Forget Me Not #2

Forget Me Not Chapter 2

forget-me-not

Forget-Me-Not | Chapter 2|

Main Cast            :  Park Chanyeol  & Kang Ha In (OC)

Genre                 :   Romance, Drama, Marriage Life

Length                : Chaptered

Author               :    IsshikiSaika

Cover by            :  http://alittlestoryfrompiechie.wordpress.com/

It’s really strange because I’m awestruck by everything you do
There is something about your movements,
You might not know it, but there is something special about you
I believe in loving you~

~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

Sudah tiga bulan semenjak hari pertama Ha In dan Chanyeol di sahkan menjadi sepasang suami-istri. Hari- hari di bulan awal cukup melelahkan bagi mereka berdua, Ha In yang berusaha susah payah menerima sosok yang cukup hyper dan tidak pernah bisa tenang itu untuk hidup satu atap dengannya.  Memulai hidup serumah dan melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti tugas istri pada umumnya adalah hal baru yang mulai djalani Ha In, disisi lain chanyeol merasa semakin penasaran dan semakin ingin memasuki dunia Ha In yang menurutnya cukup menarik. Entah sejak kapan, Chanyeol mulai menikmati saat dimana ia hanya memandang Ha In berkutat berjam-jam dengan kuas dan papan kanvasnya ketika menjelang senja, menatap lurus dan memerhatikan satu ekspresi yang hampir selalu ditunjukkan Ha In, yang sampai sekarang Chanyeol masih belum bisa mengartikan ekspresi itu. Seperti ada sesuatu yang seolah membayanginya, bayang-bayang yang sepertinya membuat gurat senyumnya terselubung dan tidak pernah terlalu nampak jelas, bahkan Chanyeol bisa menghitung dengan jari berapa kali Ha In tersenyum dalam sehari. Pagi ketika menyapa tetangga didepan flatnya ketika mengambil koran pagi, siang ketika bertemu teman dekatnya Min Ri  dan malam ketika dia memberi ucapan selamat malam pada Chanyeol  ketika akan naik ke kamarnya . dan untuk yang terakhir adalah hal yang sangat jarang terjadi karena biasanya dia sudah tidur ketika Chanyeol pulang sangat larut dari kantor.

Ha In POV

Pagi ini seperti biasa, aku bangun lebih awal dan menyiapkan sarapan. Aku turun dari kamarku dan bergegas mencuci muka. untuk hari ini aku memilih membuat sandwich isi daging dan susu hangat untuk Chanyeol.  Aku melihat sebentar ke jam dinding ,sudah pukul setengah tujuh. Chanyeol masih belum keluar dari kamarnya ketika aku sudah selesai membuat sarapan. Aku memutuskan mengetuk pintunya.

Tok, tok.  “ Chanyeol,? Ireona. “

Aku mendekatkan telinga ke pintu, namun, tidak ada suara dari sana. Padahal biasanya dia akan menyahut ketika aku mengetuk pintunya. Apa dia masih belum bangun? aiish, ini sudah mau jam tujuh, kalau tidak dibangunkan sekarang dia pasti terlambat. Aku kembali mengetuk pintu kamarnya.

Tok,tok. “Chanyeol, ini sudah mau jam tujuh, ppali ireona” aku mengeraskan suaraku, namun tetap saja tidak ada jawaban dari dalam. Baiklah, aku tidak ingin di omeli eomma lagi dengan tudingan menelentarkan suami, sudah cukup, aku tidak sejahat itu. Aku masih tau bagaimana harusnya aku memperlakukan Chanyeol, ya, memperlakukannya dalam batas yang wajar.

Aku memutuskan membuka kenop pintu dan melihat ke dalam kamarnya. Pemandangan yang pertama kulihat adalah sosoknya yang dengan tenang bergelung selimut  dan tidur dengan napas yang naik turun teratur. Jadi dia benar-benar masih tidur, aigoo, orang ini . ckckck aku berdecak kecil melihat seluruh tubuhnya terbungkus oleh bedcover tebal. Aku berjalan mendekati ranjangnya dan berusaha menyingkirkan selimut itu, tapi tunggu, ada apa ini? Kenapa susah sekali? Aku mencoba menarik lebih kuat, tapi tetap saja selimut itu tidak bergeser dari tubuhnya, aiish orang ini pasti menahannya.

