With You

cover with youAuthor : Charismagirl

Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Park Minri

Rating : PG-17

Genre : Romance

Length : Drabble

Note : Drabble lagi?! ngebikinnya cuma dua jam kok abis bangun tidur *curcol* ini uda di post beberapa jam yg lalu di blog pribadi dengan cast suami sendiri ehemm Minho *plak!* jangan protes kalo jelek. Tapi kalo udah terlanjur baca, komen ya🙂 happy reading~

***

Aku terbangun tengah malam. Dengan berat membuka mata yang hanya bisa terbuka setengahnya saja. Pembaringan di sampingku masih kosong. Ah, Baekhyun belum pulang juga. Atau mungkin ia tidak akan pulang sampai besok. Dan sepertinya ia lupa dengan hari jadiku.

Keningku berkerut, ku pikir aku sudah mematikan lampu kamar sebelum aku tidur. Tapi mengapa sekarang menyala?

Klik!

Tiba-tiba lampunya mati lagi, membuatku segera menarik selimut sampai ke kepala, lantas memejamkan mataku rapat-rapat. Apa lampunya bermasalah? Atau ada hal lain yang terjadi? Ya Tuhan selamatkan aku.

Ku rasakan tempat tidurku bergerak pelan. Jantungku berpacu lebih cepat. Aku sudah sadar sepenuhnya, ketika suara bisikan seorang yang ku kenal mengejutkanku.

“Kau tidak ingin bangun merayakan dua puluh tahunmu, sayang?”

Ku lemparkan selimutku sembarangan lalu duduk dengan tiba-tiba, membuatku pusing sendiri dengan pandangan buram. Yah, hal yang biasa terjadi ketika aku bangun tiba-tiba. Sepertinya aku kurang darah, atau mungkin pengaruh tidur larut?

“YAK!” Jeritku memenuhi kamar.

Aku baru akan meneriakinya lagi, tapi tidak jadi ketika ku lihat ia membawa sekotak besar kue tart coklat dengan lilin menyala di atasnya. Lilin dengan angka dua dan nol, yah sekarang aku berumur dua puluh.

Lalu Baekhyun bernyanyi dengan suaranya yang indah itu. Suaranya memang sangat merdu, dan ku akui bahwa aku sangat ingin mendengarkan suaranya itu. Suara favoritku dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Aku hanya diam, menatapnya dengan pencahayaan yang redup berasal dari lilin saja. Sial! Tiba-tiba aku ingin menangis. Ternyata ia masih ingat dengan hari jadiku.

Make a wish,” ucapnya sembari mendekatkanku dengan kue tart yang dipegangnya.

Aku memejamkan mataku, sejenak mengucapkan harapan-harapanku dalam hati sebelum meniup lilin-lilin itu. Kamar kembali gelap.

Baekhyun kembali menyalakan lampu, sementara kue itu masih ada di tangannya. Ia memegang dengan satu tangan saja. Ku pikir kue itu berat. Saat aku memikirkan hal yang tidak penting, memikirkan berapa berat kue itu, ia kembali menghampiriku.

Baekhyun duduk di depanku dengan senyumnya yang mempesona, membuatku melongo dan tidak bisa berkata apa-apa. Ia menyentuhkan ujung kue tart itu ke hidungku. Aku bersiap akan memprotes, tapi ia bergerak lebih cepat,  meletakkan kue itu di atas meja laci di samping tempat tidur, lalu mencium hidungku dengan tiba-tiba. Bukan, bukan, maksudku ia menjilatnya.

Aku belum sempat berucap apa-apa, ia sudah beralih ke mulutku. Awalnya memberikan kecupan ringan saja, tanpa henti. Membuatku kelimpungan mau membalas mulai mana. Kecupan ringan itu hanya berlangsung sebentar, karena ia sudah mengubah caranya. Ia menciumku dengan membabi buta, menyelipkan lidahnya ke mulutku membuatku hanya bisa melenguh tertahan. Bibirnya yang bergairah itu beralih ke rahangku, lalu turun ke leher. Aku membulatkan mataku, terlalu shock. Dia mau apa? Pikirku.

