Forget Me Not #1

                                                                          Forget Me Not

 forget-me-not

                  Main Cast        :  Park Chanyeol  & Kang Ha In (OC)

  Genre                 :   Romance, Drama, Marriage Life

 Length               : Chaptered

 Author               :    IsshikiSaika

 Cover by            :  http://alittlestoryfrompiechie.wordpress.com/

Keindahan dunia memiliki dua sisi, karena itu hati kita terbagi dua, disatu sisi terdapat tawa , disisi lainnya terdapat penderitaan. Jadi bisakah kau katakan padaku, aku termasuk di bagian sebelah mana dalam hatimu?

 

        ~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

Sosok gadis dengan rambut panjang yang tergerai bebas terlihat sedang menyeret langkahnya yang semakin lama terasa semakin berat baginya, bagaimana tidak,  balutan Ball Gown Wedding Dress –nya yang sedang dia kenakan memang cukup membuatnya kewalahan untuk berjalan cepat. Kang Ha In, gadis itu kini melewati tempat parkiran dan buru-buru berjalan  keluar dari gedung tempat resepsi pernikahannya yang baru saja selesai dilangsungkan.

“ ne, eomma, aku lelah sekali jadi aku mohon kau tidak memaksaku untuk melayani tamu-tamu itu lagi, lagi pula orang itu masih disana,  jadi suruh dia saja menyapa tamu yang lain.” Ha In menjawab telepon itu dengan terburu-buru sambil berusaha menghentikan taksi yang melintas dihadapannya.

“aigoo, Kang Ha In, bisa-bisanya kau kabur dari acara resepsi seperti ini.. dan kenapa kau meninggalkan suamimu dan membiarkannya melayani semua tamu hah? Sebentar malam jam delapan kalian berdua harus hadir makan malam bersama keluarga besar. Arasseo?” setelah menyampaikan perintah itu, nyonya Hye Won langsung memutuskan telepon tanpa memberikan kesempatan Ha In untuk protes menolak. Ha In hanya bisa mendengus frustasi menanggapi perintah eommanya.

“aaiissh, aku bisa gila kalau terus seperti ini” Ha In mendengus kesal begitu berhasil masuk ke dalam taksi. Satu-satunya yang ingin dia lakukan saat ini adalah berbaring di kasur  kamarnya yang empuk nan lembut sampai tertidur dan terbangun  besok pagi.

Ha in membuka pintu flatnya dan pemandangan pertama yang dilihatnya adalah tumpukan koper dan kardus-kardus buku. Kini pikirannya kembali dijejali berbagai pertanyaan. Entah kali ini apa lagi yang telah direncanakan eommanya. Ha In mendekati barang-barang asing itu dan seketika matanya melebar ketika membaca nama pemilik barang itu “Park Chanyeol’s inventory”. Hah? Jadi maksudnya kita akan tinggal satu atap disini?? Andwae!  Ha In bermaksud menelpon eommanya tapi ponselnya sudah lebih dulu berdering.

“eomma! Wae? Mengapa orang itu harus tinggal satu flat denganku? Aku tidak mau ada orang asing disini. Nan shireo.” Ha In melancarkan protes pada ibunya.

“ Ha In, berhenti mengatakan suamimu dengan “orang itu”, namanya Chanyeol, dan dia sekarang resmi menjadi suamimu, jadi berhenti menganggap dia orang asing dan terima dia tinggal di flatmu atau eomma akan menarik izinmu untuk melanjutkan studi di Swiss.” Jelas nyonya hye won dan hanya ditimpali dengan gerutuan oleh Ha In, dia benar-benar tidak berdaya kalau ibunya sudah mulai meyinggung soal itu, karena impiannya untuk melanjutkan studi di Swiss adalah ambisinya sejak beberapa tahun lalu. Dia tidak boleh bertindak gegabah. Perlu waktu lama untuk membuat eommanya mengizinkan dia melanjutkan studi di Swiss ,dan salah satu syaratnya adalah dia mau dinikahkan dengan sosok laki-laki bernama Park Chanyeol yang tidak lain adalah temannya belasan tahun silam yang sudah dilupakannya namun tiba-tiba orang itu muncul lagi dengan membawa berita perjodohan dan membuat Ha In mau tidak mau menyetujuinya.

Ha In menggeser koper dan barang-barang itu ke pojok kamar depan , kamar itu memang dikhususkan untuk orang-orang yang menginap ketika mengunjungi flatnya, namun sepertinya kamar itu akan mendapat penghuni tetap yang tidak lain adalah suaminya sendiri. Ha In menghela napas ketika menyadari hal itu. Setelah berganti pakaian dengan stelan baby doll kesayangannya Ha In naik ke lantai dua yang tidak lain adalah tempat kamarnya berada. Dia masuk ke kamar lalu langsung merebahkan diri ke kasurnya yang nyaman.

