Maybe, This Is My Fate! #2

Title: Maybe, This Is My Fate! (MTIMF)

Author: A.K

Main cast:

– Wu Yi Fan / Kris

– Amy Kwon (OC)

– Elli Kim (OC)

Support cast: Find it by yourself ‘-‘)b

Length: Multi Chapter

Genre: Sad, Romance

Rate: PG

Disclaimer: This story 100000% original from my imagination. Don’t be a plagiarism, because it was not good.

A.N: hai..hai..hai.. author kembali lagi membawakan chapter 2 nya.. uuyeeeeh!! Ada yang nungguin gak? Gak ada yak. Ckck *pukpuk diri sendiri* yazudah kalo begitu langsung aja kita ke TKP!!

***

Previous in chapter 1.

[ Amy P.O.V ]

Kenapa? Kenapa kalian membiarkan anak sialan itu tinggal disini? Apa kalian lupa apa yang telah dia lakukan kepadaku dan appa? Aku hampir mati saat itu. Dan dia juga sudah membunuh appa, bukan aku yang membunuh appa tapi DIA! Memori kecelakaan 6 tahun lalu kembali terputar jelas di otakku. Trauma ini kembali muncul. Rasa sakit ini pun juga.

***

Chapter 2 begins~

[ flashback ]

“amy ayo kita ke pantai” ajak seorang gadis kecil yang umurnya sekitar 11 tahun itu.

Yang ditanya hanya diam sambil bermain dengan boneka beruang kesayangannya yang di berikan oleh ayahnya.

“ya! Amy kwon!” bentak gadis kecil tadi sambil mengguncangkan tubuh gadis kecil yang dipanggil amy tadi dengan kasar.

“ssh.. appo elli eonni” ringis amy dengan menunjukkan wajah kesakitan yang tertuju pada gadis kecil yang dipanggil elli tadi.

“aissh.. kau sungguh menyebalkan amy-ah. Dan berhentilah memanggilku dengan sebutan eonni. kita ini dilahirkan dari eomma yang berbeda, hanya saja appa kita sama. Lagi pula ulang tahun kita hanya berbeda beberapa bulan saja kan” omel elli sambil menatap mata amy dengan penuh kebencian.

“maksud eonni apa? Aku tak mengerti” Tanya amy yang memang tidak mengerti sama sekali apa yang dibicarakan oleh elli.

“sudahlah. percuma saja aku menceritakan panjang lebar, toh kamu nya juga gak bakalan mengerti. Mau tidak kita ke pantai?” kata elli sedikit kesal.

“tapi kan kata appa kita tidak boleh ke pantai kalau tidak bersama dengan orang dewasa karena berbahaya” ujar amy mengingatkan elli dengan larangan ayahnya.

“sekali saja tidak apa-apa kan? Ayolah! Lagipula kau ingin melihat keindahan matahari terbenam kan?” paksa elli.

“hmm.. baiklah” setelah lama berfikir akhirnya amy menyetujui ajakkan elli untuk pergi ke pantai.

***

“waaaah!! Indah sekali!! Eonni coba lihat mataharinya sangat indah!” teriak amy sambil berlari ke arah ujung pantai.

Elli hanya terdiam memikirkan sesuatu. Yaitu memikirkan bagaimana cara untuk menghilangkan amy dari kehidupannya.

Langit pun sudah semakin menggelap. Amy yang sudah lelah berlari-lari mengelilingi pantai akhirnya memutuskan untuk duduk di samping elli.

“eonni kapan kita pulang? Ini sudah malam” Tanya amy sambil tiduran di atas pasir menikmati semilir angin yang berhembus.

“sebentar lagi” kata elli singkat.

tiba-tiba terdengar suara orang-orang yang memanggil nama amy dan elli.

“ELLI!! AMY!! EODISEO?!!” teriak seseorang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mereka.

“eonni itu suara appa. Ayok kita pulang!” ajak amy sambil menarik-narik lengan elli.

