Posted in Chapter, charismagirl, EXO-K, friendship, Romance, SCHOOL LIFE, Se Hun

Just Stay With Me – Part 2

coverjswm

Title : Just Stay With Me – Part 2

Author : Charismagirl

Cast :

  • Oh Sehun
  • Park Minri (OC)
  • Cho Kyuhyun
  • Kim Hyejin
  • EXO

Rating : PG-13, teen

Genre : Romance, friendship, school life

Length : Chapter

Part 1

***

Hyejin dan Sehun adalah teman sejak kecil. Sehun dulunya tinggal di Gyeong-gi sebelum ia dan keluarganya pindah ke Seoul. Lalu Sehun sendiri memutuskan untuk membeli apartemen untuk ia tinggali sendirian agar ia bisa hidup mandiri.

Hyejin memiliki umur tiga tahun lebih muda dari Sehun sehingga ia terbiasa memanggil Sehun dengan sebutan Oppa. Orang lain mungkin akan mengira kalau mereka bersaudara karena kedekatan mereka seperti saudara.

Gadis itu memiliki sifat periang, manja dan semena-mena. Mungkin karena Sehun sudah cukup lama mengenal gadis itu makanya Sehun sudah tidak begitu mempermasalahkan sifat yang dimiliki gadis itu. Tapi seiring waktu, mestinya gadis itu sudah bisa bersikap dewasa.

Sehun tidak habis pikir mengapa gadis itu bisa pingsan. Apa karena kelelahan setelah menempuh perjalanan cukup jauh atau ada alasan lain?

Dari dulu hingga sekarang, Sehun tidak memiliki perasaan apa-apa pada gadis itu. Ia hanya menganggap Hyejin sebagai adiknya, itu saja.

Sehun meletakkan tubuh gadis itu di atas kasur. Kemudian melepaskan sepatunya. Setelah itu Sehun beranjak dari sana. Sepertinya malam ini ia harus tidur di sofa.

Belum sempat Sehun keluar kamarnya, Hyejin bangun dan duduk dikasur dengan tiba-tiba. Gadis itu mengucek kedua matanya dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

“Dimana aku?” gumamnya.

“Dikamarku, pabbo!” jawab Sehun.

“Apa yang terjadi?”

“Tadi kau pingsan setelah jatuh menindihku.”

Jinjja?”

Gadis itu menyengir lebar sambil menggaruk tengkuk belakangnya yang tidak gatal. Ia kembali berbaring dan memeluk guling. Diam-diam tersenyum.

“Selamat malam,” ucap Sehun sambil menggelengkan kepalanya pelan sebelum keluar kamar dan mematikan lampu.

***

Minri membenarkan tatanan rambutnya sebelum menekan bel di apartemen Sehun.

Hari minggu.

Tidak biasanya gadis itu mengajak Sehun jalan-jalan, tapi kali ini ia memberi kejutan pada Sehun tentang rencana kencan mendadak yang akan ia lakukan. Err.. sedikit menekan gengsinya kali ini.

Minri menekan bel beberapa kali namun tidak ada respon yang berarti dari dalam. Minri merogoh ponselnya. Dia baru akan menghubungi Sehun tepat saat pintu terbuka.

Seorang gadis yang sedikit lebih pendek dari Minri berdiri di depan pintu. Gadis itu masih dengan rambut acak-acakan dan tampak mengantuk.

Minri mengerutkan keningnya, bingung. Setahunya Sehun tidak punya adik perempuan. Siapa gadis ini?

“Cari siapa?” tanya gadis itu setelah ia menguap.

Belum sempat Minri menjawab, suara pria yang dicarinya lebih dahulu menyahut. Itu berarti Minri tidak salah alamat kan?

“Ada apa?” tanya Sehun.

Sehun juga baru saja bangun, sehingga rambutnya tampak tidak beraturan namun tidak bisa menghilangkan kesan tampan pada wajahnya.

Minri tiba-tiba berpikir yang tidak-tidak. Memangnya apa yang bisa dilakukan pria dan wanita dalam satu apartemen? Aish! Tidak mungkin. Sehun tidak mungkin mengkhianatinya. Pikiran Minri terus melayang kemana-mana, membuatnya sendiri tidak sadar bahwa ia sudah menggelengkan kepalanya sambil menggumam.