“aaaaah..~ aku benar-benar lelah hari ini.” Ujar Ha In sambil menolehkan kepalanya mengitari ruang kamarnya yang didomnisai warna ice blue yang menimbulkan kesan menenangkan. Ia mengerjapkan matanya beberapa saat lalu pandangannya mulai menerawang.  Apakah dia sekarang benar-benar menikah? Mengapa eomma sangat ingin dia mempunyai pendamping hidup di usia yang masih sangat  muda seperti ini? Dan orang itu, mengapa dia tampak  biasa-biasa saja? Apa dia sama sekali tidak keberatan dengan pernikahan ini?

“aah nan mollae..” Ha In memutuskan untuk menghentikan pikiran-pikiran yang berkecamuk dalam kepalanya, tidak lama setelah itu dia tertidur pulas.

Ha In membuka mata perlahan dan mengerang kecil, dilihatnya jam beker di nakas sebelah ranjangnya  menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Dia memutuskan bangun dan turun ke lantai bawah untuk mengambil air minum, dia merasa kehausan dari tadi. Namun baru beberapa langkah dia berjalan, sebelum mencapai dapur dia mendapati Chanyeol sedang membongkar isi kopernya lalu menata kardus-kardus yang berjejalan dihadapannya.

Menyadari Ha In sedang melihat kearahnya Chanyeol mengalihkan pandangannya pada Ha In.

“kau sudah bangun ya. Apa kau sudah diberi tahu kalau jam delapan kita-“

“ aku sudah tahu, dan apa kita harus pergi?” Belum sempat Chanyeol melanjutkan pertanyaannya, Ha In langsung menyela lalu kemudian meneruskan langkahnya menuju dapur.

“ tentu saja , aku tidak mau dimarahi Appa kalau sampai tidak hadir dan kau tentu saja tidak bisa kabur seperti tadi lagi.” Ujar Chanyeol sambil melirik sekilas ke arah Ha In.

“tsk, aku tidak tertarik menghadiri acara makan malam seperti itu. “ ujar Ha In sambil memberengut kesal, Chanyeol menyeringai sekilas,

“ mau tidak mau. suka atau tidak suka, tertarik atau tidak , kau tetap harus pergi. Kau tau kenapa???” Chanyeol menoleh kembali pada Ha In sambil tersenyum sekilas.

“karena sekarang kau adalah bagian dari keluarga Park dan tradisi makan malam bersama keluarga besar adalah hal turun temurun yang selalu dilakukan untuk menyambut anggota keluarga baru.” Jelasnya lalu kembali meneruskan kegiatannnya, Ha In menghela napas berat.

“mengapa kau menerima perjodohan ini? Jelas-jelas kita tidak pernah menjalin hubungan apapun, mengapa tiba-tiba mereka bersikeras melakukan hal ini?” tanya Ha In.

“ haha” Chanyeol terkekeh pelan melihat Ha In yang sudah berapi-api memprotes. Kemudian dia melanjutkan dengan berkata

“ aku tahu kau pasti akan bingung dengan semua ini, tapi percayalah mereka punya berbagai alasan untuk itu, salah satunya perjanjian kakekku dengan kakekmu yang menyatakan bahwa kelak generasi ke lima mereka harus dijodohkan apabila ada yang umurnya tidak terpaut terlalu jauh.” Ujarnya chanyeol lalu melihat Ha In sedang mencerna penjelasannya barusan. Generasi ke lima? Jika dilihat dari garis keturunannya dia memang generasi kelima di keluarganya itu, dan begitu pula Chanyeol, lalu usia yang tidak berbeda jauh, well.. mereka hanya terpaut empat tahun. Ha In menggeleng tidak percaya.

“ perjanjian macam apa itu? Aissh, jintjaa. Aku masih belum bisa menerima perjodohan ini. Jadi, sampai waktu yang tidak ditentukan ku harap kau tidak akan berbuat macam-macam dan melakukan hal-hal aneh padaku.”  Kata Ha in tegas dan  hanya ditimpali dengan anggukan sekilas dari Chanyeol.

Ha In memutuskan untuk naik menuju kamarnya, namun Chanyeol berujar,

“apa kau benar-benar tidak ingat padaku?” Ha In menghentikan langkahnya dan sedikit membalikkan badannya ke arah Chanyeol yang sedang melihatnya.