Tanpa pikir panjang elli langsung melemparkan boneka beruang kesayangan amy ke pinggir pantai. Tapi karena air lautnya sedang tidak bersahabat(?) akhirnya boneka itu terbawa ombak hampir menuju ke tengah laut.

“AMY! lihat boneka mu terbawa ombak! ayok cepat ambil!” teriak elli memasang wajah khawatir lalu mendorong amy untuk segera menuju ke pinggir pantai.

“eottohke?! Ini sangat gelap aku tidak terlalu bisa melihatnya dengan jelas eonni!” kata amy panik.

“kau tidak ingin kehilangan boneka itu kan amy?” pertanyaan elli itu berhasil membuat amy pergi ke arah laut.

“ayok cepat ambil!!” teriak elli dari pinggir pantai.

“aku pasti bisa mengambilnya. Hiks. Aku ingin appa ada di sini sekarang. Hiks” isak amy sambil terus berjalan ke tengah pantai.

Air laut sekarang sudah sampai di pinggang amy. amy pun terus berjalan dengan rasa takut. ‘aku pasti bisa’ hanya kalimat itu yang ada dipikiran amy, tidak peduli dengan air laut yang sekarang sudah setinggi dadanya. Tiba-tiba ada air pasang yang datang menghampiri amy.

BYUUUR~

Karena tidak bisa berenang, amy pun tenggelam. Sesekali mengeluarkan kepalanya untuk bernafas dan meminta tolong.

“EONNI!! TOLONG AKU!” teriak amy sambil mengulurkan tangannya. ‘appa. Tolong aku. Aku mohon. Hiks’ batin amy.

Elli yang melihat pun hanya tersenyum licik. Tapi dia juga berfikir kalau amy meninggal tanpa sebab yang jelas, pasti yang pertama kali akan di salahkan adalah dia. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke arah segerombolan orang yang sedang mencari mereka. Gadis kecil yang cukup pintar.

***

“APPA!! APPA!!” teriak elli memasang wajah panik.

“akhirnya aku menemukan mu nak!” kata tuan kwon –ayah dari elli dan amy- lalu segera memeluk elli.

“hiks..hiks.. huwaaaaa..” tiba-tiba elli menangis –pura-pura- yang sukses membuat seluruh orang disana khawatir.

“kamu kenapa menangis elli-ah? Dan dimana amy?” Tanya tuan kwon penuh dengan nada khawatir.

“hiks. tadi aku terakhir kali melihat amy sedang mengambil boneka beruangnya yang terseret ombak ke tengah laut. Hiks. Lalu …” kata elli terhenti.

“ada apa? Ayo lanjutkan!” tuan kwon mulai panik.

“hiks. lalu dia hilang saat ada ombak besar datang. Hiks. Huwaaaa” kata elli yang membuat seluruh orang disana panik. Tak terkecuali tuan kwon, nyonya kwon, dan luhan. Mereka pun langsung berlalu pergi ke arah pantai. Tapi tidak dengan satu wanita yang sekarang berdiri di samping elli.

“good job elli. Eomma bangga pada mu. Dan sebentar lagi wanita bodoh itu akan tersingkirkan, dan eomma akan menjadi istri sah appamu elli. Hahaha” kata wanita -yang ternyata adalah ibu dari elli- itu sambil tertawa evil. Elli pun ikut tertawa bersamanya.

“kajja. Kita ke sana lalu berpura-pura untuk panik. Kalau kita terlalu lama disini, bisa jadi mereka akan curiga” ajak nyonya kim kepada anaknya.

***

Sudah setengah jam mereka mencari tapi amy tetap saja tidak di temukan.

Tiba-tiba terdengar suara orang yang mengatakan bahwa dia melihat amy.

“APPA! Aku melihatnya!” teriak orang itu yang ternyata adalah luhan yang berumur sekitar 15 tahun.

Tuan kwon pun langsung menghampiri luhan.

“mana?!”

“disitu appa!” teriak luhan sambil menunjuk ke arah seseorang yang tersangkut di batu karang yang lumayan besar. Ternyata saat amy terbawa ombak dia tersangkut di batu karang yang tak jauh dari tempatnya semula.