“Eh, Minri-ya? Ayo masuk!” tanpa aba-aba Sehun menarik tangan Minri masuk. Minri sempat bertatapan dengan Hyejin dan entah benar atau tidak, Minri merasa gadis itu seperti tidak menyukai kehadiran Minri.

“Apa kau hari ini sibuk?” tanya Minri setelah ia duduk di sofa. Minri melihat di atas sofa itu masih terdapat bantal dan selimut.

“Tidak…” Sehun menggantungkan kalimatnya tampak masih berpikir. Sehun mendengar suara keributan dari arah dapur. Dia baru ingat bahwa ada Hyejin disana dan iapun teringat akan permintaan Hyejin untuk menemani gadis itu mencari tempat tinggal. “Err.. sebenarnya aku sedikit sibuk.”

“Kenapa? Karena gadis itu? Sebenarnya dia siapa? Dan kenapa dia bisa tidur di apartemenmu?” tanya Minri bertubi-tubi. Minri bahkan tidak memelankan suaranya saat ia bertanya dengan nada nyaris seperti sedang marah. Peduli apa.

Sehun melirik Hyejin yang baru saja masuk ke dalam kamarnya. Gadis itu membiarkan pintunya tetap terbuka. Ia sedang membuka koper miliknya, entah apa yang dilakukannya.

“Dia tetanggaku dan kami berteman sejak kecil. Hari ini aku akan mencarinya tempat tinggal. Nanti saja aku jelaskan secara detil,” ucap Sehun sambil memainkan ujung rambut Minri.

“Padahal aku ingin mengajakmu jalan-jalan, itu saja,” ucap Minri terdengar sedih.

“Lain kali, ya?” hibur Sehun sambil tersenyum. Pria itu sesaat menghirup nafas dalam sambil memejamkan matanya. “Ngomong-ngomong, kau wangi sekali.”

Minri tersenyum malas. Ucapan Sehun seperti tidak ada apa-apanya. Mood gadis itu sedang buruk. Jadi, rayuan Sehun tadi tidak berefek apa-apa.

“Baiklah, aku pulang saja.”

Minri berdiri dari sofa dan meraih tasnya.

“Secepat itu? Kau tidak merindukanku?”

Sehun menarik tangan Minri agar gadis itu kembali duduk. Belum sampai setengah jam mereka bertemu, Minri sudah ingin meninggalkannya. Tidak bisa! Sehun harus menahan gadis itu lebih lama. Karena kalau Minri meninggalkannya dengan wajah seperti itu, seharian pasti Sehun tidak enak hati.

“Dia teman lama sekaligus tetanggaku waktu kecil.”

Sehun akhirnya buka suara membuat Minri menoleh lantas mencerna ucapan Sehun. Teman katanya? Sedekat ini? ck! Ya, gadis itu cemburu. Tapi ia tidak bisa mengungkapkannya. Harusnya Sehun mengerti dengan apa yang dirasakan Minri dan Sehun juga mestinya jaga jarak pada teman lamanya itu.

“Sehun-Oppa, kau jadi kan menemaniku mencari tempat tinggal?” ucap Hyejin dari dalam kamar Sehun.

Nah! Sekarang Minri benar-benar harus pergi ‘kan?

“Kau dengar? Teman lamamu itu membutuhkanmu. Well, aku pergi sekarang.”

Tanpa menunggu persetujuan Sehun lagi, Minri melepaskan tangan Sehun yang tadi memegang tangannya. Lantas, melangkah menuju pintu keluar. Sementara Sehun hanya bisa menatap gadis itu sampai ia hilang dibalik pintu.

Aish!

Sehun mengacak rambutnya frustasi.

“Minri pasti bisa mengerti keadaan ini.”

***

Minri sedang berada di salah satu toko buku besar yang terletak dalam mall. Jari-jarinya menyusuri susunan novel yang tertata rapi di tempatnya. Ia berjalan perlahan. Sebenarnya pikirannya sedang tidak disana. Terbukti dari pandangan matanya yang kosong.

Rencananya untuk berkencan dengan Sehun batal. Hal itu tentu saja membuatnya kecewa. Dari pada ia semakin bosan berada di rumah, jadi ia memutuskan untuk jalan-jalan sendirian saja.

