidak pantas mendapatkannya, cepatlah sembuuuh”ujar Chanyeol

krieeeeeet.

Pintu ruang band kebuka.

Shinri.. Air matanya udh menetes, banjir di pipinya.

“jadi siapa yang harus pergi dan operasi…..?”ucap Shinri sambil sesenggukan.

“Shinri-ah!!!!!!”Luhan benar-benar kaget

“ Ri-ahh!!!”ditambah lagi Chanyeol

kris diem. Kai shock.

Shinri langsung mbalik dan lari.

Kai tetep diem aja.

“hyung! Apa yg kau lakukan? Cepat kejar dia!”ujar Luhan

“kejar dia! Atau kau akan menyesal!”tambah Kris

“Pabbo! Palliii!!!!!”Chanyeol mendorong Kai

“dia memang harus tahu. Dan aku harus melepaskannya. Aku siap. Aku sudah siap jika Tuhan memanggilku. Dia harus siap untuk kutinggalkan. “tutur Kai

“Pabbo!!!! Kau in bicara apa?”ucap Kris

…………………………

Shinri berlari dari ruang band menuju keluar sekolah, sebenarnya dia tidak tahu akan berlari kemana. Yang jelas dia ingin lari, lari dari semua kenyataan, bahwa namja itu akan pergi meninggalkannya untuk waktu yang cukup lama. Ia menembus gerimis hujan dan menengadahkan tangannya, lalu menatap langit.

“Kau menangis?”tanya namja itu sambil membalikkan badan Shinri.

Memang tidak kelihatan, karena turunnya hujan juga membasahi wajah Shinri. Shinri lalu menundukkan wajahnya, ia tidak mau menatap namja itu. Melihatnya membuat hatinya bertambah pedih. Meskipun Shinri menjauhinya dan membencinya, tetap saja hatinya berkata lain. Ia sangat khawatir pada namja itu, ia sangat menyayangi orang itu.

“Uljima.”ucap namja itu sambil memeluk tubuh Shinri yang sudah basah dengan erat.

“Kai, kau tidak akan benar-benar pergi kan? Kau akan tetap disini kan? Iya kan Kai?” Shinri menatap namja yang bernama Kai itu lekat. Meyakinkan bahwa orang itu tidak akan meninggalkannya.

“Maafkan aku. Dengan pergi kesana, itu satu-satunya jalan supaya aku bisa tetap bertahan hidup.”

“Berjanjilah.”ucap Shinri. Kai menatapnya lekat, “berjanjilah untuk bertahan hidup. Meski bukan karena aku. Meski karena gadis itu, berjanjilah untuk bertahan hidup.”tambah Shinri.

“Aku tidak berselingkuh dengannya.”ucap Kai. “Satu hal yang ingin kujelaskan, dia adik sepupuku. Pacar Kris, namanya Kim Seo Ra. Waktu itu aku hanya ingin membuatmu jauh dariku, untuk menyembunyikan penyakit ini. Tenyata kau tetap saja tahu. Mianata. ”lanjut Kai sambil menunjukkan senyum paksanya.

“Dasar bodoh.”tutur Shinri sambil memukul dada Kai pelan.

“Kau juga harus berjanji… kau harus berjanji menungguku. Aku mencintaimu.”ucap Kai.

“Aku akan menunggumu. Aku juga.”tutur Shinri

Author’s pov

Shinri sedang duduk di cafetaria sambil mengerjakan tugas mengarangnya, jujur saja selain mahir dalam bidang fotografi, menulis juga hobinya, selain itu dia juga menyukai sesuatu yang berbau dengan musik. Meskipun tidak semua musik ia dengarkan, ia hanya mendengarkan musik klasik. Sebenarnya gadis ini mahir dalam bermain biola. Ia mengetik sambil mendengarkan musik klasik milik Bethoven terkadang dia juga mendengarkan milik Yiruma atau Bach.

 

Saat ia hendak beranjak dari tempat duduknya, ia melihat seseorang dihadapannya dan duduk didepannya. Yeoja itu tersenyum ke arahnya. Shinri lalu melepaskan headsetnya.

“Park Shinri?”tutur yeoja cantik itu. Rambutnya yang sebahu tidak membuat mengurangi kecantikannya, sangat cantik.

 

“Ah, Gyuri-ah.”sapa Shinri sambil tersenyum ke arah Gyuri.

