BLIND LOVE

BLIND LOVE
udh

Author :@nisanabila31

Genre  : Sad

Rating : G

Length : OneShoot

Cast     :

§  Park Chorong (A-Pink)

§  Kim Joon Myeon (Exo)

§  Zhang Yi Xing (Exo)

HappyReading!

-Author POV-

Yixing menaikkan koper nya kedalam bagasi mobil. Pagi ini ia akan pergi ke China karena panggilan dari ibu nya yang sakit di Negara sana. Ia diperintahkan untuk merawat ibu nya yang sudah berkepala empat itu. Sekaligus menemani ibu nya yang sendirian disana selama beberapa bulan.

Padahal dalam hati Yixing, ia masih ingin menetap di Seoul. Tak mudah baginya untuk meninggalkan yeoja chingunya, Chorong. Tapi ia tidak berani untuk membantah perintah ibu nya. Yixing hanya bisa pasrah.

Tempo hari lalu, ia sudah berpamitan pada Chorong. Chorong sangat sedih, tapi ia rela ditinggal Yixing selama beberapa bulan, walau itu sangat berat baginya.

“Ahjussi,kajja kita berangkat sekarang,” Seru Yixing pada ahjussi nya yang bersedia mengantarkannya ke Bandara.

“Chorong, apakah kau tidak melepaskan kepergianku di bandara untuk melihatku yang terakhir kalinya,” Gumam Yixing dalam hatinya. Setetes air mata pun keluar dari mata Yixing. “Kau tidak boleh menangis, kau pasti kuat,”Yixing menguatkan dirinya sendiri.

AkhirnyaYixing dan Ahjussi nya berangkat ke bandara. Setelah mobil melaju selama beberapa meter, ponsel Yixing berdering.

“Yeoboseyo,Suho. Ada apa meneleponku?” Tanya Yixing. Ternyata yang meneleponnya itu adalah Suho, sahabatnya.

“Yeoboseyo Yixing-ah, kau belum ke bandarakan?” Tanya Suho dengan nada khawatir.

“Akusedang dalam perjalanan ke bandara. Wae?”

            “Chorong kecelakaan!”Seru Suho. Yixing kaget bukan main, ia segera menyuruh Ahjussi nya untukmemberhentikan mobil.

“MWO?JINJJA? Sekarang Chorong berada dimana?” TanyaYixing antusias.

            “Sekarang Chorong berada dirumahsakit ****. Segeralah pergi kesini!”

            “Baiklah, tungguaku.”

            Yixing seketika langsung lemas mendengar berita bahwa ‘Chorong kecelakaan’ Tanpa babibu, Yixing menyuruh Ahjussi nya untuk pergi ke rumah sakit yang Suho sebut tadi. Sepertinya ia akan menunda kepergiannya ke China.

Sesampainyadirumah sakit…

“Bagaimanaini bisa terjadi?” Tanya Yixing sambil berderai air mata. Ia terus menggenggam tangan Chorong yang tak berdaya itu.

“Kebetulan aku sedang berada dirumahnya. Tadi ia terpeleset di kamar mandi. Kepala nyamembentur lantai,” Cerita Suho singkat namun jelas dan itu berhasil membuat Yixingmakin menangis.

“Sedaritadi ia belum sadar juga?” Tanya Yixing dengan nada khawatir.

“Belum.Kata dokter, kemungkinan ia akan mengalami amnesia.”

“Ini…tidak mungkin!” Betapa hancur nya hati Yixing saat mendengar pernyataan Suho.“Padahal, sebentar lagi aku akan ke China, dan kepergianku tidak mungkin dibatalkan.”

“Lalu…bagaimana dengan Chorong?” Yixing terdiam mendengar pertanyaan Suho. Iaberfikir sejenak.

“Bagaimanakalau Chorong ku titipkan padamu, ne?” Suho terkejut dengan permintaan Yixing.“Kau tidak keberatan kan? Aku percaya padamu, Suho-ya. Kau sahabat terbaikku,”Sebenarnya Suho bersedia merawat Chorong. Tapi, itu tidak mudah baginya.

Akhirnya Suho memutuskan, “Hmmm…. Baiklah. Aku akan merawat Chorong sampai kau kembalike Seoul.”

“Gamsahamnida,Suho-ya. Kau memang sahabat terbaik yang kukenal,” Ucap Yixing sambil menarik Suhoke pelukannya.

“Cheonma,Yixing-ah.”

“Akuakan segera berangkat sekarang,” Kata Yixing sambil melepaskan pelukannya pada Suho.

“Mwo?Secepat itukah?” Suho terkejut.