Baru kali ini ia merasa tidak tertarik pada novel-novel favoritnya. Padahal niatnya ke toko buku adalah untuk menghilangkan rasa bosan dan berharap bisa mengembalikan mood-nya menjadi lebih baik. Dan ternyata Sehun beserta perempuan yang tadi di apartemen Sehun terus saja berputar-putar di kepalanya membuatnya pusing saja.

Minri menurunkan tangannya lantas menghembuskan nafas kasar. Ia berbalik secara tiba-tiba hingga tidak tahu bahwa ada orang di belakangnya dan tidak bisa dihindari tubuh mereka membentur satu sama lain.

Mianhamnida…” ucapMinri sambil membungkuk.

“Minri-ssi?”

Minri cepat-cepat mendongak setelah namanya disebut. Orang yang dikenalnya? Oh tentu saja. Pria itu adalah Kyuhyun. Calon tutornya.

“Kyuhyun-ssi… sedang apa disini?”

Well, sedikit basa-basi tidak apa-apa kan? Lagi pula ia harus bersikap sopan kalau ingin diperlakukan dengan baik juga. Terlebih, Kyuhyun adalah orang yang akan dibutuhkannya saat ia berada di Inggris nanti.

“Sedang mencari referensi. Senang bertemu denganmu,” ucap pria itu dengan senyuman ramah.

Minri bahkan tidak menyangka kalau Kyuhyun bisa tersenyum sehangat itu. Dalam pikirannya, Kyuhyun adalah sosok pria dingin yang hanya tersenyum seperlunya saja. Tapi Minri yakin kalau pria itu pasti membosankan. Lihat saja gaya berpakaiannya, tidak ada yang berubah saat Minri pertama kali bertemu pria itu kemarin, lalu hari ini.

“Senang bertemu denganmu juga,” ucap Minri sambil membungkuk lagi.

“Bagaimana denganmu? Maksudku apa yang kau lakukan disini? Sepertinya tidak ada buku yang menarik perhatianmu.”

Pria itu tampak sok tahu tahu, tapi sayangnya semua yang ia katakan benar.

“Sebenarnya aku tidak tahu dengan apa yang ku lakukan disini,” ucap Minri jujur. Gadis itu duduk di bangku panjang yang disediakan, lalu diikuti Kyuhyun.

“Harusnya kau mempersiapkan segala sesuatu untuk ujian yang kau hadapi. Hanya tinggal satu bulan waktu yang kau miliki. Dan satu bulan itu bukan waktu yang panjang, kau tahu?”

Kyuhyun menasihati gadis itu seolah dia ayahnya atau gurunya saja. Mereka baru dua kali bertemu tapi Kyuhyun sudah bisa bicara selancar ini padanya.

“Ya, terimakasih Kyuhyun-ssi,” jawab Minri malas.

“Ah, aku tahu tempat yang menyenangkan yang bisa kau datangi!”

Minri cukup terkejut dengan usulan Kyuhyun. Bukankah tadi pria ini menyuruhnya belajar, sekarang malah mengajaknya ke tempat yang menyenangkan. Aneh. Tapi tidak ada salahnya juga Minri menerima ajakan pria itu. Lagi pula Minri penasaran, memangnya tempat seperti apa yang Kyuhyun sebut menyenangkan?

Ja!” Kyuhyun menarik tangan gadis itu, membuat Minri terkesiap. Baiklah, Minri tidak marah atau menganggap Kyuhyun tidak sopan. Tapi genggaman tangannya benar-benar hangat. Mengingatkan Minri pada seseorang, seorang yang jauh dikenalnya sebelum ia mengenal Sehun.

Oh tidak. jangan sampai ia berhenti memikirkan Sehun hanya karena genggaman tangan pria lain. Kali ini Minri harus lebih menjaga hatinya untuk Sehun. Lalu berharap Sehun juga melakukan hal yang sama.

“K-Kyuhyun-ssi… Aku bisa jalan sendiri,” ucap Minri mendadak tercekat.

“Ah, Mianhaeyo.”

Kyuhyun melepaskan tangan Minri, lalu berjalan lebih dulu. Suasana menjadi canggung sejak Kyuhyun memegang tangan Minri tadi. Dan tidak ada yang memulai pembicaraan sampai mereka tiba di tempat yang dimaksud Kyuhyun.