“hmm? Hanya sekilas, yang aku tahu kau anak laki-laki nakal yang mengacaukan kanvasku ketika aku sedang berusaha melukis di taman bermain waktu itu.” Ujar Ha In cuek lalu kemudian meneruskan langkahnya dan kembali ke kamarnya.

Chanyeol tertegun beberapa saat kemudian terkekeh pelan, dia masih ingat rupanya, sepertinya kejadian itu benar-benar membuatku tetap diingat olehnya, gumam Chanyeol.

~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

Pukul delapan tepat Chanyeol dan Ha In pergi ke rumah keluarga besar  Chanyeol. Ha In terlihat sangat manis dengan balutan dress pink pastel dan riasan naturalnya. Dia berjalan berdampingan dengan Chanyeol yang tampak sangat tampan dengan  tuxedo hitam yang dikenakannya. Semua keluarga telah berkumpul di ruang makan keluarga yang memang dirancang sangat luas dan megah. Ibu Ha In datang menyambut mereka. Chanyeol berbicara sebentar dengan nyonya Hye Won dan Ha In yang masih kesal dengan keputusan Ibunya tadi siang memilih untuk berjalan ke tempat lain.  Beberapa saat kemudian seorang gadis berdiri  disamping Ha In yang sedang melihat lukisan-lukisan yang terpampang di ruang keluarga itu

“anyeong Ha In, selamat datang di rumah keluarga Park” ujar gadis bernama Park Chae Ren itu sambil tersenyum ramah. Ha In menolehkan wajahnya dan tersenyum sopan.

“anyeonghaseyo, ne. Gamsahamnida unnie” ujar Ha In singkat. Beberapa saat kemudian  acara makan malam itu dimulai, Chanyeol dan Ha In duduk berhadapan. Ha In duduk di samping Park Chae Ren yang tidak lain adalah kakak perempuan Chanyeol.  Mereka tampak berbincang-bincang dengan riang.

“ kau tahu, dari dulu sampai sekarang anak itu tetap jahil, tapi yang tidak kumengerti mengapa penggemarnya semakin lama semakin bertambah .Kau harus bisa mengendalikannya Ha In.” Ujar Chae Ren sambil mengerling pada Ha In, Ha In hanya tersenyum simpul sambil mengangguk sopan. Sementara itu  Chanyeol yang melihat Ha In dan kakaknya bercakap-cakap kemudian berujar

“hei noona, kau tidak perlu menceritakan semua pesonaku pada Ha In, dia akan menyadarinya perlahan-lahan.” Kata Chanyeol membuat Ha In sukses mendelik dan mengernyitkan dahinya ,orang ini kadar percaya dirinya diatas normal.aku tidak mengerti apa ini yang membuat dia memiliki banyak penggemar, jika iya mereka pasti sudah tercuci otak nya oleh orang itu. Ha In membatin.

“hahaha, kami tidak sedang membahas itu dongsaeng nakal, aku sedang memberi petuah untuk Ha In agar tegar dalam mengahadapi orang  setengah sinting sepertimu.” Ujar Chae Ren sambil terkekeh yang hanya ditimpali senyum mengejek Chanyeol, Ha In yang memerhatikan kedua kakak beradik itu hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak menyangka watak mereka sangat mirip.

“ Ha In-ah, kau tidak perlu merasa asing disini, kami semua adalah keluargamu, appa akan sangat senang jika kau menjadi bagian dari kami.” Ujar tuan Park sambil tersenyum ramah pada Ha In.

“baiklah appa, terima kasih sudah menerima Ha In dalam keluarga ini.” Ujar Ha In sambil tersenyum tulus.

Selanjutnya obrolan keluarga Park dengan keluarga Kang itu terus berlanjut dan beberapa saat kemudian acara itu berakhir dengan suasana gembira yang melingkupi kedua keluarga itu.

~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

Setiba di flat, Ha In langsung melepas heelsnya dan berjalan terseok-seok menuju kamarnya. Chanyeol mengernyitkan dahi melihat cara jalan Ha In yang tampak aneh itu. Dia berjalan mendekati Ha In. Namun beberapa saat kemudian ketika Ha In sedang menaiki tangga tiba-tiba pijakannya oleng dan dia nyaris saja terjatuh jika Chanyeol tidak berdiri di belakangnya dan menahan tubuhnya, Ha In meringis. Posisi mereka berdua saat ini adalah Chanyeol yang memegang pinggang Ha In dan lengan Ha In yang melingkar di pundak Chanyeol. Ada jeda beberapa saat ketika mereka hanya saling mnegerjapkan mata tanpa mengeluarkan suara. Namun beberapa saat kemudian Chnayeol memutuskan mengucapkan sepatah kata untuk melenyapkan suasana canggung ini.