Dan dengan cepat tuan kwon langsung berenang ke arah batu karang itu.

***

“ayok cepat kita bawa dia ke rumah sakit! Dia masih bernafas!” teriak tuan kwon panik sambil menggendong amy.

“hyeji-ah tolong gendong amy dulu. Aku mau mengambil mobil dulu. Kalau semua ikut nanti akan ribet, jadi tunggu dulu disini.” Kata tuan kwon kepada istrinya.

“hati-hati yeobo, kau terlihat sedang tidak enak badan” kata nyonya kwon khawatir.

“nan gwenchana” kata tuan kwon sambil mencium kening istrinya.

Karena begitu panik. Tuan kwon langsung menyebrang jalan yang cukup ramai. Dan tanpa sepengetahuannya , ada sebuah truk yang sedang melaju cepat ke arahnya. Orang yang melihat itu langsung meneriaki tuan kwon untuk minggir. Tapi karena terlalu khawatir dengan anaknya, dia tetap nekat untuk menyebrang.

BRAAKK!!!

“YEOBO!!”

“APPA!!”

Dan terjadilah kecelakaan itu. Tanpa di duga, saat detik-detik kecelakaan itu terjadi, amy sudah membuka matanya dan melihat secara langsung ayahnya tertabrak oleh sebuah truk. karena keadaanya yang masih lemah dia tidak mampu berbicara ataupun berteriak. dan pada akhirnya dia kembali menutup matanya sambil menitikkan setetes air mata. Air mata terakhirnya.

***

Setelah kejadian itu. Tuan kwon meninggal di TKP karena kehabisan banyak darah. Sedangkan amy mengalami patah tulang di lengan kiri dan kaki kirinya karena tekanan ombak yang sangat kuat. Dan dia juga mengalami koma yang cukup panjang, yaitu sekitar 3 bulan Karena kepalanya terlalu keras membentur batu karang. Dan amy mengalami trauma yang luar biasa terhadap hal yang berbau pantai. Jadi dia tidak pernah mau untuk berenang karena air mengingatkannya dengan pantai. Dan setelah ia terbangun dari komanya ia tidak pernah berbicara dengan orang lain selama sebulan dan memilih untuk sendiri.

Karena kejadian itu juga nyonya kwon menjauhi dan menjadi dingin terhadap amy, karena dia pikir kematian suaminya disebabkan oleh amy. Dan hanya satu orang saja yang setia menunggu amy sampai ia tersadar dan terus bersamanya, orang itu adalah luhan. Karena itu dia menjadi sangat dekat dengan amy. Dan yang membuat amy ingin berbicara lagi dan membuatnya kembali normal seperti orang-orang pada umumnya adalah luhan. Amy merasa keluarga yang ia punya hanyalah luhan seorang.

[ flashback end ]

“AAARRRGGGGHHH!!!!” teriakku frustasi sambil memukul kaca di depanku. Karena memori itu sudah sepenuhnya mempengaruhi pikiranku.

PRANGG!

Kaca itu pun pecah berkeping-keping, dan membuat tanganku yang tadinya mulus menjadi robek dan berdarah. Memang sangat sakit rasanya, tapi tidak sesakit saat aku melihat appa yang tertabrak.

“AMY! jangan melakukan hal yang aneh!” terdengar suara luhan oppa diluar.

“amy. eomma mohon buka pintunya” terdengar suara lembut eomma. Suara yang sudah lama tidak aku dengar.

‘apa eomma tidak ingat? Kau meninggalkanku sendiri disaat aku harus membutuhkan support dari orang-orang terdekat. Hanya luhan oppa saja yang ingin menemaniku. Di mana kalian semua? Bukan aku yang menyebabkan appa meninggal. Bukan aku, tapi dia! ELLI KIM!!’ Batinku sambil memegang dada yang terasa sesak ini.*jangan ambigu -_-* Huh, sudah lah amy kwon jangan pikirkan masa lalu mu, itu semua sudah berlalu. Apa aku harus memaafkanmu eomma?