Minri menatap tempat itu tanpa kedip. Oh baiklah, sebenarnya tidak ada yang spesial. Tapi tempat itu sudah lama tidak Minri datangi. Terakhir kali adalah tahun lalu, bersama Sehun, Chanyeol, Yeon, Kai, Ahri, dan Yeon serta Kris. Sangat menyenangkan. Sebuah game center. Ya Tuhan! Minri tidak pernah menyangka kalau orang seperti Kyuhyun adalah penggemar game!

“Kau serius?” tanya Minri, masih tidak percaya.

“Lebih dari itu,” jawab Kyuhyun sambil tertawa pelan. lalu memasuki arena game center dan mulai berbaur dengan penggila game yang lain.

Minri mengikuti Kyuhyun. Suara bising cukup mengganggu telinganya. Tapi ia tetap memasuki tempat itu. Kyuhyun sudah membeli koin, pria itu cepat sekali bertindak. Awalnya Minri hanya melihat Kyuhyun bermain. Namun, Kyuhyun tidak menyerah untuk membuat gadis itu bergabung. Sehingga Minri pasrah dan menempatkan dirinya di sebuah permainan balap motor.

Tiba-tiba Minri tertawa. Kyuhyun terus saja menabrakkan motornya ke tepi jalan. Entah sengaja atau tidak, tapi pria itu seperti belum pernah bermain ini sebelumnya.

Tanpa Minri sadari, Kyuhyun tengah menatapnya. Mempelajari wajahnya lalu… menyukainya?

***

Sehun dan Hyejin tengah berjalan beriringan. Sehun hampir putus asa karena belum juga mendapatkan tempat tinggal untuk Hyejin. Sementara Hyejin tidak merasa cemas karena ia berpikir bahwa ia masih bisa tinggal di apartemen Sehun bahkan untuk waktu yang lebih lama.

“Bagaimana ini?” ucap Sehun sambil mengacak rambutnya frustasi membuat rambut berwarna coklat itu sudah tidak rapi lagi.

Hyejin hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Ia berjalan dengan riang, lalu kemudian berhenti di depan sebuah kedai makanan. Perutnya yang malang tiba-tiba berbunyi.

“Aku lapar,” rengek Hyejin.

Sehun menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya. Tanpa bicara apa-apa pria itu masuk ke dalam kedai membuat Hyejin memekik gembira tanpa rasa malu. Sehun memang selalu mengerti.

Tidak lama setelah mereka masuk, ada dua orang yang memasuki kedai itu juga. Seorang pria dan seorang wanita.

Sehun sibuk menatap buku menu, sementara dua orang tadi duduk di meja yang tidak jauh dari tempat duduk Sehun dan Hyejin.

Sehun mendongakkan kepalanya. Ia baru akan bicara mengenai masalah menu, tapi lidahnya mendadak kelu. Yang dilihatnya itu gadisnya bukan? Bersama seorang pria? Siapa? Sepupunya?

“Yak Oppa!” Hyejin mengibaskan tangannya di depan wajah Sehun, membuat pria itu tersadar dari lamunannya.

Minri menoleh pada suara gadis berisik yang pernah didengarnya sebelumnya. Minri menyipitkan matanya. Mencoba mengenali wajah pria yang duduk tidak jauh darinya. Pria itu tengah menatapnya juga. Oh Sehun. Benar, itu dia. Bersama gadis menyebalkan yang tadi pagi bertemu dengannya.

Kyuhyun mengikuti arah pandangan Minri. Ia menatap Minri dan pria yang ditatapnya dengan cara bergantian. Sepertinya mereka saling kenal.

“Minri-ssi, geu namja nuguya?”

“Ah!” Minri menoleh menatap Kyuhyun, lalu tiba-tiba menarik tangan pria itu dan mengajaknya berdiri. “Kita makan di tempat lain saja.”

“Tapi kenapa?” tanya Kyuhyun, namun sama sekali tidak digubris oleh Minri. Kyuhyun pasrah mengikuti langkah gadis itu.