“gweanchana?” pertanyaan Chanyeol itu membuat Ha In sadar kalau sedari tadi dia hanya diam mematung dan tidak melakukan pergerakan apapun. Bagaimana tidak, dari posisi seperti ini dia bisa menghirup aroma parfum mint yang bercampur dengan wangi vanila yang manis milik Chanyeol, Ha In tidak dapat mengerti bagian otaknya yang mana yang menyuruhnya untuk sedikit berlama-lama menghirup aroma yang menenangkan sekaligus memabukkan  itu sambil memerhatikan manik mata Chanyeol yang memantulkan warna hitam pekat. Apa benar orang ini campuran Jerman-Korea? Sebenarnya Ha In ingin memastikan hal itu. Tapi mengingat posisi yang terasa aneh ini ia segera menarik lengannya dan kembali memperbaiki posisinya, berdiri tegak.

“kaki mu kenapa? Apa kau tidak terbiasa memakai heels?” tanya Chanyeol. Dia berjongkok dan memeriksa kaki Ha In dengan hati-hati, Ha In tertegun beberapa saat, kemudian dia segera tersadar lalu memperbaiki cara berdirinya.

“anieyo, aku baik-baik saja, aku memang terbiasa memakai sepatu flat jadi agak sedikit nyeri ketika memakai heels tadi. Tapi ini tidak akan lama. Gwaenchana.” ujar Ha In cepat lalu menatap Chanyeol dengan canggung, Chanyeol mengangguk sekilas

“oh, baiklah, kalau begitu istirahatlah, kau pasti sangat lelah. Apa besok kau akan ke kampus? “ tanya Chanyeol , Ha In mengangguk pelan.

“kalau begitu besok kita berangkat sama-sama, jadi  kau tidak perlu mengejar bis dan berdesak-desakan didalamnya.” Ujar Chanyeol.

“ah tidak perlu dan kuharap kau tidak usah melakukannya, umm, begini, aku masih belum ingin berita pernikahan ini diketahui oleh kampus jadi kuharap kau tidak menampakkan diri disana, apalagi penggemarmu dikampusku cukup banyak. arasseo?”  Ha In segera menjelaskan keingingannya, mulai sekarang dia harus lebih berhati-hati ketika beraktifitas di kampus mengingat dia masih harus mengurus beberapa berkas untuk melanjutkan studinya di Swiss, dia hanya tidak enak saja berita pernikahannya dengan Chanyeol akan menimbulkan berbagai opini negatif dan gosip-gosip aneh. Begitulah Ha In , dia tidak suka menjadi sorotan.

“oh, baiklah kalau begitu, terserah kau.  tapi  ngomong-ngomong apa penggemarku di kampusmu semakin banyak dari yang kemarin-kemarin? Hahaha mereka memang penggemar yang  unik.” Ujar Chanyeol sambl tertawa renyah. Sosok Park Chanyeol yang merupakan sunbae yang sudah lulus beberapa tahun lalu dan sekarang sudah menjadi bussinessman terkenal masih terus digemari para gadis-gadis dikampusnya. Bagaimana tidak, pria itu terlihat memiliki semuanya . terlebih  lagi sifat ramah dan periangnya yang selalu dia tularkan kesekelilingnya membuat sosok Park Chanyeol menjadi tipe ideal bagi sebagian besar para yeoja di kampusnya yang tidak lain adalah kampus tempat Ha In kuliah.

“aku tidak tahu dan tidak pernah mahu tahu soal itu. Seterkenal apapun kau, aku tidak bisa menjadi penggemarmu. Lagi pula aku belum menemukan hal-hal yang bisa dikagumi dalam dirimu.”  Ujar Ha In acuh sambil melangkah ke kamarnya meninggalkan Chanyeol yang sedang menganga lebar dengan mata yang membulat heran.

Apa gadis itu benar-benar tidak menyukainya sama sekali? Mengapa semua perkataannya selalu saja membuat Chanyeol tercengang. Aiish gadis itu benar-benar tipe langka. Dan tentu saja aku tidak akan melepaskanmu begitu saja, Kang Ha In, aku akan membuatmu benar-benar menyukaiku. Lihat saja nanti. Chanyeol menyeringai sambil terkekeh pelan menyadari betapa terobsesinya dirinya untuk menaklukan Ha In. Ini sebuah misi besar. Haha. Dan kau harus ingat, Park Chanyeol tidak pernah gagal.

~~~<><><> TBC <><><>~~~

32 thoughts on “Forget Me Not #1

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s