“Chanyeol Ireona –gyaaaaa” aku berteriak reflek karena tiba-tiba saja dia menarik tanganku yang memegang selimut dan menarikku kedalamnya.. apa-apan ini? Aku mendapatinya sedang terkekeh pelan dan masih memejamkan matanya. Astaga, dasar mesum, apa maksudnya menarikku ke dalam selimutnya?? Jarak kami terlalu dekat, aku bergerak memberontak.

“ya! Apa-apaan ini? Dasar kau ahjussi mesum! Yaaa lepaskan aku.” Aku meronta karena dia malah melingkarkan lengannya ke pinggangku. Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukannya sekarang, dia hanya tersenyum sumringah dan membuka matanya perlahan, aku bahkan belum sempat mengambil napas dan tiba-tiba saja

Cup~

“Morning kisss, yeobo” dia berbisik pelan ke telingaku  yang seketika membuatku bergidik dan terpaku.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

“ Park Chanyeol ! berani sekali kau! yaa!” belum sempat aku meneruskan protes dia sudah melenggang pergi dengan santainya ke kamar mandi. Aku langsung menutup wajahku reflek dan menenggelamkannya kedalam bantal. Aaaa, aku benar-benar kehilangan first kiss ku, samar-samar aku dapat mendengar dia menyalakan kran shower dan bernyanyi dari dalam kamar mandi. Orang itu memang selalu bertindak sesuka hati.

“ Ya! Chanyeol!! Cepat selesaikan ritual mandi mu itu dan sarapan, aku mau keluar sebentar” aku tidak tahan jika masih melihat wajahnya lagi pagi ini. Benar-benar mengacaukan moodku . aku bergegas keluar flat dan berjalan menyusuri jalanan yang mulai sibuk dengan hiruk pikuk kegiatan di pagi hari. Aku menghela napas berat. Hhhfh sudah tiga bulan kami tinggal bersama,  entah sudah berapa perubahan yang terjadi padaku.temanku  Min Ri kemarin mengatakan kalau  aku tambah galak. Apa sejelas itu? Kurasa tidak juga. Aku hanya tidak bisa diam membiarkannya begitu saja melakukan berbagai hal seenaknya disaat semua orang pasrah dan mengiyakan, mungkin  hanya aku yang akan memprotes dan memarahi tingkahnya jika sudah mulai berlebihan itu.

Aku berjalan memutari kompleks flat tempat tinggalku sebentar, situasi tadi benar-benar membuatku cukup terguncang, bagaimana tidak, tadi itu adalah skinship pertama semenjak hari pertama kami tinggal bersama. Jujur, aku benar-benar linglung melihat perlakuannya tadi. Aish, kenapa wajahku memanas seperti ini. Aku menepuk-nepuk pipi ku sesaat.

“ anieyo! Ha In.. kau cukup waras untuk menghadapi ahjussi mesum itu. Ya, kau harus waras dan tidak boleh masuk perangkapnya. Tidak boleh. “  aku menggeleng-gelengkan kepala, dan berusaha meyakinkan diriku sendiri. Orang-orang disekitarku menatapku dengan pandangan aneh, aiish, baru saja aku berusaha meyakinkan aku waras orang-orang sudah menganggapku aneh. Aku mendecak kesal lalu meneruskan berjalan pulang ke flat.

Setiba di flat, aku mendapati dia sudah pergi. Baguslah. Aku memutuskan menata piring dan gelas yang sudah di cuci oleh Chanyeol ke tatakan , dia selalu mencuci tempat bekas sarapannya setiap pagi, kebiasaan yang baik. Kemudian aku memutuskan bersih-bersih lalu mandi. Pukul sebelas, aku duduk di ruang Tv sambil menonton. Tiba-tiba ponselku berdering, telepon dari Min Ri.

“ ne, yeoboseyo.?” Jawabku.