Bukankah kau yang pergi meninggalkanku? Bukankah kau yang menuduhku membunuh appa? BUKANKAH KAU YANG MEMBUATKU MERASA TIDAK MEMPUNYAI DAN TIDAK MENDAPATKAN KASIH SAYANG SEORANG IBU?!

“arrggghhh!!!” teriakku lagi sambil mengacak-ngacak rambutku. Memori masa lalu itu membuat kepalaku sakit, aku tidak ingin mengingatnya kembali. Luka yang selama ini aku tutup sudah kembal terbuka lebar. Apa yeoja sialan itu benar-benar ingin membuatku menderita, huh?

Tuk.. Tuk..

Terdengar suara lemparan batu dari kaca jendela ku. Aku pun segera menghampiri jendela dan melihat wufan sedang berdiri di balkon kamarnya.

“amy, apa kau baik-baik saja? Tadi aku mendengar keributan dari rumahmu, bukannya maksudku untuk menguping tapi suara itu sangat kencang sek-” Tanya wufan terpotong.

“wufan-ah. Hiks.. hiks” kata amy sambil menangis.

“amy, ada apa?” tanyanya dengan nada khawatir.

Aku terdiam sebentar untuk mengumpulkan kekuatanku supaya bisa menceritakan semua kejadian yang aku alami.

“dia datang la-“ kataku terpotong.

Tiba-tiba kepalaku terasa pusing dan berat. Dan detik berikutnya badanku sudah lemas seperti tidak terasa apa-apa lalu aku akhirnya jatuh ke lantai balkon yang dingin ini, dan yang ku ingat hanya suara wufan yang memanggil namaku, setelah itu semuanya gelap.

[ Kris P.O.V ]

“amy, apa kau baik-baik saja? Tadi aku mendengar keributan dari rumahmu, bukannya maksudku untuk menguping tapi suara itu sangat kencang sek-” kataku terpotong. Dan aku baru menyadari bahwa keadaan amy kali ini sangat.. hmm.. bisa dibilang mengenaskan. Rambutnya acak-acakan, matanya sembab, bajunya sedikit kusut dan ada bercak darah juga, tunggu! Darah?! Aku pun melihat-lihat tubuh amy mencari bagian tubuhnya yang berdarah dan aku menemukan tangannya yang mengeluarkan dan meneteskan darah yang lumayan banyak. Aku mencoba melihat tangannya lebih detail lagi dan ternyata … tangannya sobek? Tangannya benar-benar sobek dan berdarah, darahnya sangat deras mengucur(?) dari tangannya. Apa yang dia lakukan?!

“wufan-ah. Hiks.. hiks” kata amy sambil menangis.

Tunggu! amy menangis? Apa aku tidak salah lihat?

Aku tidak pernah melihatnya menangis, dan kudengar dari luhan hyung kalau dia tidak pernah menangis di depan orang semenjak appanya meninggal. Bahkan saat dia bangun dari komanya dan menyadari bahwa appanya telah tiada dia tidak meneteskan air mata sedikit pun. Mungkin dia menangis di dalam kesunyian atau mungkin di dalam hati? dan kudengar lagi dia lebih suka sendiri saat ada masalah. Hmm.. benar-benar yeoja yang kuat. Tapi kenapa sekarang dia menangis? Aku seperti tidak melihat seorang amy kwon yang sangat tegar. Aku hanya seperti melihat seseorang yang asing.

“amy, ada apa?” tanyaku. Dia tidak menjawab dan hanya terdiam. Sebenarnya apa yang terjadi? Amy ku mohon jangan membuatku bingung!

“ dia datang lag-“ katanya terpotong. Amy kau kenapa? Tidak biasanya kau menjadi rapuh seperti ini. Kau yeoja yang kuat amy.

Beberapa detik kemudian ku lihat badannya jatuh ke lantai. Dia pingsan? DIA PINGSAN?! *di ulang lagi, biar kesannya semakin we o we*

Aku segera berlari ke luar kamar dan menuju ke bawah. Eomma yang sedang berada di ruang tamu melihat ku bingung.