Sehun meletakkan buku menu yang tadi dipegangnya. Lantas memutuskan mengejar Minri. Meninggalkan Hyejin yang masih  bengong di tempat duduknya. Oh, baiklah. Sepertinya gadis yang berkunjung di tempat tinggal Sehun tadi pagi adalah orang yang penting bagi Sehun. Sampai-sampai Sehun rela mengejar gadis itu dan meninggalkan Hyejin yang jelas-jelas kelaparan. Dan Hyejin belum lama tinggal di Seoul. Tidakkah Sehun khawatir kalau Hyejin bisa tersesat?

***

“Minri-ya! Chamkamman!” teriak Sehun.

Minri mengenali suara yang tengah memanggilnya itu. Ia sedang kesal dengan Sehun, ia tidak ingin bertemu dengan pria itu dulu. Tapi kakinya tidak bisa diajak kompromi hingga ia berhenti. Tangannya terlepas begitu saja dengan tangan Kyuhyun.

“Ada apa?” tanya Minri.

“Kau sedang apa disini?” Sehun menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak suka. Dan Minri menyadarinya.

“Aku sedang mencari tahu tentang Harvard… Oh iya, perkenalkan, Kyuhyun, tutorku.”

Minri tidak berminat menceritakan apa yang dia lakukan dengan Kyuhyun, tapi entah mengapa memperkenalkan Kyuhyun dengan Sehun membuatnya puas. Seperti baru saja melakukan balas dendam atas kecemburuannya pada gadis menyebalkan bersama Sehun. Astaga! Kekanakan sekali.

Kyuhyun mengulurkan tangannya. Sehun mendiamkan beberapa detik sebelum berjabat tangan. Ia tidak tertarik untuk kenal dengan pria bersama Minri. Tapi ia lebih ingin tahu dengan apa yang mereka berdua lakukan sampai harus makan bersama seperti itu. Sehun yakin kalau ia belum pernah mendengar Minri menyebut nama Kyuhyun sebelumnya. Orang baru? Dan bisa sedekat itu? Ck!

“Kami pergi dulu ya?”

Tanpa memberi Sehun bertanya lebih banyak, Minri melangkahkan kakinya menjauh dari sana. Sementara Kyuhyun yang tidak tahu harus apa lagi, memutuskan untuk mengikuti Minri setelah sebelumnya membungkuk, pamit.

Sehun tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada gadis itu. Eh! Sepertinya ia sudah melupakan sesuatu. Hyejin!

***

Sehun berlari kecil menuju tempat makan yang tadi ia masuki bersama Hyejin. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat itu tapi sayang ia sama sekali tidak menemukan Hyejin disana. Kemana gadis itu?

Sehun bertanya pada pelayan yang kebetulan lewat. Pelayan itu hanya berkata bahwa gadis yang tadi bersamanya sudah pergi, tidak lama setelah Sehun meninggalkannya.

Sehun tahu kalau Hyejin belum tahu benar tentang Seoul. Bagaimana kalau gadis itu tidak tahu jalan menuju apartemen Sehun? Bagaimana kalau gadis itu diculik atau menghilang? Oh tidak! menyusahkan saja.

***

Minri menghentikan mobilnya di depan rumahnya. Ia baru saja tiba. Gadis itu belum mau turun. Ia menundukkan kepalanya dan menyandarkannya di setir mobil.

Apa yang baru saja ia lakukan?! Kenapa ia harus menghindari Sehun??

Minri hanya perlu penjelasan tentang siapa gadis itu, lalu Sehun harus memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Sehun. Itu saja.

Tok tok tok

Ketukan di kaca mobil Minri membuatnya kaget setengah mati hingga ia tidak sengaja menekan klakson, membuat ia sendiri terkejut dua kali. Ck!

Ia menurunkan kaca mobilnya dan mendapati Chanyeol yang berdiri disana?

Tiang listrik itu lagi! Mengapa ia selalu mengganggu Minri saat Minri baru saja menenangkan diri?

“Cepat turun! Aku ingin meminjam mobilmu,” ucap Chanyeol tidak tahu malu.

“Enak saja! Tidak! Pakai mobilmu sendiri saja.”

Minri membuang mukanya, tidak peduli.

“Yak! Ayolah! Ini penting… mobilku sedang diperbaiki. Err… aku berjanji akan membelikanmu es krim. Bagaimana?”

Chanyeol mencoba peruntungannya dengan menawarkan gadis itu dengan makanan kesukaannya. Semoga saja berhasil.

“Es krim dan coklat ukuran besar. Bagaimana?”