“Ne,ibu ku sakit disana. Dan aku harus cepat tiba disana,” Kata Yixing. Ia mendekat ke arah Chorong yang diam tak berdaya di ranjang. “Chorong-ah, aku pamit dulu ne, aku menitipkan mu pada Suho. Segeralah sembuh. I will miss you,” Kata Yixing sambil mengecup kening Chorong yang dibalut dengan perban. Tiba-tiba saja,Chorong mengeluarkan air mata, seolah itu adalah respon nya terhadap  apa yang dikatakan Yixing tadi.

“Josimhae(hati-hati) Yixing-ah, aku akan merindukanmu,” Kata Suho pada Yixing.

“Ne,aku juga akan merindukanmu, Suho-ya. Jaga Chorong baik-baik ne. Aku pergidulu,” Pamit Yixing sambil melangkah ke pintu. Sesampainya di depan pintu, ia melirik Chorong. “Bye, Chorong-ah. Sampaibertemu lagi beberapa bulan kemudian…”

            Beberapa jamkemudian, Chorong pun siuman. Saat membuka matanya, ia merasa heran mengapa diabisa ada disini. Dia juga tidak bisa mengingat peristiwa yang dia alami sebelumnya. Seperti yang dokter katakan, Chorong mengalami amnesia.

“Chorong-ah,kau sudah siuman?” Tanya Suho.

Chorong menatap Suho dengan tatapan yang aneh, seakan Chorong belum pernah mengenal Suho sebelumnya, “K-kau… nugu?” Tanya Chorong terbata-bata.

“Aku Suho, sahabatmu. Lalu, siapa namamu?” Suho sengaja bertanya.

“Ak-aku…,”Chorong pun berhenti berkata ketika ia menyadari bahwa ia lupa nama nya sendiri. “Aku, nugu? Aku lupa!” Keluh Chorong pada dirinya sendiri sambil memegangi kepalanya yang dibalut dengan perban.

“Tenang,tenang. Lebih baik kau istirahat dulu. Jangan mengingat sesuatu dahulu,” Suho menangkan Chorong. “Tadi pagi, kau terpeleset di toilet. Kepala mu membentur lantai dan akhirnya kau amnesia,” Cerita Suho.

Chorong terkejut dan tak menyangka bahwa sekarang dirinya sedang mengalami amnesia,“Mwo? Aku… amnesia?”

“Ne,sebagai sahabat, aku akan membantumu untuk memulihkan ingatanmu kembali seperti semula,” Kata Suho. Chorong hanya bisa mengangguk setuju. Pikirannya masih sangat kosong, ia lupa semua peristiwa yang ia alami sebelumnya. Bahkan, ialupa dengan Yixing.

Haridemi hari berlalu, ingatan Chorong perlahan sudah memulih. Suho menceritakan banyak sekali tentang Yixing padanya.

Padasuatu hari, Suho membawa sebuah album yang berisi foto-foto Yixing dengan Chorong. Album foto itu sengaja ia pinjam dari Yixing untuk membantu memulihkan ingatan Chorong pada Yixing.

Saat disebuah taman di Rumah Sakit…

“Aku membawakan sesuatu untukmu,” Kata Suho sambil mengeluarkan sebuah album fotodari tas nya.

“Mwo?Album foto?” Chorong menerima album foto itu dari tangan Suho. Perlahan, ia membuka halaman demi halaman.

“Apa kau ingat, kapan foto ini diambil?” Tanya Suho sambil menunjuk sebuah foto dialbum tersebut.

Chorong memejamkan matanya dan mencoba mengingat-ingat, “Ini diambil saat hari jadi kudan Yixing yang ke-3 bulan!” Seru Chorong dengan semangat. Ia sangat senang karena ingatannya mulai memulih.

“Yup!Kau benar sekali. Kau mendapatkan 100!” Seru Suho sambil mengacak-acak rambut Chorong. Chorong terlihat gembira. Ia bertepuk tangan layaknya anak kecil.Tapi, tiba-tiba wajah nya murung.

“Suho-ya,”Panggil Chorong dengan nada tak bersemangat.

“Ada apa?”

“Aku…rindu dengan Yixing. Kapan ia kembali ke Seoul?” Tanya Chorong.

Suho terdiam sejenak, “Sabar, Chorong-ah. Ia pasti akan kembali!” Suho menegarkan Chorong. Lalu ia menarik kepala Chorong untuk bersandar di pundak nya.

“Bagaimanakabar dia disana? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia masih ingat denganku?Apakah dia tahu kalau keadaan ku mulai membaik?” Tanya Chorong bertubi-tubi.