 

Gyuri lalu memajukan kursinya, mendekat agar lebih dekat bisa berbicara dengan Shinri.

 

“Menyebalkan! Sudah beberapa hari ini kau menghilang dari hadapanku! Kemana saja kau? Sahabat macam apa kau ini hah?”tanya Gyuri.

Shinri tersenyum sebelum menjawab pertanyaannya, seharusnya Gyuri mengerti. Dia kan berbeda kelas dengan Shinri. Lagipula beberapa hari ini Sehun sering meluangkan waktu untuk Shinri. Yaaah apa boleh buat, tentu saja Shinri lebih mementingkan Sehun daripada Gyuri. Apalagi Shinri merasa sudah mulai ada sesuatu yang lain ketika ia di dekat Sehun. Perasaan senang dan aman ketika ia ada di dekat Sehun semenjak kejadian dirumahnya waktu itu.

 

“Jadi sekarang kau lebih mementingkan Sehun dibandingkan dengan ku Hah?”tanya Gyuri sambil mempoutkan bibirnya.

 

Shinri lalu tertawa lepas, “kau lucu sekali Gyuri-ah. Bukankah kau sendiri juga sibuk dengan Park Chanyeol?”tanya Shinri.

Ya, sebenarnya alasan Gyuri sering menghilang dari SOPA adalah karena Park Chanyeol. Dia hampir kewalahan dikejar-kejar oleh Park Chanyeol. Namja yang notabenenya kakak kelasnya itu mulai mengejarnya semenjak mereka menginjak kelas 2 SMA. Entah dengan alasan apa Park Chanyeol seketika itu langsung selalu mengekorinya ketika dia kesepian. Karena sebelum-sebelumnya Shinri yang selalu ada disampingnya.

 

“Itu alasannya Shinri-ah! Aku benci dia mengekoriku terus, untuk itu aku menghilang untuk beberapa waktu. Kau tau? Aku sampai tidak berani keluar kelas karenanya! Tapi kulihat hari ini dia belum muncul, jadi ya.. aku berani menampakkan diriku dan keluar dari kelas dengan santainya.”celoteh Gyuri.

 

Yeoja yang notabenenya adalah sahabat Shinri ini sebenarnya sangat cerewet, karena itu Shinri senang berteman dengannya. Apalagi Gyuri menyimpan semua rahasianya.

 

“Bagaimana Oh Sehun? Kau sudah benar-benar berpacaran dengannya? Kau tau? Aku sangat kaget ketika mendengar teleponmu bahwa Sehun menembakmu.”bisik Gyuri lirih.

 

Ya, memang hanya Gyuri yang tahu bahwa sebelumnya Shinri dan Sehun hanya berpura-pura pacaran.

 

“Ya, begitulah. Aku menerimanya Gyuri-ah.”ucap Shinri sok santai, tapi sebenarnya dia sangat senang setengah mati ketika Sehun menembaknya.

 

“KYAAAAA!!! PARK SHINRI!!! AKHIRNYA SETELAH BERTAHUN-TAHUN KAU MENEMUKAN BELAHAN JIWAMU JUGA.”ucap Gyuri kegirangan sambil melompat-lompat dan menyatukan kedua tangannya, mungkin dia membayangkan sesuatu yang menyenangkan di dalam otaknya.

 

“Gyuri-ah, pssst. Nanti semua orang bisa tahu.”bisik Shinri sambil menengok ke kanan dan kiri.

 

Benar, semua orang sedang memperhatikan mereka berdua. Dan pandangannya tak luput dari seseorang yang baru akan memasuki cafetaria. Dan seorang namja bertubuh jangkung dan berambut jambul merah sedang memperhatikan mereka sekarang, namja itu terlihat tersenyum karena menemukan barang yang hilang berhari-hari di hadapannya. Buru-buru Shinri mendekat ke Gyuri dan mengatakan sesuatu.

“Nam Gyuri, Park Chanyeol sedang menuju kesini sekarang. Kalau kau mau selamat, kau harus lari.”ucap Shinri.

 

Gyuri dengan lucu membelalakkan matanya, ia lalu menengok ke belakang dan menyadari Park Chanyeol sedang berjalan ke arahnya dan melambaikan tangannya.

 

“Aku harus pergi. Annyeong Shinri-ah!!!!!”Gyuri langsung berlari begitu melihat Chanyeol.