“Aish! Baiklah,” sahut Chanyeol dengan wajah kesal. Lama-lama bernegosiasi dengan gadis itu bisa membuat kantongnya berlubang. Jadi ia memutuskan untuk menyetujuinya saja, sebelum gadis itu berubah pikiran.

Minri tersenyum menang, sembari membuka pintu mobil. Lantas keluar dari sana.

Chanyeol bergegas masuk dan kembali menyalakan mesin mobi. Minri melangkah riang menuju rumahnya, tapi suara Chanyeol kembali menghentikannya.

“Ada apa?” tanya Minri setelah ia membalikkan badannya.

“Tasmu!”

Minri kembali menuju mobil dan menyambut uluran tangan Chanyeol yang sedang memegang tasnya. Gadis itu kembali berbalik.

“Minri-ya!” panggil Chanyeol.

“Apa lagi?!!” aura menakutkan mulai menyelimuti gadis itu membuat Chanyeol harus cepat-cepat pergi dari sana. Tapi Chanyeol harus menyampaikan suatu hal.

“Sehun terus menelponku dan menanyakan keadaanmu. Dia bilang ponselmu tidak aktif. Sudah, itu saja. Bye!”

Chanyeol menginjak pedal gas lantas pergi dari sana. Sementara Minri mengangkat satu alisnya bingung. Ponsel?

Minri memeriksa isi tasnya. Dan ia tidak menemukan ponselnya disana. Dimana benda itu?

***

Kyuhyun meraba kantong blazernya. Ia merasa ada benda asing yang sedang berada dalam kantongnya itu. Lantas merogoh dan mengeluarkannya. Sebuah telpon seluler?

Kyuhyun mengaktifkan benda itu lantas terpampanglah sebuah wallpaper foto Minri bersama pria tadi yang menahannya. Mereka punya hubungan khusus?

Pria itu meletakkan jasnya sembarangan di ujung kasur, lantas menghempaskan tubuhnya di atas kasurnya itu. Ia mendadak penasaran dengan hal yang berkaitan dengan gadis itu. Mungkin ia sedikit lancang, tapi rasa ingin tahunya sudah membuatnya menyampingkan kesopanannya untuk menghormati privasi orang dengan membuka isi ponsel gadis itu.

Kyuhyun menemukan begitu banyak foto gadis itu bersama Sehun, Kyuhyun baru tahu nama pria itu saat ia menemukan nama folder dalam memori ponsel Minri bernama Sehun.

Sekarang Kyuhyun tahu siapa pria itu. Mendadak ia merasa menyesal sudah mengajak gadis itu bersenang-senang tadi siang. Karena dalam waktu sekejap saja gadis itu sudah bisa mencuri hatinya. Sekarang bagaimana nasib hatinya yang sudah dicuri itu?

Kyuhyun harus menghentikan perasaan sukanya pada gadis itu sebelum ia jatuh terlalu dalam.

Triing!

 

Kyuhyun terkesiap saat ponsel yang dipegangnya tiba-tiba saja berbunyi. Nama Sehun terpampang di layar. Kyuhyun ragu-ragu untuk mengangkat. Ia berpikir beberapa saat sebelum akhirnya menyentuh layar berwarna merah, memutuskan panggilan.

Kyuhyun pikir ia sudah mengambil keputusan yang benar untuk tidak mencampuri urusan gadis itu bersama kekasihnya. Ia akan mengembalikan ponselnya besok.

***

Keesokan harinya di sekolah. Minri duduk termenung di kursinya. Menumpu dagunya dengan kedua tangan. Pandangannya tidak sengaja terarah pada Kris dan Yeon yang sedang bercanda.

Kedua pasangan itu jarang sekali bertengkar. Kalaupun ada, mereka tidak sungguh-sungguh bertengkar. Justru Minri mengartikan kalau pertengkaran mereka itu adalah ungkapan cinta yang direalisasikan dengan cara berbeda, membuatnya iri saja.

Minri mengerjapkan matanya saat Yeon menjentikkan jarinya di depan wajah Minri.

“Melamun lagi?”

Yeon duduk di samping Minri sambil menyenggol bahu gadis itu.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Yeon lagi.