“Kkkk~Pasti dia baik-baik disana. Dan dia tidak akan pernah melupakanmu. Kau tenang saja, Chorong-ah,” Jawab Suho sambil mengelus-elus pundak Chorong.

“Kapandia akan kembali? Aku ingin bertemu secepatnya,” Ucap Chorong sambil menerawanglangit.

Suho terdiam sejenak, “Hm… aku juga tidak tahu kapan pastinya. Tapi ia akan segerakembali,” Suho berusaha meyakinkan, “Kau jangan sedih, Yixing tidak mau kembalijika kau bersedih!” Seru Suho. Ia pun mengangkat pipi Chorong sehingga membentuk senyuman.

“Ah,ne ne. Aku tidak akan bersedih lagi!” Chorong pun memperlihatkan senyumannya dengan manis.

– Suho POV –

Hari-hari selalu ku lalui bersama Chorong. Dari pagi hingga malam. Pada malam hari, aku pulang ke rumah dan Chorong masih dirumah sakit untuk menjalani beberapa perawatan karena ingatannya belum pulih total.

Saat berada didekat Chorong, hati ku terasa tenang. Aku sangat nyaman jika melalui segala hal bersama dengannya, hanya berdua. Ya, aku dan Chorong memang bersahabat sejak lama, begitu pun juga dengan Yixing. Tetapi, perasaanku kali ini bukan seperti layaknya seorang sahabat. Dan, apa mungkin aku merasakan jatuh cinta?

Tapi aku tidak bisa memiliki Chorong, karena Yixing sudah memiliki Chorong lebih dulu. Aku tidak mau merusak hubungan persahabatan kami ber-3. Jadi, lebih baikaku diam dan memendam perasaan ini walaupun cukup menyesakkan.

“Tidur yang nyenyak ya, jal jayo! (mimpi indah),” Ucap ku sambil menyelimuti Chorong dengan selimut tebal nya.

Ia tersenyum dan berkata, “Ne, Suho-ah. Josimhae!”

Tugasku untuk menemani Chorong pun selesai pada malam hari. Dan aku pun pulang kerumah dan kembali menemani Chorong pada esok pagi.

Saataku sedang berjalan di lorong rumah sakit, ponsel ku berbunyi. Aku terkejut,ternyata Yixing yang meneleponku.

“Yeoboseyo, Suho-ya!” Sapa suara dari sebrang.

“Ne,yeoboseyo Yixing-ah! Apa kabarmu? Apakah kau baik-baik saja disana?” Tanyaku antusias.

“Tentu saja aku baik-baik disini. Bagaimana dengan Chorong? Apakah ingatannya sudah membaik?” Tanya Yixing.

Akupun menjawab, “Ingatannya sudah cukup membaik.”

“Ne, bagus lah kalau begitu. Oh iya, lusa aku akan kembali ke Seoul!” Kata Yixing dengan gembira. Aku terkejut sekaligus senang mendengar kabar gembira itu. Aku jadi tidak sabar ingin memberitahu ini pada Chorong.

“Wah,akhirnya kau kembali juga! Aku senang mendengarnya. Cepatlah kembali ne,Chorong sangat merindukanmu.”

Ne, tunggu aku. Gomawoyo Suho-ya telah menjaga Chorong dengan baik,” Ucap Yixing.

“Ne,cheonma. Aku senang membantumu. Hehe.”

“Hm, sudah dulu ne. Sampai bertemu lusananti! Bye!”

“Bye!”

Sesampainya dirumah…

Aku terus berfikir dan merenung. Lusa nanti Yixing akan kembali ke Seoul. Aku sangat senang mendengar kabar itu. Tapi, disisi lain aku sedikit sedih.

Saat Yixing tiba disini, otomatis aku tidak menjaga Chorong lagi selama di rumah sakit. Ya, itu yang membuatku sedih. Mungkin aku cemburu saat Yixing danChorong bertemu kembali. Tapi demi persahabatan kami ber-3, aku tidak akan merebut Chorong dari Yixing.

-Chorong POV-

“Hooaamm,”Aku terbangun dari tidur nyenyak ku. Hari ini aku bangun sendiri, tidak ada yang membangunkan ku. Biasanya, Suho selalu membangunkan ku. Tapi, dimana diasekarang? Kenapa belum datang?

Beberapa menit kemudian, Suho pun datang.

“Suho-ya!Kenapa kau baru datang?” Tanya ku tak sabar.

“Mianhae,Chorong-ah. Aku kesiangan,” Jawab nya dengan tak bersemangat. Aku dapat jelas melihat matanya yang mengantuk. Sepertinya ia bergadang semalam, huh.