 

“YAK!!! NAM GYURI! AKU MERINDUKANMU! KAU MAU KEMANA?!”seru Chanyeol

 

***

 

Shinri sudah berjanji pada Sehun untuk menunggu Sehun di taman, karena mereka akan pulang bersama hari ini. Sepertinya Sehun benar-benar sibuk untuk hari ini, sampai-sampai Shinri harus menunggu untuk waktu yang cukup lama. Hpnya bergetar, sepertinya Sehun menghubunginya. Benar, ada satu sms dari Sehun.

From : Sehunnie

                Mianhae chagiya, aku ada rapat. Jeongmal mianhae, ini akan berlangsung 15 menit. Kau pulang duluan saja. Hati-hati, saranghae.

               

Shinri tersenyum membaca pesan dari Sehun, hanya 15 menit? Bukankah lebih baik menunggu Sehun? Lagipula itu akan berlangsung dengan cepat, lagipula Sehun juga sudah sering menunggunya. Fikirnya. Sejujurnya semenjak Shinri mengetahui bahwa Sehun mempunyai perasaan yang sama dengannya, dia sangat senang. Ternyata perasaannya selama ini terbalaskan. Aish, Park Shinri ia begitu mencintai Oh Sehun sampai-sampai membayangkannya saja dapat membuat wajahnya senyum-senyum sendiri, apalagi bertemu dengannya?

 

Sent :

                Gwencanna, aku akan menunggumu di taman Sehunnie. Ne, kau juga hati-hati. Nado Saranghae.

               

                5 menit

 

10 menit

 

Tidak ada balasan dari Sehun, ia berkali-kali melirik hpnya. Sepertinya Sehun benar-benar sibuk sampai-sampai tidak sempat melihat handphonenya. Kemudian ia beranjak pergi untuk menunggu di cafetaria, apa lebih baik dia menunggu sambil minum jus. Sepertinya menyenangkan? Batinnya. Ia lalu beranjak dari tempat duduk, dan sebelum ia akan berjalan ada yang memegang pundaknya. Ia lalu membalikkan badannya.

 

“Orremaniya. Park Shinri, bogoshippeoso.”tutur seorang namja bertubuh jangkung, ia lalu merengkuh Shinri kedalam pelukannya.

 

Shinri membelalakkan matanya, hpnya terjatuh. Air matanya menetes, ia mengenali suara ini, bau parfum ini masih sama dengan 1 tahun yang lalu. Benar-benar masih sama dengan yang dulu. Ia benar-benar kaget tidak menyangka bahwa namja ini akan kembali, sebenarnya ada Shinri senang mengetahui namja ini sudah kembali. Namun disisi lain ia merasakan perasaan lain. Ia bahkan tidak membalas pelukan namja ini karena terlalu shock. Namja ini lalu melepaskan pelukannya.

 

“Kau kembali?”ucap Shinri terpatah-patah.

 

                “Ne, untukmu.”

Ia lalu mengenggam tangan Shinri, lalu menariknya untuk keluar dari sekolah. Diluar perkiraan, Kai membawa Shinri masuk ke mobilnya.

 

“Mau kemana kita?”tanya Shinri.

 

“Bukankah sudah lama tidak bertemu? Aku ingin pergi denganmu.”ajaknya.

 

“Eh, tapi aku harus ijin pada Sehun dulu.”

 

Kai menatap Shinri, mendengar nama Sehun benar-benar membuat hatinya sedikit panas. Bukankah setiap hari mereka bertemu, tapi kenapa tidak bisa sekali saja Shinri memikirkannya. Bukankah Shinri waktu itu sudah berjanji untuk menunggunya?

 

“Maksudku, tadi aku berjanji akan pulang dengan Sehun. Kalau misalnya tidak izin dulu, aku takut Sehun nanti terlalu lama menungguku.”jelas Shinri, sebenarnya dia ingin menutup-nutupi hubungannya dengan Sehun. Bukan bermaksud untuk berpaling pada Kai, tapi ia tau perasaan Kai.

 

“Geurae, kau telpon Sehun dulu.” Ucap Kai sambil tersenyum

 

Disaat Shinri membuka hpnya, ternyata ada sms dari Sehun. Ia sudah cukup khawatir melihat nama Sehun disitu, sejujurnya ia tidak ingin mengatakan pada Sehun bahwa sebenarnya sekarang dia sedang bersama Kai.