“Ha In-ah, eodiseo? “ tanya Min Ri di seberang sana, suara riuh disekitarnya terdengar jelas di telepon.

“aku masih di flat, kau sudah di kampus? Aku akan kesana dua puluh menit lagi.” Jawabku sambil mematikan TV lalu memasuki kamar.

“ah, ne, kau cepatlah kesini aku tidak sabar ingin bergosip ria denganmu. Gidarillke” ujar Min Ri lalu memutuskan sambungan. Aku menghela napas panjang, cepat atau lambat Min Ri pasti akan tahu. Seperti janjiku pada Min Ri seminggu lalu, aku akan menceritakan proses perjodohan , ani, pernikahanku dengan Chanyeol padanya.

~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

“jadi sekarang kau sudah menjadi istri sah Park Chanyeol? Waaah luar biasa, daebak Ha In-ah” ujar Min Ri antusias. Saat ini kami sedang berada di  kafetaria kampus.

“apanya yang Daebak huh? Kau tidak tahu saja dia menyebalkan sekali.” Ujarku ketus sambil mengaduk-aduk jusku tidak karuan.

“aigoo, itu hanya pikiran burukmu saja yang mengatakan dia menyebalkan, aku yakin cepat atau lambat kalian pasti akan saling mencintai. Haha chukae Ha In, aku tidak menyangka kau yang lebih dulu menikah.” Ujar Min Ri sambil tersenyum jenaka kearahku, aku hanya menatapnya dengan cemberut.

“oiya, sejauh ini sampai dimana tahap skinship kalian? Apa kalian sudah-“

“Ya! Choi Min Ri! Jangan membahas hal mesum seperti itu. “ ujarku cepat-cepat sebelum perhatian seisi kafe teralih ke meja ini karena pembicaraan kami.

“hahaha, wajahmu merah Ha In. Apa tebakanku benar? Sepertinya kalian sudah melakukan-hmphh” aku langsung menutup mulutnya dengan tanganku lalu menyeretnya keluar kafe.

“yaa Ha In lepaskan.. aiguu hhh” aku melepaskan tanganku setelah kami keluar kafe.

“kami belum melakukan apapun seperti yang ada di pikiran yadongmu itu Min Ri, kecuali kalau ciuman tadi pagi itu masuk hitungan. “ ujarku akhirnya , Min Ri membulatkan matanya, dia benar-benar antusias dengan berita ini sepertinya,, hhhfh.

“mwo? Jadi dia melakukan morning kiss? Gyahaha kalian lucu sekali. Pasti wajahmu sangat canggung waktu itu.” ujarnya sambil tertawa, aku hanya menutup wajahku frustrasi.

“ottokhae,, itu kan first kiss ku, hiks.” Ujarku setengah kesal mengingat insiden pagi tadi.

“aih, gwaenchana, dia itu suamimu Ha In jadi dia berhak mendapatkannya, dan sepertinya kau harus bersiap-siap untuk skinship selanjutnya.”

“ya! Apa maksudmu, andwaee ciuman saja sudah membuatku merinding. Min Ri,  kau tidak boleh menyebarkan berita ini di kampus, ara?” kataku lalu menatapnya serius. Dia mengangguk lalu mengacungkan jempolnnya.

“siap, nyonya Park.” Katanya sambil tersenyum jahil, aish. Aku mendecak sebal, ternyata dia juga mendukung pernikahan ini.

~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

Chanyeol POV

Hari ini aku pulang lebih awal, sekitar jam lima sore. Aku memasuki flat dan mendapati sepatu Ha In terletak di rak, berarti dia sudah pulang dari kampus. Aku mengganti pakaianku, kemudian berjalan ke dapur dan membuat dua cangkir cappuccino. Aku memutuskan naik ke kamar Ha In. Ketika sampai di depan kamarnya aku mengedarkan pandangan ke balkon, ternyata dia disana, seperti biasa.

“hai. Ini untukmu” ujarku menyapanya sambil menyodorkan cup cappuccino padanya. Dia menoleh padaku lalu mengambil cup itu.

“oh, kau sudah sampai rupanya, gomawo.” Dia meminum cappuccino buatanku lalu meletakkan cup itu disamping meja.