Minri hanya menggelengkan kepalanya sembari beranjak dari duduknya. Ia ingin ke taman saja. Ia ingin menenangkan pikirannya. Eh, ngomong-ngomong ia belum bertemu Sehun hari ini. Tumben sekali pria itu tidak mencarinya ke kelas?

“Kenapa dia?” bisik Kris di telinga Yeon tiba-tiba, membuat gadis itu mendadak merasa bulu kuduknya berdiri.

Tanpa ragu-ragu ia menjitak kepala Kris meskipun dengan susah payah menggapainya.

“Kau tidak perlu berbisik seperti itu kalau Minri sudah pasti tidak mendengarnya juga!” omel Yeon.

“Aku suka berbisik ditelingamu,” ucap Kris sambil tersenyum mempesona, membuat Yeon tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

***

Minri duduk di bangku taman. Ia mendongakkan kepalanya menatap pohon rindang yang berada di atasnya. Benar-benar melelahkan. Ia merasa begitu kekanakan karena mengabaikan Sehun. Apakah kali ini Minri harus menemui pria itu lagi? eh tapi, memangnya dia sudah berbuat salah ya?

Gadis itu terkesiap saat pandangannya terhalang oleh wajah seseorang. Pria yang baru saja memenuhi pikirannya. Rambut pria itu terjatuh ke bawah, dan Minri sama sekali tidak ingin menegakkan duduknya. Ia menikmati tiap detik saat pria itu menatapnya, saat pria itu menyentuh wajahnya.

Cup!

Tiba-tiba Sehun menyentuhkan bibirnya di dahi gadis itu. Kemudian ia berjalan ke depan Minri dan mendaratkan lututnya di rumput, sementara Minri menegakkan kepalanya lantas menatap Sehun yang berlutut di depannya.

“Kau masih marah padaku?” tanya Sehun dengan tatapan teduhnya.

“Kau merasa punya salah padaku?” tanya gadis itu balik.

“Aku minta maaf.”

Sehun berdiri dan memeluk gadis itu. Tangan kanannya mengusap lembut rambutnya yang tergerai sampai pinggang.

“Mestinya kita punya waktu untuk berbagi cerita satu sama lain agar tidak ada lagi kesalahpahaman seperti ini. Bertengkar denganmu membuatku sulit tidur, kau tahu?” ucap Sehun sembari melepas pelukannya.

“Aku juga.”

“Oh iya, kemarin aku menelponmu. Kenapa kau menolak panggilanku?”

Sehun duduk di samping Minri, tangannya menggenggam ringan tangan gadis itu. Mereka tidak peduli dengan bunyi bel yang menandakan jam istirahat berakhir. Sepertinya mereka akan membolos kali ini.

“Ponselku ada pada Kyuhyun.”

“Benarkah? Bagaimana bisa?” tanya Sehun. Pria itu cukup penasaran bagaimana bisa ponsel Minri jatuh ke tangan Kyuhyun sementara setahu Sehun Minri adalah orang yang sangat jarang mau meminjamkan barang-barangnya pada orang lain. Bukan pelit, hanya menjaga privasi.

“Dia bilang aku meninggalkannya saat berada di game center, dan dia lupa mengembalikannya padaku.”

“Kalian ke game center?”

“Ya. Eum… sekarang ceritakan padaku tentang gadis itu.”

“Bukankah aku sudah menceritakannya?”

Sehun menyelipkan rambut Minri ke belakang telinga. Begitu banyak hal yang ingin dilakukannya dengan gadis itu, tapi waktu mereka untuk bersama semakin sedikit, entah karena masing-masing sibuk atau karena ada kehadiran orang lain yang cukup mengganggu.

“Maksudku, apakah ia masih tinggal denganmu?”

“Untuk saat ini masih,” jawab Sehun.

Minri mengalihkan pandangannya ke arah lain, lantas menghela nafas. Sampai kapan? Jerit gadis itu dalam hati.

“Siapa disana?! Jam pelajaran sudah dimulai!” teriak Kim Ssaem dalam jarak beberapa meter dari tempat Minri dan Sehun.

Minri segera bangkit dari duduknya, kemudian diikuti Sehun. Mereka berdua saling menatap sebelum akhirnya berlari sembari berpegangan tangan. Dasar anak nakal.

Baru kali ini Minri melanggar peraturan, dan entah mengapa rasanya begitu menyenangkan.