“Gwenchana.”

“Ohiya, aku dapat kabar bagus!” Seru nya sambil duduk di ranjang yang ku tiduri.

“Wah,ayo ceritakan padaku!” Pinta ku dengan sedikit memakasa sambil menggoncangkan tangan kirinya.

“Yixingakan datang besok.”

“MWO?Kau tidak berbohong kan?” Tanyaku yang masih tak percaya dengan kabar gembiraitu.

“Aku tidak berbohong. Semalam ia yang meneleponku.”

“Wah,aku senang sekali!!!” Seru ku sambil memeluk Suho saking bahagianya.

“Heh,kau tidak usah memelukku,” Keluh Suho sambil melepaskan tangan ku daripelukannya.

“Mianhae,aku terlalu senang. Kau senang juga, bukan?”

“Tentu saja aku senang sekali bahwa Yixing akan datang besok. Aku juga merindukannya sama sepertimu,” Kata Suho sambil memperlihatkan angel smile nya.

“Baiklah,aku mengerti.”

-Suho POV-

Malamhari

“Hooaam,”Aku terbangun dari tidurku. Aku terkejut. Ternyata aku tertidur di sofa.Kemudian, ku lirik jam yang berada dipergelangan tanganku, sudah menunjukkan pukul 2 pagi!

Kulirik Chorong, ia sudah tertidur pulas di ranjang. Aku pun mendekatinya danmengusap lembut rambut nya. Tak lupa aku menyelipkan secarik kertas dibalik bantal nya, tanpa sepengetahuan Chorong. Tanpa pamit, aku pun pulang ke rumahku.

-Chorong POV-

Pagi-pagisekali, aku sudah bangun dari tidur nyenyak ku. Aku terbangun sendiri, tak ada yang membangunkanku. Bahkan, Suho pun belum datang. Mungkin ia masih berada diranjangnya.

Hari ini aku bangun lebih pagi dari biasanya, karena Yixing akan kembali ke Seoul.Betapa senang nya hatiku. Aku jadi tidak sabar menunggunya.

“Kreekk,”Terdengar suara pintu dibuka. Ku pikir itu Suho, ternyata seorang suster.

“Annyeonghaseyo,”Sapanya. Ia menunduk di hadapanku.

Akupun balas menyapa, “Nado annyeong.”

“Kira-kira,besok kau sudah bisa pulang. Ingatan mu sudah cukup membaik,” Jelas suster itu.Aku cukup senang mendengarnya. Sudah lebih dari 1 bulan aku di rumah sakit ini,ya sangat membosankan. “Oh iya, dan ini sarapanmu,” Ia menyodorkanku sebuah nampan berisi bubur padaku. Aku menerimanya.

“Gomawoyo.”

“Cheonma,kalau begitu aku ingin merapihkan tempat tidurmu,” Izin suster itu. Aku pun mengangguk setuju dan ia pun merapihkan ranjang yang ku duduki ini.

“Ne,silahkan.”

Tak beberapa lama kemudian, suster yang membersihkan ranjang ku ini mengagetkanku,“Mianhae aku menemukan selembar surat dibawah bantal. Apakah ini milikmu?” Katanya sambil memberikan ku selembar surat yang ia temukan di bawah bantal ku.

“Mwo?Aku baru tahu kalau ada surat di balik bantal itu. Sepertinya kemarin-kemarin surat itu belum ada.”

“Sebaiknya,kau baca dulu surat ini. Aku keluar dulu ne,” Ia pun keluar dari kamar rawatku. Kemudian aku membaca surat yang ditemukan nya di balik bantal.

Isinya…

From : Suho
To     : Chorong

            Annyeong Chorong-ah, mianhae telah mengganggumu. Mianhae kalau kemarin aku tidak pamit pulang dan hari ini aku tidak bisa menemani mu.

            Chorong-ah, sebenarnya aku ingin menyatakan perasaan ini dari dahulu. Tapi, aku tak berani untuk mengatakan nya pada mu. Kau tahu, aku mencintaimu lebih dari seorang sahabat. Tapi, aku tidak memaksamu untuk membalas perasaanku. Aku hanya ingin kau tahu perasaan ku yang sebenarnya.

            Yixing menitipkan dirimu padaku,tentu aku sangat senang. Jujur, dulu aku hanya menganggap mu sebagai sahabat.Perlahan tapi pasti, rasa itu pun muncul. Entah mengapa aku jadi jatuh hati padamu. Mungkin karena kau lah teman sehari-hari ku saat Yixing tidak ada.