 

From : Sehunnie

                Kau pulang sendiri, aku benar-benar sibuk.

               

Glek! Pesan dari Sehun benar-benar tidak seperti biasanya. Sebenarnya Shinri sudah merasa aneh dengan pesan itu, atau jangan-jangan Sehun melihat Kai membawanya masuk ke mobil Kai?

 

………………………………………………………………………………………………………………

 

                Kai membawa mobilnya melesat menuju salah satu Mall di Seoul, ia lalu mengajak Shinri masuk ke dalam gedung bioskop. Di perjalanan Shinri tidak banyak bicara, sejujurnya selama bersama Kai, Shinri benar-benar mengkhawatirkan Sehun sekarang.

 

“Aku beli tiket dulu. Kau tunggu disini, ne.”tutur Kai sambil mendudukkan Shinri di salah satu bangku didekat tempat penjualan tiket film.

 

Begitu ditinggalkan oleh Kai, Shinri langsung membuka handphonenya. Ia langsung mengetik pesan pada Sehun.

Sent :

                Kau dimana ? Sudah pulang belum? Jangan lupa makan. Hati-hati. Saranghae.

 

                Selesai menonton film, Kai membawa Shinri ke salah satu foodcourt di dalam Mall itu. Niatnya, Shinri hanya mau memesan bubble tea agar bisa cepat pulang tapi Kai malah memesankannya makanan berat,alhasil Shinri pasrah memakan semua makanan yang dipesankan Kai dengan cepat.

 

“Kenapa kau cepat sekali, kau lapar? Atau kita perlu pesan lagi?”tawar Kai sambil menatap Shinri yg sedang mengunyah makanan.

 

“Andwae! Aku tidak lapar. Jangan pesan lagi.”tutur Shinri sambil menelan makanan yang masih ada dalam mulutnya.

 

“kau lucu sekali, kalau makan.. Telan dulu makanannya. Hahaha.”

 

Shinri hanya mempoutkan mulutnya. Lalu Kai menatapnya dengan serius. Kai lalu mengambil tisu,

 

“ada nasi.” Ucap Kai sambil mengusap pipi Shinri dengan tersenyum.

 

Shinri dapat melihat wajah Kai yang hanya 30 cm didepannya. Ia lalu berfikir untuk mengatakan hubungannya dengan Sehun pada Kai. Ya! Dia harus mengucapkannya. Kalau tidak, Kai akan terus-terusan salah paham dengannya.

 

“Oppa ada yg ingin kukatakan padamu. Tapi sebelumnya.. Kau harus berjanji padaku.” Shinri menatap Kai intens.

 

“Mwo? Janji apa?”tanya Kai sambil memajukan kursinya. Lalu meletakkan tangannya di atas meja.

 

“Oppa tidak boleh marah, Oppa tidak boleh sedih, dan Oppa akan selalu bahagia. Yaksok?” Shinri lalu mengulurkan kelingkingnya.

 

“Memangnya apa?”tanya Kai sambil menyipitkan matanya.

 

“Sebelumnya… Mianhae, jinjja. Mianata.”

 

“Eo? Apa itu?”

 

“Aku berpacaran dengan Sehun.” Shinri mengatakannya dengan cepat, lalu ia menundukkan kepalanya, “Oppa boleh menghukumku. Tapi oppa harus memaafkanku.”

 

Glek, jantung Kai berdesir. Baru hari ini dia akan menanyakan kelanjutan hubungannya dengan Shinri. Tapi dia sudah mendengar fakta yang menyakitkan. Kai lalu menghela nafas, sebenarnya dia sudah mengira akan jadi seperti ini. Tapi kenapa harus Sehun yang bisa membuat Shinri seperti ini. Ia lalu menyandarkan punggungnya di kursi.

 

“Oppa mianhae.” Ucap Shinri memelas. Ia masih belum berani menatap wajah Kai.

“Kalau sudah seperti ini. Aku bisa apa. Hehehe.”ucap Kai sambil mengeluarkan senyum paksaannya.

 

Sejujurnya hatinya sangat sakit. Park Shinri, gadis yang dicintainya meninggalkanny. Gadis yang sangat sangat disayanginya. Gadis yang dulu berjanji akan menunggunya.

 

“Oppa mianata, kau boleh menghukumku.”

 

“Kau harus menerima hukumanmu.”ucap Kai bercanda.