Baekyun mendorongku pelan sampai aku terbaring. Ia meletakkan kedua tangannya di samping kepalaku, lantas melepaskan ciumannya dan menatapku lagi, nyaris  seperti mengintimidasi. Ku dorong tubuhnya dengan sekuat tenaga sampai ia terbaring di sampingku.

“Kau suka dengan kejutanku?” tanya Baekhyun sembari membalikkan badanku hingga menghadapnya, lalu menyingkirkan beberapa helaian rambut yang jatuh ke wajahku.

“Munafik kalau aku tidak suka,” jawabku.

“Terimakasih,” ucapnya lagi.

Eung?” Aku mengerutkan kening, karena bingung. Terimakasih untuk apa? Tanyaku dalam hati.

“Terimakasih sudah menyukai kejutanku,” ucap Baekhyun seolah bisa membaca pikiranku.

“Bodoh! Harusnya aku yang berterimakasih karena kau sudah bersusah payah menyiapkan semua ini.”

“Ini bukan apa-apa Minri-ya…”

Ia menarik pinggangku mendekat, lalu mengecup keningku lama, membuatku merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuh. Dia, orang pertama yang memberikan ucapan selamat ulang tahun dan dia orang yang pertama ku lihat di umurku yang menginjak duapuluh tahun ini.

“Sekarang jam berapa?” tanyaku pelan takut mengganggu kegiatannya.

Ia melepaskanku dan melirik jam tangannya. Biar ku jelaskan. Ia masih menggunakan pakaian lengkap karena ia baru pulang dari pekerjaannya. Sementara aku sudah menggunakan piama tidur, tampak aneh ku rasa.

“Jam setengah satu,” jawabnya.

Hening. Ia terus saja memperhatikan wajahku membuatku sedikit merasa risih dan bertanya dalam hati. Apa ada yang salah?

“Kau sudah dua puluh tahun,” ucapnya sembari tertawa pelan. Dia mentertawakanku ya?

“Pinjam ponselmu!” ucapku.

Ia memasang wajah bingung, namun tetap mengambil ponsel dari sakunya itu. Lantas menyerahkan benda persegi panjang berwarna hitam itu padaku.

Aku bercermin dari ponselnya. Apa aku tampak lebih tua? Oh tidak!

“Aku tidak setua itu tahu,” ucapku dengan bibir mengerucut.

“Aku tidak bilang kalau kau tua.”

“Tapi kau terus-terusan mengucapkan dua puluh tahun, dua puluh tahun?? Aku tahu aku sudah mestinya bersikap dewasa.”

Aku memasang wajah putus asa lantas mengembalikan ponselnya.

“Kau tetap cantik meskipun umurmu bertambah, Minri-ya. Dan kalau kau menua, aku juga ikut menua bersamamu tahu?”

“Kau menghiburku kan?”

“Tidak. Aku memang mengatakan yang sebenarnya. Dan aku ingin di tahun-tahun berikutnya kita melalui hidup bersama-sama.”

“Ngomong-ngomong, itu harapan yang tadi ku katakan.”

“Benarkah?”

“Hmm.” Aku mengangguk lalu menarik selimutku sampai setengah tubuhku. “Ayo tidur,” ajakku.

Ini baru setengah satu dan aku harus melanjutkan tidurku.

“Tanpa melakukan apa-apa terlebih dahulu?” ucapnya jahil, beserta dengan seringaian di wajahnya yang tampan itu.

Mwo? Tanpa melakukan apa-apa, maksudmu apa?” ucapku berlagak bodoh. Aku tidak sepolos itu untuk tidak mengerti dengan apa yang baru saja ia katakan. Tiba-tiba wajahku agak memanas.

Ia tertawa keras, lalu menciumku sekilas. “Tidurlah,” ucap Baekhyun lantas beranjak dari tempat tidur.

“Dan sekali lagi, selamat ulang tahun.”

“Terimakasih banyak Baekhyun-ah, aku mencintaimu.”

FIN

#HappyMinriDay

#HappyAuthorDay(?)

Wkkwk makasih udah baca.

83 thoughts on “With You

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s