“kau sedang melukis lagi?” tanyaku yang memerhatikan dia kembali menyapukan kuas ke kanvas yang berada dihadapannya. Dia hanya mengangguk lalu bergumam sekilas, benar-benar tipe pendiam. Aku menarik sebuah kursi lalu menletakkannya tepat disampingnya. Dia menoleh ke arahku sekilas lalu kembali terfokus pada kanvasnya. Aku memerhatikannya dengan seksama, melihat ekspresi yang muncul ketika dia mewarnai kanvas itu dengan cat biru, aku merasa gadis ini sedang menerawang jauh entah kemana.

“Ha In.” Panggilku pelan.

“wae?” tanyanya tanpa melepaskan pandangannya dari kanvas.

“menurutmu, melukis itu seperti apa?” aku tidak bermaksud melontarkan pertanyaan itu, hanya sekadar ingin mendengarnya berbicara lebih banyak jadi kuputuskan menanyakan hal yang dia sukai. Dia menghentikan kegiatannya sejenak, lalu menatapku sekilas. Kemudian dia kembali meneruskan kegiatannya menyapukan kuas dengan pelan.

“melukis itu, seperti menggambarkan kisahmu diatas kanvas, atau menceritakan memori yang kau simpan agar dia bisa dikenang oleh orang yang melihatnya. Melukis itu seperti mengungkapkan sebuah kisah. Entah itu sebuah kisah bahagia atau sedih, kau tetap melukisnya karena itu bagian penting dari hidupmu.” Ujarnya tenang. Aku terpaku mendengar penjelasannya.

“oh, aku mengerti.” Ujarku tak tahu harus bicara apa. Aku menatapnya lekat, memerhatikan garis wajah dan bola matanya yang bergulir melihat kanvas. Sesaat aku merasa dia begitu rapuh sekaligus tegar pada saat bersamaan, aku mendengar banyak hal sulit yang dialaminya sejak aku berpisah dengannya beberapa tahun silam. Hanya saja aku masih belum tahu dengan jelas  apa saja hal itu .

“Oiya. besok ada acara launching resort appa, kita diundang. Acaranya sekitar jam tujuh malam. Kau bisa hadir kan?” tanyaku memecah suasana hening diantara kami. Dia hampir tidak pernah memulai percakapan duluan padaku.

“oh, baiklah. aku akan pergi.” Ujarnya sambil menoleh padaku.