 

“Apa?”tanya Shinri

 

“Kau harus menerima ciuman dariku.” Kai menampilkan smirknya.

 

“Yak! bagaimana kalau Sehun melihat?” Shinri dengan tidak santai mengucapkannya.

“kau mencintainya? menyayanginya?”tanya Kai serius.

 

“Sangat, lebih dari apapun.”jawab Shinri

 

“Dimana Sehun pernah menciummu? Disini?” Tanya kai sambil menunjuk bibirnya dengan telunjuknya.

 

Shinri lalu terdiam, jujur saja.. Sekalipun dia belum pernah dicium oleh Sehun. Walaupun di kening, atau di pipi . Ia belum pernah. Hanya Kai yang pernah melakukannya, itu saja hanya di kening.

 

“belum pernah?”tanya Kai lagi. “baguslah, jadi aku yang akan jadi ciuman pertamamu.”

 

Kai lalu memajukan wajahnya,Shinri menutup matanya dengan paksa sambil menunduk, Kai semakin dekat. Melihat wajah shinri yang lucu, Kai terkekeh.

 

Pletak!!!!

 

Kai menyelentik dahi Shinri, lalu ia mundur dan berdiri sambil mengambil tas, “Kau pikir aku akan menciummu disini? Itu hukumanmu karena mengingkari janjimu. Semoga kau bahagia dengan Sehun. Annyeong.”ucap Kai sambil berjalan meninggalkan Shinri .

 

               

 

***

Kai memasuki rumahnya, ia lalu merebahkan badannya di sofa ruang tengah. ia masih tidak percaya apa yang dikatakan Shinri kemarin. “Sangat, lebih dari apapun.” Kata-kata itu masih terngiang di telinga Kai.

 

“Ah Kai, kau sudah pulang?” Sapa ibunya yang membawa pulang belanjaan lalu meletakkannya di meja depan sofa  .

 

“Omma dari mana?” Tanya Kai.

 

Itu bukan belanjaan, ommanya membawa semacam makanan tapi bukan makanan yang biasa dijual di Seoul.

 

“Omma dari Suwon, tempat nenekmu dari oppa kandungmu. Kai , kau sudah minum obat?”

 

“Sudah, untuk apa Omma kesana? Geundae, dimana Taemin hyung?”tanya Kai

 

“Taemin masih kuliah. Omma menanyakan keberadaan adikmu, sayangnya dia tidak pernah berkunjung kesana. Tapi omma meninggalkan alamat kita dirumah Halmeonnimu. Jadi kalau sewaktu waktu dia kesana, halmeonni bisa memberi tahu kita. Omma sangat merindukannya.”

 

“Aku punya adik?”tanya Kai heran

 

Adik? Dia tidak pernah merasa punya adik. Semenjak kecelakaan yang menyebabkan jantung Kai menjadi lemah, ia melupakan segalanya.

 

“Ya. Dia satu tahun lebih muda darimu. Kau tau Kai? Dulu kau sangat menyayanginya.”tutur Ibu Kai.

 

“Siapa namanya?”tanya Kai.

 

Ia sangat penasaran pada adiknya itu.

 

“Namanya Shinri. Park shinri.”

Kai membelalakkan matanya. Nama itu, nama yang sangat sering didengarnya. Nama yang selalu ada di fikirannya.

 

“Omma katakan, apa hanya ada satu Park Shinri di dunia ini?”

 

***

 

Gimana? Penasaran? Kalau penasaran RCL yang banyak ya. Karena RCL adalah kekuatan agar authornya nggak males ngelanjutin FF ini. Author sempet kecewa karena yang chapter 2 kemarin RCLnya nggak sebanyak yang chapter 1 L Tapi nggak pa pa, semoga RCL yang di FF ini lebih banyak. Jadi author semangat buat ngelanjutinnya😀

 

Yang read : Author doain semoga EXO cepet comeback

 

                Yang READ+LIKE+COMMENT : AUTHOR DOAIN EXO BISA SHOWCASE DI INDONESIA DAN KALIAN YANG READ LIKE COMMENT BISA MEET AND GREET SAMA EXO. AMIIIIN J

 

 

5 thoughts on “Lightless Chapter #2

  1. eonnie aku penasaran tingkat dewi loh eonn cuma gara-gara kaget waktu tau Shinri ternyata dongsaengnya Kai, cepet dilanjutin ya eonnie, keep write and Fighthing

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s