Mereka berdua berlari secepat mungkin hingga akhirnya terhenti di depan laboratorium bahasa. Mencoba peruntungan, Sehun menarik gagang pintu dan ternyata tidak terkunci.

Tanpa aba-aba Sehun menarik tangan Minri dan membawa gadis itu ke dalam. Setelah itu ia mengunci pintu.

“Kau tidak takut dapat hukuman?” tanya Minri setelah ia dan Sehun berada di belakang pintu.

Minri menyandarkan punggungnya di dinding sementara Sehun berada di depannya. Pria itu meletakkan satu tangannya di samping wajah Minri, sebagai penyangga.

“Tidak. Kalaupun dapat hukuman, aku pasti mengajakmu dihukum juga,” ucap Sehun sembari tertawa pelan.

“Ish dasar!”

“Aku bercanda. Aku rela dihukum demi kau.”

Sehun mendekatkan wajahnya pada gadis itu, lantas menyatukan bibir mereka berdua. Jika saja waktu bisa lebih bersahabat untuk memperlambat tiap detiknya agar mereka berdua bisa bertahan dalam momen ini untuk waktu yang lebih lama. Sehun pasti sangat bahagia.

***

Oppa! Cepat kemari, aku butuh bantuanmu!” teriak Hyejin yang berada di ruang tengah, sementara Sehun berada dalam kamarnya. Mengurung diri. Lebih tepatnya ia sedang menikmati tidur siangnya.

Sehun hanya membuka matanya setengah, lantas memejamkannya lagi. Merasa tidak ada respon atas panggilannya, Hyejin berdiri di depan pintu kamar Sehun sembari mengetuknya. Kali ini terdengar sangat mengganggu.

Dengan langkah terseok Sehun membukakan pintu. Ia melihat Hyejin bersama dengan buku dan pensil di tangannya.

“Ajarkan aku matematika, please…” ucap Hyejin sembari menunjukkan puppy eyesnya.

“Aku tidak begitu ahli pelajaran itu… Aaa! Aku akan meminta bantuan temanku. Bagaimana?”

“Gadis yang kemarin? Tidak perlu,” ucap Hyejin lantas menghentikan pertunjukkan puppy eyesnya itu.

“Bukan. Temanku yang lain, seorang laki-laki, namanya Chanyeol.”

TBC

 

Uwoow Chanyeol ahli matematika? AHAHA *plak! Nah gimana? Lumayan panjang kaaan?? Maaf ya lama TT___TT aku gatau harus berbuat apa sama FF ini. hiks. Aku usahakan deh lebih cepet lagi. tetep setia ya u.u// gomawo~

Mungkin banyak typo lolos inspeksi-_- udah ah, mata saya cape o.O

Comment yaaww :3

WARNING! : SAMBUNGANNYA SAMA SEKALI BELUM SAYA KETIK, JADI BISA KEMUNGKINAN LEBIH LAMA DARI INI *mpus ToT*

Makasih ya ~ hehe

Iklan

Penulis:

My name is Rima [Park Minri], 93-line. I live in Banjarmasin-Indonesia. I'am SHAWOL especially flame, I really really love Choi Minho. He's my inspirasion. I love SHINee, SHINee is Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin. And I just wanna share my imagination. With Love ~charismagirl~

47 thoughts on “Just Stay With Me – Part 2

  1. Aigoooo chanyeol jago math? Hahaaa smg aja hyejin malah kepincut sm chanyeol qiqiqik kayanya mslh mulai bermunculan nih thor, next read

  2. ahahaha chanyeol jago mat. ahayyy
    jgn2 nnti si yeol sama hyejin ciusan? omo omo..
    kyu nnti sama siapa thor? duh makin penasaran :O

  3. Aduh, kq bias No.1 q mlah jd slh1 pnghalang hbungan HunRi couple ch ???
    Jgn donx, ,
    ksh psngn dc bt Kyu tary’,
    e ia, q stju bgt lw Hyejin sma Yeol, kbtuln kn Yeol lum pnya couple, ,
    okeh q lnjt bca ya…

  4. chanyeol jago matematika? bukannya jurusannya LAWAK yah? *ditabok exotic’s
    mudah2an hyejin jadi suka chanyeol ato sebaliknya, setidaknya mengurangi ‘pengganggu’ hubungan sehun-minri 😀

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s