“gurae, besok kita pergi setengah tujuh. Aku turun dulu kalau begitu. Lanjutkan kegiatanmu.” Kataku lalu berdiri dan tersenyum sekilas padanya, dia hanya mengangguk pelan seraya tersenyum kecil.

~~~~~~~~~~<><><><><><><><><><><>~~~~~~~~~~

Author POV

Sore itu Ha In sedang berada di taman kampus sambil membaca buku ditemani Min Ri. Tiba-tiba ponselnya berdering.

“yeoboseyo?” Ha In menjawab telepon.

“Ha In, kau di kampus kan? Aku akan menjemputmu sekarang, acara persemiannya dimajukan satu jam dan tadi aku mendapat telepon dari appa kalau keluarga dari Jerman akan hadir dan ingin bertemu kita.” Ujar Chanyeol yang serta merta membuat Ha In terkejut.

“harus sekarang? Tapi-“

“anieyo, kau tidak boleh menghindar lagi kali ini, kita harus datang tepat waktu dan kita akan terlambat jika harus menunggumu menaiki bus dulu. Aku akan segera disana lima menit lagi.” Kata Chanyeol lalu memutuskan sambungan. Ha In mendengus pelan. Apa boleh buat. Sepertinya gosip akan segera menyebar.

“ Ya, Ha In , apa yang terjadi? Mengapa kau jadi kalut begitu? “ tanya Min Ri gusar melihat Ha In yang tidak tenang di tempat duduknya.

“Chanyeol akan kesini. Ottokhae? Sepertinya aku harus bersiap-siap pergi sekarang dan menunggunya diluar kampus saja.” ujar Ha In lalu mulai memasukkan buku-bukunya kedalam tas.

“hei, tenanglah Ha In, cepat atau lambat orang –orang dikampus akan mengetahui hal ini.” Ujar Min Ri.

“iya, aku tahu tapi aku tidak ingin ini terungkap sekarang. Min Ri aku duluan.” Ujar Ha In tergesa-gesa lalu berlari meninggalkan Min Ri yang hanya menggelengkan kepala ke arah sahabatnya itu.

Ha In mempercepat langkahnya menuju halaman depan kampus, namun seketika langkahnya terhenti begitu melihat Chanyeol sedang keluar mobil dan diserbu beberapa yeoja yang berteriak-teriak histeris ke arahnya. Oh tidak. Sekarang Chanyeol berjalan ke arah Ha In yang masih berdiri di kejauhan tanpa melakukan pergerakan apapun. Chanyeol berjalan menghampiri Ha In yang di ikuti oleh kerumunan gerombolan penggemarnya.

“hei, mengapa hanya diam disitu, kaja. Kita harus bergegas.” Uajr Chanyeol lalu menarik lengan Ha In dan membawanya ke mobil. Para yeoja disekitarnya mulai berbisik-bisik.

“siapa gadis itu?”

“apa hubungannya dengan Chnayeol?”

“ dia Kang Ha In mahasiswa semester atas, kudengar dia punya hubungan dengan Chanyeol ternyata benar, omo!”

Dan bisik-bisik itu terus terngiang di telinga Ha In bahkan setelah mobil yang dikemudikan Chanyeol meninggalkan kampusnya.

“kau membuat sisa-sisa hidupku di kampus tidak tenang Chanyeol.” Ujar Ha In frustrasi.

“aish, sudahlah, kalau mereka berani berbuat macam-macam padamu, aku yang akan turun tangan.” Ujar Chanyeol acuh.

“mereka harus menerimamu juga, karena kau adalah istriku sekarang.” Kata Chanyeol lagi lalu tersenyum simpul.

“mengapa kau sungguh-sungguh serius menanggapi pernikahan ini? Maksudku-“

“aku tahu, mungkin kau masih belum menganggap pernikahan ini serius, atau masih ada peluang hal ini hanya percobaan untuk kita beberapa bulan kedepan, tapi aku tidak akan berani menerima pernikahan yang tidak serius. Aku sungguh-sungguh Ha In, aku akan memperjuangkan pernikahan ini sampai kapanpun, karena menikah hanya ada satu kali seumur hidup dalam kamusku.” Uajr Chanyeol serius tanpa menatap Ha In. Ha In terperangah mendengar penjelasan Chanyeol, pikirannya diliputi berbagai pertanyaan yang membuat dirinya sendiri kebingungan.

Jadi dia benar-benar serius? Ottokhae? Park Chanyeol, aku belum bisa memastikan bagaimana perasaanku padamu sampai saat ini. Ha In memijat pelan pelipisnya, dia memang sedang berpikir keras sekarang, sampai kapan pernikahan ini akan berlangsung? Apakah hatinya bisa semudah itu mengizinkan Chanyeol memasuki kehidupannya? Ha In menghela napas panjang. Sekali lagi, dia ragu.

~~~<><><> TBC <><><>~~~

Anyeoong..! ^^

Chapter 2 akhirnya selesai, fiuh~ miaanhae jika ff ini semakin abusrd (?) dan kurang memuaskan readers T__T

Semoga saya bisa memperjuangkan chapter selanjutnya biar lebih baik lagi..

Buat readers yang sudah baca+komen,, author ucapin thank you so much~

Saranghae 3>

34 thoughts on “Forget Me Not #2

    • aa, anieyoo malah chap 4 jga udah jadi u.u, tbh, sya udah krim chapter 3 nya sebulan lalu jugaa, tpi maklumlaah kan ini ff freelance say, jdi yaa nunggu admin2nya update,, semoga kmu ttap stay tune yaa. makasih udah nungguin,,:’)

  1. Hiyaaa~ thor keren banget ff nya >..< pengen liat ha in ditaklukan sama yeol :3 over all DAE to the BAK MANTAP (y) *kecupauthor :*

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s