“kris ada ap-“ katanya terpotong dengan perkataanku

“aku pergi sebentar ke rumah amy.” kataku terburu-buru.

Sekarang aku sedang berlari menuju rumah amy dengan tergesa-gesa. Aku sangat khawatir dengannya, jantungku sedari tadi berdetak sangat cepat. Ku harap tidak ada yang terjadi lebih parah lagi terhadap amy!

***

Ting tong.. ting tong..

“sebentar” terdengar suara luhan hyung dari dalam. Kini aku sudah sampai di rumah amy.

Cklek.

“oh.. ada apa kris malam-malam datang kemari?” Tanya luhan hyung basa-basi.

“dimana amy? cepat katakan!” kataku tidak sabar sambil mengguncangkan badannya dengan keras.

“tunggu dulu kris. Memangnya ada apa?”

“mianhae hyung. Cepat katakan dimana amy?” aish namja ini senang sekali berbasa-basi.

“memangnya ada apa? Dia sedang ada di kamarnya, tapi percuma saja kalau kau mau ke sana karena kamarnya di kun-” katanya terpotong karena aku segera berlari ke dalam menuju kamar amy. di depan tangga aku melihat seorang yeoja yang postur badannya mirip dengan amy, aku berharap dia amy.

“amy?” kataku sambil menepuk pundaknya. Yeoja itu pun membalikkan tubuhnya. Oh shit! Ternyata dia bukan amy. tunggu! Dia sangat cantik bak bidadari jatuh dari surga(?) *ahayde* ‘aish. Kris apa yang kau pikirkan. Yang sekarang sangat penting adalah amy’ batinku sambil menepuk kepalaku.

“mianhae” kataku sambil menunduk 90o

Aku pun kembali berlari menuju kamar amy.

Tok..tok.tok

Tidak ada jawaban.

Sekarang luhan hyung dan gadis itu sudah berdiri di belakangku.

“AMY! buka pintunya!” teriakku dari luar. Tidak ada jawaban dari dalam. Sial, sepertinya dia benar-benar pingsan.

Aku pun mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamarnya. Tapi luhan hyung malah menahanku.

“kris apa yang akan kau lakukan?” Tanya luhan hyung polos, please deh hyung! Disaat genting seperti ini kenapa penyakit polosmu(?) kambuh.

“ya mendobraknya lah hyung. Kau ini bagaimana sih?! Kau ini kan oppanya, kenapa kau tidak mencoba untuk mendobrak pintunya dari tadi! Apa kau tidak tau keadaanya sekarang?! Dia sekarang pingsan hyung! Aku melihatnya sendiri dari balkon kamarku!” bentakku frustasi ke arah luhan hyung. Luhan hyung hanya diam saja. Aiissh!! Hyung ini benar-benar!!

1..2..3..

BRAK!!

Berhasil! Hanya sekali dobrak saja pintunya sudah bisa terbuka, aku ini memang kuat. Hahaha! *kris narsis -__-*

Aku pun langsung berlari ke arah balkon dan menemukan seorang yeoja sedang terbaring tidak berdaya di lantai balkon yang dingin.

“AMY!!” teriakku panik. Bertahanlah amy. aku akan segera menolongmu. Ku mohon bertahanlah.

TBC~

Ahayde.. udah selese nih chapter 2 nya.. uyeeeeeh!!! Gimana? Seru gak? Jelek ya? Huhuhu.. :(( btw, ada yang nungguin FF ini gak?? Sepertinya gak ada. *mojok bareng kris* *plak* sekali lagi maaf klo mengecewakan. Seperti biasa tolong tinggalkan RCL yak ‘-‘)bb dan ingat don’t be a SIDERS okeh ‘-‘)bb karena kritik dan saran dari kalian akan berguna buat author, dan buat memperbaiki kesalahan author juga ‘-‘)9. Makasih buat yang udah mau ngebaca FF super gak jelas ini ‘-‘)7 *lempar kai

4 thoughts on “Maybe, This Is My Fate! #2

Your Comment Please

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s