            Hari ini, Yixing kembali ke Seoul.Tentu saja aku tidak lagi menemani mu di rumah sakit, bukan? Kini saat nya namjachingu mu, Yixing yang menemani mu. Terimakasih telah menemaniku. Selamat bersenang-senang dengan namja chingu mu🙂

Aku speechless setelah membaca surat pemberian Suho. Aku benar-benar tak percaya Suho mempunyai perasaan seperti itu padaku. Selama ini aku mengira bahwa ia menganggap ku sebagai sahabat, sama seperti aku menganggapnya. Tapi ternyata tidak, perkiraan ku salah besar.

Aku meremas surat itu perlahan-lahan, “Suho, mianhae. Aku tidak bisa membalas perasaanmu,” Isak ku. Aku menangis tersedu-sedu. Aku merasa seperti manusia pabo.

Selamaaku kehilangan ingatanku, dia yang selalu membantu ku mengingat masa lalu kuagar ingatan ku pulih. Dari pagi hingga malam ia selalu menemaniku tanpa bosannya. Walau pun hanya berdua, aku tak pernah mengeluh. Bagiku, ia adalah pengganti Yixing yang sangat tepat.

Kini,Yixing akan kembali ke Seoul. Aku sangat senang. Suho juga pasti sangat senang seperti ku, karena kami bertiga adalah sahabat. Tapi, disisi lain aku sedikit sedih. Suho pasti tak akan menemani ku lagi di rumah sakit. Kedekatan kita mungkin akan sedikit merenggang. Tapi aku ingin Suho selalu bisa menemani kukapan saja dan dimana saja, sama seperti Yixing.

-Author POV-

Sorehari pun tiba. Yixing belum tiba juga di rumah sakit tempat Chorong menginap.Sedangkan Suho, dia belum datang sampai sore ini juga.

Chorong semakin cemas pada dua orang itu. Padahal sejak dari pagi, Chorong menunggu dua orang itu tiba, tapi tak tiba juga sampai saat ini. Sampai pada akhirnya,Chorong memutuskan untuk berjalan-jalan di taman belakang halaman rumah sakit.Itu adalah taman sehari-hari ia kunjungi bersama Suho pada sore hari.

“Yixing,Suho, kalian kemana? Aku kesepian,” Ucap Chorong terlebih pada diri nyasendiri. Dilihat nya ke sekeliling, sepi. Mungkin hanya dia yang mengunjungi taman pada saat itu.

Hampir setengah jam Chorong duduk di kursi taman. Dia sesekali terkantuk. Tiba-tiba saja, terdengar suara sepatu yang bergesekan dengan rumput. Suara itu semakin mendekat kearah Chorong. Ia menoleh kebelakang dan ia terkejut ketika mendapati seorang namja sambil membawa koper dengan amat letih.

“Yixing-ya!”Tanpa babibu, Chorong segera berlari ke pelukan Yixing. Yixing mengelus rambut Chorong. Rambut yang sudah sekian lama ia tak elus lagi. Dan harum nya rambutChorong yang sekian lama ia tak hirup lagi.

Setelah beberapa lama berpelukan, Yixing melepaskan pelukannya, dan ia berkata,“Bagaimana keadaanmu? Aku minta maaf karena tak dapat menjagamu,” Ia menatap Chorong dengan penuh kasih.

“Aku sudah agak baikan. Tak apa-apa, aku baik-baik saja disini. Aku sangat merindukanmu.” Ucap Chorong sambil tersneyum ditengah tangis haru nya.

“Aku lebih merindukanmu. Di China, hati ku tidak tenang. Aku jadi susah tidur karena memikirkanmu.”

Yixing menyeka air mata Chorong. Ia mengelus pipi Chorong dengan lembut. Lalu mendekatkan hidung nya pada hidung Chorong. Chorong hanya bisa memejamkan matanya. Perlahan ia mendekatkan bibir nya pada bibir Chorong. Ciuman itu sangat singkat.

Ternyata dari kejauhan, Suho memperhatikan aksi Yixing dan Chorong berciuman. Ia hanya bisa mengintip dari pepohonan. Suho tak mungkin mencegah dua orang sahabat nya yang saling melepas rindu, walaupun sekarang hati nya seperti tersayat.

-End-

RCL please🙂

7 thoughts on “BLIND LOVE

  1. huaaaa…thorT.T
    Ini menyentuh hati bangeettt
    Suho oppa emg bnr2 malaikat yaa🙂
    Udh baik,ganteng
    Ahh..kayak pangeran yg d deportasi dri krajaan langit #alah..lebay#gubrakk xD
    Pkoknya nii ff seruu abissss..
    Baguss bangetttt..daebakkk thor(y)

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s